Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
P U T U S A N
Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Sungai Liat yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :
1. Nama lengkap : Aak Fransisko Bin Agusman 2. Tempat lahir : Toboali
3. Umur/Tanggal lahir : 27/25 Mei 1993 4. Jenis kelamin : Laki-laki 5. Kebangsaan : Indonesia
6. Tempat tinggal : Jl. Damai Rt/Rw. 001/007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan
7. Agama : Islam
8. Pekerjaan : Buruh Harian Lepas
Terdakwa Aak Fransisko Bin Agusman ditahan dalam tahanan rutan oleh: 1. Penyidik sejak tanggal 7 Januari 2021 sampai dengan tanggal 26 Januari
2021
Terdakwa Aak Fransisko Bin Agusman ditahan dalam tahanan rutan oleh: 2. Penyidik Perpanjangan Oleh Penuntut Umum sejak tanggal 27 Januari 2021
sampai dengan tanggal 7 Maret 2021
Terdakwa Aak Fransisko Bin Agusman ditahan dalam tahanan rutan oleh: 3. Penyidik Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal
8 Maret 2021 sampai dengan tanggal 6 April 2021
Terdakwa Aak Fransisko Bin Agusman ditahan dalam tahanan rutan oleh: 4. Penuntut Umum sejak tanggal 6 April 2021 sampai dengan tanggal 25 April
2021
Terdakwa Aak Fransisko Bin Agusman ditahan dalam tahanan rutan oleh: 5. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 19 April 2021 sampai dengan tanggal
18 Mei 2021
Terdakwa Aak Fransisko Bin Agusman ditahan dalam tahanan rutan oleh: 6. Hakim Pengadilan Negeri Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan
Negeri sejak tanggal 19 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Juli 2021
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
Terdakwa didampingi oleh penasihat hukum bernama Tukijan Keling, SH, Dkk, berdasarkan penetapan penunjukan oleh Majelis Hakim tanggal 26 April 2021, Nomor : 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl ;
Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sungai Liat Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl tanggal 19 April 2021 tentang penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl tanggal 19 April 2021 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi,dan Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;
Setelah mendengar pembacaan tun tutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa Aak Fransisko Bin Agusman , telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “yang tanpa hak
atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, beratnya melebihi 5 (lima) gram”
sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 112 ayat (2) Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam Dakwaan Alternatif Kedua.
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Aak Fransisko Bin Agusman berupa pidana penjara selama 10 (sepuluh) Tahun dikurangi dengan masa tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan pidana denda sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu miliyar rupiah) subsidair 6 (enam)
bulan Penjara;
3. Menyatakan barang bukti berupa :
➢ 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis shabu.
➢ 1 (satu) unit timbangan digital.
➢ 1 (satu) unit Handphone merk Nokia warna hitam. ➢ 1 (satu) kotak warna hitam merk WWOOR.
Dirampas untuk dimusnahkan.
4. Menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,- (lima ribu rupiah).
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
Setelah mendengar permohonan Terdakwa yang pada pokoknya menyatakan memohon keringanan hukuman
Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap pembelaan Terdakwa yang pada pokoknya tetap pada tuntutannya
Setelah mendengar Tanggapan Terdakwa terhadap tanggapan Penuntut Umum yang pada pokoknya tetap pada permohonannya
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:
PERTAMA
Bahwa ia Terdakwa Aak Fransisko Bin Agusman pada hari Rabu tanggal 06 Januari 2021 sekitar pukul 13.30 Wib atau setidak-tidakna dalam bulan Januari 2021 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2021, bertempat di rumah terdakwa yang beralamat di jalan Damai RT.001 RW.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan, atau setidak-tidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Sungailiat,
yang tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram yaitu narkotika jenis shabu dengan berat netto 24,8534 (dua puluh empat koma delapan lima tiga empat) gram , yang
dilakukan oleh Terdakwa dengan cara sebagai berikut :
Bermula pada hari Selasa tanggal 05 Januari 2021 terdakwa memesan narkotika jenis shabu kepada Cece (DPO) dengan harga Rp. 13.000.000,- (tiga belas juta rupiah) sebanyak 31 (tiga puluh satu) bungkus narkotika jenis shabu, selanjutnya Cece (DPO) datang kerumah kontrakan terdakwa yang beralamat di jalan Damai RT.001 RW.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan untuk mengambil uang pembelian shabu dari terdakwa, selanjutnya Cece (DPO) meminta terdakwa untuk mengambil narkotika jenis shabu yang telah terdakwa beli di daerah Suka Damai Kab. Bangka Selatan, setelah terdakwa mendapatkan narkotika jenis shabu sebanyak 31 (tiga puluh satu) bungkus lalu terdakwa pulang kerumah dan meletakkan shabu sebanyak 31 (tiga puluh satu) bungkus kedalam sebuah kotak berwarna hitam lalu menyimpannya dikamar terdakwa. Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 06 Januari 2021 sekira pukul 13.30 Wib pada saat terdakwa sedang berada
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
dirumah kontrakan terdakwa yang beralamat di jalan Damai RT.001 RW.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan datang anggota Kepolisian diantaranya saksi Dimas Jesica P dan saksi Epan Julius yang sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat bahwa dirumah terdakwa sering dijadikan tempat transaksi narkotika dan langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa lalu dilakukan penggeledahan terhadap badan dan rumah terdakwa dengan disaksikan saksi Amran Muda’i (ketua RW setempat) ditemuakan barang bukti berupa 1 (satu) buah kotak berwarna hitam merk WWOOR yang didalamnya berisi 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisi kristal warna putih yang diduga shabu, 1 (satu) unit timbangan digital serta 1 (satu) unit Hp Nokia warna hitam yang semuanya ditemukan di lantai kamar kontrakan terdakwa yang mana terdakwa mengakui bahwa barang bukti shabu yang ditemukan tersebut adalah milik terdakwa sendiri yang didapat dari Cece (DPO) dengan cara membeli seharga Rp. 13.000.000,- (tiga belas juta rupiah) yang rencananya shabu tersebut akan terdakwa jual kembali. Selanjutnya terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polda Kep. Bangka Belitung guna pemeriksaan lebih lanjut Bahwa selanjutnya barang bukti narkotika yang disita dari terdakwa berupa shabu sebanyak 31 (tiga puluh satu) bungkus dengan berat netto 24,8534 gram, berdasarkan penimbangan dari Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasion al Republik Indonesia No. PL.127CB/II/2021/Pusat Laboratorium Narkotika tanggal 05 Maret 2021, selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium dan hasilnya sebagaimana hasil pemeriksaan Laboratorium Pusat Lab. Narkotika BNN RI yang ditandatangani oleh Kepala Pusat Lab. Narkotika BNN Ir. Wahyu Widodo, sebagai berikut:
Identifikasi Sampel:
1. Jenis Sampel : A: Kristal. B: Urine.
2. Jumlah Sampel : A: 31 Sampel. B: 1 Sampel
3. Berat Netto Awal : A: Total Sampel 24,8534 Gram B: 30 ML 4. Berat Netto Akhir: A: Total Sampel 24,713 Gram B: 0 ML
5. Ciri-ciri sampel : 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisikan A: kristal putih, 1 (satu) buah botol plastik bening berisikan B: Urine An. Aak Fransisko Bin Agusman.
Dengan Kesimpulan A1 s/d A31 jenis sampel Kristal adalah positif narkotika adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
Golongan I Nomor Urut 61 dan diatur dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan BI Jenis sampel Urine Positif Narkotika adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 dan diatur dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Bahwa terdakwa mengetaui dan menyadari perbuatannya dalam menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli narkotika Golongan I tidak ada mempunyai izin dari pejabat yang berwenang namun terdakwa tetap melakukan perbuatannya
Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika
ATAU
KEDUA
Bahwa ia Terdakwa Aak Fransisko Bin Agusman pada hari Rabu tanggal 06 Januari 2021 sekitar pukul 13.30 Wib atau setidak-tidakna dalam bulan Januari 2021 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2021, bertempat di rumah terdakwa yang beralamat di jalan Damai RT.001 RW.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan, atau setidak-tidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Sungailiat, yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan,
menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, beratnya melebihi 5 (lima) gram yaitu narkotika jenis shabu dengan berat netto 24,8534 (dua puluh empat koma delapan lima tiga empat) gram, yang
dilakukan oleh Terdakwa dengan cara sebagai berikut :
Pada waktu dan tempat sebagaimana yang telah diuraikan diatas bermula saksi Dimas Jesica P dan saksi Epan Julius (anggota Kepolisian) pada bulan Januari 2021 ada mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada di rumah kontrakan terdakwa yang beralamat di Jalan Damai RT.001 RW.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan sering dijadikan tempat transaksi narkotika, kemudian berdasarkan informasi tersebut saksi Dimas Jesica P dan saksi Epan Julius beserta anggota tim lainnya melakukan penyelidikan disekitaran tempat tersebut dan pada hari Rabu tangal 06 Januari 2021 sekira pukul 13.30 Wib langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa yang saat itu sedang berada di dalam rumah kontrakan terdakwa yang saat akan ditangkap mencoba untuk melarikan diri tetapi berhasil diamankan, Kemudian dilakukan penggeledahan badan terhadap terdakwa dan rumah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
kontrakan terdakwa dengan disaksikan saksi Amran Muda’I (ketua RW setempat) ditemuakan barang bukti berupa 1 (satu) buah kotak berwarna hitam merk WWOOR yang didalamnya berisi 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisi kristal warna putih yang diduga shabu, 1 (satu) unit timbangan digital serta 1 (satu) unit Hp Nokia warna hitam yang semuanya ditemukan di lantai kamar kontrakan terdakwa yang mana terdakwa mengakui bahwa barang bukti shabu yang ditemukan tersebut adalah milik terdakwa sendiri yang didapat dari Cece (DPO).
Selanjutnya terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polda Kep. Bangka Belitung guna pemeriksaan lebih lanjut.
Bahwa selanjutnya barang bukti narkotika yang disita dari terdakwa berupa shabu sebanyak 31 (tiga puluh satu) bungkus dengan berat netto 24,8534 gram, berdasarkan penimbangan dari Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia No. PL.127CB/II/2021/Pusat Laboratorium Narkotika tanggal 05 Maret 2021, selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium dan hasilnya sebagaimana hasil pemeriksaan Laboratorium Pusat Lab. Narkotika BNN RI yang ditandatangani oleh Kepala Pusat Lab. Narkotika BNN Ir. Wahyu Widodo, sebagai berikut:
Identifikasi Sampel:
1. Jenis Sampel :A:Kristal. B: Urine. 2. Jumlah Sampel :A:31Sampel. B: 1 Sampel
3. Berat Netto Awal :A:TotalSampel 24,8534 Gram B: 30 ML 4. Berat Netto Akhir : A: Total Sampel 24,713 Gram B: 0 ML
5. Ciri-ciri sampel : 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisikan A: kristal putih, 1 (satu) buah botol plastik bening berisikan B: Urine An. Aak Fransisko Bin Agusman.
Dengan Kesimpulan A1 s/d A31 jenis sampel Kristal adalah positif narkotika adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 dan diatur dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan BI Jenis sampel Urine Positif Narkotika adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 dan diatur dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
Bahwa terdakwa mengetahui dan menyadari perbuatannya dalam hal memiliki, menyimpan, menguasai narkotika Golongan I bukan tanaman berupa 31 (tiga puluh satu) bungkus bening berisikan kristal putih narkotika jenis shabu dengan berat netto 24,853 gram terdakwa tidak mempunyai izin dari pejabat yang berwenang namun terdakwa tetap melakukan perbuatannya
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa dan atau Penasihat Hukum Terdakwa tidak mengajukan keberatan
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:
1. Dimas J Pratama, didepan persidangan pada pokoknya menerangkan hal-hal sebagai berikut :
⚫ Bahwa saksi dan saksi Epan Julius serta beberapa anggota Res Narkoba Polda Bangka Belitung melakukan penangkapan terhadap terdakwa Aak fransisko Bin Agusman pada hari Rabu tanggal 06 Januari 2021 sekira pukul 13.30 Wib di rumah kontrakan terdakwa yang beralamat di Jl. Damai Rt.001 Rw.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan yang diduga menjadi pelaku kejahatan Narkotika.
⚫ Bahwa awalnya pada awal bulan Januari 2021 saksi beserta rekan saksi mendapat informasi dari masyarakat bahwa di rumah kontrakan yang beralamat di Jl. Damai Rt.001 Rw.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan sering dijadikan tempat transaksi n arkotika kemudian saksi beserta tim menuju kedaerah tersebut, berdasarkan informasi yang akurat selanjutnya pada hari Rabu tanggal 06 Januari 2021 sekira pukul 13.30 Wib saksi beserta rekan saksi yang lainnya masuk kedalam sebuah rumah kontrakan di Jl. Damai Rt.001 Rw.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali yang mana saat itu terdakwa Aak Fransisko saat akan diamankan mencoba melarikan diri akan tetapi berhasil diamankan oleh saksi dan rekan saksi,
⚫ Bahwa kemudian dilakukan penggeledahan badan dan rumah kontrakan terdakwa dengan didampingi oleh Ketua RT setempat ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah kotak hitam merk WWOOR yang didalamnya berisikan 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis shabu, 1 (satu) unit timbangan digital dan 1 (satu) unit Handphone Nokia warna hitam yang semua barang bukti tersebut ditemukan di lantai kamar kontrakan terdakwa.
⚫ Bahwa ditanyakan kepada terdakwa kepemilikan shabu tersebut dan terdakwa mengakuinya bahwa narkotika jenis shabu yang ditemukan tersebut adalah milik terdakwa sendiri yang terdakwa dapat dari Sdr. Cece (DPO), selanjutnya terdakwa dan barang bukti dibawa ke Dir. Res Narkoba Polda Kep. Bangka Belitung guna pemeriksaan lebih lanjut.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
⚫ Bahwa terdakwa tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang dalam hal memiliki, menyimpan atau menguasai narkotika jenis shabu tersebut. ⚫ Terhadap keterangan saksi Dimas J Pratama tersebut terdakwa
membenarkan semua keterangan saksi dan tidak ada menyatakan keberatan.
2. Epan Julius, didepan persidangan pada pokoknya menerangkan hal-hal sebagai berikut:
⚫ Bahwa saksi dan saksi Dimas J Pratama serta beberapa anggota Dir. Res Narkoba Polda Bangka Belitung melakukan penangkapan terhadap terdakwa Aak fransisko Bin Agusman pada hari Rabu tanggal 06 Januari 2021 sekira pukul 13.30 Wib di rumah kontrakan terdakwa yang beralamat di Jl. Damai Rt.001 Rw.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan yang diduga menjadi pelaku kejahatan Narkotika.
⚫ Bahwa pada awal bulan Januari 2021 saksi beserta rekan saksi mendapat informasi dari masyarakat bahwa di rumah kontrakan yang beralamat di Jl. Damai Rt.001 Rw.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan sering dijadikan tempat transaksi narkotika kemudian saksi beserta tim menuju kedaerah tersebut, berdasarkan informasi yang akurat selanjutnya pada hari Rabu tanggal 06 Januari 2021 sekira pukul 13.30 Wib saksi beserta rekan saksi yang lainnya masuk kedalam sebuah rumah kontrakan di Jl. Damai Rt.001 Rw.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali yang mana saat itu terdakwa Aak Fransisko saat akan diamankan mencoba melarikan diri akan tetapi berhasil diamankan oleh saksi dan rekan saksi, ⚫ Bahwa kemudian dilakukan penggeledahan terhadap badan dan rumah
kontrakan terdakwa dengan didampingi oleh Ketua RT setempat ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah kotak hitam merk WWOOR yang didalamnya berisikan 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis shabu, 1 (satu) unit timbangan digital dan 1 (satu) unit Handphone Nokia warna hitam yang semua barang bukti tersebut ditemukan di lantai kamar kontrakan terdakwa.
⚫ Bahwa ditanyakan kepada terdakwa kepemilikan shabu tersebut dan terdakwa mengakuinya bahwa narkotika jenis shabu yang ditemukan tersebut adalah milik terdakwa sendiri yang terdakwa dapat dari Sdr. Cece (DPO), selanjutnya terdakwa dan barang bukti dibawa ke Dir. Res Narkoba Polda Kep. Bangka Belitung guna pemeriksaan lebih lanjut.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
⚫ Bahwa terdakwa tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang dalam hal memiliki, menyimpan atau menguasai narkotika jenis shabu tersebut
⚫ Terhadap keterangan saksi Epan Julius, tersebut terdakwa membenarkan
keterangan yang diberikan oleh saksi dan tidak ada menyatakan keberatan.
3. Amran Muda’i, didepan persidangan pada pokoknya menerangkan hal-hal sebagai berikut:
⚫ Bahwa saksi diminta oleh Polisi untuk menyaksikan penggeledahan terhadap terdakwa Aak Fransisko pada hari Rabu tanggal 06 Januari 2021 sekira pukul 13.30 Wib dikontrkan terdakwa yang beralamat di Jl. Damai Rt.001/007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab Bangka Selatan ⚫ Bahwa saat penggeledahan ditemukan barang bukti 1 (satu) buah kotak
hitam merk WWOOR yang didalamnya berisikan 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis shabu, 1 (satu) unit timbangan digital dan 1 (satu) unit Handphone Nokia warna hitam yang semua barang bukti tersebut ditemukan di lantai kamar kontrakan terdakwa.
⚫ Bahwa saat dilakukan introgasi oleh Polisi tentang kepemilikan narkotika jenis shabu yang ditemukan tersebut terdakwa mengakuinya bahwa shabu tersebut milik terdakwa sendiri lalu terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polda Kep. Bangka Belitung untuk diproses lebih lanjut
⚫ Bahwa saksi menyaksikan penggeledahan berjarak kurang lebih 1 (satu) meter dan melihat jelas kegiatan karena dilakukan pada siang hari
⚫ Terhadap keterangan saksi Agus Ahmadi Bin Rukimin Digdo Harsono
tersebut terdakwa membenarkan semua keterangan saksi dan tidak ada menyatakan keberatan.
Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
⚫ Bahwa terdakwa pada hari Rabu tanggal 06 Januari 2021 sekira pukul 13.30 Wib di rumah kontrakan terdakwa yang beralamat di Jalan Damai Rt.001/007 Kel Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan ditangkap oleh anggota kepolisian sat res Narkoba Polda Babel sehubungan dengan tindak pidana narkotika jenis shabu..
⚫ Bahwa pada saat ditangkap terdakwa sedang berada didalam rumah dan terkejut melihat kedatangan Polisi sehingga terdakwa melompat lewat jendela akan tetapi berhasil diamankan .
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
⚫ Bahwa kemudian dilakukan penggeledahan terhadap badan dan rumah kontrakan terdakwa dengan didampingi oleh Ketua RW setempat ditemukan didalam kamar kontrakan terdakwa barang bukti berupa 1 (satu) buah kotak merk WWOOR yang didalamnya berisi 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis shabu, 1 (satu) unit timbangan digital dan 1 (satu) unit HP Nokia warna hitam ditemukan di lantai kamar kontrakan terdakwa yang mana barang bukti narkotika jenis shabu yang ditemukan tersebu t adalah milik terdakwa sendiri yang terdakwa dapat dari Sdr. Cece dengan cara membeli seharga Rp. 13.000.000,- (tiga belas juta rupiah)
⚫ Bahwa terdakwa membeli shabu shabu tersebut pada hari Selasa tanggal 05 Januari 2021 yang dilakukan terdakwa dengan cara terdakwa menghubungi Sdr. Cece kemudian Sdr. Cece kerumah terdakwa dan terdakwa memberikan uang kepada Sdr. Cece atas pembelian shabu selanjutnya Sdr. Cece pergi dan sekitar 1 (satu) jam kemudian Sdr. Cece menghubungi terdakwa untuk mengambil shabu disuatu tempat sesuai petunjuk dari Sdr. Cece dan rencananya barang bukti tersebut akan terdakwa jual kembali dan keuntungan terdakwa dapatkan yaitu sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah).
⚫ Bahwa terdakwa sudah sebanyak 3 (tiga) kali membeli narkotika jenis shabu kepada Sdr. Cece.
⚫ Bahwa terdakwa dalam hal menyimpan, memiliki, menguasai narkotika jensi shabu tidak ada izin dari pihak yang berwenang.
Menimbang, bahwa Terdakwa tidak mengajukan Saksi yang meringankan (a de charge).
Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:
➢ 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis shabu seberat 24,8534 gram,
➢ 1 (satu) unit timbangan digital.
➢ 1 (satu) unit Handphone merk Nokia warna h itam. ➢ 1 (satu) kotak warna hitam merk WWOOR.
Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:
⚫ Bahwa terdakwa pada hari Rabu tanggal 06 Januari 2021 sekira pukul 13.30 Wib di rumah kontrakan terdakwa yang beralamt di Jalan Damai
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
Rt.001/007 Kel Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan ditangkap oleh anggota kepolisian sat res Narkoba PolresBasel yaitu saksi Dimas J Pratama dan saksi Epan Julius sehubungan dengan tindak pidana narkotika jenis shabu..
⚫ Bahwa sebelumnya anggota kepolisian memperoleh laporan dari masyrakat jika terdakwa sering melakukan transaksi narkotika sehingga saksi Dimas J Pratama dan saksi Epan Julius menuju ke rumah terdakwa dan setibanya di rumah terdakwa dilakukan penggeledahan badan dan rumah terhadap terdakwa dengan disaksikan oleh RW setempat yaitu saksi Amran Muda’i ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah kotak merk WWOOR yang didalamnya berisi 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik berisi kristal warna putih diduga narkotika jen is shabu dengan berat netto keseluruhan 24,8534 gra, 1 (satu) unit timbangan digital dan 1 (satu) unit HP Nokia warna hitam ditemukan di lantai kamar kontrakan terdakwa
⚫ Bahwa barang bukti narkotika jenis shabu yang ditemukan tersebut adalah milik terdakwa sendiri yang terdakwa dapat dari Sdr. Cece (DPO) pada hari Selasa tanggal 05 Januari 2021, selanjutnya terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polda Kep. Bangka Belitung untuk diperiksa lebih lanjut.
⚫ Bahwa Terdakwa dalam hal memiliki, menyimpan, men guasai atau menyediakan narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman tersebut tanpa dilengkapi izin yang sah dari Kementerian Kesehatan RI atau pihak yang terkait lainnya
⚫ Bahwa Berita Acara Pemeriksaan Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia barang bukti yang disita dari terdakwa berupa 31 (tiga puluh satu) bungkus narkotika jenis shabu dengan berat netto 24,8534 gram berdasarkan penimbangan dari Pusat Lab. Narkotika BNN RI sesuai dengan su rat No. PL127CB/II/2021/Pusat Lab. Narkotika tanggal 10 Februari 2021, selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium dan hasilnya sebagaimana hasil pemeriksaan Laboratorium Pusat Lab. Narkotika BNN RI yang ditandatangani oleh Kepala Pusat Lab. Narkotika BNN Ir. Wahyu Widodo, sebagai berikut:
Identifikasi Sampel:
1. Jenis Sampel :A: Kristal. B: Urine. 2. Jumlah Sampel : A: 31 Sampel. B: 1 Sampel 3. Berat Netto Awal : A: Total Sampel 24,8534 Gram B: 30 ML 4. Berat Netto Akhir : A: Total Sampel 24,713 Gram B: 0 ML
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
5. Ciri-ciri sampel : 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisikan A: kristal putih, 1 (satu) buah botol plastik bening berisikan B: Urine An. Aak Fransisko Bin Agusman.
Dengan Kesimpulan A1 s/d A31 jenis sampel Kristal adalah positif narkotika adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 dan diatur dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan BI Jenis sampel Urine Positif Narkotika adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 dan diatur dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;
Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan yang berbentuk alternatif, sehingga Majelis Hakim dengan memperhatikan fakta-fakta hukum tersebut diatas memilih langsung dakwaan alternatif kedua sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (1) Undang-undang NO 35 tahun 2009 tentang Narkotika, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :
1. Setiap Orang
2. TanpaHak atau Melawan Hukum
3. Memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman .
Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut:
1. Unsur “Barang siapa”:
Menimbang, bahwa pengertian setiap orang yaitu subjek hukum berupa orang (Persoon) dimana orang tersebut melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh undang-undang dan diancam dengan hukuman sebagai pelaku tindak pidana yang dalam persidangan ini telah diajukan terdakwa yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
bernama Aak Fransisco Bin Agu sman pada pemeriksaan dipersidangan yang antara lain menyebutkan identitas para terdakwa, bahwa terdakwa tidak berkeberatan atas identitas tersebut serta setelah jaksa penuntut umum membacakan dakwaan yang didakwakan terhadap terdakwa tidak berkeberatan terhadap dakwaan serta membenarkan dakwaan tersebut sehingga memang benar terdakwa yang dimaksud dengan setiap orang dalam perkara ini adalah terdakwa Aak Fransisco BIn Agusman yang diajukan sebagai terdakwa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Serta tidak ditemukan alasan pemaaf dan alasan pembenar sebagaimana yang diatur dalam pasal 44 sampai dengan pasal 51 KUHP sehingga perbuatan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
Menimbang, bahwa berdasarkan hal-hal tersebut dengan demikian unsur “Setiap orang” telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.
2. “ Unsur , yang tanpa hak melawan hukum
Menimbang, bahwa perbuatan materiil yang diuraikan pada unsur ke tiga, yaitu “Memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya lebih dari 5 (lima) gram harus dilakukan dengan “Tanpa hak atau melawan hukum”;
Menimbang, bahwa oleh karena unsur ke dua “Tanpa hak atau
melawan hukum” adalah merupakan unsur yang pembuktiannya digantungkan
pada perbuatan materiil yang didakwakan pada terdakwa dalam unsur ke tiga dan keempat, untuk itu sebelum mempertimbangkan unsur kedua, maka unsur ke tiga harus dipertimbangkan terlebih dahulu;
Ad.3 Melakukan percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika Memiliki, Menyimpan, Menguasai, Atau Menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman;
Menimbang, bahwa unsur ketiga merupakan unsur yang bersifat alternatif, sehingga bilamana salah satu alternatif perbuatan tersebut dapat dibuktikan maka unsur ini dinyatakan terpenuhi;
Menimbang, bahwa yang dimaksud permufakatan jahat dalam Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam Pasal 1 angka 18 adalah perbuatan dua orang atau lebih yang bersekongkol atau bersepakat untuk melakukan, melaksanakan, membantu, turut serta melakukan, menyuruh, menganjurkan, memfasilitasi, memberi konsultasi, menjadi anggota suatu
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
organisasi kejahatan narkotika, atau mengorganisasikan suatu tindak pidana narkotika ;
Menimbang, bahwa memiliki mengandung pengertian mempunyai, dalam arti memiliki disini haruslah benar-benar sebagai pemilik, tidak peduli apakah secara fisik barang ada dalam tangannya atau tidak. Memiliki harus pula dilihat dari bagaimana barang tersebut menjadi miliknya/ asal mula barang tersebut. Kepemilikan dapat diperoleh dari pemberian, dengan cara menanam sendiri, membeli atau cara-cara lain seperti hibah dan sebagainya. Yang jelas harus ada hubungan secara langsung antara pelaku dengan barang, sehingga disebut “ memiliki “
Menimbang, bahwa menyimpan mengandung pengertian menaruh di suatu tempat yang aman supaya jangan rusak, hilang, ada perlakuan khusus terhadap barang sehingga harus diperlakukan dengan cara meletakkan di tempat yang disediakan dan aman. Dalam kata menyimpan juga terkandung makna menyembunyikan yang merupakan suatu tindakan agar hanya pelaku sendiri atau orang-orang yang merupakan kelompok pelaku sendiri yang dapat mengetahui dimana benda tersebut berada ;
Menimbang, bahwa menguasai berarti berkuasa atas sesuatu, memegang kekuasaan atas sesuatu. Seseorang dikatakan menguasai barang apabila ia dapat berkuasa atas apa yang dikuasai, ia dapat mengendalikan sesuatu yang ada dalam kekuasaannya, tidak diperlukan apakah benda tersebut ada dalam kekuasaannya secara fisik atau tidak yang penting pelaku dapat melakukan tindakan seperti menjual, memberikan kepada orang lain atau tindakan lain yang dapat menunjukkan bahwa ia benar-benar berkuasa atas barang tersebut. Orang yang menguasai tidak harus dan tidak perlu sebagai pemilik, yang terpenting pelaku telah dapat bertindak seolah-olah sebagai pemilik, tidak penting adanya dasar penguasaan barang, apakah diperoleh dari membeli, menanam, atau bahkan dilakukan dengan cara mencuri ;
Menimbang, bahwa menyediakan berarti menyiapkan, mempersiapkan, mengadakan sesuatu untuk orang lain. Menyediakan berarti barang tersebut ada tidak untuk digunakan sendiri, , yang tentunya ada motif sehingga seseorang dikatakan telah menyediakan. Motif disini tidaklah harus keuntungan karena peredaran narkotika tidaklah harus dalam rangka mendapat keuntungan khususnya berupa materi sebagaimana pengertian pasal 35 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika ;
Menimbang, bahwa yang dimaksud narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
yang dapat menyebabakan penurunan atau perubahan kesaaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan kedalam golongan -golongan sebagaimana sebagaimana terlampir dalam Undang-undang dan Narkotika golongan I adalah narkotika yang hanya dapat dipergunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan ;
Menimbang, bahwa berdasarkan persidangan maka diperoleh fakta hukum sebagai berikut bahwa bermula saksi Dimas Jesica P dan saksi Epan Julius (anggota Kepolisian) pada bulan Januari 2021 mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di rumah kontrakan terdakwa yang beralamat di Jalan Damai RT.001 RW.007 Kel. Tanjung Ketapang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan sering dijadikan tempat transaksi narkotika, kemudian berdasarkan informasi tersebut saksi Dimas Jesica P dan saksi Epan Julius beserta anggota tim lainnya melakukan penyelidikan disekitaran tempat tersebut dan pada hari Rabu tangal 06 Januari 2021 sekira pukul 13.30 Wib langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa yang saat itu sedang berada di dalam rumah kontrakan terdakwa yang saat akan ditangkap mencoba untuk melarikan diri tetapi berhasil diamankan, Kemudian dilakukan penggeledahan badan terhadap terdakwa dan rumah kontrakan terdakwa dengan disaksikan saksi Amran Muda’I (ketua RW setempat) ditemuakan barang bukti berupa 1 (satu) buah kotak berwarna hitam merk WWOOR yang didalamnya berisi 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisi kristal warna putih yang diduga shabu, 1 (satu) unit timbangan digital serta 1 (satu) unit Hp Nokia warna hitam yang semuanya ditemukan di lantai kamar kontrakan terdakwa yang mana terdakwa mengakui bahwa barang bukti shabu yang ditemukan tersebut adalah milik terdakwa sendiri yang didapat dari Cece (DPO). Selanjutnya terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polda Kep. Bangka Belitung guna pemeriksaan lebih lanjut. Bahwa selanjutnya barang bukti narkotika yang disita dari terdakwa berupa shabu sebanyak 31 (tiga puluh satu) bungkus dengan berat netto 24,8534 gram, berdasarkan penimbangan dari Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia No. PL.127CB/II/2021/Pusat Laboratorium Narkotika tanggal 05 Maret 2021, selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium dan hasilnya sebagaimana hasil pemeriksaan Laboratorium Pusat Lab. Narkotika BNN RI yang ditandatangani oleh Kepala Pusat Lab. Narkotika BNN Ir. Wahyu Widodo, sebagai berikut:
Identifikasi Sampel:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
1. Jenis Sampel : A: Kristal. B: Urine. 2. Jumlah Sampel : A: 31 Sampel. B: 1 Sampel
3. Berat Netto Awal : A: Total Sampel 24,8534 Gram B: 30 ML 4. Berat Netto Akhir : A: Total Sampel 24,713 Gram B: 0 ML
5. Ciri-ciri sampel : 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisikan A: kristal putih, 1 (satu) buah botol plastik bening berisikan B: Urine An. Aak Fransisko Bin Agusman.
Dengan Kesimpulan A1 s/d A31 jenis sampel Kristal adalah positif narkotika adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 dan diatur dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan BI Jenis sampel Urine Positif Narkotika adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 dan diatur dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Bahwa Terdakwa mengetahui dan menyadari perbuatannya dalam hal tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram tersebut tanpa dilengkapi izin yang sah dari Kementerian Kesehatan RI atau pihak yang terkait lainnya.
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, apabila perbuatan terdakwa dikaitkan dengan pengertian menguasai maka Majelis Hakim berpendapat, terdakwa mendapatkan narkotika jenis shabu dengan cara membelil narkotika jenis shabu tersebut dari sdr WIro (DPO) seharga Rp.1.000.000, kemudian oleh terdakwa menyimpan shabu tersebut di rumah tedakwa tepatnya di bawah kursi di ruang tamu, , maka berdasarkan hal tersebut Majelis Hakim berpendapat perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur Ketiga yaitu “menguasai Narkotika Golongan I bukan tanaman” telah terpenuhi.
Menimbang, bahwa oleh karena unsur perbuatan materiil yang didakwakan kepada terdakwa dalam unsur ke tiga telah terpenuhi maka selanjutnya akan dipertimbangkan unsur kedua yaitu “Tanpa hak atau
melawan hukum”;
Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan “Tanpa hak atau melawan hukum” dalam unsur ini ialah seseorang atau koorporasi yang melakukan suatu perbuatan tanpa memiliki hak, baik hak subyektif maupun obyektif sebagaimana yang diatur dalam peraturan perudang-undangan yang berlaku sehingga tidak berhak / berwenang untuk melakukan perbuatan dalam hal ini “ Menguasai
Narkotika Golongan I bukan tanaman”;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
Menimbang, bahwa oleh karena perbuatan terdakwa membeli Narkotika Golongan I dalam hal ini tidak mempunyai izin dan tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Perundang-undangan, maka oleh karena itu perbuatan terdakwa tersebut dilakukan dengan tanpa hak/tidak berwenang dan hal tersebut adalah suatu perbuatan yang melanggar Hukum, sehingga unsur kedua “Tanpa hak atau melawan hukum” telah terpenuhi;
Menimbang, bahwa oleh karena perbuatan terdakwa membeli Narkotika Golongan I dalam hal ini tidak mempunyai izin dan tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Perundang-undangan, maka oleh karen a itu perbuatan terdakwa tersebut dilakukan dengan tanpa hak/tidak berwenang dan hal tersebut adalah suatu perbuatan yang melanggar Hukum, sehingga unsur kedua “Tanpa hak atau melawan hukum” telah terpenuhi;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan -pertimbangan tersebut diatas, maka Majelis Hakim berkesimpulan bahwa semua unsur dalam dakwaan primair Penuntut Umum yaitu Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika telah terpenuhi dan terbukti secara sah dan meyakinkan, sehingga dengan demikian terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana “Secara Melawan Hukum Menguasai Narkotika
Golongan I bukan tanaman” ;
Menimbang, bahwa oleh karena selama persidangan berlangsung terdakwa dapat berkomunikasi dengan baik, menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan baik dan lancar maka telah terbukti bahwa Terdakwa dalam keadaan sehat baik badan maupun jiwanya sehingga Terdakwa dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatannya ;
Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatannya dan Majelis Hakim tidak menemukan alasan-alasan pembenar ataupun pemaaf yang dapat menghapus kesalahan dari perbuatan yang telah dilakukannya maka terdakwa tersebut harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana yang setimpal dengan perbuatannya ;
Menimbang, bahwa oleh karena ancaman pidana yang diatur dalam Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika bersifat kumulatif maka hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa tersebut selain pidana penjara juga dijatuhi pidana denda yang mana besarannya akan ditentukan dalam amar putusan ini, dan berdasarkan Pasal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
148 Undang-Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika apabila putusan pidana denda sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini tidak dapat dibayar oleh pelaku tindak pidana Narkotika dan tindak pidana Prekursor Narkotika, pelaku dijatuhi pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun sebagai pengganti pidana denda yang tidak dibayar;
Menimbang, bahwa tujuan dari pemidanaan di Indonesia bukanlah untuk menakut nakuti si pelaku tindak pidana ataupun melakukan balas dendam akan tetapi untuk menyadarkan si pelaku tindak pidana bahwa tindakannya tersebut tidak dipandang patut dalam masyarakat disamping juga bertentangan dengan hukum yang berlaku sehingga dengan dipidananya si pelaku tindak pidana diharapkan agar di kemudian hari dapat kembali ke masyarakat dan tidak lagi melakukan tindak pidana ;
Menimbang bahwa sebelum Majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap diri terdakwa, akan dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan meringankan terhadap diri terdakwa :
Keadaan yang memberatkan:
- Terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan Narkotika ;
Keadaan yang meringankan:
- Terdakwa bersikap sopan dipersidangan ;
- Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi ;
- Terdakwa belum pernah dihukum ;
Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap diri terdakwa telah dikenakan penangkapan dan penahanan yan g sah, maka berdasarkan Pasal 22 ayat (4) KUHAP masa penangkapan dan penahanan semua yang telah dijalani oleh terdakwa tersebut dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa ditahan dan penahanan terhadap diri terdakwa dilandasi alasan yang cukup dan tidak ada alasan untuk mengalihkan ataupun untuk menangguhkan penahanan tersebut, maka berdasarkan Pasal 193 ayat (2) sub b KUHAP maka perlu ditetapkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
Menimbang, bahwa mengenai barang bukti berupa:
➢ 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis shabu seberat 24,8534 gram,
➢ 1 (satu) unit timbangan digital.
➢ 1 (satu) unit Handphone merk Nokia warna hitam.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
➢ 1 (satu) kotak warna hitam merk WWOOR dimusnahkan.
Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa dijatuhi pidana dan terdakwa sebelumnya tidak ada mengajukan permohonan pembebasan dari pembayaran biaya perkara, maka berdasarkan Pasal 222 KUHAP kepada terdakwa dibebankan untuk membayar biaya perkara yang besarnya akan ditentukan dalam amar putusan ini.
Memperhatikan, Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, dan ketentuan-ketentuan lainnya yang berkaitan dengan perkara ini ;
M E N G A D I L I
1. Menyatakan terdakwa AAK FRANSISCO BIN AGUSMAN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “secara
Melawan Hukum menguasai Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram”;
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan denda sebesar Rp1.000.000.000,00
(satu Milyar rupiah) dengan ketentuan jika denda tersebut tidak dibayar
maka diganti dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan ;
3. Menetapkan bahwa masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; 4. Menetapkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan;
5. Menetapkan barang bukti berupa :
➢ 31 (tiga puluh satu) bungkus plastik bening berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis shabu seberat 24,8534 gram,
➢ 1 (satu) unit timbangan digital.
➢ 1 (satu) unit Handphone merk Nokia warna hitam.
➢ 1 (satu) kotak warna hitam merk WWOOR dimusnahkan.
6. Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000,- ( lima ribu rupiah)
Demikianlah diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sungai Liat, pada hari Selasa, tanggal 11 Mei 2021, oleh kami, Zulkifli,S.H.,M.H, sebagai Hakim Ketua, Vidya Andini Tuppu,S.H.,M.H, Firman Jaya,S.H masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Selasa tanggal 18 Mei 2021 oleh Hakim Ketua
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 20 Putusan Nomor 163/Pid.Sus/2021/PN Sgl
dengan didampingi para Hakim Anggota tersebut, dibantu oleh Muhammad Hadli, S.H,MH Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Sungai Liat, serta dihadiri oleh Denny, S.H., Penuntut Umum dan Penasihat Hukum Terdakwa serta Terdakwa ;
Hakim Anggota, Hakim Ketua,
Vidya Andini Tuppu, S.H.,M.H Zulkifli,S.H.,M.H
Firman Jaya, S.H
Panitera Pengganti,
Muhammad Hadli, S.H., MH
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :