DESAIN VENDING MACHINE PENYEWAAN KAMAR HOTEL DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN KONSEP FINITE STATE AUTOMATA
Rosadi1)*, Yessica Fara Desvia2), Laela Kurniawati3), Sri Rahayu4), Windu Gata5)
1,2,5 Ilmu Komputer, 3Sistem Informasi, 4Informatika, Universitas Nusa Mandiri
email: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected]
Abstract
The hotel industry will compete in developing their business, one of which is by applying information technology. In addition to designing an information system for business development, a vending machine can also be designed using the concept of finite state automata (FSA). FSA is a computational model with limited memory that has the function of a digital computer, which can accept input, output, temporary storage and is able to make decisions in defining inputs into outputs. The VM penyewaan kamar hotel design will make a new solution for tourists who do not book rooms online, can choose rooms independently through VM and using two payment methods, that is cash and non-cash method payment. The design stage begins with analyzing business processes at a hotel, describing the machine configuration with state diagrams and then designing the VM user interface. So that an output from the machine can be generated in the form of a room key which will then be used to enter the selected room.
Keywords: Finite State Automata, Business Process, Vending Machine, Tourists
1. PENDAHULUAN
Industri hotel masih akan terus berkembang seiring dengan banyaknya sektor pariwisata yang ada di Indonesia, terlebih lagi Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar yang ada di dunia yakni memiliki sekitar 17.504 pulau di seluruh wilayah Indonesia [1]. Berbagai macam destinasi wisata tersebar di Indonesia, mulai dari wisata budaya, wisata sejarah, wisata belanja, wisata alam, wisata agama dan lain sebagainya. Hal ini menjadikan beberapa daerah di Indonesia, khususnya yang terdapat lokasi wisata, menjadi tujuan berlibur bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Hotel merupakan bisnis yang paling cepat berkembang, terutama di kota-kota besar [2]. Hotel juga merupakan suatu bentuk akomodasi yang dikelola secara komersial dan disediakan untuk semua orang yang akan menginap berikut fasilitas pendukungnya [3].
Di Indonesia banyak variasi hotel dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan, mulai dari
hotel berkonsep syariah maupun konvensional, dengan kualitas tertentu yang akan menentukan keuntungan dari segi ekonomi dan kompetitif [4].
Para pengusaha industri hotel akan berlomba-lomba dalam mengembangkan hotel yang mereka kelola, salah satunya adalah pemanfaatan teknologi untuk pemesanan kamar hotel. Untuk meningkatkan kuliatas pelayanan masyarakat, teknologi tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, tetapi sudah menjadi salah satu kebutuhan untuk menerapkan strategi bisnis suatu perusahaan [5]. Dengan pemanfaatan teknologi menjadikan dampak positif bagi perkembangan perusahaan dimana masyarakat dapat mengakses informasi dan meringankan pekerjaan karyawan dari perusahaan tersebut [6], [7]–[9], [10], [11].
Pemesanan kamar hotel secara manual dirasa kurang efektif dan efisien dalam proses pemesanan kamar jika dibandingan dengan sistem yang sudah terkomputerisasi [2], [12].
Selama ini penyewaan kamar hotel secara
manual dilakukan dengan melakukan pencatatan identitas tamu yang berkunjung pada buku, kemudian pencarian kamar yang kosong oleh petugas, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama [13].
Pemesanan kamar secara manual akan menjadi sebuah permasalahan baru untuk wisatawan yang akan melakukan pemesanan kamar pada malam hari atau diatas batasan maksimal check in dan tidak melakukan pemesanan kamar hotel secara daring sebelumnya, dimana ada beberapa penyedia jasa industri hotel akan menetapkan batasan jam maksimal untuk melakukan check in. Jika tamu hotel yang akan melakukan pemesanan hotel atau check in di luar batasan maksimal, maka pihak hotel akan mengenakan tambahan biaya untuk sebuah sewa kamar sehingga tamu yang akan menginap akan merasa dirugikan.
Selain dengan memanfaatkan sistem informasi penyewaan kamar hotel secara daring, untuk menunjang perkembangan sebuah bisnis hotel, juga dapat dirancang sebuah sistem Vending Machine (VM). Sehingga wisatawan dapat melakukan pemesanan kamar hotel kapanpun tanpa harus berhubungan langsung dengan petugas maupun dengan sistem reservasi daring dengan cepat dan mudah. Selama ini pemanfaatan VM biasanya digunakan untuk menjual sebuah barang atau produk, seperti:
tiket kereta, makanan ringan, minuman dalam kemasan dan lain sebagainya [14].
Pada penelitian sebelumnya, dibuat permainan yang mensimulasikan proses bisnis dari sebuah manajemen hotel dengan menerapkan Finite State Machine (FSM) agar pengguna dapat mengetahui proses bisnis manajemen tanpa harus mengalaminya di dunia nyata[15]. Desain VM penjualan rokok dengan mengimplementasikan Finite State Automata (FSA) yang terintegrasi dengan KTP yang bertujuan untuk mengontrol perokok aktif di bawah umur [16], penjualan tiket taman hiburan agar lebih mudah dalam penjualan tiket di beberapa wahana yang tersedia [17], VM rujak buah dengan 2 pilihan kombinasi rujak dan 3 jenis tingkatan kepedasan [18]. Selain pada
penjualan produk, FSA juga diterapkan pada rancangan terjemahan bahasa madura dengan sistem text to speech [19] dan sistem penerjemah bahasa dan aksara jawa [20].
Penelitian ini akan membahas tentang penyewaan kamar hotel yang belum pernah diterapkan pada penelitian sebelumnya. Pada VM penjualan rokok [16], penjualan rujak buah [18], dan penjualan jamu tradisional [21], barang yang dikeluarkan oleh mesin akan menjadi hak milik pembeli sepenuhnya. Namun pada desain VM penyewaan kamar hotel ini, pembeli atau pengguna VM hanya melakukan sewa kamar, kemudian mengembalikan barang atau kunci yang dikeluarkan oleh mesin ke petugas hotel setelah masa sewa sudah habis. Desain VM penyewaan kamar hotel dengan FSA ini akan menjadi sebuah solusi baru untuk melakukan pemesanan kamar hotel selain dengan pemesanan kamar secara manual maupun daring.
Tujuan dari penelitian ini yaitu mencoba menyelesaikan sebuah permasalahan dimana wisatawan yang akan melakukan pemesanan hotel namun terkendala karena adanya batasan jam saat melakukan check in dan tidak melakukan pemesanan kamar hotel sebelumnya, akan memesan menggunakan VM dengan metode Finite State Automata (FSA). VM tersebut dapat diakses oleh wisatawan dalam proses pemesanan kamar hotel kapan saja tanpa harus bertemu dengan petugas hotel. Dengan adanya VM ini, diharapkan akan menjadi salah satu penunjang perkembangan bisnis industri hotel dan sebuah solusi alternatif bagi wisatawan yang melakukan perjalanan wisata tanpa persiapan pemesanan kamar hotel sebelumnya dengan melakukan pemesanan kamar hotel secara mandiri. Dengan melakukan pemesanan kamar melalui VM pengunjung dapat mendapatkan kunci kamar setelah pembayaran dan KTP diverifikasi mesin.
2. METODE PENELITIAN
Metodologi penelitian yang diterapkan untuk menetapkan batasan ruang lingkup pada penelitian ini dijelaskan pada gambar 2 berikut.
Gambar 1. Kerangka Penelitian
Analisa proses bisnis dilakukan untuk mengetahui proses reservasi baik secara manual maupun secara daring yang dilakukan oleh tamu dan petugas hotel, proses check in maupun check out, kemudian menguraikan FSA yang akan digunakan pada penelitian desain yang berfungsi sebagai proses kontrol alur penyewaan VM reservasi kamar, selanjutnya merancang diagram state yang meliputi penggambaran fitur- fitur yang terdapat pada sebuah mesin VM.
Setelah pemaparan FSA dan perancangan diagram state, maka tahapan selanjutnya penggambaran desain VM dari sebuah mesih VM penyewaan kamar hotel.
Finite Automata (FA) merupakan otomata yang tidak memiliki memori sementara dan merupakan sebuah kelas mesin dengan kemampuan yang sangat terbatas [22]. Otomata sangat erat kaitannya dengan mesin - mesin abstrak yang dapat mengenali, menerima, menggerakkan pada sebuah bahasa tertentu [22], [23]. Automata akan membuat sebuah keputusan akan diterima atau tidaknya dari sebuah masukan [21]. Sedangkan teori bahasa merupakan sebuah media komunikasi baik antara sesama manusia maupun antara manusia dengan mesin [24], [23]. Teori automata dan bahasa sangat berguna dalam proses pengembangan ilmu komputer baik pengembangan perangkat keras maupun perangkat lunak [24].
Sebuah model komputasi sederhana dengan memori yang terbatas disebut Finite state Automata (FSA) [18]. Komponen FSA memiliki fungsi dari komputer digital, dimana dapat menerima masukan, keluaran, penyimpanan sementara dan mampu membuat keputusan dalam mendefinisikan input ke dalam
output[21]. FSA memiliki sifat seperti pita masukan, rangkaian simbol yang berasal dari kumpulan sebuah simbol, setiap pembacaan satu karakter posisi read head akan berada pada simbol berikutnya[14]. FSA terdiri dari Deterministic Finite Automata (DFA) dan Non Deterministic Automata (NFA). Keduanya dibedakan dari segi arah transisi state nya saja.
DFA memiliki transisi state satu arah, sedangkan NFA dapat memiliki lebih dari satu arah transisi [18]. FSA memiliki 5 tupel, yaitu himpunan state (Q), himpunan simbol masukan (Σ), fungsi transisi (δ), state awal atau initial state (S), himpunan state akhir atau final state (F) [17].
FSA atau automata berhingga bukanlah mesin fisik tetapi suatu model matematika yang menerima masukan dan keluaran diskrit[25].
Seacara formal FSA dinyatakan ke dalam 5 tupel pada FSA yaitu M=(Q, ∑, ẟ, S, F).
Gambar 1. Deterministic Finite Automata
Berdasarkan konfgurasi pada gambar 1 Deterministic Finite Automata di atas, secara formal dapat diuraikan sebagai berikut:
Q = {q0, q1, q2), ∑ = {a,b}, S = q0, F = { q2 }, ẟ = {ẟ (q0 , a) = q0 , ẟ (q0 , b) = q1, ẟ (q1 , a) = q1, ẟ (q1 , b) = q2, ẟ (q2 , a) = q1, ẟ (q2 , b) = q2}
Fungsi transisi pada gambar 1 dapat didefinisikan kedalam table 1 sebagai berikut:
Tabel 1. Table Fungsi Transisi
ẟ a b
q0 q0 q1
q1 q1 q2
q2 q1 q2
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan kerangka metode penelitian yang sudah diterapkan pada gambar 2, hasil penelitian desain VM penyewaan kamar hotel dengan FSA dapat diuraikan sebagai berikut : Analisa Proses Bisnis
Perancangan Diagram State
Desain Vending Machine
3.1 Analisa Proses Bisnis
Pemesanan kamar hotel saat ini dapat dilakukan dengan cara manual maupun dengan cara daring. Proses reservasi kamar manual berawal dari tamu hotel datang langsung untuk melakukan proses check in. Kemudian front office akan menawarkan paket penginapan yang tersedia di hotel tersebut dan tamu akan memilih paket penginapan yang diinginkan. Setelah terjadi kesepakatan harga dengan paket penginapan yang dipilih selanjutnya front office akan memeriksa kamar sesuai dengan keinginan tamu, jika kamar sudah tersedia maka tamu akan melakukan pembayaran secara lunas maupun pembayaran dimuka. Berbeda dengan proses reservasi dengan cara manual, proses reservasi dengan cara daring tamu hotel akan memilih paket kamar di sebuah aplikasi kemudian membayar sesuai dengan harga kamar dan waktu menginap dengan cara transfer. Setelah melakukan pembayaran selanjutnya tamu akan mendapatkan kode booking dan kode tersebut akan ditunjukkan ke petugas untuk melakukan check in.
Dalam proses bisnis hotel biasanya terdapat housekeeping dan food and beverage (F and B). Pada proses housekeeping terdapat proses pergantian barang-barang housekeeping yang meliputi penggantian handuk, sprei maupun selimut sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan. Sedangkan pada proses F and B, meliputi pembelian makanan dan cara pembayaran yang dapat dilakukan seacara langsung maupun digabung dengan nota penyewaan kamar dan dibayar ketika tamu akan melakukan check out.
Proses chek in pada beberapa hotel biasanya akan menetapkan batasan jam minimal check in, jika pemesanan dilakukan diluar batasan minimal maka pihak hotel akan menetapkan penambahan harga early check in.
Begitu juga sebaliknya, jika tamu melakukan chek in melebihi batasan maksimal check in, hotel akan menetapkan penambahan harga bahkan menaikan harga sampai satu setengah kali lipat harga sewa kamar pada hari normal.
Tidak hanya pada saat check in, pada proses
check out juga akan dikenakan tambahan biaya jika tamu melakukan check out melebihi batasan maksimal check out.
Pada saat proses check out, tamu akan mendatangi front office dan menginformasikan ke petugas bahwa akan melakukan chek out.
Selanjutkan front office akan berkoordinasi dengan roomboy untuk memeriksa kamar yang disewa tamu, roomboy akan mengecek kamar dan memastikan kelengkapan dan kerusakan barang yang ada di kamar tersebut. Jika terjadi kehilangan maupun kerusakan barang, maka pihak hotel akan melakukan denda terhadap tamu sesuai dengan nominal barang maupun denda sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh pihak manajemen hotel. Setelah proses periksaan kamar dan pengitungan tagihan jika ada pemesanan makanan tambahan, denda, dan tambahan biaya lainnya, maka front office akan memberikan nota kemudian tamu membayar sesuai dengan tagihan dan meninggalkan hotel.
3.2 Perancangan diagram state
Gambar 3. NFA VM penyewaan Kamar Hotel.
Berdasarkan diagram state pada gambar 3, konfigurasi mesin dengan NFA dapat di jelaskan sebagai berikut :
Q = {q1, q2, q3, q4, q5, q6, q7, q8, q9, q10, q11, q12, q13}
∑ = {a, b, c, d, e, f, g, kp, kl, lm, mn, rs, z , 0, 1}
S = {q1} F = {q14}
Konfigurasi mesin tersebut memiliki beberapa state yang menyimbolkan suatu proses sebagai berikut :
q0 = State Awal (initial state) akan mengitung ketersediaan kamar
q1 = Kamar tipe standard room q2 = Kamar tipe suite room q3 = Kamar tipe deluxe room q4 = Kamar tipe superior room q5 = Kamar tipe single room
q6 = Tipe Pembayaran dengan e-wallet (support Qris)
q7 = Tipe Pembayaran dengan uang tunai q8 = Menerima input uang nominal pecahan Rp.20.000;
q9 = Menerima input uang nominal pecahan Rp.50.000;
q10 = Menerima input uang nominal pecahan Rp.100.000;
q11 = scan barcode e-wallet
q12 = Total Penambahan kl, lm dan mn
q13 = Menerima input berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP)
q14 = kunci kamar keluar berupa kartu Radio Frequency Identification (RFID Card)
Pada konfigurasi diagram state tersebut akan menerima masukan berupa satu dan nol.
Jika mendapat masukan nol, artinya state akan terus berlanjut ke state berikutnya, dan jika memerima masukan satu maka state akan berhenti dan mesin akan menyelesaikan tugas dan kembali ke state awal. Pada konfigurasi mesin tersebut juga menerima masukan khusus, yaitu kl, lm, mn, rs yang menyimbolkan uang pecahan Rp. 20.000; Rp. 50.000; dan Rp.
100.000; serta KTP.
Pada state awal, mesin akan menghitung ketersediaan kamar dan menampilkan jenis kamar yang diinginkan, misalnya memilih kamar dengan tipe standard room maka state q0
akan menuju ke q1. Jika kamar yang dipilih sudah tidak tersedia maka state akan menyelesaikan tugasnya dan berpindah ke q0. Jika kamar tersedia maka selanjutnya akan diminta memilih metode pembayaran, jika memilih pembayaran non-tunai (scan Qris)
maka akan berpindah ke q6 sedangkan jika memilih pembayaran tunai maka akan ke q7. Jika pembayaraan yang dipilih non-tunai maka state menuju q11 kemudian akan diminta untuk memindai barcode Qris dengan aplikasi e-wallet.
Namun, jika pembayaran yang dipilih menggunakan uang tunai maka harus memasukan uang tunai. Jika uang yang dimasukan nominal pecahan Rp. 20.000 maka akan di state q8, nominal Rp.50.000 di state q9
dan nominal pecahan Rp. 100.000 akan ke state q10. Jika ketiga nominal tersebut harus dijumlakan maka selanjutnya akan berpindah ke state q12. Jika metode pembayaran akan diganti baik pada saat memilih dengan metode non- tunai maupun dengan tunai maka mesin akan menyelesaikan tugasnya dan kembali ke state awal dan harus melakukan pemilihan kamar ulang. Selanjutnya, jika pembayaran sudah diterima baik secara tunai maupun non-tunai, maka mesin akan meminta memasukan kartu tanda pengenal berupa KTP dan posisi berubah di state q13 . setelah semuanya sudah berhasil diidentifikasi maka mesin akan mengeluarkan kunci kamar yang dipilih dan berada di state q14
dan mesin akan menyelesaikan tugasnya kemudian kembali ke q0.
3.3 Desain Vending Machine
Proses kerja berdasarkan tampilan desain antarmuka pada gambar 4 yaitu: mesin akan menampilkan jenis hotel yang tersedia yaitu standard room, suite room, deluxe room, superior room dan single room. Pada VM tersebut tidak ada pilihan waktu menginap, jadi hanya dapat melakukan pemesanan untuk menginap pada hari kedatangan saja dan tidak bisa untuk penginapan terjadwal. Jika akan melakukan perpanjang waktu penginapan maka harus datang ke front office untuk melakukan perpanjangan penginapan. Setelah memilih jenis kamar selanjutnya memilih metode pembayaran yaitu dengan e-wallet dan tunai. Jika memilih dengan e-wallet maka barcode e-wallet akan keluar dan melakukan pemindaian barcode yang tersedia di mesin kemudian mesin akan meminta untuk memasukan KTP sebagai data identitas.
Setelah pembayaran dan kartu identitas diterima maka mesin akan mengeluarkan kunci kamar yang dipilih. Begitu juga jika pembayaran yang dipilih dengan cara tunai, maka mesin akan menampilkan jenis uang pecahan yang dapat digunakan pada mesin. Jika total uang yang dimasukan sudah sesuai, selanjutnya harus memasukan KTP dan mesin akan mengeluarkan kunci kamar.
Gambar 4. Tampilan VM penyewaan kamar
4. KESIMPULAN
Berdasarkan perancangan VM dengan FSA, dapat disimpulkan bahwa penggunaan non-deterministic finite automata dapat berguna sebagai metode untuk melakukan perancangan mesin yang bertujuan untuk melakukan pemesanan kamar secara mandiri. Berdasarkan state-state yang dijabarkan bahwa penggunaan FSA dapat memudahkan wisatawan dalam melakukan pemesanan kamar hotel baik dengan pembayaran tunai maupun non-tunai. Pada pemilihan tipe kamar standard room, dapat dilakukan dengan cara pembayaran tunai
kemudian uang yang dimasukan akan dijumlahkan sesuai dengan total yang harus dibayarkan, selanjutnya mesin akan meminta memasukan KTP dan kemudian kunci kamar akan dikeluarkan. Kekurangan dari desain VM penyewaan kamar ini adalah tidak adanya pilihan lama menginap dan mesin tidak dapat mengeluarkan uang kembalian. Sebagai saran untuk penelitian selanjutnya adalah perlu adanya penambahan fitur pemilihan lama menginap dan mesin dapat mengeluarkan uang kembalian.
5. REFERENSI
[1] A. A. Rahma, “Potensi Sumber Daya Alam dalam Mengembangkan Sektor Pariwisata Di Indonesia,” J. Nas.
Pariwisata, vol. 12, no. 1, p. 1, 2020, doi:
10.22146/jnp.52178.
[2] A. Mubarok and M. R. Apriyanta,
“Penerapan Aplikasi Web Di Hotel Arinda Guest House Bandung,” J.
Inform., vol. 4, no. 2, pp. 272–276, 2017.
[3] R. Astari and O. F. Jin, “Pengaruh perubahan rencana konstruksi terhadap sistem operasional hotel,” vol. 2, no. 1, pp. 59–66, 2018.
[4] N. Hidayatun, M. Rosmiati, and E.
Saputro, “Aplikasi E-Reservation Untuk Pemesanan Kamar Pada Hotel Hinâs,”
Sist. Inf., vol. 14, no. 1, pp. 57–62, 2017.
[5] J. E. Manurung and R. Nasution, “Sistem Pemesanan Tiket Bus Online Pada Bandara Udara,” vol. 2, pp. 99–104, 2019.
[6] N. A. Sinaga, “Pengembangan Sistem Informasi Laboratorium Komputer Berbasis Web (Studi Kasus Politekik Bisnis Indonesia),” J. TEKINKOM, vol.
1, no. 2, pp. 55–61, 2018.
[7] V. M. M. Siregar, E. Damanik, M. R.
Tampubolon, E. I. Malau, E. P. S.
Parapat, and D. S. Hutagalung, “Sistem Informasi Administrasi Pinjaman (Kredit) Pada Credo Union Modifikasi (CUM) Berbasis Web,” J. Tekinkom, vol.
3, no. 2, pp. 62–69, 2020, doi:
10.37600/tekinkom.v3i2.193.
[8] J. Simatupang and S. Sianturi,
“Perancangan Sistem Informasi Pemesanan Tiket Bus Pada PO. Handoyo
Berbasis Online,” J. Intra-Tech, vol. 3, no. 2, pp. 11–25, 2019.
[9] V. Sihombing, N. Siahaan, U.
Labuhanbatu, F. Hukum, and U.
Labuhanbatu, “RANCANG BANGUN SISTEM UJIAN ONLINE BERBASIS WEB DI SMK,” J. TEKINKOM, vol. 2, no. 2, pp. 151–155, 2019, doi:
10.37600/tekinkom.v2i2.112.
[10] V. Sihombing, V. M. M. Siregar, W. S.
Tampubolon, M. Jannah, Risdalina, and A. Hakim, “Implementation of simple additive weighting algorithm in decision support system,” IOP Conf. Ser. Mater.
Sci. Eng., vol. 1088, no. 1, p. 012014, Feb. 2021, doi: 10.1088/1757- 899X/1088/1/012014.
[11] S. Sirait et al., “Selection of the Best Administrative Staff Using Elimination Et Choix Traduisant La Realite (ELECTRE) Method,” J. Phys. Conf.
Ser., vol. 1933, no. 1, p. 012068, Jun.
2021, doi: 10.1088/1742- 6596/1933/1/012068.
[12] V. M. M. Siregar and N. F. Siagian,
“Sistem Informasi Front Office Untuk Peningkatan Pelayanan Pelanggan Dalam Reservasi Kamar Hotel,” J. Tek. Inf. dan Komput., vol. 4, no. 1, pp. 77–82, 2021, doi: 10.37600/tekinkom.v4i1.279.
[13] R. Damayanti and indah uli Wardati,
“perancangan sistem informasi pemesanan dan pembayaran kamar pada hotel remaja pacitan,” J. Evolusi Vol. 4 Nomor 2 - 2016 | evolusi.bsi.ac.id Peranc., vol. 152, no. 3, p. 28, 2016.
[14] K. Handayani, D. Ismunandar, S. A.
Putri, and W. Gata, “Penerapan Finite State Automata Pada Vending Machine Susu Kambing Etawa,” vol. 12, no. 2, pp.
87–92, 2020.
[15] A. T. Setyadi, I. Kuswardayan, and R. R.
Hariadi, “Hotel Manajer : Permainan Simulasi Manajemen Operasi Hotel dengan Pemodelan Finite State Machine,” J. Tek. ITS, vol. 7, no. 1, pp.
1–5, 2018, doi:
10.12962/j23373539.v7i1.29498.
[16] G. vangeran Saragih, A. Faisal, and W.
Gata, “Desain Vending Machine Rokok Dengan Mengimplementasikan Finite
State Automata,” vol. 12, no. 1, pp. 55–
60, 2020.
[17] F. J. Kaunang and J. Waworundeng,
“Implementation of Finite State Automata in an Amusement Park Automatic Ticket Selling Machine,”
Abstr. Proc. Int. Sch. Conf., vol. 7, no. 1, pp. 1776–1785, 2019, doi:
10.35974/isc.v7i1.1979.
[18] R. A. Nugraha, A. Mulyani, and W. Gata,
“Desain Vending Machine Rujak Buah Dengan Finite State Automata,” vol. 5, no. September, pp. 198–207, 2020.
[19] F. H. Rachman, Qudsiyah, and F.
Solihin, “Finite State Automata Approach for Text to Speech Translation System in Indonesian-Madurese Language,” J. Phys. Conf. Ser., vol.
1569, no. 2, 2020, doi: 10.1088/1742- 6596/1569/2/022091.
[20] B. W. Yohanes, T. Robert, and S.
Nugroho, “Sistem Penerjemah Bahasa Jawa-Aksara Jawa Berbasis Finite State Automata,” J. Nas. Tek. Elektro dan Teknol. Inf., vol. 6, no. 2, 2017, doi:
10.22146/jnteti.v6i2.306.
[21] F. Titiani, S. A. Putri, and W. Gata,
“Penerapan Konsep Finite State Automata Pada Aplikasi Simulasi Vending Machine Jamu Tradisional,”
vol. 7, no. 2, pp. 141–147, 2020.
[22] A. W. Aranski, Teori Bahasa Dan Automata. padang: pustaka galeri mandiri, 2018.
[23] T. I. Saputra, F. Fauziah, and A.
Gunaryati, “Simulasi Vending Machine Dengan Mengimplementasikan Finite State Automata,” JOINTECS (Journal Inf. Technol. Comput. Sci., vol. 3, no. 3, pp. 143–148, 2018, doi:
10.31328/jointecs.v3i3.819.
[24] T. Rivanie, “Implementasi Finite State Automata dalam Proses Registrasi Workout Plan pada Pusat Kebugaran,”
Matics, vol. 12, no. 1, p. 94, 2020, doi:
10.18860/mat.v12i1.8573.
[25] A. Aidil, PENGANTAR TEORI BAHASA
FORMAL, OTOMATA, DAN
KOMPUTASI, 1st ed. Yogyakarta: CV BUDI UTAMA, 2018.