• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Dan Pembuatan Mixer Kapasitas 6,9 Liter Putaran 280 Rpm

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Dan Pembuatan Mixer Kapasitas 6,9 Liter Putaran 280 Rpm"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Dalam sebuah industri, mesin dan alat merupakan sarana penunjang yang

paling penting bagi kelancaran produksi. Untuk dapat bersaing dengan yang lain

suatu industri harus bekerja secara efekif dan efisien. Cara kerja yang demikian

dapat dicapai bila industri tersebut didukung oleh sistem manajemen yang baik

dan juga bantuan mesin dan alat penunjang produksi yang tepat.

Proses pencampuran merupakan salah satu proses yang penting dansering

dijumpai pada sebuah industri. Pada prosespencampuran ini sebagian besar

produk dihasilkan.Bahan baku dapat diolah dan dicampurkan dengan bahan –

bahan lainnya. Mesin yang biasa digunakan unuk proses pencampuran ini disebut

mixer. Bila dilihat dari segi fungsinya, mixer dapat digolongkan sebagai mesin

pengolah. Mesin pengolah merupakan mesin yang digunakan untuk

menyelenggarakan proses pengolahan.

Prinsip pencampuran bahan banyak diturunkan dari prinsip mekanika fluida

dan perpindahan bahan akan ada bila terjadi gerakan atau perpindahan bahan yang

akan dicampur baik secara horizontal ataupun vertical. Prinsip pencampuran

didasarkan pada peningkatan pengacakan dan distribusi- distribusi atau lebih

komponen yang mempunya sifat yang berbeda. Derajat pencampuran dapat

dikarakterisasi dari waktu yang dibutuhkan, keadaan produk atau bahkan jumlah

tenaga yang dibutuhkan untuk melakukan pencampuran. Derajat keseragaman

pencampuran, dalam diukur dari sample yang diambil selama pencampuran,

dalam hal ini jika komponen yang dicampur telah terdistribusi mealui komponen

lain secara random (acak), maka dikatakan pencampuran telah berlangsung

dengan baik.Proses pencampuran dimaksudkan untuk membuat suatu bentuk

uniform dari beberapa konstituan baik liquid/ solid (pasta) atau solid/ solid dan

kadang liquid-gas. Berbagai proses pecampuran harus dilakukan dalm industri

pangan seperti pencampuran susu dengan coklat, tepung dengan gula atau CO2

dengan air.

(2)

Dalam kehidupan nyata alat pencampur (mixer) dapat menghasilkan suatu

produk dengan homogenitas yang lebih tinggi daripada pencampuran bahan yang

dilakukan secara manual atau tanpa alat (dengantangansaja). Pencampuran dapat

dikelompokkan menjad itiga, yaitu: pengadukan pada bahan cair termasuk

suspensi di dalamnya, pencampuran bahan bersifat viscous dan pencampuran

bahan partikel padat.

1.2. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari rancangan mesin Mixer dengan sistem pemanas ini

antara lain:

1. Merencanakan Kapasitas dan Daya motor Pengerak Mixer.

2. Merencanakan dan mengetahui jenis elemen pemanas yang dipakai

3. Mengetahui tata cara perancangan Mixer dengan menggunakan Elemen

pemanas.

4. Mengetahui seberapa besar pengaruh pemanas dengan menggunakan

elemen pemanas.

1.3. BatasanMasalah

Dalam penulisan ini penulis ini adalah :

1. Elemen Pemanas menggunakan jenis Mika dengan pembungkus Elemen

Mika dan dilapis dengan logam Stenlees Steal.

2. Perancangan Elemen Pemanas untuk bahan uji Termoplastik.

3. Bahan yang akan duji adalah jenis Termoplastik LDPE.

4. Temperatur elemen pemanas yang dikehendaki berkisar 50 - 3000 C.

5. Untuk mengetahui pengaruh Material Insulin wadah Pemanas.

1.4. SistematikaPenulisan

Untuk mempermudah mengetahui isi tugas sarjana ini, maka uraian dari

masing-masing bab dapat diringkas secara garis besar sebagai berikut :

Bab I : Pendahuluan, Merupakan Pendahuluan yang berisi latar belakang

dibuatnya tugas sarjana dan pertimbangan-pertimbangan yang dipakai kenapa

judul ini yang diangkat menjadi tugas sarjana yang bertujuan untuk mengetahui

seberapa besar pengaruh mesin mixer dengan menggunakan pemanas

(3)

dalampencampuran bahan-bahan dan seberapa besar perbandingan dengan mesin

mixer yang ada dipasaran sebelumnya untuk dapat menghitung efisiensi

pemakaian mesin, agar fokus tulisan sesuai dengan hal-hal yang akan dibahas

maka dibuat batasan masalah yaitu tentang komponen, carakerja,daya yang

dipergunakan, perawatan dan keadaan produksi sebelum dan sesudah pemakaian

mesin mixer dengan menggunakan pemanas.

Bab II : Tinjauan Pustaka,Merupakan Tinjauan Pustaka yang berisikan

tentang proses pencampuran dan jenis – jenis pencampuran, Pengenalan mesin

mixer dengan menggunakan pemanas, kapasitas mesin,cara kerja mesin,

komponen mesin, daya yang dipergunakan.

Bab III : Perhitungan Komponen-Komponen,Merupakan Metodologi

Penelitian yang berisikan tentang tempat dimana dilakukan penelitian, waktu

penelitian, dan mekanisme pengumpulan data tentang mesin mixer untuk

mengetahui metode-metode perancangan mesin, tata cara penelitian bahan dan

alat yang digunakan dan hasil dari penelitian tersebut, dan data-data yang ada

hubungannya dengan judul mesin mixer dengan menggunakan pemanas.

Bab IV : Analisa Dan Pembahasan, Merupakan data dari Bab II dan Bab

III yang dianalisa di BAB ini dan dibahas untuk mengetahui perpindahan panas

yang terjadi terhadap lingkungan serta perancangan Elemen pemanas untuk kerja

mesin Mixer.

Bab V : Kesimpulan Dan Saran, Merupakan Kesimpulan dari tugas

sarjana ini berupa efisiensi kerja mesin dan menghasilkan saran atau rekomendasi

pemakaian mesin.

Referensi

Dokumen terkait

Pada hasil proses simulasi kontur tekanan pada pengadukan terlihat bahwa tekanan tertinggi didominasi pada dinding bejana aduk akibat gaya yang dihasilkan pengaduk mengaduk bahan,

dengan mempertahankan mudah terbakar berharga dalam kotak pengaman yang terisolasi dengan baik. Isolasi dapat menurunkan laju aliran panas ke tingkat sedemikian rupa sehingga

pencampur ( mixer ) dapat menghasilkan suatu produk dengan homogenitas yang lebih tinggi daripada pencampuran bahan yang dilakukan secara manual atau.. tanpa alat (dengan

pemanas dengan insulation material dan panas yang hilang. BAB V : KESIMPULAN

dengan mempertahankan mudah terbakar berharga dalam kotak pengaman yang terisolasi dengan baik. Isolasi dapat menurunkan laju aliran panas ke tingkat sedemikian rupa sehingga

Kent’s.1950“Mechanical Engineers’s Handbook”,Twelfh Edition Design and Production Voleme,Tokyo Japan:Wiley Toppan.. CFD Analysis of Air Flow Interactions in

Dalam merencanakan Elemen Pemanas banyak factor yang harus dilihat dari pemilihan jenis Elemen Pemanas, Perencanaan daya maksimal yang akan digunakan, temperature perencanaan pada

Data sekunder diperoleh melalui journal dan skripsi yang sudah ada serta situs internet tentang mixer, kemudian penulis melakukan studi kepustakaan dengan mempelajari buku-buku atau