• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Bab 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

7

LANDASAN TEORI

2.1. Teori Umum

2.1.1. Internet

Menurut (O’Brien, 2005) internet adalah jaringan komputer yang tumbuh cepat dan terdiri dari jutaan jaringan perusahaan, pendidikan, serta pemerintah yang menghubungkan ratusan juta komputer serta pemakainya di lebih dari 200 negara. Dalam kehidupan sehari – hari, internet biasanya digunakan untuk:

- Email

Menggunakan email dan pesan instan untuk saling bertukar pesan elektronik dengan rekan, teman dan pemakai internet lainnya.

- Berdiskusi

Berpartisipasi dalam forum diskusi newgroup minat khusus, atau adakan percakapan teks secara langsung di ruang chat situs web.

- Publikasi

Mengirimkan pendapat, topik, atau karya kreatif anda ke situs web atau weblog untuk dibaca oleh orang lain.

- Jual dan Beli

Anda dapat membeli atau menjual apa saja melalui peritel e-commerce, penjual utama, penyedia jasa dan lelang online.

- Download

Transfer file data, software, laporan, artikel gambar, music, video, dan jenis file lainnya ke sistem komputer anda.

- Penggunaan lainnya

Melakukan telepon jarak jauh, mengadakan konferensi video menggunakan desktop, menggunakan program radio, menonton televisi, bermain video game, mengeksplorasi dunia virtual, dan lain – lain.

(2)

Menurut (Moriarty, 2009), dituliskan bahwa internet secara teknis dapat didefinisikan sebagai sistem jaringan komputer internasional yang saling terhubung.

Berdasarkan dari kedua pengertian yang telah disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa internet merupakan suatu jaringan yang dapat menghubungkan pengguna nya untuk melakukan berbagai aktivitas seperti mengirimkan foto, video, berdiskusi dengan banyak orang dengan jarak jauh sekalipun, hingga aktivitas jual beli yang memungkinkan kita untuk menjual maupun membeli sesuatu meskipun lokasi satu dengan yang lainnya tidak saling berdekatan.

2.1.2. E-Business

Menurut (Turban et al., 2008), e-business adalah definisi yang lebih luas dari electronic commerce yang tidak hanya mencakup pada penjualan dan pembelian, tetapi juga melayani pelanggan, berkolaborasi dengan partner (rekan) bisnis, dan melakukan transaksi elektronik dalam suatu organisasi. Dan dalam buku yang berjudul Electronic Commerce Managerial Perspective ini, McKay dan Marshall berpendapat bahwa e-business adalah penggunan dari internet dan teknologi informasi lainnya untuk mendukung perdagangan (commerce) dan mengembangkan performa bisnis.

E-business adalah semua pertukaran informasi yang diperantarai secara elektronik, baik di dalam suatu organisasi maupun dengan para pemangku kepentingan eksternal yang mendukung berbagai proses bisnis perusaahaan yang dilakukan dengan perantara elektronik merupakan bentuk dari e-business (Chaffey, 2009, p.13).

Menurut (Laudon & Traver (2012, p.49), e-business adalah digital yang memungkinkan transaksi dan proses dalam perusahaan, melibatkan sistem informasi di bawah kontrol yang kuat. Untuk sebagian besar, dalam pandangan nya, e-bisnis tidak termasuk transaksi komersial yang melibatkan pertukaran nilai melintasi batas-batas organisasi

Berdasarkan pengertian dari para ahli tersebut, penulis menyimpulkan bahwa e- business tidak hanya mencakup pada transaksi yang dilakukan secara online, namun lebih

(3)

dari itu, e-business merupakan keseluruhan dari proses bisnis, seperti pertukaran informasi yang dijalankan melalui internet.

2.1.3. E-Marketplace

E-Marketplace adalah sebuah pasar online dimana penjual dan pembeli bertemu untuk bertukar barang , jasa, uang, atau informasi. (Turban et al., 2008, p.6)

Pasar elektronik (electronic market) memainkan peranan penting dalam perekonomian, memfasilitasi pertukaran informasi, barang, jasa, dan pembayaran. Dalam prosesnya, mereka menciptakan nilai ekonomi bagi pembeli, penjual, perantara pasar, dan masyarakat pada umumnya. Pasar (markets), yang elektronik ataupun tidak, memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

1) Pencocokan penjual dan pembeli,

2) Memfasilitasi pertukaran barang, informasi, pelayanan (services), dan pembayaran yang terkait dengan transaksi pasar, dan

3) Menyediakan infrastruktur institusional, seperti kerangka hukum dan peraturan yang memungkinkan fungsi efisien dari pasar.

Kemunculan e-marketplace, terutama dengan semua hal yang terhubung dengan internet, mengubah beberapa proses yang digunakan dalam perdagangan dan rantai pasikan.

Perubahan ini didorong oleh teknologi, yang mengakibatkan:

 Kekayaan informasi yang lebih besar dari lingkungan transaksional dan lingkungan relasional.

 Biaya pencarian informasi yang lebih rendah untuk pembeli

 Berkurangnya ketidakseimbangan informasi antara penjual dan pembeli

 Tidak membutuhkan waktu yang banyak dalam pembelian dan antara kepemilikan produk fisik yang dibeli e-marketplace

 Kemampuan pembeli, penjual, dan virtual market untuk berada di lokasi yang berbeda

 Kemampuan e-commerce untuk meningkatkan kemampuan dalam meningkatkan efektivitas dan transaksi yang rendah serta biaya distribusi, sehingga lebih efisien.

(4)

Pelanggan bertukar barang dan jasa untuk uang (atau barang lainnya dan jasa jika barter digunakan). fungsi pasar elektronik adalah sama dengan pasar fisik; Namun, sistem komputerisasi cenderung membuat pasar elektronik jauh lebih efisien dengan memberikan informasi lebih diperbarui dan layanan dukungan beragam untuk pembeli dan penjual.

(Turban et al., 2010, p.94)

Sehingga dapat penulis simpulkan bahwa e-marketplace merupakan suatu tempat bertemunya penjual dan pembeli secara online.

2.2. Teori Khusus

2.2.1. Website Quality

Website Quality mengacu pada ukuran keunggulan website, berdasarkan pada evaluasi pengguna mengenai fitur yang memuaskan kebutuhan mereka. (Habibi et al., 2014)

Website Quality atau kualitas website dapat dilihat sebagai sebuah atribut dari situs yang berkontribusi terhadap kegunaan nya kepada konsumen. Beberapa penelitian sebelumnya menguji dampak dari atribut website quality pada persepsi para pengguna nya, dan menemukan bahwa website quality secara signifikan berdampak pada kepercayaan pada penjual online (Gregg & Walczak, 2010). Website Quality dianggap sebagai aspek utama dalam strategi bisnis. (Al Qeisi, 2015)

Pada jurnal yang digunakan dalam penelitian ini (Al Qeisi, 2015), terdapat 4 (empat) dimensi dari Website Quality yang digunakan sebagai acuan dalam pengukuran, dimensi ini merupakan model kualitas desain online yang digunakan (Aladwani & Palvia, 2002) untuk penilaian suatu Website Quality, yaitu Technical Quality atau kualitas teknis, General Content, Special Content, dan Appearance Quality.

(5)

Gambar 2.1. Dimensi Website Quality Sumber: (Al Qeisi, 2015)

 Technical Quality

Technical Quality atau kualitas teknis dapat dikatakan sebagai kinerja website, hal ini merupakan yang paling awal dirasakan saat membuka website dan menilai apakah bagian–

bagian dari kualitas website bekerja dengan baik dan saling berkesinambungan dalam memberikan pengalaman teknis yang baik kepada pengunjung situs (King, 2008; Al Qeisi, 2015). Penilaian dari kualitas teknis suatu website didasarkan pada kualitas software atau standard dan metode difokuskan pada kegunaan atau fungsionalitas (Cao, 2005; Rocha, 2012, Al Qeisi 2015).

Menurut model Aladwani dan Palvia ini, dimensi ini mengukur aspek website quality design pada keamanan transaksi online, kemudahan navigasi, fasilitas pencarian, ketersediaan situs, link yang vaid, personalisasi, kecepatan loading halaman, interaktivitas, dan kemdahan akses (Aladwani, 2006; Al Qeisi, 2015).

 General Content Quality

Kualitas konten atau kualitas informasi, secara tradisional merupakan kriteria yang paling penting dalam sebuah situs web. Hal ini menjadi alasan pengguna mengunjungi situs web dan juga yang paling digunakan dalam penliaian kualitas web atau website quality (Aladwani, 2006; Al Qeisi, 2015).Pelanggan semakin memanfaatkan konten online atau konten informasi untuk membuat keputusan dalam suatu situs web (Waite & Harrison,

(6)

2002), yang memperbesar kebutuhan informasi yang berguna, lengkap, jelas up-to-date, ringkas dan akurat pada konten web pada umumnya (Al Qeisi, 2015).

 Special Content Quality

Dimensi ini merupakan sama pentingnya dengan yang sebelumnya. Specific content menawarkan informasi yang ditawarkan perusahaan; berbagai produk yang dirancang untuk memenuhi kelompok pelanggan yang berbeda. Hal ini juga menggunakan sejarah dan informasi umum tentang perusahaan untuk mengomunikasikan kredibilitas, pengalaman, serta skala operasional. Special content juga mencakup mengenai alat dukungan pelanggan dan kebijakan pelanggan yang terkait. (Al Qeisi, 2015)

 Appearance Quality

Atribut kualitas yang berhubungan dengan penampilan situs web atau estetika telah digunakan pada berbagai penelitian. Atribut dimensi kualitas penampilan ini meliputi daya tarik website pada: penggunaan warna yang tepat dan font yang tepat untuk dibaca disamping multimedia dan situs organisasi atau tata letak (layout). Pengguna mungkin berbeda dalam menekankan pengaplikasian aspek desain web ini berdasarkan jenis situs web atau tugas yang dilakukan di situs. Penelitian sebelumnya divalidasi konstruk multidimensi yang menunjukkan struktur yang lebih tinggi (Seethamraju, 2004; Al Qeisi &

Abdallah, 2013; Al Qeisi, Sennis, Alamanos, & Jayawardhena, 2014; Al Qeisi, 2015).

Sehingga peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa kualitas website (website quality) merupakan suatu pengukuran atau penilaian website yang sangat berguna bagi perkembangan e-business.

2.2.2. Online Trust

Trust atau kepercayaan, adalah pernyataan kompleks karena individu tidak tahu apa motif dan niat yang lainnya (Kremer, 1999; Ling et al., 2010).

Trust didefinisikan sebagai kesediaan pelanggan untuk menerima kelemahan dalam transaksi online berdasarkan ekspektasi positif mereka tentang perilaku toko online masa depan (Kimery & McCard, 2002; Ling et al., 2010).

(7)

Trust, adalah status psikologis tergantung pada sseorang atau organisasi untuk mencapai suatu tujuan yang direncanakan. Ketika seseorang satu sama lain saling percaya, mereka memiliki keyakinan bahwa mitra transaksi mereka akan menepati janji mereka (Turban et al., 2008).

Online trust merupaan faktor yang penting yang esensial untuk transaksi business to business dan transaksi business to consumers (Alam & Yasin, 2010); Online trust menurutnya dapat dikatakan sebagai sumber tantangan yang harus dihadapi oleh vendor yang berusaha untuk menghadapi kesuksesan di media internet. Kurangnya kepercayaan online (online trust) dapat menghalangi pelanggan online dalam bertransaksi melalui website.

(Habibi et al., 2014).

Online trust sangat dibutuhkan dalam melakukan pembelian online (McCole &

Palmer, 2001; Ling et al., 2010). Oleh sebab itu, (Egger, 2006) pada jurnal (Ling et al., 2010) berpendapat bahwa kepercayaan yang memadai perlu ada ketika menempatkan order online dan ketika pelanggan mengirimkan informasi keuangan serta data pribadi lainnya dalam melakukan transaksi keuangan.

Sehingga dapat penulis simpulkan bahwa online trust merupakan kepercayaan pengguna pada suatu website.

2.2.3. Online Purchase Intention

Purchase Intention didefinisikan sebagai kemungkinan bahwa konsumen akan membeli produk, (Sam & Tahir, 2009).

Online purhcase intention adalah situasi ketika pelanggan bersedia dan berniat untuk terlibat dalam transaksi online. Online purhcase intention atau niat beli secara online, dalam lingkungan belanja melalui web akan menentukan kekuatan niat konsumen melaksanakan perilaku pembelian tertentu melalui internet. (Ling et al., 2010), pengambilan informasi dan pertukaran langkah-langkah yang dianggap sebagai niat untuk menggunakan website.

Sehingga penulis menyimpulkan bahwa online purchase intention merupakan keinginan atau minat pelanggan untuk melakukan pembelian secara online dalam suatu website.

(8)

2.3. Hubungan Antar Variabel

Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah Website Quality, Online Trust, dan Online Purchase Intention. Variabel yang diteliti pada penelitian ini mencakup kepada hubungan antar variabel yang pernah dilakukan pengujiannya pada penelitian sebelumnya.Berikut merupakan penjelasan hubungan antar variabel yang pernah diteliti pada penelitian sebelumnya:

a. Hubungan antara Website Quality dengan Online Trust

Pada penelitian yang dilakukan oleh (Habibi et al., 2014), menguji pengaruh pengaruh dari website technical adequacy pada Online Trust menunjukkan adanya hubungan moderating antara modernity/youthfulness pada brand personality jika dibandingkan dengan pengaruh moderating pada sincerity/trustworthtiness. Dan Online Trust dipengaruhi lebih banyak pada isu teknikal seperti kemudahan dalam navigasi di website atau kecepatan dalam memproses halaman.

b. Hubungan antara Online Trust dengan Online Purchase Intention

Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Ling et al., 2010), yang berjudul

“The Effects of Shopping Orientations, Online Trust, dan Prior Online Purchase Experience towards Customers’ Online Purchase Intention”, membahas mengenai pengaruh dari orientasi dalam berberlanja online, namun pada penelitian ini membagi 7 tipe orientasi customers dalam berbelanja.

c. Hubungan antara Website Quality dengan Online Purchase Intention Pada jurnal penelitian yang dilakukan oleh (Habibi et al., 2014), menguji dengan adanya model moderating mengatakan bahwa situs yang imajinatif akan dapat lebih berpengaruh, sehingga pada penelitian menyarankan bahwa online retailer harus mepertimbangkan fokus mereka pada strategi marketing yang lebih membangun pada situs web yang modern dan menarik disamping dengan menempatkan penekanan pada aspek kepercayaan.Hal ini akan meningkatkan hubungan antara pelanggan dan website dan kemudian menambahkan volume transaksi online.

2.4. Kerangka Penelitian

Melalui penelitian ini, dapat diketahui bahwa Website Quality memiliki pengaruh terhadap Online Trust dan Online Purchase Intention. Dimana Website Quality merupakan

(9)

variabel independen, Online Trust dan Online Purchase Intention termasuk variabel dependen.

Gambar 2.2. Kerangka Penelitian Sumber: Penulis (2015)

2.4.1. Hipotesis

Berdasarkan deskripsi teori dan kerangka pemikiran di atas, maka dapat diajukan tiga hipotesis penelitian sebagai berikut:

Hipotesis 1:

Apakah ada pengaruh antara Website Quality terhadap Online Trust?

H0 = Tidak ada pengaruh antara Website Quality terhadap Online Trust Ha = Adapa pengaruh antara Website Quality terhadap Online Trust

Hipotesis 2 :

Apakah ada pengaruh antara Online Trust terhadap Online Purchase Intention?

H0 = Tidak ada pengaruh antara Online Trust terhadap Online Purchase Intention Ha = Ada pengaruh antara Online Trust terhadap Online Purchase Intention

Hipotesis 3 :

(10)

Apakah ada pengaruh antara Website Quality terhadap Online Purchase Intention yang dimediasi oleh Online Trust?

H0 = Tidak ada pengaruh antara Website Quality terhadap Online Purchase Intention yang dimediasi oleh Online Trust

Ha = Ada pengaruh antara Website Quality terhadap Online Purchase Intention yang dimediasi oleh Online Trust

Gambar

Gambar 2.1. Dimensi Website Quality  Sumber: (Al Qeisi, 2015)
Gambar 2.2. Kerangka Penelitian  Sumber: Penulis (2015)

Referensi

Dokumen terkait

yang mudah didapat dalam masakan kuliner juga tersedia dalam aplikasi dan panduan sekitar cara pengolahan bahan-bahan yang akan dimasak tersebut. Resep Masakan Khas Kalimantan

lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup

Perusahaan akan menjelaskan kebijaksanaan secara aktif dalam pengumpulan piutang akan mempunyai pengeluaran uang yang lebih besar untuk membiayai aktivitas pengumpulan piutang

Penelitian ini merupakan penelitian verikatif dari penelitian-penelitian terdahulu yang meneliti pengaruh kualitas layanan sistem informasi akademik terhadap kepuasan

1) Tahun 2009 s/d 2011: disusun sistem dan dokumen-dokumen yang terkait dengan proses pembelajaran; mentaati sistem dan manual prosedur yang ditetapkan; proses pembelajaran

Oleh karena itu dengan waktu yang hanya satu - dua bulan tidak cukup untuk mempersiapkan latihan kondisi fisik secara khusus, maka perlu dicari sistem latihan lain yang

Pada penelitian ini diperoleh bahwa sebagian besar faktor risiko serta tanda dan gejala diabetes melitus tipe 2 yang terdapat dalam kuesioner deteksi dini bermakna dengan