• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN. memproduksi merk-merk seperti PIPE S, APPLE. SWAN BRAND, dan RIDER.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN. memproduksi merk-merk seperti PIPE S, APPLE. SWAN BRAND, dan RIDER."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN

3.1 Riwayat Perusahaan

PT. Mulia Knitting Factory didirikan pada tahun 1955 oleh Pan Cin Kong. Pabrik tersebut mulanya adalah pabrik untuk pakaian dalam pria yang memproduksi merk-merk seperti PIPE’S, APPLE. SWAN BRAND, dan RIDER.

Pada tahun 1967, anak laki-laki Pan Cin Kong, M ax M ulyadi Supangkat, memulai karirnya di PT. M ulia Knitting Factory. Dalam lima belas tahun selama karirnya, M ax M ulyadi mengekspansi bisnis garmen dengan mengekspor produksi ke Eropa, Amerika Serikat, dan Canada.

Tidak lama kemudian, yang mulanya pabrik garmen yang kecil telah berkembang menjadi penghasil tekstil yang terdiri dari bagian perajutan, bagian pencelupan, bagian pencelupan benang, dan bagian garmen. Sejalan dengan meningkatnya permintaan, semakin banyak karyawan yang dipekerjakan. Untuk mengakomodasi pertumbuhan perusahaan, pada tahun 1984, sebuah pabrik baru dibangun di atas tanah seluas 83.000 m2 yang terletak di Jakarta. Semakin banyak mesin canggih dibeli yang diimpor dari Jepang dan Eropa, staf perusahaan dilatih, manajemen dan teknik produksi mulai diperkenalkan. Untuk melengkapi integrasi pertumbuhan, lima tahun kemudian, pada tahun 1989, PT. M ulia Spindo M ills didirikan sebagai bagian dari kesatuan tekstil PT. M ulia Knitting

(2)

Factory. Prestasi ini dilakukan oleh anak laki-laki M ax M ulyadi Supangkat, Henry Supangkat, yang bergabung dalam bisnis tersebut pada tahun 1979.

Sebagai generasi ketiga dalam bisnis keluarga, Henry Supangkat telah melakukan sebagian besar ekspansi dan perkembangan perusahaan sejak permulaan karirnya pada tahun 1979 hingga sekarang. Selama lebih dari 25 tahun, Henry telah berhasil memperkuat keuntungan kompetitf perusahaan dengan mengintegrasi secara vertikal sistem produksi perusahaan. Saat ini, PT. M ulia Knitting Factory. adalah salah satu dari perusahaan tekstil terbesar di Indonesia. Operasinya mencakup bagian pemintalan kapas, perajutan kapas, pencelupan, pemutihan, penyelesaian akhir, dan garmen. Langkah Henry Supangkat yang berani dalam memulai manufaktur benang katun (pabrik pemintalan) sangat sederhana tapi terbukti efektif. Henry melihat kebutuhan akan integrasi vertikal total dalam produksi untuk menghasilkan suplai input yang stabil dan menjamin kualitas produk akhir yang konsisten.

Pada tahun 2004, generasi keempat PT. M ulia Knitting Factory. bergabung dalam bisnis setelah menyelesaikan studinya di Amerika Serikat. Anak laki-laki Henry Supangkat, Hanan Supangkat, telah memusatkan pada perkembangan, pemasaran, dan distribusi pakaian dalam pria PT. M ulia Knitting Factory, RIDER. Diciptakan tiga puluh tahun yang lalu, RIDER adalah salah satu pemimpin pasar di Indonesia dalam memproduksi pakaian dalam pria untuk pasar domestik.

(3)

PT. Mulia Knitting Factory. mensuplai produknya ke pasar domestik dan internasional. Pabrik menghasilkan tiga produk utama: kain rajut, pakaian dalam pria katun untuk pasar domestik dan internasional, dan polo/kaos katun untuk pasar domestik dan internasional.

PT. M ulia Knitting Factory. mempunyai dua merk paling kuat dalam pakaian dalam pria untuk pasar domestik; RIDER ‘The Power of Underwear’ dan SWAN BRAND. PT. M ulia Knitting Factory. juga memproduksi pakaian luar pria, SPIKE.

Bertahun-tahun, jumlah merk yang dihasilkan untuk tujuan ekspor telah berkembang, dan proses produksi otomasi telah memungkinkan untuk meningkatkan produksi. M erk internasional mencakup Polo Ralph Lauren, Tommy Hilfiger, Antigua, PVH, dan Osh Kosh.

3.2 Gambaran Bisnis PT. Mulia Knitting Factory .

Pada awal didirikannya, PT. M ulia Knitting Factory hanya berfokus pada usaha pemintalan kapas menjadi benang (spinning) dan perajutan benang menjadi kain (knitting). Tetapi saat bisnis diberikan kepada Bapak M ax M ulyadi Supangkat, PT. M ulia Knitting Factory mengembangkan bisnis dengan membagi perusahaan menjadi tiga divisi yaitu divisi perajutan (knitting), divisi pencelupan (dyeing), dan divisi garment. Produk-produk yang dihasilkan oleh PT. M ulia Knitting Factory adalah benang katun, kain rajut, pakaian dalam rajut, kaos, dan baju Polo (untuk pria, wanita, anak-anak). PT. M ulia Knitting Factory terus melakukan

(4)

ekspansi dan perkembangan hingga menjadi salah satu produsen pakaian dalam pria terbesar di tanah air dengan menguasai pangsa pasar sekitar 35%.

Saat terjadi krisis pada tahun 1997 hingga 1998, PT. M ulia Knitting Factory sulit membangun pasar domestik akibat jatuhnya nilai rupiah. Karena hal ini PT. M ulia Knitting Factory mencoba untuk beralih ke pasar export seperti Eropa, Jepang, dan Amerika. PT. M ulia Knitting Factory mulai memasuki pasar Amerika dengan produk celana dalam pria dan garment menggunakan merk Jesse Benny, Boss, Tommy Hilfiger, Polo Ralph Lauren, Osh Kosh, Brue 33, Lee, dan Calvin Klein. Pasar export ini didapat melalui buying house di Hong Kong dan Taiwan.

PT. Mulia Knitting Factory memiliki satu misi yaitu menyediakan produk-produk dengan kualitas terbaik kepada pelanggannya. Pangsa pasar yang dimiliki oleh PT. M ulia Knitting Factory yaitu pasar domestik (dengan merk “Rider” dan “Swan”), pesanan pemerintah, dan pasar ekspor ke Amerika dan Kanada (merk “Osh Kosh”, “Lee”, ”Antigua”, “Tommy Hilfiger”, “Phillip Van Heusen”, “Bass”, “Polo Kids”, dan lainnya), Eropa (Celio), dan Asia (Decade).

Untuk melakukan proses produksi maka PT. M ulia Knitting Factory menggunakan beberapa mesin yaitu mesin pemintalan (23.000 spindles), mesin perajutan (120 set), mesin pencelupan dan penyelesaian akhir (70 set), dan mesin jahit (1.000 set). PT. M ulia Knitting Factory juga memakai 2500 karyawan dalam melakukan proses produksinya.

(5)

Berikut ini jumlah total produk yang dapat dihasilkan dalam proses produksi dalam jangka waktu satu bulan :

1. Kain rajut = 250.000 kg 2. Kaos oblong = 10.000 lusin 3. Baju Polo = 15.000 lusin

4. Pakian dalam rajut = 100.000 lusin

PT. Mulia Knitting Factory memiliki beberapa cabang distribusi pemasaran antara lain:

Wilayah Indonesia Bagian Barat: 1. PT. M ulia M egah Sentosa

M enangani wilayah Sumatera Selatan dan Lampung Jl. A.Rozak Patal Pusri No. 8C RT 16. Palembang 30114 Telp: 0711 – 717583

Fax: 0711 – 710789 2. PT. M ulia Prima Sentosa

M enangani wilayah Padang, Pekanbaru, Aceh, dan Sumatera Utara Jl. M erbau No 44. Komp. M erbabu Lestari Kav 3.

Sekip M edan Petisah. M edan Telp: 061 – 77490394

Fax: 061 – 4538132

Wilayah Indonesia Bagian Tengah: 1. PT. Trans Nusantara Sejati

(6)

M enangani wilayah Jabotabek dan Kalimantan Barat Ruko Tekstil M angga Dua Blok C4/10-11

Jl. Arteri M angga Dua. Jakarta 14430 Telp: 021 – 6017280

Fax: 021 – 6018201

Wilayah Indonesia Bagian Timur: 1. PT. M ulia Harapan Sentosa

M enangani wilayah Jawa Timur, Bali, Lombok, Papua, Sulawesi, Kalimantan kecuali Kal-Bar

Semut M ega Plasa Blok E-17

Jl. Stasiun Kota 26 N. Surabaya 60161 Telp: 031 – 3536697

(7)

3.3 S truktur Organisasi Perusahaan

(8)

Adapun pembagian tugas dalam PT. M ulia Knitting Factory antara lain:

1. Presiden Direktur, mempunyai tugas sebagai pimpinan pusat, pemimpin rapat umum anggota, pemegang keputusan, serta sebagai penanggung jawab dalam seluruh aktifitas yang diadakan dalam PT. M ulia Knitting Factory.

2. Direktur, bertugas mengawasi dan memimpin jalannya perusahaan PT. M ulia Knitting Factory, pembuat keputusan, serta membantu tugas Presiden Direktur jika Presiden Direktur berhalangan. Dalam tugasnya sehari-hari direktur dibantu oleh sekretaris yang membantu dalam mengawasi bagian-bagian yang dibawahinya.

3. Chief Operating Officer, bertanggung jawab atas semua perencanaan dalam bidang operasional perusahaan yang membawahi bidang IT, Marketing, Garment dan Personalia.

4. IT, bertanggung jawab atas semua masalah IT di perusahaan, baik berupa aplikasi khusus, database, hardware komputer maupun jaringan yang selama ini telah mendukung kinerja perusahaan.

5. Marketing, tugasnya mempomosikan setiap produk yang dihasilkan, mem-follow-up pelanggan, dan mencari pelanggan baru untuk meningkatkan penjualan PT. M ulia Knitting Factory.

6. Garment, tugasnya mengawasi semua kegiatan yang berkaitan dengan ekspor-impor produk, pembelian dan produksi. Dan bagian ini terbagi lagi menjadi beberapa bagian yang terdiri atas bagian expor-impor, produksi, dan pembelian, dimana setiap bagian bertanggung jawab sesuai dengan bidang masing-masing.

(9)

7. Personalia, bertanggung jawab mengurus setiap kebutuhan karyawan untuk kepentingan perusahaan, membuat tata tertib, peraturan dan etika karyawan pada PT. M ulia Knitting Factory, mengenalkan setiap karyawan kepada divisi masing-masing, mengurus gaji dan tunjangan karyawan, menerima karyawan baru, pemutusan hubungan kerja karyawan, memperpanjang kontrak karyawan atau buruh, cuti karyawan, serta mengurus masalah klaim uang karyawan.

8. HRD, bertanggung jawab atas pengembangan keahlian, training, pemetaan keahlian semua karyawan yang bekerja di PT. M ulia Knitting Factory dan penempatan karyawan sesuai dengan keahliannya masing-masing.

9. Chief Finance Officer, bertangung jawab dalam masalah keuangan perusahaan dan membawahi bidang-bidang antara lain bidang accounting dan finance.

10. Administrasi, bertugas mengurus semua administrasi perusahaan, mencatat semua pemesanan barang perusahaan dan lain-lain.

3.4 Sistem yang Sedang Berjalan

PT. M ulia Knitting Factory memiliki cabang yang letaknya tersebar di M edan, Palembang, M alang, Semarang dan Surabaya dengan Jakarta sebagai kantor pusatnya, dan PT. Mulia Knitting Factory memiliki anak perusahaan yaitu PT. M ulia Spindo M ills berlokasi di Serang, yang menangani pemintalan kapas menjadi benang yang akan diolah lebih lanjut lagi oleh PT. M ulia Knitting Factory Dalam menjalankan bisnisnya, internet sudah dianggap sebagai tumpuan dalam berkomunikasi baik dengan cabang dan distributor. Aktivitas bisnis yang

(10)

dilakukan sudah mulai beralih dari telepon dan faximile menjadi e-mail. Oleh karena itu kestabilan jaringan internet merupakan hal yang mutlak dibutuhkan oleh PT. M ulia Knitting Factory.

Untuk terhubung dengan internet, PT. Mulia Knitting Factory menggunakan dua ISP (Internet Service Provider). Layanan ADSL merupakan pilihan PT. M ulia Knitting Factory untuk terhubung dengan internet. PT. M ulia Knitting Factory. menggunakan Telkom Speedy dengan bandwidth 2M bps dan Centrin Online dengan bandwidth 768Kbps.

(11)

3.4.1 Local Area Network

Berikut topologi LAN pada PT. M ulia Knitting Factory . :

(12)

Hampir seluruh komputer yang berjumlah 200 buah di PT. M ulia Knitting Factory terhubung. Hanya beberapa komputer yang tidak terhubung dengan jaringan yaitu yang komputer laboratorium warna dan komputer pembuat pola. Hal ini disebabkan kedua komputer ini tidak dibutuhkan untuk terhubung dengan jaringan (stand alone).

Secara fisik, PT. M ulia Knitting Factory terbagi atas dua bagian utama, yaitu bagian depan (kantor) dan bagian belakang (pabrik). Untuk menghubungkan kedua bagian ini, PT. M ulia Knitting Factory menggunakan line fiber optic dengan pertimbangan jarak sekitar 380 m.

PT. M ulia Knitting Factory menggunakan topologi star dengan menggunakan switch tanpa memiliki backup line pada jaringannya. Terdapat 3 buah server di PT. M ulia Knitting Factory, yaitu server jaringan, server HRD dan server pabrik.

Server jaringan menyediakan layanan DHCP untuk kebutuhan IP address di PT. M ulia Knitting Factory. Server personalia digunakan untuk menyimpan data karyawan serta absensi karyawan sedangkan server pabrik untuk menyimpan data transaksi (penjualan, pembelian, stok barang) yang dilakukan di PT. M ulia Knitting Factory. Berikut ini adalah spesifikasi setiap server yang ada di PT. M ulia Knitting Factory . :

(13)

Tabel 3.1 : Spesifikasi tiga buah server yang ada di PT. M ulia Knitting Factory Server Jaringan (Main Server) Sever Pabrik (factory server) Server HRD (absensi dan payroll)

Nama server : MKF-IBM SERVER

Spesifikasi : IBM E Server 206 M Intel Pentium 4 CPU 3,00GHz (2CPU)

1 Gb RAM

O/S M icrosoft Windows Server 2003

Nama Server :

FACTORY-SERVER Intel Pentium 4 CPU 1.80 GHz

1 GB RAM

Nama-Server : HRD-SERVER

Intel Pentium 4 CPU 3,0GHz 1 GB RAM

O/S M icrosoft Windows Server 2000

Selain server, terdapat juga external storage yang terhubung langsung dengan switch dan mempunyai IP address yang digunakan untuk menyimpan data.

3.4.2 Pengalamatan IP

Pengalamatan IP yang digunakan pada PT. M ulia Knitting Factory dilakukan secara dinamis menggunakan DHCP service yang diberikan oleh server jaringan. Terdapat pula IP address statis yang hanya diberikan kepada server, mesin absensi, external storage, dan kompuer

(14)

CCTV. Pemberian IP address statis hanya pada komputer yang dimaksudkan untuk dapat dikendalikan secara remote.

3.4.3 Layanan Internet

Seperti telah disebutkan di atas, PT. M ulia Knitting Factory menggunakan dua ISP ADSL. Kedua modem ADSL tersebut langsung terhubung dengan switch tanpa melalui perantara router. Hal ini menyebabkan adanya dua gateway untuk terhubung langsung ke internet. Berikut ini hasil tes bandwidth kedua ISP yang dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2009 pukul 08:20 :

(15)

Gambar 3.4 Hasil tes bandwidth Telkom Speedy 2M bps

Layanan DHCP memberikan default gateway 192.168.1.222 yaitu gateway yang dimiliki oleh Centrin Online. Untuk masuk ke gateway 192.168.1.223 yang dimiliki oleh Telkom Speedy, pengguna komputer harus memasukkan gateway secara manual dan jika pengguna komputer ingin melakukan browsing di internet, pengguna harus memasukkan IP DNS server secara manual.

Saat ini belum ada pembagian secara jelas pembagian akses menggunakan gateway Telkom Speedy dan Centrin Online. Hal ini disebabkan layanan ADSL Telkom Speedy baru diimplementasikan

(16)

dalam dua bulan terakhir, yang hanya bertujuan untuk memback-up jaringan internet jika suatu saat Centrin Online mengalami down.

3.4.4 Hak Akses

Pemberian hak akses di PT. M ulia Knitting Factory untuk mengakses ke internet ialah dengan menggunakan software BlueCoat K9 yang diinstal pada setiap komputer. Software tersebut memblok situs-situs selain www.yahoo.com, www.detiknews.com, dan www.kompas.com. Tidak ada pemblokiran hak akses ataupun manajemen bandwidth yang berada di sisi server. Hal ini menyebabkan apabila ada orang yang membawa laptop atau komputer dan menghubungkannya ke kabel UTP yang tersedia, maka langsung dapat terhubung dengan jaringan LAN dan internet.

Firewall yang digunakan di PT. M ulia Knitting Factory adalah Sygate Personal Firewall dan untuk mengakses server, diperlukan login dan password. Hak akses ini diberikan dengan persetujuan kepala bagian masing-masing divisi atau bagian dan unik untuk setiap pengguna.

3.5 Analisis Permasalahan

Telah diketahui bahwa PT. M ulia Knitting Factory sangat bertumpu dengan internet untuk melakukan aktivitas bisnisnya. Penggunaan e-mail menggantikan surat konvensional dan juga fungsi attachment yang dapat mengirimkan gambar

(17)

dan katalog. Namun sayangnya, kebutuhan akan internet tidak di imbangi dengan ketersediaan sistem yang mendukung kebutuhan tersebut.

Tidak ada sistem yang memungkinkan administrator untuk mengatur alokasi bandwidth untuk setiap pengguna komputer. Hal ini menyebabkan seringkali terjadi tarik-menarik bandwitdh pada aplikasi user sehingga bandwidth yang dimiliki, dinilai kurang besar. Sebenarnya bandwidth yang disediakan pada PT. M ulia Knitting Factory seharusnya sudah dapat memenuhi kebutuhan dari para penggunanya, namun karena tidak ada pengelolaan maka tidak tercapai efisiensi dalam penggunaan bandwidth.

Pengalamatan IP yang dimiliki oleh PT. M ulia Knitting Factory dialokasikan secara dinamis sehingga untuk me-manage bandwidth berdasarkan IP address tidak dapat dilakukan. Penggunaan IP address dinamis tidak aman karena setiap komputer yang terhubung dengan jaringan PT. M ulia Knitting Factory sudah dapat terhubung dengan internet dengan mudahnya.

Hak akses yang tidak diatur secara sentral dan hanya sebatas software pada setiap komputer pengguna sehingga memudahkan pengguna untuk melangkahi hak akses yang diberikan kepadanya. Penggunaan software untuk memblok situs selain yahoo, detik dan kompas dengan tujuan untuk mengefisienkan bandwidth juga dinilai tidak mampu mencapai tujuannya. Pemblokiran tersebut justru dinilai salah sasaran, karena yang dibutuhkan PT. Mulia Knitting Factory adalah tidak hanya pemblokiran situs, tetapi juga pengelolaan alokasi bandwitdth.

(18)

Selain itu, LAN PT. M ulia Knitting Factory juga sangat rentan dengan virus. Hal ini karena terdapat celah port yang tidak ditutup. Hal ini dapat dicegah sebelumnya apabila port-port yang telah biasa digunakan virus masuk ke jaringan ditutup.

3.6 S olusi Permasalahan

Untuk menyelesaikan masalah yang terdapat di PT. M ulia Knitting Factory, maka dibuatlah suatu solusi dengan menggunakan Mikrotik RouterOS. Mikrotik RouterOS ditempatkan sebagai jembatan antara LAN PT. M ulia Knitting Factory dengan internet. Kemampuan dari Mikrotik RouterOS dapat menjadi solusi dari masalah yang selama ini dialami oleh PT. M ulia Knitting Factory.

Dipilihnya Mikrotik RouterOS sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan di PT. Mulia Knitting Factory dikarenakan kemampuannya tidak hanya terbatas pada routing tapi dapat juga sebagi firewall, IP Proxy, Web Proxy dan juga memanage bandwidth. Penggunaan Mikrotik RouterOS juga sangat mudah bagi administrator karena sudah menggunakan GUI pada tampilannya.

Mikrotik RouterOS juga tersedia dalam bentuk software yang dapat diinstal pada komputer. Lisensi yang diberikan lebih murah dibanding dengan yang ditawarkan oleh produk router merk lain.

Fitur-fitur Mikrotik RouterOS yang akan dipergunakan pada jaringan PT. M ulia Knitting Factory adalah sebagai berikut:

(19)

Tabel 3.2 : Fitur Mikrotik RouterOS yang digunakan No Fitur Kegunaan

1. Firewall M enutup akses ke port yang tidak diperlukan dan rawan oleh virus.

2. IP/ARP M emetakan IP address dan M AC address ke Mikrotik RouterOS.

3. SimpleQueue M emanage bandwidth berdasarkan IP address.

4. Web-proxy M enyaring paket data ke dikirim ke web. 5. Load Balancing with

fail-over

M enyeimbangkan penggunaan bandwidth antara dua ISP.

Untuk pemberian IP address, penggunaan IP address statis diperlukan pada jaringan PT. M ulia Knitting Factory, IP address di-assign secara statis dengan pembagian berdasarkan bagian atau divisi. Hal ini dilakukan supaya keamanan jaringan PT. M ulia Knitting Factory lebih terjaga. Selain itu, pemetaan IP address dan MAC address dengan menggunakan IP/ARP juga diperlukan. Hal ini untuk mencegah komputer yang bukan milik PT. M ulia Knitting Factory untuk dapat menggunakan internet. Selain itu, IP address dan MAC address juga dikunci sehingga user yang ingin merubah IP address dengan tujuan mendapat bandwidth lebih besar dapat dicegah.

Untuk mengatasi permasalahan dengan alokasi bandwidth, digunakan fitur simple queue pada Mikrotik RouterOS. Fitur ini akan menyediakan layanan kepada PT. M ulia Knitting Factory untuk dapat memberikan alokasi bandwidth pada setiap client berdasarkan IP address. SimpleQueue dapat digunakan apabila jaringan PT. M ulia Knitting Factory telah menerapkan IP address statis. Dengan menerapkan IP/ARP seperti yang dijelaskan di atas, maka apabila pengguna

(20)

komputer ingin menghindari SimpleQueue, maka pengguna komputer tesebut justru tidak dapat terhubung dengan internet.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, PT. M ulia Knitting Factory menggunakan dua ISP untuk terhubung dengan internet. Hal ini menyebabkan jaringan PT. M ulia Knitting Factory memiliki dua gateway yang aktif. Selain itu, apabila traffic salah satu ISP sudah sangat padat, tidak ada mekanisme untuk berpindah gateway untuk menggunakan ISP yang lain. Dengan menggunakan Mikrotik RouterOS, terdapat fitur load balancing sehingga gateway yang dimiliki cukup satu saja. Mikrotik RouterOS dapat mengalihkan apabila traffic salah satu ISP sedang padat. Hal ini memberikan keuntungan karena tidak terjadi lagi kondisi traffic yang padat pada salah satu ISP padahal yang lainnya dalam keadaan idle.

Penggunaan web-proxy juga diperlukan untuk memaksimalkan penggunaan bandwidth dengan cara memfilter paket data yang keluar ke internet dari jaringan PT. M ulia Knitting Factory. Setiap keyword, alamat URL, dan jenis file yang tidak berhubungan dengan pekerjaan yang ada di PT.M ulia Knitting Factory akan di-drop.

Firewall juga diperlukan untuk keamanan jaringan PT. M ulia Knitting Factory, karena port-port yang dapat digunakan oleh virus untuk masuk ke dalam jaringan LAN ditutup.

Gambar

Gambar 3.1 Struktur organisasi PT. M ulia Knitting Factory
Gambar 3.2 Topologi Jaringan LAN PT. M ulia Knitting Factory
Tabel 3.1 : Spesifikasi tiga buah server yang ada di PT. M ulia Knitting  Factory  Server Jaringan  (Main Server)  Sever Pabrik  (factory server)  Server HRD   (absensi dan payroll)
Gambar 3.3 Hasil tes bandwidth Centrin Online 768Kbps
+3

Referensi

Dokumen terkait