• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.12/MEN/2011 TENTANG KOMISI HASIL PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.12/MEN/2011 TENTANG KOMISI HASIL PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.12/MEN/2011

TENTANG

KOMISI HASIL PERIKANAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. Bahwa untuk kelancaran perumusan kebijakan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, perlu membentuk komisi hasil perikanan yang terdiri dari Tuna, Udang, Rumput Laut, Ikan Hias, Mutiara, dan Catfish;

b. bahwa untuk itu perlu menetapkan Keputusan Menteri tentang Komisi Hasil Perikanan;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4433) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5073);

2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;

3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara, serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010;

4. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2010;

5. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.15/MEN/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan;

6. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.24/MEN/2002 tentang Tata Cara dan Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan di Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan;

(2)

2

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN TENTANG KOMISI HASIL PERIKANAN.

KESATU : Membentuk Komisi Hasil Perikanan yang terdiri dari Pelindung, Pengarah, Subkomisi yang meliputi Tuna, Udang, Rumput Laut, Ikan Hias, Mutiara, dan Catfish dengan susunan keanggotaan sebagaimana tersebut dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

KEDUA : Komisi Hasil Perikanan sebagaimana dimaksud diktum KESATU mempunyai tugas:

A. Pelindung

Melindungi seluruh pelaksanaan kegiatan praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran udang, tuna, rumput laut, ikan hias, mutiara, dan catfish sesuai peraturan perundang-undangan.

B. Pengarah

Memberikan arahan terhadap pelaksanaan kegiatan praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran udang, tuna, rumput laut, ikan hias, mutiara, dan catfish.

C. Subkomisi Tuna

Memberikan rekomendasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan dalam rangka menetapkan kebijakan praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran tuna. D. Subkomisi Udang

Memberikan rekomendasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan dalam rangka menetapkan kebijakan praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran udang. E. Subkomisi Rumput Laut

Memberikan rekomendasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan dalam rangka menetapkan kebijakan praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran rumput laut.

F. Subkomisi Ikan Hias

Memberikan rekomendasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan dalam rangka menetapkan kebijakan praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran ikan hias.

(3)

3 G. Subkomisi Mutiara

Memberikan rekomendasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan dalam rangka menetapkan kebijakan praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran mutiara.

H. Subkomisi Catfish

Memberikan rekomendasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan dalam rangka menetapkan kebijakan praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran catfish. KETIGA : Komisi Hasil Perikanan dalam melaksanakan tugas

sebagaimana dimaksud diktum KEDUA dapat melakukan konsultansi dengan unit kerja di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan pihak lain yang terkait.

KEEMPAT : Untuk kelancaran pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud diktum KEDUA, masing-masing subkomisi dapat dibantu oleh sekretariat yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

KELIMA : Komisi Hasil Perikanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diktum KEDUA bertanggung jawab dan menyampaikan laporan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan melalui Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

KEENAM : Masa kerja Komisi Hasil Perikanan sebagaimana dimaksud diktum KESATU mulai sejak ditetapkannya Keputusan Menteri ini sampai dengan bulan Desember 2011.

KETUJUH : Biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan Menteri ini dibebankan pada anggaran Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun Anggaran 2011.

KEDELAPAN : Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri ini, maka:

a. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.42/MEN/2004 tentang Komisi Udang Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.15/MEN/2005;

b. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP. 26/MEN/2006 tentang Komisi Rumput Laut Indonesia; c. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

KEP.63/MEN/2008 tentang Komisi Tuna Indonesia; dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(4)

4

KESEMBILAN : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 18 Maret 2011

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

FADEL MUHAMMAD

(5)

Lampiran : Keputusan Menteri Kelautan dan

Perikanan Republik Indonesia

Nomor KEP.12/MEN/2011 Tentang Komisi Hasil Perikanan.

SUSUNAN KEANGGOTAAN KOMISI HASIL PERIKANAN

A. PELINDUNG

JABATAN Sekretaris Jenderal

B. PENGARAH

NO. JABATAN

1. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan 2. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap

3. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya

4. Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil

5. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan 6. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan 7. Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil

Perikanan

C. SUBKOMISI TUNA

NO. NAMA/JABATAN KEDUDUKAN

1. Direktur Pengolahan Hasil, Ditjen P2HP Penangung jawab 2. Prof. Dr. Martani Huseini, Pakar Pemasaran Ketua

3. Bambang Suboko, Gappindo Wakil Ketua

4. Kasubdit. Industri Pengolahan, Ditjen P2HP Sekretaris 5. Profesor Dr. Yeremias I. Keban, SU., MURP,

Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Anggota 6. Dr. Priyanto Rahardjo, Badan Litbang KP Anggota 7. Eddy Yuwono, Asosiasi Tuna Indonesia Anggota 8. Dwi Agus S. Putro, Asosiasi Tuna Long Line

Indonesia

Anggota 9. Hendri Sutadinata, MBA, Asosiasi Pengalengan

Ikan Indonesia

(6)

2

NO. NAMA/JABATAN KEDUDUKAN

10. Dr. Anton Leonard,Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia

Anggota 11. Ester Satyono, Masyarakat Perikanan Nusantara Anggota 12. Drs. Hendra Sugandhi, Asosiasi Tuna Indonesia Anggota

13. Dr. Purwito, Pakar Tuna Anggota

14. Dr. Luky Adrianto, IPB Anggota

15. Ir. Imam Mustapha Zainuddin, World Wide Foundation

Anggota 16. Dr. Aburahman, PT. Perikanan Nusantara Anggota 17. Ali Wibisono, PT. Deho Canning Company Anggota

D. SUBKOMISI UDANG

NO. NAMA/JABATAN KEDUDUKAN

1. Direktur Pemasaran Luar Negeri, Ditjen P2HP Penanggung Jawab 2. Dr. Bambang Widigdo, Asosiasi Budidaya Udang

dan Ikan Indonesia Ketua

3. Johan Suryadarma, Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia

Wakil Ketua 4. Kasubdit Pengembangan Ekspor, Ditjen P2HP Sekretaris 5. Prof. Dr. Aji Suratman, SE, Ak. MM, Staf Khusus

Menteri Kelautan dan Perikanan Anggota

6. Sutanto Wijaya, CP Prima Anggota

7. Shidiq Moeslim, PT Istana Cipta Sembada Anggota 8. Iwan Sutanto, Shrimp Club Indonesia Anggota 9. Ir. Hardi Pitoyo, Shrimp Club Jawa Timur Anggota 10. Thomas Darmawan, Asosiasi Pengusaha

Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia

Anggota

11. M. Najikh, PT. Kelola Mina Laut Anggota

12. Dr. Ir. Enang Haris, M.S, IPB Anggota

13. Ir. Wawan Oktariza. M.S, IPB Anggota

14. Ir. Deni Indradjaja, Gabungan Pengusaha

(7)

3

NO. NAMA/JABATAN KEDUDUKAN

15. Ir. Antonius A.M., Asosiasi Pengusaha Sarana

Akuakultur Indonesia Anggota

16. Hantowo Tjhia, Himpunan Pengusaha Perikanan

Indonesia Anggota

E. SUBKOMISI RUMPUT LAUT

NO. NAMA/JABATAN KEDUDUKAN

1. Direktur Usaha dan Investasi, Ditjen P2HP Penanggung Jawab 2. Dr. Widodo Farid Ma’ruf, M.Sc, Pakar Rumput

Laut Ketua

3. Ir. Jamal Basmal, M.Sc, Balitbang KP Wakil Ketua 4. Kasubdit Informasi dan Promosi , Ditjen P2HP Sekretaris 5. Ir. Maxdeyul Sola, MM, Penasihat Menteri

Kelautan dan Perikanan Anggota

6. Dr. Linawati Hardjito, IPB Anggota

7. Thomas Ferdinan, PT. Galic Artha Bahari Anggota 8. Soeryanto Kusnowiryono, PT. Agarindo Bogatama Anggota 9. Iskak Indriyani, PT. Gumindo Perkasa Industri Anggota 10. Dewi Kesuma Azhari, PT. Sri Arjuna Anggota

11. Ir. Ahmad Zatnika, Peneliti BPPT Anggota

12. Dr. Joko Santoso, IPB Anggota

F. SUBKOMISI IKAN HIAS

NO. NAMA/JABATAN KEDUDUKAN

1. Direktur Pengembangan Produk Nonkonsumsi,

Ditjen P2HP Penanggung Jawab

2. Sugiyarto, Asosisasi Pecinta Koi Indonesia Ketua 3. Dr. Drs. Putu Sumardika M.S, Perhimpunan Ikan

Hias Indonesia Wakil Ketua

4. Kasubdit Promosi dan Jaringan Ikan Hias, Ditjen

P2HP Sekretaris

5. Ir. Maxdeyul Sola, MM, Penasihat Menteri

Kelautan dan Perikanan Anggota

(8)

4

NO. NAMA/JABATAN KEDUDUKAN

7. Steven, Arowana Club Indonesia Anggota

8. Hermanus, Betta Fish Club Indonesia Anggota

9. Alvin, Indonesia Discuss Community Anggota

10. Hengky Purnama, Indonesia Ornamental Fish

Community Anggota

11. Chivalry Pranoto, S.Pi, Aquatic Plants Indonesia Anggota

12. Prof. Dr. Komar, IPB Anggota

13. Indra Wijaya, Asosiasi Coral Kerang dan Ikan

Hias Indonesia Anggota

14. Harijati, Eksportir Ikan Hias Anggota

G. SUBKOMISI MUTIARA

NO. NAMA/JABATAN KEDUDUKAN

1. Direktur Pengembangan Produk Nonkonsumsi,

Ditjen P2HP Penanggung Jawab

2. R.M. Bambang Setiawan, Asosiasi Budidaya

Mutiara Indonesia Ketua

3. Norman Analau, Asosiasi Budidaya Mutiara

Indonesia Wakil Ketua

4. Kasubdit Standardisasi, Ditjen P2HP Sekretaris 5. Dr. Ir. Arief Santoso, M. Si, Staf Khusus Menteri

Kelautan dan Perikanan Anggota

6. Mulyanto, STP Anggota

7. Robert Sukendi, Eksportir Mutiara Anggota

8. Ambrosius Kengry Retanumbun, Perusahaan

Mutiara Swasta Nasional Anggota

9. R.P. Poernomo, Perusahaan Mutiara Asing Anggota

H. SUBKOMISI CATFISH

NO. NAMA/JABATAN KEDUDUKAN

1. Direktur Pemasaran Dalam Negeri, Ditjen P2HP Penanggung Jawab 2. Dr. Azzam Bachur Z., M.Si., Catfish Club

Indonesia Ketua

(9)

5

NO. NAMA/JABATAN KEDUDUKAN

4. Kasubdit Kelembagaan, Ditjen P2HP Sekretaris 5. Ir. Imza Herman, Catfish Club Indonesia Anggota 6. Drs. Arif Santoso, M.Si., Staf Khusus Menteri

Kelautan dan Perikanan Anggota

7. Dian Rahmadani, PT. Jumbo Bintang Lestari Anggota 8. Choirul Anam, Koperasi Pedagang Pecel Lele

Lamongan Anggota

9. Samsul, Pengusaha Lele Anggota

10. Rangga Umara, Pengusaha Lele Anggota

11. Ning Sujito, Asosiasi Pengusaha Jasa Boga

Indonesia Anggota

12. Tri Wahyuni,Pengolah Ikan Anggota

13. Suhaimin, Pengusaha Patin Anggota

14. Baso Patolai, Kelompok Pembudidaya Ikan Anggota

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

FADEL MUHAMMAD

Referensi

Dokumen terkait

Pasar kaget Nurul Ikhlas merupakan pasar tradisional milik Pribadi yang dibangun oleh seorang pemilik pasar dengan tujuan utamanya adalah membantu masyarakat ekonomi

(5) Tetap tenang, jangan panik, tetap santai dan berpikir. d) Bila anda sudah dapat keluar dari Gedung Bertingkat segera berkumpul di tempat evakuasi yang telah ditentukan.

Keluarga penerima juga wajib tergabung dalam kelompok, dimana mereka harus menghadiri pertemuan kelompok atau pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2), akan

Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya matematika dalam segala bidang, dan terdapat pendapat mengenai perbedaan prestasi matematika dari

12 Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dimana pengetahuan ibu yang baik tidak serta merta membuat mereka bisa mengambil keputusan dalam memilih tempat

Membandingkan metode seleksi saham syariah di Indonesia dan di Malaysia adalah hal yang menarik untuk diteliti karena dua negara ini merupakan negara berkembang

Kerambitan village has many beautiful dances, but the local people still choose Pendet Memendak dance to be performed at the Dewa Yadnya ceremony at Saren Gong temple,

Variabel Penelitian dan Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini antara lain ; (1) Kepemilikan Manajerial (KM) sebagai variabel eksogen diukur dengan proporsi