• Tidak ada hasil yang ditemukan

01/2015. Menjalin Komunikasi Meningkatkan Produksi NTCORP KNOWLEDGE. Trust (Kepercayaan) Integrity (Integritas) Professionalism (Profesionalisme)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "01/2015. Menjalin Komunikasi Meningkatkan Produksi NTCORP KNOWLEDGE. Trust (Kepercayaan) Integrity (Integritas) Professionalism (Profesionalisme)"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

01

/

2015

PT Bangkitgiat Usaha Mandiri

NTCORP KNOWLEDGE

B U L E T I N   B U M

T

rust

(Kepercayaan)

I

(Integritas)

ntegrity

P

rofessionalism

(Profesionalisme)

B

(Fokus pada Blok Tanaman)lock Plantation Focus (Kesempurnaan)

E

xcellence

T

I

P

B E

Menjalin Komunikasi Meningkatkan Produksi

(2)

Mencari lokasi strategis

untuk kantor Anda?

Dengan Bangga

Mempersembahkan,

NT TowEr

Gedung kelas A berlokasi di Jalan Ahmad Yani, kawasan timur kota Jakarta.

Gedung dengan desain mewah ini memiliki 30 lantai.

Seluruh lantai dilengkapi fasilitas kantor berstandar internasional.

Kami siap menyediakan tempat terbaik untuk perusahaan Anda.

Jadilah pertama yang melakukan pemesanan dan dapatkan transaksi terbaik

(3)

3

SALAM DARI

JAKARTA

Salam dari Jakarta

Buletin ini sebenarnya sudah direncanakanakan terbit sejak tahun 2013, namun kesibukan di berbagai bidang, baik dalam mengelola perkebunan maupun berbagai industri lainnya, penerbitan ini akhirnya terbit dua tahun kemudian sebagaimana di hadapan pembaca saat ini.

Karenanya, pada edisi perdana ini begitu banyak hal yang ingin disampaikan, namun tentu dibatasi agar prioritas utama holding dapat terdukung melalui media internal PT BUM ini.

Inti utama maksud media ini diterbitkan adalah agar terdapatnya kesinambangungan komunikasi yang semakin

erat di antara seluruh pekerja dan unsur pimpinan, serta para mitra kerja PT BUM di lokasi perkebunan maupun di kantor pusat. Komunikasi ini begitu penting sebagai salah satu penggerak langkah seluruh bagian menuju tujuan bersama.

Banyak hal terjadi di PT BUM yang merupakan prestasi dan kemajuan layak diabadikan melalui media ini. Bahkan di antara peristiwa tersebut ada yang luput dari perhatian kita bersama, padahal begitu penting dan bermanfaat. Demikian banyak pula hal yang membutuhkan perhatian lebih, demi perbaikan di berbagai bidang, baik di kebun maupun di pusat.

Selamat membaca

Dimpos Giarto Valentino T Dirut PT BUM

VISI

”Menjadi perusahaan yang dibanggakan oleh bangsa dan diakui secara internasional.”

MISI

”Mendapatkan laba perusahaan, kepuasan pelanggan dan kebanggaan karyawan.”

Alamat Redaksi:

Jl. Cempaka Putih Timur No 5 & 7 Telp.: 021-4252142 Fax.: 021-4250354

Jakarta Pusat 10510

Diterbitkan oleh:

PT. Bangkitgiat Usaha Mandiri

l NILAI-NILAI PT BUM

1. Menghargai semua orang sebagai manusia bermartabat dan karyawan sebagai subyek bisnis. 2. Berusaha memuaskan pelanggan secara optimal. 3. Memberi deviden kepada pemegang saham secara

optimal.

4. Menjunjung tinggi etika dan kode etik bisnis. 5. Menjaga kelestarian dan keharmonisan lingkungan. 6. Berpartisipasi dalam peningkatan perekonomian

masyarakat sekitar perusahaan.

l 5 NILAI BUDAYA & 10 PErILAKU UTAMA

1. Trust (Kepercayaan)

1. Saling Menghargai dan Bekerja sama

2. Jujur, Tulus, dan Terbuka

2. Integrity (Integritas)

3. Disiplin dan Konsisten

4. Berpikir, Berkata, dan Bertindak Terpuji

3. Professionalism (Profesionalisme)

5. Kompeten dan Bertanggung Jawab

6. Memberikan Solusi dan Hasil Terbaik

4. Block Plantation Focus (Fokus pada Blok Tanaman)

7. Inovatif, Proaktif dan Cepat Tanggap

8. Utamakan Kinerja untuk Pencapaian Target

5. Excellence (Kesempurnaan)

9. Orientasi pada Nilai Tambah & Perbaikan Terus Menerus

10. Peduli Lingkungan

REDAKSI menerima foto dan tulisan yang berkaitan dengan Perkebunan Kelapa Sawit PT. BUM. Kirimkan ke Redaksi Buletin BUM TIPBE: Jl. Cempaka Putih Timur No 5 & 7, Telp.: 021-4252142 Fax.: 021-4250354 Jakarta Pusat 10510 Email: [email protected]

DAFTAR

ISI

n Ketua Dewan Pembina: Nurdin Tampubolon n Anggota Dewan Pembina: Dimpos G.V.T, Randy M.T., Tommy W.T n Dewan Redaksi: Manerep Pasaribu (Ketua), Panahatan Tampubolon, Herminto, Tulus SP, Pujatmoko, Rezy Anindito n Penanggung Jawab Redaksi: Heru Subroto n Penanggung Jawab Umum: Achmad Ichsan n Sekretaris: Elis Tanjung n Desain Grafis: Yusak Freddy, Supriyanto, Toto S. Baskara n Distribusi: Iko Muhyidin

PT Bangkitgiat Usaha Mandiri

TemuI ‘PIloT’ hInggA PeCuT SemAngAT mAnAJeR

BuPATI BeRI DuKungAn BAgI InVeSToR KARYAWAn & mASYARAKAT

CARA meRAWAT KeBun KelAPA SAWIT, APlIKASI JAnKoS KomITmen TInggI BeRDAYAKAn

eKonomI mASYARAKAT

neBuS DoSA DI PeRKeBunAn KelAPA SAWIT TATKAlA KARYAWAn PeRKeBunAn gAJIAn >> ON THE SPoT >> PROFIL Bum 4-6 7-16 >> LIPUTAN KhuSuS >> TIPS >> SENGGANG >> KIPRAH 18-19 20-22 24-25 27 NTCORP KNOWLEDGE B U L E T I N   B U M Trust

(Kepercayaan) Integrity(Integritas) Professionalism(Profesionalisme) B(Fokus pada Blok Tanaman)lock Plantation Focus (Kesempurnaan)Excellence

T

I

P

B E

(4)

4

TemuI ‘PIloT’ hInggA

PeCuT SemAngAT mAnAJeR

ON THE

SPoT

Kunjungan kerja (kunker) bapak Nurdin Tampubolon selaku Presiden

Komisaris (Preskom) PT Bangkitgiat Usaha Mandiri (BUM), bapak

Dimpos Tampubolon (Direktur Utama PT BUM), beserta sejumlah

manajer ke perkebunan kelapa sawit di Antang Kalang, memiliki

makna tersendiri. Dalam kunker pada 6-9 Mei yang lalu, nyaris tidak

ada waktu terbuang percuma.

MEMERIKSA BUAH KELAPA SAWIT: Presiden Komisaris PT BUM bapak Nurdin Tampubolon sedang memeriksa buah kelapa sawit di perkebunan kelapa sawit, di Estate BUM 6 Afdeling 25 Blok O-59.

(5)

5

B

ila berkunjung ke lapangan, dipastikan berlangsung sehari suntuk. Sementara malam harinya nyaris berakhir pada hari berikutnya. Misalnya pada pukul 23.40 WIB. Bahkan karena ada perbincangan tidak resmi, baru bubar lewat pukul 00.00 WIB.

Dalam setiap pertemuan, para manajer, asisten kepala, asisten, kepala tata usaha (KTU) selalu memperoleh motivasi untuk bekerja sesuai standar kinerja, dan sudah pasti harus berlangsung profesional.

Tak jarang pak Preskom menanyakan kepada mereka sampai memperoleh jawaban yang masuk akal dan memuaskan. Misalnya soal pembibitan, pemupukan, perawatan, panen maupun kondisi jalan, jembatan dan sebagainya yang berkaitan dengan kebun, pak Nurdin akan ‘menembak’ sampai detail, sehingga suasana menjadi tegang.

Meski demikian, suasana

terkadang juga penuh canda. Misalnya ketika menanyakan kepada salah seorang karyawan yang sudah berkeluarga, “Dimana istrimu,” bila jawabannya, “Istri di sini, Pak,” pak Nurdin dengan tersenyum memberi komentar, “Pantas badan kamu gemuk.” Dan suasana tegang menjadi cair. Tawa lepas pun menggema di ruang sekretariat pabrik kelapa sawit (PKS).

Bila masih ada ‘lobang-lobang’ yang belum memuaskan, jangan harap. Pak Nurdin akan mengejar, dan tak jarang para punggawa PT BUM ini akan terpojok. Dan bila sudah dianggap ’lempar handuk’ (sebagai tanda menyerah dalam pertandingan tinju), pak Nurdin pasti memberikan jalan keluar (solusi). Begitulah seterusnya dan berakhir dengan komitmen dari pimpinan estate (BUM).

“Coba, manajernya berdiri di tengah, tanga menggenggam dan angkat ke atas, ya!” katanya.

Intinya mereka berkomitmen untuk memenuhi target sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2015.

“Bagus, laksanakan, ya,” begitu tutur pak Nurdin bila salah satu pimpinan estate selesai berikrar.

Itulah suasana pertemuan di dalam gedung. Di lapangan, pak Nurdin juga mengecek langsung dengan manajer ataupun asistennya. Pertanyaan juga cukup detail. Dan sudah pasti pak Nurdin memberikan solusi mujarab. Misalnya yang agak ‘panas’ ketika meninjau estate (BUM) yaitu masalah pemupukan, perawatan dan kondisi jembatan menjadi sorotan utama.

Penuh canda dan tawa

Malam ketiga suasananya lebih longgar, bahkan penuh canda dan tawa. Jumat malam (8 Mei), pak Nurdin sengaja mengumpulkan divisi traksi, khususnya para ‘pilot’ truk maupun alat berat.

Peristiwa pertemuan langsung antara pimpinan puncak dengan para pengemudi termasuk jarang. Meski kursi sangat terbatas, puluhan ‘pilot’ yang berkumpul malam itu dengan

penuh perhatian mendengarkan wejangan pak Nurdin maupun pak Dimpos. Sebagian besar lesehan santai di lantai. Kopi, air dalam botol plastik maupun camilan kacang ‘mengalir deras’ dari dapur, menjadikan suasana benar-benar terbuka.

“Malam ini sengaja saya mengumpulkan para ‘pilot’. Boleh dong pengemudi alat berat, atau juga disebut operator; dan pengemudi truk kita namakan ‘pilot’. Saya yakin ‘pilot’ PT BUM sama dengan pilot-pilot maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Kalaupun kalah, ya cuma sedikit,” katanya sambil tertawa.

Sudah pasti pancingan canda ini muncul agar suasana tidak menjadi tegang. Para ‘pilot’ maupun sejumlah manajer dan asisten yang hadir menyambut dengan riang ria. Terbukti ada yang nyeletuk, “Betul, Pak!”

Dalam kesempatan ini pak Nurdin maupun pak Dimpos memberikan wejangan dan pesan-pesan penuh harap agar ‘pilot-pilot maskapai’ perkebunan PT BUM bekerja secara profesional. “Kalau saudara-saudara bekerja profesional, kesejahteraan Anda pun akan meningkat.

Direktur Utama PT. BUM memberikan arahan dan pemahaman kepada para ‘pilot’ Colt Diesel, Alat Berat, dan Traksi mengenai perawatan alat kerja, menjaga, menyimpan, menjaga kebersihan, preventif maintenance, dll. Nantinya para ‘pilot’ akan dibina agar mampu bekerja/mengoperasikan dengan benar sesuai SOP.

(6)

6

ON THE

SPoT

Itu pasti,” katanya disambut tepuk tangan meriah.

“Yang tidak kalah penting, anggap ini perusahaan milik kita bersama, kita cintai bersama, kita jaga bersama. Kita pelihara bersama. Karena

sukses tidaknya perusahaan ini pasti menyangkut perut saudara-saudara,” tambahnya.

Pak Nurdin juga mengharapkan di setiap estate (BUM) dibangun

workshop, yang antara lain berfungsi

untuk perawatan dan pemeliharaan kendaraan. “Tolong ‘pesawat’nya

dicuci tiga kali, atau paling tidak dua kali seminggu biar nampak bersih dan rapi,” tuturnya.

Pagi harinya pak Nurdin dan pak Dimpos melihat dari dekat kondisi pabrik kelapa sawit. Berbagai petunjuk teknis diberikan, termasuk menjaga kebersihan.

Usai dari pabrik, beliau dan rombongan meneruskan kunjungan kerja ke Regional 2, kemudian langsung ke Palangkaraya dan bermalam di ibukota Provinsi Kalimantan Tengah ini. Pagi harinya

terbang dengan pesawat beneran, bukan ‘pesawat’ seperti yang dimiliki maskapai perkebunan BUM. ‘Pengemudi’nya 100 persen kaliber dan berlisensi pilot.

Berbagai masalah yang ditemukakan di lapangan kemudian dibahas di kantor pusat PT BUM, Jakarta. Untuk jembatan, pak Nurdin mengharapkan ada klasifikasi. Misalnya bila bentangan lebih dari empat meter, itu baru disebut jembatan. Kalau kurang dari itu bisa diatasi dengan gorong-gorong ataupun riol. l

6

MAJALAH BULANAN majalaheboni l com

JULI-AGUSTUS 2014

Segenap Komisaris & Direksi

PT. Bangkitgiat Usaha Mandiri

mengucapkan

Selamat Menunaikan

Ibadah Puasa 1436 H

Bapak Nurdin Tampubolon memberi arahan cara pemupukan yang benar dengan janjang kosong (Jankos).

(7)

7

PROFIL

Bum

REGIONAL 1

GENERAL MANAGER R1 Kalbar Pasaribu, SP Senior Estate Manager R1

-Ka. SAPRA REG 1 & 2 Yohanes Apriyanto, ST

Asisten Sarpa REG 1

-Ka. Jastek Tatar Sihombing

Koord Survayer / GIS Yohanes. A. Riwu

Asisten Survayer / GIS Wisnu Widyatmadja, S.Si

Asisten IT REG 1 Zaini Rahman

Askep Security Heriyanto Simangunsong

Staff Industrial Relation M. Yusuf

Dokter

-Estate

BUM 1 BUM 2 BUM 3 BUM 8 Afdeling 01 Afdeling 06 Afdeling 11 Afdeling 32 Afdeling 02 Afdeling 07 Afdeling 12 Afdeling 33 Afdeling 03 Afdeling 08 Afdeling 13 Afdeling 34 Afdeling 04 Afdeling 09 Afdeling 14 Afdeling 35 Afdeling 05 Afdeling 10 Afdeling 15

Pembibitan

Estate

BUM 4 BUM 5 BUM 6 BUM 7 Afdeling 16 Afdeling 20 Afdeling 24 Afdeling 28 Afdeling 17 Afdeling 21 Afdeling 25 Afdeling 29 Afdeling 18 Afdeling 22 Afdeling 26 Afdeling 30 Afdeling19 Afdeling 23 Afdeling 27 Afdeling 31

Pembibitan

REGIONAL 2

GENERAL MANAGER R2 Kohler Tampubolon, S.Hut Senior Estate Manager R2 IR. MS. Petrus Manik, MM

Ka. SAPRA REG 1 & 2 Yohanes Apriyanto, ST

Asisten SAPRA REG 2

-Asisten Survayer / GIS Eko Purwanto

Asisten IT REG 2 Esky Hermawan

Dokter

-Kepak Sayap PT BUM

Komitmen Tinggi Berdayakan

ekonomi masyarakat

PT Bangkitgiat Usaha Mandiri (PT BUM) merupakan

perusahaan bagian dari Nurdin Tampubolon Corporation

(NT Corp) yang berdiri pada 8 Agustus 1991.

PemeTAAn PeRKeBunAn

KelAPA SAWIT

PT. BAngKITgIAT uSAhA mAnDIRI

P

T BUM bergerak di bidang

usaha perkebunan sawit yang menghasilkan tandan buah segar (TBS, fresh fruit bunch-FFB). Saat ini sudah memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) yang mengolah TBS/FFB menjadi

crude palm oil (CPO) dan palm kernel

(PK).

PT BUM memiliki seluruh perizinan perkebunan kelapa sawit lengkap mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Salah satu produsen CPO ini memiliki tingkat profitabilitas tinggi dengan struktur biaya efisien. Kegiatan usaha utamanya mengembangkan dan memelihara perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan TBS, mengolahnya menjadi CPO dan PK kemudian menyuplai ke konsumen dalam dan luar negeri.

Dengan jumlah karyawan sekitar 6.000 orang, PT BUM berkomitmen tinggi dalam membangun dan menjaga kelestarian lingkungan. Juga selalu berusaha meningkatkan sistem dan syarat-syarat usaha perkebunan.

Terbukti dengan kebijakan perusahaan untuk “No Burning on Land Clearing dan

Recycling of Empty Bunches, Effluent, & Solid as Organic Fertilizer”.

PT BUM juga memiliki komitmen tinggi dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat lokal. Secara langsung, dengan kehadiran perkebunan kelapa sawit dan pabrik pengolahan kelapa sawit, sangat mendukung program pemerintah dalam

pemberdayaan ekonomi masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi daerah. Bentuk nyata kehadiran PT BUM yang dirasakan oleh masyarakat adalah telah terjalinnya kerja sama dengan koperasi bentukan masyarakat di seputaran lokasi perkebunan dan PKS. Yaitu dalam perencanaan dan pembangunan kebun plasma yang diawali pada tahun 2013.

Di bidang pendidikan, PT BUM melaksanakan program beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi di kawasan sekitar perkebunan.

Juga mendirikan sekolah dasar, serta berkomitmen untuk mengembangkan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Dalam bidang kesehatan, perusahaan senantiasa berkontribusi dalam melaksanakan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar, dan menyediakan dokter yang aktif di areal perkebunan. l

(8)

8

Salah satu infrastruktur jembatan di afdeling 05 yang terputus akibat diterjang banjir akan menjadi skala prioritas untuk segera dibangun sebagai jalan poros dari afdeling 05 Estate BUM 1 menuju Estate BUM 8.

Estate BUM 1

Terkendala Jembatan

S

DAFTAR INVENTARISASI MASALAH (DIM) ESTATE BUM 1

Estate BUM I sebagai estate tertua milik PT. Bangkitgiat Usaha Mandiri memiliki target produksi 65.084 ton/tahun atau 216,9 ton/hari. Areal existing di Estate BUM 1 sudah mencapai 100%.

Hingga April 2015 Produksi Estate BUM 1 mencapai 14,13% dari target produksi sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.

Untuk memenuhi target produksi segenap jajaran manajemen Estate BUM 1 berkomitmen: “Berjanji memenuhi target produksi sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.”

NO. URAIAN MASALAH PENYELESAIANBATAS PENANGGUNG JAWAB INSTRUKSI DIREKSI

1. Jembatan putus (Butuh 2 unit exc) Afd.5 Blok E CR38/39: 2 unit, CR40/41: 1 unit, CR 41/42: 1 unit Senin, 25 Mei 2015 Parluhutan Sinaga & Tatar Sihombing Segera jembatan diperbaiki 2. Piringan Semak (Kacangan melilit tanaman): Afd.5 Blok E 38-42, Blok D 35,36,37,38, Afd.3 Blok H 54,55, H 57,58 Rabu, 20 Mei 2015 Parluhutan Sinaga Piringan dibersihkan

3. Lahan Kritis ( Aplikasi jankos): Afd.2 Blok G 47-53, AFD.3 BLK H47-53,BLK I.47-53 Minggu, 31 Mei 2015 Parluhutan Sinaga Isi jankos sesuai SOP

4. Untuk Aplikasi Jankos, Dibutuhkan 2 unit truk, 20 angkong,10 org bekerja setiap hari Senin,18 Mei 2015 Parluhutan Sinaga Segera perbaiki Truk yang ada di Jastek

5. Tanaman Sisip Sulam: Afd.5 Blok E 38-41, Blok D 35-40 Rabu, 20 Mei 2015 Parluhutan Sinaga Segera tanam baru sesuai SPH

6. Buah Matang tidak dipanen (Buah Busuk di pokok): Afd.5 Blok E 39-42 Rabu, 20 Mei 2015 Parluhutan Sinaga Laksanakan sapta panen

7. Tenaga Kerja: Afd.1 kurang 20 orang, Afd.3 kurang 25 orang, Afd.4 kurang 30 orang, Afd.5 kurang 20 orang. Rabu, 20 Mei 2015 Parluhutan Sinaga/ MHRD Koordinasi dengan MHRD, dan buat SPTK

8. Agar diasistensikan Tenaga kerja dari Estate BUM 8 sebanyak 30 orang/hari 9 -30 Mei 2015 Parluhutan Sinaga & Beres Silaban Segera dibantu dari BUM 8.

9. Agar di buat jalan poros dari BUM1. Afd.5 Menuju BUM 8. Kerja sama BUM1 & BUM8 Minggu, 31 Mei 2015 Parluhutan Sinaga & Beres Silaban Jalan poros segera dibuat.

10. Kekurangan alat kerja: Dodos 45 pcs, Parang Imas 75 pcs, Cangkul 50 pcs, Kep Solo 36 pcs Jumat 15 Mei 2015 Parluhutan Sinaga & Dame Sihombing Segera proses MR oleh bagian logistik.

11. Jalan boundary Afd. 3 antara SP-4 dan PT. KMB Rabu, 20 Mei 2015 Parluhutan Sinaga Segera dibuat jalan pembatas.

12. Pos Satpam (Gapura) dibangun permanen dan besar, arah SP-4 Real Time = 0 (Nol) Parluhutan Sinaga, Yohanes,Yenti JKO Pos segera dibuat.

13. ’’BERKOMITMEN’’ Berjanji dapat mencapai Target sesuai RKT Tahun 2015 dan dapat memenuhi Kekurangan Tenaga Kerja Real Time = 0 (Nol) EM,ASKEP,KTU, ASISTEN AFD 1-5 Laksanakan target-target KPI.

MANAJEMEN ESTATE BUM 1

Estate MANAGER Parluhutan Sinaga, SP

ASKEP Mardi Edison Tampubolon, SP

KTU Estate Hero Kimberly

Asst Traksi

-Asst Afdeling 01 Abdul Rohim

Asst Afdeling 02 L. Panjaitan

Asst Afdeling 03 AP. Sianipar

Asst Afdeling 04 Paidotua Nainggolan

Asst Afdeling 04 Ronal Tampubolon

(9)

9

Estate BUM 2

Solusi Piringan Semak

S

DAFTAR INVENTARISASI MASALAH (DIM) ESTATE BUM 2

Piringan semak menjadi prioritas perawatan di afdeling 8 Estate BUM 2.

NO. URAIAN MASALAH PENYELESAIANBATAS PENANGGUNG JAWAB INSTRUKSI DIREKSI

1. Piringan Semak (kacangan melilit tanaman): Afd.8 Blok G 32,33, Blok F 32,33, Blok H 33 Rabu, 20 Mei 2015 Monang Pangaribuan Piringan pokok agar segera dibersihkan.

2. Buah Matang tidak dipanen (Buah Busuk di pokok): Afd.8 Blok G 32,33, Blok F 32,33, Blok H 33 Rabu, 20 Mei 2015 Monang Pangaribuan Melaksanakan sapta panen sesuai dengan SOP.

3. Tanaman Sisip Sulam: Afd.8 Blok G 32,33, Blok F 32,33, Blok H 33 Rabu, 20 Mei 2015 Monang Pangaribuan Segera lakukan sisip sulam.

4. Tenaga Kerja: Afd.8 kurang 24 orang, Afd.9 kurang 25 orang, Afd.10 kurang 25 orang. Rabu, 20 Mei 2015 Monang Pangaribuan Segera dibuat SPTK ke MHRD.

5. Lahan Kritis (Aplikasi jankos): Afd.6 Blok J.45, J.46 Senin,18 Mei 2015 Monang Pangaribuan Segera lakukan aplikasi jankos.

6. Kekurangan alat kerja: Dodos 66 pcs, Agrek 75 pcs, Gancu 65 pcs, Tojok 20 pcs, Cangkul 30 pcs, Parang 50 pcs, Angkong 25 pcs, Kep

Solo 25 pcs Jumat, 15 Mei 2015

Monang Pangaribuan/

Dame Sihombing MR segera diproses oleh bagian logistik.

7. Sepeda motor ass. Afd. 8 rusak (MR sudah dibuat) Jumat, 15 Mei 2015 Monang Pangaribuan/ Dame Sihombing Sudah ditransfer Pak Dirut pada 7 Mei 2015

8. ‘’BERKOMITMEN’’ Berjanji dapat mencapai Target sesuai RKT Tahun 2015 dan dapat memenuhi Kekurangan Tenaga Kerja Real Time = 0 (Nol) EM, ASKEP, KTU, ASISTEN AFD 6-10 Laksanakan target-target KPI.

MANAJEMEN ESTATE BUM 2

Estate MANAGER Monang H. Pangaribuan. SP

ASKEP (Acting) Hendrayanto, Amd

KTU Estate Chabib Novianto

Asst Pembibitan Kriswoto

Asst Traksi Ricky Pandiangan

Asst Afdeling 06 Sudarto

Asst Afdeling 07 Mardhi Wanhto A. Naman

Asst Afdeling 08 Edward Simatupang

Asst Afdeling 09 Heri Miswanto

Asst Afdeling 10 Manto Hasonangan Siahaan

PROFIL

Bum

Estate BUM 2 memiliki target produksi 57.060 ton/tahun atau 190,2 ton/hari. Estate BUM 2 juga mempunyai target Land Clearing (LC) 53,69 Ha.

Hingga April 2015 Produksi Estate BUM 2 mencapai 20,48% dari target produksi sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.

Untuk memenuhi target produksi segenap jajaran manajemen Estate BUM 2 berkomitmen: “Berjanji memenuhi target produksi dan target land clearing sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.”

(10)

10

MANAJEMEN ESTATE BUM 3

Estate MANAGER Depman Barimbing

ASKEP Kasaro Telaumbanua

KTU Estate

-Asst Traksi

-Asst Afdeling 11 Daryanto, SP

Asst Afdeling 12 Mangatas Manurung

Asst Afdeling 13

-Asst Afdeling 14 Ade Chandra

Asst Afdeling 15 Justin Sihombing

S

DAFTAR INVENTARISASI MASALAH (DIM) ESTATE BUM 3

Segera lakukan percepatan Ganti Rugi Tanam Tumbuh di Estate BUM 3 Afdeling 11.

NO. URAIAN MASALAH PENYELESAIANBATAS PENANGGUNG JAWAB INSTRUKSI DIREKSI

1. Piringan Semak (kacangan melilit tanaman): Afd.15 Blok C 23,24,25 Senin, 18 Mei 2015 Depman Barimbing Piringan pokok segera dibersihkan.

2. Tanaman Sisip Sulam: Afd.15 Blok C 23,24,25 Rabu, 20 Mei 2015 Depman Barimbing Segera lakukan sisip sulam.

3. Pembebasan Lahan: Afd.11, Afd.12, Afd.13 Real Time = 0 (Nol) Depman Barimbing Segera lakukan penyemprotan lalang.

4. Tapak perumahan Afd.12 Real Time = 0 (Nol) Depman Barimbing Tapak perumahan segera disiapkan.

5. ''BERKOMITMEN'' Berjanji dapat mencapai Target sesuai RKT Tahun 2015 dan dapat memenuhi Kekurangan Tenaga Kerja Real Time = 0 (Nol) EM, ASKEP, KTU, ASISTEN AFD 11-15 Laksanakan target-target KPI.

PROFIL

Bum

Estate BUM 3

Percepatan gRTT dan lC

Estate BUM 3 memiliki target produksi 11.642 ton/tahun atau 38,8 ton/ hari. Estate BUM 3 juga mempunyai target Land Clearing (LC) 1.644 Ha. Hingga April 2015 Produksi Estate BUM 3 mencapai 21,80% dari target produksi sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.

Untuk memenuhi target produksi segenap jajaran manajemen Estate BUM 3 berkomitmen: “Berjanji memenuhi target produksi dan target land clearing sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.”

(11)

11

S

DAFTAR INVENTARISASI MASALAH (DIM) ESTATE BUM 4

Estate Manager BUM 4 sedang berdiskusi dengan Presiden Komisaris terkait aplikasi Jankos, piringan semak, dan tanam sisip sulam di Afdeling 16-17.

NO. URAIAN MASALAH PENYELESAIANBATAS PENANGGUNG JAWAB INSTRUKSI DIREKSI

1. Piringan Semak (kacangan melilit tanaman): Afd.16 Blok J 50-55, Blok L 49-50, Afd. 17 Blok M 47-50 Rabu, 20 Mei 2015 Heri Herlambang Piringan pokok agar segera dibersihkan.

2. Tanaman Sisip Sulam: Afd.16 Blok L 49-50, Blok M 49-50 Rabu, 20 Mei 2015 Heri Herlambang Segera lakukan sisip sulam.

3. Lahan Kritis ( Aplikasi jankos): Afd.16 Blok J.47-J.57, K.53-K.57, AFD.17 BLK L.43-L.46, M.43-M.50, AFD.19.BLK.N.21-N.27, O.25O.27 Minggu, 31 Mei 2015 Heri Herlambang Segera lakukan aplikasi jankos.

4. Eks Barak Afd.17 agar dibongkar dan sisip tanaman Kelapa Sawit. Senin, 18 Mei 2015 Heri Herlambang Eks barak segera dibongkar dan tanam tanaman baru.

5. Cuci parit di Afd. 17 dekat perumahan. Jumat, 15 Mei 2015 Heri Herlambang Segera dibersihkan.

6. Instalasi perumahan estate BUM 4 Jumat, 15 Mei 2015 Heri Herlambang Segera MR kebutuhan instalasi.

7. Askep BUM 4 (Mardi) belum memiliki sepeda motor. Jumat, 15 Mei 2015 MGA/MHRD/Logistik Proses segera dipercepat.

8. ''BERKOMITMEN'' Berjanji dapat mencapai Target sesuai RKT Tahun 2015 dan dapat memenuhi Kekurangan Tenaga Kerja Real Time = 0 (Nol) EM, ASKEP, KTU, ASISTEN AFD 16-19 Laksanakan target-target KPI.

MANAJEMEN ESTATE BUM 4

Estate MANAGER Hery Yuwono Herlambang, SP

ASKEP Saryono, SP

KTU Estate Parlindungan Lumban. G

Asst Traksi

-Asst Afdeling 16 Miduk Tampuboln

Asst Afdeling 17 Muller Sitorus

Asst Afdeling 18 Agung Sumarno

Asst Afdeling 19 Rudi Aman Gultom

PROFIL

Bum

Estate BUM 4

Prioritas Perbaikan Infrastruktur

Estate BUM 4 memiliki target produksi 38.745 ton/tahun atau 129,2 ton/hari. Estate BUM 4 juga mempunyai target Land Clearing (LC) 2,53 Ha.

Hingga April 2015 Produksi Estate BUM 4 mencapai 17,70% dari target produksi sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.

Untuk memenuhi target produksi segenap jajaran manajemen Estate BUM 4 berkomitmen: “Berjanji memenuhi target produksi dan target land clearing sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.”

(12)

12

S

DAFTAR INVENTARISASI MASALAH (DIM) ESTATE BUM 5

Estate BUM 5 memiliki target produksi 37.078 ton/ tahun atau 123,6 ton/hari. Areal existing di Estate BUM 5 sudah mencapai 100%.

Hingga April 2015 Produksi Estate BUM 5 mencapai 18,10% dari target produksi sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.

Untuk memenuhi target produksi segenap jajaran manajemen Estate BUM 5 berkomitmen: “Berjanji memenuhi target produksi sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.

Estate BUM 5 masih memiliki areal dengan kategori lahan kritis.

NO. URAIAN MASALAH PENYELESAIANBATAS PENANGGUNG JAWAB INSTRUKSI DIREKSI

1. Lahan Kritis (Aplikasi jankos): Afd.20 Blok N.45-N.52, O.45-O.47, AFD.21 BLK P.29-P.33, Q.34-Q.42, AFD.22 BLK.R 61, S.50-S.54,

AFD.23 BLK P.50-P.62, BLK Q.57-Q.63 Minggu, 31 Mei 2015 Jinton Tampubolon Segera lakukan aplikasi jankos.

2. Kekurangan alat kerja: Dodos 40 pcs, Angkong 20 pcs, Agrek 20 pcs, Kep Solo 40 pcs, Cangkul 20 pcs, Cat minyak W. Biru 20 klg, W. Putih

20 klg. Jumat, 15 Mei 2015

Jinton Tampubolon/

Dame Sihombing MR segera diproses oleh bagian logistik.

3. ''BERKOMITMEN'' Berjanji dapat mencapai Target sesuai RKT Tahun 2015 dan dapat memenuhi Kekurangan Tenaga Kerja Real Time = 0 (Nol) EM,ASKEP,KTU, ASISTEN AFD 20-23 Laksanakan target-target KPI.

MANAJEMEN ESTATE BUM 5

Estate MANAGER Jinton Tampubolon

ASKEP April Martin Zai, SP

KTU Estate Hartono

Asst Traksi

-Asst Afdeling 20 Asima Tampubolon, S.Pt

Asst Afdeling 21 Asrul Adam Batubara

Asst Afdeling 22 Janri silalahi

Asst Afdeling 23 Rama Dearman Sipayung

PROFIL

Bum

Estate BUM 5

(13)

13

S

DAFTAR INVENTARISASI MASALAH (DIM) ESTATE BUM 6

Pos Gapura di Afdeling 27 menjadi pintu masuk utama ke perkebunan PT BUM.

NO. URAIAN MASALAH PENYELESAIANBATAS PENANGGUNG JAWAB INSTRUKSI DIREKSI

1. Piringan Semak (kacangan melilit tanaman): Afd.24 Blok L 51-65, Afd.25 Blok O 58-70, Afd.26 Blok P 69-75 Blok Q

69-75, Afd.27 Blok R 71-76, Blok T 71-75, Blok U 71-75. Rabu, 20 Mei 2015 Luhut Damanik Piringan pokok agar segera dibersihkan.

2. Jembatan Putus: Afd.24 MR L/M 61, MR M/N 62,63, CR 58,59 Rabu, 20 Mei 2015 Luhut Damanik & Tatar Sihombing Jembatan segera dibangun.

3. Buah Matang tidak dipanen (Buah Busuk di pokok): Afd.24 Blok L 51-56 Rabu, 20 Mei 2015 Luhut Damanik Melaksanakan sapta panen sesuai dengan SOP.

4. Lahan Kritis ( Aplikasi jankos): Afd.24 Blok L60-L65, M60-M66, AFD.25 BLK N66-N68, O67-O71, AFD.26 BLK.P73-P76, Q64-Q76, AFD.27

BLK R73-R76, S73-S76 BLK T74-T75 Minggu, 31 Mei 2015 Luhut Damanik Segera lakukan aplikasi jankos.

5. Titi Panen: Afd.27= 500 batang, Minggu, 31 Mei 2015 Luhut Damanik Titi panen segera diborongkan.

6. Pos Gapura: Afd.27 agar dibuat ruang tambahan, kamar ganti, kamar genset dan kamar mandi. Minggu, 31 Mei 2015 Luhut Damanik, Yohanes, Yenti JKO Segera dibangun.

7. ''BERKOMITMEN'' Berjanji dapat mencapai Target sesuai RKT Tahun 2015 dan dapat memenuhi Kekurangan Tenaga Kerja Real Time = 0 (Nol) EM, ASKEP, KTU, ASISTEN AFD 24-27 Laksanakan target-target KPI.

MANAJEMEN ESTATE BUM 6

Estate MANAGER Luhut Damanik

ASKEP Ramlan, SP

KTU Estate Jufri Sani, S.Sos

Asst Pembibitan Matias Fan

Asst Traksi

-Asst Afdeling 24 MNA Waliyandri

Asst Afdeling 25 Herominus Sudin

Asst Afdeling 26 Harmansyah P Ritonga, S.ST

Asst Afdeling 27 Asep Ali Saepul Hidayat

PROFIL

Bum

Estate BUM 6

Pintu masuk utama

Estate BUM 6 memiliki target produksi 27.913 ton/tahun atau 93 ton/ hari. Areal existing di Estate BUM 6 sudah mencapai 100%.

Hingga April 2015 Produksi Estate BUM 6 mencapai 9,46% dari target produksi sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.

Untuk memenuhi target produksi segenap jajaran manajemen Estate BUM 6 berkomitmen: “Berjanji memenuhi target produksi sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.

(14)

14

MANAJEMEN ESTATE BUM 7

Estate MANAGER Samuel E Damanik

ASKEP

-KTU Estate Murni Martaya

Asst Traksi

-Asst Afdeling 28 Timbul Napitu, A.Md

Asst Afdeling 29 Hendrikus Bella

Asst Afdeling 30 Yakobus Peter Meko

Asst Afdeling 31 Bernat Panjaitan

S

DAFTAR INVENTARISASI MASALAH (DIM) ESTATE BUM 7

NO. URAIAN MASALAH PENYELESAIANBATAS PENANGGUNG JAWAB INSTRUKSI DIREKSI

1. Piringan Semak (kacangan melilit tanaman): Afd.31 Blok W 67-75, Blok X 67-75, Blok V 71-75, Afd.28 Blok V 60-70. Rabu, 20 Mei 2015 Samuel Damanik Piringan segera dibersihkan.

2. Penyemprotan lalang: Afd.28 Blok V 64-70. Rabu, 20 Mei 2015 Samuel Damanik Segera dilakukan penyemprotan lalang.

3. Tanaman Karet agar ditumbang Afd 28 Blok V 64-70 Rabu, 20 Mei 2015 Samuel Damanik Tanaman segera ditumbang.

4. Buat Parit: Afd.28 Blok V 68-70 Jumat, 15 Mei 2015 Samuel Damanik Penggalian parit sedang dilaksanakan.

5. Tanaman sawit menguning di Afd. 28 Blok V 68-69 Jumat, 15 Mei 2015 Samuel Damanik Segera dirawat dan diberi pupuk.

6. Areal hutan + 0,25 Ha di Afd. 28 Blok V 70 (kuburan) Jumat, 15 Mei 2015 Samuel Damanik Segera di LC dan ditanami kelapa sawit.

7. Sisip sulam Afd 28 Blok V 64-70 (1 bukit ada yang gundul) Rabu, 20 Mei 2015 Samuel Damanik Segera ditanam

8. Jembatan Putus Afd. 31 MR W/X 67 Rabu, 20 Mei 2015 Samuel Damanik Segera dibangun

9. ’'BERKOMITMEN'' Berjanji dapat mencapai Target sesuai RKT Tahun 2015 dan dapat memenuhi Kekurangan Tenaga Kerja Real Time = 0 (Nol) EM, ASKEP, KTU, ASISTEN AFD 28-31 Laksanakan target-target KPI. 10. SMS yang diterima Bapak Preskom: “Piringan semak tertutup gulma. Tanaman tidak terawat, banyak yang sudah mati. Dari bukit sampai ke

rendahan di Afd. 30 Blok W 60-63, Blok X 63, Afd. 31 Blok W 67-69”. Senin, 18 Mei 2015

MED, MHRD, Suseno,

Samuel Damanik Diminta MED, MHRD membuat laporan.

11. SMS yang diterima Bapak Preskom: “Buah busuk banyak ditemui di pokok lebih banyak yang busuk dari yang dipanen”. Senin, 18 Mei 2015 MED, MHRD, Suseno, Samuel Damanik Diminta MED, MHRD membuat laporan. 12. SMS yang diterima Bapak Preskom: “Kehilangan buah ber-truk-truk hampir setiap malam. Ada Indikasi kerja sama antara orang dalam

dengan pencuri”. Senin, 18 Mei 2015

MED, MHRD, Suseno,

Samuel Damanik Diminta MED, MHRD membuat laporan.

PROFIL

Bum

Estate BUM 7

Target lC 135,77 hektare

Estate BUM 7 sebagai estate tertua milik PT. Bangkitgiat Usaha Mandiri memiliki target produksi 27.945 ton/tahun atau 69,8 ton/hari. Estate BUM 7 juga

mempunyai target Land Clearing (LC) 135,77 Ha.

Hingga April 2015 Produksi Estate BUM 7 mencapai 10,50% dari target produksi sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.

Untuk memenuhi target produksi segenap jajaran manajemen Estate BUM 7 berkomitmen: “Berjanji memenuhi target produksi dan target land clearing sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.”

Presiden Komisaris sedang meninjau pembangunan infrastruktur jalan, parit, dan jembatan di Afdeling 28 Estate BUM 7.

(15)

15

S

DAFTAR INVENTARISASI MASALAH (DIM) ESTATE BUM 8

Estate BUM 8 memiliki target produksi 2.182 ton/tahun atau 7,3 ton/hari. Estate BUM 8 juga mempunyai target Land Clearing (LC) 1.758,12 Ha. Hingga April 2015 Produksi Estate BUM 8 mencapai 20,34% dari target produksi sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.

Untuk memenuhi target produksi segenap jajaran manajemen Estate BUM 8 berkomitmen: “Berjanji memenuhi target produksi dan target land clearing sesuai Rencana Kerja Tahun (RKT) 2015.”

NO. URAIAN MASALAH PENYELESAIANBATAS PENANGGUNG JAWAB INSTRUKSI DIREKSI

1. Tanaman Sisip Sulam: Afd.32 Blok A.34-35 Senin, 18 Mei 2015 Beres Silaban Segera lakukan sisip sulam.

2. Tambahan barak: Afd.33= 2 kopel (10 pintu) Real Time = 0 (Nol) Beres Silaban, Yohanes,Yenti JKO Barak tambahan segera dibangun

3. Tapak Perumahan Estate Real Time = 0 (Nol) Beres Silaban Buat pengajuan pembangunan estate.

4. LC Percepatan GRTT & pegelolaan pada lahan 2385 Real Time = 0 (Nol) Beres Silaban Lakukan percepatan GRTT

5. LC.Masih ada di temui kayu besar yg belum ditumbang tetapi sudah ditanam kelapa sawit.kayu agar segera ditumbang Jumat, 15 Mei 2015 Beres Silaban Kayu yang masih tegak segera ditumbang

6. Blok B35-37.C35-38, Areal TM di-claim masyarakat, agar dilaporkan kepihak Berwajib/Polisi. Real Time = 0 (Nol) Beres Silaban & Direksi Segera buat laporan ke pihak berwajib.

7. Sejalan dengan pelaporan kepihak berwajib maka tanaman yg mati agar segera disisip Minggu, 31 Mei 2015 Beres Silaban Tanaman yang mati segera disisip.

8. ''BERKOMITMEN'' Berjanji dapat mencapai Target sesuai RKT Tahun 2015 dan dapat memenuhi Kekurangan Tenaga Kerja Real Time = 0 (Nol) EM, ASKEP, KTU, ASISTEN AFD 32-35 Laksanakan target-target KPI.

MANAJEMEN ESTATE BUM 8

Estate MANAGER Beres Silaban

ASKEP

-KTU Estate (Acting) Alfredo Fredy Yonas Sihombing

Asst Traksi

-Asst Afdeling 32 Edward Sianturi

Asst Afdeling 33 Erekson Abel

Asst Afdeling 34

-Asst Afdeling 35

-PROFIL

Bum

Estate BUM 8

lahan Inclup Segera Diselesaikan,

Kejar Sisipan

Presiden Komisaris memberikan arahan kepada EM BUM 8 agar segera menuntaskan sisip sulam di areal TBM di Afdeling 32 dan segera tuntaskan GRTT di BUM 8.

(16)

16

PROFIL

Bum

S

DAFTAR INVENTARISASI MASALAH (DIM) PMKS

NO. URAIAN MASALAH PENYELESAIANBATAS PENANGGUNG JAWAB INSTRUKSI DIREKSI

1. Pengangkutan Janjang kosong dari PMKS Real Time = 0 (Nol) Semua pemangku jabatan kebun dan

PMKS PT BUM

Estate segera mengangkut Jankos-2 dan diaplikasikan ke seluruh afdeling dan lahan kritis sesuai SOP (60 ton/ha/thn= 500 kg/ pokok/thn)

2. Elektro Motor IDF Rusak, PKS tidak beroperasi Minggu, 10 Mei 2015 MILL Manager/ Log. Manager PMKS Beroperasi mulai Senin, 11 Mei 2015

3. Pengadaan 3 unit Genset 30 KVA 31 Mei 2015

MILL Manager/ Log. Manager/Askep PMKS/Ka Sarpra di site

Hari Sabtu, 16 Mei 2015 genset sudah tiba di site dan harus segera dipasang: 1 unit untuk kantor PKS, 1 unit untuk emplasment PKS, dan 1 unit untuk mess direksi/GM

4. Alat Berat EXC 09 (PT BUM) 1 unit rusak 22 Mei 2015 MILL Manager/ Log. Manager Manager Logistik segera mengadakan spare part

5. Menempatkan barang-barang dan peralatan sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Tidak dibenarkan menempatkan secara sembarangan. 22 Mei 2015 MILL Manager Supaya indah dan rapi, bersih, teratur.

6. Membersihkan parit, perbaikan jalan, dan membenahi kantor PMKS sesuai dengan fungsinya sebagai kantor. 22 Mei 2015 MILL Manager Bersih, lancar, dan nyaman.

MANAJEMEN PMKS Mill Manager Antoni Nainggolan Deputi Mill

Askep Maintenance Mursid Makaminan Askep Proses Jannen Pasaribu Asisten Mechanical Evriady Asisten Electrical -Asisten Proses Shift 1 Paeran Asisten Proses Shift 2 Agus Suherman Asisten Laboratorium Marakim Hasibuan Kepala Tata Usaha (KTU)

-PMKS

Butuh 3 unit genset

(17)

17

eDuKASI

PT Bum gelar

management Trainee

PT BUM senantiasa berusaha meningkatkan kualitas

SDM agar menjadi tenaga andal, manajemen PT BUM

berkomitmen memprioritaskan program pendidikan

dan pelatihan (

training center

-TC) untuk perbaikan

keterampilan (

capacity building

) dan membangun

kerja sama tim.

S

alah satu langkah PT BUM mengundang sejumlah

perguruan tinggi untuk mengirimkan mahasiswa dalam program magang ataupun penelitian. Juga menerima fresh graduate untuk program management trainee. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan dimulai pada 7 Mei yang lalu, bertempat di SD Sawitan.

A d apun tujuan TC agar memiliki aset profesional di bidang perkebunan kelapa sawit, kata Manajer HRD PT BUM Faisal.

TC antara lain memberikan sarana belajar dan mengajar bagi para tenaga kerja untuk meningkatkan kualitas, wawasan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Perkembangan yang pesat informasi dan teknologi dalam sektor perkebunan kelapa sawit khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam kaitan dengan kinerja karyawan, PT BUM akan memberikan reward dan punishment, ataupun penghargaan bagi yang berprestasi untuk peningkatan jenjang karir dan kesejahteraan bagi karyawan.

Adapun para pengajar adalah Monang Pangaribuan dan Kiswoto mata pelajaran pembibitan. Untuk land

clearing dan penanaman Beres Silaban dan Depman

Barimbing, pemeliharaan TBM (Jinton Tampubolon, dan

Suasana pelatihan MT di SD Sawitan.

Manajer HRD PT BUM Faisal ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Management Trainee pada 7 Mei lalu. Samuel Damanik), pemeliharaan TM panen (Monang Pangaribuan, Mardi dan Sunaryo). Kemudian mata pelajaran traksi oleh Tatar Sihombing,

sarana dan prasarana (sarpra) oleh Tukino dan Johanes, dan administrasi kebun oleh Hero Kimberly dan Parluhutan Hutagaol. l

(18)

18

BuPATI BeRI DuKungAn BAgI

InVeSToR KARYAWAn &

mASYARAKAT

Presiden Jokowi telah menekankan

agar para investor lokal terus

didukung sehingga penguatan

ekonomi lokal akan menjadi

penopang ekonomi nasional.

Dengan demikian para TKI nanti

dapat kembali ke Indonesia karena

lapangan kerja kian terbuka.

H

ari itu, Rabu (4/3), cuaca cerah menghiasi langit di atas area pabrik kelapa sawit (PKS) PT Bangkitgiat Usaha Mandiri (BUM) di desa Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng). Sepanjang minggu itu masih musim penghujan. sehingga cuaca cerah menambah ceria suasana perkebunan. Beberapa unit truk hilir mudik melewati pos satpam menuju PKS mengantarkan tandan buah sawit (TBS) yang diunduh para pemanen untuk ditimbang dan diolah menjadi CPO.

Tak jauh dari pos satpam, kesibukan beberapa karyawan pria dan wanita mewarnai suasana. Mereka mempersiapkan acara yang ditunggu-tunggu, yakni kunjungan Bupati Kotim Supian Hadi dan Wakil Bupati M. Taufiq Mukri beserta jajarannya di perkebunan PT BUM untuk memberi dukungan dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para investor, para karyawan serta masyarakat di wilayah pemerintahannya. Jajaran Direksi dan Presiden Komisaris serta para manajer perkebunan menanti di depan aula PT BUM untuk menyambut kehadiran Bupati Kotim dan rombongan,

termasuk Pimpinan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD).

Tepat pukul 09.30 WIB,

rombongan Bupati Kotim tiba di lokasi, disambut hangat jajaran pimpinan PT BUM antara lain Ir Nurdin Tampubolon (Presiden Komisaris), Dimpos Giarto Valentino (Direktur Utama), Randy Monthonaro (Direktur Operasional) dan para manajer. Pagi itu Bupati Kotim meresmikan aula perkebunan ditandai dengan pengguntingan pita.

Dalam kesempatan tersebut Bupati menegaskan pemerintah memberikan dukungan dan kepastian mendapatkan rasa aman terhadap seluruh perkebunan di Kotim. Seluruh karyawan juga terlindungi hak-haknya dan seluruh masyarakat di sekitar perkebunan harus merasa nyaman. Presiden Jokowi telah menekankan agar para investor lokal terus didukung sehingga penguatan ekonomi lokal akan menjadi penopang ekonomi nasional. Dengan demikian para TKI nanti dapat kembali ke Indonesia karena lapangan kerja kian terbuka.

Di PT BUM saat ini terus membuka lapangan kerja dan membutuhkan sekitar 2.000 tenaga kerja lagi untuk menambah 4.000 lebih

karyawan yang telah ada saat ini. “Saya ucapkan selamat kepada pak Nurdin Tampubolon, selaku Presiden Komisaris PT BUM dan anggota DPR RI karena terpilih menjadi Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura,” kata Bupati mengawali sambutannya.

“Kami bangga bisa bersilahturahmi ke sini. Kalau sebelumnya ada peristiwa kerusuhan di areal perkebunan ini, saya yakin peristiwa kemarin untuk kebaikan bagi keluarga besar PT BUM dan bisa menjadi sebuah pengalaman kita khususnya bagi jajaran manajemen dalam rangka menjalankan PT BUM lebih baik lagi.

“Selanjutnya, saya berpesan kepada jajaran manajemen agar yang lalu biarlah berlalu, hukum biar berproses, dan bekerjalah kembali lebih semangat. Saya juga yakin PT BUM tidak berkeinginan untuk menyakiti orang. Saya kenal dengan Presiden Komisarisnya. Beliau orang yang bijak, orang yang mentaati aturan hukum dan beliau juga sangat dermawan, terutama bagi pemerintahan daerah dan juga masyarakat Kotawaringin Timur,” tambah Supian Hadi.

LIPUTAN

KhuSuS

Presiden Komisaris PT BUM Ir. Nurdin Tampubolon (berbaju batik) diapit Bupati H. Supian Hadi dan Wakil Bupati HM. Taufiq Mukri bersama pejabat Pemkab Kota Waringin Timur dan Jajaran Direksi PT BUM saat melakukan kunjungan kerja ke PKS PT BUM di Kecamatan Antang Kalang.

(19)

19

Nurdin Tampubolon selaku

Presiden Komisaris PT BUM juga mengapresiasi kinerja Bupati Supiah Hadi dan jajarannya. Termasuk langkah Bupati dalam menggerakkan Muspika, yaitu kapolres, komandan kodim dan jajarannya untuk langsung turun ke lapangan ke tempat kejadian. “Kami yakin dengan kepemimpinan pak Bupati, Kotawaringin Timur akan semakin maju. Dan itu sudah kita lihat hasil kerja pak Bupati saat ini. Kami percaya juga, dengan kehadiran pak Bupati, para karyawan PT BUM semangatnya semakin tinggi. Jadi tidak perlu lagi ada yang dikhawatirkan dan kita dapat bekerja dengan baik. Kita bekerja dengan sungguh-sungguh, sehingga pekerjaan kita ke depan akan lebih baik lagi. Semoga kunjungan pak Bupati membawa berkah kepada seluruh karyawan kami, kepada perusahaan dan juga kepada Kotawaringin Timur serta bangsa dan negara,” ucap Nurdin Tampubolon yang sekaligus juga memberikan semangat kepada Supian Hadi untuk berjuang kembali menuju periode ke dua masa jabatannya sebagai bupati.

Program Kebun Sehati Mandiri

Bupati Supian Hadi kembali

mencetuskan program CSR yang disebut sebagai Program Sehati Mandiri. Program ini akan menggandeng seluruh perkebunan di Kotim. Bentuknya seperti plasma, tetapi sifatnya mandiri. Perjanjiannya lebih bagus dibanding program pola plasma yang sudah ada. Diharapkan tiap perkebunan di Kota Waringin Timur bisa sinergi dengan pemerintah daerah terkait program Kebun Sehati Mandiri ini, karena untuk kepentingan masyarakat sekitar perkebunan.

Setelah bersilaturahmi, acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah kristiani dan Hindu di areal lahan yang disumbangkan oleh PT BUM.

Sejumlah kegiatan Bupati Kabupaten Kota Waringin Timur H. Supian Hadi dan Manajemen PT BUM: Peletakan batu utama pembangunan rumah ibadah Umat Kristen dan Balai Basarah, Jamuan makan bersama dengan masyarakat Antang Kalang yang dilanjutkan peresmian Situs Budaya Tulali di Kecamatan Antang Kalang.

Situs Budaya Tulali di Kecamatan Antang Kalang akan menjadi salah satu objek wisata Kabupaten Kota Waringin Timur.

Rumah Ibadah Dibangun

Berdampingan

Di lahan yang dulu dipergunakan untuk kegiatan MTQ, kini berdiri megah sebuah mesjid yang dipersembahkan bagi masyarakat Kotim. Ini merupakan bukti dari janji yang pernah disampaikan Bupati Kotim Supian Hadi untuk mendirikan rumah ibadah bagi umat Muslim beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, Bupati juga bertekad membangun rumah ibadah berdampingan di areal yang sama. Untuk itu, Bupati Supian Hadi, Wakil Bupati M Taufiq Mukri, Ir Nurdin Tampubolon (anggota DPR RI) sekaligus pemilik perkebunan sawit PT BUM serta Dirut PT BUM Dimpos Giarto Valentino Tampubolon yang menghibahkan lahannya bagi pembangunan rumah-rumah ibadah tersebut, turut melakukan prosesi peletakan batu pertama bagi pembangunan gereja dan Balai Basarah di lahan seluas 5 hektar tersebut.

Kotim harus menjadi contoh bahwa masyarakatnya dengan berbagai latar belakang agama dan suku, dapat bersatu. Salah satunya melalui keberadaan rumah-rumah ibadah yang berdampingan. Di seluruh Kalimantan Tengah, hal ini hanya ditemukan di Kotawaringin Timur, ucap Bupati yang disambut tepuk tangan para hadirin. l

(20)

20

CARA meRAWAT

KeBun KelAPA SAWIT

P

emupukan kelapa sawit tidak bisa dilakukan sembarangan atau terus-menerus setiap hari diberi pupuk. Waktu pemupukan kelapa sawit biasanya dilakukan ketika curah hujannya kecil dan tidak boleh ketika sedang musim hujan.

Pupuk yang baik sebaiknya dapat

memperbaiki kemasaman tanah dan merangsang perakaran. Sehingga proses pemupukan kelapa sawit bisa berjalan dengan baik. Dengan kata lain dalam pemupukan kelapa sawit juga harus diperhatikan prosedurnya untuk hasil yang maksimal.

Pemupukan kelapa sawit sebaiknya dilakukan 2 – 3 kali dalam setahun tergantung pada kondisi lahan, jumlah pupuk, dan umur atau kondisi tanaman. Khusus untuk pemupukan kelapa sawit pada tanah berpasir atau lahan gambut dianjurkan untuk dilakukan pemupukan kelapa sawit yang lebih banyak. Pemupukan kelapa sawit yang banyak mungkin baik bagi tanaman sawit, tetapi perlu dipikirkan dari sisi ekonomisnya juga.

TIPS

Sekali pun kelapa sawit termasuk

tanaman keras, pohon sawit tetap

memerlukan perawatan dan

pemupukan. Perawatan di sini

adalah membersihkan ‘piringan’ pada

tanaman kelapa sawit agar buah dalam

tandan tidak terganggu hama. Piringan

merupakan bulatan di sekeliling

tanaman sawit yang tidak boleh

ditumbuhi rumput. Tujuannya dibuat

piringan, supaya tanaman kelapa sawit

tetap tumbuh subur dan berbuah

lebat, diperlukan pemupukan.

(21)

21

Metode dan Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Prosedur pemupukan kelapa sawit mungkin sudah tidak asing lagi, tetapi terkadang meskipun sudah berkebun kelapa sawit dan sudah

melakukan pemupukan kelapa sawit masih saja ada kelapa sawit yang tidak tumbuh dengan baik. Atau sering kali mengalami gagal panen dikarenakan buah kelapa sawit yang kurang maksimal, apalagi bagi yang belum mengetahui prosedur pemupukan kelapa sawit ini.

Pemupukan kelapa sawit merupakan salah satu proses yang sangat penting untuk mempertahankan produksi buah kelapa sawit. Pohon kelapa sawit ini berbuah sekitar dua minggu sekali, atau dengan kata lain pemilik

kebun kelapa sawit akan panen kelapa sawit setiap dua minggu sekali. Namun, setiap periode dua minggu tersebut bukan tidak mungkin buah yang dihasilkan tidak sama. Terkadang dua minggu pertama panen besar, tetapi selang dua minggu ke empat agak menurun. Hal ini bisa saja disebabkan dari prosedur pemupukan kelapa sawit yang belum maksimal.

Selain perawatan membersihkan piringan pada tanaman sawit, membersihkan rumput dibawah batang berjarak satu meter disekelilingnya, melakukan dodos tandan, tentu saja pemupukan kelapa sawit tidak boleh ditinggalkan.

Beberapa metode memberikan dosis untuk pemupukan kelapa sawit:

1

Pemupukan boleh dilakukan dengan menggunakan metode atau sistem tebar dan

sistem benam. Petani kelapa sawit harus memperhatikan metode mana yang cocok untuk kebun kelapa sawitnya. Jika tidak menerapkan metode yang tepat, kemungkinan panen yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan.

2

Apabila menggunakan sistem tebar, sebaiknya pupuk ditebarkan di pinggir piringan antara jarak 0,5 meter pada tanaman muda kelapa sawit, sedangkan untuk tanaman kelapa sawit yang sudah tua atau dewasa, pemupukan kelapa sawit diberikan pada jarak antara 1 – 2,4 meter.

3

Pada sistem benam (pocket), pemupukan kelapa sawit diberikan pada 4 sampai

dengan 6 lubang pada piringan di sekeliling pohon kelapa sawit. Lalu lubang ditutup lagi supaya pupuk meresap. Sistem benam cenderung digunakan pada areal yang relatif rendah. Sedangkan pada areal gambut atau pasir mudah mengalami erosi.

4

Metode pemupukan kelapa sawit bisa dilakukan dengan cara-cara manual atau

modern.

5

Cara pemupukan kelapa sawit manual dengan menggunakan tenaga manusia dan

satu persatu. Sedangkan cara pemupukan kelapa sawit modern menggunakan pesawat terbang atau bisa juga menggunakan traktor. Selama ini pemupukan kelapa sawit secara manual adalah yang paling umum dilaksanakan karena lebih murah dan lebih teliti.

6

Pemupukan kelapa sawit biasanya dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni saat awal musim dan akhir musim penghujan.

7

Apabila pemupukan kelapa sawit menggunakan NPK 15-15-15, dosis perpohonnya

sebanyak 4 kg ditambah DSP 1 kg perpohon.

8

Penggunaan kompos untuk tandan sawit, sedangkan bahan organik berguna untuk lahan yang kurang kandungan organiknya. l

(22)

22

APlIKASI

JAnKoS

Janjang kosong  (Jankos) merupakan sisa buah tandan

sawit yang sudah tidak terpakai yang bisa dijadikan bahan

pupuk organik. Jankos yang sudah menjadi pupuk organik

mengandung sejumlah hara terutama Kalium (K).

V

olume 1 (satu) ton janjang kosong segar mengandung hara yang setara dengan sekitar 5 kg Urea, 1 kg TSP, 16 kg MOP, dan 4 kg Kieserit. Janjang kosong melapuk relatif lambat (8 bulan), hara N dan P yang terkandung didalamnya bersifat slow-release (lambat tersedia bagi tanaman).

Pada tanah berpasir janjang kosong bermanfaat sebagai bahan mulching. Di sini aplikasi janjang kosong secara rutin dapat menaikkan produksi TBS, terutama di daerah dengan iklim yang mempunyai beberapa bulan kering. Efek kenaikan produksi terutama disebabkan karena bertambahnya daya menyimpan air dari tanah yang di-mulching dengan janjang kosong. Sedangkan, pada daerah lereng, janjang kosong bermanfaat untuk mencegah dan mengurangi erosi.

Aplikasi Janjang Kosong

Prioritas aplikasi janjang kosong adalah pada tanaman menghasilkan (TM) dan pada tanaman belum menghasilkan (TBM) di daerah lereng dan tanah berpasir yang dilakukan dalam satu program pemupukan yang menyeluruh.

Sebaiknya pemberian janjang kosong dalam blok yang sama dilakukan rutin selama beberapa tahun berturut-turut. Dan blok-blok yang akan diaplikasi janjang kosong harus disurvei lebih dahulu kelayakannya.

Persyaratannya adalah sebagai berikut :

1. TBM dan TM yang terletak dalam radius 6 km dari PKS. 2. Tanah mineral, sebaiknya bertekstur ringan (berpasir). 3. Bukan daerah rendahan, drainase harus baik.

4. Sarana jalan dan jembatan berfungsi baik.

5. Sebaiknya tidak ada parit yang mengelilingi blok, supaya traktor dapat masuk ke dalam blok dari beberapa tempat. 6. Di dalam areal tidak banyak batang-batang melintang.

Dosis Aplikasi Janjang Kosong

Janjang kosong yang diaplikasi adalah janjang kosong segar yang diangkut langsung dari PPKS dan segera diecer (diaplikasi). Sedangkan Janjang kosong yang sudah lama menumpuk di lapangan sebelum diecer (lebih dari 1 minggu), akan kehilangan banyak hara terutama Kalium (hilang tercuci), jadi manfaatnya sebagai bahan pupuk akan jauh berkurang. l

(23)

23

“Selamat atas terbitnya Buletin TIPBE, mudah-mudahan

menjadi bacaan yang dapat memicu pencapaian kinerja

dan KPI yang telah ditetapkan tahun 2015 dan

kedepannya.” -

Manerep Pasaribu

-“Sudah lama dinantikan terbitnya Buletin PT BUM, akhirnya

diterbitkan juga. Harapannya, buletin ini bisa memacu

semangat kerja dan produktivitas karyawan.”

-

Tarsan Marianus Sihotang

-“Selamat telah diterbitkannya Buletin TIPBE edisi pertama.

Semoga menjadi perekat komunikasi dan meningkatkan

produksi.” -

Tulus SP Tampubolon

-“Selamat untuk launching-nya Buletin TIPBE yang pertama.

Sukses selalu.” -

Marcell Tambunan

-“Selamat telah terbitnya Buletin PT BUM, semoga kedepannya

semakin sukses.” -

Anna Tampubolon

-Telah bergabung dengan PT. BUM:

1. Kalbar Pasaribu SP (GM Regional I sejak 15 Mei 2015)

2. Ir. Petrus Ginting MM (Senior Manager Regional II sejak 18 Mei 2015)

3. Ir. Kohler Tampubolon (GM Regional II sejak 1 Juni 2015)

INFO DARI

JAKARTA

Permudah urusan Anda

dengan melengkapi KRU!

Jika Anda kesulitan mengisi

KRU,

hubungi: 0818628042

(Bapak Dame)

Apakah Anda

sudah mengisi

Kartu Riwayat Unit

(KRU)?

Segenap Karyawan PT BUM

JKO - Jakarta, mengucapkan:

Selamat Atas Terbitnya Buletin BUM

(24)

24

Kamis 14 Mei 2015 merupakan hari libur Kenaikan Isa Almasih. Tapi semua karyawan

perkebunan PT BUM (kecuali ada yang berhalangan) harus pergi ke kantor. Ada lemburan kerja?

Bukan. Kamis itu merupakan hari gajian bagi mereka. “Tak apalah, hari libur kita masuk,” tutur

Edward, salah seorang asisten manajer di salah satu estate.

D

ari kantor pusat ada sejumlah manajer dan staf kantor pusat PT BUM mengawal langsung pembagian gaji tersebut. Misalnya Manajer HRD Faisal, Manajer GA Sahat Sipahutar dan ibu Herminto Manajer Estate. Bahkan ibu Herminto sempat pula membantu menghitung gaji per karyawan. Jadi bisa dibayangkan menghitung gaji dari sekian ribu orang. Tapi yang mengherankan, mereka menghitung sambil bersendagurau, bukannya serius tanpa suara.

Tidak heran bila ada sejumlah karyawan yang datang pada pukul 07.00 WIB baru menerima gaji siang hari. “Lha, smsnya bilang jam tujuh, ya datang jam tujuh,” tutur seorang satpam di BUM 1.

Di sini nampak seorang kerani, ibu-ibu, menggendong tas punggung dan membopong tas plastik. Berisi uang gaji tentu. Dia mbonceng motor menuju titik tempat pengggajian.

Di sekretariat BUM 2, pak Faisal ‘nongkrong’ sejak siang hingga malam hari. Dia mengecek satu per satu karyawan penerima gaji. Dari sini dia langsung ‘turun’ ke Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, untuk terbang ke Jakarta, Jumat, pada pukul 06.50 WIB.

Kamis sore awan hitam menggelantung di kawasan BUM 2. Pelangi nan indah melengkung menghiasai angkasa estate ini. Hujan pun turun. Bisa dibayangkan ratusan karyawan pun berlarian

mencari tempat untuk berteduh. Tak ketinggalan anak-anak yang diajak orangtuanya. Pos satpam bundar berdiameter sekitar 3 meter, penuh manusia. Juga klinik dan emper-emper rumah karyawan. Kebetulan sekretariat BUM 2 berada di tengah komplek perumahan karyawan.

Untung karyawan yang diangkut dengan tiga unit truk CD, sudah datang sebelum hujan. Kalau tidak, pasti basah kuyup. Orang tua, laki-laki, perempuan, anak-anak berjubel di truk bak terbuka. Maklum truk angkut buah sawit maupun janjang kosong. Mereka bersorak ketika dipotret. Berbagai celoteh keluar dari bibir mereka. Inti inti komentar mereka ‘paling-paling hanya dipotret, enggak pernah lihat hasilnya.’

Ketika mereka datang, persiapan masih berlangsung. Memang, sekilas kasihan juga. Sudah datang dari jauh, tapi tidak bisa langsung ‘digaji’. Memang demikian, karena proses penghitungan pun memerlukan waktu lumayan lama. Jadi diperlukan tenggang rasa.

Ada satu hal yang mengundang rasa kasihan. Bagi karyawan yang kebetulan mendapat giliran panggilan awal, mereka terpaksa menunggu teman-temannya yang lain. Ternyata ada penumpang truk ini yang mendapat panggilan pada saat suasana sudah agak sepi. Artinya nomor-nomor akhir. Dan akhirnya mereka datang siang, pulang malam. Tentu

SenggAng

TATKAlA KARYAWAn

PeRKeBunAn gAJIAn

(25)

25

tidak mungkin karyawan yang mendapat giliran akhir ditinggal begitu saja.

Mungkin perlu dicari cara agar hal demikian bisa dihindari. Kasihan sobat-sobat kita ini. Banyak dari mereka yang membawa anak-anal yang masih kecil, bahkan ada yang sudah lanjuit usia.

Seorang ibu nampak berjalan kaki gontai menuntun anaknya. Nafas mereka tersengal-sengal. Selain harus

berpanas-panas, jaraknya lumayan jauh dan jalan berlapis tanah dan latrid (batu kerikil) itu turun naik. Bagi yang baru sekali menyaksikan pasti iba seraya mengelus dada. Tapi bagi yang sudah biasa, jalan kaki dengan sandal jepit bukan kendala, karena di ujung sana ada sesuatu yang menggoda.

Bukan hanya karyawan yang ceria. Penjual bakso, penjaja es doger pun gembira. Termasuk penjual pakaian, mainan anak-anak, kosmetik, keperluan dapur, bahkan barang-barang elektronik.

“Saya dari Sampit. Dua setengah jam dari sini,” tutur Rohmat yang tengah mendampingi istrinya, Yani; melayani pembeli.

Pasangan asli Wonosobo, Jawa Tengah ini sengaja ‘ngebut’ dari Sampit (ibu kota Kabupaten Kotawaringin Ti8mur), untuk mengais rejeki.

“Kami seminggu sekali ke sini. Ini kebetulan

pas gajian. Ya senanglah,” tambah Yani yang tengah melayani pembeli ikan asin.

Bukan hanya mereka yang datang dari pulau Jawa. “Itu juga dari Sunda,” kata Yani seraya menunjuk seseorang. Benar. Karena ‘warung berjalan’ ini menggunakan mobil bernomor polisi Z, alaias dari Tasikmalaya (Jawa Barat).

Ketika ditanya, apakah ada semacam ‘uang jago’ atau biaya pengamanan untuk preman, Yani maupun Rohmat mengatakan ‘tidak ada’. “Untuk Satpam juga enggak ada. Kalau di perkebunan lain ada,” tutur Yani tanpa mau menyebut nama perkebunan tersebut.

Kalau kebetulan datang pada saat gajian atau beberapa sesudahnya, mungkin tidak ada masalah. Kantong masih lumayan tebal. Tapi kalau sudah ‘tanggal tua’, misalnya ada yang utang?Yani menyebut boleh utang. “Wah, itu juga ada. Khususnya karyawan sekampung di Wonosobo sana. Ya gimana, ya, sama-sama merantau, jauh dari kampung halaman, kita harus saling tolong. Kalau bisa. Pokoknya kalau nyebut dari Wonosobo, meski saya tidak tahu persis nama desa di sana, pasti boleh ngutang. Istilahnya menunda pembayaran,” tuturnya sambil tertawa.

“Ikhlas?”

“Ya ikhlas, Pak. Namanya juga nolong orang lain,” tambahnya. l

1. Manajer Estate Departement PT BUM ibu Herminto (kanan) ikut menghitung uang gaji para karyawan di sekretariat BUM 1. Tampak juga Kepala TU BUM 1 Heru Kimberly (kiri atas), dan Manajer HRD Achmad Faisal (duduk di bawah).

2. Manajer HRD PT BUM, pak Achmad Faisal, langsung memberikan pelayanan kepada para karyawan. Misi utamanya memberikan motivasi agar para karyawan jujur dan giat bekerja demi perusahaan.

3. Seorang karyawan tengah berjalan gontai bersama anaknya untuk mengambil uang gaji di sekretariat BUM 2.

4. Yani, pedagang kebutuhan dapur, tengah melayani pembeli di pasar minggon BUM 2.

5. Penjual bakso ‘Satrio Edan’ memanfaatkan kesempatan gajian untuk mengais rejeki.

6.Karyawan memanfaatkan truk untuk mengangkut mereka menuju ke tempat pembagian gaji.

1 2 5 4 3 6

(26)

26

KATA

meReKA

Foto Ki-Ka: Depman Barimbing, Antoni Nainggolan, Monang H Pangaribuan, Beres Silaban

M

anajer bisa dikatakan sebagai pemegang

kekuasaan tertinggi dalam kegiatan manajemen. Mereka menentukan segala apa yang harus dicapai atau diselesaikan. Membuat segala sesuatunya tercapai sesuai dengan apa yang telah ditentukan sebelumnya. Secara singkat tugas manajer menentukan tujuan dan standar, memimpin penyelengaraan, mengamankan hasil sesuai dengan tujuan dan standar. Intinya fungsi-fungsi manajemen itu meliputi planning, organizing, actuating, and controlling (POAC).

Hal ini pasti dipahami betul oleh para manajer di perkebunan Sawit milik PT BUM, misalnya Manajer BUM III Depman Barimbing. Juga Manajer BUM VIII Beres Silaban, Manajer BUM II Monang H Pangaribuan maupun Manajer Pabrik Kelapa Sawit Antoni Nainggolan, ketika ditemui pengasuh buletin ini, awal Mei lalu.

Seorang manajer di perkebunan harus mampu bertindak sebagai pimpinan untuk membangun dan memperbaiki segala kekurangan yang ada di estate. “Semua perencanaan tidak lepas dari prosedur standar operasional yang telah ditentukan,” kata Barimbing.

Salah satu tugas yang dibebankan oleh direksi kepad Barimbing, yakni melakukan pembebasan lahan di beberapa afdeling.

Sementara itu Beres Silaban mengemukakan sebagai manajer estate, seperti halnya Depman Barimbing dan Monang H Pangaribuan; harus bekerja keras mengejar target kinerja yang sudah

ditetapkan. Sebut saja di lapangan masih berserak kayu yang belum ditebang, namun sudah ada tanaman sawit. Kayu-kayu ini harus segera ditebang.

Memang mereka masih bergelut dengan masalah yang dihadapi oleh estatenya. Demikian halnya dengan Monang H Pangaribuan. Seperti halnya di sejumlah estate, Monang masih sangat kekurangan tenaga kerja maupun alat kerja. Lahan kritis juga masih menjadi kendala.

Suatu perkebunan sawit belum tentu memiliki atau mengoperasikan pabrik kelapa sawit (PKS) atau pabrik minyak kelapa sawit (PMKS). Suatu pabrik kelapa sawit akan mendapatkan atau menghasilkan crude palm oil (CPO) dan kernel (biji kelapa sawit). Juga janjang kosong (Jankos) untuk pupuk.

Manajer PKS Antoni Nainggolan, mengemukakan ada juga perkebunan kelapa sawit yang tidak memiliki pabrik kelapa sawit dan hanya untuk mendapatkan tandan buah segar (TBS). “Hasilnya ini kemudian dijual ke PKS,” katanya.

Sebagai manajer PKS, dia memang harus mempersiapkan segala sesuatu berjalan lancar, mulai dari minyak solar, maupun gemuk sampai pada mesin-mesin produksi.

Apapun kendala yang mereka hadapi, para manajer yang telah melanglang di sejumlah perkebunan ini, telah berkomitmen untuk memenuhi target sesuai Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2015. Selamat bekerja pak Manajer. l

(27)

27

KIPRAh

nebus Dosa di Perkebunan Sawit

Siang itu kebetulan ‘pilot’ Sunardi tidak ‘menerbangkan pesawat’nya CD 58.

Sunardi ‘ditembak’ pak Silaban, manajer BUM VIII, untuk ‘memiloti pesawat’

Mitsubishi Strada, karena ‘pilot’ tetapnya minta ijin beberapa saat. Pak Silaban

bersama Sunardi pun ‘terbang’ ke ‘bandara’ SD Sawitan dengan ‘pesawat’ Strada.

Siang itu, pada pukul 13.30-16.45 WIB, pak Silaban,dijadwalkan mengajar di

kegiatan management trainee yang diselenggarakan oleh PT BUM kantor pusat.

S

ebatang rokok filter terjepit di jari tangan kanannya. Dia jongkok di bawah rimbunnya pohon sawit. Semilir angin sebenarnya enak untuk pengantar bobok-bobok siang. Rambutnya panjang di bagian belakang kepala. Bercelana jeans butut sebatas lutut, dia tengah menikmati aroma rokok.

Saat diajak ngobrol, sepertinya ada rasa enggan. Entah kenapa. Mungkin alasannya akan terkuak lewat cerita berikut ini.

“Saya semula menjadi pegawai harian pemanen sawit. Kemudian menjadi pengemudi CD (Colt Diesel) 58. Yaaa ... begitulah,” tutur pria 45 tahun asal Pasuruan (Jawa Timur) ini seraya mengepulkan asap rokok dari mulutnya. Dia duduk, tak jongkok lagi.

Kenapa sampai mengembara ke belantara perkebunan sawit? Nampak Sunardi agak enggan memberikan komentar. Kepalanya tertunduk. Sorot matanya tertuju pada puntung rokok yang baru saja dibuang. Dia mengambil sebiji brondol (buah sawit yang jatuh ke tanah) dan dilempar ke puntung rokok tersebut. Kena.

Seraya berdesah, akhirnya dia pun berkisah. “Emmmm ... Begini Mas. Orangtua saya itu miskin. Hanya buruh tani. Saya cuma lulus SD. Mau ke SMP enggak ada biaya. Akhirnya saya nganggur. Untung kemudian dapat kerjaan di bengkel

kampung,” katanya seraya menundukkan kepala. Suaranya agak gemetar. “Saya akui, dulu saya pernah jadi brandal. Uang hasil kerja di bengkel habis untuk beli minuman keras, mabok, judi. Pokoke gak karuanlah, Cak” katanya dengan dialek suroboyoan.

“Tapi Tuhan masih sayang sama saya. Saya sadar. Saya diajak teman ke BUM ini. Awalnya sebagai pemanen. Saya senang. Pernah dapat Rp 7 juta. Hebat, kan? Karena kalau rata-rata kerja gak sampai separo. Tapi kemudian saya jadi sopir. Waktu itu mandor yang minta, karena kebetulan gak ada sopir. Saya ikut saja. Kebetulan pernah kerja di bengkel, jadi gak begitu susah,” kilahnya.

Dia pun berpesan kepada teman-teman sesama ‘pilot’ agar bisa memperbaiki ‘pesawat’nya bila ada kerusakan kecil. “Sopir harus bisa. Ini pengalaman saya waktu bawa CD 17 sering rusak. Untung saya pernah kerja di bengkel. Kalau enggak, repot kalau mogok di tengah jalan. Di tengah kebun mau minta tolong sama siapa,” katanya sambil mengelus rambutnya.

Ketika ditanya, kenapa tidak mabok lagi waktu kerja di kebun, pria yang akan menjadi calon kakek ini beralasan kasihan kepada anak-anaknya.“Kalau saya masih brandal, artinya yang dimakan anak-anak dan istri saya hasil kerjaan haram. Makanya saya cari kerjaan yang halal-halal saja. Saya sadar setelah lahir anak terakhir. Nanti kalau cucu saya sudah lahir, bapaknya akan saya boyong ke sini. Boyong menantu. Tapi ibunya cucu biar tetap di kampung. Lha gimana, di Jawa gak ada kerjaan,” tutur bapak tiga anak yang istrinya ikut keluarga berencana (KB) dengan alat kontrasepsi implant ini.

“Nebus dosa, Pak,” katanya. Kali ini dia tersenyum lebar. “Pak, saya ini sekolahnya bodoh, tapi soal kerjaan saya berani bersaing,” tambahnya. Kali ini dengan tertawa lepas. Sayang suasana yang cair itu terganggu dengan datangnya hujan.

Kami dan beberapa orang segera berlarian ke emper sekolah. Berteduh. Sayup-sayup terdengar suara azan shalat Ashar. l

(28)

28

KONTRAK PEMBANGUNAN NT TOWER: Penandatanganan kerjasama antara PT BUM dengan PT Bina Karya Tbk (Persero) dalam rangka pembangunan NT Tower.

GALERI

FoTo

DISKUSI LAPANGAN: EM BUM 6 dan beberapa asistennya sedang berdiskusi dengan Presiden Komisaris dan Direktur Utama PT BUM terkait penerapan aplikasi Jankos di lahan kritis dan upaya tanam sisip sulam. Arealnya meliputi: Afdeling 24 Blok L60-L65, M60-M66; Afdeling 25 BLK N66-N68, O67-O71; Afdeling 26 BLK.P73-P76, Q64-Q76; Afdeling 27 BLK R73-R76, S73-S76 BLK T74-T75.

APLIKASI Jankos: Presiden Komisaris PT BUM sedang menerapkan aplikasi janjang kosong (Jankos) di salah satu lahan kritis di areal perkebunan BUM 2 Afdeling 08 Blok E-33.

Peresmian PT Bangkitgiat Usaha Mandiri: Presiden Komisaris PT BUM bersama dengan Wiranto (Ketua Umum Partai Hanura) saat meresmikan Pabrik Kelapa Sawit PT BUM di Tumbang Kalang, Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah, 3 Agustus 2014 lalu.

GEREJA: Jemaat Gereja Oikumene yang tengah melaksanakan ibadah minggu yang dipimpin oleh Pendeta Timosius B.NG STh.

DIJAMU MAKAN SIANG: Disela-sela kunjungan kerjanya ke kebun kelapa sawit, Presiden Komisaris dan Direktur Utama PT BUM dijamu makan siang di kediaman EM BUM 5 Jinton Tampubolon.

APEL PAGI: Bapak Tommy William wakil Direksi melakukan Apel Pagi di kantor Estate BUM 1 membahas pencurian TBS di Afdeling 03 Estate BUM 1. ARAHAN: Presiden Komisaris PT BUM sedang memberi arahan kepada pekerja perkebunan kelapa sawit yang sedang membersihkan ilalang di areal TM 1 Afdeling 24 BUM 6. Presiden Komisaris berpesan agar segera dilakukan penyemprotan ilalang.

(29)

29

JEMBATAN PUTUS: Presiden Komisaris memberikan arahan terhadap pelaksanaan perbaikan jembatan yang rubuh karena diterjang banjir di BUM 1 Afdeling 05 Blok E. CR 38-39.

ADU KUAT: Perseteruan Depman Barimbing (EM BUM 3) vs Beres Silaban (EM BUM 8) laksana adu jotos antara Manny Pacquiao vs Floyd Mayweather Jr di laga tinju dunia. Tentunya keduanya berseteru untuk hal positif yaitu menjadi Estate Manager Terbaik di PT BUM.

PRESENTASI KINERJA: Pimpinan BUM 2 sedang mempresentasikan kinerja sekaligus berkomitmen untuk meningkatkan kinerjanya. Mereka berkomitmen: “Berjanji dapat mencapai Target sesuai RKT Tahun 2015 dan dapat memenuhi Kekurangan Tenaga Kerja” KUNJUNGAN KERJA BANK MANDIRI: Direktur Utama PT BUM menerima kunjungan kerja dari Bank Mandiri, Senin, 25 Mei 2015, saat jajaran manajemen PT. BUM sedang Rapat Koordinasi yang biasa dilakukan tiap Senin dan Kamis.

JUMATAN: Suasana shalat Jumat di BUM 8. RAPAT KOORDINASI: Bapak Tommy William wakil Direksi melakukan rapat koordinasi di kantor PMKS PT BUM membahas temuan tidak adanya air masuk mengaliri emplasment di Afdeling 32 Estate BUM 8.

PEMINANGAN: Acara peminangan calon istri Direktur Operasional PT. BUM Randy Monthonaro di kediaman orang tua calon istri, Natalia Hasibuan, putri dari Bapak Otto Hasibuan.

Gambar

Foto Ki-Ka: Depman Barimbing, Antoni Nainggolan, Monang H Pangaribuan, Beres Silaban

Referensi

Dokumen terkait