ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN
Analysis of factors that influence to purchase the Crocs product is intended to determine whether among personal factors, price, product, social, and promotions is influence the purchasing decisions. To analyze the consumer buying behavior, the test was carried out using validity, reliability. Where the validity of the test aims to determine whether or not such instruments are valid for the objects measured, while reliability test to measure the consistency of measuring devices in use. And by using two analytical tools are Likert Scale test and Chi Square where both the analytical tools used to measure the influence of personal factors, price, social and promotional products on product purchasing decisions Crocs. From the method used, note that the results of the Likert average number of all measurement instruments amounted to 248.11 where the scores is in the interval of 238-293 and can be categorized influence on product purchase decisions Crocs. While using the chi square test showed that on each factor sig <0.1, and X2 count> x2 table, which means that all the factors (personal, prices, products, social, and promotion)
influence
the purchasing decisions of products Crocs.Keywords: Analysis of factors (personal, prices, product, social and promotional), purchase decision
1. PENDAHULUAN
Seiring dengan berkembangnya teknologi menyebabkan banyaknya produk-produk
baru yang muncul dipasaran, tidak sedikit pula perusahaan yang memproduksi produk-produk
yang unik dan ada pula yang melakukan modifikasi produk untuk dapat bersaing menarik minat
masyarakat. Tentunya perusahaan juga mengharapkan masyarakat tidak hanya tertarik tetapi juga
membeli produknya dan menjadi konsumen yang loyal pada perusahaan.
Oleh karena itu, masyarakat kini semakin pintar dalam memilih produk yang akan dibeli,
karena dengan banyaknya pilihan dari berbagai jenis produk yang dijual tentu membuat
masyarakat bingung dalam membuat suatu keputusan pembelian. Masyarakat tentu tidak mau
membeli suatu barang yang tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
Hal-hal yang mempengaruhi suatu keputusan konsumen dalam membeli produk yang
pertama adalah harga, masyarakat cenderung memilih produk yang memiliki harga lebih murah.
Yang kedua adalah produk, spesifikasi produk yang baik tentu membuat masyarakat tertarik dan
akhirnya membeli produk tersebut. Apakah produk itu sesuai dengan kebutuhan, keinginan atau
produk yang unik sehingga masyarakat yang tadinya tidak berniat membeli menjadi membeli
karena keunikannya. Yang ketiga adalah promosi, bagaimana perusahaan melakukan promosi
terhadap produknya untuk dapat menarik konsumen. Yang keempat adalah lokasi, dimanakah
Masyarakat biasanya lebih sering membeli produk yang dapat dipakai sehari-hari, seperti
makanan, pakaian, alas kaki, dan lain-lain. Sehingga sering kita temui toko-toko yang menjual
barang-barang kebutuhan seperti diatas.
Fenomena yang sedang terjadi di masyarakat saat ini adalah adanya suatu perusahaan yang
memproduksi dan menjual produk alas kaki yang digemari oleh semua kalangan baik balita,
remaja, dewasa bahkan orang tua. Perusahaan tersebut adalah Crocs, Inc. Yang terjadi beberapa
waktu lalu, Crocs melakukan strategi penjualan yang cukup menarik dengan membuat acara
Crocs Gives Back pada tanggal 15 Maret 2010 lalu, dimana dalam acara tersebut terjadi
fenomena yang luar biasa, orang rela berdiri dalam antrean sampai lebih dari 4 jam demi dapat
membeli produk Crocs dengan harga diskon.
Menunggu atau melakukan antrean panjang untuk sebuah produk tidak selalu membawa
dampak negatif bagi seseorang karena seseorang mengharapkan produk yang bersifat hedonis.
Artinya produk yang bisa memberikan kesenangan diri, prestige, mengikuti gaya hidup masa
kini, dan meningkatkan percaya diri. Produk Crocs sebenarnya hanya merupakan produk sandal
atau sepatu plastik. Namun desain dan warna Crocs yang menarik dan bagus serta sudah
memiliki merek yang dipersepsi menarik oleh konsumen menyebabkan produk tersebut menjadi
mahal dan lebih bergengsi. Produk ini memang sudah lama beredar dipasar, dan banyak orang
yang telah menjadi konsumennya.
Perusahaan asal Amerika ini memproduksi produk yang unik dan nyaman dipakai
sehingga masyarakat berminat dan membelinya. Alas kaki ini dapat dibilang memiliki harga yang
jauh lebih tinggi dibandingkan dengan alas kaki bermerek bagus lainnya. Untuk produk sandal
berkisar antara Rp.350.000 s/d Rp.500.000, dan untuk sepatu sandal antara Rp. 450.000 s/d
Rp.750.000.
Harga diatas bukan angka yang kecil untuk masyarakat Indonesia. Bahkan bisa dikatakan
terlalu mahal hanya untuk sepasang alas kaki. Lalu mengapa banyak orang yang membeli produk
tersebut ?. Hal ini tentu bertentangan dengan keadaan ekonomi negara kita, dimana masih
banyak orang memiliki pendapatan kecil, bahkan dikatakan miskin.
Menurut Assauri (2004 : 5) “Pemasaran adalah sebagai usaha untuk menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa yang tepat kepada orang-orang yang tepat dan waktu serta harga yang tepat dengan promosi dan komunikasi yang tepat.”
Definisi lain menurut Kotler & Amstrong (2008 : 6) “Pemasaran adalah proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.”
Bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan
perusahaan untuk merespon yang diinginkannya di pasar sasaran. Bauran pemasaran tersebut
a. Produk yaitu kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran.
Dalam hal ini produsen Crocs menawarkan produknya ke dalam beberapa pilihan desain.
b. Harga adalah jumlah uang yang harus dibayakan pelanggan untuk memperoleh produk.
Produsen Crocs telah memperhitungkan besarnya harga yang dikenakan terhadap produk
yang dipasarkannya.
c. Tempat meliputi kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan
sasaran. Crocs melakukan kerja sama terhadap beberapa saluran distribusi agar produknya
bisa sampai di tangan konsumen akhir.
d. Promosi berarti aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk
pelanggan membelinya. Dalam hal ini Crocs melakukan promosi melalui media cetak dan
juga elektronik agar produknya di kenal dan di ingat oleh masyarakat.
Menurut Ujang Sumarwan (2004 : 26) mendefinisikan ”Perilaku konsumen adalah
semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat
sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan kegiatan mengevaluasi.”
Selanjutnya menurut Mowen & Minor (2004 : 6) ”Perilaku konsumen didefinisikan sebagai studi tentang unit pembelian dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan,
konsumsi, dan pembuangan barang, jasa, pengalaman, serta ide-ide.”
Menurut James F. Engel (2000 : 3 ), perilaku konsumen didefinisikan sebagai
tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan
barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan
menentukan tindakan-tindakan tersebut.
Berdasarkan beberapa definisi perilaku konsumen diatas, maka dapat disimpulkan yang
dimaksud perilaku konsumen adalah sejumlah tindakan-tindakan nyata individu yang
dipengaruhi oleh faktor psikologis (kejiwaan) dan faktor lainnya (eksternal) yang mengarahkan
mereka untuk memilih dan mempergunakan barang-barang yang diinginkannya.
Menurut Kotler (2001:144) :Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
adalah kebudayaan, faktor sosial, pribadi, psikologis. Sebagian faktor-faktor tersebut tidak
diperhatikan oleh pemasar tetapi sebenarnya harus diperhitungkan untuk mengetahui seberapa
jauh faktor-faktor perilaku konsumen tersebut mempengaruhi pembelian konsumen.
a. Faktor Kebudayaan
Faktor budaya mempunyai pengaruh yang luas dan mendalam pada perilaku konsumen.
Pemasar harus memahami peran yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial
pembeli. Budaya adalah penyebab keinginan dan perilaku seseorang yang paling dasar. Perilaku
manusia dipelajari secara luas. Pemasar selalu berusaha menemukan perubahan budaya untuk
b. Faktor sosial
Faktor sosial merupakan bagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang
tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku yang
serupa. Faktor sosial terdiri dari kelompok, keluarga serta peran dan status
Kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran
individu atau bersama. Beberapa merupakan kelompok primer yang mempunyai interaksi
reguler tapi informal seperti keluarga, teman, tetangga dan rekan sekerja. Beberapa merupakan
kelompok sekunder, yang mempunyai interaksi lebih formal dan kurang reguler. Ini mencakup
organisasi seperti kelompok keagamaan, asosiasi profesional dan serikat pekerja.
Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat
dan telah diteliti secara mendalam, pemasar tertarik dalam peran dan pengaruh suami, istri dan
anak-anak pada pembelian berbagai produk dan jasa.
Peran terdiri dari aktivitas yang diharapkan dilakukan seseorang menurut orang-orang
yang ada disekitarnya. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang
diberikan oleh masyarakat. Orang seringkali memilih produk yang menunjukkan statusnya
dalam masyarakat.
c. Faktor pribadi
Faktor pribadi didefinisikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang berbeda
dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama
terhadap lingkungan.
Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap
daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri.
Pada usia dan tahap siklus hidup Orang mengubah barang dan jasa yang mereka beli
selama masa hidupnya. Selera akan makanan, pakaian, perabot dan rekreasi sering kali
berhubungan dengan umur. Membeli juga dibentuk oleh tahap daur hidup keluarga, tahap-tahap
yang mungkin dilalui oleh keluarga sesuai dengan kedewasaannya. Pemasar seringkali
menentukan sasaran pasar dalam bentuk tahap daur hidup dan mengembangkan produk yang
sesuai serta rencana pemasaran untuk setiap tahap.
Situasi ekonomi sekarang akan mempengaruhi pilihan produk. Pemasar produk yang
peka terhadap pendapatan mengamati kecenderungan dalam pendapatan pribadi, tabungan dan
tingkat minat. Bila indikator ekonomi menunjukkan resesi, pemasar dapat mengambil
langkah-langkah untuk merancang ulang, memposisikan kembali dan mengubah harga produknya. Gaya
hidup seseorang yang diwujudkan dalam aktivitas (pekerjaan, hobi, berbelanja, olahraga,
kegiatan sosial), minat (makanan, mode, keluarga, rekreasi) dan opini yang lebih dari sekedar
kelas sosial dan kepribadian seseorang, gaya hidup menampilkan pola bereaksi dan berinteraksi
Kepribadian setiap orang yang berbeda-beda mempengaruhi perilaku pembeliannya.
Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologi unik yang menyebabkan respons yang relatif
konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan orang itu sendiri. Sedangkan kepribadian
biasanya digambarkan dalam karakteristik perilaku seperti kepercayaan diri, dominasi,
kemampuan bersosialisasi, otonom, cara mempertahankan diri, kemampuan beradaptasi dan
sifat agresif.
d. Faktor Psikologis
Faktor psikologis sebagai bagian dari pengaruh lingkungan dimana ia tinggal dan hidup
pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh dimasa lampau atau antisipasinya pada waktu
yang akan datang. Selanjutnya pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh 4 faktor utama
yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta keyakinan dan juga sikap.
Menurut (Kotler, 2001:204) tahap-tahap yang dilewati pembeli untuk mencapai
keputusan membeli melewati lima tahap, yaitu :
1. Pengenalan Masalah
Proses membeli dimulai dengan pengenalan masalah dimana pembeli mengenali adanya
masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan nyata dan keadaan yang
diinginkan.
2. Pencarian Informasi
Konsumen yang sudah terkait mungkin mencari lebih banyak informasi tetapi mungkin
juga tidak. Bila dorongan konsumen kuat dan produk yang dapat memuaskan ada dalam
jangkauan, konsumen kemungkinan akan membelinya. Bila tidak, konsumen dapat menyimpan
kebutuhan dalam ingatan atau melakukan pencarian informasi yang berhubungan dengan
kebutuhan tersebut.
Pengaruh relatif dari sumber informasi ini bervariasi menurut produk dan pembeli.
Pada umumnya, konsumen menerima sebagian besar informasi mengenai suatu produk dari
sumber komersial, yang dikendalikan oleh pemasar. Akan tetapi, sumber paling efektif
cenderung sumber pribadi. Sumber pribadi bahkan tampaknya lebih penting dalam
mempengaruhi pembelian jasa. Sumber komersial biasanya memberitahu pembeli, tetapi sumber
3. Evaluasi alternatif
Tahap dari proses keputusan membeli, yaitu ketika konsumen menggunakan informasi
untuk mengevaluasi merek alternatif dalam perangkat pilihan. Bagaimana konsumen
mengevaluasi alternatif barang yang akan dibeli tergantung pada masing-masing individu dan
situasi membeli. Dalam beberapa keadaan, konsumen menggunakan perhitungan dengan cermat
pemikiran logis. Pada waktu lain, konsumen yang sama hanya sedikit mengevaluasi atau tidak
sama sekali. Kadang-kadang konsumen mengambil keputusan sendiri, kadang-kadang bertanya
kepada teman atau meminta saran pada pramuniaga.
4. Keputusan membeli
Pada umumnya, keputusan membeli konsumen adalah membeli merek yang paling
disukai, tetapi dua faktor dapat muncul antara niat untuk membeli dan keputusan membeli.
Pertama adalah sikap orang lain, yaitu pendapat dari orang lain mengenai harga, dan merek yang
akan dipilih. Kedua adalah faktor situasi yang tidak diharapkan, harga yang diharapkan dan
manfaat produk yang diharapkan. Tetapi kejadian-kejadian yang tidak diharapkan dapat
menambah niat pembelian.
5. Tingkah laku pasca pembelian
Tahap dari proses keputusan membeli, yaitu mengambil tindakan lebih lanjut setelah
membeli berdasarkan pada rasa puas atau tidak puas. Yang menentukan pembeli merasa puas
atau tidak puas dengan suatu pembelian terletak pada hubungan antara harapan konsumen
dengan prestasi yang diterima dari produk.
2. METODOLOGI PENELITIAN
Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengumpulkan data dengan cara
menganalisis dan menjabarkan tabel tanggapan konsumen memilih produk sepatu sandal merek
Crocs melalui jawaban responden dengan menyebarkan kuesioner.
Untuk menjawab perumusan masalah mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi
responden membeli produk Crocs, maka definisi operasional yang digunakan, sebagai berikut :
Referensi Prestige Faktor Promosi (X5) Strategi Penjualan Keputusan Pembelian (Y) Keputusan yang baik
3. ANALISA DAN PEMBAHASAN
Dalam pengujian validitas dan juga reliabilitas faktor pribadi dipengaruhi oleh beberapa
indikator, diantaranya adalah keadaan ekonomi (X1.1), gaya hidup (X1.2) Dimana dari kedua
indikator tersebut membentuk dalam 1 variabel yaitu variabel Pribadi.
Dalam pengujian validitas dan juga reliabilitas faktor harga dipengaruhi oleh indikator,
yaitu penetapan harga (X2). Dalam pengujian validitas dan juga reliabilitas faktor produk
dipengaruhi oleh beberapa indikator, diantaranya adalah kualitas produk (X3.1), model produk
(X3.2), dan kepercayaan (X3.3). Dimana dari ketiga indikator tersebut membentuk dalam 1
variabel yaitu variabel Produk.Dalam pengujian validitas dan juga reliabilitas faktor sosial
dipengaruhi oleh beberapa indikator, diantaranya adalah keluarga (X4.1), referensi (X4.2), dan
prestige (X4.3). Dimana dari ketiga indikator tersebut membentuk dalam 1 variabel yaitu
variabel Sosial.Dalam pengujian validitas dan juga reliabelitas faktor promosi dipengaruhi
oleh indikator, yaitu stategi penjualan (X5). Dalam pengujian validitas dan juga reliabilitas
keputusan pembelian dipengaruhi oleh indikator yaitu keputusan yang baik (Y)
Tabel 2.
Uji Validitas
Dengan menggunakan jumlah responden sebanyak 70 orang sebagai percobaan uji
validitas, maka nilai r-tabel dapat diketahui melalui nilai (α, Df). Dimana untuk mencari df
adalah n-2 dimana n adalah jumlah responden dan α adalah 5% sebagai tingkat signifikan yang
Butir pertanyaan dianggap valid jika nilai r-hitung yang merupakan nilai dari Corrected
Item Total Correlation > dari r-tabel. Maka hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 3.1
Tabel 3.1
Data Validitas
Indikator Corrected Item Total Correlation Nilai r tabel Kesimpulan
X1.1 0.716 0.235 valid
X1.2 0.373 0.235 valid
X2 0.473 0.235 valid
X3.1 0.703 0.235 valid
X3.2 0.286 0.235 valid
X3.3 0.470 0.235 valid
X4.1 0.482 0.235 valid
X4.2 0.577 0.235 valid
X4.3 0.251 0.235 valid
X5 0.455 0.235 valid
Y 0.495 0.235 valid
Output SPSS untuk uji reliabilitas akan dihasilkan secara bersama-sama dengan hasil uji
validitas. Namun untuk melihat hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel Reliability Statistics
pada tabel 3.2:
Tabel 3.2
Uji Reliabilitas
Output SPSS tabel 3.2 menunjukkan tabel reliability statistics, yang terlihat sebagai
Cronbach Alpha adalah 0.815 > 0.60. Reliabilitas suatu variabel dikatakan baik jika memiliki nilai
Tabel 3.3
Rangkuman Hasil Penilaian
Dimensi Nilai Kategori
I. Faktor Pribadi
Keadaan Ekonomi 220 Cukup Berpengaruh
Gaya Hidup 256 Berpengaruh
Rata-rata nilai 238 Berpengaruh
II. Faktor Harga
Penetapan Harga 257 Berpengaruh
Rata-rata Nilai 257 Berpengaruh
III. Faktor Produk
Kualitas Produk 220 Cukup Berpengaruh
Kepercayaan 289 Berpengaruh
Model Produk 284 Berpengaruh
Rata-rata Nilai 264,33 Berpengaruh
IV. Faktor Sosial
Prestige 243 Berpengaruh
Keluarga 234 Cukup Berpengaruh
Lingkungan sekitar 208 Cukup Berpengaruh
Rata-rata Nilai 228,33 Cukup Berpengaruh
V. Faktor Promosi
Strategi Penjualan 245 Berpengaruh
Rata-rata Nilai 245 Berpengaruh
Rangkuman Rata-rata Nilai 248,11 Berpengaruh
Berdasarkan tabel diatas, dapat dirumuskan bahwa jumlah rata-rata keenam instrumen
pengukuran ( pribadi, harga, produk, sosial, promosi dan keputusan pembelian ) adalah sebesar
248,11 dimana nilai tersebut berada pada kelas interval 238-293 dan dapat dikategorikan
Dalam pengujian chi square ini penulis melakukan pangujian langsung dengan menggunakan
software SPSS versi 17 adalah sebagai berikut:
1. Faktor Pribadi
Pada faktor pribadi ini terdiri dari dua indikator penunjang yaitu keadaan ekonomi
dan gaya hidup. Berikut adalah hasil outputnya pada tabel 3.4:
Tabel 3. 4
Output Chi Square Faktor Pribadi
df = 6, α = 5 % maka X2 tabel = 12,6
Dari hasil output tabel 3.4 tersebut didapat nilai sig < 0.1, dan X2 hitung > X2 tabel,
dimana X2 hitung 20,40 dan X2 tabel 12,6, maka dapat diambil kesimpulan terima Ha
yang artinya Konsumen setuju terhadap adanya pengaruh faktor pribadi terhadap
keputusan pembelian.
2. Faktor Harga
Pada faktor harga ini terdiri dari satu indikator penunjang yaitu penetapan harga
produk. Berikut adalah hasil outputnya pada tabel 3.5:
Tabel 3.5
Output Chi Square Faktor Harga
df = 3, α = 5 % maka X2 tabel = 7,81
Dari hasil output tabel 3.5 tersebut didapat nilai sig < 0.1, dan X2 hitung > X2 tabel,
dimana X2 hitung 30,686 dan X2 tabel 7,81, maka dapat diambil kesimpulan terima
Ha yang artinya Konsumen setuju terhadap adanya pengaruh faktor harga terhadap
3. Faktor Produk
Pada faktor produk ini terdiri dari tiga indikator penunjang yaitu kualitas produk,
model produk, dan kepercayaan. Berikut adalah hasil outputnya pada tabel 3.6
Tabel 3.6
Output Chi Square Faktor Produk
df = 7, α = 5 % maka X2 tabel = 14,1
Dari hasil output tabel 3.6 tersebut didapat nilai sig < 0.1, dan X2 hitung > X2 tabel,
dimana X2 hitung 21,429 dan X2 tabel 14,1, maka dapat diambil kesimpulan terima
Ha yang artinya Konsumen setuju terhadap adanya pengaruh faktor produk terhadap
keputusan pembelian.
4. Faktor Sosial
Pada faktor sosial ini terdiri dari tiga indikator penunjang yaitu keluarga, referensi,
prestige. Berikut adalah hasil outputnya pada tabel 3.7
Tabel 3.7
Output Chi Square Faktor Sosial
df = 9, α = 5 % maka X2 tabel = 16,9
Dari hasil output tabel 3.7 tersebut didapat nilai sig < 0.1, dan X2 hitung > X2 tabel,
dimana X2 hitung 36,571 dan X2 tabel 16,9, maka dapat diambil kesimpulan terima
Ha yang artinya Konsumen setuju terhadap adanya pengaruh faktor sosial terhadap
5. Faktor Promosi
Pada faktor promosi ini terdiri dari satu indikator penunjang yaitu strategi penjualan
produk. Berikut adalah hasil outputnya pada tabel 3.8:
Tabel 3.8
Output Chi Square Faktor Promosi
df = 4, α = 5 % maka X2 tabel = 9,49
Dari hasil output tabel 3.8 tersebut didapat nilai sig < 0.1, dan X2 hitung > X2 tabel,
dimana X2 hitung 24,714 dan X2 tabel 9,49, maka dapat diambil kesimpulan terima
Ha yang artinya Konsumen setuju terhadap adanya pengaruh faktor promosi
terhadap keputusan pembelian.
6. Faktor Keputusan Pembelian
Pada faktor keputusan pembelian ini terdiri dari satu indikator penunjang yaitu
keputusan yang baik. Berikut adalah hasil outputnya pada tabel 3.9 :
Tabel 3.9
Output Chi Square Faktor Keputusan Pembelian
df = 3, α = 5 % maka X2 tabel = 11,1
Dari hasil output tabel 3.9 tersebut didapat nilai sig < 0.1, dan X2 hitung > X2 tabel,
dimana X2 hitung 28,514 dan X2 tabel 11,1, maka dapat diambil kesimpulan terima
Ha yang artinya Konsumen setuju jika faktor pribadi, harga, produk, sosial, dan
4. Kesimpulan
Berdasarkan Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk
Crocs, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Dengan metode Skala Likert bahwa jumlah rata-rata seluruh instrumen pengukuran
(pribadi, harga, produk, sosial, promosi dan keputusan pembelian) adalah sebesar 248,11
dimana nilai tersebut berada pada kelas interval 238-293 dan dapat dikategorikan
berpengaruh terhadap pembelian produk Crocs. Dimana faktor yang paling berpengaruh
adalah faktor produk dengan rata-rata paling besar yaitu dengan nilai 264,33. Hal inilah yang
terjadi pada pengguna produk Crocs, dimana keunggulan dari produk yang ditawarkan
menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian.
2. Dari hasil Uji Chi Square dengan menggunakan SPSS versi 17.0 dapat dilihat bahwa pada
setiap faktor nilai sig < 0,1, dan X2 hitung > X2 tabel maka dapat diambil kesimpulan terima
Ha yang artinya terdapat pengaruh faktor pribadi, harga, produk sosial, dan promosi
terhadap keputusan pembelian produk Crocs secara signifikan.
REFERENSI
Assauri, Sofyan. (2004), Manajemen Pemasaran. Cetakan ketujuh, Raja Grafindo. Jakarta.
Budi, Purbayu., & Ashari. (2005), Analisi statistika dengan Microsoft Excel & SPSS.Andi, Yogyakarta.
Engel, James F, Roger D Blackwell dan Paul W. Miniard. (2000) Perilaku konsumen, Jilid 1, Bina Rupa Aksara. Jakarta.
Istijanto. (2005), Aplikasi Praktis Riset Pemasaran. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sarwono, Jonathan., & Martadiredja, Tutty. (2008), Riset Bisnis Untuk Pengambilan Keputusan. Andi, Yogyakarta.
Kotler, Philip.(2000). Manajemen Pemasaran, Jilid 2, Bumi Aksara, Jakarta
Kotler, Philip., & Armstrong, Gery. (2008), Prinsip-Prinsip pemasaran. Edisi Kedua Belas, Jilid Pertama, Erlangga, Jakarta.
Swasta, Basu dan Handoko, T. Hani. 2000, Manajemen Barang dalam Pemasaran, Cetakan Kedua BPFE, Yogyakarta
Arikunto, Suharsimi. (1998). Prosedur Penelitian, Edisi Revisi IV, Cetakan Kesebelas. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta
Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium Jilid 1 & 2, Jakarta: Prentice Hall, 2001
Sudjana. (2002). Metoda Statistika, edisi keenam, Penerbit Tarsito, Bandung
http://www.skalalikert.wordpress.com/category/skala-likert, diunduh pada 12 Juni 2010.