45 BAB III
DESKRIPSI WILAYAH 3.1. Gambaran Umum Kota Batu
Wilayah Kota.Batu adalah wilayah yang memiliki tinggi sekitar 700 meter sampai 1.700 meter yang dilihat dari permukaan laut serta suhu udara mencapai sekitar 12 sampai 19 derajat celcius (Badan Pusat Statistika Kota Batu, 2018).Kota Batu termasuk dalam wilayah dataran tinggi yang terletak pada ketinggian sekitar 871 meter,sehingga suhu udara biasanya terbilang dingin dan sejuk karena Kota Batu juga terhubung langsung oleh beberapa gunung diantaranya yaitu :
(1) Gunung.Anjasmoro dengan ketingga 2277 meter (2) Gunung.Arjuno dengan ketinggian 3339 meter (3) Gunung.Banyak
(4) Gunung.Kawi
(5) Gunung.Welirang dengan ketinggian sekiar 2040 meter (6) Gunung.Panderman dengan ketinggian 2156 meter
Ditunjang dengan banyaknya gunung sehingga Kota Batu sebagai wilayah yang subur.karena memiliki panorama alam yang indah serta udara yang sejuk seakan mengajak dan menarik masyarakat lain untuk menikmat Batu yang memiliki daya tarik tersendiri.Maka dari itu, perkembangan apabila dilihat pada abad 19 Batu menjadi tujuan wisata baik masyarakat lokal maupun mancanegara,hal ini lantaran banyaknya bangunan sebagai peninggalan masa Hindia Belanda dan masih menjadi asset.bagi kunjungan wisata sampai saat.ini. Pemerintah Hindia Belanda mengagumi
46 keindahan Batu sehingga menyebutnya sebagai Kota Swiss kecil yang ada di Pulau Jawa (.De Klein Switzerland.).
Peninggalan arsitektur dengan corak Eropa dalam penjajahan pada masa Beelanda juga masih menjadi panorama alam yang elok di Batu. Dalam sejarahnya.sempat membuat The Father Foundation of Indonesia atau Bapak Proklamator.yaitu Bung Karno serta Bung Hata.setelah Perang Kemerdekaan.hal ini dilakukan.sebagai.bentuk mengunjungi serta beristirahat.pada kawasan Selecta Batu.
Dulu,Kota Batu adalah bagian dari Kabupaten Malang.namun sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No.12 Tahun 1993 tepatnya pada tanggal 27 November 1993 Kota Batu menjadi wilayah Kota Administratif.yang terdiri atas 3 kecamatan yaitu Junrejo, Batu,dan Bumiaji. Wilayah Kotif ini terdiri atas luas sekitar 136,74 km2 atau sekitar 18,697ha. Untuk sekitar luas daerah bagi hutan.cagar.alam dan magasatwa atau Hutan Lindung Gubernur.Surya di wilayah utara belum.tercatat luasnya,atau masih.belum termasuk dalam hitungan.Begitu juga dengan tanah.irigasi sungai,badan jalan provinsi,tanah untuk jalur telepon ataupun tegangan tinggi dari total perkiraan seluas 753,72ha (Batu Kota, n.d.).
3.2. Visi & Misi Kota Batu 1.2.1. VISI
“Desa Berdaya Kota Berjaya Terwujudnya Kota Batu Sebagai Sentra Agro Wisata Internasional Yang Berkarakter, Berdaya Saing Dan Sejahtera”
1.2.2. MISI
a. Meningkatkan Kualitas Kehidupan Sosial Masyarakat Yang Berlandaskan Nilai Nilai Keagamaan dan Kearifan Budaya Lokal
47 a. Meningkatkan Pembangunan Kualitas dan Kesejahteraan Sumber Daya
Manusia
b. Mewujudkan Daya Saing Perekonomian Daerah yang Progresif, Mandiri Berbasis Agrowisata
c. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur dan Kawasan Perdesaan Yang Berkualitas dan Berwawasan Lingkungan
d. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik, Bersih dan Akuntabel Berorientasi pada Pelayanan Publik Yang Profesional
3.3. Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu
Sebelum menjadi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu DLH telah mengalami berganitian nama berkali-kali. Pada tahun 2002 bernama Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (KPDL), selanjutnya berganti lagi menjadi Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) dan pada tahun 2019-2016 masih bernama Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Batu. DLH Kota Batu resmi menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah di lingkup pemerintah Kota Batu yakni sejak tahun 2016 dengan disahkannya Peraturan Walikota Batu No 80 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Togas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu.
3.3.1. Visi dan Misi Dinas Lingkungan Hidup a. Visi
Visi dan Misi merupakan panduan yang memberikan pandangan arah ke depan sebagai dasar acuan dalam melaksanakan atau menjalankan tugas dan fungsi mencapai sasaran atau target yang ditetapkan. Visi dari DLH Kota Batu yakni :
48
“Kota Batu Lestari Lingkungan dan Sumber Daya Alam”.
Visi ini merupakan upaya dari DLH Kota Batu untuk mewujudkan kelestarian lingkungan di Kota Batu sehingga dapat menjamin keberlanjutan kualitas dari alam Kota Batu agar tetap asri, bersih, sehat, dan nyaman.
b. Misi
Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dituntut untuk memiliki integritas, responsive/profesional, beretos kerja, bermoral tinggi, transparan, dan akuntabel. Hal ini merupakan jawaban pada era reformasi ketika masyarakat menuntut adanya peningkatan kinerja instansi pemerintahan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab dari instansi masing-masing. Oleh karena itu, berikut ini merupakan misi Dinas Lingkungan Hidup sebagai pendukung visi yang telah ditentukan:
a. Mengendalikan pencemaran dan perusakan lingkungan sumber daya alam.
b. Menjaga kelestarian lingkungan hidup dan sumber saya alam
c. Mengikutsertakan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam
d. Meningkatkan kualitas dan akses informasi lingkungan hidup dan sumber daya alam
e. Menjaga lingkungan dan sumber daya alam terhadap perubahan iklim 3.3.2. Tugas dan Fungsi Dinas Lingkungan Hidup
Tugas
“Membantu Walikota dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah di bidang lingkungan hidup”.
49
Fungsi
1. Perumusan kebijakan teknis dan rencana strategi di bidang lingkungan hidup 2. Penetapan rencana kerja dan anggaran bidang lingkungan hidup
3. Pelaksanaan kebijakan di bidang lingkungan hidup
4. Penyelenggaraan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia aparatur di bidang lingkungan hidup
5. Pelaksanaan administrasi dinas di bidang lingkungan hidup
6. Penyelenggaraan evaluasi pelaksanaan program, kegatan dan anggaran di bidang lingkungan hidup
7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota terkait dengan tugas dan fungsinya.
Dalam sejarahnya,Dinas Lingkungan Hidup.(DLH) mempunyai sejarah dengan mengalami bergantian nama berulang-kali. Tahun 2002 merupakan sebuah Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan.(KPDL). Selanjutnya berganti menjadi Dinas Kehutanan.dan Lingkungan.Hidup (DKLH).Tahun 2016 hingga 2019 bernama Kantor Lingkungan Hidup (KLH). Setelah disahkan Peraturan.Walikota Batu Nomor 80 Tahun 2016 tentang Kedudukan,Susunan,Organisasi,Uraian Tupoksi,serta Tata Kerja terkai Dinas Lingkungan Hidup akhirnya resmi sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah pada lingkup Pemerintah Kota Batu (Dinas Lingkungan Hidup, 2019). Berikut merupakan beberapa bidang sesuai dengan tugas dan fungsi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu yaitu :
50 1. Sekretariat
Bidang Sekretariat terdiri atas Sub-Bag Program dan Pelaporan dan Sub Bag Umum dan Keuangan. Bidang ini bertugas merencanakan, melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi, serta mengendalikan kegiatan administrasi umum, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan program, dan keuangan.
2. Bidang Tata Lingkungan dan Penataan (TLP)
Bidang Tata Lingkungan dan Penataan terdiri dari Seksi Perencanaan dan Bina Teknis, Seksi Pengawasan Lingkungan dan Pengaduan, dan Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup. Bidang ini bertugas merencanakan program kegiatan di bidang perencanaan KLHS Pengawasan, pengaduan, penataan hokum, dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup.
3. Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan (P3L)
Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan terdiri atas Seksi Pemantauan dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Seksi Pemeliharaan Lingkungan, dan Seksi Pembinaan Persampahan. Bidang ini mempunyai tugas merencanakan program, mengkoordin
asikan, mengendalikan, dan mengevaluasi program kegiatan di bidang keanekaragaman hayati, pencemaran, persampahan, dan pertamanan.
4. Bidang Kebersihan dan Pertamanan (KP)
Bidang kebersihan dan Pertamanan terdiri atas Seksi Kebersihan dan Pertamanan, Seksi Pelayanan Kebersihan, dan Seksi Pertamanan. Bidang ini memiliki tugas dalam hal merencakan, mengkaji, mengkoordinasikan,
51 mengendalikan, dan mengevaluasi program kegiatan bidang kebersihan dan pertamanan.
5. Unit Pelaksana Teknis
Unit Pelaksana Teknis (UPT) merupakan unsur pelaksana teknis operasioanl dan/atau kegiatan yang bersifat teknis lainnya. UPT dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Salah Satu UPT yang berada dalam lingkup kelembagaan DLH Kota Batu yakni UPT Tempat Pembuangan Ankhir (TPA) Tlekung.
6. Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional tertentu yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Setiap Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang diangkat oleh Walikota. Jenis jenjang dan jumlah jabatan fungsional ditetapkan oleh Walikota berdasarkan kebutuhan dan beban kerja dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
52 3.4. Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu
KEPALA DINAS
Drs. Arief As Siddiq
SEKERTARIS Drs. Saiful Mustofa,
M.Si
Kepala Seksi Perencanaan
&Bina Teknis Ratna Dwi Utami Juliari, SP,
M. Ling
Kepala Sub Bagian Umum &Keuangan
Suwar, SP Kepala Sub Bagian Program
& Pelaporan Vardian Budi Santoso, ST
Kepala Bidang tata Lingkungan & Penataan
Ir. Supriyanto
Kepala Seksi Pengawasan Lingkungan & Pengaduan Mohammad Arif Budiman,
ST
Kepala Seksi Peningkatan Kapasistas Lingkungan
Hidup Nawang Irawan, S.Pt
Kepala Bidang Pengendalian
& Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Drs. Made Suardika, S.Pd
Kepala Bidang Kebersihan
& Pertamanan Heru Yulianto, SP.MM
Kepala Seksi Pemantauan &
Pengendalian Pencemaran Lingkungan Joko Santoso, S.Pi
Kepala Seksi Pemeliharaan Lingkungan Muhammad Attar, S.Hut. M.
Ling
Kepala Seksi Pembinaan &
Pengelolaan Limbah B3 Fadli Imansyah, ST
Kepala Seksi Pelayanan Kebersihan Endang Ari S, ST, M.Si
Kepala Seksi Pengelolaan Persampahan Imron Suyudi, S. Sos
Kepala Seksi Pertamanan Doni Indrijatmoko, ST
53 3.5.Kelurahan Temas, Kecamatan Batu
3.5.1. Gambaran Umum
Mengacu pada Undang-Undang No.11 Tahun 2001 terkait dengan Pembentukan Kota Batu. Kelurahan Temas terleak pada Kota Batu yang resmi disahkan oleh Bupati Malang pada 28 April 1982 yang menjadi bagian daripada Kabupaten Malang yaitu Kecamatan Batu. Namun setelah adanya Kota Administratif maka Kota Batu menjadi bagian tersendiri dan bukan termasuk dalam Kabupaten Malang sehingga mengacu pada Satuan Kerja Perangkat Daerah tahun 2014 Kelurahan Temas melaksanakan tugas sesuai dengan yang diberikan oleh Walikota Batu
3.5.2. Visi dan Misi
54
Visi :
Dalam upaya mewujudkan harapan dan aspirasi stakeholders serta melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, maka Visi Kelurahan Temas adalah: “Kelurahan Temas sebagai Kelurahan Organik yang Berbasis pada Kebudayaan Lokal dengan didukung Oleh Sumber Daya Aparatur yang Berkompeten serta Terciptanya Hubungan yang harmonis Antar Lembaga Kemasyarakatan”.
Misi :
Adapun Misi Kelurahan Temas adalah sebagai berikut:
a) Memberikan pelayanan yang cepat, tepat, efektif dan efisien kepada masyarakat.
b) Meningkatkan partisipasi masyarakat dan keswadayaan masyarakat di segala bidang dalam mendukung pembangunan.
c) Optimalisasi bidang pertanian organik yang juga dapat menjadi potensi pariwisata edukatif.
d) Menumbuhkembangkan dan melestarikan tradisi luhur dan seni budaya lokal.
e) Mengembangkan potensi pariwisata di Bidang pertanian dan Kebudayaan.
55 3.5.3. Struktur Organisasi Kelurahan Temas (Berdasarkan PERDA Kota Batu
Nomor 7 Tahun 2008)
LURAH
BAMBANG HARI SULIYAN,S.STP
SEKRETARIS
YUWONO TRI LAKSONO, SH NIP.19820921 201101 1 008
SITI YUROHTUL AINI, SE NIP.19780415 200701 2 009 IFTA ZUMROTUL USTO NIP.19691223 199602 2 001 HARRY MEIRIZON, A.Md
NIP.198005312007011002 NURHADI NIP.19591111 198603 1 012
DIAN SUPRIHATIN
YOPHI AGUNG KURNIAWAN, A.MD
NANING SRI ASTUTIK KASI PEMERINTAHAN
KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN
UNTUNG SURYADI NIP.19620726199403 1 003
SURIPTO, SH NIP.19621128198603 1 007
HERI SUSIYO NIP.19690315200701 1 022
KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN
PEMBANGUNAN
IPUNG SETIAWAN, SE .MM
NIP.19620303198610 1 002
ABDUL ROCHIM NIP.19640614200701 1 013
MOCH ZAINUDIN
KASI PEREKONOMIAN DAN KESEJAHTERAAN
RAKYAT
SUGENG HARIONO NIP.19620303 198610 1 002
MACHBUB JUNAIDI, SE NIP.19750624 198610 1 002
AGUNG PRAMONO SITI
RO'ISYAH
56 3.5.4. Data Nama-Nama Kepala Desa dan Lurah
No NAMA MASA JABATAN KETERANGAN
1 Singo Dimejo 1954-1880 Kepala Desa
2 H. Hanafi 1880-1894 Kepala Desa
3 Kertojoyo 1894-1902 Kepala Desa
4 Darisah 1902-1917 Kepala Desa
5 Singokerto 1917-1926 Kepala Desa
6 Donorejo 1926-1940 Kepala Desa
7 Donoharjo 1940-1979 Kepala Desa
8 Dani Harjo Sunyoto 1979-1985 Lurah
9 Sapari Asiyono 1985-1989 Lurah
10 Hen Riyoto 1989-1993 Lurah
11 Ngateri 1993-1998 Lurah
12 Maryunui, S.Sos 1998-2001 Lurah
13 Sanyoto Widayat 2001-2003 Lurah
14 Muji Dwi Leksono, SH.
MM
2003-2006 Lurah
15 Sedijono, BW 2006-2008 Lurah
16 DRS. Iwan Sufrianto 2008-2010 Lurah
17 Aries Setiawan, S.STP 2010-2013 Lurah
18 Aditya Prasaja, S.STP, M.AP
2013-2016 Lurah
19 Bambang Hari Suliyan, S.STP
2017 Lurah
Sumber : Monografi Kelurahan (Temas, 2017)
57 3.5.5. Kondisi Fisik Geografis Kelurahan Temas
3.5.6. Wilayah geografis Kelurahan Temas a. Luas wilayah kelurahan temas 323 Ha b. Dengan batas-batas wilayah
No BATAS DESA/KELURAHAN KECAMATAN
1 UTARA Desa Pandan Rejo Kecamatan Bumiaji 2 TIMUR Desa Torong Rejo Kecamatan Junrejo 3 SELATAN Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu
4 BARAT Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Sumber : Monografi Kelurahan (Temas, 2017)
3.5.7. Kondisi Iklim dan Kondisi Hidrologi
Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Kelurahan Temas mengikuti perputaran 2 iklim, musim hujan dan musim kemarau. Pada tahun 2017 ini seperti biasanya, di
58 kelurahan Temas mengalami musim hujan. Selama tahun 2017, daerah ini digolongkan daerah beriklim tropis dengan curah hujan pertahun antara 1540 mm, 110 hari/hujan/tahun.Suhu rata- rata 23 - 35 ˚C.
Sedangkan Keadaan hidrologi di Kelurahan Temas dilalui oleh saluran irigasi.
Selain saluran irigasi, pada umumnya di kawasan perencanaan terdapat air tanah yang berupa sumur pompa artesis. Sedangkan jaringan PDAM sudah menjangkau kawasan ini. Sumber mata air lain dalam bentuk sumur bor dengan kedalaman 200 meter yang digunakan oleh HIPPAM. Suhu maximum wilyah Kelurahan Temas 35 derajat celcius, suhu minimum wilayah Kelurahan Temas 25 derajat celcius, ketinggian 900M dari permukaan laut dan wilayah temas termasuk dataran tinggi berbukit
3.5.8. Demografi Kependudukan 3.5.8.1. Menurut Jenis kelamin
Penduduk Kelurahan Temas pada bulan Agustus 2017 jumlahnya sudah mencapai 18.126 jiwa, jumlah penduduk laki-laki 9.188 jumlah penduduk perempuan 9.938 jiwa
No Jenis Kelamin Jumlah Prosentase
1 Laki – Laki 9.188 50,69%
2 Perempuan 8.938 49,31%
Jumlah 18.126 100%
Sumber : Monografi Kelurahan (Temas, 2017)
59 3.5.8.2. Jumlah Penduduk Menurut Agama
No AGAMA JUMLAH
1 ISLAM 17.485
2 KRISTEN 467
3 KATHOLIK 154
4 HINDU 3
5 BUDHA 12
6 KONGHUCU -
7 KEPERCAYAAN 4
JUMLAH 18.126
Sumber : Monografi Kelurahan (Temas, 2017)
3.5.8.3. Jumlah Penduduk Menurut Penyandang Cacat No PENYANDANG
CACAT
JUMLAH
1 FISIK 1
2 NETRA 0
3 RUNGU 0
4 MENTAL 1
5 FISIK & MENTAL 0
6 LAINNYA 1
TOTAL 3
Sumber : Monografi Kelurahan (Temas, 2017)
60 3.5.9. Kondisi Sosial Ekonomi
Dilihat melalui kondisi dari masyarakat Temas secara holistik. Temas termasuk dalam golongan ekonomi menengah ke bawah. Menurut data dari monografi Kelurahan Temas terdapat 400 kartu keluarga yang memiliki pendapatan sekitar Rp.500.000,00/bulan dengan berpenghasilan tidak tetap. Sedangkan dilihat melalui mata pencaharian penduduk Temas bahwa mayoritas bekerja sebagai pedagang, petani dan buruh sawah dengan prosentase sekitar 26,46%.
3.5.10. Kondisi Usaha Pertanian
Lahan pertanian masih sangat luas di Kelurahan Temas, kondisi tersebut juga yang mendukung berkembanganya sektor pertanian di Kelurahan Temas. Potensi pertanian yang dikembangkan penduduk diantaranya pertanian tanaman perkebunan seperti bawang merah, bawang putih dan jagung. Selain itu juga dibudidayakan sayuran organik seperti selada air, jamur dan tanaman holtikultura lainnya. Sayuran organik memiliki k eunggulan bebas dari zat pestisida dan zat kimia karena pupuk yang digunakan berasal dari pupuk kandang dan kompos serta tidak menggunakan zat kimia lainnya.