317
EFISIENSI PEMBAYARAN PAJAK BERBASIS ONLINE DALAM RANGKA PENERAPAN PROGRAM SMART CITY
DI KOTA MALANG
Umaimatul Lutfhiyah1, Luckyta Dwinanda Saputri2, Faradila Mutiara Hati3 Universitas Muhammadiyah Malang
[email protected], [email protected], [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan E-Governement dapat mempengaruhi efisiensi pembayaran pajak di Kota Malang. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatid dan bersifat deskriptif analisis. Dalam mengumpulkan data, penulis melakukan penelitian dengan cara observasi dan wawancara yang dilakukan langsung di kantor BP2D Kota Malang.
Melalui penelitian yang dilakukan oleh penulis, diperoleh hasil bahwa penerapan E-Government dalam pembayaran pajak di Kota Malang mempengaruhi peningkatan pajak daerah. Akan, tetapi penerapan E-Government dalam hal pembayaran pajak ini belum dapat dikatakan efisien. Hal tersebut dikarenakan masyarakat masih tetap harus datang ke kantor BP2D Malang untuk melakukan konfirmasi dan juga tanda bukti pembayaran.
Kata Kunci : Efisiensi, E-Government, Pajak, Pengaruh, Smart City.
ABSTRACT
This Research aims to determine whether the application of E-Governement can affect the efficiency of tax payments in the city of Malang. The research was conducted using a qualitative approach and descriptive analysis. In collecting data, the writer conducted research with observations and interviews conducted directly at the BP2D office in Malang. Through research conducted by the writer, the results show that the application of E-Government in tax payments in Malang City affects an increase in local taxes. However, the application of E-Government in terms of tax payments can't be said efficient. That's because people still have to come to the Malang BP2D office to confirm and submit payment receipts.
Keywords : Efficiency, E-Government, Taxes, Influence, Smart City
PENDAHULUAN
Pajak merupakan pungutan yang wajib dibayar oleh rakyat kepada negara untuk digunakan dalam kepentingan pemerintah maupun masyarakat umum. Pajak yang merupakan pungutan negara ini tidak memberikan balas jasa secara langsung, pajak bersifat mengikat serta dapat dipaksakan dan digunakan untuk kemakmuran rakyat (Wulandari dkk, 2014:94). Urusan pajak sendiri sudah diatur oleh negara dalam Undang-Undang Nomor 55 Tahun 2016 tentang ketentuan umum dan tata cara pemungutan pajak daerah. Pajak memegang peran penting dalam perekonomian suatu negara utamanya dalam hal ini adalah Negara Indonesia
318 dikarenakan pajak adalah sumber utama yang digunakan untuk mendanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Suyanto dkk, 2016:9).
Pada setiap daerah di Indonesia terdapat sebuah Badan Pelayanan Pajak yang dimana dalam tugasnya adalah membantu dan memfasilitasi masyarakat yang ingin membayar pajak. Dalam melakukan pembayaran pajak, tentunya masyarakat mengharapkan adanya pelayanan yang baik dari setiap birokrat yang bertugas.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini pelayanan pajak yang diberikan oleh pihak terkait masih kurang efisien. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah melakukan beberapa inovasi untuk dapat memudahkan masyarakat dalam membayar pajak. Salah satu contohnya adalah Kota Malang yang telah berinovasi dengan menciptakan sebuah aplikasi yang diberi nama Sistem Informasi Aplikasi Mobile Pajak Daerah (SAMPADE). Seperti yang dikatakan oleh Damanpour dalam Suwarno (2008:9) bahwa pelayanan inovasi dapat berupa produk atau jasa yang baru, teknologi yang baru, teknologi proses produksi yang baru, sistem struktur dan administrai baru serta rencana baru bagi anggota organisasi.
Dengan adanya aplikasi ini pihak Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang berharap masyarakat dapat lebih mudah dalam membayar pajak serta juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik. Lebih lanjut, pembayaran pajak melalui aplikasi mobile dianggap mampu untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan wewenang pada saat masyarakat membayar pajak. Seperti misalnya adanya pungutan-pungutan yang dilakukan oleh birokrat dengan dalih untuk mempercepat proses pembayaran atau hal lainnya saat melakukan pembayaran dengan model manual. Akan tetapi, dalam penerapannya dibutuhkan sumber daya manusia yang memadai. Hal ini dimaksudkan agar pemerintah daerah dapat menerapkan dan mengembangnkan pelayanan publik berbasis online (teknologi) dengan lebih baik.
Selama proses penerapan inovasi tersebut apakah berpengaruh terhadap efisiensi pembayaran pajak berbasis online, hal tersebut mendasari penulis untuk melakukan penelitian terhadap efisiensi pembayaran pajak berbasis online dengan melakukan studi komparatif di Kota Malang. Serta keluhan apa saja yang dirasakan masyarakat selama melakukan pembayaran pajak melalui sistem online.
319 RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas dapat disimpulkan rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1. Apakah penerapan E-Government dalam sistem perpajakan berpengaruh terhadap efisiensi pembayaran pajak di Kota Malang ?
2. Apakah penerapan E-Government dalam sistem perpajakan dapat meningkatkan pendapatan pajak daaerah ?
TUJUAN
Dari rumusan masalah diatas dapat disimpulkan tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh penerapan E-Government dalam sistem perpajakan terhadap efisiensi pembayaran pajak di Kota Malang
2. Untuk mengetahui pengaruh E-Government dalam sistem perpajakan dalam hal peningkatan pajak daerah.
METODE PENELITIAN
A. PENDEKATAN PENELITIAN
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif penelitian ini bersifat deskriptif analisis. Penelitian deskriptif analisis ini dilakukan dengan cara melihat kondisi lapangan secara langsung lalu dianalisis dengan dukungan dari data-data yang diperoleh.
B. LOKASI PENELITIAN
Kegiatan penelitian ini dilakukan di Kantor Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang yang beralamatkan di Perkantoran Terpadu Gedung B First Floor, JL. Mayjend Sungkono, Arjowinangun, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65132
C. SUBYEK PENELITIAN
Subyek penelitian adalah pihak yang diminta keterangan dan informasi terkait pembahasan penelitian. Adapun yang menjadi rencana subyek dalam penelitian ini diantaranya adalah:
- Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama dan Kepala Kantor Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang ataupun Sub Bagian/Bidang/Seksi yang direkomendasikan oleh pihak terkait sesuai dengan judul penelitian.
320 - Masyarakat sekitar
D. JANGKA WAKTU PENELITIAN
Penelitian ini akan dilakukan dari tanggal 4 Oktober 2019 – 4 Desember 2019.
E. SUMBER DATA
Untuk mengetahui keberhasilan penerapan E-Government dalam pelayanan pajak berbasis online maka sumber data diperlukan dari pihak-pihak terkait yang terlibat dalam prosesnya secara langsung. Adapun sumber data yang digunakan yakni sebagai berikut:
- Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama) yaitu melalui observasi, wawancara maupun dokumentasi.
- Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber- sumber yang telah ada baik dari sumber tertulis seperti buku, jurnal, internet maupun penelitian terdahulu.
F. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data yang kami lakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Metode Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian pengamatan dan pencatatan ini dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa.
2. Metode Wawancara
Wawancara bertujuan untuk mencari tahu segala hal yang berkaitan dengan keberhasilan pemerintah Kota Malang dan Kota Surabaya dalam menerapkan sistem E-Government dalam pelayanan pajak berbasis online.
G. Teknik Analisis Data
321 Setelah melakukan pengumpulan data, data yang diperoleh selanjutnya akan di analisis, analisis yang di gunakan yaitu analisis non-statistik yang mencakup analisis deskriptif, kritis, komparatif, dan sintesis.
H. Validasi Data
Validasi data merupakan ukuran ketepatan antara data yang diperoleh oleh peneliti dari objek penelitian (Dinas terkait dan stakeholder) kemudian dibandingkan dengan kondisi riil di lapangan atau tepatnya pada penerapan/implementasinya.
KERANGKA TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA
Pelayanan publik merupakan tugas utama pemerintah dalam suatu negara.
Pelayanan publik ada sebagai salah satu upaya untuk memenuhi hak masyarakat akan kehidupan sehari-harinya. Pemerintah sebagai pihak yang memberikan pelayanan kepada masyarakat harus dapat bekerja dengan baik dan profesional. hal itu dimaksudkan agar terciptanya pelayanan publik yang berkualitas. Pelayanan publik yang berkualitas dapat membawa kesejahteraan utamanya bagi warga negara. Pada dasarnya definisi dari pelayanan publik adalah aktivitas seseorang atau organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka memenuhi kebutuhan. Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat Monir (Harbanu Pasolong 2013:128) yang menyatakan bahwa pelayanan merupakan suatu proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung.
Melalui hal tersebut dapat dikatakan bahwa pelayanan diberikan untuk dapat menyediakan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam berbagai bidang terutama pada bidang administrasi. Untuk dapat memperoleh kualitas pelayanan publik yang baik bagi masyarakat, pemerintah harus selalu melakukan pengembangan-pengembangan terhadap pelayanan yang diberikan. Salah satu contoh pengembangan yang dapat dilakukan oleh pemerintah pada era industri 4.0 saat ini adalah dengan menciptakan pelayanan publik berbasis teknologi. Pelayanan publik berbasis teknologi ini dapat memberikan kemudahan akses terhadap masyarakat pun juga pemerintah dalam melaksanakan aktivitas pelayanan publik sehari-harinya. Pelayanan publik berbasis teknologi dapat memberikan efisiensi
322 terhadapa pelayanan kepada masyarakat sehingga lebih dapat menghemat tenaga dan juga waktu pelayanan.
E-government atau pelayanan berbasis teknologi sendiri merupakan pelayanan publik yang dalam pelaksanaannya, instansi pemerintahan terkoordinasi satu dengan lainnya secara optimal menggunakan teknologi telematika.
Berdasarkan The World Bank Group (Falih Suaedi, Bintoro Wardianto, 2010:54) E-Government merupakan upaya pemanfaatan informasi teknologi dan komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas, trasnparansi, akuntabilitas pemerintah dalam hal memberikan pelayanan publik dengan lebih baik dan berkualitas. Lebih lanjut, pada dasarnya pelayanan publik berbasis eletronik atau E-Government memiliki dua aspek utama. Dua aspek utama tersebut diantaranya adalah aspek kompleksitas dan aspek manfaat. Aspek kompleksitas menyangkut seberapa rumit aplikasi E-Government yang akan diterapkan. Kemudian aspek manfaat menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan manfaat yang dirasakan atau diterima oleh masyarakat (Indrajit, 2004).
Dengan adanya perkembangan pelayanan publik berbasis teknologi saat ini, Pemerintah Kota Malang berupaya untuk dapat mengembangkan kualitas pelayanan publik yang ada dengan membuat program pelayanan publik berbasis teknologi. Hal itu tersebut dilakukan dengan menciptakan pelayanan pembayaran pajak berbasis online yang diberi nama SAMPADE (Sistem Informasi Aplikasi Mobile Pajak Daerah). Hal ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang Khusunya BP2D Kota Malang untuk dapat melaksanakan pelayanan pembayaran pajak yang lebih efisien.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hana Puji Rahayu pada tahun 2018, pembayaran pajak berbasis elektronik ini memiliki perbedaan dengan sistem pembayaran pajak secara manual. Pembayaran pajak secara manual dilakukan oleh masyarakat dengan datang langsung ke kantor pajak terkait dan menyetorkan pajak secara langsung ke bank yang ditunjuk. Sebelum itu masyarakat harus mengisi form terlebih dahulu yang sudah disediakan oleh kantor pajak dengan menggunakan SSP (Surat Setoran Pajak). Pembayaran pajak yang dilakukan secara manual ini dapat berpengaruh terhadap penerimaan pajak. Hal tersebut dikarenakan masyarakat yang
323 belum terbiasa menggunakan atau melakukan pembayaran dengan menggunakan aplikasi.
Sedangkan pembayaran pajak yang dilakukan dengan berbasi teknologi (OnLine) masyarakat harus membuat kode billing melalui customer service atau teller bank wajib pajak atau layanan billing di KPP. Menurut Rifqi (2016) menggunakan metode pembayaran pajak berbasis online akan meningkatkan penerimaan pajak. pembayaran pajak berbasis online ini merupakan gambaran dari sistem administrasi yang efisien, ekonomis dan cepat yang dapat digunakan untuk meningkatkan penerimaan pajak (Husnurrisyidah dan Suhandi, 2017).
Lebih lanjut berdasarkan penelitian yang dilaksanakan oleh Tirna Waty Deddy, dkk (2018), pembayaran pajak berbasis online perlu dilakukan karena melihat banyaknya masyarakat yang datang ke kantor pajak untuk melakukan pembayaran tidak dapat membayar dengan cepat karena harus mengantri lama.
Dengan lamanya antrian yang terjadi di kantor pajak, terkadang masyarakat memiliki inisiatif untuk melakukan sistem kolektif kepad RT (Rukun Tetangga) atau RW (Rukun Warga). Akan tetapi pada saat sistem kolektif itu dilakukan, masyarakat kemudian mendapat masalah seperti tidak mendapatkan bukti pembayaran yang valid dan juga sah. Melihat hal itu, pembayaran pajak berbasis online dapat dijadikan sebagi jalan keluar untuk dapat menjawab permasalahan tersebut. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Tirna Waty Deddy beserta timnya menjelaskan bahwa pembayaran pajak berbasis online dapat menampilkan seputar pajak bumi dan bangunan yang dimana menjadi fokus penelitian mereka. Selain itu, pembayaran pajak berbasis online ini dapat melacak data dengan lebih cepat dan tepat.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Samekto Adi Nugroho (2017) yang berfokus pada pembayaran pajak kendaraan bermotor berbasis online menjelaskan bahwa salah satu inovasi pembayarakan pajak kendaraan bermotor adalah dengan membuat program Anjungan Transaksi Mesin Samsat (ATM Samsat). Instansi yang menyelenggarakan layanan tersebut adalah Kantor Bersama Samsat untuk layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pajak bea balik nama kendaraan.
Dengan adannya hal tersebut, dapat dikatakan bahwa budaya pelayanan yang lama
324 harus ditinggalkan dan diganti dengan pelayanan yang lebih dapat mempermudah masyarakat. Dengan adanya sistem self service pada pelayanan berbasis online diharapkan mampu mengurangi atau menekan angka keberadaan calo-calo yang menawarkan jasa pelayanan pajak kendaraan bermotor.
Indrajit (2012: 61-68) mengatakan dalam bukunya menjelaskan hasil riset dari University of Maryland terdapat beberapa elemen sukses yang berpengaruh terhadap pelaksanaan proyek e-Governnent. Berdasarkan hasil riset tersebut diperoleh delapan elemen sukses yang berperan dalam manajemen proyek e- goverment yaitu sebagaimana berikut : Pertama, Political Environment, adalah keadaan atau situasi dimana proyek tersebut di implementasikan. Ada dua tipe proyek pengembangan egovernment yaitu a) Top Down Project (TDP), proyek ini dikreasikan melalui inisiatif dari pihak eksekutif ataupun legislatif. b) Bottom Up Project (BUP), proyek ini dilaksanakan karena adanya ide dari pegawai (birokrat) yang ada di dalam suatu lembaga pemerintah. Dua aspek penting Political Environment, supaya TDP berjalan dengan baik yaitu dengan mengadakan sosialisasi terhadap masyarakat dan meletakkan implementasi proyek sebagai prioritas tertinggi dalam pembangunan negara. Sedangkan dalam BUP terdapat tiga aspek penting dalam Political Environment yaitu skala proyek harus kecil sehingga memudahkan implementasi, adanya kejelasan mengenai produk yang dihasilkan, dan manfaat yang diperoleh oleh pengguna.
HASIL DAN PEMBAHASAN Pengembangan Aplikasi SAMPADE
Melalui penelitian yang telah dilaksanakan, salah satu upaya untuk dapat mengembangkan pelayanan publik di Kota Malang adalah dengan dibuatnya sistem E-Government. Seperti yang dilakukan oleh Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang dengan meluncurkan aplikasi SAMPADE (Sistem Informasi Aplikasi Mobile Pajak Daerah). SAMPADE berguna untuk memberikan layanan informasi objek pajak, tagihan, tunggakan, informasi sistem pembayaran, serta pengumuman pajak daerah.kepada masyarakat. Dengan adanya layanan informasi tersebut dapat mempermudah masyarakat dalam melaksanakan wajib pajak di Kota Malang.
Aplikasi ini adalah salah satu bentuk inovasi pelayanan publik yang dirangkai
325 dengan menyesuaikan perkembangan teknologi saat ini. SAMPADE merupakan aplikasi Hybird dengan basis web, dekstop dan android yang berfungsi untuk melakukan pelaporan, vertifikasi, penetapan dan manajemen pajak daerah.
Semua informasi mengenai pajak daerah bisa diakses melalui digital. Lebih lanjut, Kepala Bagian Umum Badan Pelayanan Pajak Daerah menjelaskan bahwa tujuan utama dibuatnya aplikasi SAMPADE ini adalah untuk mempermudah masyarakat dalam mengetahui jumlah tagihan, tunggakan atau objek pajak yang harus dibayarkan. Pemanfaatan teknologi dalam pengembangan inovasi pelayanan publik ini diharapkan dapat membantu pihak-pihak yang berkepentingan untuk dapat mengelola pajak daerah dengan lebih baik. Serta dapat melaksanakan pelayanan publik yang lebih efektif.
SAMPADE mulai dirilis pada April 2018. Dalam aplikasi tersebut tersedia menu pajak restoran, PBB, pajak reklame, pajak parkir, PBHTB, pajak hotel pajak hiburan, pajak penerangan jalan, dan pajak air tanah. Selain itu, juga dapat dilihat melalui aplikasi ini data-data nominal yang harus dibayarkan serta waktu pembayaran dari pajak tersebut. Untuk dapat menggunakan aplikasi ini masyarakat harus mendaftar terleebig dahulu agar bisa login dan mengunakan aplikasi ini.
Dalam melengkapi dokumen pendaftaran masyarakat harus mengisi no ktp, nama lengkap, e-mail, nomor hp, username, dan password. Setelah masyarakat melengkapi dokumen ini maka masyarakat akan membutuhakan vertifikasi yang dikirim melalui SMS dari nomor hp yang diisikan.
Dalam waktu satu tahun, aplikasi ini terus mengalami pengembangan- pengembangan guna meningkatkan kualitas pelayanan. Pihak pengelola Sistem Informasi Aplikasi Mobile Pajak Daerah telah melakukan perbaikan sistem pada aplikasi ini. Selama perbaikan sistem tersebut dilakukan, proses pelayanan melalui aplikasi ini sempat terhenti. Akan tetapi setelahnya dapat digunakan kembali seperti biasanya. Kepala Bidang P1 menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan dua kali pembaruan terhadap SAMPADE ini. Pembaruan pertama dilakukan pada bulan Januari 2019 dan pembaruan terakhir pada bulan April 2019.
Disamping dilakukannya pembaruan terhadap sistem, Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang sampai saat ini terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui poster, banner, melaui media sosial.
326 Untuk sosialisai langsung dengan bertemu masyarakat masih kurang dilaksanakan sehingga banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai aplikasi tersebut.
Akan tetapi, disisi lain pihak BP2D telah melakukan pendampingan kepada beberapa masyarakat dengan membantu masyarakat untuk menginstal dan juga mendaftarkan diri pada aplikasi tersebut. Pendampingan ini perlu dilakukan karena masih adanya permasalahan-permasalahan seperti beberapa kali masyarakat mencoba untuk login namun terus saja gagal. Server yang juga sering eror menjadi salah satu faktor diadakan perbaikan-perbaikan oleh pihak BP2D. Server pada aplikasi ini masih belum memumpuni untuk dapat diakses oleh banyak. Namun pihak BP2D Kota Malang menyatakan sudah siap terhadap aplikasi ini baik dari segi kapasitas.
Pengaruh SAMPADE terhadap Efisiensi Pembayaran Pajak
Penerapan E-Government dalam pembayaran pajak yang dilaksanakan di Kota Malang belum sepenuhnya efisien. Hal tersebut dikarenakan pada aplikasi SAMPADE hanya berguna untuk melihat jumlah besaran yang harus dibayarkan para wajib pajak ke kantor pajak. Untuk melakukan pembayaran pajak, masyarakat harus mendatangi bank yang bekerjasama dengan kantor BP2D instansi yang mengurus masalah perpajakan Kota Malang. Selain itu, para wajib pajak tidak bisa mendapatkan bukti bayar secara langsung melalui aplikasi tersebut. Masyrakat harus datang kembali ke kantor pajak untuk melakukan konfirmasi pembayaran dan meminta bukti pembayaran kepada pihak terkait.
Hal itu tentu kurang efisien, karena masyarakat harus kembali dua kali ke kantor pajak untuk mengurus pembayaran pajak tersebut. Seharusnya dengan adanya aplikasi ini masyarakat tidak perlu datang ke kantor pajak berkali-kali untuk membayar dan meminta tanda bukti. Apabila masyarakat sudah melakukan pembayaran, maka tanda bukti dapat dikirim melalui email atau nomor dari para wajib pajak yang menggunakan aplikasi tersebut. Karena masyarakat merasa bahwa aplikasi yang diciptakan oleh pemerintah Kota Malang khususnya kantor perpajakan ini kurang efisien, banyak diantara mereka yang lebih memilih untuk datang langsung ke kantor pajak dan mengatri lama. Hal tersebut dianggap lebih efisien karena masyarakat tidak perlu pergi duak kali untuk melakukan pembayaran dan juga meminta tanda bukti pembayaran.
327 Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya aplikasi ini pajak daerah Kota Malang mengalami peningkatan. Hal itu dikarenakan para wajib pajak yang menggunakan aplikasi ini dapat mengetahui jumlah besaran pajak yang harus mereka bayarkan beserta tenggan waktunya. Sehingga dari hal tersebut membuat para wajib pajak berusaha untuk melakukan pembayaran tepat waktu. Selain itu, penggunaan aplikasi ini dapat menghindarkan masyarakat dari calo-calo yang menawarkan pengurusan pembayaran pajak.
Pengaruh SAMPADE terhadap Peningkatan Pajak Daerah
Pihak Badan Pelayanan Pajak Daerah mengatakan dengan dilirisnya aplikasi SAMPADE dapat membantu untuk meningkatkan pajak daerah. Akan tetapi aplikasi yang sudah berjalan satuh tahun ini masih belum mempengaruhi secara signifikan terhadap peningkatan pajak daerah Kota Malang. Dikarenakan aplikasi ini bertujuan hanya untuk memberikan informasi kepada masyarakat, serta dibuat hanya untuk mengikuti perkembangan jaman saat ini. Yang dimana teknologi semakin cangih maka pemerintah juga harus bisa memanfaatkanya dengan baik dan sesuai dengan pelayanan yang harus diberikan kepada masyarakat.
Selain itu, partisipasi masyarakat dalam menggunakan aplikasi ini juga masih sangat kurang.
Dalam satu tahun ini perkembangan dari aplikasi SAMPADE ini masih berada pada tingkat stabil terhadap masyarakat yang menggunakanya. Tidak mengalami kenaikan jumlah penguna aplikasi SAMPADE. Pada data yang diperoleh dari pihak Badan Pelayanan Pajak Daerah dari dirilisnya aplikasi ini sampai sekarang hanya terdapat 380-390 user atau pengguna saja. Dari jumlah data tersebut diketahui saat ini yang masih aktif dalam menggunakan aplikasi tersebut hanya berjumlah 20 orang saja.
Hal tersebut dikarenaka masyarakat sudah nyaman membayar dengan cara datang langsung ke kantor maupun dengan layanan telpon atau Whatsaap saja.
Disisi lain, kurangnya partisipasi masyarakat untuk menggunakan aplikasi ini.
Kurangnya partisipasi ini dapat terjadi karena kurang adanya sosialisasi langsung yang dilakukan pihak BP2D kepada masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan oleh pihak BP2D masih bersifat pasif sehingga masih kurang efektif.
328 Masyarakat Kota Malang merasa lebih mudah dan efisien membayar pajak dengan dating langsung ke kantor. Jumlah user yang masih berada dalam jumlah minim tersebut juga merupakan dampak dari perbaikan yang dilakukan oleh pihak BP2D. Untuk dapat mengubah atau membawa masyarakat dari pelayanan yang manual beralih ke aplikasi meupakan hal yang sulit dan membutuhkan waktu lama.
Dikatakan sulit karena setelah melakukan pembayaran dengan cara mentransfer uang, masyarakat tetap harus datang ke kantor BP2D Kota Malang untuk memperoleh bukti pembayaran.
Beberapa hal diatas merupakan faktor yang menjadikan tidak adanya peningkatan terhadap pajak daerah Kota Malang. Dan juga aplikasi ini hanya bersifat fasilitas untuk permasalahan membayar pajak dikembalikan lagi wajib pajak. Apabila wajib pajak tertib dalam membayar maka akan dapat terjadi peningkatan. Akan tetapi, apabila wajib pajak tidak tertib dalam membayar atau dapat dikatakan menunggak, maka akan sulit untuk dapat memperoleh peningkatan pajak daerah.
Tahun 2017 pendapatan pajak daerah Kota Malang sebelum adanya aplikasi SAMPADE yaitu yang ditargetkan oleh BP2D yaitu sebesar Rp352,500,000,000,00 namun realisasi yang didapatkan dari pajak daerah yaitu sebesar Rp414,940,959,495,28 yang di dapatkan dari hasil pajak daerah Kota Malang.
Dengan rician pendapatan dari pajak hotel sebesar Rp43,119,974,826,05 yang diperoleh pada tahun 2017. Pajak restoran sebesar Rp55,192,612,040,44 yang didapatkan dari pajak restoran pada tahun 2017. Pajak hiburan sebesar Rp7,816,824,218,35 yang didapatan dari pajak hiburan kota malang tahun 2017.
Pajak reklame sebesar Rp19,094,222,303,38 yang diperoleh dari pajak reklame kota Malang tahun 2017. pajak penerangan jalan sebesar Rp54,213,527,590,24 yang diperoleh dari pajak penerangan jalan pada tahun 2017.
Pajak parkir yang diperoleh pada tahun 2017 yaitu Rp5,280,261,785,00. Pajak air tanah sebesar Rp807,463,681,49 yang didapatkan dari pajak air tanah Kota Malang pada tahun 2017. Pajak BPHTB yaitu sebesar Rp170,091,879,687,33 yang memiliki angka terbanyak dari hasil pajak lainya. Pajak bumi dan bangunan Rp59,324,193,363,00 yang didapakan dari pajak bumi dan bangunan Kota Malang.
329 Itulah hasil pajak daerah yang diperoleh Kota Malang pada Tahun 2017 sebelum adanya aplikasi SAMPADE dibuat.
Tahun 2018 pendapatan pajak daerah Kota Malang sebelum adanya aplikasi SAMPADE yaitu yang ditargetkan oleh BP2D yaitu sebesar Rp420,000,000,000,00 namun realisasi yang didapatkan dari pajak daerah yaitu sebesar Rp435,554,629,705,94 yang di dapatkan dari hasil pajak daerah Kota Malang.
Dengan rician pendapatan dari pajak hotel sebesar Rp47,798,252,263,30 yang diperoleh pada tahun 2018. Pajak restoran sebesar Rp64,680,593,977,28 yang didapatkan dari pajak restoran pada tahun 2018. Pajak hiburan sebesar Rp11,032,068,309,20 yang didapatan dari pajak hiburan kota malang tahun 2018.
Pajak reklame sebesar Rp17,222,989,157,31 yang diperoleh dari pajak reklame kota Malang tahun 2018.
Selanjutnya pajak penerangan jalan sebesar Rp58,555,376,034,42 yang diperoleh dari pajak penerangan jalan pada tahun 2018. Pajak parkir yang diperoleh pada tahun 2018 yaitu Rp5,702,455,562,00 Pajak air tanah sebesar Rp909,863,768,93 yang didapatkan dari pajak air tanah Kota Malang pada tahun 2018. Pajak BPHTB yaitu sebesar Rp171,779,737,664.50 yang memiliki angka terbanyak dari hasil pajak lainya. Pajak bumi dan bangunan Rp57,973,292,969,00 yang didapakan dari pajak bumi dan bangunan Kota Malang. Itulah hasil pajak daerah yang diperoleh Kota Malang pada Tahun 2018 sesudah adanya aplikasi SAMPADE dibuat.
Jadi adanya aplikasi SAMPADE mengalami peningkatan pada tahun 2017 yang didapatkan dari pajak daerah Kota Malang sebesar Rp414,940,959,495,28 sebelum adanya aplikaso SAMPADE. Setelah dibuatnya aplikasi SAMPADE tersebut pendapatan yang didapatkan dari pajak daerah Kota Malang pada tahun 2018 yaitu sebesar Rp435,554,629,705,94. Meskipun aplikasi SAMPADE tersebut tidak begitu mempengaruhi peningkatan pendapatan pajak daerah dan juga pendapatan pajak daerah Kota Malang yang dari tahun ke tahun meningkat. Namun adanya aplikasi tersebut juga sebagai strategi BP2D untuk meningkatkan dan mempermudahkan masyarakat untuk membayar dan mengetahui info pembayaran pajak daerah.
330 Pengaruh Pengelolaan Pajak Berbasis Elektronik terhadap Penerapan Program Smart City
Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang relatif cepat menimbulkan berbagai permasalahan kota, seperti penurunan kualitas pelayanan publik, berkurangnya ketersediaan lahan pemukiman, kemacetan di jalan raya, kesulitan mendapatkan tempat parkir, membengkaknya tingkat konsumsi energi, penumpukan sampah, peningkatan angka kriminal, dan masalah-masalah sosial lainnya. Saat ini, kebutuhan akan tersedianya informasi yang mudah di akses, cepat, tepat dan akurat menjadi salah satu dasar pengembangan pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan.
Maka dari itu, pemerintah dituntut untuk cepat dan tanggap dalam menyelesaikan persoalan yang ada di kota dengan melakukan inovasi dan reformasi di segala sektor. Hal ini dikarenan kota selalu dianggap sebagai wilayah yang paling maju dibandingkan dengan wilayan lainnya seperti Kabupaten. Mobilitas perkotaan yang tinggi juga menjadi faktor kemajuan wilayah perkotaan.
Adapun untuk mengatasi segala permasalahan yang timbul di perkotaan, muncul pendekatan yang terintegrasi dalam semua penyelesaian permasalah yang dinamakan Smart City. Konsep Smart Citykota yang mampu membuat terobosan baru atau inovasi dalam menyelesaikan masalah perkotaan yang kemudian mampu untuk meningkatkan performa kotanya. Faktor penting dalam mewujudkan Smart City ini adalah dengan pemanfaatan teknologi terkini sebaik-baiknya untuk menciptakan layanan yang solutif dan efisien kepada seluruh masyarakat yang ada di perkotaan.
Mengingat mobilitas masyarakat perkotaan yang cukup tinggi.Nijkamp et al (2009) mendefinisikan kota cerdas sebagai kota yang mampu menggunakan sumber daya manusia (SDM), modal sosial, dan infrastruktur telekomunikasi modern untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang tinggi. Cohen (2010) menyebutkan bahwa kota cerdas diidentifikasikan pada 6 (enam) dimensi utama yaitu smart government (pemerintahan cerdas), smart economy (ekonomi cerdas), smart society (kehidupan sosial cerdas), smart mobility (mobilitas cerdas), smart environment (lingkungan cerdas), dan quality of live (hidup berkualitas). Dari enam (6) dimensi tersebut
331 dalam penerapannya setiap kota dapat memfokuskan pada salah satu dimensi saja tergantung dari karakteristik kota dan urgensi permasalahan kotanya
Dalam penilitan ini, Kota Malang sudah melakukan inovasi di bidang layanan perpajakan dengan memanfaatkan tekonologi terkini yang akhirnya menciptakan efisiensi serta kemudahan untuk masyarakatnya dalam pembayaran pajak. Inovasi di Kota Malang berupa aplikasi SAMPADE ini adalah untuk mempermudah masyarakat dalam mengetahui jumlah tagihan, tunggakan atau objek pajak yang harus dibayarkan. Selain untuk masyarakat, petugas pajak Kota Malang dimudahkan dalam pengecekan dan merekap laporan pajak. Karena inovasi ini memanfaatkan tekonolgi terkini sehingga kecurangan pun dapat diminimalisir.
Meskipun demikian, untuk membangun kota dengan konsep Smart City, perlu dilakukan inovasi-inovasi lainnya tidak hanya dalam penyelesaian perpajakan saja. Karena untuk mencapai kota dengan konsep Smart city, sejatinya semua masalah perkotaan dapat diselesaikan dengan efisien dan dibutuhkan pemikiran strategis dan kreatif.
KESIMPULAN
Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang pada tahun 2018 lalu telah meluncurkan salah satu sistem pelayanan publik berbasis E-Government yang bernama SAMPADE. Peluncuran aplikasi ini dilakukan karena melihat adanya permasalahan yang sering terjadi dalam hal pembayaran pajak, yakni keterlambatan. Salah satu contoh keterlambatan pembayaran pajak adalah pajak rumah kos.
Aplikasi ini diluncurkan oleh BP2D untuk dapat melaksanakan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien. SAMPADE dibuat untuk dapat memudahkan masyarakat Kota Malang dalam hal pembayaran pajak. Lebih lanjut aplikasi ini dibuat dengan tujuan untuk untuk dapat membuat pelayanan pajak jauh lebih cepat dan tansparan, jujur dan tanpa tambahan biaya apapun.
Dalam aplikasi tersebut tersedia menu pajak restoran, PBB, pajak reklame, pajak parkir, PBHTB, pajak hotel pajak hiburan, pajak penerangan jalan, dan pajak air tanah. Selain itu, juga dapat dilihat melalui aplikasi ini data-data nominal yang harus dibayarkan serta waktu pembayaran dari pajak tersebut.
332 Untuk dapat menggunakan aplikasi ini masyarakat harus mendaftar terlebih dahulu agar bisa login dan mengunakan aplikasi ini. Dalam melengkapi dokumen pendaftaran masyarakat harus mengisi no ktp, nama lengkap, e-mail, nomor hp, username, dan password. Setelah masyarakat melengkapi dokumen ini maka masyarakat akan membutuhakan vertifikasi yang dikirim melalui SMS dari nomor hp yang diisikan. Dalam setahun terakhir aplikasi SAMPADE ini sudah mengalami dua kali pembaharuan yakni bulan januari 2019 dan bulan april 2019.
Saran
Agar inovasi pembuatan aplikasi SAMPADE ini terus berjalan dan berkembang maka dibutuhkan peningkatan kualitas aplikasi SAMPADE itu sendiri dan juga lebih meningkatkan sosialisai-sosialisai melalui media maupun terjun secara langsung kepada masyarakat Kota Malang.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Mulyawan, Dini Novia, 2016, Aplikasi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Berbasis Web (Studi Kasus Di Samsat Soerang Kab. Bandung ), diakses tanggal 25 november 2019,
Dana Maulana Ikhsan Armida, Pramuko Aji, Sari Dewi Budiwati, 2016, Aplikasi Panduan Pembayaran Pajak Kendaraan Berbasis Android, diakses tanggal 25 november 2019,
Dayang Erawati Djamrut. 2015. Inovasi Pelayanan Publik Di Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. eJournal Ilmu Pemerintahan Volume 3, Nomor 3.
Deddy, Tirna Waty, dkk. 2018. Aplikasi Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.
Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika, Vol. 1, Issue. 1.
Dewi Citra Larasati, 2019, Analisis Elemen Sukses E-Government Dalam Implementasi Sistem Informasi Aplikasi Mobile Pajak Daerah (Sampade) Kota Malang, diakses tanggal 25 november 2019,
Hisbani, Nur Ayyul, dkk. 2015. Penerapan Inovasi Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang. Jurnal Administrasi Publik, Vol. 1, No.3.
Nugroho, Samekto Adi. 2017. Faktor-Faktor Penghambat Pelayanan Berbasis E- Government pada Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dengan Sistem
333 Anjungan Transaksi Mesin Kantor Bersama Samsat di Surabay Timur. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, Vol. 5, No. 2.
Rahayu, Hana Puji. 2018. Perbedaan Penerapan Pembayaran Pajak Manual dan E- Billing terhadap Penerimaan Pajak. Jurnal Ekobis Dewantara, Vol. 1, No. 12.
Rahman, Miftahul,dkk. (2020). E-Goverment Based Education Policy Innovation Through E-Panrita Applications (online Attendance Study For Teacher at SMAN 3 Luwu). Journal of Local Government Issues, 3(2), 50- 63, DOI: https://doi.org/10.22219/logos.v3i1.10987.