KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MAP TERHADAP BUAH
HORTIKULTURA
Oleh : Reni Desmayanti
20140210052
PRODI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
Produk-produk hortikultura baik sayur maupun buah merupakan produk-produk yang cepat rusak, baik secara fikik, kandungan kimia, dan tekstur. Kerusakan kwalitas buah dikarenakan dari berbagai macam faktor seperti adanya luka pada buah, gangguan patogen, respirasi, transpirasi dan faktor-faktor lainnya. Selain penurunan kwalitas, buah dan sayur merupakan produk hortikultura yang tidak bis abertahan lama sehingga proses pendistribusian dan pemakaian harus cepat.
Modified Atmosphere Packaging (MAP) melalui pengemasan merupakan salah satu metode untuk mengurangi laju respirasi dan transpirasi untuk menunda proses pematangan buah dan sayur agar tidak cepat rusak. Pengemasan dapat membantu untuk mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi bahan pangan yang ada didalam kemasan, dan dapat memudahkan untuk menempatkan suatu hasil pengolahan.
Modifikasi Atmosphere Packaging (MAP) merupakan proses penangan pasca panen yang tergolong alamiah dan bebas bahan kimia serta memiliki prosedur yang lebih mudah karena hanya menggunakan peralatan sederhana. Menurut Utama (2005), Modified Atmosphere Packaging (MAP) merupakan suatu sistem yang dinamis dimana respirasi dan keluar masuknya gas melalui kemasan yang terajadi bersamaan. Keluar-masuknya gas O2 dan CO2 pada kondisi suhu dan kelembaban penyimpanan yang sama dengan produk yang sama pula ditentukan oleh permeabilitas dari kemasan yang digunakan. Permeabilitas plastik terhadap gas O2 dan CO2 semakin berkurang dengan semakin tebalnya plastik tersebut. Hal ini berimplikasi pula pada kondisi minimum dari konsentrasi O2 dan kondisi maksimum konsentrai CO2 yang dicapai. Semakin tipis plastik maka kondisi minimum dari konsentrasi O2 adalah lebih tinggi dan kondisi maksimum konsentrai CO2 lebih rendah dibandingkan dengan plastik yang lebih tebal. Utama. 2005. Mempelajari pengaruh ketebalan plastik film polietelin densitas rendah sebagai kemasan buah manggis terhadap modifikasi gas oksigen dan karbondioksida. Agritrop 25(1):1-11.
1. Keuntungn menggunakan MAP:
hortikultura segar, karena kemasan plastik memberikan perubahan gas-gas atmosfer dalam kemasan itu sendiri dan berbeda dengan atmosfer udara normal sehingga dapat memperlambat perubahan fisiologis yang berhubungan dengan pemasakan dan pelayuan sehingga dapat menghambat pembusukan.
b. MAP dapat menyeragamkan kemasakan buah dan menghambat munculnya warna kuning atau warna masak buah, dapat menjada mutu kimia buah dengan mengurangi aktivita respirasi buah (Aminarsih, 2012).
c. Menunda proses kematangan, menurunkan laju respirasi, mengurangi produksi etilen, mengurangi sensitivitas produk terhadap kerja etilen, dan mengurangi perubahan komposisi akibat pematangan.
d. Berpotensi meningkatkan umur simpan 50-400%. e. Mengurangi kehilangan berat
f. Produk dapat didistribusikan pada area pemasaran yang lebih luas, menyediakan produk bermutu tinggi, memudahkan penanganan, memperbaiki penampilan, sedikit atau bahkan tidak memerlukan pengawet.
g. Biaya yang dibutuhkan tidak besar (tidak mahal dan relatif terhadap harga produk yang dikemas), ramah lingkungan, mempunyai nilai estetika yang dapat diterima dan sesuai untuk sistem distribusi.
2. Kerugiaan menggunakan MAP :
a. CO2 > batas toleransi → kerusakan fisiologis b. O2 < batas toleransi → respirasi anaerob c. Memerlukan kontrol suhu
d. Diperlukan formulasi gas yang berbeda e. Peralatan dan training khusus
f. Perhatian terhadap kemananan pangan g. Meningkatkan volume kemasan
h. Keuntungan akan hilang jika kemasan terbuka atau bocor