• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Implemetasi Kurikulum Tingkat S

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Strategi Implemetasi Kurikulum Tingkat S"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Rin O,S.Pd, M.Pd
  • Sekolah: Universitas Negeri Padang
  • Mata Pelajaran: Pendidikan
  • Topik: Strategi Implemetasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sebuah Kajian Pengembangan KTSP Berbasis Keunggulan Daerah Menuju Kemandirian Sekolah
  • Tipe: tesis
  • Tahun: 2010
  • Kota: Padang

I. Pendahuluan

Bagian ini menguraikan latar belakang pentingnya kurikulum dalam pendidikan, menyoroti sifat dinamis dan fleksibel dari kurikulum yang memungkinkan diskusi dalam berbagai perspektif. Tiga aspek utama kurikulum yaitu perencanaan, implementasi, dan evaluasi menjadi fokus utama. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan kebijakan kementerian pendidikan, tetapi juga oleh kebutuhan sosial dan budaya masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa perencanaan kurikulum harus relevan dengan konteks lokal.

II. Konsep Kurikulum

Kurikulum didefinisikan sebagai rencana dan pengaturan yang mencakup tujuan, isi, dan cara pembelajaran. Konsep ini mencakup berbagai pandangan dari para ahli pendidikan yang mengidentifikasi kurikulum sebagai produk, program, pengalaman belajar, dan dokumen tertulis. Taylor menekankan pentingnya tujuan pendidikan, pengalaman belajar, organisasi, dan evaluasi dalam pengembangan kurikulum. Pemahaman yang mendalam tentang definisi ini penting untuk menyusun kurikulum yang efektif dan relevan.

2.1. Pengertian Kurikulum

Kurikulum diartikan sebagai keseluruhan pengalaman belajar yang diberikan kepada siswa untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Beberapa ahli, seperti Nasution dan Zais, menekankan bahwa kurikulum harus mencakup tujuan pendidikan, pengalaman belajar, serta isi pelajaran yang terstruktur. Ini menunjukkan bahwa kurikulum bukan hanya sekadar daftar mata pelajaran, tetapi merupakan rencana komprehensif yang harus dikelola dengan baik.

2.2. Landasan Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum harus berlandaskan pada berbagai prinsip, termasuk filosofi, sosiologi, dan psikologi. Landasan filosofis memberikan arah bagi tujuan pendidikan, sementara landasan sosiologis dan psikologis memastikan bahwa kurikulum relevan dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik peserta didik. Hal ini penting untuk menciptakan kurikulum yang tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif dan dapat diterima oleh masyarakat.

III. Strategi Implementasi KTSP

Strategi implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berfokus pada pengembangan metode pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pendekatan ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Berbagai model pembelajaran seperti cooperative learning dan problem-based learning diusulkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Evaluasi berbasis kinerja juga ditekankan untuk memastikan bahwa hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan kurikulum.

3.1. Strategi yang Berpusat pada Guru

Dalam strategi ini, guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan proses belajar siswa. Model pengajaran yang berpusat pada guru seperti presentasi dan pengajaran langsung masih relevan, namun harus diimbangi dengan metode yang melibatkan siswa secara aktif. Hal ini penting untuk menciptakan suasana belajar yang dinamis dan interaktif.

3.2. Mengaktualisasikan Implementasi KTSP sebagai Sistem Pembelajaran

Pengaktualisasian KTSP sebagai sistem pembelajaran memerlukan integrasi antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ini mencakup pengembangan silabus yang relevan, pemilihan media pembelajaran yang tepat, serta penilaian yang konstruktif. Dengan pendekatan sistematis ini, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

IV. Evaluasi KTSP

Evaluasi kurikulum merupakan bagian integral dari pengembangan pendidikan yang bertujuan untuk menilai efektivitas implementasi kurikulum. Evaluasi ini tidak hanya berfokus pada hasil belajar siswa, tetapi juga pada proses pembelajaran dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat. Dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh, pengembang kurikulum dapat memperoleh umpan balik yang berguna untuk perbaikan di masa depan.

4.1. Evaluasi Berbasis Kinerja

Evaluasi berbasis kinerja menekankan pada penilaian yang mencakup berbagai aspek, termasuk keterampilan, pengetahuan, dan sikap siswa. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pencapaian siswa dan efektivitas kurikulum. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya menjadi alat ukur, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

4.2. Optimalisasi Potensi Daerah

Optimalisasi potensi daerah dalam kurikulum sangat penting untuk menciptakan relevansi antara pendidikan dan kebutuhan lokal. Dengan mengintegrasikan aspek budaya dan sumber daya lokal ke dalam kurikulum, diharapkan siswa dapat lebih memahami dan menghargai lingkungan mereka. Hal ini juga dapat mendorong pengembangan karakter dan identitas siswa sebagai bagian dari masyarakat.

Referensi Dokumen

  • Otonomi Daerah ( Undang Undang )
  • Revolusi Mental ( Indra Jati Sidi )
  • Potensi Daerah ( Moch.Wahib )
  • Geografi ( Sidney dan Mulkerne )
  • Wikipedia ( Wikipedia )

Gambar

Gambar 1. Landasan pengembangan kurikulum
Gambar 2. Kultur sekolah (dikutip dari Stolp dan Smith,1995)
Gambar 3. Pembelajaran sebagai suatu sistem
Gambar 4. Model Evaluasi KTSP berbasis kinerja

Referensi

Dokumen terkait