OSK Fisika 2018 Number 1 BESARAN PLANCK
Pada tahun 1899 Max Planck memperkenalkan suatu sistem satuan iniversal sehingga besaran-besaran fisika dapat dinyatakan dalam tiga satuan Planck yaitu massa Planck πP, panjang Planck πΏP, dan waktu Planck πP. Ketiga satuan Planck tersebut dapat dinyatakan dalam tiga konstanta alamiah dalam mekanika kuantum serta dalam teori relativitas khusus dan relativitas umum yaitu konstanta Planck tereduksi β = β/2π = 1,05 Γ 10β34Js, kelajuan cahaya dalam ruang hampa π = 3 Γ 108m/s, dan konstanta umum gravitasi πΊ = 6,67 Γ 10β11Nm2kgβ2. Ketiga satuan Planck ini πP, πΏP, dan πP dapat dituliskna dalam bentuk :
οΆ πP = πP(β, π, πΊ)
οΆ πΏP= πΏP(β, π, πΊ)
οΆ πP = πP(β, π, πΊ)
a. Tentukan bentuk akhir dari tiga persamaan di atas yang menampilkan secara eksplisit ketergantungan πP, πΏP, dan πP kepada β, π, dan πΊ.
b. Hitung nilai numerik dari ketiga satuan Planck di atas πP, πΏP, dan πP dalam sistem Satuan Internasional (SI).
Selanjutnya dengan menggunakan satuan Planck di atas dapat pula dibentuk 4 macam satuan Planck lainnya yaitu energi Planck πΈP = πPπ2, kecepatan Planck π£P = πΏP/πP, percepatan Planck πP = πΏP/πP2, dan rapat massa Planck πP = πP/πΏP2.
c. Hitung nilai numerik πΈP, π£P, πP, dan πP dalam satuan SI.
Pembahasan :
a. Untuk menemukan hubungan satuan Planck dengan besaran-besaran yang diminta, kita bisa menggunakan analisis dimensi. Berikut dimensi masing-masing besaran πP = π β = ππΏ2πβ1
πΏP= πΏ π = πΏπβ1 πP = π πΊ = πβ1πΏ3πβ2
Dalam analisis dimensi akan ada kosntanta tanpa dimensi ikut dalam persamaan kita.
Namun di sini, nilai konstanta ini bisa kita asumsikan bernilai 1 karena hubungan besaran yang kita analisis adalah sebuah satuan.
Untuk Massa Planck πP = βπ₯ππ¦πΊπ§
π = (ππΏ2πβ1)π₯(πΏπβ1)π¦(πβ1πΏ3πβ2)π§ π = ππ₯βπ§πΏ2π₯+π¦+3π§πβπ₯βπ¦β2π§
Dari kesamaan pangkat untuk suku di sebelah kanan dan kiri akan kita dapatkan 1 = π₯ β π§ β¦ (1)
2π₯ + π¦ + 3π§ = 0 β¦ (2)
βπ₯ β π¦ β 2π§ = 0 β¦ (3)
Dari penjumlahan persamaan (2) dan (3) kita dapatkan π₯ + π§ = 0 βΉ π₯ = βπ§
Maka dari persamaan (1) akan kita dapat 1 = βπ§ β π§ = β2π§ βΉ π§ = β1
2 dan π₯ = 1 2
Kemudian akan kita dapatkan pula dari persamaan (3) π¦ = βπ₯ β 2π§ = β1
2β (β1
2) βΉ π¦ =1 2 Maka massa Planck akan berbentuk πP = β12π12πΊβ12 βΉ πP = ββπ
πΊ Untuk Panjang Planck
πΏP= βπ₯ππ¦πΊπ§
πΏ = ππ₯βπ§πΏ2π₯+π¦+3π§πβπ₯βπ¦β2π§
Dari kesamaan pangkat kita dapatkan persamaan berikut π₯ β π§ = 0 βΉ π₯ = π§ β¦ (4)
2π₯ + π¦ + 3π§ = 1 β¦ (5)
βπ₯ β π¦ β 2π§ = 0 β¦ (6)
Dari persamaan (4) dan (6) kita peroleh
βπ₯ β π¦ β 2π₯ = 0 βΉ π¦ = β3π₯
Maka dari persamaan (5) akan kita dapatkan 2π₯ + (β3π₯) + 3π₯ = 1 βΉ π₯ =1
2= π§ dan π¦ = β3 2 Maka panjang Planck akan berbentuk
πΏP= β12πβ32πΊ12 βΉ πΏP = ββπΊ π3 Untuk Waktu Planck
πP = βπ₯ππ¦πΊπ§
π = ππ₯βπ§πΏ2π₯+π¦+3π§πβπ₯βπ¦β2π§
Dari kesamaan pangkat kita dapatkan persamaan berikut π₯ β π§ = 0 βΉ π₯ = π§ β¦ (7)
2π₯ + π¦ + 3π§ = 0 β¦ (8)
βπ₯ β π¦ β 2π§ = 1 β¦ (9)
Dari persamaan (7) dan (8) kita peroleh 2π₯ + π¦ + 3π₯ = 0 βΉ π¦ = β5π₯
Maka dari persamaan (9) akan kita dapatkan
βπ₯ β (β5π₯) β 2π₯ = 1 βΉ π₯ =1
2= π§ dan π¦ = β5 2 Maka waktu Planck akan berbentuk
πP = β12πβ52πΊ12 βΉ πP = ββπΊ π5
b. Dengan memasukkan nilai numerik β, π, dan πΊ akan kita dapatkan nilai numerik dari masing-masing satuan Planck
Massa Planck πP = ββπ
πΊ = β(1,05 Γ 10β34)(3 Γ 108)
6,67 Γ 10β11 β β4,72 Γ 10β16
tadi kita nggak boleh pakai kalkulator kan ya... terus gimana dong cara menghitung akar untuk angka yang kurang enak? Tenang teman-teman, setiap kesulitaan pasti ada jalan keluar. Ada yang namanya metode hampiran, silahkan pelajari secara lengkap di buku kalkulus bab tentang aplikasi diferensial. Intinya adalah, kita bisa mendekati akar suatu bilangan dari akar suatu bilangan lain yang diketahui akarnya. Rumusnya adalah sebagai berikut, misalkan kita ingin mencari akar nilangan π», maka
βπ» β βπ₯ + ππ₯
βπ» adalah nilai akar yang kita cari, π₯ adalah bilangan terdekat dari π» yang nilainya rasional, dan ππ₯ pergeseran dari nilai π₯. Rumus ππ₯ adalah
ππ₯ = 1
2βπ₯Ξπ₯ dengan Ξπ₯ = π» β π₯
Baik mari kita coba gunakan untuk π» = 4,72. Nilai π₯ yang terdekat adalah 4 maka Ξπ₯ = 4,72 β 4 = 0,72
ππ₯ β 1
2β4Γ 0,72 = 0,18
β4,72 β β4 + 0,18 = 2,18
Jika menggunakan kalkulator hasil yang kita dapatkan adalah β4,72 β 2,172556 β¦ Hasilnya mendekati kan. Karena kita gak boleh pakai kalkulator kita pakai hasil yang dari hampiran
πP β 2,18 Γ 10β8 kg dari kalkulator πPβ 2,172 Γ 10β8 kg Panjang Planck
πΏP= ββπΊ
π3 = β(1,05 Γ 10β34)(6,67 Γ 10β11)
(3 Γ 108)3 β β3,7 Γ 10β70 Dengan metode hampiran seperti sebelumnya kan kita dapatkan
πΏP β 1,925 Γ 10β35 m dari kalkulator πΏP β 1,923 Γ 10β35 m Waktu Planck
πP = ββπΊ
π5 = β(1,05 Γ 10β34)(6,67 Γ 10β11)
(3 Γ 108)5 β β28,82 Γ 10β98
Dengan metode hampiran akan kita dapatkan
πP β 5,382 Γ 10β49 s dari kalkulator πP β 5,374 Γ 10β49 s c. Energi Planck
πΈP = πππ2 = (2,18 Γ 10β8)(3 Γ 108)2 βΉ πΈP = 1,962 Γ 109 J Kecepatan Planck
π£P= πΏπ
ππ =1,925 Γ 10β35
5,382 Γ 10β49βΉ π£P = 3,58 Γ 1013 m/s Percepatan Planck
πP = πΏπ
ππ2= 1,925 Γ 10β35
(5,382 Γ 10β49)2 βΉ πP = 6,645 Γ 1061 m/s2 Rapat Massa Planck
πP= ππ
πΏπ3 = 2,18 Γ 10β8
(1,925 Γ 10β35)3 βΉ πP= 3,056 Γ 1096 kg/m3 OSK Fisika 2018 Number 2 GERAK PARABOLA
Sebuah peluru ditembakkan ke atas dengan kecepatan awal dan sudut elevasi tertentu dari permukaan tanah. Ketika peluru tersebut berada di ketinggian π»1 untuk pertama dan kedua kalinya, selang waktu antara keduanya adalah π1, sedangkan ketika peluru tersebut berada ketinggian π»2 untuk pertama dan kedua kalinya, selang waktu antara keduanya adalah π2. Asumsikan π»2 > π»1 dan π1 > π2. Tentukan :
a. Selang waktu ketika peluru tersebut berada di ketinggian π»3 untuk pertama dan kedua kalinya, dinyatakan dalam π»1, π»2, π»3, π1 dan π2
b. Syarat untuk π»3 (dinyatakan dalam π»1, π»2, π1 dan π2) agar selang waktu pada soal a ada nilainya.
Pembahasan :
a. π»3 bisa berada di ketinggian berapa saja. Kita tinjau untuk π»3 > π»2 > π»1. Sebenarnya dimanapun pemilihan posisi π»3, hasilnya akan tetap sama. Lintasan gerak peluru adalah sebagai berikut
π¦
π₯ π»1
π»2 π»3 π1 π2 π3
Misalkan kecepatan ketika peluru berada di ketinggian untuk komponen vertikal adalah π£1π¦. Perhatikan gambar di atas! Jika selang waktu π1 adalah Selang waktu ketika peluru tersebut berada di ketinggian π»1 untuk pertama dan kedua kalinya, maka selang waktu ketika peluru berada di ketinggian π»1 untuk pertama kalinya sampai mencapai titik tertinggi adalah π1/2. Ketika berada di titik tertinggi, kecepatan peluru arah vertikal bernilai nol, maka
π£π¦ = 0 = π£1π¦βππ1
2 βΉ2π£1π¦
π = π1β¦ (1)
Kita tinjau posisi peluru untuk arah vertikal relatif terhadap titik di ketinggian π»1. Waktu untuk mencapai posisi di ketinggian π»2 adalah
π»2β π»1 = π£1π¦π‘ β1 2ππ‘2 π‘2β2π£1π¦
π π‘ +2(π»2β π»1)
π = 0
Subtitusi persamaan (1) π‘2β π1π‘ +2(π»2β π»1)
π = 0
Solusi untuk π‘ di atas ada dua yaitu
π‘ =
π1 β βπ12β8(π»2β π»1) π
2 dan π‘β²=
π1+ βπ12β8(π»2β π»1) π 2
Untuk π‘ adalah selang waktu dari posisi ketinggian π»1 untuk pertama kali sampai ke posisi ketinggian π»2 untuk pertama kali. Sedangkan π‘β² adalah selang waktu dari posisi ketinggian π»1 untuk pertama kali sampai ke posisi ketinggian π»2 untuk pertama kedua kalinya. Maka selisih antara π‘β² dan π‘ adalah π2 atau
π‘β²β π‘ = π2
π1 + βπ12β8(π»2β π»1) π
2 β
π1β βπ12β8(π»2β π»1) π
2 = π2
βπ12β8(π»2 β π»1) π = π2 π12β8(π»2β π»1)
π = π22 π12β π22 = 8(π»2β π»1)
π βΉ π =8(π»2β π»1) π12β π22 β¦ (2)
Dengan cara yang sama untuk posisi di ketinggian π»1 dan π»3 akan kita dapatkan π =8(π»3β π»1)
π12β π32 β¦ (3)
Persamaan (3) sama dengan persamaan (2)
8(π»2β π»1)
π12β π22 = 8(π»3β π»1) π12β π32
π12β π32 = (π12β π22)π»3β π»1 π»2β π»1 π32 = π12β (π12β π22)π»3β π»1 π»2β π»1 π32 = π12(1 βπ»3β π»1
π»2β π»1) + π22(π»3β π»1 π»2β π»1) π32 = βπ12(π»3β π»2
π»2β π»1) + π22(π»3β π»1 π»2β π»1) π32 =π22(π»3β π»1) β π12(π»3β π»2)
π»2β π»1
π3 = βπ22(π»3β π»1) β π12(π»3β π»2) π»2β π»1
b. Agar π3 memiliki nilai atau kalau kata soal ada nilainya, dia haruslah berupa bilangan real. Agar π3 merupakan bilangan real, suku di dalam akar haruslah lebih besar dari nol
π22(π»3β π»1) β π12(π»3β π»2) π»2 β π»1 > 0 π22π»3β π22π»1 > π12π»3β π12π»2
(π12β π22)π»3 < π12π»2β π22π»1 βΉ π»3 <π12π»2β π22π»1 π12β π22 OSK Fisika 2018 Number 3 BOLA BERONGGA
Sebuah bola berongga berdinding tebal dimana jari-jari dinding luar dan dalamnya masing-masing adalah π 0 dan π 1. Densitas bola pada π 1 < π < π 0 dianggap homogen, yaitu π. Bola menggelinding ke bawah tanpa slip dari keadaan diam pada suatu bidang miring dan kecepatannya ketika mencapai dasar bidang miring adalah π£0. Bila bidang miringnya licin dan bola menuruni bidang miring dari keadaan dan posisi yang sama seperti sebelumnya, maka kecepatannya saat mencapai dasar bidang miring menjadi 5π£0/4. Tentukan :
a. Jari-jari girasi bola berongga tersebut terhadap sumbu yang melalui pusat bola.
b. Perbandingan nilai π 1/π 0 dan
c. Perbandingan volume rongga bola terhadap volume total bola
Petunjuk : Untuk polinom 13π₯5β 45π₯2 + 32 = 0, salah satu solusinya adalah π₯ = 1,215 Pembahasan :
a. Jari-jari girasi adalah jari-jari yang digunakan pada momen inersia jika benda tegar yang kita tinjau dianggap sebagai massa titik. Oleh karena itu kita perlu meninjau
moen inersia bola berongga tebal ini terkebih dahulu. Momen inersia untuk kulit bola tipis terhadap sumbu rotasi yang melalui pusatnya adalah
πΌ0 =2 3ππ 2
Sekarang kita tinjau suatu elemen kulit bola tipis setebal ππ yang berjarak π dari pusat bola dimana π 1 < π < π 0.
Luas permukaan elemen kulit bola ini adalah 4ππ2. Karena kulit bola ini sangat tipis, luas permukaan luar dan dalamnya bisa kita asumsikana sama, maka volume kulit bola ini adalah ππ = 4ππ2ππ. Massa elemen kulit bola ini adalah
ππ = πππ = 4πππ2ππ
Massa total bola berongga ini adalah
β« ππ
π 0
= β« 4πππ2ππ
π 0
π 1
π = 4ππ β« π2ππ
π 0 π 1
=4
3ππ(π 03β π 13)
Momen inersia kulit bola ini terhadap sumbu rotasi yang melalui pusatnya adalah ππΌ =2
3πππ2 ππΌ =8
3πππ4ππ
β« ππΌ
πΌ 0
=8
3ππ β« π4ππ
π 0
π 1
πΌ =8 3ππ1
5(π 05β π 15) βΉ πΌ = 8
15ππ(π 05β π 15)
Jika bola berongga bendinding tebal ini dianggap sebagai massa titik, jari-jari girasi nya atau π πΊ adalah
ππ πΊ2 = 8
15ππ(π 05β π 15)
π ππ π 0
π 1 elemen kulit
bola tipis
4
3ππ(π 03β π 13)π πΊ2 = 8
15ππ(π 05β π 15) π πΊ2 =2(π 05β π 15)
5(π 03β π 13)βΉ π πΊ = β2(π 05β π 15) 5(π 03β π 13)
b. Pertama kita tinjau kondisi ketika bola menggelinding tanpa slip. Karena bola menggelinding tanpa slip, ketik sampai di dasar bidang miring, bola bergerak translasi dengan kecepatan π£0 dan rotasi dengan kecepatan sudut π.
Menggunakan Hukum Kekekalan Energi Mekanik akan kita dapatkan ππβ =1
2ππ£02+1 2πΌπ2
Karena bola menggelinding tanpa slip maka π = π£0/π 0 4
3ππ(π 03β π 13)πβ =1 2
4
3ππ(π 03β π 13)π£02+1 2
8
15ππ(π 05β π 15) (π£0 π 0)
2
πβ =1
2π£02 +1 5
π 05β π 15
(π 03β π 13)π 02π£02β¦ (1)
Berikutnya kita tinjau kondisi ketika bidang miring licin. Karena bidang miring licin, maka tidak ada gaya gesek dan tidak tidak ada torsi yang menyebabkan bola berotasi, jadi ketika sampai di dasar bidang miring, bola hanya murni bergerak translasi dengan kecepatan 5π£0/4.
Menggunakan Hukum Kekekalan Energi Mekanik akan kita dapatkan ππβ =1
2π (5π£0 4 )
2
βΉ πβ =25
32π£02β¦ (2)
π π
π£0 β
π
5π£0 4 β
Persamaan (1) sama dengan persamaan (2) 25
32π£02 =1
2π£02+1 5
π 05β π 15
(π 03β π 13)π 02π£02 25
32=1 2+1
5
π 05β π 15 (π 03β π 13)π 02 9
32= π 05 β π 15 5(π 05β π 13π 02)
45π 05β 45π 13π 02 = 32π 05β 32π 15 13π 05β 45π 13π 02+ 32π 15 = 0| Γ 1
π 15 13 (π 0
π 1)
5
β 45 (π 0 π 1)
2
+ 32 = 0
Persamaan terkahir ini analog dengan bentuk polinom yang diberikan petunjuk yaitu 13π₯5 β 45π₯2 + 32 = 0
Maka solusinya adalah π 0
π 1 = 1,215 = 1215 1000βΉπ 1
π 0 = 1000
1215βΉ π 1
π 0 = 200
243= 0,823 Alterntif Solusi Untuk Bagian a
kita bisa mencari jari-jari girasi dengan cara yang lebih mudah. Untuk persamaan energi sistem dari kondisi awal sampai ketika tiba di dasar bidang miring akan berbentuk
ππβ =1
2ππ£02+1
2ππ πΊ2π2
Untuk kasus pertama berlaku π = π£0/π 0 ππβ =1
2ππ£02+1
2ππ£02(π πΊ π 0)
2
Untuk kasus kedua π = 0 ππβ =1
2π (5π£0 4 )
2
=1
2ππ£02(25 16) Maka jari-jari girasi bola akan menjadi 1
2ππ£02 +1
2ππ£02(π πΊ π 0)
2
= 1
2ππ£02(25 16) 1 + (π πΊ
π 0)
2
= 25 16 (π πΊ
π 0)
2
= 9 16 π πΊ
π 0 =3
4βΉ π πΊ = 3 4π 0
Hasil ini akan sama dengan hasil pada bagian a, kalau tidak percaya coba saja masukkan nilai numeriknya, berapapun yang kamu pilih pasti hasilnya sama.
c. Volume rongga adalah ππ = 4
3ππ 13
Volume total bola bola adalah ππ΅ =4
3ππ 03
Maka, perbandingan volume rongga terhadap volume total bola adalah ππ
ππ΅ = 4 3 ππ 13 4 3 ππ 03
= (π 1 π 0)
3
= (0,823)3 βΉ ππ
ππ΅= 0,557 OSK Fisika 2018 Number 4 OSILASI AYUNAN BANDUL
Sebuah partikel bermassa π diikat pada ujung tali tegar tak bermassa dengan panjang πΏ.
Ujung tali yang satunya dipasang pada suatu titik tetap. Partikel tersebut diputar dengan kecepatan sudut konstan Ξ©ββ = Ξ©π§Μ sehingga bergerak dalam bidang horizontal π₯π¦. Sudut antara tali dengan sumbu vertikal π§ adalah π. Percepatan gravitasi π ke arah sumbu π§ negatif.
a. Jika sudut konstan sebesar π = π0 adalah sudut apit tali dengan garis vertikal sehingga π berada pada bidang horizontal yang tetap, tentukan π0 dinyatakan dalam πΏ, π, dan Ξ©.
b. Ketika partikel tersebut berotasi terhadap sumbu vertikal, sudut π0 dapat divariasi dengan sudut infinitesimal πΏ(π = π0+ πΏ) sehingga partikel tersebut juga melakukan gerak osilasi terhadap πΏ. Tentukan kecepatan sudut osilasi dinyatakan dalam πΏ, π, dan Ξ©.
Pembahasan :
a. Kita tinjau keseimbangan partikel pada arah radial relatif terhadap lintasan melingkar partikel. karena kita tinjau relatif terhadap lintasan partikel, sedangkan pada lintasan ini partikel memiliki percepatan sentripetal yang arahnya radial ke dalam, maka dia akan mendapat gaya fiktif yaitu gaya sentrifugal yang arahnya menjauhi sumbu rotasi. Berikut diagram gaya pada partikel
π πΏ
Ξ© π π
Keseimbangan gaya arah vertikal memberikan π cos π0β ππ = 0 βΉ πcos π0 = ππ β¦ (1) Keseimbangan gaya arah radial memberikan π sin π0 β πΞ©2πΏ sin π0 = 0 βΉ π = πΞ©2πΏ β¦ (2) Subtitusi persamaan (2) ke (1)
πΞ©2πΏ cos π0 = ππ cos π0 = π
Ξ©2πΏ βΉ π0 = arccos ( π Ξ©2πΏ )
b. Sekarang kita tinjau kondisi ketika sudut apit antara tali dan garis vertikal bertambah sebesar πΏ menjadi π = π0 + πΏ. Kita tinjau gerak rotasi sistem. Torsi pemulih sistem adalah proyeksi gaya berat dan gaya sentrifugal pada arah tangensial. Perhatikan gambar di bawah!
Besar torsi pemulih sistem adalah
β π = ππΏ2πΌ
ππ sin π πΏ β πΞ©2πΏ2sin π cos π = ππΏ2πΌ π
πΏsin π β Ξ©2sin π cos π = πΌ π
πΏsin(π0+ πΏ) β Ξ©2sin(π0+ πΏ) cos(π0+ πΏ) = πΌ β¦ (3) ππ
π π0
π sin π0 π cos π0
πΞ©2πΏ sin π0
ππ πβ²
π πΞ©2πΏ sin π
πΌ π
π
Kita gunakan rumus trigonometri berikut untuk memodifikasi persamaan di atas sin(π0+ πΏ) = sin π0cos πΏ + cos π0sin πΏ
cos(π0+ πΏ) = cos π0cos πΏ β sin π0sin πΏ maka
sin(π0+ πΏ) cos(π0 + πΏ) = (sin π0cos πΏ + cos π0sin πΏ)(cos π0cos πΏ β sin π0sin πΏ) sin(π0+ πΏ) cos(π0 + πΏ)
= sin π0cos π0cos2πΏ + cos2π0sin πΏ cos πΏ β sin2π0sin πΏ cos πΏ
β sin π0cos π0sin2πΏ
Untuk osilasi yang kecil, atau sudut πΏ kecil, maka kita akan berlaku hampiran berikut yaitu
cos πΏ β 1
sin πΏ β πΏ βΉ sin2πΏ β πΏ2 β 0
Suku πΏ2 bisa kita hampirkan ke nol karena πΏ sendiri suatu bilangan yang kecil, maka πΏ2 akan sangat kecil dan mendekati nol sehingga
sin(π0+ πΏ) = sin π0+ πΏ cos π0
sin(π0+ πΏ) cos(π0 + πΏ) = sin π0cos π0 + πΏ cos2π0β πΏ sin2π0 Kita kembali ke persamaan (3)
π
πΏ(sin π0+ πΏ cos π0) β Ξ©2(sin π0cos π0+ πΏ cos2π0β πΏ sin2π0) = πΌ Kita gunakan hasil dari bagian a yaitu
cos π0 = π
Ξ©2πΏ βΉ π
πΏ = Ξ©2cos π0 Maka
Ξ©2cos π0(sin π0+ πΏ cos π0) β Ξ©2(sin π0cos π0+ πΏ cos2π0β πΏ sin2π0) = πΌ Ξ©2cos π0sin π0 + Ξ©2πΏ cos2π0β Ξ©2sin π0cos π0β Ξ©2πΏ cos2π0+ Ξ©2πΏ sin2π0 = πΌ Ξ©2πΏ sin2π0 = πΌ
Karena arah πΌ berlawanan dengan arah bertambahnya πΏ maka πΌ = βπΏΜ sehingga Ξ©2πΏ sin2π0 = βπΏΜ
πΏΜ + Ξ©2sin2π0πΏ = 0
π2 = Ξ©2sin2π0 βΉ π = Ξ© sin π0
Dari identitas trigonometri kita peroleh sin π0 = β1 β cos2π0 = β1 β π2
Ξ©4πΏ2
Kecepatan sudut osilasi partikel akan menjadi π = Ξ©β1 β π2 Ξ©4πΏ2
OSK Fisika 2018 Number 5 TUMBUKAN MASSA DAN BATANG
Tinjau sistem dibawah ini yang terdiri dari tiga buah massa π1, π2, dan π3 yang saling lepas (tidak saling menempel). Seluruh gerakan sistem berada pada bidang horizontal.
Batang π2 dengan panjang 3πΏ dipasang pada poros licin. Massa π3 yang hampir menyentuh batang π2 berada pada posisi berjarak 2πΏ dari poros, dan keduanya dalam keadaan diam. Massa π1 bergerak lurus dengan kecepatan π£0 dengan arah tegak lurus batang dan akan menumbuk batang pada jarak πΏ dari dari poros. Semua tumbukan yang terjadi bersifat lenting sempurna. Untuk selanjutnya dalam perhitungan gunakanlah oleh kalian π1 = π2 = π3 = π.
Setelah tumbukan terjadi, tentukan :
a. Kecepatan massa π1 dan π3 serta kecepatan sudut batang π2.
b. Perbedaan momentum sudut total dan perbedaan energi kinetik sistem antara sebelum dan sesudah tumbukan.
Pembahasan :
a. Baik teman-teman. Kita akan bahas soal ini. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah tumbukan yang terjadi sebanyak dua kali. Loh koq bisa?? Jadi begini, kan semuanya benda saling lepas, begitupun antara π2 dan π3. Tumbukan pertama adalah tumbukan antara massa π1 dan batang π2, massa π3 tidak ikut serta dalam tumbukan pertama ini karena dia tidak menempel pada π2. Tumbukan kedua adalah tumbukan antara batang π2 dan massa π3, di sini massa π1 tidak ikut serta karena dia sudah berbalik arah. Baik kita tinjau masing-masing tumbukan.
Tumbukan Pertama
Setelah tumbukan massa π1 akan berbalik arah dan batang π2 akan berotasi.
Momentum sudut sistem terhadap poros licin kekal karena jika kita tinjau terhadap poros ini, tidak ada torsi eksternal yang bekerja pada sistem. Misal kecepatan massa π1 dan kecepatan sudut batang π2 setelah tumbukan adalah π£1 dan π0. Momen inersia batang terhadap poros licin adalah
πΌ =1
3π2πΏ22 =1
3π(2πΏ)2 = 3ππΏ2 π£0
π1 π2
π3 πΏ
2πΏ 3πΏ
poros licin
Kekekalan momentum sudut ππ£0πΏ = βππ£1πΏ + 3ππΏ2π0 π£0+ π£1 = 3πΏπ0β¦ (1)
Karena poros licin dan tumbukan elastis energi sistem sebelum dan sesdah tumbukan kekal
1
2ππ£02 = 1
2ππ£12 +1
23ππΏ2π02 π£02β π£12 = 3πΏ2π02
(π£0+ π£1)(π£0β π£1) = 3πΏ2π02 Subtitusi persamaan (1) 3πΏπ0(π£0β π£1) = 3πΏ2π02
π£0β π£1 = πΏπ0 βΉ π£1 = π£0β πΏπ0β¦ (2) Subtitusi persamaan (2) ke (1)
π£0+ π£0β πΏπ0 = 3πΏπ0 2π£0 = 4πΏπ0 βΉ π0 = π£0
2πΏ
Subtitusi π0 ke persamaan (2) π£1 = π£0β πΏπ£0
2πΏ βΉ π£1 = π£0 2 Tumbukan Kedua
Pada tumbukan kedua ini, setelah tumbukan, gerak rotasi batang π2 akan berbalik arah dengan kecepatan sudut π dan massa π3 akan bergerak dengan kecepatan π£3. Seperti sebelumnya, pada tumbukan ini juga berlaku Hukum Kekekalan Momentum Sudut dan Hukum Kekekalan Energi.
Kekekalan momentum sudut 3ππΏ2π0 = ππ£32πΏ β 3ππΏ2π
π£0 π1
π2
π£0 π1 π2
π0
π£3 π3
π2
π π3
π2 π0
3πΏ(π0+ π) = 2π£3β¦ (3) Kekekalan energi
1
23ππΏ2π02 = 1
2ππ£32+1
23ππΏ2π2 3πΏ2(π02β π2) = π£32
3πΏ2(π0β π)(π0+ π) = π£32 Subtitusi persamaan (3) 2π£3πΏ(π0β π) = π£32 2πΏ(π0β π) = π£3β¦ (4)
Subtitusi persamaan (4) ke (3) 3πΏ(π0+ π) = 2[2πΏ(π0β π)]
3π0+ 3π = 4π0β 4π π0 = 7π
π =π0 7 =
π£0 2πΏ
7 βΉ π = π£0 14πΏ Subitusi π0 dan π
2πΏ (π£0 2πΏβ π£0
14πΏ) = π£3 βΉ π£3 =6π£0 7πΏ
Jadi, kecepatan massa π1 dan π3 serta kecepatan sudut batang π2 setelah seluruh tumbukan terjadi adalah
kecepatan massa m1 βΉ π£1 = π£0 2 kecepatan massa m3 βΉ π£3 =6π£0
7πΏ kecepatan sudut batang m2 βΉ π = π£0
14πΏ
b. Untuk momentum sudut total sistem terhadap poros licin, secara logika kita, karena kekal, harusnya perbedaan momentum sudut sistem saat awal dan sesudah semua tumbukan haruslah nol. Akan kita buktikan.
Momentum sudut awal dan akhir sistem terhadap poros licin adalah πΏπ = ππ£0πΏ
πΏπ = βππ£1πΏ + ππ£32πΏ β 3ππΏ2π
ΞπΏ = πΏπβ πΏπ = βππ£1πΏ + 2ππ£3πΏ β 3ππΏ2π β ππ£0πΏ ΞπΏ = βππ£0πΏ β ππ£1πΏ + 2ππ£3πΏ β 3ππΏ2π
ΞπΏ =βππ£0πΏ β ππ£1πΏ + 3ππΏ2π0 β 3ππΏ2π0+ 2ππ£3πΏ β 3ππΏ2π
Lihat kembali persamaan kekekalan momentum sudut pada tumbukan pertama dan kedua
ππ£0πΏ = βππ£1πΏ + 3ππΏ2π0 βΉ βππ£0πΏ β ππ£1πΏ + 3ππΏ2π0 = 0 3ππΏ2π0 = ππ£32πΏ β 3ππΏ2π βΉβ3ππΏ2π0+ 2ππ£3πΏ β 3ππΏ2π = 0 Maka perbedaan momentum sudut sistem nol atau ΞπΏ = 0.
π1 π2 π£0 π΅
π΄
Untuk energi sistem, energi awal sebelum dan sesudah semua tumbukan akan kekal.
Hal ini karena tidak ada gaya luar non konservatif (seperti gaya gesek) yang melakukan usaha pada sistem.
Energi awal dan akhir sistem adalah πΈπ =1
2ππ£02 πΈπ =1
2ππ£12+1
2ππ£32+1
23ππΏ2π2 πΈπ =1
2π (π£0 2)
2
+1
2π (6π£0 7πΏ)
2
+1
23ππΏ2( π£0 14πΏ)
2
πΈπ =1
8ππ£12+18
49ππ£02+ 3
392ππ£02 =49 + 144 + 3
392 ππ£02 =196 392ππ£02 πΈπ =1
2ππ£02 ΞπΈ = πΈπβ πΈπ = 1
2ππ£02β1
2ππ£02 βΉ ΞπΈ = 0
OSK Fisika 2018 Number 6 BOLA PEJAL DAN BENDA MELENGKUNG
Suatu bola pejal A bermassa π1 dan berjari-jari π bergerak dengan kecepatan π£0 ke arah sebuah benda B bermassa π2(π2 β« π1) dengan sisi melengkung seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Bola A dan benda B berada di atas lantai licin.
Bola A kemudian melintasi permukaan benda B hingga terpental secara vertikal ke atas relatif terhadap benda B. Kemudian bola terjatuh kembali melewati lintasan yang sama.
Asumsikan setelah melewati bidang lengkung bola terhempas sangat tinggi sehingga dimensi balok dapat diabaikan.
c. Apabila gaya gesek antara bola A dan benda B diabaikan, tentukan waktu tempuh bola untuk kembali ke titik semula!
d. Apabila gaya gesek antara bola A dan benda B tidak diabaikan, tentukan ketinggian maksimum yang dapat dicapai bola!
Pembahasan :
π2 π΅ π’
π΄
π1 π2
π£0 π΅ π΄
π1
π
a. Karena gaya gesek diabaikan, bola A tidak akan berotasi dan hanya bergerak translasi murni. Karena dimensi B bisa kita abaikan, ketinggian bola A lepas dari B bisa kita asumsikan nol, sehingga pertambahan energi potensial bola A menjadi nol pula.
Misalkan π’ adalah kecepatan bola A relatif terhadap benda B ketika tepat akan terpantal ke atas dan lepas dari lintasan dan π adalah kecepatan benda B. Momentum linear sistem pada arah horizontal kekal karena tidak ada gaya eksternal. Energi sistem juga kekal karena semua permukaan licin sehingga tidak ada
Kekekalan momentum linear arah horizontal π1π£0 = (π1+ π2)π βΉ π = π1π£0
π1+ π2 Kekekalan energi mekanik
1
2π1π£02 =1
2π1(π’2+ π2) +1 2π2π2 π1π£02 = (π1+ π2)π2+ π1π’2 π1π£02 = (π1+ π2) ( π1π£0
π1+ π2)
2
+ π1π’2 π£02 = π1
π1+ π2π£02+ π’2 π’2 = (1 β π1
π1+ π2) π£02 = ( π2
π1+ π2) π£02 π’ = π£0β π2
π1 + π2
Kecepatan π’ juga adalah komponen kecepatan bola A untuk arah vertikal terhadap tanah. Selang waktu total untuk bola sejak lepas dari benda B sampai kembali lagi adalah
π¦ = π¦0+ π£π¦π‘ β1 2ππ‘2
π2 π΅ π’
π΄
π2 π£β² π΄ π΅
π1
π π1
πβ² 0 = 0 + π’π‘ β1
2ππ‘2 π‘ =2π’
π βΉ π‘ =2π£0
π β π2 π1+ π2
Karena dimensi benda B dapat diabaikan, selang waktu untuk bola A melewati lintasan lengkung bisa kita abaikan. Dalam selang waktu π‘ ini, benda B sudah bergerak ke kanan sejauh
π₯ = ππ‘ = ( π1π£0
π1+ π2) (2π£0
π β π2
π1+ π2) βΉ π₯ = 2π£02
π ( π1
π1+ π2β π2 π1+ π2)
Sekarang kita hitung dulu kecepatan bola A ketika dia berbalik arah, dalam hal ini berlaku pulahukum kekekalan momentum linier arah horizontal dan hukum kekekalan energi mekanik.
Kekekalan momentum linear arah horizontal
π1π£0 = βπ1π£β²+ π2πβ² βΉ π1(π£0+ π£β²) = π2πβ² β¦ (1) Kekekalan energi mekanik
1
2π1π£02 =1
2π1π£β²2+1
2π2πβ²2 π1(π£02β π£β²2) = π2πβ²2
π1(π£0+ π£β²)(π£0β π£β²) = π2πβ²2 Subtitusi persamaan (1) π2πβ²(π£0β π£β²) = π2πβ²2 π£0β π£β²= πβ²β¦ (2)
Subtitusi persamaan (2) ke (1) π1(π£0+ π£β²) = π2(π£0β π£β²)
(π1+ π2)π£β² = (π2β π1)π£0 βΉ π£β² =π2β π1
π2+ π1π£0β¦ (3)
Waktu tempuh bola A untuk kembali ke tempat awalnya adalah
π = π₯ π£β² =
2π£02 π (
π1
π1+ π2β π2 π1+ π2) π2β π1
π2+ π1π£0 βΉ π =2π£0
π ( π1
π2β π1β π2 π2+ π1) Maka waktu tempuh bola untuk kembali ke titik semula adalah
π‘tot= π‘ + π =2π£0
π β π2
π1+ π2+2π£0
π ( π1
π2β π1β π2 π2+ π1)
π‘tot= 2π£0
π β π2
π1+ π2(1 β π1 π2β π1)
π‘tot= 2π£0
π β π2
π1+ π2(π2β 2π1 π2β π1 ) karena π2 β« π1 maka π2
π1+ π2 βπ2
π2 = 1 dan π2β 2π1 π2 β π1 βπ2
π2 = 1 π‘tot= 2π£0
π
b. Agar bola A bisa terlempar sangat jauh ke atas maka π£0 harus dibuat sangat besar nilainya. Karena sekarang permukaan benda B kasar, bola A akan slip ketika mulai memasuki lintasan lengkung pada benda B. Lintasan lengkung di B dapat kita asumsikan sangat pendek dan gaya gesek kinetik bisa kita asumsikan konstan dalam selang waktu selama bola A di B yang sangat singkat misalkan Ξπ‘. Misalkan kecepatan sudut rotasi bola ketika lepas dari B adalah π. Kita tinjau kondisi ketika bola A terlepas dari B dalam keadaan menggelinding tanpa slip sehingga berlaku π = π’/π.
Dalam selang waktu yang singkat ini, perubahan momentum sudut bola A adalah ΞπΏ = πkπΞπ‘ = πΌπ =2
5π1π2π’
π βΉ πkΞπ‘ =2
5π1π’ β¦ (3)
Karena lintasan lengkung di B diasumsikan sangat pendek dan massa B jauh lebih besar dari bola A, perubahan momentum linear A akibat gaya gesek kinetik bisa kita anggap seperti terjadi di lintasan yang lurus dimana kecepatan awal bola A sebelum dikenaik impuls adalah π£0 dan setelah dikenai impuls adalah π’ maka
Ξπ = βπkΞπ‘ = π1(π’ β π£0)
Subtitusi persamaan (3)
β2
5π1π’ = π1(π’ β π£0) 7
5π’ = π£0 βΉ π’ =5 7π£0
Ketinggian maksimum yang dicapai bola jika saat lepas dari B dia menggelinding tanpa slip adalah
β = π’2
2π= 25π£02 98π
karena lintasan sangat di B sangat pendek sedangkan π£0 sangat besar maka menurut saya mustahil bola A akan tepat menggelinding tanpa slip ketika tepat lepas dari B.
Maka kecepatan bola A ketika lepas dari B untuk kondisi ini ada di selang π£0 β€ π£L β€ π’. Sehingga ketinggian maksimum yang dicapai bola A berada di selang
π£02
2π β€ βmaks <25π£02 98π
OSK Fisika 2018 Number 7 PERLAMBATAN DI ATAS BIDANG MIRING AKIBAT BEBAN
Sebuah silinder pejal bermassa π menggelinding tanpa slip menuruni bidang miring diam bersudut elevasi π dengan kecepatan awal π£0. Seseorang ingin menghentikan silinder tersebut dengan memberikan beban. Pada pusat silinder tersebut dikaitkan tali sehingga tali membentuk sudut π terhadap permukaan bidang miring. Di ujung lain tali tersebut, diikatkan ke sebuah beban kotak π yang memiliki massa sama dengan silinder.
Diketahui koefisien gesek antara kotak dan bidang miring adalah π serta percepatan gravitasi π.
Asumsikan gesekan beban mampu mengehentikan gerak silinder. Tentukanlah : a. Jarak yang ditempuh silinder hingga berhenti!
b. Syarat sudut π yang dapat memenuhi asumsi di atas (nyatakan dalam π dan π)!
Pembahasan :
π = π π
π
π π
a. Di asumsikan bahwa gesekan antara beban dan bidang miring dapat menghentikan gerakan silinder, maka tali penghubung antara keduanya haruslah tegang, di sini dapat kita ambil bahwa perlambatan kedua benda sama yaitu π. Berikut diagram gaya pada kedua benda
Agar silinder bisa berhenti, sistem haruslah dipercepat ke atas berlawanan dengan arah gerak atau dengan kata lain sistem diperlambat dengan besar nilainya adalah π.
Agar hal ini terpenuhi pula, tali yang menghubungkan kedua benda haruslah selalu tegang, karena jika tidak, silinder akan memiliki peluang untuk dipercepat. Baik, berikutnya kita tinjau gaya-gaya yang bekerja pada kedua benda.
Untuk Beban
Gaya gesek yang bekerja pada beban adalah gaya gesek kinetik karena terjadi gerak relatif antara permukaannya dengan permukaan bidang miring sehingga berlaku πk = ππ.
Resultan gaya arah tegak lurus bidang miring π β ππ cos π + π sin π = 0
π = ππ cos π β π sin π β¦ (1)
Resultan gaya arah sejajar bidang miring πkβ ππ sin π β π cos π = ππ
ππ β ππ sin π β π cos π = ππ β¦ (2) Untuk Silinder
Pada silinder ini, karena dia menggelinding tanpa slip dan tidak terjadi gerak relatif antara permukaannya dengan permukaan silinder, maka gaya gesek yang bekerja adalah gaya gesek statik dan berlaku πΌ = π/π .
Resultan gaya arah sejajar bidang miring π cos π β πsβ ππ sin π = ππ β¦ (3)
Resultan torsi berlawanan arah jarum jam πsπ =1
2ππ 2(π
π ) βΉ πs =1
2ππ β¦ (4) Subtitusi persamaan (1) ke (2)
π(ππ cos π β π sin π) β ππ sin π β π cos π = ππ ππ(π cos π β sin π) β π(π sin π + cos π) = ππ β¦ (5) Subtitusi persamaan (4) ke (3)
π π ππ
π πk
π
arah gerak
πΌ π
ππ
π
πs πΎ
arah gerak π
π cos π β1
2ππ β ππ sin π = ππ π cos π = ππ sin π +3
2ππ βΉ π = 1
cos π(ππ sin π +3
2ππ) β¦ (6) Subtitusi persamaan (6) ke (5)
ππ(π cos π β sin π) β 1
cos π(ππ sin π +3
2ππ) (π sin π + cos π) = ππ ππ(π cos π β sin π) β (ππ sin π +3
2ππ) (π tan π + 1) = ππ 2π[π cos π β sin π β (π tan π + 1) sin π] = π[3(π tan π + 1) + 2]
π =2π[π cos π β (π tan π + 2) sin π]
3π tan π + 5
Kecepatan awal sistem adalah π£0, maka jarak yang ditempuh sampai berhenti adalah π£π‘2 = π£02β 2ππ
0 = π£02β 2ππ βΉ π = π£02 2π π = (3π tan π + 5)π£02
4π[π cos π β sin π (π tan π + 2)]
b. Tadi kita definisikan arah π adalah berlawanan arah gerak sistem. Maka agar silinder dapat berhenti, perlambatan π haruslah lebih dari sama dengan nol, karena jika negatif, berarti arah π berlawanan dengan arah arah yang kita definisikan, yang artinya pula sistem dipercepatan searah dengan arah gerak awalnya.
π β₯ 0
2π[π cos π β (π tan π + 2) sin π]
3π tan π + 5 β₯ 0 π cos π β (π tan π + 2) sin π β₯ 0 π tan π + 2 β€ π cot π
tan π β€ cot π β2 π