• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Strategi Promosi Melalui Pemanfaatan Media Sosial Pada Perpustakaan Universitas Negeri Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Strategi Promosi Melalui Pemanfaatan Media Sosial Pada Perpustakaan Universitas Negeri Medan"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Promosi

2.1.1 Pengertian Promosi Perpustakaan

Segala aktifitas promosi adalah bentuk dari komunikasi pemasaran. Kurangnya komunikasi yang efektif tentang perpustakaan membuat tidak adanya minat bagi banyak pihak terhada perpustakaan. Pentingnya komunikasi terhadap masyarakat dimaksudkan untuk menumbuhkan minat terhadap perpustakaan. Oleh sebab itu promosi perpustakaan perlu dilakukan agar seluruh aktivitas yang berhubungan dengan jasa perpustakaan dapat diketahui dan dipahami oleh masyarakat atau pengguna.

Promosi merupakan salah satu komunikasi pemasaran atau usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik terutama konsumen mengenai keberadaan suatu produk/jasa di pasar. Menurut Machfoedz (2010, 16) menyatakan bahwa komunikasi pemasaran adalah istilah yang digunakan untuk menerangkan arus informasi tentang produk dari pemasar sampai kepada konsumen.

Selain itu Rd. Soemanegara (2008, 4) mengemukakan bahwa komunikasi pemasaran dapat dinyatakan sebagai kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk menyampaikan pesan kepada konsumen dan pelanggan dengan menggunakan sejumlah media dan berbagai saluran yang dapat dipergunakan dengan harapan terjadinya tiga tahapan perubahan, yaitu: 1. Perubahan sikap

2. Perubahan pengetahuan

3. Perubahan tindakan yang dikehendaki

(2)

pemasaran atau marketing mix yang memfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya.

Berdasarkan defenisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa Komunikasi pemasaran itu sendiri adalah sebuah usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik terutama konsumen mengenai keberadaan suatu produk/jasa di pasar karena melaui komunikasi yang baik maka kemungkinan besar peluang bagi konsumen untuk membeli atau memanfaatkan suatu produk/jasa yang ditawarkan. Komunikasi yang dilakukan diperpustakaan merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan berbagai fasilitas dan layanan yang ada diperpustakaan, dengan melakukan promosi perpustakaan maka dapat memberi informasi tentang perpustakaan kepada pengguna.

Buchari Alma (2011, 179) mengemukakan bahwa Promosi adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen.

Sedangkan Morisson (2002, 113) mengemukakan bahwa:

Promotion is the communications art of marketing. Promotion provides customer with information and knowledge in a informative and persuasive manner. The information and knowledge can be communicated using one or more of the five promotional techniques-Pomotion Mix”

(3)

Selain itu Kotler dan Amstrong (2012, 76) mengemukakan bahwa Promosi merupakan aktivitas yang mengkomunikasikan maanfaat produk dan membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya.

Pendapat di atas dapat diartikan bahwa Promosi adalah bagian dari komunikasi pemasaran. Promosi digunakan untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang suatu produk dengan cara membujuk dan informative.

Perpustakaan juga perlu melakukan promosi yang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu perpustakaan. Betapapun berkualitasnya suatu layanan, bila pengguna belum pernah mendengar dan tidak yakin bahwa layanan itu akan bermanfaat bagi mereka maka pengguna tersebut tidak akan pernah memanfaatkannya.

(4)

Menurut Lasa HS (2009, 290) Promosi adalah pertukaran informasi antar organisasi atau lembaga dengan konsumen dengan tujuan utamanya memberi informasi tentang roduk atau jasa yang tersedia dalam organisasi dan membujuk calon konsumen untuk bereaksi terhadap produk atau jasa tersebut.

Qalyubi dkk (2003, 23) Promosi perpustakaan merupakan kegiatan mengomunikasikan manfaat produk perpustakaan dan untuk meyakinkan konsumen/pemustaka agar mau menggunakan jasa layanan informasi melalui perpustakaan.

Selain itu, promosi perpustakaan merupakan suatu usaha komunikasi perpustakaan kepada pengguna agar menggunakan jasa perpustakaan. Menurut Yusup (2001, 214) “Pengguna juga perlu dianalisis dengan jelas mengenai struktur dan kondisi sosiodemografinya, jenis dan tingkatan kebutuhan akan informasi, serta tentang karakteristik lainnya yang ada kaitannya dengan kemungkinan menggunakan perpustakaan”.

(5)

Pemberian informasi tentang produk ini dapat dikomunikasikan dengan menggunakan bauran pemasaran atau sering dikenal dengan promotion mix. Seperti yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2009, 174) yaitu:

1. Iklan, yaitu semua bentuk terbayar dari persentasi non personal dan promosi ide, barang, atau jasa melalui sponsor yang jelas. Bentuk yang paling dikenal oleh masyarakat adalah melalui media elektronik dan media cetak.

2. Promosi penjualan, yaitu berbagai isentif jangka pendek untuk mendorong percobaan pembelian produk atau jasa. Bentuknya seperti undian, hadiah, sampel, dan lain –lain.

3. Acara dan pengalaman, yaitu kegiatan dan program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek tertentu. Bentuknya seperti festival seni, hiburan acara amal, dan lain-lain.

4. Hubungan myarakat dan publisitas, yitu beragam program yang di ranccang untuk mempromosikan atau melindungi citra perushaan atau produk idividunya. Bentuknya seperti donasi amal, pidato, seminar dan lain-lain.

5. Pemasaran langsung yaitu penggunaan surat, telepon, email atau internet untuk komunikasi secara langsung dengan atau meminta respon atau dialog dari pelanggan dan prospek tertentu.

6. Pemasaran interaktif, yaitu kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek secara langsung dengan atau tidak langsung meningkat kesadaran, memperbaiki citra, atau menciptakan penjualan produk dan jasa.

7. Pemasaran dari mulut ke mulut, yaitu komunikasi lissaan, tertulis, elektronik antar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan dan pengalaman membeli atau menggunakan produk dan jasa.Bentuknya seperti orang ke orang atau chatroom.

8. Penjualan personal, yaitu interaksi tatap muka dengan satu atau lebih pembeli prospektip untuk tujuan melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, atau pengadaan pesan. Bentuknya seperti penjualan, rapat penjualan dan lain-lain.

(6)

saja layanan yang tersedia sehingga dapat mempengaruhi dan dimanfaatkan oleh pengguna (konsumen).

2.1.2 Tujuan Promosi Perpustakaan

Promosi menjadi suatu hal yang penting dan dibutuhkan karena beberapa faktor. Pertama, karena jarak antara produsen dan konsumen bertambah jauh. Selain itu, karena jumlah pelanggan potensial bertambah besar, maka masalah komunikasi pasar menjadi sangat penting. Sekalipun suatu produk, yang sebenarnya akan mampu memberikan manfaat yang paling besar dan memuaskan kebutuhan paling banyak, produk itu akan mengalami kegagalan pemasaran jika tak seorang pun tahu bahwa produk yang demikian tersedia. Pada dasarnya setiap kegiatan promosi yang dilakukan pasti mempunyai tujuan tersendiri bagi yang melakukannya, begitu pula dengan kegiatan promosi perpustakaan. Promosi perpustakaan dilakukan sudah tentu mempunyai tujuan yang ingin dicapai.

Menurut Yusup (2001, 325-326),“Promosi perpustakaan bertujuan memperkenalkan segala informasi dan sumber-sumber yang dimiliki perpustakaan kepada masyarakat luas supaya mereka pada akhirnya berminat memanfaatkannya secara optimal.”

Sedangkan Qalyubi dkk (2007, 260) mengemukakan bahwa tujuan-tujuan diadakannya promosi perpustakaan adalah :

1. Memperkenalkan fungsi perpustakaan kepada masyarakat pemakai. 2. Memberikan motivasi minat “baca”pada pada masyarakat dan

mengajak masyarakat untuk menggunakan dan memanfaatkan koleksi perpustakaan secara optimal.

(7)

perpustakaan, sehingga masyarakat mendukung kegiatan yang ada di perpustakaan.

5. Memasyarakatkan slogan “tak kenal maka tak sayang”.

Sehubungan dengan hal tersebut menurut Edsall yang dikutip oleh Mustafa (2012, 123) tujuan promosi perpustakaan adalah:

1. Memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang adanya pelayanan perpustakaan.

2. Mendorong minat masyarakat untuk menggunakan perpustakaan. 3. Mengembangkan pengertian kepada masyarakat agar mendukung 4. kegiatan perpustakaan dan peranannya dalam masyarakat.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas, dapat diketahui bahwa tujuan dilakukannya promosi adalah agar masyarakat mengetahui keberadaan perpustakaan dan menggunakan semua fasilitas yang disediakan serta dapat ikut pada setia berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan. Setelah masyarakat mengetahui keberadaan perpustakaan diharapkan masyarakat agar mengingat perpustakaan dan tertarik untuk menggunakan layanan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang di butuhkannya.

2.1.3 Manfaat Promosi Perpustakaan

Segala kegiatan promosi yang dilakukan pasti mempunyai manfaat tersendiri bagi perpustakaan. menurut Ningsih (2012, 2) manfaat promosi perpustakaan antara lain sebagai berikut:

1. Dapat menarik perhatian para pengguna perpustakaan. Dengan adanya promosi maka pemustaka akan lebih tertarik untuk mengunjungi perpustakaan. Karena dengan promosi, pemustaka akan mengetahui lebih mendalam mengenai sarana yang ada dalam perpustakaan.

(8)

3. Dapat membangkitkan minat membaca dan berkunjung. Keberadaan Perpustakaan kurang mendapat apresiasi bagi masyarakat. Masyarakat lebih memilih internet untuk mendapatkan informasi. Sehingga dengan adanya promosi perpustakaan dapat memberikan Informasi bagi pemustaka tentang sarana dan prasarana yang ada di dalam bagian perpustakaan. Hal tersebut akan mendorong minat membaca serta minat berkunjung pemustaka.

4. Untuk memperoleh tanggapan agar perpustakaan tidak dipandang sebagai tempat meminjam buku atau stembat membaca promosi perpustakaan dapat memberikan tanggapan yang positif bagi pemustaka tentang fungsi perpustakaan. Melalui promosi akan didapat informasi tentang hal yang menarik dari perpustakaan baik itu dari segi fasilitas,koleksi serta layanannya.

Sehubungan dengan hal tersebut Lamb (2001, 145) mengemukakan bahwa Manfaat promosi adalah untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan para calon pembeli suatu produk dalam rangka mempengaruhi pendapat mereka atau memperoleh suatu respon. Dengan melakukan kegiatan promosi diperpustakaan akan sangat banyak manfaatnya bagi suatu perpustakaan agar pengguna lebih mengerti peranan perpustaakaan yang sebenarnya.

Sedangkan Sigit yang dikuti oleh prasetya (2011, 37) mengemukakan bahwa dalam pemasaran kegiatan promosi memiliki beberapa manfaat yaitu:

1. Membantu memperkenalkan barang baru dan kepada siapa atau dimana barang itu dapat diperoleh

2. Membantu perusahaan dalam melakukan expansi

3. Membantu dan memermudah penjualan yang akan dilakukan oleh para penyalur

4. Memeberi keterangan/penjelasan kepada pembeli atau calon pembeli 5. Membantu mereka yang melakukan penjualan.

(9)

2.1.4 Unsur-unsur Promosi Perpustakaan

Mempromosikan perpustakaan haruslah diketahui bahwa promosi perpustakaan terdiri dari bebagai unsur maupun komponen yang harus diperhatikan agar promosi perpustakaan berjalan dengan baik seperti yang dikemukakan oleh Qalyubi dkk (2007, 261) untuk mempromosikan perpustakaan perlu diperhatian unsur - unsur promosi, yaitu;

1. Attention/perhatian 2. Interest/ketertarikan 3. Desire/keinginan 4. Action/tindakan 5. Statisfy/kepuasan.

Menurut Mustafa (1996:22) beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melaksanakan kegiatan promosi yaitu:

1. Motivasi Promosi

Disini pustakawan perlu mengkaji apakah sebenarnya yang diinginkan oleh penggunanya. Seperti bentuk promosi apa yang akan mereka inginkan, informasi apa yang akan dibuat sehingga pengguna tertarik 2. Minat Pemakai

Selain itu perlu juga dikaji tentang beragam minat baca pengguna. Pengetahuan tentang minat pengguna akan sangat membantu perpustakaan dalam memberikan informasi yang tepat kepada pengguna 3. Latar Belakang

(10)

2.1.5 Strategi Promosi Perpustakaan

Sebagus dan selengkap apapun suatu perpustakaan, secanggih apapun system komputerisasi perpustakaan, akan tetap sepi pengunjung apabila pustakwan tetap hanya menunggu secara pasif datangnya pelanggan ke perpustakaan. Tak perduli jenis informasi apa yang disediakan dan ditawarkan, atau jenis perpustakaan apa yang dikelola , penggunaannya dapat ditingkatkan dengan mempromosikan keberadaannya, walau tentunya dengan bentuk dan metode yang berbeda-beda maka perpustakaan akan terlihat lebih aktif lagi dengan banyak pengguna memanfaatkan semua fasilitas dan ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan. Maka dari itu diperlukan strategi untuk menarik para pengguna perpustakaan.

Strategi berasal dari bahasa Yunani "Strategos" yang berarti jendral atau panglima. Dalam bidang kemiliteran, strategi berarti cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk mencapai tujuan perang.

Djamarah dan Zain (1997, 5) mengemukakan bahwa strategi mengandung pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang ditentukan.

(11)

Selain itu menurut Gitosudarmo (2008, 214-216 ) strategi promosi adalah kegiatan yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka dapat kenal produk yang ditawarkan oleh perusahaan kemudia konsumen menjadi senang untuk membeli produk tersebut.

Berdasarkan pengertian strategi seperti yang diuraikan diatas. Maka dapat disimpulkan bahwa strategi promosi berarti cara atau langkah - langkah terbaik untuk mencapai misi organisasi yang kemudian dijalankan dengan cara yang benar guna mencapai tujuan tertentu sehingga promosi yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Menurut Kotler dan Amstrong (2001,13) Strategi promosi terdiri dari beberapa tahapan yaitu:

1. Menentukan alat promosi

2. Perencanaan produk dan sasaran 3. Manajemen kegiatan

4. Distribusiu

Kegagalan yang sering dialami dalam melakukan promosi perpustakaan adalah kurangnya perencanaan yang matang. Sehingga mengakibatkan kegiatan promosi yang dilakukan tidak berjalan dengan lancar sesuai dengan target dan tujuan yang ingin dicapai untuk itu sebelum melakukan kegiatan promosi ada hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan promosi seperti:

1. Siapa

(12)

yang ahli dibidang promosi sehingga akan dapat menentukan siapa yang akan menjadi target sasaran dalam kegiatan promosi yang dilakukan. 2. Apa

Promosi yang seperti apa yang akan dilaksanakan, apa tujuan dan sasaran dari program yang akan dicapai, produk/jasa layanan apa yang akan dikenalkan atau informasi yang menarik apa yang akan di buat, tentunya juga menjadi inti dari promosi itu sendiri.

3. Mengapa

Agar program promosi perpustakaan tersebut dapat memenuhi sasaran yang dikehendaki. perlu dipikirkan latar belakang yang menjadi alasan mengapa perlu program promosi dilaksanakan diperpustakaan.

4. Kapan

Menentukan kapan program promosi dilaksanakan serta berapa lama kegiatan promosi tersebut dilaksanakan, akan sangat mempengaruhi keberhasilan dari program promosi.

5. Dimana

Dimana program promosi tersebut akan diselenggrakan , didalam atau diluar perpustakaan, akan juga menentukan metode yang akan digunakan. 6. Berapa

(13)

Menurut Khariryan (2015, 30) dalam melaksankan strategi promosi ada elemen penting yang harus diperhatikan yaitu:

1. Planning (perencanaan)

Perencanaan dibutuhkan sebagai strategi untuk dapat mengkomunikasikan atau menyampaikan pesan kepada masyarakat agar program kerjanya dapat terwujud. Dalam perencanaan promosi ini menggunakan model Robert E.Simon yaitu:

a. Problem analysis

Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang akan menjadi dasar dari promosi.

b. Identification of target audiences and controlling variables for

each

Segementasi audien digunakan untuk mengenali keseluruhan audien yang akan menjadi target pasar. Segmentasi ini ini dilakukan untuk menghadapi perilaku konsumen yang beragam sehingga dengan mengetahui dan menentukan target pasar yang jelas maka akan dapat membuat anggaran promosi yang efektif. segmentasi ini juga digunakan dalam pemilihan media.

c. Management by objectives statement

(14)

d. Message strategy and plan

Strategi pesan berhubungan dengan management by objectives statement. Jika rancangan pesan yang disusun tidak berhubungan dengan tujuan akhir promosi maka tujuan promosi tidak tercapai.Sehingga harus dapat menentukan pesan apa yang ingin disampaikan untuk mendukung kegiatan promosi dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta membuat pesan yang menarik.

e. Media channel strategy and plan

Perencanaan media diawali dari siapa yang menjadi target pasar. Seorang

perencana harus bisa mengidentifikasi media apa yang dapat digunakan

untuk mengirim pesan yang sesuai dengan karakteristik target pasar yng

telah ditentukan.

f. Budget

Budget merupakan hal yang penting dalam perencanaa, karena dalam perencanaan kita harus memperhitungkan anggaran yang akan dikeluarkan dalam persiapan maupun pelaksanaan promosi.

2. Implementing (pelaksanaan)

Pelaksanaa merupakan suatu proses pembuatan keputusan dari suatu teori yang berhubungan dengan perencanaa pesan serta pemilihan saluran yang tepat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

(15)

dapat meningkatkan dan mencapai tujuan yang ingin dicapai dari promosi yang dilakukan.

2.1.6 Metode Promosi Jasa Perpustakaan

Kunci dari semua rancangan promosi adalah harus mampu menarik perhatian khalayak, meningkatkankan minat dan ketertarikan pada produk/ jasa yang dipromosikan. Sosialisasi perpustakaan melalui promosi perpustakaan merupakan hal yang penting, terutama untuk perpustakaan yang masih kurang dikenal oleh masyarakat. Tetapi bagi perpustakaan yang sudah dikenal oleh masyarakat, sosialisasi perpustakaan harus tetap dilakukan.

Sutarno (2006, 212) mengemukakan bahwa perpustakaan yang sudah ramai pengunjung dan transaksi informasi sudah menggembirakan maka upaya sosialisasi berupa mempertahankan dan menjaga kelangsungan melalui promosi dan publikasi koleksi yang baru atau pengumuman tentang adanya suatu kegiatan yang perlu mengundang atau melibatkan masyarakat.

Menurut Sutarno (2006, 213) ada berbagai metode atau cara yang digunakan dalam mempromosikan perpustakaan, yaitu:

1. Media cetak seperti penyebaran brosur, pembuatan daftar tambahan koleksi baru

2. Pemajangan koleksi baru di papan pengumuman

3. Melalui media elektronik, seperti televisi, radio, membuat situs (home page, web site), dan membuat pangkalan data yang dapat diakses.

4. Membuat iklan layanan sosial 5. Membuat film dokumenter

6. Mengundang pejabat dan tokoh publik, seperti pengarang, artis ke perpustakaan

7. Mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan keikutsertaan masyarakat, misalnya perlombaan dan pameran

8. Mengadakan seminar ilmiah, diskusi, bedah buku

(16)

Seiring dengan perkembangan teknologi, ternyata Promosi juga terkena imbas dari perkembangan teknologi, Institusi baik profit maupun non profit berlomba memasarkan dan mempromosikan produk atau jasanya. Salah satunya cara untuk mempromosikan perpustakaan juga mengalami perkembangan. Internet dengan berbagai kelebihannya, merupakan media komunikasi interaktif yang dapat digunakan untuk kegiatan promosi perpustakaan.

Promosi dengan Internet. Seperti pendapat pada artikel Janet L. Balas, bahwa “Library promotion have changed as the technology has changed, and now many libraries have gone online to promotion their services in the internet.”

Dikatakan bahwa promosi perpustakaan telah berubah sama seperti teknologi, dan sekarang banyak perpustakaan ysng online untuk mempromosikan layanan mereka di internet seperti:

1. Website

Sebuah website biasanya berupa hasil kerja perorangan atau individu, atau menunjukkan kepemilikan dari sebuah organisasi, perusahaan, lembaga atau biasanya website itu menunjukkan beberapa topik khusus atau kepentingan tertentu yang dimuat di internet.

2. Jejaring Sosial

Ternyata saat ini situs jejaring sosial telah mengambil bagian dalam kegiatan promosi. Seperti facebook, twitter dll.

3. E-bulletin/ E-magazine.

(17)

aspek tertentu dan diterbitkan/ dipublikasikan secara teratur (berkala) dalam waktu yang relatif singkat (harian hingga bulanan). Yang membedakan antara bulletin konvensional dan elektronik adalah pada format data. E-bulletin menggunakan format digital dan disebarkan melalui internet dan dapat diunduh.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat membantu perpustakaan dalam melakukan promosi. Internet dengan berbagai kelebihannya akan lebih mudah bagi perpustakaan untuk menjangkau penggunanya salah satunya melalui media sosial.

2.1.7 Hambatan Promosi Perpustakaan

Dalam melakukan kegiatan promosi diperpustakaan tidak lepas dari berbagai masalah yang kadang menjadi penghambat atau kendala dalam pelaksanaannya. Kendala - kendala tersebut bisa dari dalam perpustakaan maupun luar perpustakaan. Lebih jauh Qalyubi (2007, 263-264) mengemukakan kendala kendala yang dihadapi oleh perpustakaan dalam melaksanakan promosi perpustakaan yaitu:

1. Kendala dari dalam(internal)

a. Pengetahuan pustakawan tentang ilmu dan teknik pemasaran masih lemah

b. Pandangan tradisional terhadap perpustakaan yang melihat perpustakaan hanya sebagai sebuah gudang buku

c. Gedung/fasilitas perpustakaan tidak memadai d. Dana kurang memadai

e. Apresiasi pustakawan terhadap pengguna perpustakaan lemah 2. Kendala dari luar (eksternal)

(18)

b. Pengguna perpustakaan hanya bersifat sementara, kecuali yang terdapat pada jenis perpustakaan khusus dan perpustakaan umum. c. Manajemen organisasi lemah

d. Budaya baca masyarakat dengan memanfaatkan perpustakaan sangat lemah.

2.2 Media Sosial

2.2.1 Pengertian Media Sosial

Di era yang semakin maju cara berkomunikasi manusia semakin berkembang. Perubahan komunikasi yang terjadi saat ini salah satunya karena kemunculan media baru yaitu media sosial. Dalam penyebaran informasi, internet (dalam hal ini media sosial) telah meminimalkan biaya dan waktu dalam penyampaiannya. Penyampaian informasi yang dahulu hanya dapat dilakukan kepada segelintir orang, kini dapat disampaikan hingga kepada milyaran orang.

Menurut Bradley yang dikutip oleh Priti Jain (2012) mengemukakan bahwa “Media Sosial mengacu pada penggunaan teknologi berbasis web dan mobile

untuk mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif”.

Oxford Dictionary (2013) dalam artikel jurnal Priti Jain bahwa “Social

media as” website and applications that enable users to create and share content

or to participate in social networks”.

Defenisi diatas dapat diartikan “ Social Media sebagai situs web dan

aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi konten atau

untuk berpartisipasi dalam Jaringan Sosial”.

(19)

penerbitan, sangat mudah diakses dan dimaksudkan untuk memfasilitasi komunikasi, pengaruh dan interaksi dengan sesama dan dengan khalayak umum.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa media sosial

merupakan kelompok aplikasi berbasis web dan mobile yang memungkinkan

pengguna untuk berbagi dan menciptakan pengetahuan dalam interaksi sosial

secara real time.

Penyebaran informasi lewat media sosial ternyata memiliki dampak yang lebih besar lagi, karena cakupannya yang meliputi seluruh dunia yang terkoneksi lewat jaringan. Berkembangan serta kepopuleran media sosial yang begitu pesat tidak lain karena media sosial sangat efektif dan efisien dalam penyebaran informasi dan tidak perlu biaya yang besar maka jelas sekali bahwa media sosial merupakan alat komunikasi yang murah dan mampu menjangkau banyak kalangan, sehingga cocok sebagai medium dalam berpromosi. Sebagaimana yang dikemukakan. Philip Kotler dan Kevin Keller (2012, 568) media sosial merupakan saran bagi konsumen untuk berbagi informasi teks, gambar, audio, dan video dengan satu sama lain dan dengan perusahaan dan sebaliknya.

Melalui perkembangan teknologi saat sekarang ini, ternyata sudah banyak perusaahan, instansi seperti perpustakaan menggunakan media sosial sebagai saran promosi pemasaran karena dianggap tidak membutuhkan banyak biaya untuk mempromosikan produk dan jangkauannya pun lebih luas.

2.2.2 Promosi Perpustakaan Melalui Media Sosial

(20)

diseluruh dunia memiliki beragam keperluan di perpustakaan seperti:

pemasaran/promosi, branding, membangun hubungan dengan pengguna, layanan

referensi, penyebaran berbagai informasi secara cepat. Perkembangan internet yang pesat dan ditambah dengan kemunculan media baru seperti media sosial ternyata menginspirasi perpustakaan untuk menggunakannya sebagai sarana promosi perpustakaan.

King (2010) mengemukakan bahwa mayoritas pelanggan saat ini lebih banyak memanfaatkan media sosial untuk mengakses sumber-sumber informasi perpustakaan.

Perpustakaan perlu mengoptimalkan media sosial untuk membangun koneksi informasi dengan penggunanya dan meningkatkan layanan perpustakaan. Selain membangun koneksi informasi dengan pelanggan, perpustakaan dapat memanfaatkan media sosial untuk mendengarkan, menanggapi pengguna dengan cepat, memberikan layanan yang fleksibel (mobile services), dan memperluas jangkauan akses informasi ke masyarakat. Dengan kata lain, media sosial memiliki potensi yang efektif untuk dijadikan sebagai sarana promosi karena dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggannya dan membangun komunikasi antar-perpustakaan .

(21)

dan 30% pustakawan telah mem-posting informasi yang terkait dengan layanan perpustakaan setiap hari. Perpustakaan menggunakan media sosial untuk memenuhi berbagai tujuan dengan sebagaian besar difokuskan pada promosi.

Media Sosial memberikan banyak kesempatan untuk menjangkau dan

berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, Social Media telah berkembang

dengan mengejutkan selama beberapa tahun terakhir jika dibandingkan ada tahun

2011.

Rafiq M (2011) mengemukakan bahwa pada statistik media sosial baru-baru

ini ada lebih dari 1,15 Miliar pengguna Facebook pada tahun 2011 sebanyak 700

juta. Lebih dari 500 juta pengguna Twitter saat ini dan jika dibandingkan p ada

tahun 2011 hanya 250 juta. Lebih dari 238 juta pengguna LinkedIn dibandingkan

dengan 115 juta di tahun 2011dan untuk pengguna youtube ada lebih dari 1 miliar

pengunjung setiap bulannnya. Sebanyak 4,2 miliar orang menggunakan perangkat

mobile untuk mengakses media sosial. Lebih dari 23% pemasar berinvestasi

melalui media sosial seperti blogging. Mayoritas 60% konsumen mengatakan

bahwa Media Sosial membuat mereka lebih cenderung membeli produk dan

layanan dan 74% pemasar percaya bahwa Facebook penting untuk strategi dalam

melakukan pemasaran.

Seperti organisasi lain, hampir semua jenis perpustakaan di seluruh dunia

sedang bergerak ke arah Media sosial melalui berbagai platform seperti; Blog,

Facebook, YouTube twitter, Myspace, Pinterest, Google Plus, Instagram, Mashup,

(22)

Gambar 2.1. Presentase pengguna media sosial di perpustakaan (Taylor & Francis Group, 2014)

Pada gambar 2.1 diatas merupakan presentase penggunaan media sosial diperpustakaan pada tahun 2014. Seperti yang terlihat pada gambar bahwa facebook merupakan yang paling unggul dan paling banyak digunakan, selanjutnya menyusul twitter, Blogs, interest, Flickr, Instagram, Google, Slideshare, Academic.edu, ReseacrhGate, Snachat.

2.2.3 Manfaat Promosi melalalui Media Sosial

Untuk mempermudah promosi penjualan ternyata kini perusahaan sudah lebih banyak memilih cara yang praktis. Salah satunya adalah dengan mengunakan media sosial. Menurut Gunelius (2011, 15) tujuan paling umum menggunakan media sosial adalah sebagai berikut:

(23)

2. Membangun merek: melakukan percakaan melalui media sosial menyajikan cara sempurna untuk meningkatkan brand awareness, meningkatkan pengenalan dan ingatan akan merk dan meningkatkan loyalitas merek.

3. Publisitas: pemasaran melalui media sosial menyediakan outlet dimana perusahaan dapat berbagi informasi penting dan memodifikasi persepsi negative.

4. Promosi: melalui pemasaran media sosial maka daat memberikan diskon eksklusif dan peluang untuk audiens, untuk membuat orang orang merasa dihargai dan khusus, serta untuk memenuhi tujuan jangka pendek.

5. Riset pasar: menggunakan alat alat dari web sosial untuk belajar tentang pelanggan, membuat profil demografi dan perilaku pelanggan, belajar tentang keinginan dan kebutuhan konsumen, serta belajar tentang pesaing.

Selain itu pendapat lain Puntoadi (2011;5) mengemukakan bahwa penggunaan media sosial berfungsi sebagai berikut:

1. Keunggulan membangun personal branding melalui media sosial adalah tidak mengenal trik atau poularitas semu, karena audienslah yang akan menentukan. Berbagai sosial media dapat menjadi media untuk orang berkomunikasi, berdiskusi, bahkan mendapatkan popularitas di sosial media

(24)

Selain itu media sosial juga memiliki manfaat yang lebih jika dibandingkan dengan media konvensional atau tradisional. Sebagaimana ditampilkan pada tabel 2.1 dibawah ini.

Tabel 2.1 Media Konvensional dan Media Sosial

Konvensional Media Sosial

Sarana yang terbatas untuk pemasaran Berbagai saluran Social Media untuk pemasaran

Waktu terbatas Tidak ada batasan waktu

(25)

2.2.4 Jenis – Jenis Media Sosial

Media sosial adalah suatu media interaksi online, yang mana sebagai tempat berbagai konten secara online dan tempat membangun jaringan pertemanan dan bisnis.

Menurut Kotler dan Keller (2012, 568-570) Ada tiga platform utama untuk media sosial :

1. Online Communication and Forums

Komunitas online dan forum datang dalam segala bentuk dan ukuran. Banyak yang dibuat oleh pelanggan tanpa bunga komersial atau afiliasi perusahaan. Sebagian disponsori oleh perusahaan yang anggotanya berkomunikasi dengan perusahaan dan dengan satu sama lain melalui posting, instant messaging, dan chattin diskusi tentang minat khusus yang berhubungan dengan produk perusahaan dan merek.

2. Blogs

Ada tiga juta pengguna blog dan mereka sangat bervariasi, ada yang untuk pribadi, teman dekat dan keluarga. Tetapi lainnya dirancang untuk menjangkau dan mempengaruhi khalayak luas.

3. Social Network

Jaringan sosial telah menjadi kekuatan penting baik dalam bidang bisnis ke konsumen dan pemasaran bisnis ke bisnis. Salah satunya facebook, twitter, blackberry messenger yang masing masing memiliki manfaat serta cara menawarkan yang berbeda bagi perusahaan.

Selain itu, Puntoadi (2011;34) mengemukakan ada beberapa macam media sosial yaitu:

1. Bookmarking

Berbagai alamat website yang menurut pengguna bookmark sharing menarik minat mereka. Sosial bookmarking memberikan kesempatan untuk share sebagai link dan tag yang mereka minati, hal ini bertujuan agar lebih banyak orang menikmati apa yang kita sukai.

2. Content Sharing

(26)

berbagi video dari youtube ke website, demikian flickr memberikan kesempatan untuk dapat memprint out berbagai gambar dari flickr. 3. Wiki

Beberapa situs wiki yang memiliki berbagai karakteristik yang berbeda seperti Wikipedia yang merupakan situs knowledge sharing, wikitravel yang berfokus dalam informasi tempat serta dapat memberikan informasi secara lebih ekslusif.

4. Flickr

Situs milik yahoo yang mengkhususkan pada image sharing dengan contributor yang ahli dibidang fotografi dari seluruh dunia. Flickr dapat dijadikan sebagai foto catalog bagi foto yang ingin dipasarkan.

5. Social Networks

Aktifitas yang menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh situs tertentu untuk menjalin hubungan, interaksi antar sesame seperti faceboook, MySpace. Linkedin, Instagram dll.

6. Creating Opinion

Media sosial yang memberiakn sarana untuk berbagi opini dengan orang lain di seluruh dunia. Melalui media sosial ini semua orang dapat menulis, jurnalis sekaligus komentator. Blog merupakan website yang memiliki sifat creating opinion.

Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan banyak berbagai jenis media sosial yang bisa digunakan sebagai sarana promosi karena dapat menjangkau masyarakat luas sehingga mudah saja bagi suatu perusahaan untuk melakukan promosi.

2.2.5 Media Sosial di Perpustakaan

(27)

King (2015) mengemukakan bahwa ada beberapa media sosial yang dapat dimanfaatkan di perpustakaan yaitu:

1. Facebook

Facebook merupakan teknologi yang dapat diintegrasikan ke dalam perpustakaan dalam upaya untuk pemasaran perpustakaan. Sebagai situs yang interaktif Facebook sangat populer di kalangan mahasiswa. Facebook is one of the high technologies that has been integrated into

library marketing efforts. As an interactive web site, Facebook has been

very popular among college students. (Xia, 2009 : 470). Informasi yang dapat dimuat di Facebook : Berita perpustakaan (library news), yang menginformasikan tentang sumber daya perpustakaan, layanan perpustakaan, dan program-program perpustakaan, baik yang telah dilaksanakan, sedang dilaksanakan, maupun akan dilaksanakan, membuat hal yang menarik (fun stuff). Perpustakaan menginformasikan hal-hal yang dapat menyenangkan pengguna melalui Facebook, seperti informasi yang lucu sehingga memicu follower untuk meng-like, kata kata mutiara, daftar buku baru, lowongan kerja informasi ini akan sangat membantu bagi pengguna yg akan menamatkan studinya.

2. Twitter

(28)

layanan perpustakaan, kritik dan saran, profil perpustakaan, jadwal operasional perpustakaan, daftar buku baru, Tanya jawab tentang perpustakaan.

3. Youtube

Sebagian besar orang memanfaatkan Youtube untuk membagikan hasil rekaman video melalui saluran media online. Video yang dimuat berisikan profil perpustakaan, literasi informasi, film steaming, video panduan penggunaan perpustakaan.

4. Instagram

Instagram adalah media sosial yang dimanfaatkan untuk berbagi foto dan video berdurasi pendek. Instagram saat ini sangat banyak dimanfaatkan oleh banyak kalangan untuk media promosi dalam berbisnis. Dan ternyata instagram juga telah masuk di perpustakaan dan dapat dimanfaatkan sebagai media promosi perpustakaan. Setelah Facebook membeli Instagram, fasilitas dan fitur layanannya diperbaiki guna meningkatkan jumlah pelanggan Instagram. Pada instagram pustakawan dapat meng upload foto - foto kegiatan diperpustakaan dan meng upload video menarik dengan durasi pendek sekitar 1 menit. 5. LinkedIn

(29)

perpustakaan, kegiatan resensi buku, dan pemasaran buku di perpustakaan. 19% orang dewasa di Amerika Serikat menggunakan LinkedIn untuk mem-posting dan me-resume riwayat pekerjaan mereka. Selain untuk promosi buku baru, perpustakaan dapat menggunakan LinkedIn untuk menghubungkan jaringan pengguna profesional yang menjadi target layanan perpustakaan.

6. Tumblr

Tumblr adalah media sosial unik untuk tujuan popularitas, dengan menampilkan informasi berbasis animasi dan visual untuk layanan perpustakaan. Sebagian besar pengguna Tumblr adalah orang dewasa yang bekerja sebagai graphic desaigner, sedangkan di perpustakaan Tumblr dimanfaatkan untuk upload video animasi interaktif seputar pemanfaatan layanan perpustakaan.

7. Pinterest

Pinterest adalah media sosial yang baik untuk menemukan konten informasi visual yang menarik. Pemanfaatan Pinterest di perpustakaan untuk “memancing” pengguna menelusur informasi perpustakaan yang

(30)

8. Snapchat.

Snapchat memungkinkan pengguna untuk mengirimkan foto dan video, menambahkan teks dan gambar untuk foto atau video, serta mengatur waktu durasi untuk menampikan konten.

9. Vine.

Vine merupakan alat baru untuk twitter posting. Pengguna Vine relatif masih sedikit, tidak sepopuler dengan media sosial yang lain. Perpustakaan menggunakan Vine biasanya untuk membuat konten visual yang mirip dengan konten di Instagram. Hal yang perlu diingat bahwa durasi video yang dapat di-upload di Vine hanya berlangsung enam detik.

10.Google Plus.

Google Plus (Google+ atau G+) adalah jaringan sosial yang dikembangkan oleh Google. Sebelum G+, Google telah mengembangkan jaringan sosial Google Buzz.

11.Flickr

Flickr merupakan media sosial untuk menyimpan dan berbagi foto secara online. Pengguna Flickr diperpustakaan dapat berbagi foto kegiatan perpustakaan.

Gambar

Gambar 2.1. Presentase pengguna media sosial di perpustakaan (Taylor & Francis Group, 2014)
Tabel 2.1  Media Konvensional dan Media Sosial

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan ketertarikan pada komputerisasi pencatatan presensi di atas, maka penulis mengajukan perancangan sistem informasi dalam bentuk penulisan skripsi berjudul

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang hidup di saluran dan kelenjar

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi gas bumi rumah tangga yang terdiri dari dua poin yaitu sifat inovasi gas

3 Tahun 1997 yang diajukan oleh pemohon merupakan kendala utama dalam pelaksanaan pendaftaran hak atas tanah di Kantor Pertanahan Majalengka yang menyebabkan

kemudian kita dapatkan hasil seperti gambar dibawah ini, artinya perintah yang kita minta diatas bisa dilanjutkan. Gambar 4.11 Hasil dari

91 Ahmad Raja, (70 tahun), Jamaah Haji Kementerian Agama Kab.. kurangnya fasilitas yang memadai dalam melakukan proses pendaftaran haji, yaitu Kementerian Agama

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel Publication, Event, Identity Media, dan Public Service Activity mempunyai pengaruh yang cukup kuat hal ini