1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Rencana kerja adalah dokumen rencana yang memuat program dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran pembangunan, dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka anggaran. Rencana kerja (Renja) masing-masing SKPD Kabupaten Karo merupakan salah satu bahan yang digunakan sebagai tolak ukur dalam Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Karo. Renja SKPD sebagai dokumen perencanaan pembangunan tahunan di lingkup Satuan Kerja merupakan penjabaran dari Renstra SKPD yang merupakan rencana pembangunan jangka waktu lima tahun.
Seluruh dokumen tersebut merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan yang merupakan sebuah proses yang sistematis dan terpadu. Karena sistem perencanaan pembangunan merupakan sebuah proses yang sistematis dan terpadu, maka seluruh tahapan dan dokumen yang dihasilkan harus menunjukkan adanya keterkaitan erat antara satu dengan yang lain. Keterkaitan tersebut merupakan keterkaitan visi dan misi, program dan kegiatan termasuk kinerja yang ingin dicapai dan indikator yang digunakan untuk mengukurnya.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu didalam kegiatan pembangunan tahun 2017 adalah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengadakan perbaikan mutu pelayanan kepada masyarakat seperti pelayanan secara tertib, tepat, transparan dan langsung agar tercipta kondisi masyarakat yang kondusif dan demokrasi sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Karo pada saat ini.
Mengingat arti strategis dokumen Renja SKPD dalam mendukung penyelenggaraan program pembangunan tahunan pemerintah daerah, maka sejak awal tahapan penyusunan hingga penetapan dokumen Renja SKPD harus mengikuti tata cara dan alur penyusunannya sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2017 antara lain :
1. Disusun berdasarkan evaluasi pelaksanaan Renja tahun sebelumnya dan mengacu RKPD tahun berkenaan.
2. Program dalam Renja harus sesuai dengan program priorias sebagaimana tercantum dalam Misi RPJMD pada tahun berkenaan.
3. Program dan kegiatan dalam Renja SKPD harus selaras dengan program dan kegiatan yang disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan dalam forum Musrenbang.
4. Program dan kegiatan dalam Renja dilengkapi dengan indikator kinerja hasil (outcome), indikator kinerja keluaran (output) dan dilengkapi dengan pendanaan yang menunjukkan prakiraan maju.
2
Adapun Bagan Alir Tahapan Penyusunan Rencana kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah adalah sebagimana tercamtum dalam gambar dibawah. Bagan 1
3
Dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, terlihat bahwa kegiatan pelayanan umum secara terpadu dirasakan sangat perlu demi meningkatkan efisiensi dan efektif kinerja aparatur pemerintah terhadap pelayanan masyarakat yang kondusif bedasarkan demokrasi dan peningkatan pelayanan dilakukan secara bertahap dan adanya sosialisasi pelayanan perijinan kepada masyarakat, agar terlaksananya visi dan misi Pemerintah Kabupaten Karo Tahun 2017.
1.2. Landasan Hukum
1. Undang – undang Nomor 07 Drt Tahun 1956 Tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten – Kabupaten Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1092);
2. Undang – undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok – pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, tambahan Lembaran Negara Nomor 304) sebagaimana telah diubah dengan Undang – undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890);
3. Undang – undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);
4. Undang – undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);
5. Undang – undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang – undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);
6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);
7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang – undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang – undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844) ;
8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4018);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578);
4
11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741);
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perijinan Terpadu di Daerah;
14. Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 17 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Karo;
15. Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 18 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas – dinas Daerah Kabupaten Karo;
16. Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 19 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Karo;
17. Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 01 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu;
18. Keputusan Bupati Karo Nomor : 503/155/ Tahun 2009 tentang Pendelegasian Wewenang Penandatanganan Keputusan Perijinan dan Non Perijinan Dari Bupati Karo Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Karo.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari penyusunan rencana kerja ini adalah :
- Untuk menetapkan visi, misi, tujuan dan sasaran satu tahun kedepan yang ingin dicapai/ diwujudkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karo.
- Menetapkan strategi arah kebijakan program serta prioritas dalam rangka mencapai sasaran, tujuan, visi dan misi.
- Memperkuat landasan dalam menentukan program dan kegiatan tahunan secara kronologis dan berkelanjutan.
1.4. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan pemahaman, rencana kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karo diuraikan dalam bentuk bagian-bagian sebagai berikut :
BAB I. Pendahuluan, menguraikan mengenai Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan serta Sistematika Penulisan
BAB II. Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Karo Tahun 2017
BAB III. Tujuan, Sasaran, Program Dan Kegiatan BAB IV. Penutup
5
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN
PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU
KABUPATEN KARO TAHUN 2017
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karo
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu masih baru terbentuk sesuai dengan Perda Kabupaten Karo Nomor 05 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Karo. Tugas Pokok Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan yang diberikan kepada kabupaten.
Dalam melaksanakan tugas pokok pada ayat 1 Dinas Penanaman Modal dan PTSP mempunyai fungsi menyelenggarakan :
a. perumusan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya; b. pelaksanaan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya;
c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya; d. pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh bupati terkait dengan tugas dan fungsinya;
2.2. Analisa Kinerja Pelayanan Tahun 2017
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dalam pelaksanaan kegiatan pada tahun anggaran 2017 akan melaksanakan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal, efektif dan efisien, transparan dan terpadu dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat.
2.3. Isu Penting Penyelenggaraan Tugas Fungsi SKPD
Masalah yang timbul dalam rangka pelayanan kepada masyarakat di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Karo adalah sebagai berikut:
1. Kualitas sumber daya manusia masih rendah
Sumber daya manusia merupakan penentu keberhasilan suatu organisasi. Kompetensi pegawai yang dibutuhkan adalah yang memiliki keahlian, kreativitas, tingkat pendidikan yang sesuai dan kekuatan lain yang bersifat kualitatif.
6
2. Belum optimalnya sistem pengelolaan perijinan
Penyelenggaraan pelayanan perijinan selama ini masih bersifat parsial. Sehingga belum tercipta sistem pengelolaam perijinan yang terpadu.
3. Belum tersedianya aturan yang memadai tentang pelaksanaan pelayanan perijinan
Dalam rangka lebih mengoptimalkan peran Dinas Penanaman Modal dan PTSP, perlu dukungan peraturan yang memadai tentang pelaksanaan pelayanan perijinan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
4. Sarana dan prasarana kerja kurang memadai
Fasilitas yang memadai, baik langsung maupun tidak langsung sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan perijinan.
Permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan
Sesuai dengan potensi yang ada dan prediksi kebutuhan kedepan untuk menjalankan seluruh kegiatan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kab. Karo ditemukan beberapa hambatan dan kendala antara lain :
a. Dalam pengisisan personil staf dirasakan perlu penambahan yang signifikan mengingat tugas-tugas yang ada cukup kompleks dan bervariasi khusus dibidang perijinan.
b. Sarana dan prasrana yang kurang mendukung kegiatan karena kantor dan ruangan dan perlalatan belum dapat mendukung kinerja.
c. Kesadaran masyarakat dalam mengurus perijinan/memohonkan perijinan masih rendah.
Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karo
1. Tantangan
Rendahnya kesadaran masyarakat Luasnya wilayah jangkauan pelayanan
Lemahnya fungsi koordinasi dalam penyelenggaraan perijinan Citra pelayanan pemerintah masih jelek
2. Peluang
Banyaknya masyarakat yang membutuhkan perijinan
Tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pemerintah secara transparan Dukungan pemerintah secara umum untuk penyelenggaraan pelayanan perijinan secara
terpadu
2.4. REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD
Adapun perbandingan antara RKPD 2016 dengan rancangan awal usulan RKPD Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu sesuai tabel sebagai berikut :
7
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karo pada tahun 2017 belum melaksanakan penelaahan usulan Program dan Kegiatan Masyarakat yang secara langsung menjadi Program dan Kegiatan yang ada di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu.
8
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karo belum melaksanakan telaahan Kebijakan Nasional yang tertuang di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) maupun yang dirumuskan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah RKPD (Rancangan awal) maupun pengaruhnya terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang direncanakan.
3.2. Tujuan dan Sasaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karo
A. Tujuan
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, ditetapkan tujuan sebagai berikut :
Meningkatkan sistem manajemen pengelolaan perijinan yang transparan dan akuntabel Meningkatkan keterpaduan program dengan stakeholders yang terkait dengan
pelayanan perijinan
B. Sasaran
Adapun berlandaskan pada tujuan diatas, maka ditetapkan sasaran sebagai berikut :
1. Meningkatnya mekanisme pelayanan perijinan sesuai standar.
Indikator pencapaian sasaran meliputi :
Sertifikasi pelayanan publik
Rendahnya tingkat pengaduan masyarakat
2. Meningkatnya kapasitas program yang terkait dengan pelayanan perijinan
Indikator pencapaian sasaran meliputi :
Jumlah ijin yang diproses
9
3.3. Program dan Kegiatan Program
Pelaksanaan program dan kegiatan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Adapun kegiatannya meliputi :
a. Penyediaan jasa surat menyurat
b. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik c. Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor d. Penyediaan jasa administrasi keuangan
e. Penyediaan jasa kebersihan kantor f. Penyediaan alat tulis kantor
g. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
h. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor i. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor
j. Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
k. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang undangan l. Penyediaan makanan dan minuman
m. Rapat rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah
n. Penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi perkantoran
2. Program peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Adapun kegiatannya meliputi :
a. Pembangunan Gedung Kantor
b. Pengadaan kendaraan dinas/operasional c. Pengadaan Peralatan Gedung kantor
d. Pemeliharaan Rutin/Berkala kendaraan dinas/operasional e. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
f. Rehabilitasi Sedang/Berat Rumah Gedung Kantor
3. Program peningkatan disiplin aparatur Adapun kegiatannya meliputi :
a. Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya b. Pengadaan pakaian Korpri
4. Program Peningkatan Pelayanan Publik Adapun kegiatannya meliputi :
10
b. Monitoring, evaluasi dan pelaporan PTSP
c. Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
d. Koordinasi Pengawasan dan pengendalian penelitian lapangan bidang perijinan dan Non Perijinan
e. Peningkatan Kualitas SDM guna Peningkatan Pelayanan Investasi
5. Program Peningkatan Kebijakan Penanaman Modal dan Perizinan Adapun kegiatannya meliputi :
Penyusunan Produk Hukum Daerah terkait Penanaman Modal dan perijinan
6. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Adapun kegiatannya meliputi :
Pendidikan dan Pelatihan Formal
7. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Adapun kegiatannya meliputi :
a. Koordinasi perencanaan dan pengembangan penanaman modal
b. Peningkatan Kegiatan Kemampuan, Pembinaan Dan Pengawasan Pelaksanaan Penanaman Modal
c. Penyelenggaraan Pameran Investasi
d. Sosialisasi Peningkatan, Koordinasi dan Kerjasama di Bidang Penanaman Modal dengan Instansi Pemerintah dan Dunia Usaha
8. Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Adapun kegiatannya meliputi :
a. Penyusunan Cetak Biru (Master Plan) Pengembangan Penanaman Modal b. Penyusunan Sistem Informasi Penanaman Modal Di Daerah
c. Penyusunan database Potensi Investasi Kecamatan
d. Sosialisasi Sistem Informasi Penanaman Modal Di Daerah
9. Program Peningkatan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif Adapun kegiatannya meliputi :
Sosialisasi Pelayanan Perijinan Terpadu satu Pintu (PTSP)
10. Program Penyiapan Potensi Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Daerah Adapun kegiatannya meliputi :
a. Penyusunan database pelayanan perijinan
b. Pengembangan sistem pelayanan perijinan secara on-line c. Penyusunan Standar kebijakan pelayanan perijinan
11
11. Program Penguatan Kelembagaan Perizinan Adapun kegiatannya meliputi :
Pengkajian kelayakan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu
12. Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi Adapun kegiatannya meliputi :
Penyusunan Produk Hukum Daerah terkait Penanaman Modal dan perijinan
13. Program Peningkatan Pembangunan Sistem Laporan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Adapun kegiatannya meliputi :
a. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikthisar Realisasi Kinerja SKPD b. Penyusunan Rencana Kerja
12
BAB IV PENUTUP
Demikian Rencana Kerja (Renja) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu
Satu Pintu Kabupaten Karo diperbuat untuk menjadi bahan masukan dalam menyusun RKPD
Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2017 yang pada gilirannya akan dibahas pada Musrenbang
Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2017, juga sebagai pedoman pelaksanaan program dan kegiatan bagi
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu pada Tahun Anggaran 2017.
Dengan adanya Rencana Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu
Satu Pintu Kabupaten Karo Tahun 2017, maka penetapan prioritas pembangunan yang merupakan
upaya penjabaran dari visi dan misi Instansi diharapkan akan lebih terkoordinasi, terintegrasi dan
sinergis serta berkelanjutan.
Kabanjahe, 2016 KEPALA KANTOR PELAYANAN PERIJINAN TERPADU KABUPATEN KARO
Drs. PERLINDUNGEN KARO KARO PEMBINA TK. I