• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Individu Nama Agung Rizqi Fauzi NP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tugas Individu Nama Agung Rizqi Fauzi NP"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Individu

Nama : Agung Rizqi Fauzi

NPM : 1201081003

Prodi : D3 Keuangan Dan Perbankan (B)

Daftar Isi

1.Pengertian Manajemen Resiko

2. Istilah Istilah Penting Di dalam Manajemen Resiko

PENGERTIAN

Manajemen risiko adalah sebuah pendekatan metodologi yang terstruktur dalam mengelola (manage) sesuatu yang berkaitan dengan sebuah ancaman karena ketidak pastian. Ancaman yang dimaksud di sini adalah akibat dari aktivitas individu / manusia termasuk: yang terdapat / berperan di dalamnya. Aktivitas ini meliputi penilaian risiko yang mengancam, pengembangan strategi untuk menanggulangi risiko dengan pengelolaan sumberdaya yang ada.

(2)

Istilah Istilah Penting dalam Manajemen Resiko

5) Var dengan tingkat kepercayaan 95% adalah 100

a. Eksposur adalah objek yang rentan terhadap resiko dan berdampak pada kinerja perusahaan apabila resiko yang diprediksikan benar-benar terjadi. Eksposur yang paling umum berkaitan dengan ukuran keuangan, misalnya harga saham, laba, pertumbuhan penjualan dan sebagainya. Berikut adalah faktor yang mempengaruhi terjadinya resiko :

 Frekwensi

Makin sering suatu kejadian dilakukan maka semakin banyak risiko yang akan terjadi.Misalnya : perusahaan yang banyak melakukan transaksi penjualan akan berisiko salahmemasukkan data transaksi penjualan.

 Kerentanan

Makin rentan suatu aset, semakin besar risiko yang akan terjadi pada aset itu. Misalnya : kas sangat rentan dicuri daripada aktiva lainnya.

 Ukuran

Semakin besar nilai moneter dari kerugian potensial , semakin besar eksposur risikonya. Misalnya : suatu arsip piutang usaha menunjukkan eksposur risiko yang tinggi karena mengandung informasi penting tentang jumlah yang akan ditagih ke pelanggan dan kejadian lainnya yang memengaruh pelanggan kredit.

b. Risiko pasar, yaitu bentuk tekanan yang terjadi ketika ada pergerakan harga pasar, seperti nilai sekuritas, valuta asing, harga komoditi mapupun tingkat suku bunga. Risiko pasar adalah potensi kerugian yang disebabkan oleh perubahan harga-harga pasar dan yields. Risiko pasar sangat berkaitan dengan pinjaman nasabah Bank, deposito, aktivitas perdagangan, surat-surat berharga dan produk derivatif. Risiko pasar dikelola dalam batas risiko secara menyeluruh dan menggunakan teknik lindung nilai ( hedging).

Contohnya: Contohnya krisis ekonomi dunia tahun 1930-an, krisis ekonomi Indonesia 1997 dan 1998. Risiko pasar secara umum ada 2 (dua) bentuk yaitu :

– General market risk (risiko pasar secara umum)

General market risk ini di alami oleh seluruh perusahaan yang disebabkan oleh suatu kebijakan yang dilakukan oleh lembaga terkait yang mana kebijakan tersebut mampu memberi pengaruh bagi seluruh sektor bisnis.Contohnya pada saat bank sentral suatu Negara melakukan kebijakan tight money policy (kebijakan uang ketat) dengan berbagai instrumennya seperti menaikkan suku bunga BI rate. Dimana kebijakan menaikkan BI rate ini akan membawa pengaruh secara menyeluruh pada seluruh sektor bisnis yang berhubungan dengan interest rate related instrument (berbagai instrument yang berhubungan dengan suku bunga). Beberapa kategori yang termasuk dalam general market risk, yaitu:

a. Foreign exchange risk (risiko nilai tukar) b. Interest rate risk (risiko suku bunga)

c. Commodity position risk (risiko perubahan nilai komoditi) d. Equity position risk (risiko perubahan kekayaan)

e. Politic risk (stabilitas politik)

- Specific market risk (resiko pasar secara spesifik)

(3)

c. Risiko kredit adalah risiko kerugian akibat kegagalan pihak lawan (counter party) memenuhi kewajibannya. Contoh: debitur tidak bisa membayar cicilan dan bunga hutang, sehingga perusahaan mengalami kerugian. Piutang dagang tidak terbayar.

Risiko Kredit mencakup:

1. Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan (counterparty credit risk) – Timbul dari jenis transaksi yang secara umum memiliki karakteristik sebagai berikut: (a) transaksi dipengaruhi oleh pergerakan nilai wajar atau nilai pasar; (b) nilai wajar dari transaksi dipengaruhi oleh pergerakan variable pasar tertentu; (c) transaksi menghasilkan pertukaran arus kas atau instrument keuangan; (d) karakteristik risiko bersifat bilateral yaitu (i) apabila nilai wajar kontrak bernilai positif maka Bank terekspos Risiko Kredit dari pihak lawan, sedangkan (ii) apabila nilai wajar kontrak bernilai negatif maka pihak lawan terekspos Risiko Kredit dari Bank.

2. Risiko Kredit akibat kegagalan setelmen (settlement risk) – Timbul akibat kegagalan penyerahan kas dan/atau instrumen keuangan pada tanggal penyelesaian (settlement date) yang telah disepakati dari transaksi penjualan dan/atau pembelian instrumen keuangan.

d. Risiko operasional adalah Risiko operasional adalah risiko yang antara lain disebabkan ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional perusahaan menjadi tidak lancar. Missal, komputer warnet terkena virus sehingga kegiatan operasinya menjadi terganggu. Prosedur pengendalian warnet tidak memadai sehingga terjadi pencurian barang-barang yang ada di warnet.

Terdapat empat jenis kejadian risiko operasional berdasarkan frekwensi dan dampak, yaitu: Low Frequency / Low Impact (LF/LI) – jarang terjadi dan dampaknya rendah.

Low Frequency / High Impact (LF / HI) – jarang terjadi namun dampaknya sangat besar. High Frequency / Low Impact (HF / LI) – sering terjadi namun dampaknya rendah. High Frequency / High Impact (HF / HI) – sering terjadi dan dampaknya sangat besar. Source :

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko

Referensi

Dokumen terkait

14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 4,063,520 2,880,920 15 Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas 264,794 1,262,232 16 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan

14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 2,880,920 4,517,730 15 Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas 1,262,232 1,384,451 16 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan

14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 4,063,520 2,880,920 15 Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas 264,794 1,262,232 16 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan

14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 5,827,821 8,734,950 15 Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas 5,129,337 6,356,947 16 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan

14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 5,827,821 8,734,950 15 Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas 5,129,337 6,356,947 16 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan

14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 8,079,408 11,159,632 15 Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas 4,915,314 8,656,643 16 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan

14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 8,079,408 11,159,632 15 Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas 4,915,314 8,656,643 16 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan

14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 4,222,157 4,063,520 15 Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas 424,355 264,794 16 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan terkait