• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Adaptasi Beberapa Galur/Varietas Gandum di NTT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Uji Adaptasi Beberapa Galur/Varietas Gandum di NTT"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Pendahuluan

Gandum (Triticum aestivum L.) adalah tanaman serealia yang cukup penting sebagai bahan pangan. Konsumsi pangan berbasis gandum terus meningkat yang dewasa ini te-lah mencapai 16 kg/kapita/tahun. Kebutuhan gandum nasional hampir seluruhnya dipenuhi dari impor, sehingga Indonesia kini menjadi negara pengimpor gandum terbesar kelima dengan total impor 4,5 juta t/tahun dan angka ini terus meningkat dengan laju 2,6% /tahun. Pada tahun 2020 impor gandum diperkirakan akan mencapai 8,5 juta t/tahun tentu saja me-merlukan devisa yang tidak sedikit (Adnyana et al, 2006). Untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan penyedian varietas yang mempu-nyai sifat unggul dan beragam. Ketersediaan plasma nutfah yang memiliki variasi yang be-sar merupakan sumber gen yang mendukung pembentukan varietas baru yang berdaya ha-sil tinggi, tahan hama penyakit, umur genjah dan sifat lainnya (Subandi, 1999).

Prospek pertanaman gandum cukup baik karena beberapa wilayah di Indonesia co-cok untuk pengembangan gandum mulai dari dataran tinggi sampai sedang, pada daerah

tertentu, seperti NTT dan sebagian Papua yang memiliki iklim mikro yang cocok unutuk pertanaman gandum. Hal ini disebabkan oleh pengaruh iklim dingin dari Australia, suhu yang ideal untuk pertanaman gandum jatuh pada periode Juli-September namun kenda-lanya adalah belum tersedianya varietas ung-gul yang cocok dan yang berdaya hasil tinggi pada dataran rendah sampai sedang. Saunders (1988), mengemukakan bahwa dengan peng-airan, pemupukan dan pemeliharaan yang se-suai hasil gandum dapat mencapai 5 t/ha dan akan semakin menurun pada ketinggian tem-pat yang lebih rendah. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa gandum di dataran tinggi Ma-lino (1350 m dpl) dapat mencapai hasil 3-5 t/ ha (Hamdani et al, 2002), sedang penelitian di Urut Sewu, Boyolali (675 m dpl) hasil yang diperoleh hanya berkisar 0,71-2,34 t/ha (Dahlan et al, 2003).

Pengembangan gandum di Indonesia terhambat karena ketersediaan galur dan cekaman organism pengganggu tanaman yang adaptif pada ketinggian 300-400 m dpl. Peng-gunaan varietas yang toleran mudah

dilaku-Uji Adaptasi Beberapa Galur/Varietas Gandum di NTT

Oom Komalasari dan Muslimah Hamdani Balai Penelitian Tanaman Serealia Jl. Dr. Ratulangi 274 Maros, Sulawesi Selatan Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi hasil beberapa galur gandum pada keting-gian 300-400 m dpl. Materi evaluasi terdiri dari 15 galur atau varietas gandum . Percobaan di laku-kan di TTS (NTT) , mulai bulan April 2009 hingga Desember 2009. Karakter yang diamati meliputi: umur berbunga, umur panen, penampilan tanaman, tinggi tanaman, jumlah malai/m2, panjang malai,

jumlah biji/malai, bobot 1000 biji dan hasil biji.

Dari hasil uji adaptasi di NTT hasil tertinggi diperoleh pada galur CDB 17 (2.27 t/ha) dan ber-beda nyata dengan varietas Dewata dan Nias tetapi tidak berber-beda nyata dengan varietas Selayar. Kata kunci : Uji adaptasi,, gandum

(2)

kan petani dan dapat sebagai entry point teknologi produksi.

Bahan dan Metode

Percobaan dilaksanakan di TTS (NTT) dengan menggunakan Rancangan Acak Kelom-pok dengan 3 ulangan, ukuran plot 1,5 x 5 m. Materi evaluasi terdiri atas 15 galur atau va-rietas gandum. Tiap nomor ditanam 6 baris sepanjang 5 m dengan jarak tanam didalam baris 25 cm dan benih dilarik dalam baris. Ta-naman dipupuk dengan dosis 150 kg Urea, 200 kg SP36, dan KCL 100 kg/ha pada umur 10 hst dan pemupukan kedua dengan dosis Urea 200 kg/ha pada umur 30 hst. Sebelum di-tanam benih diberi insektisida Saromil dan pada saat tanam lubang larikan diberi Carbo-furan dengan takaran satu tutup botol sara-mil/tanaman.

Karakter yang diamati meliputi : umur berbunga, umur panen, penampilan tanaman, tinggi tanaman, jumlah malai/m2, panjang

malai, jumlah biji/malai, bobot 1000 biji dan hasil biji.

Hasil dan Pembahasan

Hasil yang diperoleh berkisar 1,04 t/ ha sampai 2,27 t/ha, galur CBD 17 memberi-kan hasil tertinggi (2,27 t/ha) dan berbeda nyata dengan varietas Nias (1,23 t/ha) dan Dewata (1,45 t/ha) tetapi tidak berbeda nyata dengan varietas Selayar (2,19 t/ha) sebagai varietas pembanding. Hasil yang tertinggi ini dipengaruhi oleh jumlah malai yang tinggi (263) dan jumlah biji per malai yang juga tinggi (39), sedang galur W462/VEE/KOEL 13/PEG/MRL/BUC memberikan hasil teren-dah (1,04 t/ha) dengan jumlah malai (117)

27 (Tabel 1). Hal ini sesuai dengan yang dike-mukakan oleh Dahlan et al, 2003 bahwa jum-lah malai/m2 dan jumlah biji per malai lebih

banyak akan memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding galur yang bobot 1000 biji tinggi tetapi jumlah malai dan jumlah biji per malai lebih rendah. Jumlah biji per malai ber-kisar 27 sampai 40 dan panjang malai berber-kisar 6,6 cm sampai 9,3 cm. Ditinjau dari panjang malai dan jumlah biji per malai ternyata tidak semua malai yang panjang mempunyai jumlah biji yang lebih banyak. Galur OASIS/SKAUZ// 4*BCN panjang malainya 7,1 cm tetapi jumlah biji per malai mencapai 39 sedang galur CHOIX/STAR/ 3/HEI/3* CN097/2*SERI de-ngan panjang malai 8,3 cm ternyata jumlah biji per malai hanya 31 (Tabel 1).

Kisaran bobot 1000 biji adalah 25,5 g sampai 37,3 g. Galur CAZO/KAUZ/KAUZ mem-punyai bobot biji yang terendah (25,5 g) tetapi hasil lebih tinggi (1,84 t/ha) dibanding galur KANCHAN yang bobot biji lebih tinggi (37,3 g) dengan hasil 1,31 t/ha. Hal ini disebabkan karena galur CAZO/KAUZ/KAUZ menghasil-kan jumlah malai (204) dan jumlah biji per malai lebih tinggi (33) dengan panjang malai 6,6 cm, sedangkan KANCHAN jumlah malai hanya 196, jumlah biji per malai 32 dan pan-jang malai 8,0 cm.

Pada Tabel 2 tampak bahwa tinggi ta-naman hanya berkisar 35,2 cm - 61,7 cm. Tinggi tanaman ini sangat berbeda dengan hasil penelitian di Malino dengan kisaran tinggi tanaman 84,5 cm - 117,5 cm (Hamdani et al, 2002).

Hal ini disebabkan karena perbedaan ketinggian tempat yaitu Malino (1350 m dpl) dan tempat penelitian ini (TTS) hanya 400 m dpl. Bahar dan Kahar (1989) mengemukakan

(3)

pada varietas berumur dalam. Umur berbunga berkisar 48 HST sampai 59 HST dan umur panen berkisar 87 HST sampai 90 HST. Galur CBD 17 dan varietas Nias memberikan penam-pilan tanaman yang terbaik dengan scoring 1.

Rata-rata suhu minimum selama pertanaman 25,0oC dan suhu maksimum rata-rata 37,0oC

dan kelembaban 80%. Hasil analisa tanah ter-cantum pada Tabel 3.

Tabel 1. Hasil,jumlah malai/m2, jumlah biji/malai dan panjang malai 15 galur atau varietas gandum di TTS (NTT), MK. 2009

Angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji DMRT

Galur atau Varietas Hasil (t/ha) Jumlah

malai/m2 Jumlah biji/malai malai (cm) Panjang

KAUZ/WEAVER CMSS93Y00076S-1DH-1B-0100B-OHTY 1,54 cd 200 bcd 29 bc 7,9 bc KAUZ/RAYON CRG2756-1-OB-099Y-099M-24Y-0B-OHTY 1,63 bc 185 bcd 33 abc 7,2 bcd

KANCHAN -OBGD 1,31 cde 196 bcd 32 abc 8,0 bc

CAZO/KAUZ/KAUZ CMBW90Y32284-OTOPM-14Y-010M-010M-010Y-6M015Y-OY 1,48 cde 204 bcd 33 abc 6,6 cd LAJ3302//CMH73A.497/3*CN079 CMSS92Y00077S-030Y-015M-OY-2M-OY-OHTY 1,26 cde 179 cd 40 a 7,3 bcd RABE/2**MO88 CMSS92Y01634T-18Y-010M-010Y-010Y-1M-0Y-OHTY 1,18 cde 165 de 37 ab 7,6 bcd SKAUS*B2/PRLI I/CM65531 CWBW91M02698F-OTOPY-14M-010Y-010M-010Y-4Y-OM-OHTY 1,55 cd 197 bcd 33 abc 7,7 bcd OASIS/SKAUS//4*BCN CMSS93Y04054M-1M-OY-OHTY 2,04 bc 242 ab 39 a 7,1 bcd CHOTX/STAR/3/H1/5*CN079//2*SERI CMSS93Y02712T-40Y-010Y-010Y-010M-010Y-6M-OY 1,51 cde 184 bcd 31 abc 8,3 b W462/VEE/KEL/3/PEG/MRL/BUC CMBW91M03389T-OTOPY-13M-1Y- 010M-1KBY-4KBY-OM-OKBY-1PR-OB-OHTY 1,04 e 117e 27 c 6,9 bcd CBD-17 2,27 a 263 a 39 a 7,1 bcd CBD-20 1,11 de 179 cd 30 abc 6,3d SELAYAR 2,19 a 231 abc 37 ab 7,6 bcd NIAS 1,23 cde 156 de 28 bc 7,1 bcd DEWATA 1,45 cde 184 bcd 40 a 9,9 a KK (%) 16,3 16,2 14,2 10,5

(4)

Tabel 2. Bobot 1000 biji, tinggi tanaman, umur bunga, umur panen dan penampilan tanaman 15 galur atau varietas gandum di TTS (NTT), MK. 2009

Angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji DMRT

Galur atau varietas Bobot 1000 biji (g) Tinggi tanaman (cm) Umur bunga (HST)i Umur Panen (HST) Penampilan tanaman (Skoring) KAUZ/WEAVER CMSS93Y00076S-1DH-1B-0100B-OHTY 26,7 de 47,7 bcd 50 cde 89 bc 2,7 KAUZ/RAYON

CRG2756-1-OB-099Y-099M-24Y-0B-OHTY 29,8 cde 52,1 abcd 54 bc 89 abc 2,3

KANCHAN -OBGD 37,3 a 58,4 abc 50 b 87 c 2,3

CAZO/KAUZ/KAUZ CMBW90Y32284-OTOPM-14Y-010M-010M-010Y-6M015Y-OY 25,5 a 46,9 bcde 55 b 90 a 3,0 LAJ3302//CMH73A.497/3*CN079 CMSS92Y00077S-030Y-015M-OY-2M-OY-OHTY 28,1 cde 44,8 de 55 b 90 a 2,0 RABE/2**MO88 CMSS92Y01634T-18Y-010M-010Y-010Y-1M-0Y-OHTY

26,3 de 45,5 cde 51 cde 88 abc 2,3

SKAUS*B2/PRLI I/CM65531 CWBW91M02698F-OTOPY-14M-010Y-010M-010Y-4Y-OM-OHTY 32,1 bc 56,7 abcd 49 de 88 abc 3,0 OASIS/SKAUS//4*BCN CMSS93Y04054M-1M-OY-OHTY 35,4 ab 56,0 abcd 55 b 90 a 1,7 CHOTX/STAR/3/H1/5*CN079//2*SERI CMSS93Y02712T-40Y-010Y-010Y-010M-010Y-6M-OY 39,7 a 56,6 abcd 52 bcd 89 ab 2,0 W462/VEE/KEL/3/PEG/MRL/BUC CMBW91M03389T-OTOPY-13M-1Y-010M -1KBY-4KBY-OM-OKBY-1PR-OB-OHTY 26,4 de 35,2 e 48 de 87 c 2,0 CBD-17 30,1 cde 61,7 a 51 cde 89 ab 1,0 CBD-20 31,1 bcd 48,0 bcd 49 de 87 bc 2,0

SELAYAR 37,2 a 52,9 abcd 52 bcde 89 ab 1,0

NIAS 26,9 cde 51,7 abcd 48 a 87 c 3,0

DEWATA 31,0 bcd 59,8 ab 59 a 90 a 2,3

(5)

Kesimpulan

Hasl uji adaptasi di Timur Tengah Se-latan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, galur CBD 17 memberikan hasil tertinggi di NTT (2,27 t/ha). Pada ketinggian yang lebih rendah (400 m dpl)dan penelitian sebelum-nya yaitu di Malino (1350 m dpl) dan Boyolali (675 m dpl) dapat diperoleh hasil 2,27 t/ha.

Daftar Pustaka

Adnyana, MO, M. Subiksa, N. Argosubekti, L. Hakim dan, M.S. Pabbage. 2006. Prospek dan arah pengembangan agribisnis Gandum, Badan Peneli-tian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.

Dahlan M., Rudjianto, J. Murdianto dan M. Yu-suf. 2003. Usulan Pelepasan Varie-tas Gandum Balai Penelitian Tanam-an Serealia. Pusat PenelitiTanam-an dTanam-an ngembangan Pertanian. Badan Pe-nelitian dan Pengembangan Perta-nian.

Hamdani, M., Sriwidodo, Ismail, dan Marsum M, Dahlan. 2002. Evaluasi galur gan-dum Introduksi dan CIMMYT. Pro-siding Kongres IV dan Simposium Nasional PERIPI. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Saunders, D.A. 1988. Characterization of Tro-pical Wheat Environments; Iden-titication of Production Constraints and Progress Achieved in South and South East Asia in Klatt (Ed). Wheat Production Constraints in Tropical Environments (CMMYT) Mexico DF. Pp, 12026.

Subandi, 1999. Perbaikan varietas Dalam Subandi M. Syam dan A. Wijono (Eds) pp: 81-100. Pusitbangtan Bo-gor. 432 hal.

Tabel 3. Hasil analisis tanah pada penelitian Uji Adaptasi Gandum di Timor Tengah Selatan (TTS), NTT. MK. 2009

Ciri fisik dan kimia tanah Kandungan Liat Debu Pasir pHH2O pH KCL N (%) P Olsen (ppm) Kdd (m/100 g) Cadd (m/100 g) Mgdd Nadd (me/100 g) AIdd 29 32 39 7,03 6,48 0,12 30 0,41 66 2,00 0,39 0

Gambar

Tabel 3. Hasil analisis tanah pada penelitian                   Uji Adaptasi Gandum di Timor Tengah                  Selatan (TTS), NTT

Referensi

Dokumen terkait