• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA Pelatihan Berpikir Optimis Untuk Meningkatkan Harga Diri Pada Remaja Di Panti Asuhan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA Pelatihan Berpikir Optimis Untuk Meningkatkan Harga Diri Pada Remaja Di Panti Asuhan."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

107

DAFTAR PUSTAKA

Ali, M. & Asrori, M. (2004). Psikologi Remaja: Perkembangan partisipan didik. Jakarta: Bumi Aksara.

As’ad, M. (2003). Seri Ilmu Sumber Daya Manusia: Psikologi industri. Yogyakarta: Liberty.

Azwar, S. (2000). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pellajar.

Baron, R.A & Byrne, B. (1994). Social Psychology. New York: John Willey&Sons, Inc.

Borualogo, I.S. (2004). Hubungan antara persepsi tentang figur attchment dengan self esteem remaja panti asuhan muhammadiyah. Jurnal Psikologi, 13, 29-49.

Branden, N. (1992). The Psychology of Self Esteem. New York: Bartam Bools.

Branden, N. (2001). Kiat Jitu Meningkatkan Harga Diri. Alih Bahasa oleh Hermer. Jakarta: Pustaka Delapratasa.

Bringham, J.C. (1991). Social Psychology. 2 Edition. New York: Harper Collins Publishers Inc.

Burn, R.B. (1998). Konsep Diri: Teoti, pengukuran, perkembangan dan perilaku. Alih Bahasa oleh Eddy. Jakarta: Arcan.

Chaplin, J.P. (1995). Kamus Lengkap Psikologi. Alih Bahasa oleh Kartini & Kartono. Jakarta: Rajawali Press.

Cleghorn, P. (1996). The secrets of Self Esteem. A new approach for everyone. Rockport, Massachusetts: Element Books, Inc.

Coopersmith, S. (1967). Antecedents Of Self Esteem. San Fransisco: W.H. Freeman and Company.

Corey, Gerald. (2007). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT. Refika Aditama.

Daradjat, Z. (1976). Problem Remaja di Indonesia. Jakarta: Bulan Bintang.

(2)

Diana. K.F. & Gaudensia. (2011). Faktor-faktor yang Mendorong Prestasi Belajar Anak Asuh. Tesis. http://lontar.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id= 110900&lokasi=lokal. Diakses tanggal 11 Desember 2011 jam 08.00 WIB.

Ellis, Albert. (2006). Terapi REB Agar Hidup Bebas Derita. Jakarta: Mizan.

Ellis, A. (1998). Rational emotive behavior therapy and its applications to emotional education. In A. Ellis & S. Blau (Eds.), The Albert Ellis reader: A guide to well-being using rational emotive behavior therapy (pp. 253-260). New Jersey: Citadel Press.

Fadlilah, Siti. (2007). Studi Deskiptif Harga Diri Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan di Kota Semarang. Thesis. (Tidak Diterbitkan). Semarang: Universitas Diponegoro.

Feist, J & Feist, G.J. (2008). Theories of Personality. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Felker. (1974). The Development of Self Esteem. New York: William Morrow & Company.

Friedman. H.S. & Schustack. M.W. (2006). Kepribadian: Teori klasik dan riset modern. Jakarta: Erlangga.

McGinnis, A.L. (1995). Kekuatan Optimisme. Jakarta: Mitra Utama.

Goleman. (2002). Emotional Intellegence. mengapa kecerdasan emosi lebih penting dari pada IQ. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Gunarsa, S.D. & Gunarsa, Y.S.D. (1991). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Gunung Mulia.

Hadi, S. (2000). Panduan Manual SPS-2000. Yogyakarta: Yayasan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Hapsari, R.M. & Retnaningsih. (2007). Sumbangan perilaku asertif terhadap harga diri pada karyawan. Jurnal Penelitian Psikologi, 1, 35-40.

Helmi, A.F., Handayani, M.M. & Ratnawati, S. (1998). Efektifitas pelatihan pengendalian diri terhadap peningkatan penerimaan diri dan harga diri. Jurnal Psikologi, 2, 47-55.

(3)

Julian, S. (2007). Cognitif Behavioral Therapy The Core Information Document. British Columbia: Ministry of Health.

Kaplan, H.I., Sadock, B.J. & Grebb, J.A. (1997). Sinopsis Psikiatri: Ilmu pengetahuan perilaku psikiatri klinis. Edisi Ketujuh. Alih Bahasa oleh Widjaja Kusuma. Jakarta: Bina Rupa Aksara.

Khera. (2002). Kiat Jitu Menjadi Pemenang: You can win. Alih Bahasa oleh Tim Penerjemah Mitra Utama. Jakarta: PT. Prenhalindo & Peaarson Education Asia Pte Ltd.

King, L.A. (2010). Psikologi Umum. Alih Bahasa oleh Brian Marwensdy. Jakarta: Salemba Humanika.

Lestari, R. & Koentjoro. (2002). Pelatihan berfikir optimis untuk meningkatkan harga diri pelacur yang tinggal di Panti dan luar panti sosial. Indigenous, 6, 134–146.

Lestari, R. & Lestari, S. (2005). Pelatihan berpikir optimis untuk mengubah perilaku coping pada mahasiswa. Jurnal Psikodinamik, 7,1-10.

McClean, L. (2000). Optimism as a Vital sign. www.ianmcclean.com.ais.

Monks, F.J., Knoers, A.M.P. & Haditono. (2001). Psikologi Perkembangan Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Novianty, N. & Shanti, T.I. (2005). Perbedaan harga diri antara remaja yang tinggal dengan orang tua dengan remaja yang tinggal di panti asuhan (usia 15 - 18 tahun). Abstraksi Thesis. www.file:///D:/Jurnal/ Jurnal%20Panti%20asuhan/SE.htm. Diakses pada tanggal 11 oktober 2011 jam 10:55 WIB.

Papalia, D.E., Olds, S.W. & Feldman, R.D. (2003). Human Development. New York: McGraw-Hill.

Ramdhani, N. (2002). Pelatihan Keterampilan Sosial Untuk Terapi Kesulitan Bergaul. http://www.neila.staff.ugm.ac.id. Diakses pada 11 Oktober 2011 jam 10.45 WIB.

Ridwan. (2009). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

(4)

Sarwono, S.W. (2000). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo.

Seligmen, M.E.P. (1991). Learned Optimism. How to change your mind and your life. New York: Simon And Schuster Inc.

Seligmen, M.E.P. (1995). The Optimistic Child. New York: Houghton Miflin Company.

Seligmen, M.E.P. (2008). Menginstal Optimisme. Bagaimana cara mengubah pikiran dan kehidupan anda. Alih Bahasa oleh Budhy Yogapranata. Bandung: Momentum.

Seniati, L.,Yulianto, A. & Setiadi, B.N. (2005). Psikologi Eksperimen. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Simamora, H. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE YKPN.

Sipayung, M. (2007). Pengaruh pelatihan asertivitas terhadap peningkatan harga diri. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 2, 33-37.

Sriati, A. & Hernawaty, T. (2007). Pengaruh Training Pengembangan Diri Terhadap Harga Diri Remaja Putri Homoseksual di Desa Cibeureum Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Laporan Penelitian. Bandung: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran.

Steve, H.H. & Craske, M.G. (2002). Brief Cognitive Behavioral Therapy. Definition and scientific foundation. John Willey & Sons.Ltd.

Stuart, S. (1998). Principle And Practice of Psyhiatric Nursing. 6 th. Philadelphia: The C V Mosby.

Sutantoputri, N.W. (2004). Pembelajaran strategi kognitif. Jurnal Provitae, 1, 93-102.

Sutjijoso, A.R. & Zarfiel. M.D. (2009). Harga diri dan prestasi belajar pada remaja yang obesitas. Jurnal psikologi, 3, 68-75.

Yusuf. S. (2000). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Pengasuhan pada remaja yang tinggal di panti asuhan.. Naskah

Berdasarkan paparan diatas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan orientasi masa depan pada remaja tuna daksa sebelum dan setelah

Pada saat pretest semua subjek eksperimen (10 orang) memiliki kepercayaan diri rendah, setelah mengikuti pelatihan ( posttest ) terjadi peningkatan yang signifikan, yaitu 7

Nurtini (2000) dari hasil penelitian dengan alat test psikologi 16 PF yang dikenakan kepada 97 anak-anak panti yang tersebar di empat panti asuhan di Surabaya, menunjukkan

Oleh karena itu salah satu cara yang bisa dilakukan untuk lebih mengembangkan karakter sumber daya manusia adalah dengan mengoptimalkan cara berpikir yang lebih optimis

sebagian dari anak-anak yang tinggal di Panti Sosial Asuhan Anak “X” memiliki optimisme yang rendah, di antaranya menganggap diri mereka sebagai orang yang tidak mampu

Peningkatan penyesuaian diri pada kelompok eksperimen terjadi karena remaja yang tinggal di panti asuhan diberikan pelatihan keterampilan regulasi emosi.. Menurut

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness efektif digunakan untuk menurunkan kesepian pada remaja yang tinggal di panti asuhan.. Kata Kunci: Kesepian, Panti