• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB MARTAPURA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB MARTAPURA"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)

LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB MARTAPURA

2021

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR WILAYAH SUMATERA SELATAN

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat melaksanakan penyusunan laporan kinerja tahun 2020 yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura Tahun 2021 dapat tersusun, sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura atas target kinerja dan penggunaan anggaran tahun 2021. Laporan Kinerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura tahun 2021 juga merupakan perwujudan pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian visi dan misi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura pada Tahun Anggaran 2021.

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, serta Rencana Strategis Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2020- 2024 sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 33 Tahun 2020. Laporan Kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2021 merupakan laporan kinerja “hukum sebagai panglima” yang menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Permasalahan dan kendala yang dihadapi akan menjadi rencana tindak lanjut untuk perbaikan kinerja ke depan. Semoga Laporan Kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2021 ini dapat dipahami dengan baik, dan mampu memenuhi harapan semua pihak, serta dapat dimanfaatkan sebagai media informasi kinerja dan evaluasi kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di masa yang akan datang.

Akhir kata, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan bagi Bangsa dan Negara Indonesia dalam menghadapi Pandemic Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Lapas Kelas IIB Martapura,

Edi Saputra

NIP. 19721207 199703 1 001

(3)

DAFTAR ISI

Hal.

Kata Penganta r Daftar Isi

Bab 1. Pendahuluan

A. Latar Belakang B. Maksud dan Tujuan C. Dasar Hukum

D. Sistematika Penulisan

BAB 2. Perencanaan Kinerja A. Rencana Strategis B. Perjanjian Kinerja

BAB 3. Akuntabilitas Kinerja A. Capaian Kinerja B. Realisasi Anggaran

BAB 4. Penutup

A. Kesimpulan

B. Rencana Tindak Lanjut

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas, Lapas Kelas IIB Martapura merupakan Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Dalam melaksanakan tugas Lapas Kelas IIB Martapura wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi naik kedalam maupun keluar satuan organisasi dan instansi terkait setempat untuk mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Dalam melaksanakan tugas Lapas Kelas IIB Martapura dipimpin oleh seorang kepala, dibantu oleh 4 Orang Kasi dan 7 Orang Kasubsi, mengingat peran yang di emban Lapas Kelas IIB Martapuras enantiasa berorientasi sesuai dengan visi dan misi yang akan dicapai, oleh karena itu segenap Pegawai Lapas Kelas IIB Martapura telah bertekad dengan sepenuh hati untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya

A. Latar Belakang

Secara Geografis Lapas Kelas IIB Martapura terletak di Jln. Merdeka No. 03 Martapura Kelurahan Pasar Martapura samping perlintasan rel kereta api Kecamatan Martapura kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan Telp. (0735) 481017 fax. (0735) 481017. Lapas Kelas IIB Martapura di bangun diatas tanah seluas 69,3 x 48,45 M yang merupakan peninggalan zaman belanda dan menjadi hak milik Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor sertifikat : AA.232591.04.08.06.09.4.00001, dengan kapasitas isi penghuni sebanyak 188 orang, dan pada saat ini per tanggal 25 Februari 2021 isi penghuni Lapas Kelas IIB Martapura sebanyak 428 orang.

Sebelumnya UPT ini ialah Cabang Rumah Tahanan Negara Martapura Sebelumnya adalah Penjara Peninggalan Belanda yang Beralamatkan Jl. Merdeka No.03 Kecamatan Martapura Provinsi Sumatera Selatan yang diperuntukan untuk Tahanan Politik dan Militer. Kemudian Pada Tanggal 10 April 2018 Berubah Nomenklatur Menjadi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIb Martapura Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kementerian Hukum dan HAM RI No.

M.HH.10.OT.01.03 Tahun 2018.

1. Tugas Pokok

Melaksanakan pembinaan berkala dan berkelanjutan bagi warga binaan pemasyarakatan dengan maksud agar narapidana menyadari kesalahannya dan tidak lagi berkehendak melakukan tindak pidana dan menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab bagi dirinya sendiri, keluarga dan lingkungannya. Tugas dan fungsinya, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura berhubungan dengan visi dan misi pemasyarkatan yaitu.

a. Visi Pemasyaraktan : Pulihnya kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan warga binaan pemasyarakatan sebagai individu, anggota masyarakat dan makhluk Tuhan yang mahaEsa.

b. Misi Pemasyarakatan :Melaksanakan perawatan tahanan, pembinaan dan pembimbingan warga binaan pemasyarakatan serta pengelolaan benda sitaan negara dalam kerangka penegakan hokum, pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia.

(5)

2. Fungsi

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya setiap lembaga pemasyarakatan perlu berpedoman kepada tata nilai Pemasyarakatan. Mengaplikasikan tata nilai pada budaya kerja dalam pelaksanaan tugas melalui nilai “PASTI SMART” yang mempunyai makna : a. Profesional, Aparat Kementerian Hukum dan HAM adalah aparat yang bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan bidang tugasnya, menjunjungtinggietika dan integritasprofesi.

b. Akuntabel, Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dapat dipertanggungjawababkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.

c. Sinergi,Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat dan berkualitas.

d. Transparan, Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses atas kebebasan bagi setiap orang untukmemperoleh inforrmasi tentang penyelenggaraan pemerintah, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan pelaksaannya, serta hasil-hasil yang dicapai.

e. Inovatif,Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreativitas dan mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya.

f. Serious, petugas pemasyarakatan harus serius dalam bekerja

g. Minded, petugas pemasyarakatan harus memiliki pemikiran yang luas

h. Active, petugas pemasyarakatan harus aktif dalam bekerja dan bersungguh- sungguh

i. Responsive, Petugas pemasyarakatan harus suka dan tanggap dalam berbagai permasalahan

j. Talk, petugas pemasyarakatan harus menjalin komunikasi yang baik.

3. Struktur Organisasi

a) Kepala Lapas Kelas IIB Martapura b) Sub Bagian Tata Usaha

Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan keuangan serta surat-menyurat, perlengkapan dan rumah tangga.

 Urusan Kepegawaian dan Keuangan

 Urusan Umum

c) Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan

Melakukan penjagaan, pengawasan, pemeliharaan, pengawalan serta pemeriksaan keamanan dan ketertiban.

 Regu Pengamanan I

 Regu Pengamanan II

 Regu Pengamanan III

 Regu Pengamanan IV

(6)

d) Seksi Pembinaan Narapidana/Anak didik dan Kegiatan Kerja

Memberikan bimbingan pemasyarakatan, mengurus kesehatan dan memberikan perawatan bagi narapidana / anak didik tugas memberikan bimbingan dan penyuluhan rohani serta memberikan latihan olah raga, peningkatan pengetahuan asimilasi, cuti penglepasan dan kesejahteraan narapidana / anak didik serta mengurus kesehatan dan memberikan perawatan bagi narapidana / anak didik. Serta memberikan bimbingan latian kerja bagi narapidana/anak didik dan mengelola hasil kerja.

 Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan

 Sub Seksi Perawatan

 Sub Seksi Kegiatan Kerja e) Seksi Administrasi Kamtib

Seksi Keamanan dan Tata Tertib mempunyai tugas mengatur jadwal tugas, penggunaan perlengkapan dan pembagian tugas pengamanan, menerima laporan harian dan berita acara dari satuan pengamanan yang bertugas serta menyusun laporan berkala di bidang keamanan dan menegakkan tata tertib.

 Sub Seksi Keamanan

 Sub Seksi Pelaporan dan Tata Tertib

4. Permasalahan/Isu Strategis

SUB ORGANISASI PERMASALAHAN CAPAIAN TAHUN LALU Tata Usaha Kurangnya Sarana dan

Prasaran Perkantoran seperti : komputer, printer, AC, CCTV dan sebagainya.

Ada beberapa unit CCTV lama yang telah diperbaiki

Perbaikan gedung bangunan yang rusak berat tidak dapat dilaksanakan karena tidak ada anggaran rehabilitasi gedung yang rusak berat.

Melakukan pengecatan ulang bangunan lapa dan pagar depan

KPLP Kurangnya Petugas

Anggota Jaga

Mendapat 5 orang CPNS 2019 Kurangnya sarana dan

prasarana keamanan seperti CCTV dan lampu sorot pos menara atas serta perlunya

peremajaan alat keamanan berupa handy talky ( HT ), emergency lamp, tongkat elektrik, tongkat kejut, ini termasuk salah satu hambatan yang menyebabkan kinerja pegawai belum bisa maximal.

Terus mengajukan sarana dan prasarana keamanan serta

memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada

Pembinaan Kurangnya Sarana dan Prasarana untuk

memberikan pembinaan yang maksimal

Memanfaatkan masjid At taubah, halaman masjid, dan aula untuk kegiatan kerohanian.

(7)

Kurangnya tenaga pengajar atau instruktur pembinaan yang ahli

Telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka pembinaan Kurangnya petugas

pengawalan Giatja

Telah mengirim usulan penambahan pegawai Administrasi Kamtib Kurangnya Petugas

Pengawalan dan pemeriksaan

Telah mengirim usulan penambahan pegawai Belum adanya staf

pelaporan tata tertib

akan diusulkan pegawai untuk jabatan tersebut Kurang optimalnya

penataan dan

penyimpanan arsip – arsip yang berkenaan dengan administrasi keamanan dan ketertiban khususnya dibidang sub seksi Keamanan yang disebabkan

keterbatasan ruangan dan sarana

penyimpanan

Telah dilaksankan pengarsipan namun belum optimal

B. Maksud dan Tujuan

Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Satuan Kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura Tahun Anggaran 2021 mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut:

1. Sebagai wujud pertanggungjawaban dalam pencapaian misi dan tujuan Kementerian Hukum dan HAM serta dalam rangka perwujudan good governance;

2. Mewujudkan akuntabilitas Satuan Kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura kepada pihak-pihak yang memberi mandat/amanah. Dengan demikian, LKIP merupakan sarana bagi Satuan Kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura dan jajaran untuk mengkomunikasikan dan menjawab tentang apa yang sudah dicapai dan bagaimana proses pencapainnya;

3. Mengetahui dan menilai keberhasilan dan kegagalan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab Satuan Kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura selama Tahun 2021;

4. Mendorong Satuan Kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura untuk menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan secara baik, sesuai ketentuan peratueran perundang-undangan yang berlaku, kebijakan yang transparan dan dapat dipertanggungjwabkan kepada masyarakat;

5. Menjadikan Satuan Kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura yang akuntabel, sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, dan resposif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.

(8)

C. Dasar Hukum

1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

2. Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;

3. PP No 8/2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja;

4. Perpres 29/2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP);

5. Permenpan RB No 53/2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

6. Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor.M.HH-04.PR.03.01 Tahun 2015 Tentang Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;

D. Sistematika Penulisan

 BAB I : Pendahuluan Berisi pendahuluan yang berisi Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Dasar Hukum Penyusunan LKIP, Pengertian,Sistematika Penulisan.

 BAB II : Perencanaan Kinerja Berisi Rencana Strategis dan Perjanjian Kinerja Tahun 2021.

 BAB III : Akuntabilitas Kinerja Berisi Capaian Kinerja Organisasi dan Realisasi Anggaran

 BAB IV : Penutup Berisi Kesimpulan dan Saran, dan Rencana Tinda.

 Lampiran : Berisi Perjanjian Kinerja.

(9)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. Rencana Strategis

Rencana strategis Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura Tahun 2021-2024 pada hakekatnya merupakan pernyataan komitmen bersama jangka menengah mengenai upaya terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja serta cara pencapaiannya melalui pengelolaan manajemen internal yang terpadu dan mantap, sarana/prasarana kerja yang memadai. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif, pengelolaan anggaran yang akuntabel, manajemen kepegawaian yang handal dan profesional, sistem perencanaan yang tepat dan akurat, penyusunan bahan kebijakan yang tepat dan akurat, pelaksanaan sosialisasi diberkebijakan yang efektif dan efisien, agar tercapai efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kementerian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I.

Seperti yang telah diketahui Rencana Startegis dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah adalah sebagai tahap awal yang harus dilaksanakan oleh instansi Pemerintah agar mampu menjawab tuntutan Startegis Lokal,Nasional,Global dengan memperhitungkan potensi peluang dan kendala yang ada ataupun yang mungkin timbul.Rencana Startegis pada Lapas Kelas IIB Martapura meliputi :

1. Terlaksananya Pelaksanaan Sidang TPP

2. Terlaksananya Sosialisasi Getting To Zero Halinar 3. Terlaksananya Bebas Peredaran Uang (BPU)

4. Terlaksananya Kegiatan Pemberian Remisi Sakit Berkepanjangan,Lansia, dan Hari Raya Idul Fitri

5. Terlaksananya Sistem Database Pemasyarakatan

6. Terlaksananya Perawatan,Pembimbingan dan Pembinaan terhadap WBP 7. Terlaksananya Layanan Kesehatan dan Kunjungan

8. Terlaksananya Layanan Informasi dan Pengaduan 9. Terlaksananya kegiatan Laporan Bulanan dan Triwulan

10. Terlaksananya Razia Narkoba bekerjasama dengan Polres OKU Timur 11. Terlaksananya Penggeledahan oleh Satgas Kamtib dan Staf Pengamanan

12. Terlaksananya Belanja yang berkaitan dengan kebutuhan dan perlengkapan kantor 13. Terlaksananya kegiatan pemeliharaan gedung kantor,blok hunian dan halaman

14. Terlaksananya kegiatan pembinaan kepribadian melalui Ceramah Agama dan Pengajian 15. Terlaksananya Kegiatan Pembinaan Kemandirian

16. Terlaksananya Kerjasama dengan Instansi terkait A. VISI

Lapas Kelas IIB Martapura sebagai Unit Pelaksana Teknis dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM mejalankan visi :

"Masyarakat memperoleh kepastian hukum".

B. MISI

1. Membentuk Peraturan Perundang-Undangan yang Berkualitas dan Melindungi Kepentingan Nasional

2. Menyelenggarakan Pelayanan Publik di Bidang Hukum yang Berkualitas

3. Mendukung Penegakan Hukum di Bidang Kekayaan Intelektual, Keimigrasian, Administrasi Hukum Umum, dan Pemasyarakatan yang Bebas Dari Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya

4. Melaksanakan Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia yang Berkelanjutan

5. Melaksanakan Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat

6. Ikut Serta Menjaga Stabilitas Keamanan Melalui Peran Keimigrasian dan Pemasyarakatan

(10)

Sasaran Strategis

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh suatu unit kerja dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Dalam sasaran dirancang pula indikator sasaran, yaitu ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan. Setiap indikator sasaran disertai dengan rencana tingkat capaiannya (targetnya) masing- masing Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam rencana strategis.

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan yang menggambarkan sesuatu yang akan dicapai melalui serangkaian kebijakan, program dan kegiatan prioritas agar penggunaan sumber daya dapat efisien dan efektif. Sasaran LKIP Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Martapura Tahun 2021 yang ditetapkan berdasarkan visi, misi, tujuan dan nilai organisasi adalah sebagai berikut :

a. Perspektif Stakeholder

1. Meningkatnya kesadaran hukum WBP dan tahanan

2. Meningkatnya kualitas pelayanan pemasyarakatan

3. Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pemasyarakatan

4. Meningkatnya produktifitas WBP menuju manusia mandiri yang berdaya guna b. Perspektif Proses Internal

1. Meningkatkan standarisasi pelayanan pemasyarakatan.

2. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama

3. Meningkatkan kualitas pengawasan internal pemasyarakatan

4. Meningkatkan partisipasi public dalam mendorong reintegrasi sosial c. Perspektif Pengembangan Organisasi

1. Mengembangkan kompetensi, integritas, profesionalisme dan etos kerja petugas pemasyarakatan

2. Mengembangkan iklim dan budaya kerja yang kondusif

3. Optimalisasi proses pemasyarakatan berbasis teknologi informasi d. Perspektif Anggaran

1. Peningkatan akuntabilitas e. Perspektif Kerjasama

1. Pengembangan Kerjasama dengan pihak terkait dalam Peningkatan Pembinaan Narapidana

B. Perjanjian Kinerja

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) berisikan perencanaan global dengan penjabaran hanya sampai kepada program hingga perlu dioperasionalkan dengan perencanaan yang lebih mikro sampai penjabaran terakhir pada kegiatan-kegiatan, namun masih dalam satu rangkuman dari seluruh perencanaan pembangunan. Adapun Rencana Kinerja Tahun 2021 UPT Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura adalah sebagai berikut :

(11)

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target

(1) (2) (3) (4)

1. 5252.BDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 5252.BDC.002 Pembinaan Kepribadian dan Layanan Integrasi Narapidana 051 Pembinaan Kepribadian 052 Layanan Integrasi dan TPP

5252.BDC.004 Kebutuhan Dasar dan Layanan Kesehatan

005 Dukungan

Penyelenggaraan Tugas Fungsi dan Unit

051 Kebutuhan Dasar 052 Layanan Kesehatan

5252.BDC.S01 Pembinaan Kemandirian Narapidana 051 Perencanaan

052 Pelaksanaan

053 Evaluasi dan Pelaporan

5252.BHB Operasi Bidang Keamanan

5252.BHB.002 Layanan Keamanan dan Ketertiban 051 Penegakan Keamanan dan Ketertiban

052 Pengawalan

013.05.WA Program Dukungan Manajemen 6231.EAA Layanan Perkantoran

6231.EAA.994 Layanan Perkantoran

001 Gaji dan Tunjangan 002 Operasional dan Pemeliharaan Kantor

6231.EAB Layanan Perencanaan dan Penganggaran Internal 6231.EAB.001 Program dan Anggaran UPT

051 Penyusunan rencana kegiatan dan anggaran 6231.EAB.002 Manajemen keuangan UPT

051 Pengelolaan keuangan dan perbendaharaan

6231.EAC Layanan Umum 6231.EAC.001 Manajemen BMN UPT

051 Urusan Umum 052 Penatausahaan dan Pengelolaan BMN

053 Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa

6231.EAF Layanan SDM 6231.EAF.001 Manajemen kepegawaian UPT

052 Pembinaan Kepegawaian

Indeks Penyelenggaraan Pemasyarakatan di Wilayah

Persentase tahanan/narapidana lansia yang mendapatkan layanan kesehatan sesuai standar

Persentase narapidana yang bekerja dan produktif

Persentase gangguan kamtib yang dapat dicegah

Jumlah Layanan Perkantoran

Tersusunnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

Tersusunnya dokumen pengelolaan BMN dan Kerumah tanggaan

Terpenuhinya data dan peningkatan kompetensi pegawai pemasyarakatan

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

(12)

Berikut penjelasan indikator Kinerja Utama beserta target kinerja yang ingin dicapai : a. Persentase jumlah Narapidana yang memperoleh Nilai Baik pada Instrumen

Kepribadian

Salah satu ukuran keberhasilan pelaksanaan tugas di Lapas adalah capaian dari pelaksanaan pelayanan sesuai standar. Meningkatnya persentase jumlah Narapidana/Tahanan yang mendapatkan nilai Baik pada instrument Kepribadian.

Untuk mengukur keberhasilan capaian indikator ini adalah dengan melihat capaian dari sub indikator yaitu :

Pembinaan Kepribadian meliputi :

1. Persentase tahanan yang mengikuti penyuluhan hukum untuk bantuan hukum 2. Terlaksananya kegiatan keagamaan

3. Terlaksananya kegiatan kesenian dan olahraga Layanan Integrasi dan TPP meliputi :

4. Persentase dilaksanakannya Sidang TPP

5. Persentase narapidana mendapatkan pelayanan PB, CB, CMB

Untuk mengukur keberhasilan capaian indikator ini adalah dengan melihat jumlah narapida yang mengusukan dan diterima usulanya.

Pembinaan Kemandirian Narapidana meliputi :

6. Terlaksananya Kegiatan Pembinaan Kemandirian mulai dari perencanaan, Pelaksanaan sampai dengan Evaluasi dan Laporan Hasil Kegiatan.

6231.EAH Layanan

Organisasi dan Tata Kelola Internal

6231.EAH.001 Reformasi Birokrasi UPT

051 Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (Pembangunan Zona Integritas WBK/WBBM)

6231.EAI Layanan

Kehumasan dan Protokoler 6231.EAI.001 Hubungan Masyarakat UPT

051 Penyediaan Informasi Publik

052 Kerjasama

6231.EAL Layanan Monitoring dan Evaluasi Internal

6231.EAL.001 Monitoring dan Evaluasi Kinerja Program dan Kegiatan UPT 051 Penyusunan Laporan Kinerja

Jumlah Pengadaan Peralatan dan Fasilitas Perkantoran

Persentase pengaduan yang ditindaklanjuti sesuai standar

Tersusunnya dokumen rencana kerja, anggaran UPT Pemasyarakatan dan pelaporan yang akuntabel tepat waktu

100%

100%

100%

Kegiatan Anggaran

5252 Penyelenggaraan Pemasyarakatan di Wilayah Rp. 3.259.475.000

6231 Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya UPT

Pemasayaratan Rp. 3.241.147.000

Jumlah Rp. 6.500.622.000

(13)

b. Persentase Narapidana/Tahanan yang mendapatkan pelayanan kebutuhan dasar dan Kesehatan Lingkungan sesuai standar

Setiap tahanan, narapidana, dan anak didik pemasyarakatan yang berada di lapas berhak untuk mendapatkan perawatan baik dalam pengadaan Bahan makanan dan juga kegiatan yang menunjang dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan kesehatan lingkungan.

Untuk mengukur keberhasilan capaian indikator ini adalah dengan melihat capaian dari sub indikator yaitu :

1. Terlaksananya Dukungan Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Unit yaitu penyediaan Bahan makanan bagi Narapidana dan Tahanan

2. Persentase kebutuhan dasar dan kesehatan

Untuk mengukur keberhasilan capaian ini adalah dengan melihat jumlah penanganan medis kepada tahanan/narapidana dibandingkan dengan jumlah tahanan/narapidana yang sakit.

c. Persentase pencegahan gangguan keamanan dan pemeliharaan keamanan sesuai standar

Salah satu ukuran dari keberhasilan indikator persentase pelayanan keamanan dan ketertiban sesuai standar adalah dengan melihat jumlah gangguan keamanan dan ketertiban yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun baik gangguan keamanan dan ketertiban yang dilakukan oleh penghuni maupun pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh petugas. Sebagai langkah untuk antisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas dengan melakukan Razia rutin dan pemindahan Narapidana dalam mengantisipasi Over Kapasitas.

Untuk mengukur keberhasilan capaian indikator ini adalah dengan melihat capaian dari sub indikator yaitu :

1. Persentase kasus gangguan keamanan dan ketertiban yang telah ditindaklanjuti.

Untuk mengukur keberhasilan capaian ini adalah dengan melihat jumlah kasus gangguan keamanan dan ketertiban yang telah ditindaklanjuti.

d. Terlaksananya Layanan Dukungan Manajemen Satker

Untuk menunjang Tertib Administrasi Kepegawaian dan Keuangan di Lapas perlu adanya Layanan Internal (Overhead). Pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan harus didukung dengan Laporan Keuangan yang akuntabel. Untuk itu didukung anggaran yang dapat menunjang hal tersebut dan dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban.

Untuk mengukur keberhasilan capaian indikator ini adalah dengan melihat capaian dari sub indikator yaitu :

1. Terlaksananya Penyusunan Rencana Program dan Penyusunan Rencana Anggaran. Untuk mengukur keberhasilan capaian ini adalah dengan melihat Tersusunnya perencanaan Kegiatan dan Anggaran untuk Tahun yang akan datang, Pembuatan Disburment Plan, dan Rencana Kinerja Tahunan

2. Persentase Penyusunan Laporan Kinerja dan Keuangan yang Akuntabel

3. Terlaksananya Pengelola Keuangan yang Akuntabel dengan Membuat Laporan keuangan, dan Koordinasi dengan Pihak KPPN Baturaja dalam penyusunan Laporan yang sesuai standar.

e. Layanan Perkantoran

Salah satu keberhasilan untuk Indikator Layanan Perkantoran dengan terlaksananya

1. pembayaran Gaji dan Tunjangan

(14)

2. Operasional dan Pemeliharaan Kantor Indikator Tambahan

Meningkatnya persentase indeks Kepuasan Masyarakat

Sasaran Strategis dalam Meningkatnya Kualitas Pelayanan dalam Penyelenggaraan Pemasyarakatan terdapat beberapa Indikator Tambahan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura, keberhasilan Indikator tambahan dengan meningkatnya Indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan pemasyarakatan yang didukung dengan sarana-prasarana penunjang meliputi :

a. Layanan Kunjungan menggunakan teknologi informasi berbasis Data SDP b. Kunjungan Secara Online Melalui Whatsapp

c. Pengaduan secara langsung melalui Kotak pengaduan yang telah disediakan d. Pengaduan secara online melalui : Web, Instagram, Whatsapp, Twitter dan

facebook

e. Usul Remisi PB, CB, CMB secara online berbasis data SDP

Program dan Anggaran

Di samping pengukuran terhadap indikator kinerja, dibutuhkan analisa terhadap optimalisasi penyerapan anggaran sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban terhadap penggunaan anggaran dalam pelaksanaan program untuk mencapai sasaran strategis Kementerian Hukum dan HAM. Pagu anggaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura Tahun Anggaran 2021 yaitu sebagai berikut:

NO PROGRAM KEGIATAN PAGU

ANGGARAN

1 2 3

A Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura 1

Program Penegakan dan

Pelayanan Hukum

Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat

3.835.483.000 Operasi Bidang Keamanan

17.290.000

2

Program Dukungan Manajemen Layanan Perkantoran 3.685.778.000

Layanan Perencanaan dan Penganggaran Internal

5.040.000

Layanan Umum 8.660.000

Layanan SDM 1.568.000

Layanan Organisasi dan Tata Kelola Internal

7.532.000 Layanan Kehumasan dan

Protokoler

2.600.000 Layanan Monitoring dan

Evaluasi Internal

1.100.000

(15)

Target Kinerja

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3) (4)

1. Pembinaan Kepribadian Dan Layanan integrasi Narapidana

1. Terselenggaranya Layanan Tahanan dengan program PB,CB,Remisi,Kegiatan Keagamaan,Olahraga

363 Orang (100%)

2. Kebutuhan Dasar dan Layanan Kesehatan

1. Terselenggaranya Kebutuhan Dasar dan Kesehatan Lingkungan

363 Orang (100%)

3 Pembinaan Kemandirian Narapidana

1. Terselenggaranya Kemandirian Narapidana

363 Orang (100%)

4. Layanan Keamanan dan Ketertiban

1. Terselenggaranya Penegakan Keamanan dan ketertiban

12 Operasi (100%) 2. Terselenggaranya Pengawalan

5. Layanan Perkantoran

1. Terlaksananya pembayaran Gaji danTunjangan

1 Layanan (100%) 2. Terlaksananya operasional dan

pemeliharaan kantor

1 Layanan (100%)

6 Layanan Program dan

Layanan UPT 1. Meningkatkan Program dan Layanan UPT

1 Layanan (100%)

7 Layanan Manajemen

Keuangan UPT 1.

Tersusunnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

1 Layanan (100%)

8 Layanan Manajemen BMN

UPT 1. Tersusunnya dokumen pengelolaan BMN

dan Kerumah tanggaan

1 Layanan (100%)

9 Layanan Manajemen

Kepegawaian UPT 1. Terpenuhinya data dan peningkatan kompetensi pegawai pemasyarakatan

1 Layanan (100%)

10 Layanan Reformasi

Birokrasi UPT 1. Terlaksananya Reformasi Birokrasi UPT

1 Layanan (100%)

11 Layanan Hubungan

Masyarakat UPT 1. Meningkatkan hubungan masyarakat UPT

1 Layanan (100%)

12

Layanan Monitoring dan Evaluasi Kinerja Program dan Kegiatan UPT

1. Terlaksananya Monitoring dan Evaluasi Kinerja Program dan Kegiatan UPT

1 Layanan (100%)

(16)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas Kinerja dalam format Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) UPT Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura tidak terlepas dari rangkaian mekanisme fungsi perencanaan yang sudah berjalan mulai dari Perencanaan Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja Instansi (RKI) serta Rencana Kinerja Tahunan (RKT), dan Penetapan Kinerja (PK) UPT Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura, juga tidak terlepas dari pelaksanaan pembangunan itu sendiri sebagai fungsi Actuating dari berbagai piranti perencanaan yang sudah dibuat tersebut, hingga kemudian sampailah pada saat pertanggung jawaban pelaksanaan pembangunan yang mengerahkan seluruh sumber daya manajemen pendukungnya. Pertanggungjawaban kinerja pelaksanaan pembangunan sifatnya terukur, terdapat standar pengukuran antara yang diukur dengan piranti pengukurannya.

Pertanggungjawaban pengukuran yang diukur adalah kegiatan, program, dan sasaran, yang prosesnya adalah sejauh mana kegiatan, program, dan sasaran dilaksanakan tidak salah arah dengan berbagai piranti perencanaan yang telah dibuat.Dengan berpedoman kepada Indikator Kinerja Utama, maka Biro Administrasi Kemasyarakatan menetapkan tujuan dan sasaran.

A. Capaian Kinerja

Capaian kinerja dari segi pengukuran kinerja kegiatan yang dituangkan dalam laporan Kinerja dibawah ini merupakan hasil kinerja UPT Pemasyarakatan Lapas dalam Tahun Anggaran 2019 yang mana capaian kinerja masing-masing proses penyusunan capaian kinerja melalui pembobotan bertingkat pada setiap tahapan proses evaluasi dengan menggunakan 4 formulir pengukuran kinerja. 4 formulir tersebut adalah : 1. Rencana Strategis (RS) 2. Rencana Kerja Tahunan (RKT) 3. Perjanjian Kinerja (PK) 4. Pengukuran Kinerja (PK)

Untuk dapat menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura perlu dilakukan pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk digunakan sebagai dasar menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura untuk menilai pencapaian setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran. Dengan dasar peraturan

(17)

Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Untuk mengetahui tingkat pencapaian Kinerja sasaran dilakukan dengan cara membandingkan target dan realisasi. Begitu pula dengan kinerja kegiatan, dimana tingkat pencapaiannya diukur dengan membandingkan target dengan realisasi yang menjadi indikator kinerja yaitu meliputi Input, Output, dan Outcome.

1. Input : segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran berupa dana, SDM dan sebagainya.

2. Output : segala sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai dari suatu kegiatan yang dapat berupa fisik dan non fisik

3. Outcome : indikator yang menggambarkan hasil nyata dari keluaran suatu kegiatan Adapun pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan target setiap indikator sasaran dengan realisasinya. Setelah dilakukannya penghitungan akan dilakukan selisih atau celah kinerja (performence gap). Selanjutnya berdasarkan selisih kinerja tersebut dilakukan evaluasi guna mendapatkan strategi yang tepat untuk peningkatan kinerja dimasa yang akan datang (performent improvement). Guna menilai keberhasilan pencapaian indikator kinerja sasaran digunakan skala ordinal sebagai berikut :

NO SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN 1. Meningkatnya Pelayanan

Pembinaan Kepribadian, Dan Penanganan

Narapidana Resiko Tinggi

Persentase Narapidana Yang Memperoleh Nilai Baik Dengan Predikat Memuaskan Pada Instrument Penilaian Kepribadian

60% 59% 59%

Persentase Narapidana Resiko Tinggi Yang Berubah Perilakunya Menjadi Sadar, Patuh Dan Dispilin

13% 13% 13%

2. Meningkatnya Pelayanan Keamanan Dan Ketertiban

Persentase Pengaduan Yang

Ditindaklanjuti Sesuai Standar 75% 75% 75%

Persentase Gangguan Kamtib

Yang Dapat Dicegah 60% 60% 60%

Persentase Kepatuhan Dan Disiplin Terhadap Tata Tertib Oleh

Tahanan/Narapidana/Anak Pelaku Gangguan Kamtib

75% 75% 75%

Persentase Pemulihan Kondisi Keamanan Pasca Gangguan Kamtib Secara Tuntas

60% 60% 60%

(18)

3. Meningkatnya Pelayanan Perawatan

Narapidana/Tahanan/Anak, Pengendalian Penyakit Menular dan Peningkatan Kualitas Hidup Narapidana Peserta Rehabilitasi

Narkokita

Persentase pemenuhan layanan makanan bagi Tahanan /Narapidana/Anak sesuai dengan standar

71% 71% 71%

Persentase Tahanan /Narapidana/Anak mendapatkan layanan kesehatan (preventif) secara berkualitas

92% 92% 92%

Persentase Tahanan dan Narapidana perempuan (ibu hamil dan menyusui)

mendapat akses layanan kesehatan maternal

95% 90% 90%

Persentase

Tahanan/Narapidana/Anak yang mengalami gangguan mental dapat tertangani

60% 60% 60%

Persentase

tahanan/narapidana lansia yang mendapatkan layanan kesehatan sesuai standar

75% 75% 40%

Persentase

tahanan/narapidana/anak berkebutuhan khusus (Disabilitas) yang mendapatkan layanan kesehatan sesuai standar

75% 75% 75%

Persentase keberhasilan penanganan penyakit menular HIV-AIDS (ditekan jumlah virusnya) dan TB Positif (berhasil sembuh)

60% 60% 60%

Persentase perubahan kualitas hidup

pecandu/penyalahguna/korban penyalahgunaan narkotika

23% 23% 23%

4. Meningkatnya Dukungan Layanan Manajemen Satker

Tersusunnya dokumen rencana kerja, anggaran UPT Pemasyarakatan dan

pelaporan yang akuntabel tepat waktu

1

Layanan 1 Layanan 1 Layanan

Tersusunnya dokumen pengelolaan BMN dan Kerumah tanggaan

1

Layann 1 Layanan 1 Layanan Terpenuhinya data dan

peningkatan kompetensi pegawai pemasyarakatan

1

Layanan 1 Layanan 1 Layanan

(19)

Tersusunnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

1

Layanan 1 Layanan 1 Layanan Jumlah Layanan Perkantoran 1

Layanan 1 Layanan 1 Layanan

Nilai IKPA 100 98.12 98.12

Nilai SMART 100 98.14 98.14

Rumus Menghitung Capaian : 𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖

𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝑥 100% = ……

REALISASI ANGGARAN TAHUN 2021

PROGRAM/OUTPUT PAGU

ANGGARAN

REALISASI (Rp)

CAPAIAN (%) 1 Program Penegakan dan Pelayanan Hukum 3.852.773.000 3.842.125.412 99,72%

a. Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 3.835.483.000 3.826.675.412 99,77%

b. Operasi Bidang Keamanan 17.290.000 15.450.000 89,35%

2. Program Dukungan Manajemen 3.712.278.000 3.695.719.723 99,55%

a. Layanan Perkantoran 3.685.778.000 3.676.548.723 99,74%

b. Layanan Perencanaan dan Penganggaran Internal

5.040.000 3.300.000 65,47%

c. Layanan Umum 8.660.000 5.771.000 66,63%

d. Layanan SDM 1.568.000 0 0%

e. Layanan Organisasi dan Tata Kelola Internal 7.532.000 7.100.000 94,26%

f. Layanan Kehumasan dan Protokoler 2.600.000 2.100.000 80,76%

g. Layanan Monitoring dan Evaluasi Internal 1.100.000 900.000 81,81%

PERFORMANCE TAHUN 2021

DASHBOARD PERFORMANCE

NO SATUAN KERJA

CAPAIAN KINERJA

PERFORMANCE INDIKATOR

KINERJA

PENYERAPAN ANGGARAN

1 Lapas Kelas IIB Martapura 98.14 99.64 100

(20)

B. Realisasi Anggaran

No Belanja Pagu Anggaran Realisasi

Anggaran Persentase 1 Belanja Pegawai 3.175.436.000 3.175.234.332 99,99%

2 Belanja Barang 4.389.615.000 4.362.610.441 99,38%

Jumlah 7.565.051.000 7.537.844.773 99,64%

.

(21)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Untuk dapat memperoleh gambaran yang menyeluruh terhadap Kinerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura dan agar diperoleh data dan informasi yang relevan dalam rencana kerja serta dapat diinterprestasikannya kegagalan dan keberhasilan secara luas dan mendalam maka perlu dilakukan Analisis Akuntabilitas Kinerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura.

Analisis kinerja ini dilakukan berdasarkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh tiap- tiap Seksi serta sasaran-sasaran yang dapat dicapai.

1. Evaluasi dan Analisis Kinerja Kegiatan

Secara keseluruhan prosentase kinerja input yang terdiri dari SDM, data, peraturan, peralatan dan pagu dana yang merupakan indikator kinerja kegiatan rata-rata mencapai 100 %.

Sehingga dapat dikatakan bahwa input yang tersedia dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan output dan outcomes yang maksimal.

Dengan tersedianya input yang dapat digunakan secara optimal maka sebagian besar output yang merupakan indikator kinerja kegiatan mencapai prosentase 100%

2. Evaluasi dan Analisis Pencapaian Sasaran

Secara keseluruhan sasaran-sasaran yang dicapai dapat terpenuhi sebesar 100% sesuai dengan program kerja dan rencana kerja dari tiap-tiap Seksi. Tercapainya sasaran ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara Kepala Sub Seksi dari setiap Seksi dan Staf

Selanjutnya dengan telah ditetapkannya kegiatan-kegiatan dan indikatornya serta sasaran-sasaran dan indikatornya secara tepat dan benar diharapkan Tujuan, Visi, dan Misi dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura dapat tercapai.

Secara umum, hambatan yang dihadapi adalah Pandemic Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda dunia dan mulai masuk ke Indonesia sejak awal tahun 2020 sangat mempengaruhi pola kerja dan pola tugas setiap pegawai di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Di tengah kondisi pandemi yang membawa banyak ketidakpastian, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap berupaya untuk tetap produktif dalam berkinerja.

(22)

B. Rencana Tindak Lanjut

1. Melakukan koordinasi dan komunikasi antar Sub Seksi melalui pelaksanaan rapat kerja Internal secara periodik

2. Pelaksanaan kinerja harus mengacu pada rencana kerja yang telah dibuat oleh masing- masing pelaksana kegiatan

3. Optimalisasi pelayanan internal maupun kepada masyarakat dengan menggunakan pengembangan IT atau e-Government

4. Realisasi anggaran dengan tingkat penyerapan yang tinggi diawal tahun anggaran

5. Pemberian informasi terkait bebas pungli kepada seluruh pegawai secara berkesinambungan;

6. Pemetaan dan pemberian peringatan kepada petugas yang terindikasi melakukan pungli;

7. Penindakan kepada pelaku pungli;

8. Meningkatkan kapasitas operator (operator SIMAK BMN, SAIBA, RKA-KL, SDP, PB, CMB, CB, dan Remisi) melalui pelatihan;

9. Menambah peran pimpinan/atasan langsung dalam pelaksanaan SPIP termasuk kegiatan apel dan jurnal harian kinerja;

10. Meningkatkan peran pengawasan dan pengendalian masing-masing petugas;

11. Memberikan rewards dan punishment kepada petugas pemasyarakatan.

Selanjutnya, dari uraian tersebut diatas berikut ini disampaikan beberapa catatan rencana tindak lanjut hal-hal yang harus dilakukan satuan kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura dalam upaya memperbaiki kinerja dan menghadapi tantangan ke depan, antara lain:

a. Perlunya meningkatkan komitmen antar Sub Seksi dan elemen Pegawai di satuan kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura dalam penerapan manajemen berbasis kinerja, khususnya dalam perencanaan kinerja maupun monitoring dan evaluasi capaian kinerja;

b. Mengoptimalkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan sumber-sumber daya dan dana melalui berbagai program dan kegiatan yang berorientasi pada outcome sehingga tujuan dan sasaran pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura dapat tercapai dan terpenuhi;

c. Penetapan tujuan dan sasaran strategis harus menjadi pelajaran dalam rangka meningkatkan efektifitas pada periode berikutnya;

d. Melakukan koordinasi yang intensif serta meningkatkan kolaborasi dengan unit-unit kerja yang berada dalam lingkungan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan dan

(23)

stakeholder lainnya, instansi pemerintah maupun pihak-pihak terkait lainnya dalam pelaksanaan kegiatan;

e. Memaksimalkan program e-government untuk mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura yang terbuka, mendorong partisipasi rakyat, serta peningkatan pelayanan publik yang akuntabel, transparan, efesien dan efektif guna mewujudkan good governance.

Laporan Kinerja/Laporan akuntabilitas instansi pemerintah (LKIP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura Tahun 2021 ini menyajikan berbagai keberhasilan atas capaian pelaksanaan tugas dan fungsi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura, kendala/

hambatan serta rencana tindak lanjut pada Tahun 2020. Berdasarkan kinerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura keberhasilan terhadap pencapaian tujuan dan sasaran strategis sebagaimana telah ditetapkan pada Perjanjian Kinerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura Tahun 2021. Hasil capaian kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura Tahun 2021 telah tercapai sesuai dengan target yang direncanakan.

Akhirnya dengan selesainya penyusunan LKIP ini, diharapkan dapat memberikan informasi secara terbuka kepada seluruh pihak yang terkait mengenai tugas fungsi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura, dengan demikian, dapat memberikan umpan balik dalam rangka peningkatan kinerja pada periode/ tahun berikutnya. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura, berharap agar kehadiran LKIP tersebut senantiasa menjadi motivator dalam peningkatkan kinerja organisasi. Selanjutnya harapannya ialah, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Martapura dapat semakin dirasakan keberadaannya oleh masyarakat dengan pelayanan yang profesional dan maksimal, dengan senantiasa menyesuaikan indikator-indikator kinerja yang ada dengan tuntutan perkembangan zaman.

Kepala Lapas Kelas IIB Martapura,

Edi Saputra

NIP. 19721207 199703 1 001

(24)

LAMPIRAN

DOKUMENTASI DEKLARASI JANJI KINERJA

Referensi

Dokumen terkait

Paedah saka panliten iki, yaiku (1) panliten iki bisa nambahi kawruh lan pengalaman kanggo nliti ing babagan sastra lisan, (2)panliten iki bisa menehi katrangan ngenani crita

Hasil Pemecahan Keadaan Sekarang Anak mengikuti kegiatan pembelajaran Melakukan pembelajaran di luar kelas Kecerdasan naturalis anak masih rendah Pembelejaran lebih

 bersifat kejiwaan kejiwaan manusia manusia karena karena proses proses hipnoterapi hipnoterapi tidaklah tidaklah lama lama dan dan tidak tidak

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebijakan pengendalian standar waktu dan persediaan bahan baku dalam rangka kelancaran proses

Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh Instansi yang berwenang Mcncrjemahkan/mcnyadur di bidang pengawasan perikanan yang tidak dipublikasikan dalam bentuk:. Dalam bcntuk

Dari ketiga penelitian tersebut dapat terlihat bahwa pelaksanaan CSR merupakan strategi perusahaan dan strategi komunikasi kepada khalayak sasaran harus melalui media yang tepat

siswa cenderung lebih terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga dapat belajar lebih optimal. 2) Bagi guru yang akan menerapkan pembelajaran

Ketentuan rahasia bank yang tercantum pada Pasal 40 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 yang kemudian diubah oleh Undang- Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang