• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hamid Muhammad, Ph.D Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Drs. Purwadi Sutanto, M.Si Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hamid Muhammad, Ph.D Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Drs. Purwadi Sutanto, M.Si Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

1

Diterbitkan oleh

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Jalan R.S. Fatmawati, Cipete, Jakarta 12410 Telepon : (021) 7694140, 75902679, Fax. 7696033 Pengarah

Hamid Muhammad, Ph.D

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Penanggung Jawab

Drs. Purwadi Sutanto, M.Si

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Koordinator Pengembang Modul

Dr. Eko Warisdiono

Kasubdit Kurikulum, Direktorat Pembinaan SMA Koordinator Pelaksana

Dra. Elia Ulfah

Kepala Seksi Pembelajaran, Subdit Kurikulum Direktorat Pembinaan SMA

Penulis Modul

FX. Sulis Bayu S., S.Pd (Guru SMA Regina Pacis Bogor) Drs. Iwan Suyawan, M.Pd (Guru SMAN 61 Jakarta) No. Telp :08129886486, e-mail : [email protected] Dra. Vipti R. Nugraheni, M.Ed (Guru SMAN 2 Wates) No. Telp : 08121590753, e-mail : [email protected] Editor

Drs. Zulfikri Annas, M.Ed. (Pusat Kurikulum dan Perbukuan) Dr. Hamka (Pusat Kurikulum dan Perbukuan)

Deni Hadiana, M.Si. (Pusat Penilaian Pendidikan) Sumarsono, S.Pd. (Guru SMAN 10 Bandung)

Layout

Tim Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan Kemendikbud

(2)

3 2

Kata Pengantar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2014 telahmengeluarkan kebijakan penataan implementasi Kurikulum 2013 melalui Permendikbud nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013. Berdasarkan kebijakan tersebut implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2014/2015 semester 2 sampai dengan tahun pelajaran 2018/2019.

Pada tahun pelajaran 2015/2016 jumlah SMA yang melaksanakan Kurikulum 2013 sebanyak 2.151 SMA yang tersebar di 34 provinsi dan 312 kabupaten/kota. Selanjutnya untuk tahun pelajaran 2016/2017, implementasi Kurikulum 2013 diperluas di seluruh kabupaten/ kota menjadi 3.212 SMA atau sekitar 25%. Penambahan jumlah SMA pelaksana Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 2.049 SMA.

Terhadap 2.049 SMA tersebut, pada tahun 2016 diberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan bagi guru SMA dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Pelatihan Kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap yaitu Pelatihan Instruktur Tingkat Nasional, Tingkat Provinsi, Tingkat Kabupaten/Kota, dan Pelatihan Guru Sasaran.

Berkaitan dengan hal tersebut telah disiapkan perangkat pendukung pelatihan Kurikulum 2013 dalam bentuk modul pelatihan implementasi Kurikulum 2013 tahun 2016 SMA untuk 31 mata pelajaran dan panduan teknis pengelolaan pelatihan Kurikulum 2013. Seluruh perangkat tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman secara teknis tentang kebijakan dan substansi Kurikulum 2013, meningkatkan kompetensi pelaksana Kurikulum 2013, dan meningkatkan kompetensi guru mata pelajaran dalam melaksanakan proses pembelajaran dan penilaian di sekolah.

Kami sampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan naskah modul pelatihan implementasi Kurikulum 2013. Disadari bahwa naskah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saran dan masukan sangat diperlukan untuk penyempurnaan naskah pendukung pembelajaran Kurikulum 2013.

Besar harapan kami semoga naskah modul ini dapat berguna dan membantu guru matapelajaran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui Kurikulum 2013.

Jakarta, Maret 2016 DirekturPembinaan SMA,

Drs. Purwadi Sutanto, M.Si NIP. 19610404 198503 1 003

(3)

5 4

Daftar Isi

Materi Pokok Pelatihan Implementasi

Kurikulum SMA

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Struktur Program 4

Alur Penyajian Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2016 5

Jadwal Kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 V Tahun 2016 6

Modul Pelatihan

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

A. Rasional 13

B.Bahan Bacaan 15

C.Tujuan 15

D. Hasil yang Dicapai 15

Modul 1

Analisis Kompetensi, Pembelajaran, dan Penilaian

Fokus Modul 17

Unit 1 : Analisis Dokumen : Skl, Ki-Kd, Silabus, Dan Pedoman Mapel 18

Unit 2 : Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran 19

Unit 3 : Analisis Penerapan Model Pembelajaran 19

Unit 4 : Analisis Penilaian Hasil Belajar 19

Unit 1

Analisis SKL, KI-KD, Silabus, dan Pedoman Mata Pelajaran IPA

A. Uraian Singkat Materi 27

B.Penugasan 33

C.Refleksi 33

Unit 2

Analisis Materi dalam Buku Teks Pelajaran

A. Uraian Singkat Materi 35

B.Penugasan 39

C. Refleksi 40

Unit 3

Analisis Model-Model Pembelajaran

A. Uraian Singkat Materi 43

B.Penugasan 53

C. Refleksi 53

Unit 4

Analisis Penilaian Hasil Belajar

A. Tujuan 57

B. Uraian Materi 65

C.Tahapan dan Kegiatan Sesi Pelatihan 64

Modul 2

Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

A. Uraian Materi 67

B.Fokus Modul 73

C.Penugasan 73

D. Refleksi 73

Modul 3

Praktik Pembelajaran dan Penilaian

A. Uraian Materi 77

B.Fokus Modul 78

C.Penugasan 78

D. Refleksi 79

Modul 4

Praktik Pengolahan dan Pelaporan Hasil Belajar

A. Uraian Materi 81

B.Fokus Modul 89

C.Penugasan 89

(4)

7 6

Alur Kegiatan Dan Penyajian Materi

Pelatihan Implementasi Kurikulum SMA

Tahun 2016

Tes Awal Penguatan Literasi dalam Pembelajaran Penyelenggaraan Pelatihan dan Pendampingan Berbasis Sekolah Review Hasil Praktik Praktik Pengolahan dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar Tes Akhir Penutupan: Review dan Evaluasi Pelatihan Praktik Pembelajaran dan Penilaian Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Analisis Penilaian Hasil Belajar Analisis Dokumen: SKL, KI-KD, Silabus dan Pedoman Mapel

Peran Keluarga dalam Pembelajaran Siswa Kompetensi, Materi, Pembelajaran dan Penilaian Analisis Materi dalam Buku Teks

Pelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran Pembelajaran Aktif Pembukaan Gerakan PenumbuhanBudi Pekerti dan

Sekolah Aman

Kebijakan dan Dinamika Perkembangan

Kurikulum

ALUR PENYAJIAN MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM

2013 SMA TAHUN 2016

Struktur Program

Pelatihan Implementasi Kurikulum SMA

Tahun 2016

No Materi Jam @ 45’ Narasumber/Instruktur

A. Materi Umum (16 Jam)

1 Pembelajaran Aktif 2 Instruktur

2 Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti dan Sekolah Aman 3 Instruktur 3 Kebijakan dan Dinamika Perkembangan Kurikulum 2 Instruktur 4 Penguatan Literasi dalam Pembelajaran 2 Instruktur 5 Peran Keluarga dalam Pembelajaran Siswa 2 Instruktur 6 Penyelenggaraan Pelatihan dan Pendampingan Berbasis

Sekolah 2 Instruktur

B. Materi Pokok (32 Jam)

1 Kompetensi, Materi, Pembelajaran, dan Penilaian 3 Instruktur 2 Analisis Kompetensi, Pembelajaran, dan Penilaian

a. Analisis Dokumen : SKL, KI-KD, Silabus, dan Pedoman

Mapel 3 Instruktur

b. Analisis Materi dalam Buku Teks Pelajaran 3 Instruktur c. Analisis Penerapan Model Pembelajaran 3 Instruktur d. Analisis Penilaian Hasil Belajar 3 Instruktur 3 Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 6 Instruktur 4 Praktik Pembelajaran dan Penilaian

a. Praktik Pembelajaran dan Penilaian 8 Instruktur

b. Review Hasil Praktik 2 Instruktur

5 Praktik Pengolahan dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar 4 Instruktur C. Materi Penunjang (4 Jam)

1 Tes Awal 1 Panitia

2 Pembukaan : Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidikan 1 Pejabat Struktural

3 Tes Akhir 1 Panitia

4 Penutupan : Review dan Evaluasi Pelatihan 1 Koord. Instruktur

(5)

9 8

9 16.15-17.00 Penguatan Literasi Dalam Pembelajaran

10 17.00-17.45 Penyelenggaraan Pelatihan Dan Pendampingan Berbasis Sekolah 17.45-19.30 Istirahat

11 19.30-20.15 Penyelenggaraan Pelatihan Dan Pendampingan Berbasis Sekolah 12 20.15-21.00 Analisis Dokumen : Skl, Ki-Kd, Silabus, Dan Pedoman Mapel 13 21.00-21.45 Analisis Dokumen : Skl, Ki-Kd, Silabus, Dan Pedoman Mapel Hari Ketiga

No. Waktu Materi

1 08.00-08.45 Analisis Dokumen : Skl, Ki-Kd, Silabus, Dan Pedoman Mapel 2 08.45-09.30 Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran

3 09.30-10.15 Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran 10.15-10.30 Istirahat

4 10.30-11.15 Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran 5 11.15-12.00 Analisis Penerapan Model Pembelajaran

12.00-13.30 Istirahat

6 13.30-14.15 Analisis Penerapan Model Pembelajaran 7 14.15-15.00 Analisis Penerapan Model Pembelajaran

15.00-15.30 Istirahat

8 15.30-16.15 Analisis Penilaian Hasil Belajar 9 16.15-17.00 Analisis Penilaian Hasil Belajar 10 17.00-17.45 Analisis Penilaian Hasil Belajar

17.45-19.30 Istirahat

11 19.30-20.15 Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) 12 20.15-21.00 Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) 13 21.00-21.45 Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) Hari Keempat

No. Waktu Materi

1 08.00-08.45 Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) 2 08.45-09.30 Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) 3 09.30-10.15 Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp)

10.15-10.30 Istirahat

4 10.30-11.15 Praktik Pembelajaran Dan Penilaian

Jadwal Kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum SMA

Tahun 2016

(5 Hari : 52 Jam @ 45 Menit)

Hari Pertama

No. Waktu Materi

1 08.00-08.45 2 08.45-09.30 3 09.30-10.15 10.15-10.30 4 10.30-11.15 Registrasi 5 11.15-12.00 Registrasi 12.00-13.30 Istirahat 6 13.30-14.15 Tes Awal 7 14.15-15.00 Pembukaan

8 15.00-15.45 Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti Dan Sekolah Aman 9 15.45-16.30 Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti Dan Sekolah Aman 10 16.30-17.15 Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti Dan Sekolah Aman

17.15-19.30 Istirahat

11 19.30-20.15 Kebijakan Dan Dinamika Perkembangan Kurikulum 12 20.15-21.00 Kebijakan Dan Dinamika Perkembangan Kurikulum Hari Kedua

No. Waktu Materi

1 08.00-08.45 Pembelajaran Aktif 2 08.45-09.30 Pembelajaran Aktif

3 09.30-10.15 Kompetensi, Materi, Pembelajaran, Dan Penilaian 10.15-10.30 Istirahat

4 10.30-11.15 Kompetensi, Materi, Pembelajaran, Dan Penilaian 5 11.15-12.00 Kompetensi, Materi, Pembelajaran, Dan Penilaian

12.00-13.30 Istirahat

6 13.30-14.15 Peran Keluarga Dalam Pembelajaran Siswa 7 14.15-15.00 Peran Keluarga Dalam Pembelajaran Siswa

15.00-15.30 Istirahat

(6)

11 10

5 11.15-12.00 Praktik Pembelajaran Dan Penilaian 12.00-13.30 Istirahat

6 13.30-14.15 Praktik Pembelajaran Dan Penilaian 7 14.15-15.00 Praktik Pembelajaran Dan Penilaian

15.00-15.30 Istirahat

8 15.30-16.15 Praktik Pembelajaran Dan Penilaian 9 16.15-17.00 Praktik Pembelajaran Dan Penilaian 10 17.00-17.45 Praktik Pembelajaran Dan Penilaian

17.45-19.30 Istirahat

11 19.30-20.15 Praktik Pembelajaran Dan Penilaian 12 20.15-21.00 Review Hasil Praktik

13 21.00-21.45 Review Hasil Praktik Hari Kelima

No. Waktu Materi

1 08.00-08.45 Praktik Pengolahan Dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar 2 08.45-09.30 Praktik Pengolahan Dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar 3 09.30-10.15 Praktik Pengolahan Dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar

10.15-10.30 Istirahat

4 10.30-11.15 Praktik Pengolahan Dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar 5 11.15-12.00 Tes Akhir

(7)

12

13 Modul Pelatihan: Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti

Pendahuluan

Selamat bertemu pada

Modul

Pelatihan Guru Pendidikan

Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kurikulum 2013. Modul ini terdiri

atas 4 (empat) seri modul yang

disusun sedemikian rupa sesuai

dengan kebutuhan guru dalam

melaksanakan Kurikulum 2013

sesuai dengan konsep dan

pelaksanaannya. Masing-masing

modul terdiri atas uraian singkat

materi, fokus modul, penugasan,

dan refleksi.

Modul-modul tersebut adalah;

1. Modul 1: Analisis Kompetensi, Pembelajaran, dan Penilaian 2. Modul 2: Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 3. Modul 3: Praktek Pembelajaran dan Penilaian

(8)

15 14

Modul Pelatihan: Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Modul Pelatihan: Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti

Rasional

Kurikulum 2013 mengalami beberapa perkembangan dan perbaikan sejak digulirkannya pada tahun 2013. Perbaikan kurikulum tersebut berlandaskan pada landasan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Pelaksanaan perbaikannya juga atas dasar masukan dari berbagai lapisan publik (masyarakat sipil, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia persekolahan) terhadap ide, dokumen, dan implementasi kurikulum yang diperoleh melalui monitoring dan evaluasi dari berbagai media. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi serta masukan publik tersebut, terdapat beberapa masukan umum, antara lain adanya pemahaman yang kurang tepat oleh masyarakat yang diakibatkan oleh format penyajian dan nomenklatur dalam Kurikulum 2013: (1) Kompetensi Dasar (KD) pada Kompetensi Inti 1 (KI-1) dan KD pada KI-2 yang dianggap kurang logis dikaitkan dengan karakteristik mata pelaajaran; (2) terindikasi adanya inkonsistensi antara KD dalam silabus dan buku teks (baik lingkup materi maupun urutannya); (3) belum ada pernyataan eksplisit dalam dokumen kurikulum tentang perlunya peserta didik lebih melek teknologi; (4) format penilaian dianggap terlalu rumit dan perlu penyederhanaan; (5) penegasan kembali pengertian pembelajaran saintifik yang bukan satu-satunya pendekatan dalam proses pembelajaran di kelas; (6) penyelerasan dan perbaikan teknis buku teks pelajaran agar mudah dipelajari oleh peserta didik.

Secara umum, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan agar selaras antara ide, desain, dokumen, dan pelaksanaannya. Secara khusus, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan menyelaraskan KI-KD, silabus, pedoman mata pelajaran, pembelajaran, penilaian, dan buku teks.

Perbaikan tersebut di atas dilaksanakan berdasarkan prinsip perbaikan kurikulum sebagai berikut.

1. Keselarasan (Alignment)

Antara dokumen KI-KD, Silabus, Pedoman Mata Pelajaran, Buku Peks Pelajaran, Pembelajaran, dan Penilaian Hasil Belajar harus selaras dari aspek kompetensi dan lingkup materi.

2. Mudah Dipelajari (Learnable)

Lingkup Kompetensi dan Materi yang dirumuskan dalam KD mudah dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis dan aspek pedagogis.

3. Mudah Diajarkan (Teachable)

Lingkup Kompetensi dan Materi yang dirumuskan pada KD mudah diajarkan oleh guru sesuai dengan gaya belajar peserta didik, karakteristik mata pelajaran, karakteristik kompetensi, dan sumber belajar yang ada di lingkungan.

4. Terukur (Measurable)

Kompetensi dan materi yang diajarkan terukur melalui indikator yang mudah dirumuskan dan layak dilaksanakan.

5. Bermakna untuk Dipelajari (Worth to be learnt)

Kompetensi dan materi yang diajarkan mempunyai kebermaknaan bagi peserta didik sebagai bekal kehidupan.

Memperhatikan perekembangan perbaikan Kurikulum di atas, maka diperlukan beberapa contoh praktis yang dibutuhkan guru untuk dapat mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan tepat yang berkaitan dengan pembelajaran dan penilaian, serta unsur penunjang lainnya,

Untuk membantu guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 tersebut, maka Direktorat Pembinaan SMA menyusun Modul Pelatihan Guru yang berisi petunjuk atau panduan, contoh praktis untuk setiap mata pelajaran serta uraian tugas yang harus dikerjakan oleh peserta Peta modul tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 1. Peta Modul

(9)

17 16

Modul Pelatihan: Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Modul Pelatihan: Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti

Bahan Bacaan

Anda diwajibkan untuk membaca Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang berkaitan dengan Kurikulum 2013 beserta lampiran-lampirannya.

Selain itu Anda diwajibkan menguasai naskah-naskah yang diterbitkan Direktorat PSMA antara lain: 1. Hand Out Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti 2. Panduan Penyusunan RPP

3. Silabus Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

4. Pedoman Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti 5. Model-Model Pembelajaran

6. Panduan Muatan Lokal 7. Panduan Penilaian

Tujuan

Modul Pelatihan ini bertujuan untuk:

1. Mengembangkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dan penilaian dalam pembelajaran pendidikan agama katolik dan budi pekerti berdasarkan tuntutan kurikulum 2013.

2. Mengembangkan keterampilan guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013.

3. Meningkatkan praktik pembelajaran pendidikan agama katolik dan budi pekertidi kelas.

Hasil Yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah:

1. Meningkatnya kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dan penilaian mata pelajaran pendidikan agama katolik dan budi pekerti berdasarkan tuntutan kurikulum 2013.

2. Meningkatnya keterampilan guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013.

3. Meningkatnya ketrampilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di atas. Agar penggunaan modul ini dapat mencapai keberhasilan dengan baik, terlebih dahulu baca dan ikutilah beberapa petunjuk ini. Pertama, persiapkan alat tulis dan kertas untuk mengerjakan tugas-tugas. Kedua, waktu Anda untuk mengerjakan keseluruhan modul ini adalah 32 (tigapuluh dua) jam pelajaran, @45 (empat puluh lima) menit. Dengan demikian gunakanlah dengan waktu dengan sebaik mungkin. Ketiga, kerjakanlah semua latihan dan tugas dengan kreatif dan inovatif serta diskusikan dengan teman guru atau anggota kelompok. Terakhir, aktif bertanya dan mempertanyakan tentang hal-hal yang belum dipahami dari modul ini.

Selamat mengikuti pelatihan! pelatihan. Modul tersebut disusun dalam 4 (empat) seri modul yang saling terkait dengan harapan

dapat membantu Anda dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.

Kompetensi yang diharapkan dimiliki peserta setelah mengikuti pelatihan ini adalah sebagai berikut:

Gambar 2. Peta Kompetensi

B.

C.

(10)

18

Modul Pelatihan: Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti

19 Modul 1: Analisis Kompetensi, Pembelajaran, Dan Penilaian

Fokus Modul

Fokus modul ini adalah analisis

kompetensi, SKL, KI-KD, dan Silabus

yang dimulai dari pengembangan

indikator, pengembangan materi

pembelajaran termasuk integrasi

muatan lokal dan aktualisasi

mata pelajaran dalam kegiatan

kepramukaan, serta pembelajaran dan

penilaian terkait dengan mata pelajaran

Pendidikan Agama Katolik dan Budi

Pekerti.

Modul ini terdiri atas 4 (empat) unit modul yang masing-masing membahas materi yang saling berkaitan satu sama lain, terdiri atas:

1. Unit 1: Analisis Dokumen : SKL, KI-KD, Silabus, dan Pedoman Mapel Bagian ini membahas tentang analisis keterkaitan SKL, KI-KD, dan Silabus kaitannya dengan penentuan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dan materi pokok sebagai bahan pembelajaran dan penilaian dalam rangka pencapaian Kompetensi Dasar (KD). Unit 1 ini merupakan uraian awal untuk membahas unit-unit berikutnya.

2. Unit 2: Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran

Membahas tentang langkah-langkah penjabaran materi pembelajaran berdasarkan hasil analisis dalam Unit 1, sehingga Anda dapat menganalisis merancang materi pembelajaran sesuai dengan materi pokok (dalam KD). Selain itu dalam bagian ini dibahas tentang bagaimana Anda dapat mengembangkan materi yang berkaitan dengan muatan lokal, materi yang dapat diaktualisasikan dalam kegiatan kepramukaan, serta materi-materi

(11)

21 20

Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran Modul 1: Analisis Kompetensi, Pembelajaran, Dan Penilaian

yang dapat mendorong peserta didik untuk memiliki keterampilan tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

3. Dalam unit ini juga dibahas tentang analisis materi dalam buku teks, sehingga Anda dapat memilih atau memilah materi-materi mana yang merupakan amteri esensial, materi untuk pengayaan, atau materi yang berkaitan dengan muatan lokal atau HOTS (jika ada).

Hasil analisis materi tersebut menjadi acuan dalam penyusunan bahan ajar. Bahan ajar yang telah disusun merupakan lampiran RPP.

4. Unit 3: Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Membahas tentang karakteristik dan prinsip pembelajaran Kurikulum 2013 serta penerapannya dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu dibahas juga tentang pemilihan model yang cocok dengan karakteristik KD atau materi pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik atau kondisi kelas, serta contoh kegiatan pembelajarannya.

5. Unit 4: Analisis Penilaian Hasil Belajar

Bagian ini membahas tentang proses penilaian mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan analisis hasil belajar peserta didik. Analisis hasil belajar peserta didik pada bagian ini bertujuan untuk memperbaiki kompetensi peserta didik dalam suatu pembelajaran, sehingga guru dapat

menyusun program remedial atau pengayaan serta perbaikan proses pembelajaran berikutnya.

Pada setiap unit juga diberikan contoh yang memungkinkan Anda dapat menganalisis dan menerapakan hasil analisis tersebut dalam menyusun rencana dan pelaksanaan pembelajaran. Untuk lebih memahami materi dalam modul ini, pada akhir setiap unit Anda dianjurkan untuk mengerjakan tugas dan memberikan tanggapan atau refleksi tentang pemahaman dan pengalaman yang diperoleh dalam setiap kegiatan.

(12)

23 22

Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran

(13)

25 24

Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran

(14)

26

Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran

27 KOMPETENSI INTI-KOMPETENSI DASAR (KI-KD), SILABUS, DAN PEDOMAN MATA

PELAJARAN

Uraian Singkat Materi

1. Keterkaitan antara SKL, KI-KD, Pembelajaran, dan Silabus

Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi Dasar. Kompetensi Inti mencakup: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam mencapai Standar Kompetensi Lulusan.

Kompetensi Dasar adalah kemampuan untuk mencapai Kompetensi Inti yang harus diperoleh peserta didik melalui pembelajaran. Dalam setiap rumusan KD terdapat unsur kemampuan berpikir dan bertindak yang dinyatakan dalam kata kerja dan materi.

Contoh KD dari KI 1, 2, 3, 4:

KD Kompetensi/Kata kerja Materi

1.4 Bersyukur Karunia suara hati untuk bertindak secara benar dan tepat

2.4 Berdisiplin Sikap terhadap suara hati dan dapat bertindak secara benar dan tepat

3.4 Memahami

Peran dan fungsi, pengalaman bertindak, factor penghambat, cara membina, pandangan kitab suci dan ajaran Gereja tentang suara hati, sehingga dapat bertindak secara benar dan tepat.

4.4 Melakukan Melakukan aktivitas (misalnya menuliskan refleksi/puisi/doa) tentang suara hati untuk dapat bertindak secara benar dan tepat.

Standar kompetensi lulusan adalah muara utama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada jenjang tertentu. Sedangkan kompetensi inti adalah pijakan pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu. Penjabaran kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran tersaji dalam rumusan kompetensi dasar.

(15)

29 28

Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran

pengetahuan tersebut. Proses pengambilan keputusan itulah yang menjadi tahapan kritis sekaligus sentral dalam pembelajaran agama katolik. Tahapan proses pendekatan kateketis adalah;

a. Menampilkan fakta dan pengalaman manusiawi yang membuka pemikiran atau yang dapat menjadi umpan.

b. Menggumuli fakta dan pengalaman manusiawi secara mendalam dan meluas dalam terang Kitab Suci.

c. Merumuskan nilai-nilai baru yang ditemukan dalam proses refleksi sehingga terdorong untuk menerapkan dan mengintegrasikan dalam hidup.

Untuk melakukan analisis kompetensi dan mengembangkan IPK disarankan agar Anda

memperhatikan karakteristik mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti tersebut di atas, serta mempelajari Pedoman Mata Pelajaran dan Silabus Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti terbaru.

Gambar dibawah ini menggambarkan rangkaian kegiatan dalam analisis kompetensi untuk menjabarkan IPK dan materi dari suatu KD, baik untuk KD-KI 3 maupun KD-KI 4.

Gambar 4. Rangkaian Kegiatan Analisis Kompetensi

Analisis kompetensi dan pengembangan IPK dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut: a. Kutip pasangan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan mata pelajaran yang diampu,

Contoh untuk Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas X;

1.4 Bersyukur kepada Allah atas karunia suara hati untuk bertindak secara benar dan tepat.

2.4 Disiplin terhadap suara hati dan dapat bertindak secara benar dan tepat.

3.4 Memahami Peran dan fungsi suara hati, sehingga dapat bertindak secara benar dan tepat.

4.4 Melakukan aktivitas (misalnya menuliskan refleksi/ puisi/ doa) tentang suara hati untuk dapat bertindak secara benar dan tepat.

Pencapaian kompetensi lulusan, kompetensi inti, dan kompetensi dasar melalui proses pembelajaran dan penilaian diilustrasikan dalam skema gambar 1.

a. Kompetensi inti (KI-3 dan KI-4) memberikan arah tingkat kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal yang harus dicapai peserta didik.

b. Kompetensi dasar dari KI-3 adalah dasar pengembangan materi pembelajaran, sedangkan kompetensi dasar dari KI-4 mengarahkan keterampilan dan pengalaman belajar yang perlu dilakukan peserta didik. Dari sinilah pendidik dapat mengembangkan proses belajar dan cara penilaian yang diperlukan melalui pembelajaran langsung. c. Dari proses belajar dan pengalaman belajar, peserta didik akan

memperoleh pembelajaran tidak langsung berupa pengembangan sikap sosial dan spiritual yang relevan dengan berpedoman pada kompetensi dasar dari KI-2 dan KI-1.

d. Rangkaian dari KI-KD sampai dengan penilaian tertuang dalam silabus, kecuali untuk tujuan pembelajaran, tidak diwajibkan dicantumkan baik dalam RPP maupun dalam Silabus.

Gambar 3.Keterkaitan antara SKL, KI-KD, Pembelajaran dan Silabus

2. Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dan Materi

Pembelajaran

Pengembangan indikator dan materi pembelajaran merupakan 2 (dua) kemampuan yang harus dikuasai seorang guru sebelum mengembangkan RPP dan melaksanakan pembelajaran. Pemahaman guru terhadap keterkaitan SKL, KI dan KD dapat membantu guru

dalam mengembangkan IPK.

Selain pendekatan saintifik, kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti menggunakan pendekatan kateketis sebagai ciri pembelajarannya. Pendekatan kateketis berorientasi pada pengetahuan yang tidak lepas dari pengalaman, yakni pengetahuan yang menyentuh pengalaman hidup peserta didik. Pengetahuan diproses melalui refleksi pengalaman hidup, selanjutnya diinternalisasikan sebagai pembentuk karakter peserta didik. Pengetahuan iman tidak akan mengembangkan diri peserta didik, jika ia tidak mengambil keputusan terhadap

(16)

31 30

Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran

Tabel 2. Jenjang HOTS

Jenjang HOTS

Kemampuan Kata Kerja

Analisis Mengelompokkan dalam bagian-bagian penting dari sebuah sumber informasi/ benda yang diamati/ fenomena sosial-alam-budaya

• mediferensiasi kelompok informasi • memilih informasi berdasarkan kelompok • menentukan fokus penting suatu

informasi Menentukan keterkaitan antar

komponen

• mengorganisasi keterkaitan antar kelompok /menyusun

• menemukan koherensi antar kelompok • membuat struktur (baru) untuk kelompok

informasi Menemukan pikiran pokok/

bias/ nilai penulis atau pemberi informasi

• memberi label untuk kelompok yang dikembangkan

• menemukan bias penulis/pemberi informasi

Evaluasi Menentukan kesesuaian antara masalah, uraian dan kesimpulan/ proporsi suatu bentuk/ proporsi suatu penyajian darama-tari

• mencek kesinambungan • mendeteksi unsur yang sama • memonitoring kegiatan • mentes/menguji Menentukan kesesuaian metoda/

prosedur/ teknik/ rumus/ prinsip dengan masalah

• mengeritik kelebihan dan kelemahan informasi atau bagiannya

• memberikan penilaian berdasarkan kriteria

Mencipta Mengembangkan hipotesis • mengembangkan Merencanakan penelitian/ proyek/

kegiatan/ciptaan

• merencanakan • mendesain mengembangkan produk baru • menghasilkan

• mekonstruksi • merekonstruksi

HOTS digunakan dalam rumusan kompetensi dalam SKL dan Standar Isi. Di SMA, kompetensi yang tercantum dianalisis dan evaluasi sebagai kemampuan minimal HOTS. Dalam RPP, guru dapat mengembangkan HOTS yang terdapat pada setiap KD sampai tingkat tertinggi yaitu mencipta.

Dalam menganalisis KD, terutama dalam memecahkan suatu rumusan aspek

kompetensi KD, guru dapat menggunakan kemampuan yang tercantum pada kolom 2 tabel di atas, dan kata kerja yang terdapat pada kolom kanan untuk merumuskan IPK. Contoh:

Membuat analisis tentang suara hati dalam Gaudium Et Spes artikel 16. Peserta didik diharapkan dapat menemukan makna suara hati sesuai dengan pandangan Gereja. b. Pisahkan kemampuan berpikir yang dinyatakan dengan kata kerja dengan materi, seperti

pada Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Pemisahan Kemampuan Berpikir dengan Materi

Kompetensi Kata Kerja Materi

Mensyukuri Bersyukur Karunia Suara Hati Disiplin Mentaati Suara Hati Memahami 1. Menjelaskan 2. Menceritakan 3. Menjelaskan 4. Menyebutkan 5. Merumuskan 6. Menafsirkan

1. Arti dan makna suara hati.

2. Pengalaman bertindak berdasarkan suara hati. 3. Pandangan Gereja tentang Suara Hati (GS, art. 16). 4. Faktor-faktor penyebab tumpulnya suara hati. 5. Cara-cara untuk membina suara hati.

6. Pesan Kitab Suci (Rom 2: 14 - 16) yang berhubungan dengan suara hati

c. Perhatikan kemampuan berpikir yang terdapat dalam kata kerja pada KD-KI 3 maupun KD-KD 4, ada kemungkinan kemampuan berpikir tersebut tersebut membutuhkan kemampuan berpikir awal sebagai prasyarat yang harus dikusai peserta didik sebelumnya, baik yang di SMA maupun di SMP.

Sebagai contoh, untuk KD 3.4 Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di atas, sebelum memahami peran dan fungsi suara hati, peserta didik harus menggali dan menceritakan pengalaman bertindak berdasarkan suara hatinya. Kata kerja tersebut menjadi penanda untuk tercapainya kata kerja yang pertama (bersyukur).

Selain itu perlu diperhatikan juga apakah kemampuan berpikir tersebut merupakan kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills (LOTS)) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills (HOTS)). Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah kemampuan kognitif (berpikir) tingkat tinggi yang dalam taksonomi tujuan pendidikan ranah kognitif terdiri atas kemampuan analisis, evaluasi, dan mencipta. Setiap jenjang HOTS memiliki kemampuan yang berbeda sebagaimana yang tercantum dalam tabel berikut.

(17)

33 32

Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran

Penugasan

Coba Anda kutip pasangan KD-KI 3 dan KD-KI 4, dan analisis dengan menggunakan contoh seperti di atas. Kerjakan berpasangan bersama rekan Anda!

Refleksi

1. PESERTA

a. Menyampaikan keberhasilan berupa perubahan pola pikir dalam memahami dan menganalisis keterkaitan antara SKL, KI-KD, materi, pembelajaran, dan Silabus.

b. Menyampaikan kelemahan yang ditemukan dari aktivitas pada modul ini sehingga masih ada yang belum dipahami atau membingungkan. c. Menyampaikan tindak lanjut yang akan dilakukan untuk menerapkan

hasil yang diperoleh dari modul dalam mengembangkan IPK dan menerapkannya dalam merancang kegiatan pembelajaran.

2. INSTRUKTUR

a. Menyampaikan keberhasilan peserta sesuai pengamatan selama kegiatan.

b. Menyampaikan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam mengembangkan IPK dan menerapkannya dalam merancang kegiatan pembelajaran. d. Untuk selanjutnya, dari uraian materi (dalam KD) terdapat beberapa istilah atau materi

dasar (esensial) yang harus dipahami dan dikuasai oleh peserta didik, yaitu yaitu arti, fungsi, peran, factor penghambat, cara pembinaan, pandangan Kitab Suci dan ajaran Gereja tentang suara hati.

e. Dari kedua penjelasan diatas, dapat dibuat tabel seperti pada Tabel 2 berikut. Tabel 3. Tahapan Kemampuan Berpikir dan Materi

Kompetensi Kata Kerja Materi

Mensyukuri Bersyukur Karunia Suara Hati Disiplin Mentaati Suara Hati Memahami 1. Menjelaskan 2. Menceritakan 3. Menjelaskan 4. Menyebutkan 5. Merumuskan 6. Menafsirkan

1. Arti dan makna suara hati.

2. Pengalaman bertindak berdasarkan suara hati. 3. Pandangan Gereja tentang Suara Hati (GS, art. 16). 4. Faktor-faktor penyebab tumpulnya suara hati. 5. Cara-cara untuk membina suara hati.

6. Pesan Kitab Suci (Rom 2: 14 - 16) yang berhubungan dengan suara hati.

Dari Tabel 3 diatas dapat disusun IPK sebagai berikut. IPK untuk KD 3.1 adalah:

IPK untuk KD 1.4 adalah; Bersyukur atas karunia suara hati. IPK untuk KD 2.4 adalah

2.4.1. Peserta didik membiasakan diri untuk mendengarkan suara hatinya.

2.4.2. Peserta didik melibatkan suara hatinya dalam proses pengambilan keputusan. IPK untuk KD 3.4 adalah ;

3.4.1. Menjelaskan arti dan makna suara hati .

3.4.2. Menceritakan pengalaman bertindak berdasarkan suara hati. 3.4.3. Menjelaskan pandangan Gereja tentang Suara Hati (GS, art. 16). 3.4.4. Menyebutkan faktor-faktor penyebab tumpulnya suara hati. 3.4.5. Merumuskan cara-cara untuk membina suara hati.

3.4.6. Menafsirkan pesan Kitab Suci (Rom 2: 14 - 16) yang berhubungan dengan suara hati. IPK untuk KD 4.4 adalah

4.4.1. Menuliskan refleksi yang mengungkapkan niat untuk melakukan segala sesuatu menuruti suara hatinya.

4.4.2. Membuat doa mohomn kekuatan agar selalu bertindak sesuai dengan suara hati.

B.

C.

(18)

34

Unit 1 Analisis Dokumen : Standar Kompetensi Lulusan (skl), Kompetensi Kompetensi Inti-kompetensi Dasar (ki-kd), Silabus, Dan Pedoman Mata Pelajaran

35 Unit 2: Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran

Uraian Singkat Materi

1. Pengembangan Materi Pembelajaran

Setelah merinci aspek kemampuan berpikir pada KD-3 dan KD-4, maka Anda harus mengembangkan materi pokok yang terurai dalam IPK yang telah ditentukan pada Unit 1. Contoh :

Berdasarkan IPK yang dijabarkan dari KD 3.4. pada Unit 1, dapat diidentifikasi materi pokok sebagai berikut.

a. Menjelaskan arti dan makna suara hati.

b. Menceritakan pengalaman bertindak berdasarkan suara hati. c. Menjelaskan pandangan Gereja tentang Suara Hati (GS, art. 16). d. Menyebutkan faktor-faktor penyebab tumpulnya suara hati. e. Merumuskan cara-cara untuk membina suara hati.

f. Menafsirkan pesan Kitab Suci (Rom 2: 14 - 16) yang berhubungan dengan suara hati.

Pengembangan materi pembelajaran secara rinci disesuaikan dengan karakterististik kompetensi atau kemampuan berpikir yang diharapkan dikuasai peserta didik. Oleh sebab itu, maka guru perlu memperhatikan “bahan dasar” atau kompetensi awal sebagai tahapan berpikir yang telah dipelajari peserta didik sebelumnya, baik di SMA maupun di SMP.

Selain itu dalam menetukan materi pembelajaran Anda harap memperhatikan konten materi mana yang berupa pengetahuan tentang fakta, konsep, prosedur, dan metakognitif.

Contoh:

Fakta Suara hati itu selalu menyerukan kepadanya untuk mencintai dan melaksanakan apa yang baik, dan menghindari apa yang jahat (GS art. 16).

Konsep Suara hati ialah inti manusia yang paling rahasia, sanggar suci; di situ ia seorang diri bersama Allah, yang pesan-Nya menggema dalam hatinya.

Prosedur • Suara hati memberikan pertimbangan baik atau buruk sebelum tindakan dibuat. • Suara hati tetap berperan ketika perbuatan itu sedang dilakukan.

• Sesudah tindakan dibuat, suara hati memberikan pujian jika perbuatan itu baik dan memberikan teguran jika perbuatan itu buruk.

Meta Kognitif

Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kemurnian suara hati:

• Maksud yang lurus (recta intentio): ia konsisten dengan apa yang direncanakan, tanpa dibelokkan ke kiri atau ke kanan.

• Pengaturan emosi (ordinario affectum): ia tidak menentukan keputusan secara emosional.

• Pemurnian hati (purification cordis): tidak ada kepentingan pribadi atau maksud-maksud tertentu di balik keputusan yang diambil.

(19)

37 36

Unit 2: Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran Unit 2: Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran

Kompetensi Dasar dari KI 3 dan KD-KI 4 dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran secara langsung. Dari KD-KI 3 dijabarkan materi sebagai bahan pembelajaran yang memerlukan sumber belajar, baik berupa buku teks, buku lain yang relevan, internet, atau alam. Untuk memahami materi tersebut ada kemungkinan peserta didik memerlukan alat/media, sehingga guru harus memperhatikan hal ini agar pembelajaran dapat berjalan sebagaimana mestinya. Khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan PPKn materi pembelajaran langsung dijabarkan juga dari KD-KI 1 dan KD-KI 2. Untuk selanjutnya kompetensi pengetahuan yang diperoleh dari KD-KI 3 diterapkan untuk mencapai kompetensi keterampilan dalam KD-KI 4. Sumber belajar dapat berupa media cetak (buku, modul, majalah, koran, dll), media elektronik (tv, radio, internet, dll), tempat, atau alam. Menentukan sumber belajar disesuaikan dengan kompetensi dasar atau materi pembelajaran.

Sebagai contoh untuk KD 3.4 dan KD 4.4 di atas, sumber belajar utamanya adalah buku teks Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk kelas X yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2015 ditambah dengan buku lain yang relevan, misalnya lihat sumber belajar pada buku guru. Buku sumber ini juga disesuaikan dengan buku yang menjadi refrensi guru atau yang tersedia di perpustakaan sekolah.

Alat belajar harus disesuaikan dengan materi pembelajaran dan sumber belajar yang digunakan, misal pada kegiatan pembelajaran untuk KD tersebut Anda dapat menggunakan lembar peraga, slide show, atau lembar kerja.

3. Analisis materi dalam buku teks pelajaran (dan buku sumber lain

yang relevan)

Analisis materi dalam buku teks dan atau buku/sumber lain dapat digambarkan sebagai bagan berikut.

Gambar 6. Proses Analisis Buku Teks

Materi yang tertuang didalam buku teks atau buku pegangan guru merupakan materi contoh berdasarkan kompetensi yang telah ditentukan. Anda dapat membuat atau memberikan contoh serupa yang tidak sama dengan buku, tetapi masih mengacu kepada tuntutan kompetensi tertentu dan disesuaikan dengan karakteristik materi pembelajaran.

Anda disarankan untuk menganalisis materi dalam buku teks terkait dengan materi reguler atau materi esensial, materi untuk remedial, dan materi untuk pengayaan, serta mengidentifikasi materi yang memuat pemgetahuan tentang fakta, konsep, prosedur, dan metakognitif seperti yang telah diuraikan sebelumnya.

Selain itu Anda juga disarankan untuk mengidentifikasi materi yang berkaitan dengan muatan lokal/ lingkungan, serta materi yang dapat diaktualisasikan dalam kegiatan kepramukaan.

Pengembangan materi juga perlu memperhatikan buku teks wajib dan sumber lain, sehingga guru dapat menjabarkan materi-materi yang merupakan materi esensial (dasar) yang harus dikuasai peserta didik dan materi pengembangan atau materi terapan sebagai bahan pengayaan untuk menambah wawasan. Selain itu, jika memungkinkan guru dapat mengembangkan materi yang berkaitan dengan muatan lokal baik materi kekinian/lingkungan, materi interdisipliner, atau materi transdisipliner, atau materi yang dapat diaktualisasikan dalam kegiatan kepramukaan.

Materi hasil pengembangan yang merupakan bahan ajar (tulis atau berbasis TIK) akan menjadi lampiran di RPP.

Contoh materi dan kegiatan pembelajaran yang dapat dikembangkan terkait suara hati.

NO Kompetensi Dasar Materi

1

2 3

Bersyukur kepada Allah atas karunia suara hati untuk bertindak secara benar dan tepat.

Disiplin terhadap suara hati dan dapat bertindak secara benar dan tepat

Memahami peran dan fungi suara hati sehingga dapat bertindak secara benar dan tepat.

Melakukan aktivitas (misalnya menuliskan refleksi/puisi/ doa) tentang suara hati untuk dapat bertindak secara benar dan tepat

1. Arti dan makna suara hati. 2. Pengalaman bertindak

berdasarkan suara hati.

3. Pandangan Gereja tentang Suara Hati (GS, art. 16).

4. Faktor-faktor penyebab tumpulnya suara hati.

5. Cara-cara untuk membina suara hati.

Pesan Kitab Suci (Rom 2: 14 - 16) yang berhubungan dengan suara hati.

2. Keterkaitan antara aspek sumber-sumber belajar dan alat-alat yang

dipergunakan

Keterkaitan antara sumber belajar dan alat/media yang digunakan dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai Gambar 5berikut.

(20)

39 38

Unit 2: Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran Unit 2: Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran

Contoh format hasil analisis materi dalam buku teks Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti sebagai berikut:

Tabel 4.Analisis Materi dalam Buku Teks Pelajaran

Pengetahuan Materi Reguler Materi Remedial/Pengayaan Muatan Lokal

Materi yang dapat diaktualisasikan dalam Keg. Kepramukaan Fakta Konsep Prosedur Meta kognitif Tradisi Tradisi sebagai sumber nilai Tradisi diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya Menggali nilai-nilai luhur dalam tradisi Remidial: Mengulang materi yang kurang dipahami. Pengayaan: Mencari contoh tradisi dari masyarakat tertentu dan menemukan nilai-nilai yang ingin diwariskan Mengenal tradisi, adat istiadat dan budaya masyarakat setempat Disiplin (menjunjung tinggi norma/ aturan yang berlaku dalam masyarakat), jujur, tanggung jawab dll

Catatan;

Seandainya hasil analisis tidak ada materi yang berkaitan dengan kolom-kolom tesebut di atas, maka kolom tersebut diberi tanda “X” .

Penugasan

1. Untuk lebih memahami tentang pengembangan materi pembelajaran dari IPK yang telah ditentukan di penugasan pada Unit 1, coba Anda lengkapi kolom pada tabel berikut.

KD IPK Materi Pokok atau materi dalam Silabus

Kegiatan Pembelajaran

1….(KD-KI1) 2….(KD-KI2) 3.….(KD-KI3) 4…..(KD-KI4)

2. Dari hasil hasil tabel di atas;

a. Jika memungkinkan kembangkan materi pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan muatan local dan dapat diaktualisasikan dalam kegiatan kepramukaan.

b. Buat bahan ajar dalam bentuk ppt dan LKS. Muatan Lokal disampaikan untuk membekali peserta didik dengan sikap, pengetahuan, dan

keterampilan untuk:

• Mengenal dan mencintai lingkungan alam, sosial, budaya, dan spiritual di daerahnya; dan

• Melestarikan dan mengembangkan keunggulan dan kearifan daerah yang berguna bagi diri dan lingkungannya dalam rangka menunjang pembangunan nasional.

Muatan lokal yang disampaikan dalam pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik KD-KI 3 dan/atau KD-KI 4 serta materi pembelajaran yang dikaitkan dengan materi kekinian/ lingkungan, materi interdisipliner, dan materi transdisipliner.

Aktualisasi muatan pembelajaran dalam kegiatan Kepramukaan dikembangkan dari muatan-muatan sikap yang terdapat dalam KD-KI 1 dan KD-KI 2, serta muatan-muatan-muatan-muatan pengetahuan dan keterampilan yang terdapat dalam KD-KI 3 dan KD-KI 4 mata pelajaran.

Dalam modul ini pembahasan terbatas pada pelaksanaan aktualisasi muatan pembelajaran dalam KD-KI 4 mata pelajaran yang relevan dengan Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka.

Langkah-langkah plaksanakan kegiatan aktualisasi tersebut di atas dapat dilakukan sebagai berikut.

a. Guru mata pelajaran memahami SKU, dapat dilakukan melalui kerjasama dengan Pembina pramuka.

b. Mengidentifikasi muatan-muatan pembelajaran dalam KD-KI 4 yang relevan dengan SKU.

c. Menentukan jenis kegiatan Kepramukaan.

d. Membuat panduan/petunjuk pelaksanaan kegiatan.

e. Pelaksanaan aktualisasi mata pelajaran kegiatan kepramukaan yanh dapat dilaksanakan di kelas oleh guru mata pelajaran atau bersamaan dengan kegiatan pramuka bekerjasama dengan pembina pramuka.

(21)

41 40

Unit 2: Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran Unit 2: Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran

c. Lakukan analisis terhadap materi pembelajaran dalam buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas X halaman….., dan hasilnya isikan dalam tabel berikut

Pengetahuan Materi Reguler Materi Remedial/Pengayaan Muatan Lokal

Materi yang dapat diaktualisasikan dalam Kegiatan Kepramukaan Fakta ;…. Konsep… Prosedur Metakognitif …… …… ……. …..

Refleksi

1. Peserta

a. Menyampaikan keberhasilan berupa perubahan pola pikir dalam menganalisis materi pembelajaran, baik materi dalam silabus, Pedoman Mapel, maupun buku, serta integrasi muatan lokal dalam materi pembelajaran.

b. Menyampaikan kelemahan yang ditemukan dari aktivitas pada modul ini apabila masih ada yang belum dipahami atau membingungkan.

c. Menyampaikan tindak lanjut yang akan dilakukan untuk memperbaiki menentukan materi pembelajaran dan bahan ajar yang tepat, sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.

2. Instruktur

a. Menyampaikan keberhasilan perserta sesuai pengamatan selama kegiatan.

b. Menyampaikan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam mengembangkan materi pembelajaran dan bahan ajar yang tepat sesuai dengan KD, Buku teks, Pedoman Mapel, dan Silabus.

(22)

42

Unit 2: Analisis Materi Dalam Buku Teks Pelajaran

43 Unit 3: Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Uraian Singkat Materi

1. Karakteristik Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik, peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan orang-orang di lingkungannya, dan peserta didik dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran pada Kurikulum 2013 dilaksanakan berbasis aktivitas agar memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, prakarsa, dan kemandirianyang sesuai dengan potensi, bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologispeserta didik.

Berikut ini merupakan karakteristik dan prinsip pembelajaran berbasis aktivitas. 1. Karakteristik pembelajaran berbasis aktivitas

a. Interaktif dan inspiratif;

b. Menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif;

c. Kontekstual dan kolaboratif;

d. Memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik; dan

e. sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

2. Prinsip pembelajaran di antaranya adalah sebagai berikut: a. peserta didikdifasilitasi untuk mencari tahu;

b. peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar; c. proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah; d. pembelajaran berbasis kompetensi;

e. pembelajaran terpadu;

f. pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi;

g. pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;

h. peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills;

i. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;

j. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);

k. pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;

l. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;

m. pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik; dan

n. suasana belajarmenyenangkan dan menantang.

(23)

45 44

Unit 3: Analisis Penerapan Model Pembelajaran Unit 3: Analisis Penerapan Model Pembelajaran

2. Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Pembelajaran yang disajikan sebaiknya dapat memotivasi peserta didik untuk berfikir kritis, logis, dan sistematis sesuai dengan karakteristik Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti, serta memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills atau HOTS). Anderson mengkategorikan tingkat berpikir seperti dalam tabel berikut.

Tabel 5. Deskripsi Kemampuan Kognitif

Kategori Deskripsi

Mengingat

(Remember) Menyajikan fakta dari ingatan (mengenai fakta penting/ recognizing; memanggil/recalling/ retrieving) Memahami

(Understand) Memaknai materi yang dipelajari dengan kata-kata/kalimat sendiri (interpretasi/ interpreting, memberi contoh/ illustrating, mengkalsifikasi/ classifying/ categorizing, meringkas/ summarizing/ abstracting, menyimpulkan/ concluding/ ektrapolating/ interpolating, predicting, membandingkan/comparing/ contrasting/ mapping/ matching, menjelaskan/ constructing model e.g. cause-effect)

Menerapkan

(Apply) Melaksanakan (executing), menggunakan prosedur (implementing) untuk suatu situasi baru (melakukan, menerapkan)

Menganalisis

(Analyze) Mengelompokkan informasi/fenomena dalam bagian-bagian penting (differentiating/ discriminating/ focusing/ selecting), menentukan keterkaitan antar komponen (organizing/ finding coherence/ integrating/ outlining/ structuring), menemukan pikiran pokok/ bias/ nilai

penulis (attributing/ deconstructing) H

O T S Mengevaluasi

(Evaluate) Menentukan apakah kesimpulan sesuai dengan uraian/fakta (checking/ coordinating/ detecting/ monitoring/ testing), menilai metode mana yang paling sesuai untuk menyelesaikan masalah (critiquing/ judging)

Mencipta

(Create) Mengembangkan hipotesis (generating), merencanakan penelitian (planning/ designing), mengembangkan produk baru (producing/ constructing)

Berdasarkan tingkat berpikir yang tercantum dalam Tabel 5di atas, ada kemampuan berpikir yang lebih tinggi (higher order thinking skills = HOTS) yang harus dikuasai oleh peserta didik yaitu kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Oleh sebab itu, maka dalam pembelajaran Anda dianjurkan untuk mendorong peserta didiknya memiliki kemampuan tersebut dengan menyajikan pembelajaran yang variatif serta pemberian materi yang “tidak biasa” yang dikembangkan dari KD-KI 3.

Contoh kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik memilki keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS).

Materi: Suara Hati Hati nurani sendiri dapat diartikan secara luas dan secara sempit.

1. Arti luas: Dalam arti luas hati nurani berarti kesadaran moral yang tumbuh dan berkembang dalam hati manusia. Keinsyafan akan adanya kewajiban.

2. Arti sempit: Hati nurani merupakan penerapan kesadaran moral di atas dalam situasi konkret seperti yang dialami Boy dalam kisah tadi. Suara hati yang menilai suatu tindakan manusia benar atau salah, baik atau buruk. Hati nurani tampil sebagai hakim yang baik dan jujur, walaupun dapat keliru.

Karakteristik dan prinsip tersebut harus diaplikasikan oleh guru dalam pembelajarannya disesuaikan dengan karaktristik kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Sebagai contoh, agar karakteristik pembelajaran kontekstual dan kolaboratif dapat terlaksana, maka guru harus dapat mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dengan situasi dan kondisi lingkungan sekitar (kontekstual), serta dapat menciptakan kegiatan yang melibatkan peserta didik untuk dapat berkolaborasi antar sesamanya, misalnya kerja kelompok atau grup diskusi.

Berikut adalah contoh materi pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti wajib di kelas X yang memiliki karakteristik kontekstual dan kolaboratif dalam mata pelajaran, untuk KD 3.4 dan 4.4 tentang materi suara hati.

Peserta didik dihadapkan pada permasalahan berikut;

Pergulatan Suara Hati

Boy mendaftarkan pada suatu sekolah yang sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran. Sebelum masuk ia harus menandatangani sebuah pernyataan yang menyatakan: “saya tidak akan mencontek dan kalau terbukti mencontek, maka saya siap untuk dikeluarkan dari sekolah ini”. Setiap peserta didik juga mempunyai kewajiban untuk melaporkan kepada guru atau pimpinan sekolah, jika mereka melihat ada yang mencontek.

Pada suatu ketika, Boy mengikuti ujian akhir. Ia merasa kesulitan menjawab soal-soal yang ada di hadapannya dan ia juga melihat beberapa temannya ada yang mulai mencontek. Ia mulai gelisah dan timbul keinginan dalam dirinya untuk mengikuti apa yang dilakukan beberapa temannya. Ia berpikir, seandainya, ia tidak dapat menjawab soal di hadapannya dengan baik, ia pasti tidak lulus, tapi kalau ketahuan ia harus siap dikeluarkan dari sekolah ini. Terjadi pergulatan dalam dirinya, apakah ia mau ikut-ikutan nyontek atau tidak. Setelah mempertimbangkan secara matang, akhirnya ia mengikuti suara hatinya untuk mengerjakan soal sebisanya dan tidak mengikuti apa yang dilakukan oleh beberapa temannya. Ketika hasil ujian diumumkan ia ternyata lulus, walaupun nilainya tidak sempurna. Ia merasa puas, karena itu adalah hasil kerjanya sendiri dan ia sudah setia kepada nilai kejujuran.

Langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah di atas, tersirat dalam beberapa pertanyaan berikut.

1. Apa yang ingin disampaikan dari kisah di atas?

2. Pertimbangan apa dipakai Boy dalam mengambil keputusan? 3. Mengapa Boy akhirnya mengambil pilihan utuk mentaati suara hatinya? 4. Seandainya kamu menjadi Boy, langkah apa yang akan kamu ambil?

Silahkan pelajari jawaban dari persamasalahan di atas, pada buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Wajib kelas X.

(24)

47 46

Unit 3: Analisis Penerapan Model Pembelajaran Unit 3: Analisis Penerapan Model Pembelajaran

b. Mencari keterangan pada sumber yang baik

1) Dengan membaca: Kitab Suci, Dokumen-Dokumen Gereja, dan buku-buku lain yang bermutu.

2) Dengan bertanya kepada orang yang punya pengetahuan/ pengalaman dan dapat dipercaya

3) Ikut dalam kegiatan rohani, misalnya rekoleksi, retret, dsb. c. Koreksi diri atau introspeksi

1) Koreksi atas diri sangat penting untuk dapat selalu mengarahkan hidup kita.

Cara Menjaga kemurnian hati

a. Menjaga kemurnian hati terwujud dengan melepaskan emosi dan nafsu, serta tanpa pamrih, yang Nampak dalam tiga hal:

1) Maksud yang lurus (recta intentio): ia konsisten dengan apa yang direncanakan, tanpa dibelokkan ke kiri atau ke kanan.

2) Pengaturan emosi (ordinario affectum): ia tidak menentukan keputusan secara emosional.

3) Pemurnian hati (purification cordis): tidak ada kepentingan pribadi atau maksud-maksud tertentu dibalik keputusan yang diambil. b. Hal ini dapat dilatih dengan penelitian batin, seperti merefleksikan rangkaian

kata dan tindakan sepanjang hari itu, berdoa sebelum melakukan aktifitas dll. Berikut adalah contoh-contoh soal HOTS diambil dari kisah tentang “Bill dari Los Angeles”, yang sesuai dengan KD 1.4, 2.4, 3.4 dan 4.4 Pendidikan Agama Katolik dan BudiPekerti kelas X di atas. Melalui kisah berikut peserta didik diajak melihat bagaimana ia harus membuat keputusan berhadapan dengan situasi konkrit yang dialami. Kesetiaan akan nilai kejujuran dan komitmen kepada norma/ aturan menjadi dasar sikapnya dalam membuat keputusan. Diharapkan setelah mendalami kisah Bill ini, peserta didik terdorong untuk melakukan tindakan serupa, ketika ia berhadapan dengan situasi seperti yang dialami Bill.

Studi Kasus

BILL DARI LOS ANGELES

Bill, seorang Negro, bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Los Angeles. Ia bekerja untuk menghidupi keluarganya dan tiga orang anaknya. Pada suatu hari, dia melihat uang sebesar $ 240.000.00 dalam bentuk uang kecil jatuh dari sebuah kendaraan bank. Bill mengambil uang itu dan mengembalikannya kepada pemiliknya. Banyak orang yang memujinya dengan surat atau lewat telepon dan tidak sedikit yang datang sendiri. Tetapi banyak pula yang mengatakan: ”Bodoh kamu Bill! Menemukan uang sebanyak itu dan mengembalikannya.”

Bill menegaskan: “Bagaimana mungkin saya tidak mengembalikan uang itu? Ini toh bukan uang saya, maka saya harus mengembalikannya.”

Kemudian, orang banyak memperbincangkan dan ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang peristiwa itu. Banyak tanggapan yang diberikan, antara lain: “Saudara telah melakukan pelayanan yang baik. Perbuatan saudara ini benar-benar mengena pada suara hati orang banyak.”

Tanggapan lain berbunyi: “Saya gembira karena setidak-tidaknya masih terdapat seorang jujur di sini. Jangan kau biarkan orang-orang lain memerosotkan kamu!” Seorang lain lagi mengatakan: “Ketika mengetahui bahwa ada orang seperti saudara, saya merasa semakin mempunyai harapan kepada dunia ini. Terima kasih kepada hidup ini! Saya gembira bahwa saudara telah lahir di dunia ini.”

Bill terkejut mendengar begitu banyak pujian. Ia menegaskan bahwa “Mengembalikan uang itu bukan merupakan perbuatan besar seperti yang dikira orang. Saya hanya mengembalikan uang yang saya temukan. Itu kan perbuatan biasa saja.”

Suara hati adalah suara Allah, maka melawan suara hati berarti melawan Allah. Agar kita setia pada kehendak Allah kita perlu bersatu dengan Roh Kudus dan mengandalkan kekuatannya

Kerja suara hati dapat ditinjau dari berbagai segi: a. Segi waktu

1) Hati nurani dapat berperanan sebelum suatu tindakan dibuat. Biasanya, hati nurani akan menyuruh kalau perbuatan itu baik dan melarang kalau perbuatan itu buruk.

2) Hati nurani dapat berperan pada saat suatu tindakan dilakukan. Ia akan terus menyuruh jika perbuatan itu baik dan melarang jika perbuatan itu buruk atau jahat.

3) Hati nurani dapat berperan sesudah suatu tindakan dibuat. Hati nurani akan “memuji” jika perbuatan itu baik dan hati nurani akan membuat kita gelisah atau menyesal jika perbuatan itu buruk atau jahat.

b. Segi benar-tidaknya

1) Hati nurani benar, jika kata hati kita cocok dengan norma objektif. 2) Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyebutkan

contoh, misalnya: menolong orang yang sedang mengalami musibah. 3) Hati nurani keliru, jika kata hati kita tidak cocok dengan norma

objektif c. Segi pasti-tidaknya

1) Hati nurani yang pasti, artinya, secara moral dapat dipastikan bahwa hati nurani tidak keliru.

2) Hati nurani yang bimbang, artinya, masih ada keraguan. Penyebab tumpulnya suara hati berikut ini:

a. Orang yang bersangkutan tidak biasa menghiraukan hati nuraninya. b. Orang yang selalu bersifat ragu-ragu atau bingung.

c. Pandangan masyarakat yang keliru. Misalnya: riba dianggap biasa! d. Pengaruh pendidikan dalam lingkungan keluarga atau lingkungan lainnya. e. Pengaruh propaganda, mass media dan arus massa.

Cara kerja suara hati, antara lain:

a. Sebelum bertindak, ia berfungsi sebagai petunjuk (indeks), yang

mengingatkan pengetahuan kita bahwa ada yang baik dan ada yang buruk. Sesungguhnya kesadaran moral semacam ini sudah dimiliki setiap orang dewasa.

b. Pada saat-saat menjelang bertindak, ia bertindak sebagai hakim (iudeks), yang menyuruh kita melakukan yang baik dan melarang/menghindari yang jahat. Selama perbuatan itu belum selesai, suara hati akan bekerja terus antara menyuruh melakukan yang baik dan melarang melakukan yang jahat. c. Sesudah tindakan selesai dilakukan, ia berfungsi memberikan vonis

(vindeks), yang akan menyatakan apakah perbuatan kita itu tepat atau tidak tepat. Bila yang kita lakukan itu benar, ia akan memberikan pujian sehingga kita merasakan ketenangan, tetapi bila yang kita lakukan itu yang jahat dan salah maka ia akan memberikan hukuman, yang membuat kita merasa bersalah dan tidak tenang, merasa dikejar-kejar kesalahan, dan sebagainya. Suara hati dapat dibina dengan cara:

a. Mengikuti suara hati dalam segala hal

1) Seseorang yang selalu berbuat sesuai dengan hati nuraninya, hati nurani akan semakin terang dan berwibawa.

2) Seseorang yang selalu mengikuti dorongan suara hati, keyakinannya akan menjadi sehat dan kuat. Dipercayai orang lain, karena memiliki hati yang murni dan mesra dengan Allah. “Berbahagialah orang yang murni hatinya, karena mereka akan memandang Allah.” (Mat 5: 8).

(25)

49 48

Unit 3: Analisis Penerapan Model Pembelajaran Unit 3: Analisis Penerapan Model Pembelajaran

belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, mengasosiasi dan mengomunikasikan.

Contoh;

Dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk memberikan pengalaman belajar mengamati dalam RPP dapat ditulis; “Mencermati kasus “Pergulatan Suara Hati” dan mendiskusikannya dalam kelompok”.

Sedangkan untuk kegiatan mengumpulkan informasi dapat ditulis: “Mencari informasi tentang cara-cara membina suara hati”

Selain itu Anda dapat menggunakan model pembelajaran yang relevan dengan karakteristik mata pelajaran, KD, atau karakteristik materi, antara lain model Discovery , Proyek, atau Pembelajaran Berbasis Masalah.

a. Langkah model pembelajaran discovery tersebut adalah sebagai berikut; 1) Stimulation (memberi stimulus);

Contoh;

Menyajikan bahan kajian berupa cerita pengalaman hidup sehari-hari yang berkaitan dengan suara hati.

2) Problem Statement (mengidentifikasi masalah) Contoh;

Mengidentifikasi unsur-unsur atau masalah dalam proses pengambilan keputusan berdasarkan suara hati.

3) Data Collecting (mengumpulkan data); Contoh;

Mencari dan mengumpulkan data/informasi tentang suara hati sebagai dasar pengambilan keputusan dari sumber lain atau intenet. 4) Data Processing (mengolah data);

Contoh; Menyelesaikan persoalan/ mengambil semua

Melakukan diskusi bersama kelompok tentang proses pengambilan keputusan dengan menggunakan suara hati dengan menggunakan berbagai informasi yang telah dikumpulkan dan membuat kesimpulan sementara hasil kesepakatan dari kelompoknya.

5) Verification (memverifikasi); Contoh;

Membandingkan hasil diskusi antar kelompok untuk mengambil kesimpulan bahwa setiap orang harus belajar setia menggunakan suara hatinya.

6) Generalization (menyimpulkan); Contoh;

Peserta didik menggeneralisasikan hasil kesimpulannya bahwa suara hati merupakan hukum tertinggi yang ditanam Allah sendiri dalam diri manusia.

SOAL;

1) Apa yang mendasari sikap Bill, sehingga mengembalikan uang dalam kisah di atas? 2) Bagaimana peran dan fungsi suara hati dalam proses pengambilan keputusan berdasarkan

kisah di atas?

3) Seandainya kalian menjadi “Bill” tindakan apa yang akan kalian lakukan setelah menemukan uang?

4) Ceritakan pengalaman kalian dalam bertindak berdasarkan suara hati?

3. Model-model Pembelajaran

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui tiga besaran kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Ketiga rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara berurutan dan disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran saat itu.

a. Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

1) Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;

2) Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan;

3) Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari;

4) Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan; dan

5) Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan. b. Kegiatan Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan pembelajaran berbasis keilmuan dan berbasis aktivitas yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan aktivitas yang membangun kemampuan sesuai dengan tuntutan kompetensi. Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan sikap peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 antara lain mensyukuri karunia Tuhan, jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus.

c. Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup terdiri atas:

1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu: (a) membuat rangkuman/ simpulan pelajaran; (b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan; dan (c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; dan

2) Kegiatan guru yaitu: (a) melakukan penilaian; (b) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan (c) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Selain itu, pembelajaran dalam Kurikulum 2013 dapat dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan berbasis keilmuan yaitu pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Pendekatan ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan, berkenaan dengan materi pembelajaran melalui pengalaman

Gambar

Gambar 1. Peta Modul
Gambar 2. Peta Kompetensi
Gambar 4. Rangkaian Kegiatan Analisis Kompetensi
Tabel 2. Jenjang HOTS
+7

Referensi

Dokumen terkait

 Asesmen awal medis dilaksanakan dalam 24 jam pertama sejak rawat inap atau lebih dini/cepat sesuai kondisi pasien atau kebijakan rumah sakit..

Penerapan Metode Meshless Local Petrov Galerkin untuk Simulasi Profil Aliran Limbah di Sungai; Maya Ayu Puspitasari, 101810101049; 2014; 48 Halaman; Jurusan Matematika

Berhasilnya usaha-usaha kegiatan pada bidang kesenian di Propinsi, Daerah Tingkat I Jawa Barat akhirnya akan tergantung pada unsur pelaksana, baik aparat

Tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan atau daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang ingin disajikan dalam proses pembelajaran, dan tingkat pemahaman tentang

Berpijak pada uraian dalam latar belakang di atas, permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah (1) Berapa besar peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas

Pada tabel 2.4 faktor depresi lansia di Desa Sidoagung Kecamatan Godean Yogyakarta 2010, maka diketahui bahwa lansia yang memiliki resiko depresi berat dengan kemampuan

Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh Health Education tentang Diabetus Mellitus tipe 1 dan tipe 2 terhadap kepatuhan terapi pada pasien di Poli

Mengevaluasi Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Perubahan sistem pendengaran Hilangnya