PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA OPERATIONAL YANG DIMODERASI SIKAP 5R (5S)
PT DHL SUPPLY CHAIN INDONESIA
Jaenal Jaelani )¹, Hamdan Amaruddin, S.E.,M.E.)² Prodi Manajemen, Universitas Pelita Bangsa
e-mail : [email protected]¹ ; [email protected]² Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh total quality management terhadap kinerja operational yang dimoderasi dengan variabel sikap 5R(5S) yaitu, Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin. di PT.Dhl Supply Chain dengan variabel total quality management X, variabel moderasi sikap 5R(5S) M dan variabel kinerja operational adalah Y. Metode penelitian ini adalah kuantitatif.
Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang terdiri dari pernyataan-pernyataan yang telah disediakan pilihan jawaban dengan menggunakan skala likert. Skala likert dengan rentang skala 1-5. populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 54 karyawan PT.Dhl Supply Chain di Project Amore pacific, teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sample random sampling. Teknik ini dilakukan dengan mengambil sampel lansung dari populasi secara acak.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, analisis regresi moderasi, uji hipotesis dan koefisien determinasi.
Berdasarkan hasil analisis hipotesis kesatu TQM diketahui bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operational PT. Dhl Supply Chain. Dibuktikan dengan hasil uji t pada penelitian di peroleh oleh t hitung t tabel (7,383 > 2,006), Ho diterima, artinya bahwa TQM secara parsial berpengaruh terhadap kinerja operational. Nilai t hitung Positif, artinya berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Operational. Berdasarkan hasil analisis hipotesis kedua Sikap 5R(5S) sebagai Moderasi pada TQM berpengaruh terhadap Kinerja Operational. Dibuktikan dengan analisis regresi moderasi, pengambilan keputusan dalam uji regresi moderasi yakni dengan membandingkan dengan nilai t hitung dengan t tabel ( 5,213 > 2,006 ), maka Ho diterima, artinya TQM secara parsial berpengaruh terhadap kinerja operasional dimana sikap 5R(5S) memperkuat pengaruh TQM terhadap kinerja operational di PT.Dhl Supply Chain.
Kata Kunci : Total Quality Management, Kinerja Operational , 5R(5S)
PENDAHULUAN
Perusahaan yang mempunyai keinginan untuk terus berkembang dan tetap eksis dalam persaingan bisnis haruslah menerapkan strategi yang baik guna mencapai tujuan perusahaan. Pengukuran kinerja dengan selalu menjaga 5R di area kerja guna mencapai tujuan tersebut.karena dengan selalu menjaga 5R membantu untuk memastikan penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif guna memilihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh.serta dapat juga digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan sebagai dasar untuk menyusun system dalam menjaga konsistensi 5R(5S) di area kerja.
Perubahan jaman yang semakin maju membuat teknologi semakin berkembang dan canggih sehingga menghasilkan bermacam- macam inovasi dalam beraneka bidang kehidupan, salah satunya adalah dibidang jasa. Tenaga kerja di Indonesia walaupun banyak, namun belum cukup siap untuk berperan dalam industri yang sebenarnya.
Hal-hal yang sering menjadi kendala dalam pengembangan industri adalah kedisiplinan, kerapian, ketelitian, sikap serta perilaku tenaga kerja terhadap waktu, tempat kerja, target kerja, kualitas. Hal yang terpenting adalah memperhatikan kejadian sekitar serta memperhatikan karyawan dalam penerapan budaya industri (Jahja, 2009:3). Salah satu konsep yang merupakan budaya industri yaitu budaya 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin). Konsep ini sederhana serta mudah untuk dipahami dan merupakan suatu langkah awal dalam penyebarluasan budaya industri.
5R berasal dari Jepang, di Jepang 5R dikenal dengan nama 5S ( Seiri,
Seiton, Seiso, Seiketsu danShitsuke). 5R digunakan oleh manajemen perusahaan dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja
sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Meskipun program 5R ini berasal dari Jepang, namun bisa dengan mudah diadaptasi dan diaplikasikan dengan baik, sehingga pelaksanaannya berorientasi pada kepuasan pelanggan dan melibatkan seluruh anggota perusahaan termasuk karyawan (Poernomo, 2006). Dari sini, dapat dikatakan bahwa praktik TQM ditujukan untuk melakukan perbaikan secara berkesinambungan (terus-menerus) terhadap produk atau jasa, sumber daya manusia, proses dan lingkungannya (Putri, 2009), sehingga bisa menghasilkan kualitas yang terbaik dan unggul dalam persaingan (Tjiptono dan Diana, 2007).
Terkait dengan kinerja karyawan, pada dasarnya penerapan TQM yang dilakukan secara terencana dan terarah diharapkan dapat membantu dalam peningkatan produktivitas dan kinerja karyawan (Poernomo, 2006). Total quality management diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan pengertian serta kepuasan pelanggan (Ishikawa, 1993). Definisi lainnya menyatakan bahwa total quality managementmerupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasaan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi (Santosa, 1992).
Dengan adanya masalah Manajemen yang semakin kompleks dalam mengatasi persaingan ,bisnis, maka PT Dhl Supply Chain Indonesia salah satu sebagai pelaku bisnis yang beroperasi dalam kinerja manajemen nya mengutamakan hal-hal yang dapat meningkatkan rasa percaya Konsumen dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi Konsumen.Hal ini yang mendorong penulis untuk mencoba mengadakan penelitian tentang Total Quality Management (TQM), dan digunakan untuk meguji apakah antara
Total Quality Management (TQM) dan system 5R berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dalam sebuah perusahaan kinerja karyawan pasti mengalami kenaikan dan penurunan, begitu pun yang dialami oleh PT Dhl Supply Chain Indonesia. Penurunan kinerja karyawan dapat terjadi disebabkan oleh faktor tingkat pengetahuan yang kurang dari karyawan mengenai TQM dan 5R, kurangnya training untuk mengetahui penting nya tentang kualitas. Berikut adalah data kasus Outbound Non Conformance pada bulan januari sampai desember tahun 2020 di PT.Dhl Supply Chain Indonesia :
Tabel 1. Data Delivery Issue PT. Dhl Supply Chain Indonesia
Berdasarkan tabel 1.1 diatas data outbound non conformance dari bulan januari sampai Desember 2020, Data di atas menunjukan naik turunnya outbound non conformance.
Hal ini sangat disayangkan dengan data di atas menunjukan secara kualitas kinerja operational kurang maksimal dan kesadaran tentang kualitas produk yang dikirim tidak sesuai.
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS Kinerja operational ( Y )
Pengertian kinerja atau performance merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang
dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi. Kinerja dapat diketahui dan diukur jika individu atau sekelompok karyawan telah mempunyai kriteria atau standard keberhasilan tolak ukur yang telah ditetapkan dalam pengukuran, maka kinerja pada seseorang atau kinerja organisasi tidak mungkin dapat diketahui bila ada tolak ukur keberhasilanya.
Total Quality Management ( X1 )
Total Quality Management (TQM) dapat didefinisikan dari tiga kata yang di milikinya, yaitu : Total ( keseluruhan ), Quality ( kualitas ), Management ( pengendalian, pengarahan ). Dari ketiga kata yang di milikinya, maka devinis TQM adalah sistem manajement yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan kegiatan yang di upayakan sekali benar (right first time ) memperbaiki kesinambungan ( countinius improvement ) dan motivasi karyawan ( Yani, 2001)
Sikap 5R(5S) ( X2 )
Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin (5R) adalah metode yang diadopsi dari metode jepang yakni 5S. Metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) ini pertama kali muncul pada tahun 1980 an yang digagas oleh Takashi Osada. Metode 5S merupakan sebuah metode yang dapat digunakan untuk tujuan menciptakan dan menjaga kualitas lingkungan kerja dalam organisasi (Devani, 2016).
HIPOTESIS PENELITIAN
H 1 : Total Quality Management berpengaruh langsung terhadap kinerja operational
H 2 : Sikap 5R(5S) sebagai moderasi pada Total Quality Management berpengaruh terhadap kinerja operational
Gambar 1 Model Penelitian
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan suatu penelitian yang bersifat kuantitatif. Sebagai langkah awal, penulis mengumpulkan data sehubungan dengan topik menggunakan jurnal dan buku-buku yang dijadikan sumber refrensi dalam memperoleh landasan teori dan cara untuk menganalisis data. Menurut Mulyanto dan wulandari (2017) penelitian kuantitatif merupakan suatu pendekatan penelitian yang bersifat obyektif, menekankan pada pengujian teori – teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan metode pengujian statistik. Penelitian kuantitatif biasanya dilakukan melalui pendekatan deduktif (menyusun struktur konseptual kemudian diuji secara empirik sehingga kesimpulan diperoleh dari dan untuk hal yang bersifat umum). Jenis penelitian kuantitatif yang digunakan adalah penelitian servey dengan metode “cross-sectional” dimana pengumpulan dilakukan ditempat tertentu (Mulyanto dan Wulandari,2017)
Populiasi dalam penelitian ini adalah 54 karyawan kontrak dan karyawan tetap di projek Amore Pacific PT Dhl Supply Chain.
Pemilihan sample dalam penelitian ini dilakukan dengan metode probability sampling metode ini memberikan seluruh anggota populasi kemungkinan (probability) atau kesempatan yang sama untuk menjadi sampel terpilih.
Populasi merupakan area generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulanya (Sugiono, 2015).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap dan karyawan kontrak PT. Dhl Supply Chain Indonesia di projek Amore Pacific.
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2015). Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian populasi tenaga kerja pada PT.Dhl Supply Chain Indonesia projek Amore Pacific. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan berjumlah 54 orang karyawan yang bekerja di projek Amore Pacific PT.Dhl Supply Chain Indonesia. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode probability sampling . Menurut Mulyanto dan wulandari (2017), (orang, kelompok rumah tangga, benda, obyek lainya) dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel penelitian.
Jenis probability sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sample random sampling. Teknik ini dilakukan dengan mengambil sampel lansung dari populasi secara acak.
Sumber data yang digunakan adalah data primer. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di projek Amore Pacific PT.Dhl Supply
Chain Indonesia yang berjumlah 54 orang melalui wawancara dan penyebaran kuesioner. Dan data sekunder, yaitu Data yang berbentuk catatan yang di peroleh pada lokasi penelitian dan literatur yang ada keterkaitan dengan penelitian ini, artikel, jurnal dan hasil penelitian yang diperoleh melalui studi pustaka. Kuesioner yang disebar secara online menggunakan google Form. Kuesioner terdiri dari 30 pernyataan dari tiga varibel dengan menggunakan skala likert 1 sampai dengan 5.
Metode analisis data dalam penelitian adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier sederhana, uji regresi moderasi dan uji hipotesis.Dan menggunakan bantuan software SPSS 25.0 for windows HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Uji validitas
Menurut Ghozali ( 2018) Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner tersebut. Uji signifikansi dilakukan dengan di uji menggunakan program software SPSS 25.0 for Windows. Dalam Penelitian ini dilakukan pengujian validitas kepada 54 responden.
Pada uji validitas mengambilan keputusan berdasarkan pada nilai r hitung > r tabel. Nilai korelasi ini dibandingkan dengan r tabel. r tabel dicari pada signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 54 atau df = n-2 atau 54-2= 52, r tabel pada 52 sebesar 0,2681 maka item tersebut dinyatakan valid.
Dari perhitungan menggunakan SPSS version 25.0 for windows untuk masing- masing variabel maka didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 2. TQM
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021 Berdasarkan tabel 2. TQM, menunjukan bahwa seluruh pernyataan dalam variabel independen Total Quality Management (X1) adalah valid. Hal ini dilihat dari nilai pearson correlation r hitung setiap item pernyataan lebih besar dari nilai r tabel (0,268) dengan tingkat nilai signifikansi untuk semua item 0,05.
Tabel 3. Sikap 5R(5S)
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021 Berdasarkan tabel 3. Sikap 5R(5S) menunjukan bahwa seluruh pernyataan dalam variabel independen Sikap 5R(5S) (X2) adalah valid. Hal ini dilihat dari nilai pearson correlation r hitung setiap item pernyataan lebih besar dari nilai r tabel 0,268 dengan tingkat nilai signifikansi untuk semua item 0,05
Tabel 4. Kinerja operational
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021
Berdasarkan tabel 4. menunjukan bahwa seluruh pernyataan dalam variabel independen Kinerja operational (Y) adalah valid. Hal ini dilihat dari nilai pearson correlation r hitung setiap item pernyataan lebih besar dari nilai r tabel 0,268 dengan tingkat nilai signifikansi untuk semua item 0,05
2. Uji reliabilitas
Tabel 5. Hasil uji reliabilitas
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021 Berdasarkan tabel dapat dilihat hasil koefisien relialitas variabel Total Quality Management (X1) adalah 0,784, ,Variabel sikap 5R(5S) (X2) adalah 0,752, Variabel Kinerja Operational (Y) adalah 0,706 Hasil pernyataan dari variabel TQM, Kinerja Operational, dan Sikap 5R(5S) memiliki Cronbach’s alpha > 0,60. Maka ke tiga variabel tersebut dinyatakan realiabel.
3. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
Tabel 6. Hasil uji Normalitas
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021 Menurut Ghozali (2018) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.
Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan menggunakan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan tabel didapatkan nilai signifikansi (sig) pada Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,190 > 0,05, maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal.
2) Uji Multikolinearitas
Tabel 7. Hasil uji Multikolinearitas
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021 Menurut Ghozali (2018) Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen).
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen.
Jika variabel independen saling berkolerasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal.
Menurut Ghozali ( 2018) untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolenenieritas dalam model regresi dapat dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannya (2) variance inflation factor (VIF). Nilai cutoff yang umum untuk menunjukan adanya multikolenieritas adalah nilai tolerance ≤0.1 atau sama dengan nilai VIF≥10. Berdasarkan tabel 7. bahwa semua variabel independen (bebas) pada penelitian ini tidak menunjukkan adanya multikolinearitas, karena nilai Tolerance dari kedua variabel lebih dari 0,1 dan nilai VIF (variance inflation factor) kurang dari 10.
3) Uji Heteroskedastisitas
Tabel 8.Hasil uji Heteroskedastisitas
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021 Menurut Ghozali (2018) Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan kepengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. dasar pengabilan keputusan jika nilai sig > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Asumsi yang baik dalam model regresi adalah tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas dilakukan dengan cara uji Scatterplot dapat dilihat pada tabel 8. Uji heteroskedastisitas dengan scatterplot yaitu dengan melihat pola titik-titik pada scatterplot regresi. Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas dibawah dan diatas angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Karena jika titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas dibawah dan diatas angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Sebaliknya jika titik-titik menyebar dengan pola yang jelas dibawah dan diatas angka 0 pada sumbu Y maka terjadi masalah heteroskedastisitas
4. Uji Analisis regresi linier sederhana Tabel 9.Hasil uji Analisis regresi linier sederhana
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021 Menurut Mulyanto dan Wulandari (2017) Regresi Linear Sederhana, digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independent X terhadap variabel dependen Y atau merupakan jawaban dari Hipotesis, yaitu dengan menggunakan rumus : Dimana : Y = α + Bx
Y = Kinerja Operational α = Konstanta
X = Total Quality Managemn b = Koefisien Regresi
Menurut Mulyanto dan wualndari (2017) hipotesis dalam analisis regresi linier sederhana yang dapat diajukan adalah sebagai berikut:
Ho : Tidak berpengaruh variabel X terhadap Y
Ha : Ada pengaruh variabel X terhadap Y Dimana pengaruh variabel independen X terhadap variabel Y ditunjukan dengan Sig <
α atau Sig < 0,05. Nilai koefisien b menunjukan besar dan arah pengaruh X terhdap Y. Regresi linier sederhana untuk variabel TQM (X) adalah : Y = α + bX Y = 3,268 + 0,924X
Persamaan tersebut diatas diterjemahkan : - Konstanta sebesar 3,268, mengandung arti bahwa nilai konsistensi variabel TQM adalah sebesar 3,268.
- Koefisien regresi X sebesar 0,924 menyatakan bahwa setiap penambahan 1%
nilai TQM, maka nilai TQM bertambah senilai 0,924 Koefisien regresi tersebut
bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh TQM terhadap kinerja operational adalah positif.
5. Uji Analisis regresi moderasi Tabel 10.Hasil uji Analisis regresi moderasi
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021 Menurut Didin (2020) analisis regresi moderasi (Uji Interaksi) yaitu aplikasi dari regresi linier berganda dimana dalam persamaannya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen). Variabel independen dilambangkan dengan XM sedangkan variabel dependen dilambangkan dengan Y.
Jika hasil perkalian dua variabel bebas tersebut signifikan maka variabel tersebut moderasi hubungan antara variabel bebas dan variabel moderatornya. Pengambilan keputusan dalam uji regresi moderasi dapat mengacu pada dua hal, yakni dengan membandingkan dengan nilai t hitung dengan t tabel atau dengan membandingkan nilai probabilitas 0,05. Berikut Pengaruh Total Quality Management terhadap Kinerja Operational dengan Sikap 5R(5S) sebagai Moderasinya, maka digunakan Rumus Regresi Moderasi sebagai berikut:
Rumus : Y= a + bX + bM + Bxm Dimana :
Y = Kinerja Operational
X = Total Quality Management a = Konstanta
b = Koefisien Regresi M = Sikap 5R(5S)
XM = Total Quality Management,Sikap 5R(5S)
Perbandingan niali t hitung dan t tabel adalah sebagi berikut t hitung > t tabel ( 7,383 >
2,006 ) maka Ho diterima, artinya bahwa TQM, moderasi Sikap 5R(5S) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Operational. Dilihat dari nilai signifikansi 0,00 < 0,05 maka Ho diterima, artinya TQM Moderasi Sikap 5R(5S), tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operational. Pengambilan Keputusan berdasarkan tabel dapat dilihat Perbandingan niali t hitung dan t tabel adalah sebagi berikut TQM,Sikap5R(5S) sebagai Moderasi berpengaruh terhadap Kinerja Operational.
Dibuktikan dengan analisis regresi moderasi, pengambilan keputusan dalam uji regresi moderasi yakni dengan membandingkan dengan nilai t hitung dengan t tabel ( 5,213 >
2,006 ), maka Ho diterima, artinya TQM secara parsial berpengaruh terhadap kinerja operasional dimana sikap 5R(5S) memperkuat pengaruh TQM terhadap kinerja operational di PT.Dhl Supply Chain.
6. Uji hipotesis
1. Uji t (Parsial)
Tabel 11.Hasil uji t (partial)
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021 Untuk menentukan koefisien spesifik yang mana yang tidak sama dengan nol, uji tambahan diperlukan yaitu dengan menggunakan uji t Menurut Ghozali (2018).
Uji statistik t pada dasarnya menunjukan
seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variansi variabel dependen.
Pengambilan keputusan sebagai berikut:
- Jika nilai t hitung > t tabel, maka ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel (Y) atau hipotesis diterima - Jika nilai t hitung < t tabel, maka tidak
ada pengaruh variabel bebas (X) atau hipotesis ditolak
Pengambilan keputusan berdasarkan tabel.
H1 untuk pengaruh TQM (X) terhadap Kinerja Operational (Y) adalah nilai t hitung 7,383 > t tabel 2,006 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikanTQM (X) terhadap Kinerja Operational (Y). Untuk H2 dapat disimpulkan bahwa nilai t hitung dengan t tabel ( 5,213 > 2,006 ), maka Ho diterima, artinya TQM secara parsial berpengaruh terhadap kinerja operasional dimana sikap 5R(5S) memperkuat pengaruh TQM terhadap kinerja operational di PT.Dhl Supply Chain
H2 Pengambilan keputusan berdasarkan tabel
H2 Perbandingan niali t hitung dan t tabel adalah sebagi berikut t hitung > t tabel ( 7,383
> 2,006 ) maka Ho diterima, artinya bahwa TQM, moderasi Sikap 5R(5S) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Operational. Dilihat dari nilai signifikansi 0,00 < 0,05 maka Ho diterima, artinya TQM Moderasi Sikap 5R(5S), tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operational. Pengambilan Keputusan berdasarkan tabel dapat dilihat Perbandingan niali t hitung dan t tabel adalah sebagi berikut TQM,Sikap5R(5S) sebagai Moderasi berpengaruh terhadap Kinerja Operational.
Dibuktikan dengan analisis regresi moderasi, pengambilan keputusan dalam uji regresi
moderasi yakni dengan membandingkan dengan nilai t hitung dengan t tabel ( 5,213 >
2,006 ), maka Ho diterima, artinya TQM secara parsial berpengaruh terhadap kinerja operasional dimana sikap 5R(5S) memperkuat pengaruh TQM terhadap kinerja operational di PT.Dhl Supply Chain.
2. Uji F (Simultan)
Tabel 12.Hasil uji F (Simultan)
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021 Analsis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama atau simultan antar varibel independen terhadap variabel dependen. Dengan tingkat signifikansi alpa 5%. Adapun metode untuk menentukan apabila nilai signifikansi
Penolakan hipotesis atas dasar signifikansi pada taraf nyata 5% (tarap kepercayaan) dengan kriteria :
1. Jika nilai Sig. < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh secara simultan antara varibel bebas terhadap varibel terkait.
2. Jika nilai Sig. > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang berati tidak ada pengaruh secara simultan antara varibel bebas terhadap varibel terkait.
Adapun berdasarkan perbandingan nilai Fhitung dengan Ftabel sebagai berikut:
1. Jika Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh secara simultan anatra varibel bebas terhadap varibel terkait.
2. Jika Fhitung < Ftabel, maka Ho diterima da Ha ditolak, yang berati tidak ada pengaruh secara simultan antara variabel bebas terhadap varibel terkait.
Berdasarkan tabel diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh TQM (X1), dan TQM,5R(5S) (X2) secara simultan terhadap kinerja operational (Y) adalah sebesar 0,000
< 0,05 dan nilai F hitung 114,148 > F tabel 4,02, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh TQM,TQM,5R(5S) dan secara simultan terhadap kinerja operational 6. Uji Koefisien Determinasi
Tabel 12.Hasil uji Koefisien Determinasi (R²)
Sumber : data diolah SPSS 25.0, 2021 Menurut Ghozali (2018). Koefisien derteminan digunakan untuk menunjukan seberapa besar presentase variansi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variansi variabel. R2 = 0, maka tidak sedikitpun presentase sumbangan pengaruh yang diberikakan variabel independen terhadap variabel dependen atau variasi variabel independen yang digunakan dalam model tidak menjelaskan sedikitpun variansi variabel dependen. Sebaliknya R2 = 1, maka presenatanse sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen adalah sempurna.
Koefisien determinasi (kd) dihitung dengan rumus yaitu sebagai berikut: Kd = r2 × 100%
r2 = koefisien kuadrat korelasi ganda
Dari tabel, didapatkan nilai Adjusted R Square (koefisien determinasi) sebesar 0,615 yang artinya pengaruh variabel independen
(X) terhadap variabel dependen (Y) sebesar 61,5%.
PEMBAHASAN
1. Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Operational
Berdasarkan hasil analisis TQM diketahui bahwa adanya pengaruh signifikan terhadap kinerja operational PT. Dhl Supply Chain. TQM menjadi salah satu dapat mempengaruhi kinerja operational. Dalam TQM ada manfaat seperti, Moral kerja karyawan yang lebih tinggi, proses yang lebih efisien, lebih banyak waktu inovasi dan berkreasi, biaya yang lebih rendah, kepuasan pelanggan meningkat. Dibuktikan dengan hasil uji t pada penelitian di peroleh oleh t hitung t tabel (7,383 > t 2,006), Ho diterima, artinya bahwa TQM secara parsial berpengaruh terhadap kinerja operational.
Nilai t hitung Positif, artinya berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Operational.
Berdasarkan hasil uji F diketahui nilai signifikansi untuk Pengaruh TQM (X1),Sikap 5R(5S) (XM) secara simultan terhadap Kinerja Operational adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung 114,148 >
Ftabel 4,02, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh TQM, dan TQM, Sikap 5R(5S) secara simultan terhadap Kinerja Operational.
Berdasarkan pembahasan diatas bahwa hipotesis pertama atau H1 dalam penelitian ini diterima yang artianya variabel TQM berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Operational PT.Dhl Supply Chain.
2. Sikap 5R(5S) sebagai moderasi pada Total Quality Management berpengaruh terhadap kinerja operational
Berdasarkan Hasil Uji variabel TQM dinyatakan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan diperkuat sikap 5R(5S)
terhadap kinerja Operational, dengan menggunakan analisis regresi moderasi, pengambilan keputusan dalam uji regresi moderasi yakni dengan membandingkan dengan nilai t hitung dengan t tabel ( 5,213 >
2,006 ), maka Ho diterima, artinya TQM secara parsial berpengaruh terhadap kinerja operasional dimana sikap 5R(5S) memperkuat pengaruh TQM terhadap kinerja operational di PT.Dhl Supply Chain.
SARAN
Berdasarkan dari pengkajian penelitian dilapangan, terdapat banyak keterbatasan sehingga masih banyak yang perlu diperbaiki. Hasil penelitian yang telah dilakukan mendorong adanya masukan- masukan untuk penelitian sebagai berikut : 1. Bagi Perusahaan
1. Untuk meningkatkan Kualitas Produk pada saat delivery pada PT. Dhl Supply Chain hasil penelitian yang telah dilakukan tentang penerapan Total Quality Management berpengaruh signifikan tetapi perlu ditingkatkan secara konsisten untuk menekan jumlah produk yang Reject pada saat delivery pada tahunya.
2. Untuk menjaga konsistensi perlunya keterlibatan semua pihak dalam penerapan Total Quality Management pada perusahaan PT.Dhl Supply Chain hasil penelitian menemukan bahwa Sikap 5R(5S) sebagai variabel moderasi terhadap Kinerja Operational belum menunjukan hasil yang. baik, perlunya sikap 5R ditanamkan kepada setiap karyawan untuk memahami tentang sikap 5R(5S) dan bisa melakukan perbaikan secara
2.Bagi Peneliti Selanjutnya
1. Peneliti diharapkan mengkaji lebih banyak sumber referensi.
2. Peneliti diharapkan lebih mempersiapkan diri dalam proses pengambilan, pengumpulan dan segala sesuatunya sehingga peneliti dapat dilaksanakan dengan lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA Rahmi Rismayani Deri, 2. S. (2020).
Analysis of Quality Management System in the Textile industry with the 5R(5S) Method and Fish Bone Diagram . The International
Conference on Innovations in Social Sciences and Education (ICoISSE), 859 - 871.
Baidowi, A. M. (2019). Pengaruh Faktor Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku 5R Pekerja Pabrik Roti La- Tansa. Skripsi Di Terbitkan
Universitas Darussalam Gontor, 1 - 55.
Brian R. Lamato1, A. B. (2017). Analisis Total Quality Management (TQM) Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT. Asegar Murni Jaya Desa
Tumaluntung Kab. Minahasa Utara.
Analisis TQM Jurnal EMBA Vol.5 No.2 Juni 2017, 423 - 432.
I Wayan Suartina(1), N. N. (2019).
Pengaruh Total Quality Management (TQM) Terhadap Kinerja Perusahaan
Melalui Perilaku Produktif Karyawan Pada PT. Tomorrow’s Antiques Indonesia. Jurnal Widya Manajemen Vol. 1, No. 2, Agustus 2019, 1-20.
I Zulkarnain1a, D. G. (2019). Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Karyawan PT BCD Bogor.
Jurnal Sosial Humaniora p-ISSN 2087-4928 e-ISSN 2550-0236 Volume 10 Nomor 1, April 2019, 41 - 49.
Ibrahim1, A. (2016). Analisis Implementasi Manajemen Kualitas Dari Kinerja Operasional Pada Industri Ekstraktif Di Sulawesi Utara. Analisis
Implementasi Manajemen Vol.4 No.2 Juni 2016, 859 - 869.
Isyanto, P. (2019). Cikal Bakal Total Quality Management (TQM) pada Perusahaan Jepang dan
Implementasinya pada Perusahaan- Perusahaan di Indonesia. J u r n a l M a n a j e m e n & B i s n i s K r e a t i f V o l 4 N o 2, 66 - 84.
Laili1, M. D. (2016). Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Harlis Tata Tahta Di Bontang. eJournal
Ilmu Administrasi Bisnis, 2016, 4 (4) :
Mei Krismahariyanto, M. P. (2019). Analisis Pengaruh Budaya 5R dan Kinerja Karyawan Terhadap Kepuasan Pelanggan PT Indoporlen. Vol.1, No.2, Oktober 2019, pp. 61 – 72, 61- 72.
Mei Krismahariyanto, M. P. (2019). Analisis Pengaruh Budaya 5R dan Kinerja Karyawan Terhadap Kepuasan Pelanggan PT Indoporlen. Vol.1, No.2, Oktober 2019, pp. 61 – 72, 61- 72.
Parmasari*), D. H., & Nugroho**), B. S.
(2020). Analisis Penerapan Prinsip 5r (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) Di Bengkel X, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman,
Yogyakarta. VISIKES (Vol. 19 No.1) April 2020, 1 - 15.
Putri, G. D. (2018). Motivasi Kerja Dengan Penerapan 5r Pada Pekerja Di Industri Kerupuk Rambak Dusun Krajan Kelurahan Mangli
Kecamatan Kaliwates Jember.
Skripsi Di Terbitkan Bagian Kesehatan Lingkungan Dan Keselamatan Kerja Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, 1 - 121.
Sari, R. K. (2015). Pengaruh Budaya Kerja 5R Dan Komunikasi Internal Terhadap Semangat Kerja Dan Kinerja Karyawan. Widya Cipta,Vol.
VII, No.2 September 2015, 141 - 154.
Desy Eka Kartika Sari 1, S. R. (Januari 2018). Pengaruh Total Quality Management (TQM) Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Mediasi Kepuasan Kerja. Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 5 No.1,, 11 - 25.
FAHRUDIN, D. (2020). Pengaruh Total Quality Management Dengan Budaya Kualitas Sebagai Variabel Moderasi Terhadap Kualitas Produk. Skripsi Tidak Di Terbitkan Universitas Pelita Bangsa , 1 - 55.
Maghfiroh3, A. D. (1 Januari 2015). Total Quality Management (Tqm), Biaya Kualitas Dan Kualitas Produk Serta Implikasinya Terhadap Kinerja Perusahaan Produk Serta Implikasinya Terhadap Kinerja Perusahaan Dengan Budaya Kualitas Sebagai Variabel ModerasI . Akuntable Vol.5 (No.1), 96 - 110.