Laporan
1
MICHAEL PATRICK DONNELLY
Jalan Pengembak No 12, Sanur, Bali dan 3455 Rancho Rio Bonita Road, Covina, California, 91773, U.S.A. [email protected], 081246566744
Kepada Yth:
Perihal: Laporan perkara MICHAEL PATRICK DONNELLY vs NI MADE JATI,
12 TAHUN MENCARI KEADILAN
Oknum Hukum SARA Lepas Kendali Pemerintah R.I.
Executive Summary:
Selama 12 tahun Michael Patrick Donnelly dan kedua anak-anaknya Sean Wayan
Donnelly dan Brenden Surya Donnelly berjuang tanpa hasil untuk mendapat hak
hukum terhadap kelompok sekongkolan terdiri dari mantan ibu / istri Ni Made
Jati, pengacara termasuk Ida Bagus Wikantara, S.H. dan Mochamad Rifan, S.H.,
dan oknum institusi hukum di Bali yang telah memakai dokumen-dokumen palsu
dan manipulasi proses keadilan untuk membuat perkawinan / perceraian
sederhana dijadikan 7 kasus sipil dan 11 kasus pidana rumit di dua negara
Indonesia dan Amerika Serikat.
Mantan ibu / istri mempunyai pendidikan rendah dan jelas didalangi oleh mafia
hukum Bali yang menikmati kerampasan harta keluarga dan harta negara,
diprakirikan sampai sekitar 400 milyar rupiah dikirim secara rahasia ke luar
negeri, dan sejumlah tidak diketahui dimasuki kantong oknum institusi hukum
Bali.
Laporan
2
Daftar Isi:
I.
Latar belakang perkara Ni Made Jati vs. Michael Patrick Donnelly
A.
Kawin sah tahun 1985 menurut hukum R.I. dan A.S.
B.
Ni Made Jati menggugat cerai dengan dokumen-dokumen
perkawinan palsu tahun 1996 seolah baru kawin, dengan tujuan
menguasai anak-anak dan semua harta bersama,
C.
Putusan MARI menyatakan perkawinan asli tahun 1985 adalah sah,
mengabulkan perceraian, menyatakan perbuatan Ni Made Jati
mendapatkan dokumen palsu tahun 1996 adalah Perbuatan Melawan
Hukum,
D.
Putusan Pengadilan Atas California menyatakan bahwa Ni Made Jati
telah “menelantarkan anak-anaknya” atas perintah dan tekanan dari
pengacara Ida Bagus Wikantara dan sekelompok di Bali,
E.
Tetapi semua harta bersama tetap dikuasai sepihak Ni Made Jati.
II.
Kasus-kasus PERDATA masih berjalan dengan putusan-putusan yang diduga
menunjukan mainan sepihak dan tidak sesuai dengan hukum RI.
III.
Sebelas (11) kasus laporan PIDANA macet di Polda Bali, tidak diselidiki atau
ditutup dengan alasan rekayasa.
IV.
PENGACARA Ida Bagus Wikantara, S.H., Mochamad Rifan, S.H., Peter
Johnson, LLB, dll memanfaatkan kebersediaan oknum institusi hukum di Bali
untuk mengkibiri hukum.
A.
PERADI telah mencabut izin praktek Ida Bagus Wikantara S.H. secara
tetap.
B.
Oknum Polda Bali menolak menyelidiki Ida Bagus Wikantara S.H., atau
Mochamad Rifan, S.H., Peter Johnson, LLB dll karena “orangnya terlalu
penting untuk diselidiki.”
Laporan
3
I.
Penjelasan Latar Belakang Perkara Ni Made Jati vs. Michael
Patrick Donnelly
Rangka perkara dan sejarah keluarga ini dilihatkan di grafik.
Laporan ini ada ringkasan dari laporan dan dokumen-dokumen bukti penuh.
II.
Latar belakang perkara:
Ni Made Jati (WNI) dan Michael Patrick Donnelly (WNA) melangsungkan perkawinan sah di California tahun 1985 dan pindah ke Bali tahun 1988 dan mendirikan bisnis-bisnis, membeli
beberapa bidang tanah, dan mempunyai dua anak laki-laki Sean dan Brenden yang mengikuti kewarganegaraan A.S. dari Ayah.
Tahun 1996 Made Jati membuat Akte Perkawinan baru dan palsu seolah baru kawin dengan
Michael Donnelly untuk pertama kalinya, tanpa sepengetahuan Michael Donnelly, dan tahun
2005 ia menggugat cerai didasarkan Akte Perkawinan 1996 palsu dan menyangkal keberadaan atau sahnya perkawinan asli tahun 1985 di California.
Jadi Made Jati menggunakan Akte Perkawinan palsu dengan tujuan mengaburkan asal-usul
keturunan anak-anak menjadikan anak-anak bersama dijadikan anak haram karena dikatakan
dilahirkan di luar perkawinan, dan mengaburkan asal-usul perkawinan asal Made Jati dapat
mengambil dan menguasai semua harta bersama sebagai harta sebelum perkawinan.
Dengan menggugat cerai atas akte perkawinan palsu, Made Jati langsung menguasai semua
harta bersama termasuk bisnis dan tanah dengan ancaman bahwa Michael akan di tangkap
polisi kalau berani masuk rumah atau bisnis lagi. Sekaligus dengan itu Made Jati dan pengacaranya Ida Bagus Wikantara SH menolak semua komunikasi dengan bentuk apapun sampai saat ini.
Dua putusan Mahkamah Agung menyatakan bahwa perkawinan yang dilaksanakan tahun 1985 adalah sah di Indonesia dan bercerai menurut hukum, dan bahwa Akta Perkawinan yang
didapatkan Made Jati tahun 1996 adalah tidak sah, batal demi hukum, dan perbuatan Made
Jati untuk mendapatkannya adalah Perbuatan Melawan Hukum.
Akan tetapi Made Jati tetap menolak komunikasi atau mediasi, menolak penyelesaian hal-hal keluarga, dan dinyatakan oleh Pengadilan California telah menelantarkan anak-anaknya. Mengguna Atke Otentik palsu dan tindakan pidana lain dilaporkan pada Polda Bali, tetapi
sebelas laporan pidana di Polda Bali sejak tahun 2005 tidak diselidiki atau ditutup dengan alasan buat-buatan untuk melindungi Made Jati dan Ida Bagus Wikantara.
Mulai dari titik awal proses perceraian tahun 2005 pengacara Ida Bagus Wikantara SH dengan klien Ni Made Jati diduga bersekongkol dengan pengacara Muhamad Rifan, S.H., Peter
Johnson LLB, dan pengacara lain dari Austrindo Law Office dengan klien Michael Patrick Donnelly untuk merugikan Michael Patrick Donnelly.
PERADI mencabut izin praktek Ida Bagus Wikantara S.H. secara tetap bulan September 2015 karena “melakukan tindakan bersifat pidana dan perdata yang merugikan kliennya…” dan “mengambil keuntungan dari kebodohan kliennya dan menjadikannya sebagai sapi perah.”
Laporan
4
Laporan polisi tentang Ida Bagus Wikantara S.H., Muhamad Rifan, S.H., Peter Johnson LLB tidak diselidiki oleh oknum Polda Bali dengan alasan pada pelapor bahwa “orang-orang ini terlalu penting untuk diselidiki.”
Made Jati dan Michael kawin sah tahun 1985 di California, A.S. dan pindah
ke Bali tahun 1988
Made Jati dan Michael ketemu tahun 1978 di Bali waktu Michael datang sebagai anak
muda dengan backpack. Made Jati dan Michael tetap saling kenal setelah Michael pulang ke California, lalu mulai tahun 1982 Made Jati sering datang dan tinggal dengan Michael di California. Made Jati dan Michael kawin dengan perkawinan sah tahun 1985 di California.
Made Jati dan Michael tinggal di California sebagai suami istri. Pada saat itu Michael
partner dengan seorang warganegara Indonesia di perusahaan bergerak di bidang pemasaran produk kayu Indonesia di A.S.
Tetapi Made Jati rindu Bali dan keluarganya, maka pasang suami istri pindah ke Bali.
Dua anak dilahirkan tahun 1993 di California dan 1994 di Singapura dan ikut
kewarganegaraan A.S. dari Ayah
Sean Wayan Donnelly dilahirkan tahun 1993 di California, Brenden Surya Donnelly
tahun 1994 di Singapore, dan mereka ikut kewarganegaraan A.S. dari Ayah sesuai dengan hukum A.S. dan Indonesia—mengingat bahwa undang-undang Indonesia bahwa anak boleh ikut dua kewarganegaraan sampai berumur 18 tahun baru diterbit tahun 1998.
Michael dan Made Jati beli tanah di Sanur, di Kuta, di Gianyar, di Bukit, dan mendirikan
dua perusahaan. Keluarga yang seperti sukses dan berbahagia.
Michael dan Made Jati beli bisnis dari mantan pacar Made Jati, dan
membangun bisnis-bisnis baru dan membeli tanah
Pada saat Michael dan Made Jati pindah ke Bali ada bisnis bernama Uluwatu yang diberdirikan dan dimiliki oleh mantan pacarnya Made Jati bernama Michael McHugh dengan pinjam nama Made Jati. Made Jati menerima gaji untuk jasa pinjam nama. Tahun 1998 McHugh ingin menjual perusahaannya karena Uluwatu di ambang bankrupt dan mau ditutup. Maka Michael dan Made Jati membeli perusahaan Uluwatu dengan hasil dari menjual saham Michael di perusahaan di California.
Uluwatu dibangkit lagi dengan struktur dan citra baru, dan semua struktur, citra, design, logo, graphic, concept marketing, organisasi, management, dan computer database program ada dari Michael sendiri.
Mengenai cerita Made Jati dan IB Wikantara bahwa Made Jati mempunyai semua harta bersama sebelum kawin atau mendirikan semua bisnis sendirian:
Made Jati punya pendidikan belum selesai Kelas 5 Sekolah Dasar; bahwa dia
mendirikan perusahan seperti Uluwatu adalah tidak benar dan tidak masuk akal,
A-4
A-2
Laporan
5
ditambah lagi bahwa Made Jati dan Michael tinggal di California dan tidakmungkin dia bisa mendirikan dan mengelola perusahaan di Bali dari California. ditambah lagi, kalau benar, tidak ada alasan yang masuk akal kenapa Made Jati
membuat and menggugat perceraian atas Akta Perkawinan palsu.
Tetapi memang ada kisah lain tentang asal-usul Uluwatu; Made Jati sering ceritakan bahwa Made Jati sendiri membangunkan Uluwatu. Cerita itu ada karangan Michael, tulisan Michael untuk marketing yang mengajukan Made Jati sebagai lambang Uluwatu—karena Michael perlu seorang asli Bali sebagai maskot untuk menjual produk khas Bali—sama seperti Kolonel Sanders di KFC atau badut Ronald di McDonald’s. Realitas bahwa Made Jati sendiri membangun Uluwatu adalah sederajat dengan bahwa badut Ronald mendirikan McD. Realitas bahwa krawang ada seni tradisional khas Bali sama fiktifnya, tetapi pada umumnya dewasa ini baik turis baik orang Bali sangat percaya cerita itu karena sukses marketing Uluwatu “Handmade Balinese Lace” [atau “kerajinan bordir khas Bali”]—pepatah karangan Michael juga.
Pada tahun 1993 Michael dan Made Jati juga membeli 10 ara dengan rumah dari McHugh di Kuta, dan Michael dan Made Jati membuka sebagai bisnis kedua: Kori Restaurant & Bar tahun 1998.
Made Jati dan IB Wikantara sering memberi penjelasan yang tidak benar dan tidak
konsisten—tetapi diakui dipercaya oleh oknum institusi hukum Indonesia—
misalnya
bahwa Made Jati sebagai WNI berhak menggunakan Akta Otentik palsu asal
terhadap WNA,
suami yang WNA tidak berhak pada harta bersama,
bahwa Made Jati mempunyai semua harta bersama sebelum kawin,
bahwa Made Jati mendirikan semua bisnis bersama sendirian,
Tetapi tidak ada alasan yang masuk akal untuk membuat dan
menggunakan Dokumen-Dokumen Perkawinan palsu dan melarikan
mediasi dan menelantarkan anak-anak kalau harta yang dikuasai oleh
Made Jati memang harta sebelum kawin
.
Tahun 1996 Made Jati membuat Akta Perkawinan baru di Bali tanpa
ketahuan Michael seolah baru kawin dengan Michael tahun 1996
Akar penipuan rekayasa mulai dengan niat jahat oleh Made Jati baru setelah perkawinan sah di California tahun 1985; dia mendirikan identitas palsu di kebupaten Tabanan seolah dia seorang perempuan bujangan, padahal dia tinggal dengan identitas seorang sudah nikah dengan Michael di Sanur. Tanpa ketahuan Michael, Made Jati terus-menerus menambah Akta Otentik lagi tahun-bertahun berikut untuk memperkuat identas ganda
di Tabanan termasuk setelah kelahiran anak-anak di California tahun 1993 dan Singapore
Laporan
6
Membuat Akta Otentik Palsu
1. Surat Keterangan No. 1056/II/1986 dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan yang menyatakan Ni Made Jati “belum pernah kawin”
padahal yang benar Michael Patrick Donnelly dengan Ni Made Jati baru kawin lima bulan dahulu pada bulan September 1985 di California, dan Ni Made Jati menggunakan Surat Keterangan ini untuk “Permohonan ijin Dagang, serta
melengkapi surat-surat ijin lainnya” untuk mendirikan P.T. Uluwatu yang
ternyata diberdirikan didasarkan dokumen-dokumen tidak benar. (bukti A-5A) 2. Surat Keterangan No 378/II/DP/1992 dari Pemerintah Kabupaten Daerah
Tingkat II Tabanan yang menyatakan Ni Made Jati “Belum pernah Kawin / Nikah” berguna “Pengurusan Sertifikat tanah di Notaris.” (bukti A-5B)
3. KTP No 0183-899 (0194/I/DP/94.KK 296-II) dari Pemerintah Kabupaten Dati II, Tabanan dikeluarkan tanggal 1 September 1994 yang menyatakan Ni Made Jati “Belum Kawin” dan berdomisili di Grok Gak Gede Tabanan. Yang
benar, Ni Made Jati melahirkan anak Michael Patrick Donnelly dengan Ni
Made Jati nomor dua Brenden Surya Donnelly sebagai ibu yang kawin di
Singapura tanggal 17 September 1994, baru 16 hari setelah mendapatkan KTP “Belum Kawin” di Tabanan, dan pada saat ini Michael Patrick Donnelly dan Ni
Made Jati membuat Akta Kelahiran No 59433961H di Singapore yang
mendaftarkan alamat domisili ayah Michael Patrick Donnelly dan ibu Ni Made
Jati di Jalan Pengembak No 29, Sanur-Denpasar. (bukti A-5C)
4. Surat Keterangan Belum Pernah Kawin / Nikah No 564/II/DP/1996 dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan yang menyatakan Ni Made Jati berdomisili di Grok Gak Gede Tabanan dan “Belum Kawin” dan untuk
“dapat diggunakan dapat Akte Perkawinan.” (bukti A-5D)
5. Surat Keterangan Perkawinan Umat Hindu No 22/AGG/II/DP/1996 dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan tanggal 10 Juni 1996 yang
mendaftarkan langsungnya upacara perkawinan Agama Hindu yang FIKTIF dan sudah diakui berbohong oleh semua saksi. (bukti A-5E)
Sekaligus dengan membuat Akta Otentik palsu seperti diurai di atas, Ni Made Jati membuat dokumen-dokumen lain yang mengakui perkawinan, contohnya:
6. Surat Keterangan Domisili di Kecamatan Gianyar Desa Tulikup Dusun Siyut nomor 54/3/T/1994 tertanggal 2 April 1994 yang menyatakan Ni Made Jati “Kawin” dan berguna “Mengambil Sertifikat.” (bukti A-5F)
7. Surat Tanda Lapor Diri dari Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Denpasar tertanggal 13 Oktober 1995 yang menyatakan Ni Made Jati “Kawin”
dan berdomisili di Jalan Pengembak No 27, Sanur (nomor lama untuk Gang III nomor 29). Di STLD ini Ni Made Jati berbohong mengakui diri dilahirkan dan mengasal dari Banjar Grok Gak Gede, Tabanan, padahal yang benar dia dilahirkan di Badung seperti dinyatakan di Surat Domisili
Siyut-Tulikup-Gianyar nomor 54/3/T/1994 di atas dan banyak Akte lain. (bukti A-5G)
8. Surat Tanda Lapor Diri dari Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Denpasar tertanggal 11 Oktober 1995 (diuruskan oleh Ni Made Jati) yang
Laporan
7
Memakai upacara-upacara Agama Hindu sebagi alat penipuan
Tahun 1994 Made Jati dan keluarganya memohon Michael ikut dengan upacara Bali namanya Sudiwudani untuk masuk resmi Agama Hindu lalu ikut upacara perkawinan Adat Bali sebagai kelanjutan kepada perkawinan asli di California, penjelasannya supaya Sean dan Brenden bisa ikut Agama Hindu.
Made Jati dan keluarganya membuat dan menyelesaikan semua dokumen-dokumen
Sudiwudani langsung tahun 1994 supaya Michael masuk pada Agama Hindu. Dokumen Agama Hindu penting kemudian hari waktu Made Jati menggugat cerai, karena Made Jati mengajukan lebih banyak bukti tentang sahnya Sudiwudani daripada sahnya upacara Perkawinan tahun 1994, untuk membuktikan bahwa perkawinan 1994 adalah sah menurut Agama Hindu karena Michael sudah masuk sah di Agama Hindu.
Akan tetapi ternyata Made Jati atau keluarganya tidak masukan dokumen-dokumen perkawinan Agama Hindu tahun 1994.
Belakangan dengan Gugatan Perceraian tahun 2005 Made Jati mengajukan foto-foto dan dokumen-dokumen upacara perkawinan 1994 dan foto-foto anak-anak dari tahun 1996 seolah semua membuktikan upacara perkawinan tahun 1996.
Membuat Akta Pranikah dengan penjelasan palsu
Tahun 1996 Made Jati mulai dengan semacam penipuan yang sering jadi di Indonesia: intinya adalah cerita “hukum” fiktif bahwa sepasang suami / istri WNA dengan WNI diharuskan membuat Akta Pranikah dulu untuk melindungi harta bersama dan memberi pihak yang WNI hak memegang Sertifkat Hak Milik, lalu setelah itu kalau kawin di luar negeri, perkawinan harus didaftarkan di Kantor Catatan Sipil. Kalau tidak, semua harta bersama akan diambil oleh pemerintah. (Contohnya A-8)
Bulan Februari 1996 Made Jati mengajak Michael ke kantor notaris John K. Mulye untuk menandatangani sebuah dokumen yang tertulis dengan bahasa Indonesia saja, Michael tidak bisa membaca isinya kecuali judulnya “Perjanjian Kawin” dan diberitahu oleh istri tercinta ada perizinan untuk istri memegang sertifikat hak milik berhubungan pendaftaran perkawinan California tahun 1985 di Indonesia.
Dari bulan Februari sampai dengan bulan September 1996 Made Jati dan keluarganya mendapat tanda tangan Michael pada macam-macam dokumen semua di bahasa Indonesia saja dengan penjelasan bahwa semuanya akan dipakai untuk mendaftarkan perkawinan Amerika tahun 1985 dan perkawinan Agama Hindu tahun 1994 sebagai kelanjutan perkawinan Amerika, tujuan mengisi syarat undang-undang Republik Indonesia untuk mengamankan harta bersama.
Pengembak No 27, Sanur (nomor lama untuk Gang III nomor 29). Perkawinan didaftarkan sebagai “Akte Perkawinan dari Amerika No E.126119 tanggal 14
September 1985,” yaitu perkawinan dan tanggal yang benar antara Michael Patrick Donnelly dengan Ni Made Jati. (bukti A-5H)
A-6
A-7
A-9
A-8
Laporan
8
Membuat Akta Perkawinan No 299/1996 palsu
Alasan Made Jati membuat Akta Perkawinan No.299/ 1996 palsu tahun 1996 daripada tahun 1994 waktu melangsungkan upacara Agama Hindu dan Adat Bali di
rumah Michael dan Made Jati di Sanur, adalah karena Made Jati baru bikin “Perjanjian Kawin” di notaris John Mulye bulan Februari 2006, yang pada intinya adalah semacam
Perjanjian Pranikah, dan karena itu:
Made Jati kepentingan membuat
Akta Perkawinan No 299/1996 yang PALSU
SETELAH TANGGAL
Perjanjian Pranikah yang MENIPU
Menambah Kartu Keluarga Palsu
9. Setelah itu, Made Jati dan keluarganya secara diam-diam menguruskan banyak dokumen-dokumen lagi seperti yang dijelaskan di atas (KTP palsu No 0183-899 (0194/I/DP/94.KK 296-II) bukti P-5C, Surat Keterangan Belum Pernah Kawin / Nikah No 564/II/DP/1996 bukti P-5D dan Surat Keterangan Perkawinan Umat Hindu No 22/AGG/II/DP/1996 bukti P-5E), lalu memohon Michael untuk menandatangani banyak dokumen-dokumen lagi yang dikatakan bertujuan mendaftarkan perkawinan California tahun 1985 di Indonesia, lalu bulan September 1996 Made Jati dapatkan Akta Perkawinan No.299/ 1996 palsu bukti A-10.
10. Bahwa Ni Made Jati memperkuat tindakan kejahatan terhadap keluarganya dengan mendapatkan Kartu Keluarga No 225003/97 bulan Juli 1997 yang mendaftarkan Ni Made Jati sebagai Kepala Keluarga dan tidak mencantum nama
Michael Patrick Donnelly sebagai anggota keluarga, dan Ni Made Jati
menggunakan Kartu Keluarga ini untuk menggugat cerai dan memohon pengasuhan anak-anak sepenuhnya dengan alasan tidak ada ayah di rumah, padahal yang benar Michael Patrick Donnelly tetap tinggal di rumah keluarga seperti dijelaskan di alamat Tergugat di Surat Gugatan Peceraian yang mendaftarkan alamat Michael Patrick Donnelly di Jalan Pengembak Gang III, Sanur-Denpasar. (bukti A-11)
Laporan
9
Made Jati mulai hidup terpisah dengan pacar baru dan tinggalkan suami dan
anak-anaknya
Sekitar tahun 1996 Made Jati ketemu laki-laki baru, seorang Austria bernama Gerold
Eichinger, dan mulai hidup ganda lagi, setiap tahun dia berlibur dengan pacarnya di
Europa selama dua bulan sambil Michael tetap di Bali atau berlibur di Amerika dengan
Sean dan Brenden di rumah Kakek Nenek mereka.
Di penjelasan pormulir visa ke Austria, Made Jati menambah 10 tahun pada umurnya
Sean dan Brenden, menjadikan umur 20 dan 18 tahun daripada 10 dan 8 tahun ternyata
supaya pejabat visa Austria tidak timbangkan jelek seorang ibu yang ingin tinggalkan anak-anaknya di Bali.
Ternyata Made Jati juga merayu pacarnya Gerold Eichinger supaya akhirnya Gerold mau tinggalkan istri dan anaknya juga dan pindah ke Bali.
Tahun 2003 Made Jati dengan Michael membuat Perjanjian Perceraian
Damai di Singapura dengan syarat membagi harta bersama 50/50.
Sejelasnya, keluarga makin berantakan. Untuk kesejahteraan anak-anak, Michael dan
Made Jati tidak langsung bercerai tetapi pisah ranjang, dan bulan Oktober 2003 setelah
beberapa bulan membahasnya, Michael dan Made Jati membuat Perjanjian Perceraian di Singapura yang mendaftarkan semua harta bersama dan menyatakan niat untuk membuat perceraian damai dan membagai harta bersama 50 / 50.
Kedua pihak menempuhi semua syarat Perjanjian tersebut sampai Made Jati ketemu dengan pengacara Ida Bagus Wikantara bulan April 2005.
Tahun 2005 Made Jati ketemu pengacara Ida Bagus Wikantara dan
menggugat cerai didasarkan Akta Perkawinan No.299/ 1996 palsu dan
menyangkal ada perkawinan tahun 1985 atau Perjanjian Perceraian Damai
tahun 2003.
Michael terkejut tahun 2005 karena Made Jati—melalui pengacara yang dia baru ketemu, IB Wikantara—menggugat Michael bercerai atas dokumen-dokumen yang menyatakan
perkawinan Adat Bali tahun 1996 seolah tidak pernah ada perkawinan tahun 1985 atau upacara Adat Bali tahun 1994. Made Jati tidak mengakui melangsungkan perkawinan tahun 1985 di California. Made Jati berbohong bahwa upacara perkawinan Agama Hindu dan Adat Bali yang dilangsungkan tahun 1994 di Sanur seolah dilangsungkan tahun 1996 di Kuta.
A-13
A-14
A-12
Laporan
10
Bedanya tempat dan tanggal perkawinan sangat penting, karena tujuan
Made Jati dan IB Wikantara adalah 1) anak-anak dinyatakan dilahirkan di
luar perkawinan sah, dan 2) semua harta bersama dinyatakan harta si istri
sebelum kawin.
Tujuan dengan membuat perkawinan palsu tahun 1996 ada dua:
1) anak-anak dilahirkan tahun 1993 dan 1994, dan perkawinan 1996 berarti
anak-anak dilahirkan di luar perkawinan dan mereka tidak punya hak pada Ayah atau Ayah pada anak-anak. Kemudian hari memang Made Jati mengupaya
mengambil anaknya dan menyangkal hak hubungan keluarga Ayah dan anak-anak;
Dan alasan kedua
2) bahwa semua Harta Bersama dijadikan harta bawaan istri saja sebelum
kawin, ingat bahwa Michael sebagai orang asing tidak boleh mempunyai Setifikat
Hak Milik atas nama Michael sendiri dan semua tanah dan bisnis didaftarkan atas nama Made Jati.
Perceraian dikabulkan atas Akta Perkawinan No.299/ 1996 palsu oleh PN
Denpasar, dan Made Jati langsung menguasai semua bisnis dan tanah dan
harta bersama, dan mencoba menguasai anak-anak.
Bulan November 2005 Putusan PN Denpasar mengabulkan perceraian didasarkan Akta Perkawinan No.299/ 1996 palsu dan mengabaikan bukti dan saksi pihak Michael yang menyatakan ada perkawinan sah tahun 1985 di California dan perkawinan Agama Hindu dan Adat Bali tahun 1994 di Sanur.
Made Jati langsung menguasai semua bisnis dan harta bersama, dan Michael diusir dari
rumah dan bisnis dengan ancaman bisa ditahan polisi kalau berani masuk lagi.
Akan tetapi Putusan PN dalam Perceraian dibatalkan karena putusan
Mahkamah Agung tahun 2008 yang menyatakan
perkawinan California tahun 1985 adalah sah di Indonesia dan
dikabulkan cerai,
Akta Perkawinan tahun 1996 tidak sah, dan
perbuatan Made Jati karena mendapatkan Akta Perkawinan tahun
1996 adalah Perbuatan Melawan Hukum.
Tentang kebenaran cerita Made Jati, tahun 2008 ada dua putusan Mahkamah Agung, yang pertama bahwa
Putusan Kasasi Mahkamah Agung No.1428 K/ Pdt /2006,tanggal 10-4-2007 tentang Perceraian, menyatakan:
Mengadili
:
Laporan
11
Menyatakan bahwa perkawinan yang dilangsungkan antara Penggugat… dan Tergugat… di … Desa Kuta… dengan Kutipan Akta Perkawinan No.299/1996 yang dikeluarkan oleh Kantor Catatan Sipil Kabupaten Badung tanggal 30 September 1996 berikut perjanjian pranikahnya adalah batal demi hukum; Menyatakan bahwa perkawinan antara Penggugat. . dan Tergugat… yang dilangsungkan di Los Angeles … pada tanggal 14 September 1985 … adalah sah menurut hukum dan putus karena perceraian.
Dan yang kedua
Putusan Kasasi Mahkamah Agung No. 2322 K/ PDT/ 2007 tanggal 16 April 2008
tentang Perbuatan Melawan Hukum yang menyatakan sebagai berikut:
Menyatakan perkawinan yang dilangsungkan di Kota Los Angeles … California pada tanggal 14 September 1985 serta dilaksanakan perkawinan Adat Bali dan Agama Hindu tahun 1994 di Jalan Pengembak Gang III No.29. Sanur Denpasar … adalah sah;
Menyatakan tindakan atau perbuatan Tergugat I mengajukan permohonan perkawinan dengan menggunakan documen-documen / surat-surat yang tidak benar kepada Tergugat II [Kantor Catatan Sipil] adalah Perbuatan Melawan Hukum;
Menyatakan perkawinan tahun 1996 antara Penggugat dan Tergugat tidak pernah ada;
Menarik bedanya antara kedua putusan MA tersebut tentang tempat dan tahun upacara perkawinan Bali. Yang pertama tentang Perceraian mengatakan “perkawinan yang
dilangsungkan … di Desa Kuta, …tanggal 30 September 1996.” Yang tentang Perbuatan
Melawan Hukum mengatakan “dilaksanakan perkawinan Adat Bali dan Agama Hindu
tahun 1994 di… Sanur Denpasar.”
Bedanya adalah karena antara Gugatan Berceraian bulan April 2005 dan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum bulan Juni 2006, Made Jati dan saksi-saksinya telah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Polda Bali, dan Made Jati dan saksi-saksinya mengakui berbohong tentang kejadian upacara perkawinan tahun 1996 di Kuta, yang benar adalah 1994 di Sanur.
Made Jati dan IB Wikantara tidak setuju dengan putusan Mahkamah Agung
dan tetap menolak putusan Mahkamah Agung dan menolak penyelesaian
hal-hal keluarga
Sampai saat ini ternyata Made Jati dan IB Wikantara menyangkal sahnya putusan Mahkamah Agung.
Misalnya, dikutip dari pada Jawaban Made Jati pada Gugatan Gono-Gini tanggal 2 Mei 2009, Made Jati memohon:
A-16
A-17
A-19
A-18
Laporan
12
DALAM REKONVENSI
2. Menyatakan hukum putusan Mahkamah Agung No. 1428K/ PDT/ 2006 tanggal 10 April 2007 ada diputus, dibuat dengan tidak cermat, tidak teliti, dan kabur sehingga tidak mempunyai kekuatan deklatorial dan eksekutorial;
3. Menyatakan hukum Akta Perkawinan No. 299/1996 yang dibuat oleh Kantor Catatan Sipil Kab. Badung tanggal 30 September 1996 adalah masih sah dan berlaku oleh karena pembatalan demi hukumnya berdasarkan putusan MA No. 1425.K/ 2006 tertanggal 10 April 2007 tersebut tidak jelas, tidak cermat dan sangat kabur;
[…dan selanjutnya sepanjang 10 butir lagi…]
Oleh karena Made Jati menolak menerima putusan MA tentang perkawinan dan perceraian, dia tetap bersekeras “Tidak ada harta bersama” karena dia merasa diri mempunyai semua tanah dan perusahaan sebelum tahun 1996.
Didasarkan Akta Kawin No 299/ 1996 palsu, Made Jati menyangkal Sean dan Brenden dan Michael berhubungan keluarga antara anak-anak dan Ayah karena dia memalsukan tanggal perkawinan kami sampai setelah tahun kelahiran mereka. Tanggal 22 November 2005 putusan PN Denpasar mengabulkan perceraian sesuai dengan Akta Perkawinan No.299/ 1996 palsu. Dua minggu kemudian, tanggal 6 Desember 2005, pada saat itu Sean berumur 13 tahun dan Brenden 11 tahun, Made Jati memberitahu bahwa mereka tidak boleh ke rumah Ayah lagi karena putusan pengadilan menyatakan Michael bukan Ayah mereka lagi. Michael meluncur ke rumah keluarga. Tiba di rumah, Made Jati berteriak seperti masuk rauh setan “Kamu bukan Ayah mereka lagi” sambil dia menarik fisik anak-anak dari Michael. Michael harus suruh Made Jati untuk telepon pengacaranya IB
Wikantara untuk datang dan menjelaskan artinya “naik banding” dan “status quo” yang
ternyata Made Jati belum pernah dengar dulu.
Ayah dan anak-anak tetap berhubungan sekeluarga untuk sementara sambil menunggu proses naik banding dan kasasi. Anak-anak ingat pengalaman itu sampai saat ini, waktu mereka menangis isak-isak sambil Ibu mereka teriak ingin “hancur segalanya dan mari kita masuk penjara,” dan mereka sama takut seperti Michael sendiri untuk menebak apa artinya Made Jati dengan kata-kata seperti itu.
Michael memohon bantuan hukum dengan laporan ke Polda Bali
Setelah putusan PN Denpasar mengabaikan perkawinan sah California tahun 1985 dan mengabulkan berceraian atas Akta Perkawinan No.299/ 1966 palsu tahun 1996, Michael mohon naik banding ke PT, dan Michael melapor di Polda Bali tetang Penipuan dan Akta Otentik yang dipalsukan. Laporan tersebut adalah laporan pertama dari 11 laporan tidak diselidiki atau ditutup dengan alasan buat-buatan di Polda Bali.
Tahun 2006 Michael belajar bahwa ternyata pengacara Michael bernama Mochamad
Rifan S.H. sebenarnya bekerja untuk pihak lawan untuk merugikan Michael, jadi Michael
memecat Austrindo Law Office dan M. Rifan dan mendapat dua pengacara baru namanya
Maharidzal dan Mangasi Sumangunsong. Keduanya tidak fasih bahasa Inggris, jadi Michael terpaksa mulai belajar bahasa Indonesia dengan lebih lancar, lebih lagi harus
Laporan
13
Made Jati mendirikan organisasi nama “Made’s Angels” untuk menterror
dan mencemar nama Michael
Mulai tahun 2006 Made Jati mengorganisasikan teman-teman dan keluarga untuk mencemar nama Michael, dan hal ini dijelaskan di bawa sumpah dalam deklarasi Made
Jati kepada Pengadilan Atas California bulan Maret 2008, dikutip:
13. Kecuali dukungan kuat dari keluarga saya, teman-teman, dan komunitas Bali, tidak mungkin saya menahan perderitaan ini. Terlampir disini sebagai Exhibit C adalah copy benar hanya sedikit dari begitu banyak penjelasan dan surat yang ditulis untuk membantu saya dengan harapan saya bisa ketemu anak-anak saya lagi. Sudah ada kelompok mendukung namanya “Made’s Angels” (Bidadari Made) terdiri dari teman, orang kerja sama dan orang dari komunitas Bali yang bertujuan supaya hal-hal yang benar dalam peristiwa ini diketahui secara umum. Saya sudah lampir penjelasan mereka sebagai penjelasan pertama, karena begitu jelas menerangkan semua kejadian yang menuju sidang hari ini…
Antara surat-surat yang dilampirkan pada deklarasinya adalah surat-surat email yang sudah diredar luas di Bali, yang menyatakan hal-hal sepertinya:
Michael membohong secara kompulsif dan tidak punya karakter atau tulang punggung sebagai bapak, manusia, atau gentleman…
…dia licik kelas rendah dan sinis…
…dia sudah melakukan setiap tipu musilihat rendah yang bisa dilakukan seorang… Karena suasana menakutkan di rumah Made Jati dengan semua kemarahan teman-teman, keluarga, and Made’s Angels lain tentang kekerasan dan kebencian terhadap Michael,
Sean dan Brenden mengalami tekanan stress dan trauma, dan bulan Maret 2007 Sean
menulis surat memohon tidak lagi tinggal sama Ibu dan hanya tingaal sama Ayah.
“Hidup di rumah Ibu terlalu tegang. Sepertinya semua orang selalu marah dan saya begitu sedih sampai saya hampir tidak bisa tidur malam.”
Tahun 2007 Michael menerima ancaman pembunuhan anonim dan
melarikan diri dan anak-anak ke California dari Indonesia atas saran Dubes
A.S. setelah Made Jati dan IB Wikantara menolak membahas keamanan
keluarga.
Akan tetapi tahun 2007 Michael menerima email anonim yang mengancam keluarga
Michael mau dibunuh kecuali Michael menutup bisnis Michael di Bali. Michael, Sean,
dan Brenden berada di California pada saat itu, berlibur dengan Kakek Nenek mereka.
Michael langsung kembali ke Bali malam itu dengan tujuan menghadapi Made Jati dan
membuat penyelesaian pada masalah keluarga yang sudah lepas kendali sampai mengancam nyawa anak-anak. Tetapi Made Jati, katanya atas perintah IB Wikantara, mengatakan tidak mau ketemu. Waktu Michael ke Kori Restaurant yang Michael dan
Made Jati punya berserta partner, Michael dan partner diusir dengan ancaman premen
yang dipimimpin oleh IB Wikantara sendiri. Maka atas saran dari Dubes A.S. dan Polda Bali, Michael dan anak-anak pindah ke California untuk menjaga keamanan anak-anak.
A-22
A-20
A-21
Laporan
14
Di California Michael melaporkan ancaman dan keberadaan anak-anak di Californai ke polisi, ke FBI, dan ke Konsulat Jendral Republik Indonesia di Los Angeles. Michael sewa apartment, beli furniture dan pakaian baru karena semua barang pakaian dan alat rumah ditinggalkan di Bali, dan Sean dan Brenden didaftarkan di sekolah. Made Jati tetap menolak email atau komunikasi dari Michael.Tahun 2008 Made Jati melarikan diri dari Indonesia karena Surat
Penangkapan, lalu menggugat pengasuhan anak-anak di Pengadilan
California
Tetapi bulan November 2007 Polres Tabanan mengeluarkan surat penangkapan untuk
Made Jati dan dia melarikan diri dari Indonesia dan datang ke A.S. tanpa ketahuan Michael. Ternyata dia tinggal ke California di resort pantai Newport Beach sekitar 40 km
dari apartment keluarganya, tetapi dia tetap menolak komunikasi selama 3 ½ bulan. Penjelasan Made Jati kepada hakim Pengadilan California kenapa dia menunggu begitu lama untuk mencoba ketemu anak-anaknya adalah karena dia menunggu Putusan Tetap tentang perceraian dikeluarkan oleh MA. Akan tetapi Made Jati kalah dengan Putusan Mahkamah Agung, dan tidak menerima pengasuhan anak-anak, maka tidak bisa langsung ambil Sean dan Brenden dan membawa mereka ke Indonesia. (bukti A-20 di atas)
Maka bulan Maret 2008 Made Jati dengan pengacara Julie Duncan dan dua polisi mendatang ke apartment Michael, Sean, dan Brenden tanpa mengasihtahu dulu, dan
Made Jati melalui dua polisi untuk memohon bisa ketemu anak-anaknya. Michael setuju
bisa ketemu asal memang begitu kemauan Sean dan Brenden, tetapi waktu polisi menanyakan Sean dan Brenden apakah mereka ingin ketemu Ibu, Sean dan Brenden menolak tegas. Made Jati menolak permohonan Michael melalui polisi untuk ketemu Ayah dan Ibu dalam pengawasan polisi.
Lalu tiga hari kemudian Made Jati menggugat pengasuhan anak-anak di Pengadilan California.
Hakim California MENOLAK permohonan Surat Perlindungan untuk Sean
dan Brenden terhadap Made Jati, lalu setelah empat bulan ketemu dan
memeriksa Made Jati, Hakim KABULKAN Surat Perlindungan karena
perbuatan Made Jati yang terus-menerus melanggar perintah pengadilan
dan indikasi gangguan mental Made Jati.
Ibu Hakim Susan Lopez-Giss khusus untuk hukum keluarga, dan dia paling mementingkan—memang hukum California dengan mutlak mementingkan— kesejahteraan anak-anak atas segalanya dan hak kedua pihak Ibu dan Ayah mempunyai waktu 50 / 50 dengan anak-anak.
Pada sidang pertama Hakim Lopez-Giss menolak dengan tegas permohonan Michael untuk Surat Perlindungan untuk Sean dan Brenden, karena kata Hakim bahwa tidak mungkin seorang Ibu normal akan berbahaya pada anaknya, dan kalau pun anak-anak tidak ingin ketemu dengan Ibu, harus ditimbangkan kenapa, apakah itu disebabkan oleh pengaruh Ayah yang membohongi anak-anak tentang Ibu. Memang Made Jati menggugat Juvenile Alienation Syndrome (JAS) atau Keasingan Cinta Anak dan Penculikan Anak-Anak terhadap Michael. Maka Hakim Lopez-Giss memerintah kunjungan Made Jati dengan Sean dan Brenden biarpun anak-anak tidak mau ketemu, padahal Made Jati tetap
A-25
A-24
A-26A
Laporan
15
menolak ketemu hampir dua bulan karena tidak suka harus di tempat yang ditentukan oleh hakim. Dan Hakim Lopez-Giss memerintah upaya Mediasi, keluarga ketemu dengan konseling, Ibu dan Ayah ketemu dengan psychologis untuk menilai kesehatan mental semua pihak, dan deposisi di bawah sumpah kedua pihak.Made Jati melanggar perintah hakim dan melarikan diri dari California atas
perintah IB Wikantara
Akan tetapi Made Jati menolak semua perintah hakim, dan melanggar perintah hakim untuk tetap sikap sopan tentang Ayah waktu ketemu dengan anak-anak, dan menolak hadir di mediasi, deposisi, konseling, dan pemeriksaan psychologist.
Akhirnya, Made Jati melarikan diri dari California di tengah persidangan atas instruksi dari IB Wikantara, karena kata IB Wikantara dalam Deklarasi ke Pengadilan California: 4.13 …Saya, penasihat hukum yang membela kasusnya yang masih berjalan di Indonesia, tidak ingin dia mengambil risiko biar sekecil apapun yang bisa diperbesar oleh Michael Donnelly untuk pojokkan klien saya yang mungkin nanti bisa menyebabkan masalah-masalah baru membela dia di Indonesia. Oleh karena itu, saya menyarankan pada klien saya supaya segera pulang langsung ke Indonesia.
Made Jati ikut perintah IB Wikantara dan tinggalkan anak-anaknya dengan kesadaran
penuh bahwa dia akan kehilangan hak pengasuhan anak-anaknya selama-lamanya—atau paling sedikit kesadaran penuh IB Wikantara, mungkin pengacara tidak menyampaikannya pada klien.
Transkrip persidangang tanggal 4 Juni 2008 dan 8 Agustus 2008 cukup menjelaskan pandangan Hakim Lopez-Giss terhadap perilaku Made Jati.
Maka bulan Juli 2008 setelah Made Jati menolak hadir di persidangan lagi, Hakim Lopez-Giss mengabulkan Surat Perlindungan terhadap Made Jati karena ternyata cemas gejala-gejala Made Jati yang menunjukan bisa terjadi bahaya kepada Sean dan Brenden atau pun Michael dari seorang yang begitu lepas kendali dari pelakuan beradab.
Sebelum putusan dari Pengadilan California, pengacara Julie Duncan mencoba mundur sebagai pengacara Made Jati, mengatakan “saya harus melindungi saya diri…”, yang akan dibahas selanjutnya di laporan ini berhungunan putusan PERADI untuk mencabut izin praktek IB Wikantara.
Pengadilan California menyatakan Made Jati “menelantarkan
anak-anaknya”
Ibu Hakim Lopez-Giss mengeluarkan putusan bahwa Made Jati pembohong yang hanya pedulikan uangnya. Putusannya mengatakan:
42. Pengadilan membuat putusan ini berdasarkan fakta bahwa Penggugat memulai tindakan hukum dalam pengadilan ini, mengupayakan bantuan pengadilan dan kemudian meninggalkan yurisdiksi untuk tidak pernah kembali lagi. Tidak ada indikasi mengenai alasannya, dan Pengadilan mengetahui bahwa Penggugat mengukpayakan menghentikan pengadilan untuk menjalankan yurisdiksi, dengan melupakan bahwa Tergugat telah mengajukan Jawaban dan mengupayakan keringanan / bantuan Pengadilan ini. Penggugat meninggalkan dengan alasan yang tidak dibuktikan atau
A-27
A-29
A-26C
A-28
A-26D
A-26E
Laporan
16
didukung kepada pengadilan ini. Dan, sejujurnya, Pengadilan telah memberikan begitu banyak kesempatan untuk kembali lagi kepada pengadilan ini. Pengadilan memberi Penggugat sebanyak mungkin kunjungan setiap waktu Penggugat ada di kota. Dan Pengadilan berpendapat bahwa, karena alasan apapun juga, Penggugat memilih kembali ke keluarganya dan bisnis-bisnisnya yang tidak bisa didebatkan, di Bali. Pengadilan ini berpendapat bahwa Penggugat menelantarkan anak-anaknya.
43. Sementara itu, dia (Penggugat / Made Jati) menyebabkan Tergugat untuk mengeluarkan dana untuk memperoleh keringinan / bantuan yang pada awalnya dia (Made Jati) mengupayakan untuk diri sendiri. Atas dasar itulah Pengadilan memutuskan bahwa Penggugat harus memikul biaya seluruh litigasi dalam hal ini. Pengacara anak di bawah umur terlibat. Penilai pengadilan [psychologist] terlibat. Mereka semua terlibat pada awalnya atas inisiatif Penggugat dan dia pergi. Penggugat sama sekali tidak [memberi Pengadilan pilihan lain]. Itulah putusan Pengadilan.
Pengadilan California mengeluarkan Surat Penangkapan untuk Made Jati
Setahun kemudian, Pengadilan California mengeluarkan Surat Penangkapan atau “Bench Warrant” karena Made Jati 1) gagal hadir berulangkali di persidangan padahal diperintahkan hadir; 2) gagal hadir untuk upaya mediasi padahal diperintahkan hadir; 3) gagal hadir untuk evaluasi kesehatan mental masing-masing principal dan keluarga bersama padahal diperintahkan hadir; 4) gagal bekerjasama dengan deposisi dengan pihak Michael padahal diperintahkan hadir; 5) gagal ketemu dengan anak-anak seperti diperintahkan Pengadilan; 5) gagal membayar tunjangan anak-anak seperti diperintahkan Pengadilan; dan alasan-alasan lain.Dari tahun 2007 sampai saat ini, Made Jati menolak ketemu atau membantu
anak-anaknya
Made Jati menolak semua hubungan dengan anak-anaknya Sean dan Brenden setelah dia
melarikan diri dari pengadilan California tahun 2008. Made Jati kadang-kadang pernah mengirim email pendek megatakan “saya rindumu,” tetapi menolak menjawab kalau anak-anaknya menanyakan hal-hal berhubungan keluarga atau permohonan praktis.
Tahun 2011 Michael mengajak Sean dan Brenden kembali ke Indonesia dengan harapan dapat membereskan hubungan keluarga dan memohon bantuan Made Jati dengan biaya pendidikan universitas, karena sampai saat itu Made Jati tetap menolak membantu dengan biaya kehidupan Sean dan Brenden dan tetap menolak komunkasi.
Bapak Arist Merdeka Sirait membantu dengan ketemu langsung dengan Made Jati untuk memohon Ibu bertemu dan bermediasi hal-hal keluarga di kantor KNPA di Jakarta, dan permohonan Pak Arist seperti disetujui oleh Made Jati. Tetapi waktu Michael, Sean, dan
Brenden datang ke Jakarta, Made Jati menolak datang dari Bali dan menuntut
anak-anaknya harus datang ke rumahnya di Bali kalau ingin ketemu.
Tahun 2013 Michael mengajak Sean dan Brenden ke Bali sesuai dengan tuntutan Made
Jati. Tetapi di rumah Made Jati langsung marah karena Michael berani masuk rumahnya,
lalu Made Jati menolak membahas apa-apa dengan anak-anaknya kecuali hal-hal berhubungan anak anjingnya. Selama enam minggu Sean dan Brenden tetap di rumah bersama Michael hanya 300 meter dari rumah Made Jati dan Ibu tidak sekalipun datang, telepon, atau membuat upaya lain untuk ketemu anak-anaknya.
A-31
A-30
Laporan
17
Tahun 2014 penyidik Ibu Ni Putu Nariasih di Polda Bali sangat menekan Made Jati untuk membayar anggaran Sean dan Brenden untuk membantu dengan biaya pendidikan universitas mereka, ternyata dengan persetujuan Ibu Putu Nariasih untuk tidak tindak lanjut penyelidikan laporan “menelantarkan anak-anak” asal Made Jati membayar anggaran. Made Jati membayar beberapa cicilan, lalu bulan Mei 2015 potong semua cicilan tanpa penjelasan apa pun. Penyelidikan Polda Bali tidak ditindak lanjut.Oknum Penyelidik Polda Bali mengakui percaya semua penjelasan Ni Made
Jati dan Ida Bagus Wikantara padahal tidak ada dukungan dari bukti
Oknum Penyelidik Polda Bali mengakui tidak tahu ada kemungkinan Terlapor pidana bisa berbohong waktu memberi BAP.
Hakim Susan Lopez-Giss sudah menimbangkan Made Jati sebagai saksi:
Transkrip sidang Kasus KD073003 Pengadilan California Pomona tanggal 8
Agustus 2008.
HAKIM: Dan biarkan saya mengasihtahu Anda apa yang saya
lihat – pengadilan ini lihat. Saya lihat seorang yang
sulit dipercaya karena kredibilitas rendah. Dan alasan
dia susah dipercaya. .. Dalam waktu singkat yang saya bisa
ketemunya di sini, di satu pihak dia – Anda membela dia
seolah dia begitu terguncang tentang anak-anaknya; di
pihak lain, saya tahu didasarkan apa yang saya lihat
sendiri bahwa ada sesuatu – ada banyak uang di sini…
Tetapi masalah pengadilan ini adalah masalahnya bahwa
rupanya dia begitu dipengaruhi karena uang itu, pendapat
pengadilan ini, bahwa dia menelantarkan anak-anak dan
tinggalkan anak-anak itu. Tidak ada seorang yang tarik
anak-anak darinya.
IBU DUNCAN: Itu opini Anda. Saya menghormat –
HAKIM: Wah, itu bukan opini saya saja. Kalau Anda bingung
kenapa anak-anak ini bertindak begitu terhadapnya – ibu
mana saja akan datang dan hadir di sini. Dan kalau dia
punya – yang saya bisa lihat adalah dia begitu cemas
tentang uangnya sampai dia angkat kaki dan melenyap pergi
saja…
Dan Anda tahu kapan saatnya dia mulai cemas? Dia mulai
cemas waktu mulai pertanyaan tentang uang. Saat itu yang
saya
bisa
lihat
sendiri
kepercayaan
saya
pada
kredibilitasnya – dia menutup diri. Ini bukan hal tentang
anak-anaknya. Itulah yang saya lihat sendiri.
Dan kalau dia mau kembali dan dia mengatakan “saya mau ke
counseling dengan anak-anak saya ini” saya akan perintah
begitu.
Laporan
18
IBU DUNCAN: Saya mengerti.
HAKIM: Saya merasa itu bukan hal paling baik untuk
anak-anak kalau tidak bisa selesaikan ini. Dan untuk arsipnya
saja, Respondent saat ini mengangguk persetujuannya
dengan ini.
Ini bukan hal tentang anak-anaknya. Itulah yang saya lihat
sendiri…
Maka saya tidak lihat bahwa – saya berpendapat tidak ada
siapa-siapa mencoba ambil anak-anak ini darinya.
IBU DUNCAN: Benar. Tidak.
HAKIM: Dia punya kisah buatan dia sendiri, kalau itu kata
yang benar, pada ini; pengertian saya ada hal lain.
Dua pengadilan sudah menimbangkan dan memutuskan bahwa Made Jati
dan IB Wikantara adalah pembohong dan tidak pantas dipercaya
Semestinya tidak usah mengejar setiap cerita Made Jati dan IB Wikantara sampai mereka dipojokan dan dipaksa mengakui kebenaran, karena pada intinya, kedua-duanya telah diperiksa dan timbangkan oleh pengadilan—Made Jati oleh Pengadilan California, dan IB
Wikantara oleh Majelis Dewan PERADI—dan kedua pengadilan telah menarik
kesimpulan bahwa Made Jati dan dan IB Wikantara ada pembohong yang tidak pantas dipercaya.
Prinsip hukum falsus uno falsus omnibus atau “berbohong sekali,
berbohong segalanya”
Dari Hukum Acara Perdata oleh M.H. Harahap, lembar 660-661 tentang Pembuktian: Hakim perlu memahami atau mengetahui latar belakang kehidupan saksi sebagai dasar landasan menentukan kepercayaan (reliability) saksi…
Jika ditemukan data dan informasi yang menjelaskan… kesusilaannya jelek atau buruk (pembohong, penipu, pemeras dan sebagainya)… keterangan yang diberikan saksi dianggap tidak memenuhi syarat materiil, oleh karena itu tidak sah sebagai alat bukti.
Diduga oknum kepolisian dan institusi hukum lain memberi perlindungan
pada Ni Made Jati dan IB Wikantara berhubungan uang
Biarpun yurisprudensi tetang saksi-saksi pembohong dan martabat rendah, baik pengadilan maupun kepolisian tetap menerima penjelasan Ni Made Jati, Ida Bagus
Wikantara, dan saksi-saksi mereka sebagai fakta—tanpa didukung bukti—dan menolak
menerima penjelasan, saksi, atau bukti dari pihak Michael Patrick Donnelly, Sean
Laporan
19
Contoh:Menggunakan Akta Otentik Palsu Untuk Menjual Tanah Tanpa Izin Suami
1. Sejelasnya Ni Made Jati memakai Akta Otenik palsu seperti KTP, Surat BelumPernah Kawin, Surat Nikah Umat Hindu dll untuk dapatkan Akta Perkawinan
No 299/1996 yang palsu;
2. Lalu Ni Made Jati menggunakan Akta Perkawinan No 299/1996 yang palsu dan Kartu Keluarga No 225003/97 bulan Juli 1997 yang palsu untuk menggugat cerai;
Lalu Ni Made Jati menggunakan Akta Perkawinan No 299/1996 dan Kartu
Keluarga No 225003/97 bulan Juli 1997 selanjutnya:
3. Bahwa pada bulan Agustus 2005 Pengadilan Negeri Denpasar mengeluarkan Penetapan Sita Marital No. 119/ Pdt.G/ 2005/ PN.Dps, (bukti A-32) tetapi pada bulan September 2005 Ni Made Jati telah menjual tanah harta bersama antara Pemohon dan Ni Made Jati tanpa ketahuan atau izin Pemohon kepada orang pihak ketiga bernama I Ketut Kasih, dengan menggunakan Kartu Keluarga No 225003/97/03033 tertanggal 03/07/1997 untuk menyatakan bahwa Ni Made
Jati tidak mempunyai suami maka bisa menjual tanah tersebut tanpa izin suami.
Penjualan tanah ini didaftarkan di Kantor BPN Gianyar, dan hal ini dijelaskan oleh Penyidik Polda Bali I Ketut Arnatha kepada Prof Mudzakir sebagi saksi ahli pada BAP tertanggal 30 Oktober 2015. (bukti C-7, bagian A)
4. Bahwa kemudian tahun 2006 I Ketut Kasih menjual tanah tersebut kembali kepada Ni Made Jati dengan Akta Jual Beli dari Notaris Agus Satoto dari Gianyar, tidak didaftarkan Akta Jual / Beli di Kantor BPN Gianyar sampai saat ini, dan hal ini dijelaskan oleh Penyidik Polda Bali I Ketut Arnatha kepada Prof Mudzakir sebagi saksi ahli pada BAP tertanggal 30 Oktober 2015.
5. Bahwa pada bulan Juli 2009 IB Wikantara, pengacara untuk Ni Made Jati, memohon Akta Perceraian dari Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar dengan No 38/C.P/2009—tanpa ketahuan Michael—didasarkan Putusan Mahkamah Agung No 1428K/ Pdt/ 2006, dan dengan menggunakan Kartu Keluarga No 225003/97/03033 tertanggal 03/07/1997 yang tidak benar.
(bukti A-11 di atas)
6. Bahwa setelah mendapatkan Akta Perceraian No 38/C.P/2009 dari Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Denpasar bulan Juli 2009, pada tahun 2013 Ni
Made Jati menjual tanah tersebut di atas di Pantai Siyut, Gianyar kepada seorang
bernama Willie Wonoto dengan menggunakan Kartu Keluarga No 225003/97/03033 tertanggal 03/07/1997 untuk menyatakan bahwa Ni Made
Jati tidak mempunyai suami maka bisa menjual tanah tersebut tanpa izin suami,
dan penjualan tanah ini tidak didaftarkan di Kantor BPN Gianyar sampai saat ini, dan hal ini dijelaskan oleh Penyidik Polda Bali I Ketut Arnatha kepada Prof
Mudzakir sebagi saksi ahli pada BAP tertanggal 30 Oktober 2015. (bukti C-7, bagian B)
Peristiwa Ni Made Jati menjual tanah tersebut tanpa izin suami baru diketahui oleh
Michael dan dilaporkan pada Polda Bali pada tahun 2013. Keberadaan dan pergunaan
Laporan
20
Kasus pembunuhan mirip kasus Michael dan Made Jati
Pada bulan Oktober 2014 teman akrab Ni Made Jati bernama Noor Ellis membunuh suaminya seorang asing bernama Robert Ellis dengan situasi keluarga yang sangat sejajar dengan keluarga Michael dan Made Jati.
Ternyata Noor Ellis berharapan tindakannya bisa diringankan oleh penyidik Polda Bali. Akan Tetapi Penyidik Polda Bali seperti yang dijelaskan di bawah dengan kasus TBL/
419/ VII/ 2013/ SPKT POLDA BALI tertanggal 12 Juli 2013 MENOLAK laporan
sebagi DALUWARSA karena tahap pertama perbuatan Ni Made Jati adalah untuk mendapatkan Akta Perkawinan No 299/1996 pada tahun 1996.
Laporan
21
III.
Kasus-kasus PERDATA masih berjalan dengan
putusan-putusan yang diduga menunjukan mainan sepihak dan
tidak sesuai dengan hukum RI.
Putusan-putusan KALAH berikut menunjukan banyak kejanggalan hukum diduga berhubungan dengan kolusi.
Perceraian
Penggugat: Ni Made Jati
Tergugat: Michael Patrick Donnelly
PN
PT
MA
PK
119/Pdt.G/2005/P
N.Dps.
22 November 2005
Pemohon: Ni Made
Jati
16/PDT/2006/PT.DPS
20 Februri 2006
Pemohon:
Michael
Patrick Donnelly
1428K/PDT/2006
10 April 2007
Pemohon: Michael Patrick
Donnelly
343PK/PDT/20
08
12
Februari
2009
Pemohon:
Ni
Made Jati
KALAH
KALAH
MENANG
MENANG
Perkawinan menurut Ni Made Jati / IB Wikantara: September 1996 Kuta
atau
Juni 1996
Tabanan – gugatan dan bukti tidak saling sesuai.
Dalam persidangan:
PN memutar balikkan penjelasan saksi-saksi Michael Patrick Donnelly;
Ni Made Jati / IB Wikantara menggugat didasarkan dokumen-dokumen palsu.
Saksi-saksi Ni Made Jati memberi penjelasan palsu di sidang.
Putusan Tetap:
Perkawinan Agama Hindu yang dilangsungkan di Kuta September 1996 dengan
kutipan Akta Perkawinan 299/1996 dan Akta Pranikah batal demi hukum;
Perkawinan sah adalah 1985 California dan putus karena cerai.
Dalam Permohonan PK:
Tahun 2008 Ni Made Jati / IB Wikantara memohon PK untuk mengkenankan SAH
perkawinan Agama Hindu Kuta / Tabanan dan Akta Perkawinan 299/1996, tanpa
memberitahu Majelis Hakim PK bahwa Ni Made Jati / IB Wikantara sudah mengakui
perkawinan itu FIKTIF di sidang PMH bulan Agustus 2006.
Akibat lain:
Bahwa bulan Juli 2009 IB Wikantara mendapatkan Akta Percerian (tanpa ketahuan
Michael Patrick Donnelly sampai tanggal 25 Juli 2017) No 18/C.P./2009 didasarkan
Akta Perkawinan 1985 California dan dengan memakai Kartu Keluarga No
225003/97/03033 tanggal 3 Juli 1997 yang tidak benar.
Bahwa putusan PN batalkan Sita Marital yang dilaksanakan tanggal 6, 7, 8 September
2005, dan Putusan Tetap MA membatalkan kebatalan Sita Marital dari PN, maka Sita
Marital masih tetap sampai saat ini:
o
Ni Made Jati menjual 4 bidang tanah kepada I Ketut Kasih tanggal 12 September
2005 padahal sudah disita dengan Sita Marital sah,
o
I Ketut Kasih menjual tanah tersebut kembali kepada Ni Made Jati tahun 2006
tanpa pendaftaran di BPN,
o
Ni Made Jati menjual tanah tersebut kepada Willie Wonoto tahun 2013 tanpa
pendaftaran di BPN.
Laporan
22
Perbuatan Melawan Hukum (PMH)
Penggugat:Michael Patrick Donnelly
Tergugat: Ni Made Jati
PN
PT
MA
PK
161/PDT.G/2006/
PN.Dps
29 September 2006
Pemohon: Michael
Patrick Donnelly
26/Pdt/2007/PT.Dp
s
21 Februari 2007
Pemohon: Ni Made
Jati
2322K/PDT/2007
16 April 2008
Pemohon: Michael Patrick
Donnelly
390PK/PDT/2009
11 Juni 2010
Pemohon: Ni Made
Jati
MENANG
KALAH
MENANG
MENANG
Perkawinan menurut Ni Made Jati / IB Wikantara: 1994 Sanur dan 1985 California (tidak lagi
mengakui ada upacara Agama Hindu di Kuta atau Tabanan 1996)
Dalam Persidangan:
Ni Made Jati / IB Wikantara mengakui kepalsuan tempat / tanggal perkawinan Agama
Hindu di Gugatan Perceraian, yang benar adalah bulan Mei 1994 di Sanur;
Argumentasi Ni Made Jati / IB Wikantara
o
orang asing tidak berhak pakai hukum Indonesia maka pendaftaran
perkawinan California di KCS harus dibatalkan [T1: [Akta Perkawinan
California didaftarkan “sendiri oleh penggugat yang nota bene adalah WNA
sedangkan pendaftaran dimaksud adalah seyogyanya untuk kepentingan
hukum dan status warganegara Indonesia …sehingga pendaftaran adalah
melawan hukum atau… cacat hukum…”,;
o
bahwa Akta Perkawinan 299/1996 dikeluarkan didasarkan upacara Agama
Hindu tahun 1994 di Sanur, bukan upacara tahun 1996 di Kuta atau Tabanan;
o
bahwa perkawinan 1985 tidak diketahui di Indonesia sampai pendaftaran di
KCS tahun 2005;
o
bahwa tindakan Michael Patrick Donnelly melaporkan pidana terhadap Ni
Made Jati adalah “tidak gentleman”;
o
perkawinan luar negeri yang tidak didaftarkan dalam 1 tahun dianggap cerai
secara administratif?
Saksi Ni Made Jati Heru Widiyanto memberi penjelasan palsu di sidang (tetap
mengatakan ada perkawinan Bali tahun 1996);
Saksi Ni Made Jati I Wayan Cetog Sujana mengakui perkawinan Tababan 1996 adalah
fiktif.
Putusan Tetap:
Perkawinan California 1985 serta Agama Hindu 1994 di Sanur adalah sah, pendaftaran
di KCS adalah hal administratif dan tidak merusakan sahnya perkawinan;
Perbuatan Ni Made Jati membuat Akta Perkawinan 299/1996 adalah Perbuatan
Melawan Hukum,
Perkawinan 1996 tidak pernah ada.
Pengasuhan Anak-Anak:
Pengadilan Atas California
Penggugat: Ni Made Jati
Tergugat: Michael Patrick Donnelly
PN
Banding
KD073003 Pomona
17 Maret 2009
Pemohon: Ni Made
Jati
Permohonan
naik
banding:
Laporan
23
MENANG
MENANG
Perkawinan menurut Ni Made Jati / IB Wikantara: Tidak mengakui perkawinan, IB Wikantara
memerintah Ni Made Jati melarikan diri daripada memberi penjelasan tentang perkawinan.
Dalam persidangan:
IB Wikantara memerintah Ni Made Jati untuk melanggar perintah hakim, tinggalkan
anak-anaknya, dan melarikan diri dari California daripada memberi penjelasan di
bawah sumpah;
Hakim menimbangkan Ni Made Jati sebagai “kredibilitas rendah, lebih mementingkan
uang daripada anak-anaknya”;
Ni Made Jati di bawah sumpah mengajukan surat-surat fitnah yang katanya
disebarluaskan di Indonesia terhadap Michael Patrick Donnelly oleh kelompok
bernama “Made’s Angels.”
Putusan Tetap:
Ni Made Jati menelantarkan anak-anaknya;
Pengasuhan 100% kepada Michael Patrick Donnelly;
Ni Made Jati dilarang mendekati anak-anak kecuali dengan pengawasan profesional;
Ni Made Jati diperintah bayar Tunjangan Anak-Anak (yang Ni Made Jati tetap menolak
membayar sampai saat ini);
Surat Penangkapan dikeluarkan untuk Ni Made Jati karena Pelecehan Pengadilan.
Gono-Gini
Penggugat:Michael Patrick Donnelly
Tergugat: Ni Made Jati
PN
PT
MA
PK
130/Pdt.G/2009/PN.
Dps
16 Februari 2010
Pemohon:
Michael
Patrick Donnelly
47/Pdt/2010/PT.Dps
25 Juni 2010
Pemohon: Ni Made Jati
(Tergugat mohon naik
banding!!!)
2623K/PDT/2010
18 Mei 2011
Pemohon:
Michael
Patrick Donnelly
314PK/PDT/20
12
28 Mei 2014
Pemohon:
Michael Patrick
Donnelly
N.O.
KALAH
KALAH
KALAH
Perkawinan menurut Ni Made Jati/IB Wikantara: 1994 Sanur atau 1996 Kuta / Tabanan dan
1985 California.
Dalam persidangan:
Ni Made Jati / IB Wikantara memohon PN untuk membatalkan Putusan MA
1428K/PDT/2006 dalam Perceraian dan mengakui sahnya upacara Agama Hindu
Tabanan 1996 (yang sudah diakui FIKTIF sejak tahun 2006) dan Akta Perkawinan
299/1996, padahal Ni Made Jati / IB Wikantara sudah dapatkan Akta Perceraian
didasarkan putusan tersebut sejak Juli 2009,
Ni Made Jati / IB Wikantara tidak menyangkal keberadaan harta seperti yang digugat,
tetapi menolak mengajukan bukti asli.
Argumentasi Ni Made Jati / IB Wikantara (tidak jelas)
o
Mahkamah Agung tidak beryurisdiksi memutuskan hal-hal perkawinan
California;
o
orang asing tidak boleh mendaftarkan perkawinan luar negeri dengan orang
Indonesia kecuali dengan persetujuan orang Indonesia;
o
orang asing tidak berhak memiliki harta bersama di Indonesia;
Laporan
24
secara administratif?
o
ada 2 perkawinan:
satu di California tahun 1985 yang tidak sah di Indonesia, dan
di Sanur tahun 1994 yang sah di Indonesia; dan Akta Perkawinan
299/1996 adalah pendaftaran perkawinan tahun 1994 di Sanur, bukan
1996 di Kuta atau Tabanan.
Ni Made Jati / IB Wikantara memohon petitum berkenan bahwa Michael Patrick
Donnelly tidak berhak pada harta bersama, tetapi putusan MA tidak menimbangkan
petitum Ni Made Jati / IB Wikantara,
Ni Made Jati / IB Wikantara bersekeras bahwa Ni Made Jati mempuyai semua harta
bersama sebelum perkawinan, tetapi tidak menjelaskan kapan terjadilah perkawinan.
Putusan Tetap:
Menolak Gugatan dan tidak menyatakan tentang Petitum Tergugat,
Padahal Tergugat Ni Made Jati mohon naik banding di PT, putusan tetap TIDAK
MENGABULKAN permohonah Tegugat untuk
o
batalkan putusan MA 1428K/PDT/2006 dalam Perceraian, atau
o
menyatakan bahwa tidak ada harta bersama;
Harta bersama tetap
status quo
: suami / istri tetap besengketa harta bersama yang
belum dibagi 50 / 50.
PERADI
Penggugat: Michael Patrick Donnelly
Tergugat: Ida Bagus Wikantara
154/DKD/PERADI/D
KI-Jakarta/PTS/IX/15
11 September 2015
Pemohon:
Michael
Patrick Donnelly
Permohonan
naik
banding dicabut.
Pemohon: IB Wikantara
MENANG
Dalam persidangan:
IB Wikantara dan Ni Made Jati tidak hadir untuk membela diri atau sebagai saksi.
Harta Bersama
Penggugat: Michael Patrick Donnelly
Tergugat: Ni Made Jati, I Ketut Kasih, I
Ketut Denda, I Nyoman Ada, Steven
Palmer, Willie Wonoto dan 12 Turut
Tergugat
PN
PT
MA
PK
873/Pdt.G/2015/PN.
Dps
12 Mei 2017
Pemohon:
Michael
Patrick Donnelly
KALAH
Perkawinan menurut Ni Made Jati / IB Wikantara: hanya mengakui 1985 California, keberatan
kalau Penggugat menyebutkan perkawinan Agama Hindu 1994 atau 1996 di Bali.
Laporan
25
Dalam persidangan:
Ni Made Jati / IB Wikantara tidak menyangkal keberadaan harta seperti yang digugat,
tetapi menolak mengajukan bukti asli;
Ni Made Jati / IB Wikantara mengakui fakta Perjanjian Singapura tahun 2003 yang
mendaftarkan semua harta bersama disetujui kedua pihak;
Argumentasi Ni Made Jati / IB Wikantara (tidak jelas)
o
gugatan
ne bis in idem
karena sudah ada putusan Gono-Gini 2623K/PDT/2010;
o
orang asing tidak boleh mendaftarkan perkawinan luar negeri dengan orang
Indonesia kecuali dengan persetujuan orang Indonesia,
o
orang asing tidak berhak memiliki harta bersama di Indonesia;
o
perkawinan luar negeri yang tidak didaftarkan dalam 1 tahun dianggap cerai
secara administratif?
Putusan:
ne bis in idem
;
Harta bersama tetap
status quo
: suami / istri tetap besengketa harta bersama yang
belum dibagi 50 / 50.
Laporan
26
IV.
Sebelas (11) kasus laporan PIDANA macet di Polda Bali,
tidak diselidiki atau ditutup dengan alasan terekayasa.
Sembilan laporan dari pihak Michael sejak tahun 2005 tidak diselidiki atau
ditutup dengan alasan buat-buatan. Tidak satu pun laporan polisi ditutup
dengan alasan hukum
Pernah dilaporkan:
Pasal 263 KUHP Memalsukan akta otentik Pasal 266 KUHP Memalsukan akta otentik Pasal 372 KUHP Penggelapan
Pasal 378 KUHP Penipuan
Pasal 242 KUHP Keterangan palsu di sidang Pasal 480 KUHP Penadahan
Pasal Menelantarkan anak-anak
Pasal 277 KUHP Mengaburkan asal-usul anak-anak Pasal 280 KUHP Mengaburkan asal-usul perkawinan dll
Semua ditinggalkan tanpa penyidikan atau ditutup dengan penjelasan oknum penyelidik yang berbohong, keliru, melawan fakta dan bukti, atau didasarkan alasan proses formal yang tidak mempunyai dasar para perkara yang dilaporkan.
Laporan
27
Daftar pendek alasan-alasan oknum Penyelidik Polda Bali:
Semua upaya Michael Patrick Donnelly melapor perkara ditolak sama penyidik, harus melapor Pasal KUHP tertentu, dan polisi mengakui tidak berkuasa untuk meluas penyidikan lebih dari Pasal tertentu yang dilaporkan;
Polisi mengakui diri harus menerima penjelasan kedua pihak Pelapor dan Terlapor sama nilainya tanpa lihat pada bukti, dan karena penjelasan Ni Made Jati dan saksi-saksinya begitu plin-plan, penyelidik tidak tahu mana penjelasan yang benar maka tidak ada bukti kejahatan;
Bahwa pendapat Penyelidik tidak terkait pada pendapat atau putusan Mahkamah Agung, Pengadilan Atas California, saksi ahli, atau sumber lain kecuali mengasal dari opini Penyelidik sendiri;
Bahwa Penyelidik tidak berwewenang mengonfrontir Pelapor dengan Terlapor atau saksi untuk mengaji kebenaran kecuali dengan izin dari Pelapor;
Bahwa Pasal 263 dan 266 KUHP dihitung daluwarsa dari saat pertama membuat dokumen palsu, bukan dari saat menggunakan dokumen palsu (maka dokumen palsu kalau disimpan 12 tahun aman digunakan selanjutnya tanpa risiko laporan pidana.)
Bahwa kalau Polda Bali sekali menutup LP dengan SP3, padahal mengakui semua isi berkasnya salah atau keliru atau berbohong, polisi tidak bisa membuka berkasnya lagi atau pun menerima LP baru dengan Pasal KUHP sama padahal mungkin ada novum;
Sejelasnya, anggota Ditreskrimum Polda Bali pernah menutup berbuatan oknum Penyelidikan dari pengawasan dan melanggar perintah dari atasan di kantor Kapolda Bali dan Direktur Reskrim Umum.