• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Arab: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 8, No. 1, Juni 2017; p-issn: ; e-issn X; 13-43

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Studi Arab: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 8, No. 1, Juni 2017; p-issn: ; e-issn X; 13-43"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

HASIL ANALISIS SOAL TES BAHASA ARAB

di Lembaga Pendidikan Islam Ar Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang Miftachul Taubah, Sulistiarini dan Desmita

A. PENDAHULUAN

Ada suatu kesan, bahwa pembelajaran telah berakhir setelah tes dilaksanakan. Implikasinya, setelah guru memberikan skor dari hasil tes siswa dan memasukkannya ke dalam raport siswa atau daftar nilai akhir, maka pada saat itu pula, kegiatan guru telah berakhir. Hal ini perlu diluruskan agar persepsi tersebut tidak membudaya di kalangan guru, terutama guru Bahasa Arab.

1

Oleh karena itu kegiatan yang harus dilakukan oleh guru atau pembuat tes setelah penyelenggaraan tes dan pemberian skor adalah mengolah hasil tes dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar yaitu dengan membuat analisis soal (Item Analysis).

Dengan membuat analisis soal, kita dapat mengetahui hal-hal penting yang dapat diperoleh dari setiap soal, yaitu sampai di mana tingkat atau taraf kesukaran soal, apakah soal itu mempunyai daya beda.

2

Dalam makalah ini akan diuraikan lebih lanjut bagaimana membuat analisis soal dengan mencari tingkat validitas dan reliabilitasnya, tingkat kesulitan dan daya pembedanya serta distraktornya.

B. HASIL ANALISIS 1. Identitas Tes

Soal ini diambil dari Madrasah Diniyyah Ar Rohmah Putri Malang

di Lembaga Pendidikan Islam Ar Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah

Malang yang beralamat di Jalan Raya Jambu No. 01 Sumber Sekar

Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

(2)

Soal ini adalah soal mata pelajaran Bahasa Arab untuk kemahiran menulis yang telah diujikan di kelas II semester ganjil pada Ulangan Akhir Diniyyah. Berikut soal, kunci jawaban dan nilai per individunya:

a. Soal

(3)
(4)

1 . Fatimah mencuci baju di kamar mandi dan ayahnya membersihkan taman .

2 . Pesawat mendarat di bandara Jeddah satu jam yang lalu .

b. Kunci Jawaban

Pedoman Penskoran UAD Bahasa Arab fashl 2

(5)
(6)

1 Fatimah mencuci baju di kamar mandi dan ayahnya membersihkan taman. .

2 Pesawat mendarat di bandara Jeddah satu jam yang lalu .

(7)

c. Nilai per individu

Dari keseluruhan jumlah murid dan soal, maka dipilih nama murid dengan nomor urut 1-10, demikian juga dengan soal tes yaitu nomor 1-10 untuk dicari tingkat validitas dan reliabilitasnya, tingkat kesulitan dan daya pembedanya serta distraktor/ pengecohnya.

NO NAMA SISWA NILAI

Jumlah Nilai

A B C D E F G

1

Adela Rosania

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 10 10 100 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 5 5 0 5 5 0 5 10 10 85 8,5

3

Ainun Jariyah

0 4 0 4 4 4 4 4 4 0 5 5 5 5 5 5 5 5 10 10 88 8,8

4

Aisyah Nur Firdaus

4 0 4 4 4 4 0 4 4 4 5 0 5 5 0 5 5 5 10 10 82 8,2

5

Al Hisna Fitri Setya

Mardina

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 10 10 100 10

6

Alfia Nur Maharani

4 4 4 4 4 4 4 0 0 4 5 5 5 5 5 5 5 5 10 0 82 8,2

7

Aliya Faradila

4 4 0 4 4 4 0 4 4 4 0 5 0 5 5 0 5 5 10 10 77 7,7

8

Dinar Adelia Rahayu

Afandi

0 4 4 4 4 0 4 4 4 0 5 5 5 5 5 5 5 5 0 10 78 7,8

9

Dinda Meibyana

Candrasari

4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 0 5 5 5 5 10 10 91 9,1

10

Fadhilah Halawati

Firdaus

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 5 0 5 5 5 5 5 10 10 90 9

11

Fatimatuz Zahro

4 0 0 4 4 4 4 4 4 4 5 0 5 5 5 5 5 5 10 10 87 8,7

12

Hanum Salsabillah

4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 5 5 5 5 5 5 5 5 10 0 86 8,6

13

Indana Lazulfa

4 4 4 4 4 0 0 4 4 4 5 0 5 5 5 5 5 5 10 10 87 8,7

14

Inggrit Puspita Indah

4 4 4 0 4 4 4 4 4 4 0 5 5 5 5 5 5 5 10 10 91 9,1

15

Izzatun Nisa Khaidar Al-

Basari

4 0 4 0 4 4 4 4 4 4 5 5 0 0 5 5 5 5 10 10 82 8,2

16

Kholida Ishmah Humaira

4 4 0 4 4 0 4 4 0 4 5 5 5 5 5 5 5 5 10 10 88 8,8

17

Mela Intan Yessica

4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 5 5 0 5 0 5 5 5 10 10 86 8,6

18

Mia lutfiana

4 0 4 4 4 0 4 4 4 4 0 5 0 0 5 5 5 5 10 10 77 7,7

19

Nabila Aisyah Amien

4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 5 0 5 5 5 0 0 5 10 10 81 8,1

20

Nabila Khansa

Izzaturrahmi

0 4 0 4 4 4 4 4 0 4 5 5 5 5 5 5 5 5 10 0 78 7,8

(8)

2. Tingkat Validitas

Karena penganalisis memilih soal bentuk obyektif, maka seperti biasanya diberikan dengan 1 untuk item yang dijawab dengan benar dan 0 untuk item yang dijawab salah, sedangkan skor total adalah jumlah dari skor untuk semua item yang membangun soal tersebut.

No. Nama Butir Soal/ Item Skor

Total

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1

Adela

Rosania

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

3

Ainun

Jariyah

0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 7

4

Aisyah Nur Firdaus

1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 8

5

Al Hisna Fitri Setya Mardina

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

6

Alfia Nur

Maharani

1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 8

7

Aliya

Faradila

1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 8

8

Dinar Adelia Rahayu Afandi

0 1 1 1 1 0 1 1 1 0

7

9

Dinda Meibyana Candrasari

1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9

10

Fadhilah Halawati Firdaus

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

Sebuah item soal dikatakan valid apabila skor pada item mempunyai kesejajaran/ korelasi dengan skor total.

3

Dilihat secara sepintas antara skor-skor item dan skor-skor total pada tabel di atas, maka terlihat jelas bahwa soal nomor 2, 3, 7, 8, 9 memiliki validitas yang rendah, karena skor pada item tidak mempunyai kesejajaran dengan skor total. Ainun Jariyah

3 Suharsimi Arikunto. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm.76

(9)

dan Dinar Adelia yang hanya memiliki skor total 7 dapat memperoleh skor 1 pada item nomor 2. Kemudian Alfia Nur dan Aliya Faradila mempunyai skor total sama yaitu 8, tetapi skor itemnya tidak sama.

Dari sini, penganalisis mencoba mencari validitas item soal untuk membuktikan butir-butir tes yang memiliki validitas rendah sehingga menyebabkan soal secara keseluruhan tersebut jelek. Maka penganalisis menggunakan salah satu teknik korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson yaitu korelasi product moment dengan angka kasar. Rumusnya:

Di mana:

r

XY

= koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang dikorelasikan

X = skor item (misalnya nomor 1, 2 dan seterusnya) Y = skor total

Dengan menggunakan data hasil tes Bahasa Arab di atas dan dengan menggunakan rumus tersebut, maka tiap soal dihitung validitasnya sebagai berikut:

r

XY

= N∑XY – (∑X) (∑Y)

√ {N∑X

2

- (∑X)

2

} {N∑Y

2

- (∑Y)

2

}

(10)

a) Validitas item nomor 1

No. Nama X Y X

2

Y

2

XY

1

Adela Rosania

1 10 1 100 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

1 10 1 100 10

3

Ainun Jariyah

0 7 0 49 0

4

Aisyah Nur Firdaus

1 8 1 64 8

5

Al Hisna Fitri Setya Mardina

1 10 1 100 10

6

Alfia Nur Maharani

1 8 1 64 8

7

Aliya Faradila

1 8 1 64 8

8

Dinar Adelia Rahayu Afandi

0 7 0 49 0

9

Dinda Meibyana Candrasari

1 9 1 81 9

10

Fadhilah Halawati Firdaus

1 10 1 100 10

Jumlah ∑ 8 87 8 771 73

Data di atas, dimasukkan ke dalam rumus:

r

XY

= 10 x 73 – 8 x 87 √ (10 x 8 - 8

2

) (10 x 771- 87

2

) r

XY

= 730 – 696

√ (80 - 64) (7710 - 7569) r

XY

= N∑XY – (∑X) (∑Y)

√ {N∑X

2

- (∑X)

2

} {N∑Y

2

- (∑Y)

2

}

r

XY

= 34 = 34

√ 16 x 141 √ 2256

r

XY

= 34 = 0, 716

47,497

(11)

b) Validitas item nomor 2

No. Nama X Y X

2

Y

2

XY

1

Adela Rosania

1 10 1 100 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

1 10 1 100 10

3

Ainun Jariyah

1 7 1 49 7

4

Aisyah Nur Firdaus

0 8 0 64 0

5

Al Hisna Fitri Setya Mardina

1 10 1 100 10

6

Alfia Nur Maharani

1 8 1 64 8

7

Aliya Faradila

1 8 1 64 8

8

Dinar Adelia Rahayu Afandi

1 7 1 49 7

9

Dinda Meibyana Candrasari

1 9 1 81 9

10

Fadhilah Halawati Firdaus

1 10 1 100 10

Jumlah ∑ 9 87 9 771 79

Data di atas, dimasukkan ke dalam rumus:

r

XY

= 10 x 79 – 9 x 87 √ (10 x 9 - 9

2

) (10 x 771- 87

2

) r

XY

= 790 – 783

√ (90 - 81) (7710 - 7569) r

XY

= N∑XY – (∑X) (∑Y)

√ {N∑X

2

- (∑X)

2

} {N∑Y

2

- (∑Y)

2

}

r

XY

= 7 = 7

√ 9 x 141 √ 1269

r

XY

= 7 = 0,196

35,623

(12)

c) Validitas item nomor 3

No. Nama X Y X

2

Y

2

XY

1

Adela Rosania

1 10 1 100 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

1 10 1 100 10

3

Ainun Jariyah

0 7 0 49 0

4

Aisyah Nur Firdaus

1 8 1 64 8

5

Al Hisna Fitri Setya Mardina

1 10 1 100 10

6

Alfia Nur Maharani

1 8 1 64 8

7

Aliya Faradila

0 8 0 64 0

8

Dinar Adelia Rahayu Afandi

1 7 1 49 7

9

Dinda Meibyana Candrasari

0 9 0 81 0

10

Fadhilah Halawati Firdaus

1 10 1 100 10

Jumlah ∑ 7 87 7 771 63

Data di atas, dimasukkan ke dalam rumus:

r

XY

= 10 x 63 – 7 x 87 √ (10 x 7 - 7

2

) (10 x 771- 87

2

) r

XY

= 630 – 609

√ (70 - 49) (7710 - 7569) r

XY

= N∑XY – (∑X) (∑Y)

√ {N∑X

2

- (∑X)

2

} {N∑Y

2

- (∑Y)

2

}

r

XY

= 21 = 21

√ 21 x 141 √ 2961

r

XY

= 21 = 0,386

54,415

(13)

d) Validitas item nomor 4

No. Nama X Y X

2

Y

2

XY

1

Adela Rosania

1 10 1 100 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

1 10 1 100 10

3

Ainun Jariyah

1 7 1 49 7

4

Aisyah Nur Firdaus

1 8 1 64 8

5

Al Hisna Fitri Setya Mardina

1 10 1 100 10

6

Alfia Nur Maharani

1 8 1 64 8

7

Aliya Faradila

1 8 1 64 8

8

Dinar Adelia Rahayu Afandi

1 7 1 49 7

9

Dinda Meibyana Candrasari

1 9 1 81 9

10

Fadhilah Halawati Firdaus

1 10 1 100 10

Jumlah ∑ 10 87 10 771 87

Data di atas, dimasukkan ke dalam rumus:

r

XY

= 10 x 87 – 10 x 87 √ (10 x 10 - 10

2

) (10 x 771- 87

2

) r

XY

= 870 – 870

√ (100 - 100) (7710 - 7569) r

XY

= N∑XY – (∑X) (∑Y)

√ {N∑X

2

- (∑X)

2

} {N∑Y

2

- (∑Y)

2

}

r

XY

= 0 = 0

√ 0 x 141 √ 0

r

XY

= 0 = 0, 000

0

(14)

e) Validitas item nomor 5

No. Nama X Y X

2

Y

2

XY

1

Adela Rosania

1 10 1 100 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

1 10 1 100 10

3

Ainun Jariyah

1 7 1 49 7

4

Aisyah Nur Firdaus

1 8 1 64 8

5

Al Hisna Fitri Setya Mardina

1 10 1 100 10

6

Alfia Nur Maharani

1 8 1 64 8

7

Aliya Faradila

1 8 1 64 8

8

Dinar Adelia Rahayu Afandi

1 7 1 49 7

9

Dinda Meibyana Candrasari

1 9 1 81 9

10

Fadhilah Halawati Firdaus

1 10 1 100 10

Jumlah ∑ 10 87 10 771 87

Data di atas, dimasukkan ke dalam rumus:

r

XY

= 10 x 87 – 10 x 87 √ (10 x 10 - 10

2

) (10 x 771- 87

2

) r

XY

= 870 – 870

√ (100 - 100) (7710 - 7569) r

XY

= N∑XY – (∑X) (∑Y)

√ {N∑X

2

- (∑X)

2

} {N∑Y

2

- (∑Y)

2

}

r

XY

= 0 = 0

√ 0 x 141 √ 0

r

XY

= 0 = 0, 000

0

(15)

f) Validitas item nomor 6

No. Nama X Y X

2

Y

2

XY

1

Adela Rosania

1 10 1 100 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

1 10 1 100 10

3

Ainun Jariyah

1 7 1 49 7

4

Aisyah Nur Firdaus

1 8 1 64 8

5

Al Hisna Fitri Setya Mardina

1 10 1 100 10

6

Alfia Nur Maharani

1 8 1 64 8

7

Aliya Faradila

1 8 1 64 8

8

Dinar Adelia Rahayu Afandi

0 7 0 49 0

9

Dinda Meibyana Candrasari

1 9 1 81 9

10

Fadhilah Halawati Firdaus

1 10 1 100 10

Jumlah ∑ 9 87 9 771 80

Data di atas, dimasukkan ke dalam rumus:

r

XY

= 10 x 80 – 9 x 87 √ (10 x 9 - 9

2

) (10 x 771- 87

2

) r

XY

= 800 – 783

√ (90 - 81) (7710 - 7569) r

XY

= N∑XY – (∑X) (∑Y)

√ {N∑X

2

- (∑X)

2

} {N∑Y

2

- (∑Y)

2

}

r

XY

= 17 = 17

√ 9 x 141 √ 1269

r

XY

= 17 = 0,477

35,623

(16)

g) Validitas item nomor 7

No. Nama X Y X

2

Y

2

XY

1

Adela Rosania

1 10 1 100 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

1 10 1 100 10

3

Ainun Jariyah

1 7 1 49 7

4

Aisyah Nur Firdaus

0 8 0 64 0

5

Al Hisna Fitri Setya Mardina

1 10 1 100 10

6

Alfia Nur Maharani

1 8 1 64 8

7

Aliya Faradila

0 8 0 64 0

8

Dinar Adelia Rahayu Afandi

1 7 1 49 7

9

Dinda Meibyana Candrasari

1 9 1 81 9

10

Fadhilah Halawati Firdaus

1 10 1 100 10

Jumlah ∑ 8 87 8 771 71

Data di atas, dimasukkan ke dalam rumus:

r

XY

= 10 x 71 – 8 x 87 √ (10 x 8 - 8

2

) (10 x 771- 87

2

) r

XY

= 710 – 696

√ (80 - 64) (7710 - 7569) r

XY

= N∑XY – (∑X) (∑Y)

√ {N∑X

2

- (∑X)

2

} {N∑Y

2

- (∑Y)

2

}

r

XY

= 14 = 14

√ 16 x 141 √ 2256

r

XY

= 14 = 0,295

47,497

(17)

h) Validitas item nomor 8

No. Nama X Y X

2

Y

2

XY

1

Adela Rosania

1 10 1 100 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

1 10 1 100 10

3

Ainun Jariyah

1 7 1 49 7

4

Aisyah Nur Firdaus

1 8 1 64 8

5

Al Hisna Fitri Setya Mardina

1 10 1 100 10

6

Alfia Nur Maharani

0 8 0 64 0

7

Aliya Faradila

1 8 1 64 8

8

Dinar Adelia Rahayu Afandi

1 7 1 49 7

9

Dinda Meibyana Candrasari

1 9 1 81 9

10

Fadhilah Halawati Firdaus

1 10 1 100 10

Jumlah ∑ 9 87 9 771 79

Data di atas, dimasukkan ke dalam rumus:

r

XY

= 10 x 79 – 9 x 87 √ (10 x 9 - 9

2

) (10 x 771- 87

2

) r

XY

= 790 – 783

√ (90 - 81) (7710 - 7569) r

XY

= N∑XY – (∑X) (∑Y)

√ {N∑X

2

- (∑X)

2

} {N∑Y

2

- (∑Y)

2

}

r

XY

= 7 = 7

√ 9 x 141 √ 1269

r

XY

= 7 = 0,196

35,623

(18)

i) Validitas item nomor 9

No. Nama X Y X

2

Y

2

XY

1

Adela Rosania

1 10 1 100 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

1 10 1 100 10

3

Ainun Jariyah

1 7 1 49 7

4

Aisyah Nur Firdaus

1 8 1 64 8

5

Al Hisna Fitri Setya Mardina

1 10 1 100 10

6

Alfia Nur Maharani

0 8 0 64 0

7

Aliya Faradila

1 8 1 64 8

8

Dinar Adelia Rahayu Afandi

1 7 1 49 7

9

Dinda Meibyana Candrasari

1 9 1 81 9

10

Fadhilah Halawati Firdaus

1 10 1 100 10

Jumlah ∑ 9 87 9 771 79

Data di atas, dimasukkan ke dalam rumus:

r

XY

= 10 x 79 – 9 x 87 √ (10 x 9 - 9

2

) (10 x 771- 87

2

) r

XY

= 790 – 783

√ (90 - 81) (7710 - 7569) r

XY

= N∑XY – (∑X) (∑Y)

√ {N∑X

2

- (∑X)

2

} {N∑Y

2

- (∑Y)

2

}

r

XY

= 7 = 7

√ 9 x 141 √ 1269

r

XY

= 7 = 0,196

35,623

(19)

j) Validitas item nomor 10

No. Nama X Y X

2

Y

2

XY

1

Adela Rosania

1 10 1 100 10

2

Ainia Fielzia Firdaus

1 10 1 100 10

3

Ainun Jariyah

0 7 0 49 0

4

Aisyah Nur Firdaus

1 8 1 64 8

5

Al Hisna Fitri Setya Mardina

1 10 1 100 10

6

Alfia Nur Maharani

1 8 1 64 8

7

Aliya Faradila

1 8 1 64 8

8

Dinar Adelia Rahayu Afandi

0 7 0 49 0

9

Dinda Meibyana Candrasari

1 9 1 81 9

10

Fadhilah Halawati Firdaus

1 10 1 100 10

Jumlah ∑ 8 87 8 771 73

Data di atas, dimasukkan ke dalam rumus:

r

XY

= 10 x 73 – 8 x 87 √ (10 x 8 - 8

2

) (10 x 771- 87

2

) r

XY

= 730 – 696

√ (80 - 64) (7710 - 7569) r

XY

= N∑XY – (∑X) (∑Y)

√ {N∑X

2

- (∑X)

2

} {N∑Y

2

- (∑Y)

2

}

r

XY

= 34 = 34

√ 16 x 141 √ 2256

r

XY

= 34 = 0, 716

47,497

(20)

Dari hasil penghitungan validitas per item di atas, dan dengan mengacu pada penafsiran harga koefisien, maka penganalisis menginterpretasikan korelasinya sebagai berikut:

No. No. Item Validitas Keterangan

1 1 0,176 Sangat rendah

2 2 0,196 Sangat rendah

3 3 0,386 Rendah

4 4 0,000 Sangat rendah

5 5 0,000 Sangat rendah

6 6 0,477 Cukup

7 7 0,295 Rendah

8 8 0,196 Sangat rendah

9 9 0,196 Sangat rendah

10 10 0,716 Tinggi

Keterangan interpretasi besarnya koefisian korelasi:

- Antara 0,800 – 1,00 : sangat tinggi - Antara 0,600 – 0,800 : tinggi - Antara 0,400 – 0,600 : cukup - Antara 0,200 – 0,400 : rendah

- Antara 0,000 - 0,200 : sangat rendah.

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum validitas soal tersebut sangat rendah dalam mengukur kemampuan siswa.

3. Tingkat Reliabilitas

Dalam analisis reliabilitas ini, penganalisis menggunakan metode belah dua, karena soal tes hanya diujikan satu kali, dan disebut juga single test – single trial method. Penganalisis menggunakan rumus Spearman- Brown sebagai berikut :

r

11

= 2 r

½ ½

(1+ r

½ ½

)

(21)

Di mana :

r

½ ½

= korelasi antar skor-skor setiap belahan tes r

11

= koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan

Perhitungan reliabilitas dengan pembelahan awal - akhir:

No. Nama Nomor Item Soal 1,2,3,4,5 6,7,8,9,10

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Skor Total

Awal (X)

Akhir (Y)

1

Adela Rosania

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 20 20

2

Ainia Fielzia

Firdaus

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 20 20

3

Ainun Jariyah

0 4 0 4 4 4 4 4 4 0 28 12 16

4

Aisyah Nur

Firdaus

4 0 4 4 4 4 0 4 4 4 32 16 16

5

Al Hisna Fitri

Setya Mardina

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 20 20

6

Alfia Nur

Maharani

4 4 4 4 4 4 4 0 0 4 32 20 12

7

Aliya Faradila

4 4 0 4 4 4 0 4 4 4 32 16 16

8

Dinar Adelia

Rahayu Afandi

0 4 4 4 4 0 4 4 4 0 28 16 12

9

Dinda

Meibyana Candrasari

4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 36 16 20

10

Fadhilah

Halawati Firdaus

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 20 20

Metode Spearman-Brown :

∑X = 176 ∑X

2

= 3.168

∑Y = 172 ∑Y

2

= 3.056 ∑XY = 3056

Kemudian, dimasukkan dengan rumus Spearman-Brown diperoleh

r

11

= 10 x 3056 – 176 x 172 = 288 = 288

√{10 x 3168 - 176

2

} {10 x 3056 - 172

2

} √{704} x{ 976} √

(22)

= 288 = 0,347 828,91

Nilai reliabilitas yang diperoleh sebesar 0,347. Sedangkan menurut Djiwandono

4

nilai 0,347 menunjukkan tingkat reliabilitas tes ini rendah.

4. Tingkat Kesulitan (Difficulty Level)

Untuk menghitung taraf/tingkat kesukaran soal dari suatu tes dipergunakan rumus sebagai berikut

5

:

Keterangan :

TK = indeks TK atau tingkat kesukaran yang dicari

U = jumlah siswa yang termasuk kelompok pandai (upper group) yang menjawab benar untuk tiap soal.

L = jumlah siswa yang termasuk kelompok kurang (lower group) yang menjawab benar untuk tiap soal.

T = jumlah siswa dari kelompok pandai dan kelompok kurang (jumlah upper group dan lower group).

Dari table nilai per individu, maka disusunlah upper group dan lower group berikut:

4 M. Soenardi Djiwandono, Tes bahasa dalam pengajaran, Penerbit ITB, Bandung, 1996.

5 Drs. M. Ngalim Purwanto, MP. Prinsip-Prinsip dan teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung. PT: Remaja Rosdakarya. 2012.

TK = U + L

T

(23)

Nama Siswa

Nomor Item Soal

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

L

Aisyah Nur Firdaus

4 0 4 4 4 4 0 4 4 4

O

Alfia Nur Maharani

4 4 4 4 4 4 4 0 0 4

W

Aliya Faradila

4 4 0 4 4 4 0 4 4 4

E

Dinar Adelia Rahayu

Afandi

0 4 4 4 4 0 4 4 4 0

R

Ainun Jariyah

0 4 0 4 4 4 4 4 4 0

JUMLAH L : 3 4 3 5 5 4 3 4 4 3

Dari data di atas maka dicari tingkat kesulitannya sebagai berikut:

No. Soal

Jumlah jawaban benar Upper

Group (U)

Jumlah jawaban benar Lower

Group (L)

Jumlah (U+L) Diff. Level (TK) Keterangan

1 5 3 8 0,8 -

2 5 4 9 0,9 revisi

3 4 3 7 0,7 -

4 5 5 10 1 revisi

5 5 5 10 1 revisi

Nama Siswa

Nomor Item Soal

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

U

Adela Rosania

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

P

Ainia Fielzia Firdaus

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

P

Al Hisna Fitri Setya

Mardina

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

E

Fadhilah Halawati

Firdaus

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

R

Dinda Meibyana

Candrasari

4 4 0 4 4 4 4 4 4 4

JUMLAH U : 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5

(24)

7 5 3 8 0,8 -

8 5 4 9 0,9 revisi

9 5 4 9 0,9 revisi

10 5 3 8 0,8 -

Keterangan klasifikasi indeks kesukaran:

- Soal dengan indeks kesukaran 0,00 – 0,30 : sulit - Soal dengan indeks kesukaran 0,30 – 0,70 : sedang - Soal dengan indeks kesukaran 0,70 – 1,00 : mudah

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum tingkat kesulitan soal tersebut terlalu mudah, sehingga perlu diperbaiki.

5. Tingkat Daya Beda (Discriminating Power)

Daya pembeda suatu soal tes dapat dihitung dengan menggunakan rumus seperti berikut

6

:

Keterangan :

DP = indeks DP atau daya pembeda yang dicari

U = jumlah siswa yang termasuk kelompok pandai (upper group) yang menjawab benar untuk tiap soal.

L = jumlah siswa yang termasuk kelompok kurang (lower group) yang menjawab benar untuk tiap soal.

T = jumlah siswa dari kelompok pandai dan kelompok kurang (jumlah upper group dan lower group).

Dari table nilai per individu, maka disusunlah upper group dan lower group berikut:

6 Ibid, hlm: 120.

DP = U – L

½ T

(25)

Nama Siswa

Nomor Item Soal

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

U

Adela Rosania

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

P

Ainia Fielzia Firdaus

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

P

Al Hisna Fitri Setya

Mardina

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

E

Fadhilah Halawati

Firdaus

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

R

Dinda Meibyana

Candrasari

4 4 0 4 4 4 4 4 4 4

JUMLAH U : 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5

Nama Siswa

Nomor Item Soal

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

L

Aisyah Nur Firdaus

4 0 4 4 4 4 0 4 4 4

O

Alfia Nur Maharani

4 4 4 4 4 4 4 0 0 4

W

Aliya Faradila

4 4 0 4 4 4 0 4 4 4

E

Dinar Adelia Rahayu

Afandi

0 4 4 4 4 0 4 4 4 0

R

Ainun Jariyah

0 4 0 4 4 4 4 4 4 0

JUMLAH L : 3 4 3 5 5 4 3 4 4 3

Dari data di atas maka dicari daya bedanya sebagai berikut:

No. Soal

Jumlah jawaban benar Upper

Group (U)

Jumlah jawaban benar Lower

Group (L)

Selisih (U-L) Disc. Power (DP) Keterangan

1 5 3 2 0,4 -

2 5 4 1 0,2 -

3 4 3 1 0,2 -

4 5 5 0 0 revisi

5 5 5 0 0 revisi

(26)

7 5 3 2 0,4 -

8 5 4 1 0,2 -

9 5 4 1 0,2 -

10 5 3 2 0,4 -

Keterangan klasifikasi indeks daya beda:

- Soal dengan indeks daya beda 0,50 atau lebih : baik - Soal dengan indeks daya beda 0,20 – 0,50 : sedang - Soal dengan indeks daya beda di bawah 0,20 : kurang - Soal dengan indeks daya beda 0 : tidak ada

diskriminasi

- Soal dengan indeks daya beda negatif (-) : negatif

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum daya beda soal tersebut termasuk kategori sedang, sehingga sebagian besar dari 10 butir tes tersebut dapat dipertahankan penggunaannya.

.

6. Tingkat Distraktor/ Pengecoh

Distraktor/ pengecoh berfungsi dengan baik atau tidak bisa diketahui dari pola jawaban soal yaitu distribusi testee dalam hal menentukan pilihan jawaban pada soal bentuk pilihan ganda. Pola jawaban soal diperoleh dengan menghitung banyaknya testee yang memilih jawaban a, b, c, atau d, atau yang tidak memilih pilihan manapun (Omit) disingkat O.

7

Berdasarkan data analisis item di atas, diketahui pola jawaban siswa sebagai berikut:

7Suharsimi Arikunto. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2009). Hlm. 219.

(27)

1. Pilihan ganda dengan 4 alternatif jawaban untuk 1 soal

No.

Soal

Kelompok Pemilih

Pilihan Jawaban Jumlah

A B C D O

1. Atas 0 5*) 0 0 0 5

Bawah 1 3 1 0 0 5

2. Atas 5*) 0 0 0 0 5

Bawah 4 1 0 0 0 5

3. Atas 0 1 4*) 0 0 5

Bawah 1 1 3 0 0 5

4. Atas 0 5*) 0 0 0 5

Bawah 0 5 0 0 0 5

5. Atas 0 0 0 5*) 0 5

Bawah 0 0 0 5 0 5

Dengan melihat pola jawaban siswa, maka dapat diketahui tingkat ksulitan soal, daya pembeda soal dan baik tidaknya distraktor

8

yang akan dijabarkan oleh penganalisis dalam tabel berikut:

No.

Soal

Tingkat Kesulitan

Daya Pembeda

Distraktor (pengecoh) Omit

1 P = 8 = 0,8 10

D = P

A

-P

B

= 5 – 3 = 2 10 10 10 = 0,2

Semua distraktornya blm berfungsi dengan baik karena belum dipilih oleh lebih dari 5% pengikut tes

Baik karena tidak lebih dari 10%

pengikut tes.

2 P = 9 = 0,9 10

D = P

A

-P

B

= 5 – 4 = 1 10 10 10 = 0,1

Semua distraktornya blm berfungsi dengan baik karena belum dipilih oleh lebih dari

Baik karena tidak lebih dari 10%

pengikut

(28)

5% pengikut tes tes.

3 P = 7 = 0,7 10

D = P

A

-P

B

= 4 – 3 = 1 10 10 10 = 0,1

Semua distraktornya blm berfungsi dengan baik karena belum dipilih oleh lebih dari 5% pengikut tes

Baik karena tidak lebih dari 10%

pengikut tes.

4 P = 10 = 1 10

D = P

A

-P

B

= 5 – 5 = 0 10 10 10 = 0

Semua distraktornya blm berfungsi dengan baik karena belum dipilih oleh lebih dari 5% pengikut tes

Baik karena tidak lebih dari 10%

pengikut tes.

5 P = 10 = 1 10

D = P

A

-P

B

= 5 – 5 = 0 10 10 10 = 0

Semua distraktornya blm berfungsi dengan baik karena belum dipilih oleh lebih dari 5% pengikut tes

Baik karena tidak lebih dari 10%

pengikut tes.

2. Pilihan ganda dengan 8 alternatif jawaban untuk 6 soal (menjodohkan)

No.

Soal

Kelompok Pemilih

Pilihan Jawaban Jumlah

O

6 Atas 5*) 5

Bawah 4 1 5

7 Atas 5*) 5

Bawah 3*) 2 5

8 Atas 5*) 5

Bawah 4 1 5

9 Atas 5*) 5

Bawah 4 1 5

10 Atas 5*) 5

Bawah 1 1 3 5

(29)

Dengan melihat pola jawaban siswa, maka dapat diketahui tingkat ksulitan soal, daya pembeda soal dan baik tidaknya distraktor

9

yang akan dijabarkan oleh penganalisis dalam tabel berikut:

No.

Soal

Tingkat Kesulitan

Daya Pembeda

Distraktor (pengecoh) Omit

1 P = 9 = 0,9 10

D = P

A

-P

B

= 5 – 4 = 1 10 10 10 = 0,1

Semua distraktornya blm berfungsi dengan baik karena belum dipilih oleh lebih dari 5% pengikut tes

Baik karena tidak lebih dari 10%

pengikut tes.

2 P = 8 = 0,8 10

D = P

A

-P

B

= 5 – 3 = 2 10 10 10 = 0,2

Semua distraktornya blm berfungsi dengan baik karena belum dipilih oleh lebih dari 5% pengikut tes

Tidak baik karena lebih dari 10%

pengikut tes.

3 P = 9 = 0,9 10

D = P

A

-P

B

= 5 – 4 = 1 10 10 10 = 0,1

Semua distraktornya blm berfungsi dengan baik karena belum dipilih oleh lebih dari 5% pengikut tes

Baik karena tidak lebih dari 10%

pengikut tes.

4 P = 9 = 1 10

D = P

A

-P

B

= 5 – 4 = 1 10 10 10 = 0,1

Semua distraktornya blm berfungsi dengan baik karena belum dipilih oleh lebih dari 5% pengikut tes

Baik karena tidak lebih dari 10%

pengikut tes.

5 P = 8 = 0,8 10

D = P

A

-P

B

= 5 – 3 = 2 10 10 10 = 0,2

Semua distraktornya blm berfungsi dengan baik karena belum dipilih oleh lebih dari 5% pengikut tes

Baik karena tidak lebih dari 10%

pengikut

tes.

(30)

Dari kedua tabel di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum tingkat distraktor/ pengecoh soal tersebut termasuk belum berfungsi dengan baik, karena masih ada distraktor/ pengecoh yang tidak dipilih sama sekali oleh peserta tes, sehingga perlu diganti dengan distraktor/

pengecoh yang lebih mempunyai daya tarik untuk dipilih.

C. PENUTUP 1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis kami, maka soal mata pelajaran Bahasa Arab untuk kemahiran menulis yang telah diujikan di kelas II semester ganjil pada Ulangan Akhir Diniyyah Ar Rohmah Putri Malang ini dapat kami simpulkan:

a. Nilai validitas yang diperoleh dari sebagian besar 10 butir soal tes tersebut sangat rendah.

b. Nilai reliabilitas yang diperoleh sebesar 0,347. Sedangkan menurut Djiwandono

10

nilai 0,347 menunjukkan tingkat reliabilitas soal tes ini rendah.

c. Tingkat Kesulitan (Difficulty Level) dari sebagian besar 10 butir soal tes tersebut terlalu mudah, sehingga perlu diperbaiki.

d. Tingkat Daya Beda (Discriminating Power) dari sebagian besar 10 butir soal tes tersebut termasuk kategori sedang, sehingga masih dapat dipertahankan penggunaannya.

e. Tingkat Distraktor/ Pengecoh dari sebagian besar 10 butir soal tes tersebut tersebut termasuk belum berfungsi dengan baik, karena masih ada distraktor/ pengecoh yang tidak dipilih sama sekali oleh peserta tes, sehingga perlu diganti dengan distraktor/ pengecoh yang lebih mempunyai daya tarik untuk dipilih.

10 M. Soenardi Djiwandono, Tes bahasa dalam pengajaran, Penerbit ITB, Bandung, 1996.

(31)

2. Saran

Tidak ada usaha guru yang lebih baik selain usaha untuk selalu meningkatkan mutu tes yang disusunnya. Namun hal ini dilaksanakan karena kecenderungan seseorang untuk beranggapan bahwa yang menjadi hasil karyanya adalah yang terbaik, atau setidak-tidaknya sudah cukup baik.

Guru yang sudah banyak berpengalaman, mengajar dan menyusun soal-soal tes, juga masih sukar menyadari bahwa tesnya belum sempurna.

Oleh karena itu cara yang paling baik adalah secara jujur melihat hasil yang diperoleh oleh siswa. Ada 3 point yang perlu digaris bawahi antara lain :

a. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak pula terlalu sulit. karena kalau soal yang kita buat terlalu mudah tidak akan merengsang siwa untuk mempertinggi usaha memecahkannya. Dan apabila soalnya terlalu sukar akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi karena susah untuk dicapainya.

b. Kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah) dapat kita ketahui dengan mengetahui daya pembeda.

c. Dari pola jawaban soal dapat ditentukan apakah penngecoh

(distractor) berfungsi sebagi pengecoh dengan baik atau tidak. Sebuah

distractor dikatakan baik apabila distaktor tersebut mempunyai daya

tarik yang besar bagi pengikut-pengikut tes yang kurang menguasai

konsep atau kurang menguasai bahan.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pemantauan peneliti yang dilihat di lapangan yang di peroleh sebagian mahasiswa masih rendahnya kemampuan renang gaya dada baik sewaktu dalam perkuliahan maupun pada

Pemeriksaan ANC terpadu merupakan upaya preventif untuk memantau kemajuan kehamilan dan mendeteksi komplikasi, sebagian besar kehamilan dan persalinan merupakan kejadian

Semakin cocok strategi pembelajaran ( treatment ) yang diterapkan guru dengan perbedaan kemampuan ( aptitude ) siswa semakin baik pula hasil belajar siswa yang

Mengetahui manfaat belajar bahasa Arab (angket item 20).. Tabel di atas menunjukkan bahwa 0% peserta didik menyatakan mengetahui manfaat belajarbahasa Arab, peserta didik

Pengolahan data yang diperoleh dari tes hasil belajar (tes uraian) dengan jumlah soal 6 nomor, didapatkan hasil belajar matematika peserta didik yang diajar

Sebagian besar responden mempunyai kepatuhan minum obat yang kurang yaitu sebanyak 48 responden (54,5%), sebagian besar responden mengalami periode kekambuhan

memiliki ukuran partikel dalam kisaran 7-10 nm. Serbuk Al dan campuran Zr diaktivasi secara mekanis dengan ball milling. Fraksi volume yang digunakan dalam komposit Al

metode pembelajaran scramble, kedua kelompok diberi tes hasil belajar berupa post test. Hasil dari tes hasil belajar kedua kelompok dilakukan uji normalitas, uji