3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Lenteng Timur Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep (Gambar 13). Pemilihan lokasi penelitian ini dipilih berdasarkan rekomendasi ahli kebudayaan Madura dengan merujuk pada tingkat perubahan fisik perkampungan tradisional di wilayah studi. Secara umum Kabupaten Sumenep mengembangkan wilayah dengan memelihara budaya lokal, sehingga wilayah ini dikenal sebagai kota budaya di Madura. Desa Lenteng Timur di Kecamatan Lenteng merupakan salah satu desa yang masih mempertahankan karakter permukiman tradisional.
Gambar 13. Peta lokasi penelitian
Wilayah penelitian adalah kawasan pedusunan di Desa lenteng Timur Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep dengan batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan Desa Ellak Laok, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Poreh, sebelah barat berbatasan dengan Desa Lenteng Barat, dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Lembung Timur. Luas wilayah penelitian di Desa Lenteng Timur adalah 4,05 Km2. Permukiman Desa Lenteng Timur berada pada ketinggian kurang dari 500 m dari permukaan laut dan termasuk pada dataran rendah.
Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2012-Juli 2013. Pelaksanaan penelitian terdiri dari tahap penelusuran sejarah berupa pengumpulan data, kunjungan lapang, dan wawancara, dilanjutkan dengan tahap analisis dan sintesis data berupa perumusan konsep desain permukiman tradisional Madura hingga penulisan laporan.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perangkat keras (hardware) dan lunak (software). Perangkat keras yang digunakan antara lain berupa netbook, kamera, recorder, dan mesin cetak (printer). Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian terdiri dari program komputer seperti MS word, MS excel, dan Adobe Photoshop. Bahan penelitian yang digunakan dalam analisis berupa peta wilayah, peta citra satelit, sketsa, data deskriptif baik dari pustaka maupun hasil wawancara, serta foto dan gambar.
3.3 Penentuan Sampel Penelitian
Penentuan sampel penelitian didasarkan pada aplikasi teoritis sehingga penghayatan mendalam terhadap obyek studi lebih diutamakan. Obyek yang dipilih secara umum dapat menggambarkan permukiman Madura yang tradisional dan nilai-nilai budaya Madura yang original. Penelitian ini menitikberatkan pada kualitas obyek daripada kuntitasnya. Menurut Sarantakos (1993) jumlah sampel yang besar tidak selalu menjamin akurasi, validitas, dan keberhasilan penelitian kualitatif. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsep desain permukiman Madura yang original dan telah lampau sehingga wilayah penelitian mungkin saja telah mengalami perubahan atau modernisasi. Oleh sebab itu penelitian ini hanya mengambil sebagian dari populasi responden dengan teknik pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling.
Penentuan sample penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian yaitu menganalisis dan merumuskan konsep desain permukiman tradisional Madura sehingga lokasi sample penelitian didasarkan pada kriteria berikut :
1. Lingkungan yang masih menunjukkan suasana tradisional
2. Lingkungan yang menunjukkan bentukan rumah tradisional pada kawasan 3. Lingkungan yang masih menunjukkan kekhasan aktivitas
Pengambilan sample pada lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive random sampling dimana sample yang dipilih adalah sample dengan jumlah rumah tradisional lebih dari satu.
3.4 Metode Penelitian
Kerangka pendekatan studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historic (kesejarahan) untuk kajian desain lanskap permukiman dan teknik analisis kualitatif. Menurut Noeng Muhajir (1996), metode analisis kualitatif adalah metode analisis penelitian yang menuntut adanya sifat holistik dimana obyek diteliti pada suatu aksentuasi tertentu tapi tidak melupakan konteks dari obyek tersebut. Desain penelitian kualitatif bertolak pada kerangka teoritik penelitian terdahulu dan pemikiran dan teori para pakar untuk kemudian dikonstruksikan menjadi sesuatu yang problematik dan perlu diteliti lebih lanjut.
Konstruksi teori dibangun dari konseptualisasi teoritik sebagai hasil pemaknaan empirik, logis, dan etik. Pada tataran empirik, sampel dipilih secara purposive untuk mengungkapkan makna dan esensinya (Muhajir 1996). Sifat penelitian kualitatif dapat dilihat pada tabel 1. Secara umum tahapan penelitian meliputi tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan konsep (Gambar 14).
Tabel 1. Sifat Penelitian Kualitatif
No. Materi Operasional
1. Tujuan Penelitian Membangun teori baru
2. Desain Penelitian Desain penelitian meliputi tujuan, obyek, sample, dan sumber data tidak terinci, fleksibel, muncul dan berkembang saat penelitian berlangsung
3. Proses Penelitian Desain penelitian dapat diketahui dengan jelas setelah penelitian selesai
4. Hipotesis Sebelumnya tidak mengemukakan hipotesis. Hipotesis muncul ketika penelitian berjalan dan bersifat hipotesis kerja
5. Hasil Penelitian Hasil Penelitian bersifat terbuka 6. Analisa data Analisa data dilakukan sejak awal
bersamaan dengan pengumpulan data 7. Teknik Pengumpulan data Tidak berstruktur, data berbentuk narasi 8. Lingkup temuan Ideographic (sebuah kenyataan)
Sumber : Moleong 1997
3.4.1. Tahap Persiapan
Studi pendahuluan dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai keadaan lanskap dan karakteristik budaya masyarakat Madura. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data umum terkait lanskap permukiman tradisional dalam bentuk uraian dan artikel dalam jejaring berkala dan wawancara singkat dengan beberapa orang suku Madura. Wawancara ini masih sangat sederhana untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan lanskap, karakter budaya, dan informasi tentang pola lanskap permukiman. Selain itu peneliti juga mencari informasi terkait narasumber yang sesuai untuk penelitian ini.
3.4.2. Tahap Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dibagi ke dalam dua kategori yaitu pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan survei atau pengamatan langsung di lapang. Kegiatan survei dilakukan dengan menyusuri jalan utama dan batas tapak, serta mengunjungi rumah-rumah tradisional yang berada pada wilayah studi.
Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan studi literatur dan pengambilan data dari instansi-instansi terkait. Literatur yang dikumpulkan terdiri dari berbagai bentuk baik berupa buku, jurnal, laporan penelitian, maupun artikel bebas dari media cetak atau media elektronik.
Data yang dikumpulkan terdiri dari dokumen-dokumen berisi bukti sejarah yang terkait dan mendukung penelitian, Foto, sketsa, dan hasil survey dan wawancara terstruktur dan purposive di lapangan (Tabel 2). Wawancara dilakukan untuk menggali informasi tentang pola permukiman Madura, elemen yang ada, fungsi dan filosofi bagi permukiman, serta nilai-nilai yang terkandung dalam masyarakat. Narasumber dalam interview ini dipilih secara purposive yaitu dengan mempertimbangkan latar belakang dan tingkat interaksi yang dimiliki calon narasumber dengan budaya Madura.
Gambar 14. Tahapan penelitian Tabel 2. Jenis, Bentuk, dan Sumber Data
Jenis Data Bentuk Data Sumber Data
Pola Permukiman Tradisional
Peta, deskripsi, sketsa, foto
Literatur, studi lapang Tata ruang Permukiman
Tradisional
Peta, sketsa Literatur, studi lapang, wawancara
Orientasi elemen permukiman
Deskripsi, sketsa, foto Literatur, studi lapang, wawancara
Sejarah Budaya Deskripsi Literature, wawancara
Sastra Tulisan Deskripsi Dongeng, Legenda,
cerita rakyat Tabel 3. Narasumber Penelitian
No. Nama Narasumber Profesi Latar belakang Studi
1. Prof. Dr. Ahmad Mien Rifai
Peneliti LIPI Peneliti LIPI
2. Sulaiman Sadik Sejarawan Sastra Madura
3. Dr. Latief Wiyata Dosen Antropologi
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif. Data dieksplorasi menurut teori-teori yang berkaitan dengan desain permukiman kontemporer dari studi literatur untuk kemudian diterjemahkan dan disesuaikan dengan desain permukiman tradisional. Menurut Hubermen (1992) analisis data kualitatif dilakukan dalam tiga alur, yaitu :
1. Reduksi data
Data yang diperoleh dipilih, dikelompokkan, dan disederhanakan melalui pembuatan ringkasan, tabel, dan diagram agar lebih mudah dipahami.
2. Penyajian data
Data yang telah direduksi disajikan dalam bentuk teks naratif yang dilengkapi dengan tabel, diagram, bagan, dan atau gambar sehingga dapat diperoleh informasi yang terpadu.
3. Verifikasi
Verifikasi merupakan proses penarikan kesimpulan dari analisa terhadap data. Berdasarkan uraian tersebut, pembahasan hasil analisis penelitian dapat dibagi menjadi analisis aspek fisik permukiman tradisional Madura dan analisis aspek non fisik.
1. Analisis aspek fisik dilakukan melalui pendekatan aktivitas sehingga diperoleh tata ruang permukiman tradisional madura baik pada skala makro maupun mikro
2. Analisis aspek non fisik dilakukan melalui pendekatan historis sehingga diperoleh karakteristik permukiman tradisional madura, faktor-faktor pembentuknya, serta makna dan simbolisme yang terdapat pada permukiman tradisional madura.
3.4.4. Penyusunan Konsep
Konsep desain permukiman tradisional Madura disusun pada level ketetanggan.. Konsep ruang ditentukan berdasarkan fungsi dan sifat penggunaan ruang dalam lanskap permukiman. Konsep vegetasi ditentukan berdasarkan tata letak dan fungsi vegetasi bagi lanskap permukiman. Pola sirkulasi dalam permukiman ditentukan melalui pola pergerakan penghuni dalam permukiman, sedangkan konsep fasilitas dan utilitas ditentukan melalui tata letak sarana sosial dan sarana umum dalam permukiman. Pada akhirnya, penelitian ini menghasilkan sebuah gambar konsep desain lanskap permukiman tradisional Madura.