• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENILAIAN SAHAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PENILAIAN SAHAM "

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PENILAIAN SAHAM

Disusun untuk Mata Kuliah Perilaku Organisasi

Dosen : Harjum Muharam, Dr,SE,ME

Shabatini Siallagan

(43116310100)

(2)

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebelum pemilik dana mengenal saham, banyak pemilik dana lebih memilih berinvestasi da;am bentuk investasi berwujud seperti emas, tanah maupun rumah. Akan tetapi muncul alternativ investasi lain yaitu saham. Sampai saat ini investasi saham menjadi pilihan alternativ investasi oleh beberapa investor. Begitu pula di Indonesia yang dimulai pada abad 19. Investasi sahaam diperkenalkan oleh Belanda, dan masih diminati hingga sekarang.

Untuk memulai investasi, investor akan melihatkinerja perusahaan, kemudian harga saham dari perusahaan yang akan dipilih. Selanjutnya menilai berapa banyak yang akan diperoleh bila dana investor terbatas. Namun dalam melakukan investasi saham seorang investor tidak cukup hanya melihat dari segi harga saham tanpa mengerti resiko dan return.

(3)

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Saham

Surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal sering disebut efek atau sekuritas, salah satunya yaitu saham. Saham dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

2. Jenis Saham

Berdasarkan hak kepemilikannya, maka saham dapat dibagi 2 jenis :

1.

Saham Biasa (

common stocks

)

Merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling yunior dalam hal pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaantersebut dilikuidasi. Saham biasa ini merupakan saham yang paling banyakdikenal dan diperdagangkan di pasar.

Sebagai pemilik perusahaan pemegang saham biasanya memiliki hak yaitu: a) Hak Kontrol

Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memilih dewan direksi. Hal ini berarti bahwa pemegang saham mempunyai hak untuk mengontrol siapa saja yang akan memimpin perusahaannya. Pemegang saham dapat melakukan hak kontrolnya dalam bentuk memveto dalam pemilihan direksi di rapat tahunan pemegang saham atau tindakan-tindakan yang membutuhkan persetujuan pemegang saham.

b) Hak menerima Pembagian Keuntungan

Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasa berhak mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Tidak semua laba dibagikan, tetapi sebagian laba akan ditanamkan kembali ke dalam perusahaan. Laba yang ditahan ini (retained earning) merupakan sumber dana intern perusahaan sedangkan laba yang tidak ditahan diberikan kepada pemilik saham dalam bentuk dividen.

c) Hak Preemtive (preetive right)

(4)

saham yang beredar akan lebih banyak dan akibatnya persentase kepemilikan saham yang lama akan turun. Hak preemtive memberi prioritas kepada pemegang saham lama untuk membeli tambahan saham baru, sehingga persentase kepemilikan tidak berubah.

2.

Saham Preferen (preferred stocks)

Saham ini mempunyai karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa karena bisa menghasilkan pendapatan tetap, tetapi bisa juga mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor. Ada dua hal penyebab saham preferen serupa dengan saham biasa yaitu mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut dan membayar dividen. Perbedaan saham preferen dengan obligasi terletak pada tiga hal yaitu klaim atas laba dan aktiva, dividen tetap selama masa berlaku dari saham, mewakili hak tebus dan dapat ditukar dengan saham biasa.

Bebarapa karakteristik saham preferen adalah sebagai berikut: a) Preferen terhadap dividen

1) Pemegang saham preferen mempunyai hak untuk menerima dividen terlebih dahulu dibandingkan pemegang saham biasa.

2) Saham preferen umumnya memberikan hak dividen kumulatif, yaitu memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima dividen tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayarkan, dan dibayarkan sebelum pemegang saham biasa menerima dividennya.

b) Preferen pada waktu likuidasi

Saham preferen mempunyai hak terlebih dahulu atas aktiva perusahaan dibandingkan dengan hak yang dimiliki oleh saham biasa pada saat terjadi likuidasi. Besarnya hak atas aktiva adalah sebesar nilai nominal saham preferennya termasuk semua dividen yang belum dibayarkan jika bersifat kumulatif.

Saham preferen lebih aman dibandingkan saham biasa karena memiliki klaim terhadap kekayaan perusahaan dan pembagian dividen terlebih dahulu. Dan pemiliknya akan memiliki hak lebih dibanding hak pemilik saham biasa, contohnya hak suara dalam pemilihan direksi sehingga jajaran manajemen akan berusaha sekuat tenaga untuk membayar ketepatan pembayaran dividen preferen agar tidak lengser.

(5)

Penilaian saham dapat diartikan sebagai suatu proses pekerjaan seorang penilai dalam memberikan opini tertulis mengenai nilai ekonomi suatu bisnis atau ekuitas pada saat tertentu. Penilaian saham adalah suatu mekanisme untuk merubah serangkaian variabel ekonomi/ variabel perusahaan yang diramalkan menjadi perkiraan tentang harga saham misalnya laba perusahaan dan deviden yang dibagikan, maksudnya suatu metode untuk mencari nilai-nilai saham yang menjadi ukuran dalam investasi surat berharga.

4.

Tujuan Penilaian Saham

Tujuan penilaian saham adalah untuk memberikan gambaran pada manajemen atas estimasi nilai saham suatu perusahaan yang akan digunakan sebagai rujukan manajemen sebagai pertimbangan kebijakan atas saham perusahaan bersangkutan.

5. Tiga jenis penilaian saham

Ada tiga jenis penilaian saham, yaitu: a) Nilai buku

Nilai buku ialah nilai asset yang tersisa setelah dikurangi kewajiban perusahaan jika dibagikan. Nilai buku hanya mencerminkan berapa besar jaminan atau seberapa besar aktiva bersih untuk saham yang dimiliki investor.

b) Nilai pasar

Nilai pasar merupakan harga yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran saham di pasar modal atau disebut juga dengan harga pasar sekunder. Nilai pasar tidak lagi dipengaruhi oleh emiten atau pihak pinjaman emisi, sehingga boleh jadi harga inilah yang sebenarnya mewakili nilai suatu perusahaan.

c) Nilai intrinsik

Nilai intrinsik adalah nilai saham yang menentukan harga wajar suatu saham agar saham tersebut mencerminkan nilai saham yang sebenarnya sehingga tidak terlalu mahal. Perhitungan nilai intrinsik ini adalah mencari nilai sekarang dari semua aliran kas di masa mendatang baik yang berasal dari dividen maupun capital gain.

(6)

1. Sumber-sumber dana yang akan diperoleh.

2. Kebutuhan biaya investasi.

3. Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi.

4. Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode

5. Kriteria penilaian investasi.

6. Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.

Contoh dalam perusahaan yaitu “PT Gudang Garam, Tbk”

PT Gudang Garam , Tbk adalah sebuah perusahaan rokok terbesar di Indonesia, dimana pasti akan banyak calon pemegang saham yang ingin meletakkan sahamnya disana. Namun sebelum melakukan itu mereka selalu melakukan penilaian terhadap perusahaan tersebut yaitu dari laporan keuangannya. Laporan keuangan merupakan produk akhir dan proses akuntansi dan merupakan sumber informasi utama bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap suatu perusahaan untuk mengetahui kondisi perusahaan, baik kekayaan, hutang-hutang, permodalan dan aktifitasnya serta perkembangan dan hasil operasinya.Selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses laporan keuangan yang meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan merupakan bagian integral dari laporan keuangan IAI.

Maka Saya sebagai calon investor menarik untuk berinvestasi di perusahaan PT Gudang Garam Tbk, karena sampai saat ini perusahaan tersebut masih berkembang dengan sangat pesat.

(7)

KESIMPULAN

Tujuan menganalisis penilaian saham adalah untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang di harapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan.

Secara keseluruhan penilaian dalam aspeknya meliputi hal-hal seperti : 1. Sumber-sumber dana yang akan diperoleh.

2. Kebutuhan biaya investasi.

3. Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi.

4. Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode 5. Kriteria penilaian investasi.

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah Saham yang ditawarkan 386.479.800 Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp.. HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) PT BANK MAYAPADA Tbk

Jumlah Saham yang ditawarkan 5.400.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp.. HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) PT BANK PUNDI INDONESIA Tbk

Jumlah Saham yang ditawarkan 525.962.624 Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp.. HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) PT LEO INVESTMENTS Tbk

Jumlah Saham yang ditawarkan 525.962.624 Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp.. HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) PT LEO INVESTMENTS Tbk

Jumlah Saham yang ditawarkan 1.507.009.079 Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp.. HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) PT RUKUN RAHARJA Tbk

Jumlah Saham yang ditawarkan 240.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp.. HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) PT METRODATA ELECTRONICS Tbk

Jumlah Saham yang ditawarkan 2.111.994.000 Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp.. HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) PT LAGUNA CIPTA GRIYA Tbk

Jumlah Saham yang ditawarkan 240.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp.. HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) PT METRODATA ELECTRONICS Tbk