• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEHNOLOGI BUKAN GURU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TEHNOLOGI BUKAN GURU"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

9

TEHNOLOGI BUKAN GURU

Lasma Ambarita Octa Sihombing Parto Simanjuntak Mahasiswa S3 STT Ikat Jakarta

ABSTRACT

The purpose of this article is to explain that technology are not teachers. During the development of science and technology helps all levels of society, especially in the field of education, where teachers are not central of the teaching and learning activity or students easily access learning resources. But the problem is that technology cannot replace the role of teacher. The change and development of technology is something that is inevitable in the world of education. The use of appropriate technology plays a role in the teaching and learning process. The use of technology in curriculum development will be relevant for learners to achieve maximum learning outcomes. Technology is prepared to provide solutions to various educational problems in Indonesia. The benefits of technology in education are eased access to educational materials, improving the quality of education and the efficiency online learning. With the rapid development of technology, the learning process becomes faster and more effective. A very important technology is internet service whereby only typing the word we want in the word search then we will quickly get information from the searched word. This research is qualitatively looking for phenomenal information in the community through online newspapers to obtain data by reducing certain parts and sorting according to the purpose of the research. Technology cannot replace the role of Teachers, Lecturers in learning interactions between students and teachers because education is not only about acquiring knowledge but also about values, attitudes, characters.

Keywords: Technology, teacher, competence ABSTRAK

Tujuan dari artikel ini untuk menjelaskan Tehnologi bukan guru. Ditengah perkembangan IPTEK membantu semua lapisan masyarakat khususnya dalam bidang Pendidikan, dimana guru tidak menjadi sentral dalam kegaitan KBM atau para pelajar mudah mengakses sumber belajar. Namun yang menjadi permasalahannya bahwa Teknologi tidak dapat menggantikan peran Guru.

Perubahan dan perkembangan tehnologi adalah sesuatu yang takterelakan didunia Pendidikan. Penggunaan teknologi tepat guna berperan dalam proses belajar mengajar. Penggunaan tehnologi dalam pengembangan kurikulum akan menjadi relevan bagi para peserta didik untuk meraih hasil belajar yang lebih maksimal. Tehnologi dipersiapkan untuk memberi solusi dari berbagai permasalahan Pendidikan di Indonesia. Manfaat tenologi dalam pendidikan adalah: kemudahan dalam mengakses bahan pendidikan, meningkatkan kualitas Pendidikan dan efisiensi belajar menggunakan daring. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, proses pembelajaran menjadi lebih cepat dan efektif. Tehnologi yang sangat penting adalah layanan internet, dengan hanya mengetik kata yang kita inginkan dipencarian kata maka dengan cepat kita

(2)

10

mendapatkan informasi dari kata yang dicari. Penelitian ini bersifat kualitatif mencari informasi yang fenomenal di masyarakat melalui koran online untuk memperoleh data dengan mereduksi bagian-bagian tertentudan memilah yang sesuai tujuan penelitian. Teknologi tidak dapat menggantikan peran Guru, Dosen dalam interaksi belajar antara pelajar dan pengajar sebab Pendidikan bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, sikap, karakter,

Kata kunci: Tehnologi, guru, kompetensi

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Sejak pada bulan Maret, 2020 Indonesia dinyatakan mengalami virus covid 19. Pada saat itu covid19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia Pendidikan dimana terjadi perubahan yang sangat signifikan terhadap kelangsungan Pendidikan di Indonesia, dan diterbitkan SKB 4 Nomor/04/KB/2020. Nomor 737/Tahun2020. HK. 01.

08/Menkes/7093/2020. Nomor 420-3987 Tahun 2020 Tentang Pandan penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh pada tahun ajaran 2020/2021 dimasa Pandemi Corona virus disease2019 (covid19). Pada saat di terbitkan SKB 4 Menteri, sekolah-sekolah menyesuaikan pembelajaran dengan menggunakan Teknologi seperti Google Meet, Zoom Meet dan Classroom, teknologi membantu sekolah dan Guru serta pelajaran untuk melaksanakan kegiatan KBM. Ditengah perkembangan IPTEK membantu semua lapisan masyarakat khususnya dalam bidang Pendidikan, dimana guru tidak menjadi sentral dalam kegaitan KBM atau para pelajar mudah mengakses sumber belajar. Namun yang menjadi permasalahannya bahwa Teknologi tidak dapat menggantikan peran Guru, Dosen dalam interaksi belajar antara pelajar dan pengajar sebab Pendidikan bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, sikap, karakter, Kerjasama serta kompetensi para pelajar.

Perubahan dan perkembangan tehnologi adalah sesuatu yang takterelakan didunia Pendidikan. Penggunaan teknologi tepat guna berperan dalam proses belajar mengajar.

Penggunaan tehnologi dalam pengembangan kurikulum akan menjadi relevan bagi para peserta didik untuk meraih hasil belajar yang lebih maksimal. Tehnologi dipersiapkan untuk memberi solusi dari berbagai permasalahan Pendidikan di Indonesia. Manfaat tenologi dalam pendidikan adalah: kemudahan dalam mengakses bahan pendidikan, meningkatkan kualitas Pendidikan dan efisiensi belajar menggunakan daring. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, proses pembelajaran menjadi lebih cepat dan efektif. Tehnologi yang sangat penting adalah layanan internet, dengan hanya mengetik kata yang kita inginkan dipencarian kata maka dengan cepat kita mendapatkan informasi dari kata yang dicari.

Perumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka permasalahannya adalah bagaimana peran guru tidak dapat digantikan dengan media tehnologi, karena tehnologi merupakan media yang sering digunakan guru maupun siswa dalam mengakses berbagai sumber informasi.

(3)

11

Tujuan dari penulisan Jurnal ini sebagai berikut:

1. Untuk memberi penjelesan tentang peran guru dalam perkembangan IPTEK

2. Memberi pemahaman yang baik dalam perkembangan IPTEK khususnya dalam masa Pembelajaran Jarak Jauh teknologi tidak dapat mengantikan peran guru

3. Sebagai sumbangsi dalam dunia Pendidikan tentang Teknologi bukan guru KAJIAN PUSTAKA

TEHNOLOGI

Meningkatnya tehnologi di era globalisasi yang serba modern ini, sangat memperlacar proses pembelajaran. Penggunaan tehnologi meningkatkan minat belajar anak karena tampilan yang lebih menarik sehingga menghindari rasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran. Membangun psikologis di erala pembelajaran menggunakan tehnologi sangant berpengaruh untuk membuat pembelajaran menyenangkan dan bermakna.

Perkembangan tehnologi telah mengubah dunia. Tehnologi terus berkembang dan membuat kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan tehnologi dan informasi.

Di era perkembangan tehnologi informasi berkembang dengan sangat cepat.

Orientasi belajar mandiri, belajar tidak lagi terbatas pada paket-paket pengetahuan, pola belajar lebih informal dan cara belajar dengan banyak sumber. Penggunaan media pembelajaran dengan pemanfaatan tehnologi dapat mempengaruhi prestasi siswa.

Tehnologi adalah penerapan konsep-konsep ilmiah yang tidak hanya bertujuan untuk menjelaskan, mengerti dan memahami.

Peran tehnologi dalam Pendidikan

Dalam kegiatan belajar, tehnologi merupakan proses yang dapat membantu untuk menyampaikan pembelajaran atau pengetahuan dalamkegiatan mengajar. Tehnologi informasi dapat menjadi alat pendorong kearah kemajuan bangsa dimana siswa siswa dapat memiliki alat-alat yang dapat membantu dengan hasil yang mudah, murah dan merata.

Tehnologi dapat membantu memberikan perubahan besar di era globalisasi ini sehingga tidak ada sekat dalam mengakses informasi dalam pengembangan aspek kehidupan.

Dengan adanya situs-situs dalam bidang Pendidikan maka manfaat internet semakin tinggi bagi siswa.

Meningkatnya minat belajar anak karena tampilan yang lebih menarik sehingga terhindar dari rasa jenuh dalam pembelajaran. Manfaat tehnologi menambah informasi yang lebih luas, meningkatkan kemampuan belajar dengan informasi-informasi yang selalu baru, serta materi yang lebih menarik

GURU

Guru dalam proses pembelajaran melalui teknologi zoom, Google meet, classroom dalam masa PJJ dapat memainkan peran penting terutama dalam membantu peserta didik untuk membangun sikap positif dalam belajar, membangkitkan rasa ingin tahu, mendorong kemandirian dan ketelitian logika intelektual, serta menciptakan kondisi keberhasilan dalam belajar. Kompetensi guru mengacu pada kemampuan guru untuk mengajar dan mendidik sehingga menghasilkan perubahan perilaku belajar siswa. Kemampuan guru yang dimaksud bukan hanya dari segi ilmunya saja tetapi juga dari segi kepribadian, sosial dan

(4)

12

profesionalnya sebagai seorang guru. Kompetensi guru berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 yang diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Dimana setiap kompetensi sangat penting bagi seorang guru dalam menjalankan tugas dan kewajibannya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan

Kompetensi yang Harus Dimiliki Seorang Guru 1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran siswa yang meliputi pemahaman siswa, merancang dan melaksanakan pembelajaran serta mengembangkan potensi siswa2. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang stabil, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi siswa. Kompetensi kepribadian guru dapat berupa aspek-aspek sebagai berikut:

a. Bertindak sesuai norma agama, budaya nasional, sosial, dan hukum, Indonesia b. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan menjadi teladan

bagi siswa dan masyarakat

c. Tampilkan diri Anda sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, bijaksana, dan berwibawad. Menunjukkan, tanggung jawab dan etos kerja yang tinggi, dan ada rasa percaya diri menjadi guru

e. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru 2. Kompetensi Profesional

Kompetensi Profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan seorang guru dapat membimbing peserta didik yang meliputi: konsep, struktur, dan metode keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar; bahan ajar dalam kurikulum sekolah; hubungan konsep antara mata pelajaran terkait; penerapan konsep ilmiah dalam kehidupan sehari-hari; dan persaingan profesional dalam konteks global dengan tetap menjaga nilai dan budaya bangsa.

Kompetensi Sosial

3. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berhubungan secara efektif dengan siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

(Mulyasa, 2007: 173). Lebih lanjut dijelaskan dalam RPP tentang guru, bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat yang paling sedikit memiliki kompetensi untuk:

a. Berkomunikasi secara lisan, tulisan, dan isyarat.

b. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

c. Berbaur secara efektif dengan siswa, sesama pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali siswa.

d. Bergaul secara santun dengan masyarakat (Mulyasa, 2007: 173).

(5)

13 Peran guru secara psikologi

Tugas guru adalah memberi edukasi, pemahaman dan penyampaian dengan sikap riang, menyenangkan dan nyaman. Peran guru mempunyai kemampuan pedagogic (pengelolaan pembelajaran) dan psikologi untuk memperlancar dalam proses pengajaran danpendidikan disekolah. Guru dapat memahami murid-muridnya dalam proses pembelajaran dan merangsang untuk melakukan Pendidikan. Guru menjadi tolak ukur dan menjalankan peran sebagai pembimbing, fasiliator, pendidik dan pelatih serta harus dapat memahami aspek-aspek perilaku dan memahami jenis-jenis karakter peserta didik. Guru dapat menjalankan tugas secara efektif dan efisien serta maksimal. Guru dapat mengetahui potensi belajar, cara belajar dan penyesuaian terhadap lingkungan. Guru membantu rohani, jasmani dan emosional. Guru dapat melakukanketerlibatan latih siswa untuk belajar tekun kuat, luas dan berprestasi untuk memberi kepuasan, kebahagiaan dan kemuliaan.

Guru harus merubah paradigma yang tidak hanya focus kepada konten, namun berfokus kepada pengembangan kreatifitas dan ketrampilan belajar mandiri. Guru sebagai mentor, fasiliator, kolabulator sumber daya dan mitra belajar. Guru memberikan pembelajaran kolaburatif, kooperatif, kontekstual dan simulasi. Tugas guru merencanakan pembimbingan, melaksanakan menilai hasil pembelajaran. Guru harus kreatif dan inovatif dalam pelaksanaan tugas pembelajaran. guru adalah praktisi yang reflektif, mendeskrikripsi dan mengevaluasi.

Peran Guru sebagai pendidik dan pengajar

Proses pembelajaran akan terjadi Ketika terdapat interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dalamsituasi edukatif untuk mencapai tujuan. Hubungan timbal balik ini merupakan proses belajarpengajar yang tidak hanya menitikberatkan pada menambah pengetahuan tetapi nilai-nilai pengetahuan yang diterima siswa yangmenanamkan sikap dan nilai psikologis yang tidak dapat digantikan oleh media lain. Guru adalah media yang mutlak dalam proses pembelajaran siswa. Guru adalah factor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang berkualitas. Guru sebagai panutan yang memiliki kepribadiaan yang kuat bagi siswa. Guru menanamkan nilai-nilai kehidupan. Guru harus berusaha menghindari perbuatan tercela yang akan menjatuhkan harga diri. Guru memberikan ilustrasi dan pengalaman dalam pembelajaran. Guru mengunakan latihan sebagai dasar serta pengertian kepada siswa. Guru menganalisi dan memberi pertanyaan agar lebih jelas serta merespon, mendengarkan menciptakan kepercayaan siswa.

Hubungan tehnologi dan guru

Secanggih apapun tehnologi tanpa kekemauan dan kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya maka tidak akan memperoleh hasil yang diharapkan. Guru adalah kunci keberhasilan Pendidikan, khususnya meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar yang efektif. Tehnologi tidak memiliki kreativitas dan emosi dalam Pendidikan guru.

Secanggih apapun tehnologi tidak bisa merubah karakster siswa menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan memberi rasa perhatian dan kepedulian terhadap siswa. Tehnologi tidak dapat mengembangkan hubungan antar manusia dengan lingkungan. Tehnologi tidak dapat mengembangkan potensi siswa menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi manusia yang bertanggungjawab. Tehnologi tidak mempunyai rasa simpati, empati dan

(6)

14

kasih sayang serta toleransi seperti guru. Tehnologi tidak dapat mengolah kata dengan kelembutan dan daya Tarik bagi siswa

Kesimpulan

Perubahan dan perkembangan tehnologi adalah sesuatu yang tak terelakan didunia Pendidikan. Penggunaan tehnologi berperan dalam proses belajar mengajar. Penggunaan tehnologi dalam pengembangan kurikulum akan menjadi relevan bagi para peserta didik untuk meraih hasil belajar yang lebih maksimal. Ditengah perkembangan IPTEK membantu semua lapisan masyarakat khususnya dalam bidang Pendidikan, dimana guru tidak menjadi sentral dalam kegaitan KBM atau para pelajar mudah mengakses sumber belajar. Namun yang menjadi permasalahannya bahwa Teknologi tidak dapat menggantikan peran Guru, Dosen dalam interaksi belajar antara pelajar dan pengajar sebab Pendidikan bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, sikap, karakter, Kerjasama serta kompetensi para pelajar.

Kompetensi adalah kumpulan, keterampilan, pengetahuan dan prilaku guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pendidikan. Kompetensi berarti kesanggupann yang diberikan kepada seseorang mewujudkan sesuatu sesuai dengan tugas. Untuk menjadi guru yang baik ada 4 kompetensi yang harus dimiliki, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. 4 kompetensi ini harus dimiliki oleh seorang guru agar guru dapat melaksanakan tugas dan wewenangnya dengan maksimal. Secanggih apapun tehnologi tanpa kekemauan dan kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya maka tidak akan memperoleh hasil yang diharapkan. Guru adalah kunci keberhasilan Pendidikan, khususnya meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar yang efektif. Tehnologi tidak memiliki kreativitas dan emosi dalam Pendidikan guru

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati, Mudjiono, (2013) Belajar dan pembelajaran, Jakarta: PT. Rineka Cipta Djamarah, Bahri Syaiful, (2011) Psikologi Belajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta Khodijah, Nyayu, (2014) Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, Nasution, S, (1999) Tehnologi Pendidikan, Jakarta: PT. Bumi Aksara,

Fadilah, N. (2015). Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Pembelajaran PPKN untuk Pencapaian Kompetensi Sikap Spiritual Dan Sosial Peserta Didik: Studi Deskriftif Analitis di SMP Negeri 1Pakan Baru. Universitas Pendidikan Indonesia

Sulfemi, W. B. (2019). Kemampuan pedagogik guru.

Puspitarini, M. (2014). Kompetensi Pedagogik Guru di Indonesia Rendah. Retrieved from https://news. okezone. com/read/2014/11/21/65/1068988/kompetensi-pedagogis- guru-di-indonesia-rendah

Arsyad Azhar. 1997. Media Pengajaran, Jakarta: PT. Raja Graflndo Persada

Sudjana N., RivaiA. 1991. Media Pengajaran- Bandung: Sinar Baru

Abidin, Z, 1999. Aplikasi Media Pembelajaran. Universitas Terbuka. Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Saldo “Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali” diakui sebagai laba atau rugi yang direalisasi dalam laporan keuangan konsolidasi pada saat (1)

Sejalan dengan hal tersebut, penetapan Peraturan Daerah ini adalah dimaksudkan agar Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dapat memungut Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah

Perlakuan tingkat keasaman (pH) limbah industri teh pada pH 8 dan pH 7 sebelum pelapukan memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram cokelat

[r]

lata letak pabrik adalah tempat kedudukan dari bagian - bagian pabrik yang meliputi tempat bekerjanya karyawan, tempat peralatan dan tempat penyimpanan bahan baku dan produk.

dan untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar agama maka dapat dilakukan dengan membuat suatu alat evaluasi yang baik. Salah satu alat evalusi yang sering

Pergeseran pola komunikasi pada dua keluarga urban karena media baru adalah dari yang semula penggunaan media baru tidak intens (frekuensi penggunaan nya

$query_perlengkapan_kantor =mysql_fetch_array(mysql_query("SELECT sum(sisa_debet) AS perleng_kantor FROM tabel_master WHERE kode_rekening like '119%'"));.