• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

27

BAB III

ANALISIS DAN PERANCANGAN

III.1. Analisis Masalah

Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Sistem Pakar Mendeteksi Kerusakan Sepeda Motor VixionPada PT. Alfa Scorpi iMarelan Berbasis Web MenggunakanMetode Case Based Reasoning, analisis dilakukan agar dapat menemukan masalah-masalah dalam pengolahan dalam menentukan nilai dari setiap karakter agar mudah dalam menentukan penerima Kredit Sepeda Motor Pada PT. Alfa Scorpii. Adapun kelemahan sistem yang sedang berjalan adalah :

c. Belum adanya suatu sistem aplikasi yang dapat membantu PT. Alfa Scorpii Marelan dalam mendeteksi kerusakan sepeda motor vixion.

d. Belum adanya sebuah sistem aplikasi yang mendukung dalam mendeteksi kerusakan sepeda motor vixion dengan menggunakan metode case based reasoning.

III.1.2. Strategi Pemecahan Masalah

Adapun strategi pemecahan masalah yang diajukan oleh penulis untuk memperbaiki kelemahan sistem yang sedang berjalan adalah :

c. Menciptakan sistem pakar yang dapat membantu mekanik dalam mendeteksi kerusakan sepeda motor vixion pada PT. Alfa Scorpii Marelan.

d. Menciptaka nsistem pakar yang mudah digunakan bagi mekanik di PT. Alfa Scorpii dengan menggunakan metodeCase Based Reasoning.

(2)

III.2. Penerapan Metode Case Based Reasoning

Case Based Reasoning adalah metode untukmenyelesaikan masalah

dengan mengingat kejadiankejadianyang sama/sejenis (similar) yang pernahterjadi di masa lalu kemudian menggunakan pengetahuan/informasi tersebut untuk menyelesaikanmasalah yang baru, atau dengan kata lainmenyelesaikan masalah dengan menghadapi solusisolusiyang pernah digunakan di masa lalu.Rumus untuk menghitung bobot kemiripan (similarity) dengan nearest neighborretrieval adalah:

...(1)

Keterangan:

S = similarity (nilai kemiripan) yaitu (sama) dan 0 (beda) W = weight (bobot yang diberikan) (Suriyanti ; 2013 : 36).

III.2.1. Flowchart Metode Case Based Reasoning

Flowchart adalah adalah suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program.

(3)

Mulai

Menginputkan data sepeda motor

Menginputkan kerusakan sepeda motor

Nilai Kerusakan

Selesai Menentukan basis kasus

Gambar III.1. Flowchart Metode Case Based Reasoning

III.2.2. Studi Kasus Metode Case Based Reasoning a. Tabel Kerusakan

Tabel III.1. Tabel Kerusakan ID Kerusakan Nama Kerusakan

K01 Sekring putus

(4)

K02 Selang bahan bakar bermasalah

K03 Kanvas kopling aus

K04 Shockbreaker sudah aus / bocor K05 Gigi tarik (Gear) habis / aus

K06 Baterai habis daya

K07 Mangkuk stang aus / rusak

K08 Kanvas rem aus / habis

K09 Settingan CO injeksi terlalu tinggi K10 Piston atau ring piston aus

b. Tabel Masalah

Tabel III.2. Tabel Masalah ID

Masalah Masalah Jenis Bobot

M01 Performa mesin lemah Masalah

Penting 1

M02 Sepeda motor tidak hidup Masalah

Penting 1

M03 Motor mati saat berkendara Masalah

Penting 1

M04 Motor tidak hidup saat di

starter Masalah Biasa 0,5

M05 Pergerakan motor tersendat Masalah

Penting 1

M06 Keluar asap putih dari knalpot Masalah

Penting 1

M07 Penggunaan bahan bakar boros Masalah

Penting 1

M08 Suara kasar saat over gigi Masalah Biasa 0,5 M09 Kopling terasa slip Masalah Biasa 0,5

(5)

M10 Shock depan tidak bekerja Masalah Biasa 0,5 M11 Stang terasa goyang / Baling Masalah Biasa 0.5

M12 Rem tidak cakram Masalah

Penting 1

c. Basis Kasus

Tabel III.3. Tabel Basis Kasus ID Basis

Kasus Nama Masalah Kerusakan

B01

M02. Sepeda motor tidak hidup

Sekring putus M03. Motor mati saat berkendara

M04. Motor tidak hidup saat di starter

B02

M03. Motor mati saat berkendara

Selang bahan bakar bermasalah M05. Pergerakan motor tersendat

M07. Penggunaan bahan bakar boros

B03 M09. Kopling terasa selip Kanvas kopling aus

B04 M10. Shock depan tidak bekerja Shockbreaker sudah aus / bocor

B05 M05. Pergerakan motor tersendat Gigi tarik (Gear) habis / aus M08. Suara kasar saat over gigi

B06 M04. Motor tidak hidup saat di

starter Baterai habis daya

B07 M11. Stang terasa goyang / Baling

Mangkuk stang aus / rusak

B08 M12. Rem tidak cakram Kanvas rem aus / habis

B09 M07. Penggunaan bahan bakar boros

Settingan CO injeksi terlalu

(6)

tinggi

B10 M06. Keluar asap putih dari knalpot

Piston atau ring piston aus

Contoh Kasus :

Diketahui seorang pasien mengalami Masalah sebagai berikut : 1. Penggunaan bahan bakar boros

2. Motor mati saat berkendara 3. Suara kasar saat over gigi

Perhitungan manual per basis kasus :

1. Perhitungan Kasus B01

Keterangan :

S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

-Sepeda Motor Tidak Hidup -Motor mati saat berkendara -Motor tidak hidup saat di starter

Kasus Lama B01

-Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi

Kasus Baru

Maka,

* 100 = 40 %

(7)

Tingkat kemiripan kasus B01 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 40 %

2. Perhitungan Kasus B02

Keterangan :

S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

-Motor mati saat berkendara -Pergerakan motor tersendat -Penggunaan bahan bakar boros

Kasus Lama B02

-Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi

Kasus Baru

Maka,

* 100 = 66,67 %

Tingkat kemiripan kasus B02 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 66,67 %

3. Perhitungan Kasus B03

Keterangan :

S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

(8)

-Kopling terasa selip Kasus Lama B03

-Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi

Kasus Baru

Maka,

* 100 = 0 %

Tingkat kemiripan kasus B03 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 % 4. Perhitungan Kasus B04

Keterangan :

S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

-Shock depan tidak bekerja Kasus Lama B04

-Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi

Kasus Baru

Maka,

* 100 = 0 %

Tingkat kemiripan kasus B04 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 % 5. Perhitungan Kasus B05

(9)

Keterangan :

S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

-Pergerakan motor tersendat -Suara kasar saat over gigi

Kasus Lama B05

-Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi

Kasus Baru

Maka,

* 100 = 33,3 %

Tingkat kemiripan kasus B05 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 33,3

%

6. Perhitungan Kasus B06

Keterangan :

S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

-Motor tidak hidup saat di starter

Kasus Lama B06 -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi

Kasus Baru

Maka,

* 100 = 0 %

(10)

Tingkat kemiripan kasus B06 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 % 7. Perhitungan Kasus B07

Keterangan :

S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

-Stang terasa goyang / baling Kasus Lama B07

-Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi

Kasus Baru

Maka,

* 100 = 0 %

Tingkat kemiripan kasus B07 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 % 8. Perhitungan Kasus B08

Keterangan :

S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

(11)

-Rem tidak cakram Kasus Lama B08

-Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi

Kasus Baru

Maka,

* 100 = 0 %

Tingkat kemiripan kasus B08 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 % 9. Perhitungan Kasus B09

Keterangan :

S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

-Penggunaan bahan bakar boros Kasus Lama B09

-Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi

Kasus Baru

Maka,

* 100 = 100 %

Tingkat kemiripan kasus B09 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 100

%

10. Perhitungan Kasus B10

(12)

Keterangan :

S = similarity (nilai kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda) W = Weight (bobot Masalah)

-Keluar asap putih dari knalpot

Kasus Lama B10 -Penggunaan bahan bakar boros -Motor mati saat berkendara -Suara kasar saat over gigi

Kasus Baru

Maka,

* 100 = 0 %

Tingkat kemiripan kasus B10 dengan kasus yang dialami pasien yaitu 0 %

Berdasarkan perhitungan manual, maka urutan kemungkinan kerusakan sepeda motor vixion pengguna sebagai berikut :

Tabel III.4. Tabel Hasil Keputusan

Persentase Kerusakan

100 % Settingan CO injeksi terlalu tinggi 66,67 % Selang bahan bakar bermasalah

40 % Sekring putus

33,33 % Gigi tarik habis / aus

(13)

III.3. Desain Sistem

Desain sistem pada penelitian ini dibagi menjadi dua desain, yaitu desain sistem secara global untuk penggambaran model sistem secara garis besar dan desain sistem secara detail untuk membantu dalam pembuatan sistem.

III.3.1. Desain Sistem Secara Global

Desain sistem secara global menggunakan bahasa pemodelan UML yang terdiri dari Activity Diagram, UsecaseDiagram, ClassDiagram, dan SequenceDiagram.

III.3.1.1.Usecase Diagram

Secara garis besar, bisnis proses sistem yang akan dirancang digambarkan dengan usecase diagram yang terdapat pada Gambar III.2 :

Sistem Pakar Mendeteksi Kerusakan Sepeda Motor Vixion Pada PT. Alfa Scorpi Marelan Berbasis Web Menggunakan Metode Case Based Reasoning

Mekanik

Login

Input Data masalah Input Data

Mekanik

<include>

Pengguna

<include>

Input Data Kerusakan

<include>

Home

<extends>

<extends>

Kelolah Data basis kasus

<include>

Melakukan Cek Kerusakan

Hasil Analisa

Laporan Hasil Analisa

<extends>

<extends>

<extends>

<extends>

<extends>

Gambar III.2. Use CaseDiagram Sistem PakarMendeteksi Kerusakan Sepeda Motor Vixion Pada PT. Alfa Scorpii Marelan

(14)

III.3.1.4. Class Diagram

Rancangan kelas-kelas yang akan digunakan pada sistem yang akan dirancang dapat dilihat pada gambar III.3 :

Basis_kasus

Detail_konsultasi konsultasi Detail_basis

Kerusakan masalah mekanik Pengguna

Tambah Id_kerusakan Id_kasus

Batal

persentase Id_kerusakan Id_konsultasi

Lanjut

nama tanggal Id_konsultasi

Tahun_produksi Lanjut

Tambah Id_masalah Id_kasus

batal

keterangan nama Id_kerusakan

penanganan Baru Simpan Edit Hapus

jenis nama Id_masalah

baru simpan edit hapus

username nama Id_mekanik

password baru simpan edit hapus

usia nama Id_pengguna

alamat email password baru simpan edit hapus 1

1..* 1

1..*

1

1..*

1 1

1

1

Gambar III.3. Class Diagram Sistem

III.3.1.3. ActivityDiagram

1. Activity Diagram Data Analisis

Aktifitas sistem yang dilakukan oleh pelanggan pada pengolahan data analisis dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.4 berikut :

(15)

Data Analisa Kerusakan

Sistem Pelanggan

Phase

Form Analisa Kerusakan

Menjawab pertanyaan

Menampilkan data

Menekan tombol cetak laporan Menampilkan laporan

Gambar III.4. Activity Diagram Data Analisis

2. Activity Diagram LoginMekanik

Aktifitas sistem login yang dilakukan oleh mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.5 berikut:

(16)

Login admin

Sistem Admin

Phase

Buka Sistem Login

Isi Username

Isi Password

Click Login

Gagal

Berhasil

Gambar III.5. Activity DiagramLoginMekanik

3. Activity Diagram Data Mekanik

Aktifitas sistem yang dilakukan oleh Mekanik pada pengolahan data mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.6 berikut :

(17)

Data mekanik

Sistem mekanik

Phase

Memilih aksi pada form Menu

Click Form mekanik Form mekanik

Edit Data Memilih Data

Mengubah Data Menyimpan Data

Hapus Data

Memilih data Konfimrasi

Penghapusan

Menghapus Data

Ya tidak

Tambah Data Mengisi Data

Menekan tombol simpan Menyimpan data

Gambar III.6. Activity Diagram Data Mekanik 4. Activity Diagram Data Kerusakan

Aktifitas sistem yang dilakukan oleh Mekanik pada pengolahan data Kerusakan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.7 berikut :

(18)

Data kerusakan

Sistem Teknisi

Phase

Memilih aksi pada form Menu

Click Form kerusakan Form kerusakan

Edit Data Memilih Data

Mengubah Data Menyimpan Data

Hapus Data

Memilih data Konfimrasi

Penghapusan

Menghapus Data

Ya tidak

Tambah Data Mengisi Data

Menekan tombol simpan Menyimpan data

Gambar III.7. Activity Diagram Data Kerusakan 5. Activity Diagram Data Masalah

Aktifitas sistem yang dilakukan oleh mekanik pada pengolahan data masalah dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.8 berikut :

(19)

Data masalah

Sistem Teknisi

Phase

Memilih aksi pada form Menu

Click Form masalah Form masalah

Edit Data Memilih Data

Mengubah Data Menyimpan Data

Hapus Data

Memilih data Konfimrasi

Penghapusan

Menghapus Data

Ya tidak

Tambah Data Mengisi Data

Menekan tombol simpan Menyimpan data

Gambar III.8. Activity Diagram Data Masalah 6. Activity Diagram Data Basis aturan

Aktifitas sistem yang dilakukan oleh Mekanik pada pengolahan data basis aturan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.9 berikut :

(20)

Data basis aturan

Sistem Teknisi

Phase

Memilih aksi pada form Menu

Click Form basis aturan Form basis aturan

Edit Data Memilih Data

Mengubah Data Menyimpan Data

Hapus Data

Memilih data Konfimrasi

Penghapusan

Menghapus Data

Ya tidak

Tambah Data Mengisi Data

Menekan tombol simpan Menyimpan data

Gambar III.9. Activity Diagram Data Basis aturan 7. Activity Diagram Daftar Riwayat Analisa

Aktifitas sistem daftar pelanggan yang dilakukan oleh mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.10 berikut :

(21)

Daftar Riwayat Analisa

Sistem Admin

Phase

Form Riwayat Analisa

Lihat detail analisa

Click Tampilkan Menampilkan data

Menekan tombol cetak laporan Menampilkan laporan

Gambar III.10. Activity DiagramDaftar Riwayat Analisa .

III.3.1.4. Sequence Diagram

Rangkaian kegiatan pada setiap terjadi event sistem digambarkan pada sequence diagram berikut:

1. Sequence Diagram Data Cek Kerusakan

Serangkaian kinerja sistem yang dilakukan oleh pengguna pada pengolahan data analisis dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.11 berikut :

(22)

Main form Form Analisa Kerusakan Proses

Tampilkan Fom ()

Menu ()

Analisa Kerusakan () Pelanggan

Koneksi database () Mulai analisa ()

Close form ()

Koneksi database () Laporan ()

Gambar III.11. Sequence Diagram Data Cek Kerusakan

2. Sequence Diagram LoginMekanik

Serangkaian kinerja sistem login yang dilakukan oleh mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.12 berikut :

(23)

Form login

Validasi nama dan password ()

Login sukses () Invalid ()

Koneksi Database ()

mekanik Form Login Proses Halaman

mekanik Tabel

mekanik

Gambar III.12. Sequence DiagramLoginMekanik

3. Sequence Diagram Data Mekanik

Serangkaian kinerja sistem yang dilakukan oleh mekanik pada pengolahan data mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.13 berikut :

(24)

Tampilkan Fom ()

Menu ()

click form mekanik ()

Click baru ()

Click simpan ()

Close form ()

Koneksi database ()

Koneksi database ()

Koneksi database () Click Edit ()

Click Hapus ()

mekanik

Main Form Form mekanik Proses

Tabel mekanik

Gambar III.13. Sequence Diagram Data Mekanik 4. Sequence Diagram Data Kerusakan

Serangkaian kinerja sistem yang dilakukan oleh Mekanik pada pengolahan data Kerusakan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.14 berikut :

(25)

Tampilkan Fom ()

Menu ()

click form kerusakan ()

Click baru ()

Click simpan ()

Close form ()

Koneksi database ()

Koneksi database ()

Koneksi database () Click Edit ()

Click Hapus ()

Teknisi

Main Form Form kerusakan Proses

Tabel kerusakan

Gambar III.14. Sequence Diagram Data Kerusakan 5. Sequence Diagram Data Masalah

Serangkaian kinerja sistem yang dilakukan oleh Mekanik pada pengolahan data masalah dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.15 berikut :

(26)

Tampilkan Fom ()

Menu ()

click form masalah ()

Click baru ()

Click simpan ()

Close form ()

Koneksi database ()

Koneksi database ()

Koneksi database () Click Edit ()

Click Hapus ()

Teknisi

Main Form Form masalah Proses

Tabel masalah

Gambar III.15. Sequence Diagram Data Masalah 6. Sequence Diagram Data Basis Kasus

Serangkaian kinerja sistem yang dilakukan oleh mekanik pada pengolahan data basis aturan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.16 berikut :

(27)

Tampilkan Fom ()

Menu () click form basis aturan ()

Tambah gejala ()

Hapus Gejala ()

Close form ()

Koneksi database ()

Teknisi

Main Form Proses Tabel

basis_aturan

Form basis aturan Form Input aturan

simpan gejala ()

Koneksi database ()

Gambar III.16. Sequence Diagram Data Basis aturan 7. Activity Diagram Daftar Riwayat Analisa

Aktifitas sistem daftar pelanggan yang dilakukan oleh mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.17 berikut :

(28)

Main form Form Riwayat Analisa Proses

Tampilkan Fom ()

Menu ()

Form riwayat analisa () Teknisi

Close form ()

Koneksi database () Laporan ()

Gambar III.17. Activity DiagramDaftar Riwayat Analisa

III.3.2.Desain Basis Data

Desain basis data terdiri dari tahap melakukan normalisasi tabel, merancang struktur tabel, dan membangun Entity Relationship Diagram (ERD).

III.3.2.1. Normalisasi

Tahap normalisasi ini bertujuan untuk menghilangkan masalah berupa ketidakkonsistenan apabila dilakukannya proses manipulasi data seperti penghapusan, perubahan dan penambahan data sehingga data tidak ambigu.

(29)

III.3.2.2.1 Normalisasi Data Konsultasi

Normalisasi data nilai dilakukan dengan beberapa tahap normalisasi sampai data nilai ini masuk ke tahap normal dimana tidak ada lagi redundansi data.

Berikut ini adalah tahapan normalisasinya:

1. Bentuk Tidak Normal

Bentuk tidak normal dari data nilai ditandai dengan adanya baris yang satu atau lebih atributnya tidak terisi, bentuk ini dapat dilihat pada tabel III.5 dibawah ini:

Tabel III.5 Data Nilai Tidak Normal

id_konsultasi tanggal nama tahun_produksi Kerusakan

K-00000001 22/08/2016 12:32 Firman

Maulana 2010 Sekring Putus

K-00000002 Indra Selang bahan bakar

bermasalah

2. Bentuk Normal Pertama (1NF)

Bentuk normal pertama dari data nilai merupakan bentuk tidak normal yang atribut kosongnya diisi sesuai dengan atribut induk dari record-nya, bentuk ini dapat dilihat pada tabel III.6 diberikut ini:

Tabel III.6 Data Nilai Normal Pertama

id konsultasi tanggal nama tahun

produksi Kerusakan Penanganan

K-00000001 22/08/2016 12:32

Firman

Maulana 2010 Sekring Putus Ganti sekring baru

K-00000002 22/08/2016

13:22 Indra 2010

Selang bahan bakar bermasalah

Cek selang dari tangki menuju karburator, jika bahan bakar tidak mengalir, sebaiknya anda mengganti selang bahan bakar dari tangki menuju karburator.

(30)

3. Bentuk Normal Kedua (2NF)

Bentuk normal kedua dari data nilai merupakan bentuk normal pertama, dimana telah dilakukan pemisahan data sehingga tidak adanya ketergantungan parsial. Setiap data memiliki kunci primer untuk membuat relasi antar data, bentuk ini dapat dilihat pada tabel III.7berikut ini:

Tabel III.7. Data Kerusakan2NF

id_kerusakan nama keterangan penanganan

K01 Sekring

putus

Sekring sebagai penyeimbang daya dari baterai rusak diakibatkan karena terkena air (terkena air hujan saat berkendara, terkena air saat mencuci sepeda motor).

Ganti sekring baru

K02

Selang bahan

bakar bermasalah

Bahan bakar yang mengalir dari tangki tidak mencapai karburator sehingga pengapian gagal.

Cek selang dari tangki menuju karburator, jika bahan bakar tidak mengalir, sebaiknya anda mengganti selang bahan bakar dari tangki menuju karburator.

K03 Kanvas

kopling aus Kanvas sudah aus karna usia Ganti kanvas kopling baru

III.3.3. Desain Tabel

Setelah melakukan tahap normalisasi, maka tahap selanjutnya yang dikerjakan yaitu merancang struktur tabel pada basis data sistem yang akan dibuat, berikut ini merupakan rancangan struktur tabel tersebut :

1. StrukturTabelBasis_kasus

Tabelbasis_kasusdigunakanuntukmenyimpan data id_kasus, id_kerusakan, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.8 di bawahini:

Tabel III.8RancanganTabelBasis_kasus Nama Database alfa_scorpi

(31)

NamaTabel basis_kasus

No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci

1. id_kasus char(5) Tidak Primary Key

2. id_kerusakan char(4) Tidak Foreign Key

2. StrukturTabelDetail_basis

Tabeldetail_basisdigunakanuntukmenyimpan data id_kasus, id_masalah, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.9 di bawahini:

Tabel III.9RancanganTabelDetail_basis Nama Database alfa_scorpi

NamaTabel detail_basis

No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci

1. id_kasus char(5) Tidak Foreign Key

2. id_masalah char(4) Tidak Foreign Key

3. StrukturTabelDetail_konsultasi

Tabeldetail_konsultasidigunakanuntukmenyimpan data id_konsultasi,

id_kerusakan, persentase,

selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.10 di bawahini:

Tabel III.10RancanganTabelDetail_konsultasi Nama Database alfa_scorpi

NamaTabel detail_konsultasi

No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci 1. id_konsultasi char(10) Tidak Foreign Key

2. id_kerusakan char(4) Tidak Foreign Key

3. Persentase decimal(10,2) Tidak -

(32)

4. StrukturTabelKerusakan

Tabelkerusakandigunakanuntukmenyimpan data id_kerusakan, nama,

keterangan, penanganan,

selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.11 di bawahini:

Tabel III.11RancanganTabelKerusakan Nama Database alfa_scorpi

NamaTabel kerusakan

No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci

1. id_kerusakan char(4) Tidak Primary Key

2. Nama varchar(100) Tidak -

3. Keterangan Text Tidak -

4. Penanganan Text Tidak -

5. StrukturTabelKonsultasi

Tabelkonsultasidigunakanuntukmenyimpan data id_konsultasi, tanggal, nama, tahun_produksi, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.12 di bawahini:

Tabel III.12RancanganTabelKonsultasi Nama Database alfa_scorpi

NamaTabel konsultasi

No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci 1. id_konsultasi char(10) Tidak Primary Key

2. Tanggal datetime Tidak -

3. Nama varchar(30) Tidak -

4. tahun_produksi int(11) Tidak -

(33)

6. StrukturTabelMasalah

Tabelmasalahdigunakanuntukmenyimpan data id_masalah, nama, jenis, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.13 di bawahini:

Tabel III.13RancanganTabelMasalah Nama Database alfa_scorpi

NamaTabel Masalah

No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci

1. id_masalah char(4) Tidak Primary Key

2. Nama varchar(100) Tidak -

3. Jenis varchar(15) Tidak -

7. StrukturTabelMekanik

Tabelmekanikdigunakanuntukmenyimpan data id_mekanik, nama, username, password, selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.14 di bawahini:

Tabel III.14RancanganTabelMekanik Nama Database alfa_scorpi

NamaTabel mekanik

No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci

1. id_mekanik char(4) Tidak Primary Key

2. Nama varchar(30) Tidak -

3. Username varchar(15) Tidak -

4. Password varchar(15) Tidak -

(34)

8. StrukturTabelPengguna

Tabelpenggunadigunakanuntukmenyimpan data id_pengguna, nama, usia,

alamat, email, password,

selengkapnyamengenaistrukturtabelinidapatdilihatpadatabel III.15 di bawahini:

Tabel III.15RancanganTabelPengguna Nama Database alfa_scorpi

NamaTabel pengguna

No Nama Field Tipe Data BolehKosong Kunci

1. id_pengguna char(10) Tidak Primary Key

2. Nama varchar(30) Tidak -

3. Usia int(11) Tidak -

4. Alamat Text Tidak -

5. Email varchar(30) Tidak -

6. Password varchar(15) Tidak -

III.3.4. Desain Sistem Secara Detail

Tahap perancangan berikutnya yaitu desain sistem secara detail yang meliputi desain output sistem, desain input sistem, dan desain database.

III.3.4.1. Desain Output

Berikut ini adalah rancangan tampilan desainoutputyang akan dihasilkan oleh sistem:

1. DesainFormMelihatRiwayat Konsultasi

(35)

Desain form untuk sistem yang dilakukan dalam melihat informasimengenailaporan hasil konsultasi dapat diterangkan pada gambar III.17 :

Pakar Vixion

Cepat, Akurat dan Terpercaya

Cetak Laporan Cek Kerusakan Vixion

Home Hasil Analisa

Gambar III.17. DesainFormMelihatRiwayat Konsultasi

Laporan Analisa

ID Konsultasi : Tanggal : Nama :

Gambar III.18. DesainFormLaporanRiwayat Konsultasi

(36)

III.5.2. Desain Input

Berikut ini adalah rancangan atau desain input sebagai antarmuka pengguna:

1. DesainForm Data Cek Kerusakan

Desain sistem yang dilakukan oleh pelanggan pada pengolahan data cek kerusakan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.19 berikut :

Pakar Vixion

Cepat, Akurat dan Terpercaya

Cek Kerusakan Vixion Home

Nama : Tahun Produksi :

Lanjut

Gambar III.19. Desain Form Data Cek Kerusakan 2. DesainFormLoginMekanik

Desain form untuk sistemlogin yang dilakukan oleh mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah stateyang ditunjukkan pada gambar III.20 berikut :

(37)

Pakar Vixion

Cepat, Akurat dan Terpercaya

Cek Kerusakan Vixion Home

Username : Password :

Login

Gambar III.20. DesainFormLoginMekanik 3. DesainFormData Mekanik

Desain form untuk sistem yang dilakukan oleh Mekanikpada pengolahan data mekanik dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.21 berikut :

Pakar Vixion

Cepat, Akurat dan Terpercaya

Kerusakan

Mekanik Masalah Basis Kasus Logout

ID Mekanik : Nama :

Tambah Tambah Mekanik

Username : Password :

Batal

Gambar III.21. DesainForm Data Mekanik

(38)

4. DesainFormData Kerusakan

Desain form untuk sistem yang dilakukan oleh Mekanikpada pengolahan data Kerusakan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.22 berikut :

Pakar Vixion

Cepat, Akurat dan Terpercaya

Kerusakan

Mekanik Masalah Basis Kasus Logout

ID Kerusakan : Nama :

Tambah Tambah Kerusakan

Keterangan : Penanganan :

Batal

Gambar III.22. DesainForm Data Kerusakan

5. DesainFormData Masalah

Desain form untuk sistem yang dilakukan oleh Mekanikpada pengolahan data masalah dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.23 berikut :

(39)

Pakar Vixion

Cepat, Akurat dan Terpercaya

Kerusakan

Mekanik Masalah Basis Kasus Logout

ID Masalah : Nama :

Tambah Tambah Masalah

Jenis :

Batal

ambar III.23. DesainForm Data Masalah 6. DesainFormData Basis aturan

Desain form untuk sistem yang dilakukan oleh Mekanikpada pengolahan data basis aturan dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.24 berikut :

Pakar Vixion

Cepat, Akurat dan Terpercaya

Kerusakan

Mekanik Masalah Basis Kasus Logout

ID Kasus :

Tambah Tambah Kasus

Batal xxx

xxx xxx

xxx xxx xxx

xxx xxx xxx

xxx xxx xxx

xxx xxx xxx

xxx xxx xxx

xxx xxx xxx

xxx xxx xxx

xxx xxx xxx

Gambar III.24. DesainForm Data Basis aturan

Gambar

Gambar III.1. Flowchart  Metode Case Based Reasoning
Gambar III.2. Use CaseDiagram Sistem PakarMendeteksi Kerusakan Sepeda  Motor Vixion Pada PT
Gambar III.3. Class Diagram Sistem
Gambar III.4. Activity Diagram Data Analisis
+7

Referensi

Dokumen terkait

Serangkaian kinerja sistem simpan data penyakit yang dilakukan oleh admin dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar III.12..

Aktivitas yang dilakukan oleh admin pada pengolahan data sound system dapat diterangkan dengan langkah-langkah state berikut yang ditunjukkan pada gambar

Tampilan Form yang dilakukan oleh admin pada pengolahan data laporan analisa dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar IV.6

Tampilan menu yang dilakukan oleh admin pada pengolahan data jenis kredit dapat diterangkan dengan langkah-langkah state berikut yang ditunjukkan pada gambar IV.3

Aktivitas yang dilakukan oleh admin pada pengolahan data kualitas kelapa sawit dapat diterangkan dengan langkah-langkah state berikut, pertama admin mengisi kualitas,

Aktivitas yang dilakukan oleh admin pada pengolahan data kualitas kelapa sawit dapat diterangkan dengan langkah-langkah state berikut, pertama admin mengisi kualitas,

Tampilan form yang disajikan oleh sistem yang dilakukan oleh admin pada pengolahan data penyakit dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan

Tampilan Form yang disajikan oleh sistem pada pengolahan data edit alternatif dapat diterangkan dengan langkah-langkah state yang ditunjukkan pada gambar IV.7 berikut