• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Ternate, 28 Agustus 2016 Direktur, Ttd Kartini M. Ali, S.Pd, M.Kes NIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Ternate, 28 Agustus 2016 Direktur, Ttd Kartini M. Ali, S.Pd, M.Kes NIP"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya berkat, rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Buku Panduan Akademik Prodi D-III dan D-IV Kesehatan, di Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Ternate dapat tersusun tepat waktu sesuai dengan rencana.

Panduan ini disusun berdasarkan peraturan–peraturan dan

ketentuan-ketentuan akademik yang berlaku, pada Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Kesehatan serta penyesuaian di Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Ternate. Penerapan peraturan-peraturan merupakan upaya peningkatan kualitas pembelajaran di Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate sebagai Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan.

Panduan Akademik ini sebagai pedoman bagi peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan berinteraksi di Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate dan pedoman kerja bagi dosen untuk melaksanakan tugasnya membimbing mahasiswa dalam menyelesaikan studinya, disamping memberikan gambaran kepada masyarakat tentang keberadaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate.

Kepada tim penyusun dan semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian Buku Panduan Akademik ini kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih, semoga dengan diterbitkan Buku Panduan Akademik ini dapat memperlancar pelaksanaan program pendidikan di Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate sesuai cita-cita dan keinginan kita bersama.

Ternate, 28 Agustus 2016 Direktur,

Ttd

Kartini M. Ali, S.Pd, M.Kes

(2)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 2 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 1

DAFTAR ISI ... 2

KEPUTUSAN DIREKTUR POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE ... 4

VISI DAN MISI ... 6

LAMBANG POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE... 7

BAB I PENDAHULUAN ... 9

A.Sejarah Singkat ... 9

B.Pengorganisasian ... 10

C.Susunan Organisasi ... 11

BAB II PENGELOLAAN PENDIDIKAN ... 13

A.Tujuan Pendidikan ... 13

B.Dasar Hukum ... 13

C.Tujuan Institusi ... 15

BAB III SISTEM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ... 17

A.Penerimaan Mahasiswa Baru ... 17

B.Pengenalan Program Studi ... 17

C.Kegiatan Penyelenggara Teknis ... 20

BAB IV KEMAHASISWAAN ... 34

A.Hak Dan Kewajiban ... 34

B. Pelanggaran Dan Sanksi Akademik ... 36

C.Penghargaan ... 40

BAB V LAYANAN PESERTA DIDIK ... 42

A.Layanan Administrasi Akademik ... 42

B. Layanan Administrasi Kemahasiswaan ... 45

C.Wisuda Lulusan ... 50

D.Gelar Lulusan ... 50

BAB VI ATRIBUT MAHASISWA ... 51

A.Pengertian ... 51

B.Tujuan ... 51

C.Ketentuan Seragam ... 51

BAB VII FASILITAS ... 54

A.Fasilitas ... 54 B.Perpustakaan ... 57 C.Layanan Wifi ... 57 D.Lapangan Upacara ... 57 E.Kantin ... 58 F.Mushollah ... 58

(3)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 3

LAMPIRAN : ... 59

STRUKTUR PROGRAM ... 59

KURIKULUM JURUSAN D-III KEPERAWATAN ... 59

KURIKULUM JURUSAN D-III KEBIDANAN ... 61

KURIKULUM JURUSAN D-III KESEHATAN LINGKUNGAN... 65

KURIKULUM JURUSAN D-III ANALIS KESEHATAN ... 67

KURIKULUM PROGRAM STUDI D-IV KEPEPRAWATAN ... 69

KURIKULUM PROGRAM STUDI D-IV KEBIDANAN ... 72

STRUKTUR ORGANISASI ... 75

JURUSAN KEPERAWATAN ... 76

JURUSAN KEBIDANAN ... 77

JURUSAN GIZI ... 78

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN ... 79

JURUSAN ANALIS KESEHATAN ... 80

CIVITAS AKADEMIKA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE ... 81

DIREKTORAT ... 81

JURUSAN KEPERAWATAN... 84

JURUSAN KEBIDANAN ... 84

JURUSAN GIZI ... 85

JURUSAN ANALIS KESEHATAN... 85

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN ... 86

PROGRAM STUDI D-IV KEBIDANAN ... 86

PROGRAM STUDI D-IV KEPERAWATAN ... 87

(4)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 4

KEPUTUSAN DIREKTUR POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE NOMOR : HK.02.04/I/2640/2016

T E N T A N G

PANDUAN PENDIDIKAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TERNATE DIREKTUR POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka pelaksanaan program pendidikan Diploma III dan Diploma IV Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate perlu dibuat Panduan Akademik.

b. bahwa untuk maksud tersebut perlu ditegaskan dengan keputusan direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate.

Mengingat :

1. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2009 Nomor. 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

3. Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158); 4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan

Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014; 5. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 tentang Aksi Pencegahan dan

Pemberantasan Korupsi Tahun 2014, Lampiran Nomor 231 tentang Pelaksanaan Pendidikan dan Budaya Anti-Korupsi Kepada Mahasiswa Kesehatan;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301) sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 55157);

8. Peraturan Pemerintah No : 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan tinggi;

9. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 232/4/2000, tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa;

10. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 045/U/2000, tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi; 11. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 1207/ Menkes/SE/XI/2001, tentang pembentukan Politeknik

Kesehatan Malang, Palangkaraya, Surabaya, Banda Aceh, Ambon dan Ternate. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.00.006.1.4.2.0226, tanggal 1 Juli 2004, tentang Penambahan Program Studi Gizi pada Politeknik Kesehatan Pakan Baru, Bengkulu, Palangkaraya dan Ternate; 12. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 861/Menkes/SK/10/2006 tentang Kurikulum

Pendidikan Diploma III Keperawatan;

13. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.00.06.2.4.1.1583 Tahun 2002 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Kebidanan;

14. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan, sebagai mana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan;

15. Kurikulum Berbasis Kompetensi ditetapkan oleh Ka. BPPSDM Kesehatan melalui Surat Keputusan Nomor: HK.03.03.1.00810 Tahun 2008 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Gizi;

16. Kurikulum Berbasis kompetensi ditetapkan Oleh Ka. BPPSDM Kesehatan melalui Surat Keputusan Nomor: HK.00.06/1/1732/2010 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Kesehatan Lingkungan; 17. Kurikulum Berbasis kompetensi ditetapkan Oleh Ka. Pusat Pendidikan dan Tenaga Kesehatan melalui

Surat Keputusan Nomor: HK.00.06/1.2.1184 tahun 2003 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Analis Kesehatan;

(5)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 5

Memperhatikan: Surat Keputusan Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate Nomor: HK.02.04/i/711.b/2014 tentang tim revisi penyusunan buku panduan akademik Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate tahun akademik 2016/2017.

Menetapkan :

Kesatu : Keputusan Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate tentang Panduan Akademik Pendidikan Diploma III Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate.

Kedua : Panduan Akademik Pendidikan Diploma III seperti terlampir, dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.

Ketiga : Panduan Akademik Pendidikan Diploma III ini berlaku untuk mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate Tahun Akademik 2016/2017 sampai dengan berakhirnya masa studi. Keempat : Dengan berlakunya keputusan ini, maka semua ketentuan yang bertentangan dengan panduan

dinyatakan tidak berlaku.

Kelima : Hal-hal lain yang belum diatur dalam keputusan ini, akan ditentukan kemudian oleh Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate.

Keenam : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan.

DITETAPKAN DI : T E R N A T E PADA TANGGAL : 12 JULI 2016 DIREKTUR,

Kartini M. Ali, S.Pd, M.Kes NIP. 19650403 198502 2 001 Disampaikan :

1. Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI (sebagai laporan). 2. Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes Ri

3. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Kemenkes RI 4. Para Pudir Poltekkes Kemenkes Ternate

(6)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 6 VISI DAN MISI

Penetapan visi dan misi membutuhkan berbagai pertimbangan karena posisinya amatlah penting, sebab selain sebagai idiologi juga merupakan nilai dasar, tujuan inti serta rancangan masa depan yang lebih detail. Prinsipnya keputusan diambil dengan mempertimbangkan lingkungan, maka diperlukan penyerapan informasi yang ada kaitan dengan internal organisasi kedalam proses perencanaannya. Visi dan Misi Politeknik Kesehatan memfokuskan semua kegiatan organisasi dan diarahkan untuk menjadi organisasi bermakna bagi masyarakat dan hanya untuk kepentingan organisasi itu sendiri. Berpijak dari pendapat diatas dengan mengintegrasikan kondisi yang ada maka visi dan misi Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate dapat dirumuskan sebagai berikut :

A.Visi Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate

Menjadi perguruan tinggi yang berkarakter dan profesional dengan

mengedepankan budaya lokal berorientasi nasional pada tahun 2018.”

B.Misi Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate

1.Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap melalui implementasi sistem penjaminan mutu.

2.Mewujudkan penelitian yang berhasil guna melalui pengembangan penelitian dasar dan terapan.

3.Menyelenggarakan pengabdian masyarakat melalui penerapan IPTEK. 4.Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang terstandar melalui

pemenuhan secara bertahap.

5.Meningkatkan produktivitas tenaga pendidik dan kependidikan baik kualitas maupun kuantitas melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan.

6.Mewujudkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang baik melalui pengembangkan tata kelola penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan yang transparan dan akuntabel.

7.Meningkatkan kemitraan dalam berbagai sektor untuk menunjang Tridarma perguruan tinggi.

(7)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 7

LAMBANG POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TERNATE

Lambang Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate

Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate memiliki lambang yang tergambar dua buah tangan menopang sebuah raket berpenyangga tiga dengan tulisan Karya Husada yang dilandasi oleh sebuah buku terbuka dan semuanya bertumpa pada Perahu “Kagunga” dengan disertai padi dan kapas merupakan satu kesatuan yang mengandung makna :

1.Roket berpenyangga tiga dilandasi sebuah buku, merupakan simbol teknologi mempunyai makna bahwa, Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, mengembangkan tugas melahirkan tenaga kesehatan berbagai jurusan yang cinta ilmu pengetahuan dan teknologi serta siap mengabdi melalui pelayanan kemanusiaan dengan mengutamakan aspek bio-psiko-sosio spiritual dalam mewujudkan amanat rakyat/bangsa melalui aparatur pemerintah bidang kesehatan.

2.Dua buah tangan, merupakan konsekuensi moral dari berbagai komponen (sivitas akademik, masyarakat, pemerintah) dalam mendukung berkiprahnya Politeknik Kesehatan di Provinsi Maluku Utara dalam menunjang program pembangunan dibidang kesehatan.

3.Perahu Kagunga melambangkan jiwa dan semangat para leluhur (pemimpin pemerintah Ternate) yang rela berkorban demi kemaslahatan umat. Hal ini mempunyai makna bahwa setiap tenaga kesehatan yang lahir dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate harus menjiwai semangat keprofesian serta setia mempertahankan semangat para pemimpin terdahulu yang “Rela berkorban demi Kemaslahatan umat“ sebagai motivasi dalam setiap langkah menuju baktinya terhadap Bangsa dan Negara.

(8)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 8

4.Lima Pintu pada Rumah Perahu Kagunga menjadi landasan lambang ini, mengartikan bahwa Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate berdasarkan azas Filosofi Pancasila (Way of Life) mewarnai kepribadian masyarakat Maluku Utara yang terpatri pada para pioner pembangunan bidang kesehatan.

5.Padi dan Kapas, terdiri dari 12 biji padi dan 11 buah kapas menyatu dengan angka 2001 pada perahu Kagunga adalah tanggal kelahiran Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, dengan tekad bahwa ia lahir didorong dengan semangat keprofesian serta para leluhur untuk melahirkan manusia yang menghargai nilai-nilai keilmuan menuju masyarakat makmur dan sejahtera sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia.

6.Tulisan “Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate” membentuk bulat lonjong, mengandung makna bahwa dengan semangat dan tekad yang bulat, civitas Akademik Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate secara serempak berupaya mewujudkan visi-misi dalam mengembangkan keprofesian bidang kesehatan yang menjadi tanggung jawabnya

(9)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 9

BAB I PENDAHULUAN A.Sejarah Singkat

Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, merupakan salah satu Perguruan Tinggi Kesehatan yang bernaung di bawah Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan bertujuan untuk menghasilkan Tenaga Kesehatan yang Kompeten dan Profesional, yang memiliki kemampuan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang sesuai dengan persyaratan dunia kerja serta dapat berpartisipasi aktif ditempat kerja sesuai dengan keahliannya.

Sejarah Pengembangan Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, merupakan konversi melalui suatu proses yang panjang yaitu mulai dari Sekolah Penjenang Kesehatan Umum (SPKU), berdasarkan SK MENKES RI No: 05/B.V/Pend.17, tanggal 9 Januari 1971 dengan lamanya pendidikan dua tahun 4 (empat) semester. Pendidikan ini berlangsung selama ± 8 tahun.

Kemudian pada tahun 1979 SPKU di konversi menjadi Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) berdasarkan SK. MENKES RI No : 84/Kep/Diklat/Kes tanggal 8 September 1978 dengan lama pendidikan 3 tahun atau 6 (enam) semester dengan menerima peserta didik dari lulusan SLTP melalui Sipensimaru Diknakes.

Perkembangan selanjutnya pendidikan SPK dirasakan kurang layak dalam menghadapi segala tuntutan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, hal ini sejalan dengan lajunya kemajuan pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang kesehatan, tentu akan berpengaruh pada orientasi pelayanan kesehatan. Implikasi perubahan tersebut adalah perubahan pendekatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam tatanan nyata, maka adaptasi karakteristik maupun kualitas SDM Kesehatan mendapat perhatian yang sangat strategis.

Untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang bermutu maka kualitas SDM kesehatan perlu ditingkatkan melalui pengembangan Pendidikan. Wacana semacam ini semakin memperkecil peluang

(10)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 10

pendidikan SPK ditandai dengan dibukanya Program D III Keperawatan (AKPER Kemenkes Ternate) berdasarkan SK MENKES RI No : 11.01.09, tanggal 15 April 1998 dan disusul dengan pembukaan Program D III kebidanan (AKBID Kemenkes Ternate) berdasarkan SK MENKES RI No : HK. 00.06.1.3.1438, tanggal 15 Mei 2000.

Akademi Keperawatan (AKPER) pada tahun pertama dan kedua melaksanakan program khusus bagi lulusan SPR dan SPK dengan lama pendidikan IV semester. Selanjutnya pada tahun ketiga dan seterusnya bersama-sama dengan AKBID menerima peserta didik dari lulusan SLTA/MAN dan Jalur Khusus. Perkembangan selanjutnya kedua institusi (AKPER dan AKBID) tersebut, karena kebijakan pemerintah (KEMENKES) dalam menyederhanakan manajemen maupun administrasi kependidikan di Lingkungan Kemenkes, sehingga semua pendidikan program D III Kesehatan di wilayah masing-masing digabung menjadi satu lembaga yaitu Politeknik Kesehatan. Dengan demikian pada tahun 2001 AKPER dan AKBID Kemenkes Ternate di lembagakan menjadi Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan yaitu Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate berdasarkan SK. MENKES RI No : 1207/MENKES/SK/XI/2001, tanggal 12 Nopember 2001.

Selanjutnya penambahan Program Studi Gizi berdasarkan SK Menkes No : HK.00.061.4.2.02226, tanggal 1 Juli 2004, tentang penataan lokasi pelaksanaan Program Studi pada beberapa Jurusan di Politeknik Kesehatan Pakanbaru, Bengkulu, Palangkaraya dan Ternate. dan berdasarkan Permenkes RI No : 890/MENKES/PER/VIII/2007 tentang organisasi dan tata kerja Politeknik Kesehatan.

Dengan demikian sampai saat ini Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate memiliki 5 (Lima) Jurusan dan 2 (dua) Pogram Studi yaitu Jurusan Keperawatan, Jurusan Kebidanan, Jurusan Gizi, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Jurusan Analis Kesehatan, Pogram Studi D-IV Keperawatan dan Pogram Studi D-IV kebidanan.

B.Pengorganisasian

Sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI No : 298/Menkes-Kesos/IV/2001, tentang Organisasi dan Tata

(11)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 11

kerja, tugas Politeknik Kesehatan adalah melaksanakan Pendidikan Profesional Program Diploma I, Diploma II, Diploma III atau Diploma IV.

Untuk melaksanakan fungsi tersebut, Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate dipimpin oleh seorang Direktur dan dibantu oleh 3 (tiga) Wakil Direktur. Wakil Direktur I (Wadir I) mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Wakil Direktur II (Wadir II) mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan dibidang administrasi umum dan keuangan. Wakil Direktur III (Wadir III) mempunyai tugas membantu Direktur memimpin pelaksanaan kegiatan dibidang pembinaan dan layanan mahasiswa.

Direktur dan Wakil Direktur disebut sebagai unsur pimpinan di

Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate. Penyelenggara

pendidikan/pengajaran pelaksanaannya ditingkat jurusan dan Prodi masing-masing, jurusan dan Prodi dipimpinan oleh ketua jurusan dan Prodi dibantu oleh sekertaris dan koordinator Jurusan/Prodi.

Selain unsur pimpinan terdapat badan normatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan Politeknik Kesehatan yang di sebut Senat Politeknik

Kesehatan Kemenkes Ternate sesuai SK Nomor

:HK.03.05/1.2/03991/2011, Tanggal 07Juli 2011.

C.Susunan Organisasi 1.Direktorat

Direktur : Kartini M. Ali, S.Pd, M.Kes

Wakil Direktur I : Rugaya M. Pandawa, S.Kp, M.Kep

Wakil Direktur II : Rusny Muhammad, S.Pd, M.Kes

Wakil Direktur III : Ramli Muhammad, S.Pd, A.Kp, M.Kes

Ka. Sub.Bag ADUM : Tati Jusup, SE

Ka. Sub.Bag ADAK : Gafur Gani, S.Pd, M.Hum

Ka. Unit SPIP : Fatmah M. Saleh, S.Pd, M.Kes

Ka. Unit PPM : Fadila Abdullah, S.Kep, Ns, M.Kep

Ka. Unit PM : Hetty Astri, S.SiT, M.Kes

Ka. Unit Laboratorium : Nunung Iriani M.N Doa, S.Kep, Ns Ka. Unit Perpustakaan : Nurhayati Yahya, Amd.P

Bendahara Pengeluaran : Muhdar Ahad, SKM

(12)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 12 2.Jurusan D-III

1)Jurusan Keperawatan

Ketua Jurusan : Arsad Suni, S.Kep,Ns, M.Kep

Sekretaris Jurusan : Al Azhar Muhammad,S.Kep, M.Sc

Kordinator Akademik : Nursanti Anwar, S.Kep, Ns

Kordinator Kemahasiswaan : Anyong Said, S.Kep, Ns 2)Jurusan Kebidanan

Ketua Jurusan : Sahnawi Marsaoly, S.Kep, M.Kes

Sekretaris Jurusan : Sulima H Gay, S.ST, M.Kes

Kordinator Akademik : Rosida Hi. Saraha, S.ST, M.Keb Kordinator Kemahasiswaan : Asmaryani Hasim, S.ST

3)Jurusan Gizi

Ketua Jurusan Gizi : Nizmawaty Amra, S.SiT, M.Kes

Sekretaris Jurusan Gizi : Nur M. Ali, SKM, M.Ph Kordinator Akademik : Juhartini, S.Gz, M.Kes Kordinator Kemahasiswaan : Nofiandre, SKM, M.Kes 4)Jurusan Kesehatan Lingkungan

Ketua Jurusan : Muhlisa, SKM, M.PsiT

Sekretaris Jurusan : Sumiati Tomia, SKM, M.Kes

Kordinator Akademik : Nuke Dianita, S.ST

Kordinator Kemahasiswaan : Iksan Nasrun, SKM 5)Jurusan Analis Kesehatan

Ketua Jurusan : Amira Bin Seh A., S.Kp,M.Kep

Sekretaris Jurusan : Rony Puasa, SKM, M.Kes

Kordinator Akademik : Erpi Nurdin, S.Si, M.Kes Kordinator Kemahasiswaan : Nurma Andi Malli, S.ST

3.Program Studi D-IV

1)Program Studi Keperawatan

Ketua Program Studi : Arini Krisnawati,S.Kep,Ns, M.Pd.I Sekretaris Program Studi : Wasis Nugroho, S.Kep,Ns, M.Kes 2)Program Studi Kebidanan

Ketua Program Studi : Nuzliati T. Djama, S.SiT, M.Kes Sekretaris Program Studi : Nurkila Suaib, S.ST, M.Kes

(13)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 13

BAB II

PENGELOLAAN PENDIDIKAN A.Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate adalah menghasilkan tenaga Ahli Madya (Amd) kesehatan bidang keperawatan, kebidanan, gizi, Analis Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan serta menghasilkan Sarjana Sains Terapan (S.ST) baik keperawatan maupun kebidanan sebagai tenaga profesional yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa, berjiwa Pancasila, berperilaku,berperibahasa, berperiakal, kreatif, dinamis, inovatif, memiliki integritas dan kepribadian yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi (IPTEK) serta tanggung jawab terhadap berbagai masalah di masyarakat khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan.

B.Dasar Hukum

1)Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2)Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor. 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

3)Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158);

4)Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014; 5)Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 tentang

Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2014, Lampiran Nomor 231 tentang Pelaksanaan Pendidikan dan Budaya Anti-Korupsi Kepada Mahasiswa Kesehatan;

(14)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 14

6)Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637);

7)Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301) sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);

8)Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 55157)

9)Peraturan Pemerintah Nomor : 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan tinggi.

10)Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor:1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan, sebagai mana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan;

11)Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonsia Nomor:1207/ Menkes/SE/XI/2001, tentang pembentukan Politeknik Kesehatan Malang, Palangkaraya, Surabaya, Banda Aceh, Ambon dan Ternate.

12)Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

(15)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 15

Penambahan Program Studi Gizi pada Politeknik Kesehatan Pekanbaru, Bengkulu, Palangkaraya dan Ternate.

13)Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor:861/Menkes/SK/10/2006 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Keperawatan

14)Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor:HK.00.06.2.4.1.1583 Tahun 2002 tentang Kurikulum

Pendidikan Diploma III Kebidanan

15)Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor:232/4/2000, tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

16)Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor:045/U/2000, tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggindang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

17)Kurikulum Berbasis Kompetensi ditetapkan oleh Ka. BPPSDM Kesehatan melalui Surat Keputusan Nomor:HK.03.03.1.00810 Tahun 2008 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Gizi

18)Kurikulum Berbasis kompetensi ditetapkan Oleh Ka. BPPSDM Kesehatan melalui Surat Keputusan Nomor: HK.00.06/1/1732/2010 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Kesehatan Lingkungan. 19)Kurikulum Berbasis kompetensi ditetapkan Oleh Ka. Pusat Pendidikan

dan Tenaga Kesehatan melalui Surat Keputusan

Nomor:HK.00.06/1.2.1184 tahun 2003 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Analis Kesehatan

C.Tujuan Institusi

Tujuan Institusi Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate adalah sebagai berikut :

1.Mengembangkan proses belajar mengajar di bidang kesehatan khususnya di bidang keperawatan, kebidanan, gizi, kesehatan lingkungan dan analis kesehatan.

(16)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 16

2.Melakukan pengkajian/penelitian di bidang keperawatan, kebidanan dan gizi, Analis Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan sesuai dengan pengembangan IPTEK.

3.Melakukan dan mengembangkan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan khususnya di bidang keperawatan, kebidanan dan gizi, Analis Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan.

4.Melakukan dan mengembangkan kegiatan informasi dan inovasi dalam bidang keperawatan, kebidanan, gizi, kesehatan lingkungan dan analis kesehatan.

5.Mengembangkan kerjasama dengan institusi pemerintah, swasta dan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

6.Menata dan mengembangkan sistem administrasi, organisasi dan manajemen bagi pelaksana/pengelola program.

(17)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 17

BAB III

SISTEM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN A.Penerimaan Mahasiswa Baru

Setiap tahun akademik baru dilaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan tujuan mendapatkan calon peserta didik yang memiliki kemampuan akademis dan minat belajar di bidang kesehatan. Pengaturan kegiatan ini mengacu pada keputusan Kepala Badan PPSDM Kesehatan Nomor : HK.02.03/I/III.3/002960/2016 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tahun Akademik 2016/2017.

B.Pengenalan Program Studi 1.Pengertian

Pengenalan program studi mahasiswa (PPSM) adalah kegiatan terencana yang diselenggarakan pada awal tahun akademik, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan khususnya bagi para mahasiswa baru dalam rangka mempersiapkan diri terlibat ke dalam kehidupan dan lingkungan pembelajaran baru.

2.Tujuan

1)Tujuan Umum

Terciptanya suasana yang sesuai dengan proses pembelajaran sehingga tujuan pendidikan tenaga kesehatan dapat tercapai secara berhasil guna.

2)Tujuan Khusus

Mempersiapkan fisik, mental, sosial dan kultural para mahasiswa baru.

3)Mengantar para mahasiswa baru mengenal memahami dan

menghayati :

a.Kebijakan pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan. b.Peranan dan tanggung jawab profesi tenaga kesehatan. c. Norma, etika dan peraturan kehidupan kampus.

(18)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 18

e. Makna Tri Darma Perguruan tinggi.

4)Mendorong minat dan pengembangan bakat para mahasiswa melalui: a.Apresiasi seni dan budaya.

b.Kegiatan olah raga.

c. Pengelolaan fasilitas dan sarana pendidikan.

3.Pelaksanaan

Pengenalan Program Studi Mahasiswa (PPSM) dilaksanakan pada awal tahun kalender pendidikan dan diselenggarakan minimal selama 4 (Empat) hari berturut-turut, Pokok kegiatan meliputi :

1)Ceramah dan diskusi materi dasar yang meliputi :

Kebijakan pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan 2)Ceramah dan diskusi materi inti yang terdiri dari :

a.Peran dan tanggung jawab profesi tenaga kesehatan. b.Pokok-pokok program pendidikan diploma III kesehatan.

c. Norma, etika dan peraturan pendidikan tenaga kesehatan (tata tertib di kelas, perpustakaan dan laboratorium).

d.Sistem pendidikan tinggi di Indonesia 3)Kegiatan penunjang yang terdiri dari.

a.Pengembangan minat dan bakat di bidang seni budaya, olahraga dan karya seni serta keterampilan.

b.Kerja bakti sosial.

c. Pembinaan mental, spiritual melalui ceramah pembinaan mental. 4)Pengajar dan Pembimbing.

a.Dosen tetap dan tidak tetap Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate.

b.Organisasi Profesi (PPNI, IBI dan PERSAGI, PATELKI dan AKLI) Propinsi Maluku Utara.

c. Sub. Bag ADAK.

d.Ka. UPPM, Ka. Unit Laboratorium Terpadu dan Perpustakaan 5)Peserta.

a.Seluruh Calon mahasiswa baru.

b.Bagi mahasiswa yang belum mengikuti PPSM pada tahun

(19)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 19

c. Bagi mahasiswa yang dinyatakan belum lulus mengikuti PPSM pada tahun sebelumnya.

6)Panitia.

Panitia PPSM yang dilaksanakan oleh Instansi Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut :

Pengarah : Direktur

Penanggung Jawab : Para Pembantu Direktur

Koordinator : Para Kajur & Ka. Prodi

Ketua / Wakil Ketua : Kordinator Kemahasiswaan

Sekretaris : Staf Dosen

Bendahara : Staf Politeknik Kesehatan Kementerian

Kesehatan Ternate

Seksi-seksi : Staf Politeknik Kesehatan Kementerian

Kesehatan Ternate dan senat 7) Tempat

a.Kegiatan pemberian materi dasar dan inti dapat dilaksanakan di kampus Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate.

b.Untuk kegiatan penunjang dapat dilaksanakan baik di dalam maupun di luar kampus (sesuai kegiatan).

8)Sumber Dana

DIPA Poltekkes Ternate Tahun Anggaran 2016 Dana PPSM dapat dimanfaatkan untuk :

a.Pembiayaan kegiatan pelaksanaan. b.Keperluan administrasi.

c. Pembuatan Sertifikat.

d.Buku Panduan Akademik

e. Konsumsi peserta PPSM 9)Pelanggaran dan Sanksi.

Peserta PPSM yang melanggar ketentuan dan peraturan yang ditetapkan oleh panitia PPSM akan dikenakan sanksi. Peserta yang tidak mengikuti atau dinyatakan belum lulus PPSM diberikan kesempatan untuk mengikuti PPSM pada tahun berikutnya, dan apabila sampai dengan masa ujian akhir yang bersangkutan belum

(20)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 20

lulus PPSM, maka tidak diperkenankan mengikuti Ujian Akhir Program (UAP) dan Ujian Akhir Kompetensi bagi semua Jurusan. 10)Evaluasi dan Pelaporan.

a. Evaluasi.

Panitia pelaksana wajib mengadakan evaluasi terhadap prestasi peserta PPSM dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Kedisiplinan mengikuti ketentuan dan peraturan.

Kreativitas yang positif.

Keberhasilan pemahaman terhadap materi dasar dan inti. b.Pelaporan

Panitia pelaksana wajib melaksanakan evaluasi terhadap semua peserta PPSM dan menetapkan berhasil atau tidaknya setiap peserta berdasarkan pada indikator yang telah ditetapkan dan dilaksanakan secara musyawarah diantara anggota panitia.

Peserta yang berhasil dalam PPSM diberikan sertifikat yang ditandatangani oleh ketua panitia dan diketahui oleh Direktur. Peserta yang dinyatakan belum lulus PPSM, wajib mengikuti PPSM pada tahun berikutnya.

Panitia pelaksana melaporkan hasil pelaksanaan Pengenalan Program Studi kepada pimpinan institusi paling lambat 1 (satu) bulan setelah PPSM berakhir, dengan tembusannya disampaikan kepada :

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Kemenkes RI (Ka.Pusdiklatnakes).

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya

Manusia (PPSDM) Kesehatan Kemenkes RI.

C.Kegiatan Penyelenggara Teknis 1.Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan dibuat setiap awal tahun akademik oleh masing-masing jurusan dengan berpedoman pada kurikulum (Jurusan Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Analis Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, D-IV Keperawatan dan D-IV Kebidanan).

(21)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 21

2.Proses Belajar Mengajar

Pembelajaran merupakan interaksi antara peserta didik dengan komponen lainnya. Dosen sebagai penyelenggara kegiatan pembelajaran memikirkan dan mengupayakan terjadinya interaksi tersebut secara optimal sehingga proses pembelajaran berlangsung secara efektif. Upaya yang dilakukan dosen dalam melaksanakan pembelajaran ini disebut strategi belajar mengajar.

Dalam pembelajaran, strategi yang dikembangkan dimulai dari tahap perencanaan sampai evaluasi.Dosen merumuskan secara jelas tujuan pembelajaran yang harus dicapai dan persiapan diri.Pada tahap pelaksanaan terjadi interaksi antara peserta didik dengan dosen untuk mencapai tujuan belajar. Dengan mempertimbangkan situasi lingkungan dan karakteristik peserta didik, maka strategi belajar mengajar berfokus pada peserta didik, belajar aktif, mengembangkan kemampuan sosial, keingintahuan, imajinasi, ketrampilan, pemecahan masalah, kreatifitas, penggunaan IPTEK, menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang baik dan ingin belajar sepanjang hayat. Metode pembelajaran memiliki peran untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peserta didik serta bertujuan untuk mengembangkan potensinya, sehingga dapat bersikap sebagaimana yang diharapkan. Berbagai metode pembelajaran antaralain :

1)Ceramah, 2)Demonstrasi, 3)Penampilan kerja, 4)Diskusi,

5)Studi mandiri,

6)Kegiatan instruksional terprogram, 7)Simulasi,

8)Praktikum, 9)Studi Kasus, 10) Tutorial,

11) Computer Asisted Learning (CAL).

(22)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 22

13) Observasi lapangan dan kunjungan lapangan

14) Konferensi

Proses pembelajaran dapat diikuti oleh setiap mahasiswa dengan ketentuan :

1)Telah menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi pendidikan. 2)Telah memiliki kartu tanda mahasiswa.

3)Telah mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) pada semester yang bersangkutan dan telah ditandatangani oleh Pembimbing Akademik, Ketua Jurusan dan disahkan oleh Wadir I atas nama Direktur.

Untuk mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1)Telah lulus mata kuliah yang menjadi prasyarat praktek kerja lapangan.

2)Telah menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi seperti telah membayar uang kuliah.

3)Telah mengikuti pembekalan PKL.

3.Beban dan Masa Studi

1)Beban Studi.

Beban studi yang harus diselesaikan oleh setiap mahasiswa selama masa pendidikan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate sebagai berikut :

a.Program Studi D-III Keperawatan : 111 SKS dan dimungkinkan sampai 120 SKS dengan rincian 96 SKS kurikulum inti dan dapat dikembangkan oleh institusi 24 SKS, dengan rasio beban kredit teori 40 % dan praktek 60 %.

b.Program Studi D-III Kebidanan : 108 SKS dan dimungkinkan sampai 120 SKS dengan rincian 93 SKS kurikulum inti dan dapat dikembangkan oleh institusi 27 SKS, dengan rasio beban kredit teori 40% dan praktek 60%.

c. Program Studi D-III Gizi : 119 SKS dengan Kurikulum inti sejumlah 92 SKS (77,3%) dan kurikulum institusi sejumlah 27 SKS (22,7%).

(23)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 23

Muatan materi teori sebesar 56 SKS (47,1%) dan materi praktek sebesar 63 SKS.

d.Program Studi D-III Kesehatan Lingkungan : 116 sks dan dimungkinkan sampai 120 sks dengan rincian : kurikulum inti 97 sks & kurikulum institusional 19 sks, dengan rasio beban kredit teori adalah 55 (47,41) & praktek 61 sks (52,59%).

e. Program Studi D-III Analis Kesehatan : 120 sks dengan kurikulum inti 96 sks dan kurikulum institusi sejumlah 14 sampai 24 sks dengan rasio beban kredit teori 37,5% dan praktik 62,5%.

f. Program Studi D-IV Keperawatan : 120 sks dengan kurikulum inti 96 sks dan kurikulum institusi sejumlah 14 sampai 24 sks dengan rasio beban kredit teori 37,5% dan praktik 62,5%.

g. Program Studi D-IV Kebidanan : 144 SKS dengan kurikulum inti sebanyak 115 SKS yang terdiri dari Teori 46 SKS (40%) dan Praktikum dan Klinik 69 SKS (60%). Prodi dapat mengembangkan kurikulum institusi sebanyak 29 SKS.

2)Masa Studi

Batas masa studi di Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate diperhitungkan sejak mahasiswa terdaftar pada semester 1 (satu) dan masa terpanjang 8 (delapan) semester bagi Jurusan D-III dan 10 (sepuluh) semester bagi Program Studi D-IV. Apabila mahasiswa telah sampai pada batas masa studi (8 semester) semester bagi Jurusan D-III atau 10 (sepuluh) semester bagi Program Studi D-IV semester namun belum dapat menyelesaikan masa studinya, maka ia dinyatakan putus studi (drop out/DO).

4.Evaluasi Pembelajaran Jurusan

1)Pengertian

Penilaian pembelajaran adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi sebagai hasil proses belajar yang telah dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu dan menggambarkan kemampuan dan kompetensi yang diperoleh peserta didik.

2)Ruang lingkup

(24)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 24

a.Sifat dan bentuk penilaian Tes tertulis

Tes lisan

Tes Perbuatan (Performance) Tes Sikap

b.Pendekatan penilaian

Penilaian Acuan Patokan (PAP) c. Jenis Evaluasi

Teori dapat berupa:

 Kuis/ulangan harian (baik yang dipersiapkan maupun yang tidak terjadwal)

 Tugas (PR, Pembuatan Makalah, Telaah Jurnal/ internet, terjemahan dll)

 Ujian Tengah Semester (UTS)  Ujian Akhir Semester (UAS) Praktek dapat berupa :

 Laporan Pendahuluan Praktikum

 Laporan Akhir Praktikum  Partisipasi

 Ujian Praktikum (OSCA/OSPE)

Klinik/Lapangan:

 Laporan Pendahuluan (Dokumentasi & Responsi)

 Laporan Akhir (Dokumentasi & Responsi) dan Ujian Praktek 3)Persyaratan peserta didik mengikuti UAS:

a.Terintegrasi secara akademik sebagai mahasiswa pada satuan pendidikan yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Rencana Studi (KRS)

b.Telah mengikuti proses belajar mengajar di semester berjalan dengan kehadiran minimal 75% tanpa memandang alasan sakit, alpa maupun ijin.

c. Mengikuti seluruh kegiatan (100%) praktikum laboratorium, kerja lapangan, kerja klinik, seminar atau kegiatan lain yang sejenis dengan ketentuan :

(25)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 25

 Mahasiswa yang tidak mengikuti praktikum dikarenakan sakit dan izin dapat mengganti kehadiran melalui proses asistensi yang dibuktikan dengan lembar berita acara asistensi.

 Mahasiswa yang tidak mengikuti praktikum dikarenakan alpa, tidak diperkenankan mengganti kehadiran.

Ketidakhadiran didalam perkuliahan klinik dapat diganti dengan ketentuan :

 Sakit : mengganti sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan.

 Izin : mengganti 2 kali jumlah hari yang ditinggalkan  Alpa : mengganti 3 kali jumlah hari yang di tinggalkan.

Tidak sedang menjalani sanksi akademik dan tidak sedang cuti akademik

4)Cara Penilaian

Penilaian diberikan terhadap penguasaan materi oleh peserta didik yang mencakup penguasaan kognitif, afektif dan psikomotorik, dengan menggunakan pendekatan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Penilaian menggunakan nilai angka mutu 0,00–4,00 atau dengan dengan lambang mutu A, B, C, D, E. Nilai mutu merupakan konversi dari angka-angka sebagai berikut :

No Nilai Huruf Bobot Nilai Huruf Mutu

Minimun Maksimun 1 A 79 100 4.00 2 B 68 78 3.00 3 C 56 67 2.00 4 D 41 55 1.00 5 E 0 40 0.00

Selain huruf A- E terdapat huruf T dan K dalam system pemberian mutu.

Huruf T (Tidak lengkap)

(26)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 26

1) Belum memenuhi sebagian evaluasi yang ditetapkan, misalnya tidak/belum mengikti UTS/UAS, atau belum melengkapi tugas-tugas yang diberikan.

2) Apabila mahasiswa kemudian mengikuti UTS/UAS atau telah menyerahkan tugas dalam waktu 2-3 (dua sampai tiga) minggu terhitung sejak akhir ujian semester matakuliah yang bersangkutan, maka huruf T harus diganti dengan huruf A - E sesuai dengan nilai yang diperoleh mahasiswa.

3) Apabila mahasiswa tidak mengikuti UTS/UAS atau tidak

menyelesaikan tugasnya dalam batas waktu 2-3 minggu, maka huruf mutunya menjadi E atau huruf mutu lain apabila dosen pengampu melakukan penghitungan Penilaian sesuai dengan bobot masing-masing bentuk dan jenis evaluasi.

4) Huruf T tidak dapat diubah menjadi huruf K, kecuali Peserta didik tidak dapat menempuh ujian akhir semester susulan atas d alasan yang dapat dibenarkan (misalnya: sakit, mengalami kecelak atau musibah yang memerlukan perawatan lama).

Huruf K (Kosong)

Ketentuan pemberian huruf K sebagai berikut;

1) Diberikan untuk seluruh matakuliah semester yang

bersangkutan dalam hal mahasiswa mengundurkan diri atas dasar alasan yang dapat dibenarkan (lihat butir 3) dari semester sedang berjalan, dengan catatan yang bersangkutan telah melakukan registrasi (mengisi KRS)

2) Dikenakan pada satu atau beberapa matakuliah pada semester yang bersangkutan dalam hal mahasiswa tidak dapat mengikuti ujian akhir semester atas dasar alasan yang dapat dibenarkan (butir no.3 dibawah), sehingga tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Semester.

3) Alasan yang dapat dibenarkan untuk memberikan huruf K: a. Sakit atau kecelakaan yang memerlukan perawatan atau

(27)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 27

surat keterangan dari dokter spesialis atau Rumah Sakit yang merawatnya.

b. Musibah kefuarga yang mengharuskan mahasiswa

meninggalkan belajarnya dalam waktu lama, dengan dikuatkan surat keterangan yang diperlukan.

4) Bagi mahasiswa yang memperoleh huruf K bagi seluruh beban studi semesteran (untuk seluruh mata kuliah pada semester tertentu), semester yang bersangkutan tidak diperhitungkan dalam batas waktu studi dan tidak dianggap sebagai penghentian studi untuk sementara.

5) Bila butir no. 4 terjadi untuk kedua kalinya, maka semester yang bersangkutan dianggap putus studi(drop out), sehingga mahasiswa yang bersangkutan hanya diperkenankan satu kali mengajukan permohonan menghentikan studi sementara.

6) Jika mata kuliah yang memperoleh huruf K itu ditempuh kembali pa kesempatan lain, huruf mutunya dapat menjadi A, B, C, D dan E.

7) Nilai K tidak dibenarkan untuk penghitungan IP dan IPK.

Untuk menentukan nilai kualifikasi keberhasilan mahasiswa tiap mata kuliah dapat menggunakan Nilai Absolut (nilai murni atau nilai mutlak) yang dapat dikelompokkan dalam bentuk angka pecahan dengan rentang skor (salah satu):

1) Antara 0 – 100 atau 2) Antara 0,00 - 4,00

Nilai ini berasal dari dosen pengajar matakuliah tunggal atau dari penilaian beberapa dosen pengajar kelompok team teaching, dari nilai kuis, penugasan, UTS, laporan hasil praktikum/kerja lapangan, ujian praktikum/praktik, dan UAS.

Nilai akhir matakuliah (sebelum dijadikan Huruf Mutu) sekurang-kurangnya merupakan gabungan dari tiga jenis evaluasi dengan bobot yang berbeda. Tiap jenis evaluasi tidak boleh dikonversikan terlebih dahulu menjadi Huruf Mutu, artinya masing-masing jenis evaluasi harus tetap berupa skor absolut (skormentah). Konversi

(28)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 28

dilakukan setelah semua skor absolut (skormentah) tiap jenis evaluasi matakuliah yang bersangkutan digabungkan menjadi skor akhir.

Nilai atau skor absolut akhir yang sah adalah:

1) Nilai akhir (huruf mutu) matakuliah atau hasil evaluasi akhir suatu matakuliah hanya dianggap sah apabila mahasiswa dan jenis matakuliah terdaftar dalam KRS pada semester yang bersangkutan

2) Semua nilai akhir matakuliah atau evaluasi akhir suatu matakuliah yang tidak memenuhi persyaratan diatas, dinyatakan tidak berlaku (gugur).

Berdasarkan rentang nilai tersebut diatas. kemudian dikonversi menjadi nilai Huruf Mutu (HM). Lambang atau Huruf Mutu adalah nilai yang berasal dan angka nilai, absolut dan dikelompokkan dalam bentuk huruf A. B. C. D dan E.

Pengelolaan Nilai Hasil Belajar

Pengelolaan nilai hasil belajar dari sumbernya/dosen ke pengelola tingkat jurusan sampai ke direktorat sebagai bahan dokumen transkrip.

a. Dosen diwajibkan menyerahkan berkas nilai selambat- lambatnya 2 (dua) minggu setelah ujian dilaksanakan, hasilnya diserahkan kepada Pengelola Program Studi / Ketua Jurusan dan diumumkan kepada mahasiswa melalui Layanan Informasi Mahasiswa.

Nilai atauSkor Absolut Akhir (salah satu) HurufMutu

(HM) Rentang 0-100 Rentang 0,00 -4,00 79-100 3,51 - 4,00 A 68-78 2,75 - 3,50 B 56-67 2,00 - 2,74 C 41-55 1,00 -1,99 D 0-40 0,00 - 0,99 E

(29)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 29

b. Dosen yang belum menyerahkan nilai akan diberikan teguran melalui surat teguran dari Pengelola Program Studi/ Ketua Jurusan.

c. Apabila dalam jangka waktu 2 (dua) minggu nilai belum masuk, untuk memenuhi hak mahasiswa maka keputusan penilaian diambil alih oleh pengelola program studi dengan memperhatikan berkas dokumen komponen penilaian di Bagian Akademik.

5)Keberhasilan Mata Kuliah

Nilai kelulusan mata kuliah minimal 2,00 dengan mutu C. Nilai kelulusan ini dapat ditingkatkan dengan kebijakan masing-masing institusi. Oleh karena itu Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate menggunakan nilai batas lulus untuk teori minimal nilai absolut 65 dan praktika minimal nilai absolut 68. Nilai kelulusan Mata Kuliah merupakan nilai akhir dari Tim Dosen Mata Kuliah tersebut. Untuk mata kuliah yang belum mencapai nilai batas lulus, maka mahasiswa yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang sebanyak 2 kali. Jika tidak lulus pada ujian ulang, mahasiswa diwajibkan mengikuti semester pendek (SP) pada mata kuliah tersebut sampai batas masa studi yang diperbolehkan.

6)Indeks Prestasi Mahasiswa

a.Indeks Prestasi (IP) adalah angka yang menunjukan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa dalam satu semester dan dihitung setiap akhir semester.

Rumusan perhitungannya : Jumlah (AM x SKS ) IP =

Jumlah SKS AM = Angka Mutu

b.Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

IPK merupakan angka yang menunjukan prsetasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif mulai dari semester pertama

(30)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 30

sampai semester paling akhir yang ditempuh, dan dihitung diakhir setiap semester .

Rumus perhitungan :

Jumlah (AM x SKS) seluruh semester IPK =

Jumlah SKS seluruh Semester

Batas nilai kelulusan untuk teori 2,00 dan Praktikum 2,75. Predikat IPK terdiri atas tiga tingkatan yaitu :

IPK PREDIKAT 2,75 – 3,00 3,01 - 3,50 3,51 - 4,00 Memuaskan Sangat Memuaskan Dengan Pujian c. Penilaian Pencapaian Kompetensi

Pengertian penilaian pencapaian kompetensi merupakan proses pengumpulan bukti secara sistematis serta pembuatan keputusan tentang perilaku peserta didik berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaian pencapaian kompetensi bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi hasil belajar peserta didik serta merupakan indikator kemampuan atau kemahiran seseorang dalam menyelesaikan suatu tindakan atau pekerjaan.

Penilaian pencapaian kompetensi pada kurikulum pendidikan DIII Keperawatan merupakan penilaian akhir setelah semua mata kuliah yang terkait dengan kompetensi yang diukur selesai dan dinyatakan lulus. Kompetensi dimaksud adalah kompetensi lulusan DIII Keperawatan yang berjumlah 29 unit dan sub kompetensi berjumlah 232 sub unit.

Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian pencapaian kompetensi, yaitu :

Pencapaian 1 (satu) unit kompetensi didukung oleh satu atau lebih mata kuliah, oleh karenanya penilaian kompetensi ini dilakukan bila mana mata ajar yang mendukung pencapaian kompetensi telah dinyatakan lulus.

Penilaian pencapaian kompetensi dapat dilakukan disetiap tahun dengan membuat pemetaan terhadap kompetensi yang

(31)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 31

telah layak dinilai berdasarkan struktur program yang ada di institusi.

Penilaian pencapaian kompetensi memerlukan perencanaan yang matang dari tim penilai bersama-sama dengan unit akademik.

Penetapan kelulusan atau kompetensi didasarkan pada pencapaian nilai dari ketiga aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap, dengan pencapaian minimal delapan puluh persen (80%). Bagi peserta didik yang belum bisa mencapai kompetensi diberi kesempatan untuk mengulang aspek yang belum tercapai, sehingga pada akhirnya dinyatakan kompeten.

Ujian pencapaian Kompetensi dapat dilakukan 3 (tiga) kali, yakni : Tingkat I pada akhir semester 2

Tingkat II pada akhir semester 4 Tingkat III pada akhir semester 6

Ujian pencapaian kompetensi disusun oleh tim dosen/instruktur dengan focus pada kemampuan teknis pelaksanaan praktikum dalam bidang kesehatan yang diikuti.Untuk menempuh ujian pencapaian kompetensi mahasiswa harus :

Tingkat I lulus semua mata kuliah semester 1 dan 2. Tingkat II lulus semua mata kuliah semester 3 dan 4. Tingkat III lulus semua mata kuliah semester 5 dan 6.

Jurusan yang melaksanakan ujian pencapaian kompetensi hanya pada akhir pendidikan maka peserta harus lulus semua mata kuliah.

7)Ujian Akhir Program (UAP) bagi jurusan yang sudah menggunakan KBK maka UAP ditiadakan.

a.Peserta UAP adalah mahasiswa yang telah memenuhi syarat sebagai berikut :

Telah menyelesaikan tugas dan lulus ujian semester yang disyaratkan dalam kurikulum.

Telah memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku. Masih dalam batas studi terpanjang.

(32)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 32

b.Ujian Akhir Program (UAP) meliputi : Ujian Praktek

Laporan Kasus / Karya Tulis Ilmiah (KTI)

Pada akhir studi mahasiswa diwajibkan menyusun dan menulis laporan tugas akhir dengan ketentuan.

a.Mahasiswa

Telah menyelesaikan semua mata kuliah prasyarat untuk penyusunan dan penulisan laporan kasus.

b.Pembimbing

Pembimbing laporan akhir dilakukan dosen tetap Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate dengan ketentuan sebagai berikut : Memiliki tingkatan pendidikan strata I (satu) dengan latar

belakang pendidikan yang sesuai dengan penulisan

laporan/tugas akhir mahasiswa yang dibimbing.

Dosen pembimbing ditetapkan dengan surat keputusan oleh Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate berdasarkan usulan dari Ketua Jurusan.

Apabila laporan tugas akhir studi tidak dapat diselesaikan dalam semester yang bersangkutan, penulisan laporan/tugas akhir tersebut diselesaikan pada semester berikutnya, dengan mencantumkan kembali mata kuliah KTI pada KRS.

Apabila laporan tugas akhir tidak dapat diselesaikan dalam 2 (dua) semester berturut-turut maka mahasiswa diharuskan menempuh kembali kegiatan penyusunan dan penulisan laporan tugas akhir dengan topik yang berbeda.

Nilai tugas akhir sekurang-kurangnya adalah B. Kelulusan ditentukan dengan IP ≥ 2,75.

Mekanisme pelaksanaan diatur oleh masing-masing Jurusan yang disahkan oleh Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate

(33)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 33

IPK merupakan angka yang menunjukan prsetasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif mulai dari semester pertama sampai semester paling akhir yang ditempuh, dan dihitung diakhir setiap semester .

Rumus perhitungan :

Jumlah (AM x SKS) seluruh semester IPK =

Jumlah SKS seluruh Semester

Batas nilai kelulusan untuk teori 2,00 dan Praktikum 2,75

8)Bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian tahap pendidikan wajib mengikuti uji kompetensi sebagai exit exam.

9)Uji Kompetensi dilaksanakan 3 kali dalam setahun, yaitu periode Maret, Juli dan November.

10) Uji kompetensi dilaksanakan oleh Poltekkes bekerja sama dengan Majlis tenaga kesehatan Indonesia (MTKI) yang di payungi dengan surat keputusan bersama antara Dirjen Dikti Kepala Badan PPSDMK Kemkes.

11)Uji Kompetensi diselenggarakan di Poltekkes sesuai dengan program studi dan memenuhi persyaratan yang tercantum dalam panduan pelaksanaan Uji kompetensi yang diterbitkan oleh Dirjen Dikti dan Kepala Badan PPSDMK Kemkes.

12)Kelulusan uji kompetensi menjadi salah satu syarat kelulusan di Poltekkes.

13)Peserta yang lulus uji kompetensi berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh Poltekkes setelah dinyatakan lulus uji kompetensi yang dibuktikan dengan surat tanda lulus oleh Panitia Nasional MTKI.

(34)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 34 BAB IV

KEMAHASISWAAN

Mahasiswa adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Mahasiswa yang diterima di Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate adalah yang telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru sesuai ketentuan yang berlaku.

A.Hak Dan Kewajiban 1.Hak

Hak mahasiswa adalah sebagai berikut :

1)Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab sesuai norma dan susila yang berlaku dalam lingkungan akademik.

2)Memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang

akademik sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan.

3)Mendapat bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program pembelajaran yang di ikuti.

4)Memperoleh layanan informasi berkaitan dengan program studi yang diikuti.

5)Memanfaatkan sumber daya institusi Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate dalam rangka kelancaran proses belajar sesuai ketentuan yang berlaku.

6)Ikut serta dalamkegiatan organisasi mahasiswa di Institusi Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate dan organisasi profesi sesuai ketentuan yang berlaku.

7)Pindah ke Institusi Politeknik Kesehatan/Akademik kesehatan lainnya dalam bidang kesehatan sejenis sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

8)Memperoleh cuti akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 9)Boleh menikah selama mengikuti pendidikan, minimal setelah

berada pada semester 2 dengan mendapatkan surat izin dari Direktur atas permintaan mahasiswa yang bersangkutan dan diketahui oleh orang tuanya dan tidak karena dalam keadaan hamil.

(35)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 35

10)Berpeluang memperbaiki nilai bagi mahasiswa yang mendapat nilai C sesuai ketentuan yang berlaku.

11)Bagi Mahasiswa yang tidak mampu membayar uang semester karena alasan ekonomi, bisa diusulkan Beasiswa Keluarga Miskin (GAKIN) sesuai dengan persyaratan sebagai berikut :

a.Surat keterangan tidak mampu dari kepala Desa/kelurahan dan mengetahui Camat.

b.Foto Copy kartu keluarga yang disahkan oleh kepala

Desa/Kelurahan.

c. Foto Copy rekening listrik dan rekening air 3 (tiga) bulan terakhir. d.Foto Copy Kartu Jamkesmas

e. Foto/Gambar Kondisi Rumah dari sisi depan, belakang, samping, kanan, kiri, ruang tamu, kamar mandi dan dapur.

12)Izin non aktif diperkenankan selama 2 (dua) semester

13)Bagi Mahasiswa yang tidak mampu membayar uang PKL dan magang karena alasan ekonomi diberikan kesempatan untuk mengikuti pada tahun berikutnya dengan tetap membayar uang semester.

14)Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti tes seleksi pada jurusan lain atau Perguruan Tinggi lain, diwajibkan membuat surat pengunduran diri secara resmi sebelum pendaftaran calon mahasiswa baru dilaksanakan.

15)Mahasiswa yang memenuhi syarat kehadiran didalam perkuliahan namun sakit dan izin dikarenakan hal yang sangat penting (keluarga sakit/meninggal, mengikuti kegiatan ekstra kurikuler dengan izin dari institusi, kejadian yang bersifat penting dan incidental) pada saat mengikuti UAS diberi kesempatan mengikuti ujian susulan.

2.Kewajiban

Adalah seperangkat tanggung jawab seorang (mahasiswa) untuk melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan, dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan haknya.

1)Mematuhi semua peraturan yang berlaku pada institusi Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate.

(36)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 36

2)Mentaati dan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

3)Memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.

4)Menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan sesuai peraturan yang berlaku.

5)Menjunjung tinggi Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan seni.

6)Menjaga kewibawaan dan nama baik Institusi Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate.

7)Menjunjung tinggi kebudayaan Daerah dan Nasional.

8)Menyelesaikan administrasi pendidikan oleh mahasiswa yang bersangkutan dan tidak bisa diwakilkan kepada orang lain.

B.Pelanggaran Dan Sanksi Akademik 1.Pelanggaran

Sanksi bagi mahasiswa adalah tindakan-tindakan yang ditujukan kepada mahasiswa karena penyimpangan dan atau pelanggaran yang dilakukan terhadap ketentuan-ketentuan pendidikan pada institusi Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, baik ketentuan administratif maupun teknis. Mahasiswa yang melakukan pelanggaran hukum baik berupa tindak pidana (penyalagunaan Narkoba, Miras, Mencuri), pelanggaran Etika Moral (Asusila), tindakan kriminal (perkelahian) dan pelanggaran Etika Akademik akan dikenakan sanksi akademik. Sanksi akademik dapat berupa peringatan akademik dan pemutusan studi.

2.Sanksi Akademik.

1)Keterlambatan Mendaftar Ulang (Registrasi)

a.Bagi mahasiswa yang terlambat mendaftar ulang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan tidak diperkenankan mengikuti semua kegiatan akademik dalam semester yang bersangkutan. b.Mahasiswa tersebut diwajibkan mengajukan permohonan ke

Direktur dan tembusan ke ketua Jurusan agar dapat diberi izin tidak mengikuti kegiatan akademik (izin non aktif). Laporan keterlambatan pendaftaran ulang tersebut harus dilakukan

(37)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 37

secepatnya paling lambat 1 (satu) bulan setelah pendaftaran ulang ditutup.

c. Apabila mahasiswa tersebut tidak mengajukan permohonan ke Direktur dan tembusan ke Ketua Jurusan, sehingga tidak mendapat surat izin non aktif, maka masa non aktif tersebut akan tetap diperhitungkan sebagai masa aktif dalam hubungannya dengan batas waktu studi bersangkutan.

2)Kehadiran.

a.Kehadiran dikelas kurang dari 75%, Praktikum laboratorium <100%, dan dilahan praktek kurang dari 100%, mahasiswa tidak diperbolehkan mengikuti UAS teori dan UAS Praktika dan harus mengulang pada tahun berikutnya.

b.Kehadiran dikelas (tatap muka) telah memenuhi syarat, tetapi mahasiswa tidak mengikuti UAS dengan alas an yang jelas, maka mahasiswa yang bersangkutan diperbolehkan mengikuti UAS susulan, kecuali mengulang Mata kuliah tersebut pada semester berikutnya.

3)Pelanggaran dan Sanksi Akademik

Jenis sanksi yang dikenakan kepada mahasiswa yang melanggar peraturan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berupa :

a.Pelanggaran atau perbuatan yang menyebabkan mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti kegiatan pembelajaran, antara lain : Tidak menyelesaikan dan atau tidak memiliki KRS pada waktu

yang telah ditetapkan.

Pada waktu perkuliahan dan pembelajaran tidak mengenakan pakaian seragam yang telah ditentukan.

Tidak membawa perlengkapan yang ditentukan saat mengikuti kegiatan pembelajaran.

b.Kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran atau perbuatan yang menyebabkan mahasiswa mendapat teguran lisan dan tertulis 1 hingga ke 3.

Mahasiswa yang melakukan pelanggaran atau perbuatan yang menyebabkan mahasiswa mendapat teguran lisan antara lain :

(38)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 38

 Tidak menjaga dan memelihara kebersihan dan kerapian diri (menggunakan seragam sesuai ketentuan, rambut rapi khusus laki-laki 2 cm diatas kerah baju).

 Berlaku kurang atau tidak sopan kepada tenaga

kependidikan, pegawai, sesama mahasiswa atau orang lain termasuk tamu institusi.

 Mengganggu kelancaran dan ketertiban proses belajar mengajar.

 Melanggar peraturan dan tata tertib pendidikan.

 Mengakses layanan internet hotspot disaat proses KBM sedang berlangsung.

Pelanggaran atau perbuatan yang menyebabkan mahasiswa mendapat teguran tertulis I hingga ke III, antara lain :

 Memiliki nilai IP kurang dari atau sama dengan 2,00(< 2,00) pada akhir semester dan atau nilai IPK dibawah 2,00.

 Jumlah jam ketidakhadiran tanpa keterangan mencapai maksimal 25%.

 Melalaikan kewajiban administratif pada semester berjalan.  Melanggar tata tertib setelah mendapat 3 (tiga) kali teguran

lisan.

c. Skorsing diberikan kepada mahasiswa yang melakukan

pelanggaran antara lain :

Memiliki nilai IP di bawah 2,00 pada akhir semester dan atau nilai IPK di bawah 2,00, setelah mendapat teguran tertulis III.

Jumlah jam ketidakhadiran tanpa keterangan mencapai

maksimal 50%.

Melalaikan kewajiban administratif pada semester berjalan setelah mendapat teguran tertulis III.

Melanggar tata tertib setelah mendapat teguran tertulis III. Melakukan pelanggaran hukum, tindak pidana, narkotika, miras

(mabuk di areal kampus) dan sejenisnya di lingkungan kampus. Melakukan pelanggaran etika moral :

(39)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 39

 Perkelahian, pengeroyokan, pengrusakan,penganiayaan.  Berjudi

 Minum minuman keras dan Napza

 Melakukan aktivitas yang tidak etis/melanggar norma sosial dan agama (berpelukan, berciuman, pornoaksi, dan sejenisnya)

 Perselingkuhan (Asusila)  Pornografi

 Menyebarluaskan gambar, foto dan video porno.

Melakukan pelanggaran etika akademik seperti misalnya terbukti mengerjakan soal ujian mahasiswa yang tidak hadir, plagiat makalah, laporan dan tugas akhir serta pemalsuan tanda tangan.

Melakukan pelangaran etika profesi : mal praktik, mencuri obat dan benda lain milik pasien, memalsukan data hasil pemeriksaan.

Lamanya skorsing adalah 1 s.d 2 semester dan selama proses skorsing, mahasiswa tetap berkewajiban melakukan registrasi. Apabila setelah skorsing ternyata tidak ada perubahan, maka

dapat dikeluarkan sanksi berupa pemberhentian

tetap/pemutusan studi. Pemutusan studi dapat pula diberikan apabila :

 Tingkat kelulusan semester I dan II kurang dari 60 % mata kuliah di Semester tersebut

 Tidak mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa alasan yang dapat dibenarkan pada semester I dan II atau 2 (dua) semester berturut-turut.

 Melalaikan kewajiban administratif selama 2 (dua) semester berturut-turut atau semester berjalan.

 Telah melampaui batas masa studi yang diperkenankan.

 Melakukan pelanggaran hukum, tindak pidana serta

melakukan pencurian baik dilingkungan maupun di luar kampus.

(40)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 40

 Melakukan pelanggaran etika moral dan profesi termasuk melakukan perkelahian baik dilingkungan maupun diluar kampus dan tindakan yang mencemarkan dan atau merusak citra institusi

 Melakukan pelanggaran etika akademik berupa plagiat makalah, laporan, tugas akhir dan pemalsuan tanda tangan/paraf.

 Melakukan pelanggaran etika profesi : malpraktik, mencuri obat dan benda lain milik pasien dan memalsukan data hasil pemeriksaan.

Lamanya skorsing adalah 1 s.d 2 semester dan selama proses skorsing, mahasiswa tetap berkewajiban melakukan registrasi. d.Pemutusan Studi / Pemberhentian Tetap

Apabila ada mahasiswa yang mengikuti tes seleksi mahasiswa baru pada jurusan lain atau Perguruan Tinggi lain baik dinyatakan lulus atau tidak lulus, tanpa melakukan proses pengunduran diri, maka akan diberhentikan secara tetap / pemutusan studi.

C.Penghargaan

Penghargaan bagi mahasiswa adalah tindakan pemberian imbalan atas prestasi yang luar biasa, sikap dan perbuatan terpuji, keteladanan, serta kedisiplinan. Penghargaan diberikan dalam bentuk sertifikat atau bentuk lain disesuaikan dengan jenis kegiatan atas dasar kesepakatan Senat Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate.

Prestasi Mahasiswa yang memungkinkan untuk mendapatkan penghargaan antara lain :

1)Kehadiran 100 % dalam mengikuti PBM. 2)IPK tertinggi (minimal 3,50)

3)Memenangkan pertandingan atau perlombaan

4)Menunjukkan prestasi-prestasi Ilmiah yang layak diakui.

5)Menunjukkan Etika Moral/Akhlak terpuji, keteladanan, kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

(41)

Buku Panduan Akademik | Politeknik Kesehatan Ternate T.A 2016/2017 41

Referensi

Dokumen terkait

Managing Marine Protected Areas in the Western Indian Ocean; and Assessing Management Effectiveness of Marine Protected Areas: A Workbook for the Western Indian Ocean.

Hubungan Asupan Makanan Dari Rumah Sakit Dengan Perubahan Status Gizi Pada Pasien Anak Penderita Demam Tifoid Di Rumah Sakit.. Undergraduate thesis, Program Studi

ma penumpang yang lain karena pesawat Masalah Josephus pada masa perang yang ditumpangi ditabrakkan pembaiak Yahudi'Romawi sekitar abad pertama ke salah satu menara kemb4r WTC

[r]

Kendala dalam pelaksanaan penilaian autentik dalam kompetensi keterampilan, yaitu: (1) tidak semua peserta didik aktif dalam kegiatan proyek kelas dan lebih mengandalkan anak

This paper present that the lower bound of the metric-location-total domination number of the direct products of complete graphs does not depend on the number of vertices.. But,

Dalam kertas karya ini penulis akan membahas tentang alasan Katniss Everdeen mau menjadi Mockingjay untuk para pemberontak, salah satu alasannya, Katniss tidak ingin

• [Pembaruan] Penambahan validasi jenjang SMK untuk mencegah perbedaan jumlah jam mengajar pada rombongan belajar praktik dengan rombongan belajar induk dan mata pelajaran yang sama..