• Tidak ada hasil yang ditemukan

 i2 = jumlah varians skor tiap-tiap item

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan " i2 = jumlah varians skor tiap-tiap item "

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Penelitian adalah kegiatan memecahkan masalah dan menemukan makna baru, dan penelitian juga berfungsi untuk merevisi atau mengubah teori dalam bidang tertentu. Sugiyono (2017:72) mengemukakan metode penelitian eksperimen merupakan suatu metode mengkaji suatu perlakuan tertentu yang di pengaruhi oleh variabel independen pada variabel dependen pada suatu kondisi tertentu.

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan metode eksperimen one group pretest posttest design. Model penelitian ini menggunakan kelompok tunggal yang diberikan perlakukan tertentu pada satu kelas. Adapun pretest-posttest berfungsi untuk mengukur sejauh mana keberhasilan suatu penelitian. Oleh karena itu, tidak adanya kelompok pembanding atau kelompok kontrol yang di jadi sebagai acuan keberhasilan penelitian.

Sedangkan menurut Noor (2013:114) mengemukakan, metode penelitian one group pretest-posttest design dilakukan dengan cara melakukan satu kali

pengukuran sebelum tindakan tertentu (pre-test) dan setelah itu dilakukan pengukuran lagi (Post-test). Desain yang dilakukan tanpa kelompok pembanding ini dilakukan dengan satu kelompok tunggal yang diteliti dengan

(2)

cara menganalisis dengan cara perlakuan (X) dengan skor yang diperoleh melalui pretest-posttest.

Pengukuran di awal bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan yang di miliki siswa tunagrahita dalam pembelajaran tematik ini dengan tema

“lingkunganku” yang memuat pembelajar IPA, Matematika dan B.indonesia di dalam nya. Dalam penguruan awal dinamanyakan dengan pre-test (O1).

Sedangkan Posttest dilaksanakannya pengukuran kembali di akhir yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana manfaat atau pengaruh media kotak suka-suka ini dalam meningkatkan pengetahuan siswa tunagrahita SMPLB, serta melihat perbedaan antara pengukuran awal (Pre-test) sebelum di berikan media dengan pengukuran akhir (Post-test) atau setela diberikan media pada kelompok eksperimen tersebut. Adapun desain penelitian eksperimen yang digunakan sebagai berikut: Tabel 3.1

Skema One Group Pre-test and Post-test Design One Group Pre-test and Post-test Design

Kelompok Pre-test Media Post-test Eksperimen O1 x O2

Keterangan:

O1 : Nilai Pre-test (sebelum diberikan media).

X : Tretment atau Pemberian Media

O2 : Nilai Post-test (setelah diberikan media)

(3)

Adapun langkah-langkah atau tahapan dalam penelitian yang dilakukan peneliti, antara lain:

1. Menyiapkan rencana proses pembelajaran

2. Menyiapkan media pembelajaran yaitu media kotak Suka-suka.

3. Mentukan sempel penelitian atau menentukan kelompok tungga yang akan diberikan perlakuan.

4. Melakukan pre-test pada sempel penelitian, yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman pembelajaran tematik pada tema makhluk hidup, meliputi mata pelajaran IPA, Matematika dan B.indonesiapada siswa tunagrahita sebelum diberikan media kotak suka- suka.

5. Kemudian memberikan perlakukan atau treatment pada penelitian ini adalah penggunaan media kotak suka-suka dalam proses pembelajaran tematik pada temamakhluk hidup.

6. Melakukan post-test pada sempel penelitian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa berpengaruh media kotak suka-suka ini dalam peningkatan prestasi belajar terhadap siswa tunagrahita SMPLB di SKh Bina Citra Anak.

7. Setelah medapat data, maka peneliti akan membandingkan hasil dari pre- test dan post-test untuk mengetahui seberapa pengaruh penggunan media kotak suka-suka ini dalam meningkatkan prestasi belajar siswa tunagrahita.

8. Terakhir setelah peneliti mendapat semua data yang ada di lapangan lalu di oleh dengan menggunakan uji Wilcoxon.

(4)

B. Definisi Operasional Variabel

Menurut Sugiyono (2017:38-40) mengemukakan variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditentukan oleh peneliti yang akan dipelajari lalu dapat ditarik kesimpulan. Pada penelitian ini variabel penelitian dibagi menjadi 2 yaitu : 1). Variabel Indenpenden (variabel bebas) dan 2).

Variabel Dependen (variabel terikat).

Variabel independen atau variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya, sehingga munculnya variabel dependen (terikat). Adapun variabel dependen atau variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.

Berdasarkan paparan yang sudah dijelaskan diatas diduga variabel bebas akan mempengaruhi variabel terikat. Apabila dirumuskan berdaskan judul penelitian maka variabel nya antara lain:

a. Variabel indenpenden atau variabel bebas : Media Kotak SukaSuka.

b. Variabel Dependen atau variabel terikat : Peningkatan pengetahuan siswa tunagrahita.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Menurut Sugiyono (2017: 80) mengemukakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang meliputi obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan kaakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

(5)

Berdasarkan pemaparan diatas, sehingga dapat ditarik kesimpulan populasi dalam penelitian ini adalah siswa tunagrahita tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMPLB) di SKh Bina Citra Anak.

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2017: 81) mengemukakan definisi dari sempel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sedangkan menurut Arikunto (2014:174) menyatakan bahwa sempel merupakan sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti.

Dari pernyataan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sempel adalah sebagain dari jumlah populasi yang sudah ditenukan peneliti yang diperkecil lagi, untuk dijadikan suatu sempel yang mewakilkan dari populasi itu sendiri. Dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling semple berdasarkan tujuan tertentu. Hal ini di dasarkan pada tujuan kurikulum 2013 yang bertujuan untuk memahami suatu tema pembelajaran, dalam hal ini siswa tungrahita dalam memahami tema makhluk hidup. Adapun sempel dalam penelitian ini adalah siswa tunagrahita pada tingkat SMP dikelas VIII di SKh Bina Citra Anak sejumlah 5 orang.

(6)

Sempel

Gambar 3.1 Populasi dan Sempel D. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono (2017: 224-225) mengemukakan teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama daari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai cara misalnya tes, observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner dan sebagainya. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunkan tes.

Menurut Arikunto (2014: 193) mengemukakan definisi dari tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lainnya yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Adapun dalam penelitian ini menggunakan tes prestasi achivment test.

Tes prestasi atau achivment test menurut Arikunto (2014: 194) mengemukakan bahwa achievement test merupakan tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian individu setelah mempelajari sesuatu. Tes dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pretasi

Populasi

Sampel

(7)

belajar pada pembelajaran tematik siswa tunagrahita tingkat SMPLB pada saat sebelum dan sesudah dilakukan perlakukan di SKh Bina Citra Anak.

E. Instrumen dan Analisis Instrumen Penelitian

Menurut Arikunto (2014: 203) mengemukakan definisi instruemen penelitian merupakan alat atau fasilitasi yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pengerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, lebih cermat, lengkap, dan sismatis. Instruemen atau alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya:

1. Tes

Dalam pengumpulan data pada penelitian ini peneliti memilih tes sebagai alat pengumpulan data penelitianuntuk digunakan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya siswa diminta untuk menyebutkan macam-macam hewan, sayur, dan buah-buahan. Tes ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kemampuan siswa baik sebelum (pre-test) diberikan media ataupun sesudah diberikan media (post-test).

Tabel 3.2 Kisi-kisi Instruemen Penelitian Aspek Sub

Aspek

Kompetensi Dasar

Indikator Butir Soal

Jmlh Butir Soal Makhluk

Hidup

IPA 3.2

Mengidentifikasi hewan, buah dan sayur

1. Menyebutkan 3 nama hewan buas (Hariamau,

1 1

(8)

Srigala, dan Badak)

2. Menyebutkan 3 nama buah (Apel, Pisang, Nanas)

1 1

3. Menyebutkan 3 nama sayuran (Kubis, Brokoli, Terong)

1 1

MTK 3.3 Mengenal konsep operasi penjumlahan dan perkalian

samapai dengan 20

1. Menjumlahkan kaki hewan buas (Harimau,

Srigala, Badak)

1 1

2. Menjumlahkan buah yang telah dipelajari (Apel, Pisang, Nanas)

1 1

3. Menjumlahkan sayuran yang telah dipelajari (Kubis,

Brokoli,Terong)

1 1

B.

Indo

3.3

Mendeskripsikan hewan, buah dan sayur secara sederhana dalam

1. Menyebutkan warna hewan buas (Harimau, Srigala, Badak)

1 1

2.Menyebutkan bentuk buah yang

1 1

(9)

Bahasa Indonesia

dipelajari (Apel, Pisang, Nanas) 3. Menyebutkan warna buah yang telah dipelajari (Apel, Pisang, Nanas)

1 1

4. Menyebutkan warna dari sayuran yang telah dipelajari (Kubis, Brokoli, Terong)

1 1

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrument yang akan digunakan tes secara langsung dan praktik. Adapun instrument yang digunakan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3 Instrument Soal Tes No

Aspek

Nilai Keterangan 0 1 2 3

1. Siswa mampu mengenal macam-macam nama

hewan (hewan buas)

(10)

2. Siswa mampu menyebutkan warna dari setiap hewan buas

3. Siswa mampu mencocokan nama dan bentuk hewan.

4. Siswa mampu membedakan dari setiap bentuk dan nama hewan.

5. Siswa mampu membedakan hewan yang hidup di darat dan laut.

6. Siswa mampu mengenal macam-macam buah

7. Siswa mampu Menyebutkan warna hewan buas (Harimau, Srigala, Badak)

8. Siswa mampu menyebutkan warna dari setiap buah (Apel, Nanas, Pisang)

9. Siswa mampu menyebutkan warna dari setiap sayuran (Kubis, Terong, Brokoli).

(11)

10. Siswa mampu menyebutkan bentuk (Apel, Pisang, Kubis, Terong)

2. Kriteria Penilaian

Kriteria penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah seberapa jHauh pengetahuan anak dalam mengenal serta memebedakan berbagai mcam hewan, buah, dan sayur yang terkandung dalam tema mahkluk hidup. Penelian dilakukan sesuai dengan tingkat pengetahuan tentang pembelajaran tematik dengan tema makhluk hidup ini, dimana yang menghasilakn pengetahuan yang baik. Kemudian untuk skor yang ditentukan berbeda-beda mulai dari skor terendah 0 dan skor tertinggi 3. Adapun kriteris penenilaian dalam penelitian ini, antara lain:

(12)

Tabel 3.4 Kriteria Penilaian Pembelajaran Tematik terhadap Pretasi Belajar

No Aspek Kriteria Penilaian

1. Siswa mampu menyebutkan 3 nama hewan buas (Harimau, Srigala, Badak)

Nilai 0 : Siswa belum mampu menyebutkan nama hewan buas (harimau, srigala, badak)

Nilai 1 : Siswa mampu menyebutkan nama hewan buas dengan bantuan.

Nilai 2 : Siswa mampu menyebutkan nama hewan buas dengan clue.

Nilai 3 : Siswa mampu menyebutkan namahewan buas dengan baik.

2. Siswa mampu menyebutkan 3 nama buah (Apel, Pisang, Nanas)

Nilai 0 : Siswa belum mampu menyebutkan 3 nama buah (apel, pisang, nanas).

Nilai 1 : Siswa mampu menyebutkan nama buah (apel, pisang, nanas) dengan bantuan.

Nilai 2 : Siswa mampu menyebutkan nama buah dengan clue.

(13)

Nilai 3 : Siswa mampu menyebutkan 3 nama buah dengan baik.

3. Siswa mampu menyebutkan 3 nama sayuran (Kubis, Terong, Brokoli)

Nilai 0 : Siswa belum mampu menyebutkan 3 nama sayur (Kubis, Terong, Brokoli).

Nilai 1 : siswa mampu menyebutkan 3 nama sayur dengan bantuan

Nilai 2 : Siswa mampu menyebutkan 3 nama sayur dengan clue.

Nilai 3 : Siswa mampu menyebutkan 3 nama sayur dengan baik.

4. Siswa mampu menjumlahkan kaki hewan buas (Harimau, Srigala, Badak)

Nilai 0 : siswa belum mampu menjumlahkan kaki hewan buas (harimau, srigala, badak).

Nilai 1 : siswa mampu menjumlahkan kakihewan buas dengan bantuan.

Nilai 2 : siswa mampu menjumlahkan kaki hewanbuas dengan clue.

(14)

Nilai 3 : Siswa mampu menjumlahkan kaki hewan buas dengan baik.

5. Siswa mampu menjumlahkan buah yang telah dipelajari (Apel, Pisang, Nanas)

Nilai 0 : Siswa belum mampu menjumlahkan buah (apel, pisang, nanas).

Nilai 1 : Siswa mampu menjumlahkan buah (apel, pisang, nanas) dengan bantuan.

Nilai 2 : Siswa mampu menjumlahkan buah yang telah dipelajari (apel, pisang nanas) dengan clue.

Nilai 3 : Siswa mampu menjumlahkan buah yang telah dipelajari (apel, pisang, nanas)

6. Siswa mampu menjumlahkan sayuran yang telah dipelajari (Kubis, Terong, Brokoli)

Nilai 0 : Siswa belum mampu menjumlahkan sayuran yang telah dipelajari (kubis, terong, brokoli).

Nilai 1 : Siswa mampu menjumlahkan sayuran yang telah dipeljari (kubis, terong, brokoli) dengan bantuan.

(15)

Nilai 2 : Siswa mampu menjumlahkan sayuran yang telah dipelajari (kubis, terong, brokoli) dengan clue.

Nilai 3 : Siswa mampu menjumlahkan sayuran yang telah dipelajari (kubis, terong, brokoli) dengan baik.

7. Siswa mampu menyebutkan warna hewan buas (Harimau, Srigala, Badak)

Nilai 0 : siswa belum mampu menyebutkan warna hewan buas (harimau, srigala, badak).

Nilai 1 : Siswa mampu menyebutkan warna hewan buas dengan bantuan.

Nilai 2 : Siswa mampu menyebutkan warna hewan buas dengan clue.

Nilai 3 : Siswa mampu menyebutkan warna hewan buas (harimau, srigala, badak) dengan baik.

8. Siswa mampu menyebutkan warna dari buah (Apel, Pisang, Nanas)

Nilai 0 : Siswa belum mampu menyebutkan warna buah (apel, pisang, nanas).

Nilai 1 : Siswa mampu menyebutkan warna buah

(16)

(apel, pisang, nanas) dengan bantuan.

Nilai 2 : Siswa mampu menyebutkan warna buah (apel, pisang, nanas) dengan clue.

Nilai 3 : Siswa mampu menyebutkan warna buah (apel, pisang, nanas) dengan baik.

9. Siswa mampu menyebutkan warna dari sayuran yang telah dipelajari (Kubis, Terong, Brokoli)

Nilai 0 : siswa belum mampu menyebutkan warna dari sayuran yang telah dipelajari (kubis, terong, brokoli).

Nilai 1 : siswa mampu menyebutkan warna sayuran yang telah dipelajari (kubis, terong, brokoli) dengan bantuan.

Nilai 2 : siswa mampu menyebutkan warna sayuran yang telah dipelajari (kubis, terong, brokoli) dengan clue.

Nilai 3 : Siswa mampu menyebutkan warna sayuran yang telah dipelajari (kubis, terong, brokoli) dengan baik.

(17)

10. Siswa mampu menyebutkan bentuk (Apel, Pisang, Terong, Kubis)

Nilai 0 : Siswa belum mampu menyebutkan bentuk (apel, pisang, terong, kubis).

Nilai 1 : Siswa mampu menyebutkan bentuk (apel, pisang, terong, kubis) dengan bantuan.

Nilai 2 : Siswa mampu menyebutkan bentuk (apel, pisang, terong, kubis) dengan clue.

Nilai 3 : Siswa mampu menyebutkan bentuk (apel, pisang, terong, kubis)

F. Uji Coba Instrumen

Uji coba pada instruemen sangat penting dilakukan, karena data yang valid berasal dari instruemn yang valid. Suatu instruemen dapat dikatakan valid atau tidaknya instruemen dapat diketahui melalui uji coba instruemen. Kemudian setelah diketahui hasil dari uji coba tersebut perlu diolah dan dianalisis. Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisis tersebut, akan diketahui apakah alat tes atau instruemen yang telah diubat layak digunakan atau perlu adanya perbaikan sebelum digunakan di lapangan. Tempat pelaksanaan uji coba instruemen penelitian ini dilakukan di SKh Bina Citra Anak.

(18)

Langkah-langkah uji coba instruemen penelitian tentang peningkatan prestasi siswa tunagrahita, sebagai berikut:

1. Validitas

Menurut Arikunto (2014: 211) mengemukakan bahwa definisi dari validitas merupakan suau ukuran yang menunjukan bebagai macam tingkat kevalidan suatu instruemen penelitian. Suatu instruemn dapat dikatakan valid apabila instruemen tersebut memiliki validitas yang tinggi. Sedangkan suatu instruemen dikatakan tidak valid apabila mempunyai validitas yang rendah.

Untuk mengetahui instruemen penelitian valid atau tidaknya untuk peningkatan pretasi siswa tunagrahita, maka dapat dilakukan validitas isi dengan teknik expert judgement atau peneilaian ahli. Penilaian ini dilakukan untuk menegetahui apakah instruemen penelitian yang telah dibuat sesuai atau tidak dengan tujuan penelitian dan sasaran yang akan dinilai atau ditingkatkan.

Proses validitas dilaksanakan dengan membandingkan isi instruemen dan tujuan penelitian yang dilakukan oleh 2 orang yang ahli terdiri dari dosen dan guru sekolah khusus.

Data yang sudah terkumpul dinilai validitasnya menggunakan presentase dengan rumus :

Ket : ∑n : Jumlah cocok

P= x100% N

n

 

(19)

∑N : Jumlah penilai/guru mata pelajaran

P : Persentase

2. Reliabilitas

Menurut Arikunto (2014: 221) mengemukakan bahwa definisi dari reliabilitas menunjukan bahwa suatu sesuatu instruemen cukup dipercaya untuk digunakan sebagai alat bantu pengumpul data, sebab instruemn sudah layak. Adapun hasil uji coba instruemn ini dilakukan, sebab jenis instruemen yang dibuat berupan tes reliabilitas yang diukur menggunakan internal konsistensi, ini merupakan slah satu pengukuran yang dilakukan dengan percobaan instruemen sebanyak satu kali, setelah itu data yang telah diperoleh dianalisi dengan rumus Alfa (α) – Cronbach. Penggunaan rumus ini bertujuan untuk menganalisis data praktik kriteria penilain dengan bobot yang berbeda.

Adapun rumus Alfa yang digunakan dalam perhitungan reliabilitas ini adalah sebagai berikut:

 







 





 

2 2

11 1

1 t

i

n r n

(Arikunto, 2008:109) Keterangan:

r11 = reliabilitas yang dicari

(20)

i2 = jumlah varians skor tiap-tiap item

t2 = jumlah varians total

Maka untuk mengetahui tinggi rendahnya koefisien korelasinya yakni r11, dapat dilihatdari tabel analisis reliabilitas sebagai berikut:

Tabel 3.4 Klasifikasi Analisis Reliabilitas Tes

Nilai r Interpretasi

0,000-0,199 Sangat Rendah

0,200-0,399 Rendah

0,400-0,599 Cukup

0,600-0, 799 Tinggi

0,800-1,000 Sangat Tinggi

(Arikunto, Hal. 72 tahun 2006)

Oleh karena itu, hasil dari analisis dengan menggunakan rumus alpha tersebut dapat diketahui bahwa dari instruement yang dibuat reliabel dan memiliki taraf yang koefisien yang tinggi. Dengan demikian instruemen tes yang telah dibuat dapat digunakan sebagai alatuntuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. (Hasil Reliabilitas Terlampir)

G. Pengolahan dan Analisis Data

Dalam pengolahan data untu penelitian ini menggunakan analisis dengan menggunakan statistik nonparametrik dikarenakan jumlah sempel jumlah sempel

(21)

yang terbatas. Selaras dengan pendapat yang dikemukakan oleh Natawidjaya (1998:

62), menyatakan bahwa terkadang setiap penelitian menggunakan sempel yang terbatas jumlahnya, sehingga tidak dapat menggunakan teknik pegolahan data dengan statistik parametrik, oleh karena itu pada penelitian kali ini menggunakan statistik nonparametrik.

Data yang diperoleh akan dianalisi dengan menggunakan uji Wilcoxon, dengan uji ini dapat dipergunakan untuk penelitian ini kerena memiliki sempel yang terbatas dan data nya berpasangan. Analisi data dilakukan bertujuan untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dipahami dan dijabarkan.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam pengolahan data adalah sebagai berikut:

a. Menskor Pre-test dan Post-test.

b. Mentabulasi skor Pre-test dan Post-test.

c. Menghitung selisih (d) Pre-test dan Post-test.

d. Membuat rank tanpa memperhatikan tandanya, jika terjadi rank kembar, maka digunakan rank rata-ratanya.

e. Mengngelompokan rank yang bertanda positif (+) atau negative (-) kedalam tabel.

f. Menjumlahkan semua rank yang bertanda positif (+) dan negatif (-).

g. Untuk jumlah rank yang didapat, maka jumlah yang paling kecil dari kedua kelompok rank untuk menetapkan tanda T.

(22)

h. Membandingkan nilai T yang diperoleh dengan T pada tabel nilai kritis dalam uji Wilcoxon.

i. Menguji hipotesis, dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

Ho ditolak = Thitung < Ttable

Ho diterima = Thitung > Ttabel.

(23)

H. Jadwal Penelitian

Tabel 3.5 Jadwal Penelitian

No Kegiatan Jan Feb Mar Apr Mei Jun 1. Penyusunan

proposal

2. Seminar proposal dan skripsi

3. Penelitian

4. Pengolahan Data

5. Sidang Skripsi

Referensi

Dokumen terkait

Direkt orat Jenderal Pengusahaan Hut an dan penyempurnaan at as Usulan Rencana Karya Lima Tahun Pengusahaan Hut an Ke IV (1 April 1996 s/ d 4 Januari 1998) at as nama PT..

Berdasarkan hasil evaluasi dokumen penawaran dan kualifikasi untuk paket pekerjaan Pengadaan Buku Dan Alat Bermain TK Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe, Perusahaan. tersebut

Hal-hal yang di bahas di masukkan ke dalam anggaran dasar koperasi sekolah yang akan di bentuk.Apabila telah terjadi kata sepakat,rapat memutuskan anggaran dasar

[r]

sebagai Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sekaligus dosen pembimbing II yang telah memberi kesempatan dan dukungan untuk menuntut ilmu di Universitas

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh return on asset, debt to equity ratio, dan growth terhadap dividend payout ratio.. Populasi dalam penelitian

“Dalam beberapa tahun terakhir Perusahaan Mondragon telah menganalisis situasi pasca pemberian bantuan keuangan kepada Fagor Electrodomesticos, baik melalui kooperasi itu sendiri

Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan ,ada kecenderungan untuk