• Tidak ada hasil yang ditemukan

THE ACTUALIZATION OF TRIPLE BOTTOM LINE FOR COMPANY SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) ADARO FOUNDATION TO ACHIEVE UN GLOBAL COMPACT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "THE ACTUALIZATION OF TRIPLE BOTTOM LINE FOR COMPANY SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) ADARO FOUNDATION TO ACHIEVE UN GLOBAL COMPACT"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

THE ACTUALIZATION OF TRIPLE BOTTOM LINE FOR

COMPANY SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) ADARO

FOUNDATION TO ACHIEVE UN GLOBAL COMPACT

LAPORAN KERJA PRAKTIK

Oleh:

Muhammad Naufal Musri

106216028

PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL

FAKULTAS KOMUNIKASI DAN DIPLOMASI

UNIVERSITAS PERTAMINA

2019

(2)

i

THE ACTUALIZATION OF TRIPLE BOTTOM LINE FOR

COMPANY SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) ADARO

FOUNDATION TO ACHIEVE UN GLOBAL COMPACT

LAPORAN KERJA PRAKTIK

Oleh:

Muhammad Naufal Musri

106216028

PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL

FAKULTAS KOMUNIKASI DAN DIPLOMASI

UNIVERSITAS PERTAMINA

2019

(3)

ii

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN KERJA PRAKTIK

Judul Kerja Praktik : The Actualization of Triple Bottom Line for

Company Social Responsibility (CSR) Adaro

Foundation to Achieve UN Global Compact

Nama Mahasiswa : Muhammad Naufal Musri

Nomor Induk Mahasiswa : 106216028

Program Studi : Hubungan Internasional

Fakultas : Komunikasi dan Diplomasi

Tanggal Seminar :

Jakarta, 16 September 2019 MENYETUJUI, Pembimbing Instansi

Estiaji Damarjati

Pembimbing Program Studi

Dr. Ian Montratama NIP. 116117

(4)

iii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT atas berkat, rahmat, dan hidayahnya kepada penulis dalam menyelesaikan Kerja Praktek beserta Laporan Kerja Praktek yang mengambil tempat di Adaro Energy ini. Laporan Kerja Praktek yang berjudul “The Actualization of Triple Bottom Line for Company Social Responsibility (CSR) Adaro Foundation to Achieve UN Global Compact” ini dikerjakan sebagai syarat untuk menyelesaikan Mata Kuliah Kerja Praktik Universitas Pertamina. Penyusunan Laporan Kerja Praktik ini tentunya tidak terwujud tanpa pengarahan dan bimbingan berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih dan rasa hormat kepada semua pihak yang telah berperan. Pihak tersebut diantaranya sebagai berikut:

1. Ibu Okty Damayanti selaku Division Head of Adaro Foundation, 2. Bapak Ian Montratama selaku Dosen Pembimbing Kerja Praktek

3. Jajaran Head Manager Bapak Ghufron dan Ibu Zuraida, seluruh karyawan dan karyawati Adaro Foundation

4. Orang Tua serta teman-teman penulis.

Adaro Energy sebagai sebuah perusahaan terkemuka batubara di Indonesia, memiliki Adaro Foundation yang merupakan salah satu pilar perusahaan yang bergerak dalam bidang CSR. Melalui Laporan ini penulis berusaha untuk melihat sejauh mana pengaruh Panduan Internasional UN Global Compact terhadap pembuatan kebijakan perusahaan energi. Kajian ini akan menunjukkan bagaimana UN Global Compact sebagai panduan internasional yang berfokus pada platform kepemimpinan untuk pengembangan, implementasi, dan pengungkapan kebijakan dan praktik perusahaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Khususnya pada perusahaan batubara yang masih menjadi distributor sumber energi terbesar porsi penggunaanya di Indonesia dan negara berkembang. Akhir kata, Laporan Kerja Prakek ini masih jauh dari kata sempurna dan penulis berharap terdapat masukan dan saran yang dapat menjadikan tulisan ini menjadi lebih baik lagi. Semoga Laporan Kerja Praktek ini dapat bermanfaat bagi penulis, dan banyak pihak kedepannya.

Jakarta, 16 September 2019

(5)

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN KERJA PRAKTEK ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv DAFTAR TABEL ... v DAFTAR GAMBAR ... vi BAB I PENDAHULUAN ... 1 1. 1 Latar Belakang ... 1 1.2 Tujuan ... 2

1.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan ... 3

BAB II PROFIL PERUSAHAAN ... 4

2.1 Profil Adaro Energy ... 4

BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTIK ... 8

1. Tugas Umum ... 9

2. Tugas Penelitian ... 9

3. Tugas Administratif ... 10

4. Tugas Eksternal ... 10

BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK ... 11

1. Pelajaran yang dipelajari ... 11

2. Peningkatan Diri ... 11

BAB V TINJAUAN TEORITIS ... 12

5.1 Konsep dan Pendekatan ... 12

5.1.1 Corporate Social Responsibilty (CSR)... 12

5.1.2 UN Global Compact ... 12

5.1.3 Triple Bottom Line ... 14

5.2 Analisis Triple Bottom Line dalam Mencapai UN Global Compact ... 15

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 18

6.1 Kesimpulan ... 18

6.2 Saran ... 18

(6)

v

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 – Daftar Kontribusi Tugas Selama Kerja Praktek Adaro Foundation ... 7

Tabel 5.1 – Prinsip Triple Bottom Line ... 14

Tabel 5.2 – Realisasi Triple Bottom Line oleh Pilar Adaro Nyalakan Perubahan ... 15

(7)

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 – Penghargaan Adaro dalam skala Internasional ... v

Gambar 2.1 – Lini Perusahaan Adaro Energy ... 4

Gambar 2.2 – Anak Perusahaan Adaro Energy ... 6

(8)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Menjelang akhir masa perkuliahan di Universitas Pertamina, Kerja Praktek menjadi salah satu mata kuliah wajib dalam Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Diplomasi dan Komunikasi. Mata kuliah ini memberikan kesempatan mahasiswa untuk merasakan langsung dunia kerja dan mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama masa perkuliahan di Universitas Pertamina secara aplikatif pada perusahaan tempat Kerja Praktek yang dituju. Dengan adanya mata kuliah Kerja Praktek ini mahasiswa diharapkan menjadi pribadi yang lengkap baik didukung oleh kemampuan teori maupun praktik. Mengingat bahwa kedepannya lulusan Universitas dituntut untuk berkompetisi di waktu Bonus Demografi terjadi dengan imbas banyaknya tenaga kerja maka pengalaman akan menjadi hal penting.

Melakukan aktifitas Kerja Praktek diharapkan dapat membuka pandangan dan gambaran mengenai kebutuhan dunia kerja saat ini. Kerja Praktek juga dapat menghadirkan aplikasi dari kemampuan berpikir kreatif dan kritis, berkomunikasi dengan efektif terutama dalam menyampaikan ide maupun gagasan, serta dapat mengetahui bagaimana kode etik pada dunia kerja dapat dijalankan sesuai norma ilmu pengetahuan, dan praktik sosial. Kerja Praktek juga membuka pandangan terhadap bagaimana harusnya bersikap dan beradaptasi dalam kelompok dalam sebuah sistem kerja yang kompleks dan menyeluruh.

Kerja Praktek bagi Hubungan Internasional sendiri merupakan sebuah ajang untuk menunjukkan aplikasi keilmuan hubungan internasional yang cukup luas seperti ekonomi, komunikasi efektif, politik, organisasi internasional, aturan internasional dan berbagai permasalahan yang melingkupi aspek hukum dalam hal ini aturan maupun panduan internasional serta undang-undang dalam negeri. Kerja Praktek pula telah menjadi sarana untuk menyampaikan cara berpikir menyeluruh dan kompleks pada saat bekerja.

Untuk menyelesaikan Kerja Praktek ini penulis mendapatkan kesempatan yang sangat berharga dengan menjalankan mata kuliah ini pada Adaro Student Program (ASP) yang merupakan program magang oleh Adaro Foundation sebagai salah satu anak perusahaan Adaro Energy. Adaro Energy merupakan salah satu perusahaan energi terintegrasi dengan bisnis inti pada sektor batubara. Penulis memilih untuk menjalankan Kerja Praktek di Adaro Energy dikarenakan reputasi perusahaan yang cukup baik di Indonesia, terlebih saat ini Adaro sudah menjadi perusahaan energy dengan sektor batubara terbesar di Indonesia dihitung dari emitem perusahaan.

(9)

2 Adaro Energy juga bertumbuh lebih maju dan terintegrasi secara internasional, hal ini dikarenakan kepemilikan saham tambang batubara yang terletak di Australia Barat maupun anak usaha Adaro Capital yang beroperasi secara global dan bertempat di Singapura dan Mauritius. Pada praktek Kerja Praktek Adaro Foundation juga memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan dunia internasional. Sebagai dasar aturan, Adaro Foundation mempergunakan SDG 2030: Mining Sector, ISO 26000, dan UN Global Compact.

Lebih jauh penghargaan yang diraih oleh Adaro Foundation pun merupakan penghargaan dalam skala internasional oleh lembaga yang kredibel seperti The Pinnacle Group International, Asian Power Awards, Alpha Southeast Asia Magazine, Stevie Awards, Green Apple Awards, dan berbagai jenis penghargaan lainnya. Menjadi studi kasus yang dianalisis pada laporan kerja praktek ini adalah bagaimana Adaro Foundation melalui CSR yang dijalankan meraih pengakuan internasional dengan didasari oleh berhasilnya Adaro Foundation meraih penghargaan internasional ‘Excellent Business Member of the Year 2018’ oleh UN Global Compact.

Gambar 1.1 – Penghargaan Adaro dalam skala Internasional (dokumen pribadi)

1.2 Tujuan

Diantara tujuan yang ingin penulis dapatkan ketika menjalankan Kerja Praktek di Adaro Foundation melalui program Adaro Student Program (ASP) adalah:

(10)

3 1. Merasakan langsung berbagai sebuah bisnis dapat dijalankan, terutama pada bidang energi di perusahaan terkemuka di Indonesia yang juga memiliki banyak anak perusahaan dan cabang perusahaan di luar negeri

2. Menjadikan penulis sebagai lulusan yang siap kerja dengan bekal pengalaman yang mumpuni serta memiliki kapasitas pribadi yang bertanggung jawab, jujur, inovatif, cakap dan kreatif.

3. Mampu beradaptasi dengan merasakan langsung pengalaman serta adaptasi dengan dunia kerja, sekaligus dapat memahami dan mengetahui sistem kerja sebuah institusi atau perusahaan.

4. Mengenali dinamika dalam lingkungan kerja dalam sebuah institusi dan menjadikan pembelajaran mengenai bagaimana cara bersikap dan bertindak di dalam lapangan kerja. 5. Berkesempatan mengaplikasikan langsung ilmu yang telah diterima selama megenyam

pendidikan tinggi pada bentuk aplikatif langsung pada dunia kerja.

6. Mengembangkan kemampuan dan mengkomunikasikan informasi, ide, permasalahan, dan solusi efektif kepada komunitas terkait dan masyarakat secara umum.

1.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Selama menjalankan kegiatan praktek, penulis menjadi bagian dari SAP di Adaro Foundation yang beralamat di Cyber 2 Tower Jl HR. Rasuna Said Blok X-5 No.13, Setiabudi, RT.7/RW.2, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Kegiatan kerja praktek penulis lakukan dimulai dari tanggal 12 April 2019 hingga 31 Juli 2019 dengan jam kerja, mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

(11)

4

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Profil Adaro Energy

Adaro merupakan perusahaan energi Indonesia khususnya pada sektor batubara yang terintegrasi secara vertikal dalam pertambangan batubara, energi, utilitas dan sektor infrastruktur pendukung. Adaro Energy sendiri memiliki model bisnis terintegrasi yang terdiri atas delapan pilar yaitu Adaro Mining, Adaro Services, Adaro Logistic, Adaro Power, Adaro Capital, Adaro Land, Adaro Capita; dan Adaro Foundation. Keseluruhan lini bisnis Adaro merupakan bagian yang saling melengkapi dan terintegrasi dalam mewujudkan Adaro Energy sebagai perusahaan yang terkemuka di Indonesia.

Gambar 2.1 – Lini Perusahaan Adaro Energy (Adaro Energy, 2018)

Lokasi utama tambang batubara terletak di Kalimantan Selatan, dimana tambang adaro menghasilkan produk Envirocoal sebagai batubara termal dengan kadar polutan yang rendah. Saat ini Adaro Energy juga memiliki aset batubara metalurgi yang beragam dari jenis kokas semi lunak hingga kokas keras premium yang dihasilkan di Indonesia dan Australia. Meskipun ditopang oleh bisnis utama batubara, Adaro juga mengiringi bisnisnya dengan lini perusahaan seperti yang disebutkan diatas sebagai upada diversifikasi penghasilan lebih dan mengimbangi volatilitas dalam sektor batubara.

Adaro Energy merupakan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran saham perdana (IPO) per tanggal 16 Juli 2008 dengan ticker ADRO. IPO ini memiliki pendapatan sebesar Rp. 12,2 triliun (AS$ 1,3 Miliar), hal ini menjadikan Adaro sebagai IPO terbesar di Indonesia dan juga sebagai salah satu yang tertinggi di sektor pertambangan nasional. Memiliki visi sebagai grup perusahaan tambang dan energi Indonesia yang terkemuka, Adaro Energy berekspansi dalam meningkatkan operasi rantai pasokan dari tambang sampai pembangkit listrik terpadu yang lengkap dan solid.

(12)

5 Dalam menjalankan usahanya Adaro Energy memberlakukan seluruh anak perusahaannya sebagai kontraktor pihak ketiga, hal ini bertujuan untuk memberikan kendali penuh atas operasi dan dapat meningkatkan keandalan pasokan sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan pada setiap rantai pasokan yang dimiliki dalam usaha menurunkan biaya dan meningkatkan daya saing bagi Adaro Energy. Bagaimana perusahaan dijalankan oleh Adaro Energy terlihat dari adanya banyak pilar perusahaan lain yang bergerak dalam bisnis non-batubara. Bisnis pendukung tersebut semakin berkembang dan telah memberikan kontribusi sebanyak 20 persen EBITDA operasional Adaro Energy di tahun 2018, sehingga bisnis pendukung telah menjadi instrumen dalam mengendalikan dan menstabilkan bisnis batubara yang memiliki tingkat volatilitas tinggi. Adaro Energy juga kini terus berusaha menambah porsi bisnis pendukung yang akan mengerjakan berbagai kegiatan dengan mitra strategis terpilih dengan tujuan menguntungkan dan memperkuat posisi perusahaan di sektor bisnis-bisnisnya.

Adaro Foundation

Kegiatan Adaro Energy yang memiliki inti bisnis sebagai perusahaan batubara tentunya tidak dapat menolak akibat berupa gangguan terhadap masyarakat dan lingkungan sebagai dampaknya. Keadaan seperti ini mendorong Adaro Energy untuk menjalankan praktek kegiatan yang berkelanjutan sebagai aspek yang penting dan diutamakan oleh operasional grup Adaro. Hal ini berdampak pada setiap keputusan bisnis dan perancangan bisnis operasi perusahaan harus mampu memastikan setiap langkahnya tidak memberikan dampak yang berbahaya bagi kesejahteraan masyarakat atau keberlanjutan lingkungan.

Adaro Energy sebagai pilar perusahaan yang diusung oleh Adaro Energy merupakan satu-satunya pilar yang memiliki konsep nirlaba. Didirikan pada bulan April 2009, Adaro Foundation memegang peranan penting bagi grup Adaro Energy dalam menciptakan masyarakat yang mandiri selama operasi grup melalui berbagai pengembangan program. Adaro Energy memiliki pandangan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) oleh perusahaan bukan hanya sebagai kewajiban namun juga sebagai peluang untuk membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat sekitar wilayah operasional dan mendekatkan diri sebagai tetangga yang baik dalam membantu taraf hidup secara signifikan.

Baik bagi perusahaan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasi Adaro Energy merupakan sebuah hubungan yang saling menguntungkan karena kedua belah pihak yang saling membutuhkan. Dengan adanya Adaro Foundation, Adaro Energy terus berkontribusi terhadap masyarakat melampaui kewajiban yang diberikan oleh pemerintahan. Adaro Foundation juga mengupayakan dampak dalam jangka panjang pada lima bidang utama yaitu peningkatan pendidikan, peningkatan kesehatan, kemandirian ekonomi, promosi sosial budaya dan pelestarian lingkungan. Kedepannya Adaro Foundation akan terus meningkatkan efektifitas kegiatan CSR dalam

(13)

6 upaya memastikan dampak yang diberikan jauh lebih besar dan dapat direplikasikan pada lokasi operasi grup Adaro Energy lainnya.

(14)

7 G am ba r 2.2 – A nak Pe rus ahaa n A da ro Ene rgy (A da ro Ener gy, 2018 )

(15)

8

BAB III

KEGIATAN KERJA PRAKTEK

Selama menjalankan kegiatan kerja praktek di CSR Adaro Foundation, penulis berstatus dibawah program SAP (Student Adaro Program) dengan level disejajarkan sebagai Management Trainee. Adapun kegiatan-kegiatan yang penulis lakukan selama kegiatan kerja praktek adalah sebagai berikut:

No. Nama Tugas PIC Status

1 Program Penghargaan CSR Adaro Foundation Eko, Citra, Lisa & Naufal Selesai

2 PPT program CSR Adaro Eko, Yudi, Ahmad, Citra,

Lisa & Naufal

Selesai

3 Deskripsi usulan program CSR 2019 Eko, Yudi & Naufal Selesai

4 Adaro Nyalakan Ilmu dan One to One Eko, Yudi , Ahmad, Citra,

Lisa & Naufal

Selesai

5 Executive Summary Kebijakan CSR Eko & Naufal Selesai

6 PPT Corporate Foundation Eko, Citra, Naufal & Lisa Selesai

7 Pengembangan Proyek Adaro Power (MSW)

bersama Litbang ESDM – Asap Cair + Presentasi

Eko & Naufal Selesai

8 Pengembangan Proyek Adaro Power (MSW)

bersama Litbang ESDM – TOSS

Naufal Selesai

9 Bebersih Kali Ciliwung Citra, Nugie, Afie, Lisa &

Naufal

Selesai

10 Newsletter edisi Bulan Mei Naufal Selesai

11 Blueprint CSR Adaro Foundation Citra, Nugie, Afie, &

Naufal

Selesai

12 5 Key Program CSR Citra, Nugie, Afie, &

Naufal

Selesai

13 Approval Form 1,5 Miliar Citra, Nugie, Afie, &

Naufal

Selesai - Revisi

14 Approval Form 5 Key Program Citra, Nugie, Afie, &

Naufal

Selesai - Revisi

15 Assesment Program PAUD Naufal Selesai

16 Komite Audit Meeting Citra, Nugie, Afie, &

Naufal

Selesai

(16)

9 Tabel 3.1 – Daftar Kontribusi Tugas Selama Kerja Praktek Adaro Foundation.

Berdasarkan Tabel 3.1 mengenai kontribusi tugas selama Kerja Praktek di Adaro Foundation, kegiatan kerja praktek dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. Tugas Umum

Tugas umum merupakan tugas yang berkaitan dengan pekerjaan umum yang dilakukan dibawah tugas pokok Adaro Foundation sebagai lembaga yang menjalankan kebijakan perusahaan di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sesuai seperti yang diatur dalam undang-undang Indonesia. Tugas umum ini adalah tugas yang langsung dikerjakan bersama dengan karyawan lainnya dan menjadi bagian integral dari keberhasilan program tersebut. Tugas yang diberikan merupakan tugas yang mewujudkan target-target yang dimiliki oleh perusahaan.

Tugas yang berada di dalam klarifikasi tugas umum ini diantaranya adalah, Program Penghargaan CSR Adaro Foundation, PPT Program CSR Adaro, Deskripsi usulan program CSR untuk cetak biru yang disesuaikan dengan UU terbaru terhadap TJSL oleh perusahaan batubara, Presentasi salah sata program Adaro Foundation yaitu Adaro Nyalakan Ilmu dan One to One, Executive Summary dari perundang-undangan yang mengatur CSR di Indonesia, Presentasi Corporate Foundation, Newsletter CSR Adaro untuk bulan Mei, Persiapan cetak biru CSR dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, Presentasi Program Unggulan CSR Adaro, Assesment terhadap Program PAUD, dan Persiapan Komite Audit meeting oleh jajaran direksi Adaro Energy.

2.

Tugas Penelitian

Pekerjaan yang dikerjakan selama berada di CSR Adaro tidak hanya sekedar pekerjaan yang rutin dan dasar seperti tugas umum, tetapi juga pekerjaan yang mengharuskan penelitian sebagai dasar pelaksanaan program TJSL yang CSR Adaro lakukan. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat bahwa agar sebuah program dapat berjalan sukses dan dapat memberikan dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang berada di wilayah tambang diperlukan pendekatan yang tepat. Tentunya hal ini dapat dilakukan dengan melakukan penelitian yang mendalam mengenai karakteristik wilayah, karakteristik penduduk lokal, budaya apa yang dijalankan serta kemampuan dari masyarakat di wilayah tersebut.

Penulis pada tugas penelitian ini mendapatkan tanggung jawab untuk melakukan penelitian dan riset mengenai tiga program yaitu, Pertama, pengembangan Proyek Adaro Power (MSW) bersama Lembaga Penelitian dan Pengembangan ESDM – Proyek Asap Cair.

(17)

10 Pada program ini penulis melakukan penelitian yang berkaitan dengan solusi peralatan untuk membuat Asap Cair untuk industri karet. Kedua, pengembangan Proyek Adaro Power (MSW) bersama Lembaga Penelitian dan Pengembangan ESDM ESDM – TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yang merupakan usaha untuk dapat memanfaatkan limbah sampah yang ada di wilayah binaan Adaro agar dapat dikonversi menjadi listrik. Ketiga dan terakhir, Super Tax Deductible sebagai salah satu instrumen yang dikeluarkan oleh menteri keuangan dalam rangka mengarahkan program-program TJSL yang perusahaan lakukan.

3. Tugas Administratif

Sebagai bagian perusahaan yang cukup besar dan komplit, tentunya tugas yang ada di CSR Adaro tidak terlepas dari tugas administratif mengingat bahwa meskipun berfokus pada TJSL, Adaro Foundation tetaplah sebuah bagian perusahaan yang memiliki kewajiban administratif. Dalam tugas ini penulis bertanggung jawab dalam membuat form pencairan sebagai salah satu langkah pencairan dana yang akan digunakan dalam menjalankan program CSR Adaro melalui pembuatan Approval Form untuk masing-masing program yang akan dijalankan Adaro dalam satu tahun ke depan.

4. Tugas Eksternal

Selama menjalankan tugas di Adaro tidak hanya pekerjaan di balik meja yang Adaro tawarkan tetapi juga di dalamnya termasuk tugas eksternal yang menuntut untuk penulis terjun ke lapangan langsung. Penulis dalam hal ini mendapatkan tugas eksternal berupa mengikuti kegiatan Bebersih Kali Ciliwung yang merupakan acara Kementerian Lingkungan Hidup yang Adaro ikuti.

(18)

11

BAB IV

HASIL KERJA PRAKTEK

Mengikuti magang di Adaro Foundation selama seratus sebelas hari (111) merupakan salah satu pengalaman berharga dan tidak terlupakan. Penulis dapat merasakan bagaimana dunia kerja yang seutuhnya, merasakan bagaimana bekerja untuk mencapai target , tergabung dalam sebuah sistem besar yang bekerja pada sistem yang integrasi. Pengalaman ini menjadi semakin berkesan mengingat bahwa Adaro Energy merupakan salah satu perusahaan terbesar batubara yang ada di Indonesia yang memiliki popularitas cukup terkenal. Hasil kerja praktek tentunya telah menjadikan penulis sebagai insan yang semakin berkembang dan dewasa, lebih jauh penulis akan membagi manfaat yang penulis rasakan sebagai berikut:

1. Pelajaran yang dipelajari

Pelajaran yang penulis rasakan selama magang di Adaro Foundation adalah bertambahnya pengetahuan mengenai CSR di Indonesia baik berupa penghargaan yang ada, tokoh yang memiliki pengaruh dalam CSR, serta bagaimana CSR dijalankan di Indonesia dengan segala macam halangan serta tantangan yang hadir. Penulis juga semakin paham mengenai Adaro sebagai sebuah perusahaan energi dengan banyak anak perusahaan dan sub-branf perusahaan. Mendalami dunia perundang-undangan yang ada di Indonesia telah mendorong penulis untuk terbiasa dengan istilah seperti Deductible, TJSL, dan berbagai macam istilah lainnya. Mempelajari betapa pentingnya mengemas informasi agar dapat dimengerti oleh lebih banyak orang pada level yang beragam, dimana penulis harus secara cermat dan ringkas dalam menunjukkan informasi yang kompleks sekalipun.

2. Peningkatan Diri

Penulis merasakan cukup banyak peningkatan diri selama menjalankan kerja praktek di Adaro Foundation. Bekerja dalam sebuah sistem telah meningkatkan skill collaborative working yang penulis miliki sebagai salah satu skill yang terpenting dalam bekerja di Abad ke-21. Kemampuan penulis dalam membuat presentasi dan penggunaan Microsoft Power Point juga meningkat dengan baik. Sebagai penyebab dari tugas untuk mengetahui mengenai perundang-undangan terhadap CSR di Indonesia, penulis menjadi lebih paham terhadap bagaimana CSR dijalankan di Indonesia dan bagaimana pula sektor perpajakan membantu mendorong CSR untuk digiatkan di Indonesia. Secara teknis penulis juga sudah berada pada level yang lebih baik dalam pembuatan laporan assesment report,

minutes of meeting, dan approval form di sebuah perusahaan. Terakhir penulis semakin

(19)

12

BAB V

TINJAUAN TEORITIS

5.1 Konsep dan Pendekatan

5.1.1 Corporate Social Responsibilty (CSR)

Corporate Social Responsiblity (CSR) atau dalam istilah Indonesia lebih dikenal dengan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) adalah bentuk dunia usaha yang berkomitmen untuk beroperasi secara legal, bersikap etis dan berkontribusi dalam peningkatan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup keluarga karyawan, dan peningkatan komunitas lokal secara kualitas serta bermanfaat bagi masyarakat secara luas (Wibisono, 2007). Memiliki pemaknaan yang lebih luas CSR juga bisa dimaknai sebagai komitmen perusahaan dalam hal ini dunia bisnis untuk dapat memiliki kontribusi pada pengembangan ekonomi berkelanjutan melalui tanggung jawab sosial perusahaan yang memiliki fokus terhadap keseimbangan dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan (Ardianto, 2011).

Melihat pandangan internasional, The International Organization of Employers (IOE) mendefinisikan CSR sebagai inisiatif yang dilakukan oleh perusahaan secara sukarela mengintegrasikan perhatian terhadap kepentingan sosial dan lingkungan pada operasi bisnis mereka dan interaksi dengan pemegang kepentingan mereka (Ruditio, 2003). Lebih komprehensif, tanggung jawab sosial perusahaan harus dijalankan berdasarkan empat jenjang yaitu Ekonomi, Etis, Hukum dan Filantropi dimana keempatnya merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat terpisahkan (Carrol, 1996). CSR muncul dimasa kesadaran akan keberlanjutan perusahaan sudah memiliki nilai yang lebih penting dibandingkan dengan sekedar mencari profit. (Sopyan, 2014).

Saat ini CSR telah menjadi tuntutan yang tidak terelakkan seiring dengan adanya tuntutan masyarakat terhadap perusahaan. Perusahaan saat ini harus menyadari bahwa berhasilnya usaha yang dijalankan tidak hanya faktor keberhasilan internal perusahaan, namun juga bagaimana komunitas yang berdampingan dengan perusahaan tersebut. Melihat perkembangan yang ada dapat kita perhatikan terjadi pergeseran dalam hubungan antara masyarakat (komunitas) dengan perusahaan. Dari awalnya perusahaan yang sebagai aktor yang memberikan donasi hingga saat ini sudah menjadi aktor yang bermitra dengan masyarakat dalam menjaga eksistensi perusahaan kedepannya (Sopyan, 2014).

5.1.2 UN Global Compact

Tahun 1999 dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss Sekretaris Jenderal PBB meminta dan merekomendasikan para pemimpin dunia untuk mengeluarkan serta merumuskan Global

(20)

13 Compact. Hal ini juga bertujuan untuk menghasilkan praktik korporasi sebagai individu atau berkenaan dengan pengembangan kebijakan publik. Global Compact berisi 10 prinsip yang harus dijalankan oleh perusahaan dalam area Hak Asasi Manusia, Tenaga Kerja, Lingkungan dan Anti-Korupsi yang didasarkan pada Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB, Deklarasi Organisasi Tenaga Kerja Internasional dalam Hak dan Prinsip Universal pada Tempat Kerja, Deklarasi Rio mengenai Lingkungan dan Pembangunan, Konvensi PBB terhadap Korupsi.

UN Global Compact meminta perusahaan merangkul, mendukung, dan memainkan peranan dalam memberikan pengaruh, seperangkat nilai dalam area Hak Asasi Manusia, standar tenaga kerja, lingkungan dan anti-korupsi seperti sebagai berikut:

a. Human Rights

Principle 1: Businesses should support and respect the protection of internationally proclaimed human rights; and

Principle 2: make sure that they are not complicit in human rights abuses.

b. Labor

Principle 3: Businesses should uphold the freedom of association and the effective recognition of the right to collective bargaining;

Principle 4: the elimination of all forms of forced and compulsory labor; Principle 5: the effective abolition of child labor; and

Principle 6: the elimination of discrimination in respect of employment and occupation.

c. Environment

Principle 7: Businesses should support a precautionary approach to environmental challenges;

Principle 8: undertake initiatives to promote greater environmental responsibility; and Principle 9: encourage the development and diffusion of environmentally friendly technologies.

d. Anti-Corruption

Principle 10: Businesses should work against corruption in all its forms, including extortion and bribery.

(21)

14

5.1.3 Triple Bottom Line

Dalam mengukur keberhasilan sebuah usaha, apabila menggunakan pendekatan dari sisi keuntungan saja tentu tidak dapat merepresentasikan seutuhnya sejauh mana keberhasilan perusahaan itu telah diraih, oleh karena itu melalui buku yang berjudul Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line in 21st Century Business menunjukkan bahwa keberhasilan dalam dunia usaha harus dapat diukur melalui pengaruh terhadap keekonomian dalam skala yang luas, lingkungan dan masyarakat di wilayah usaha tersebut beroperasi (Elkington, 1998). Konsep ini sendiri dilihat dalam ukuran kinerja yang terbagi menjadi tiga yaitu Economic, Environmental, Social yang lebih dikenal secara umum dengan istilah 3P yaitu Profit, Planet, People (Febrianto, 2014).

Konsep dalam Triple Bottom Line merupakan sebuah konsep yang lebih menitikberatkan perusahaan agar dapat lebih mengutamakan kepentingan stakeholder sebagai semua pihak yang terlibat dan terdampak dari unit kegiatan perusahaan dibandingkan oleh kepentingan shareholder sebagai pihak yang memegang saham. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Triple Bottom Line mengedepankan implementasi Profit, Planet, dan People sebagai berikut; Profit, pada pilar ini diharapkan perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata tetap juga memiliki orientasi terhadap fair trade (usaha dalam perdagangan yang adil bagi semua pihak di dalamnya) dan ethical trade (usaha yang dijalankan berdasarkan nilai-nilai etik).

Planet dideskripsikan sebagai sebuah pilar yang mengelola dengan baik sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dengan mengurangi limbah hasil produksi, mengolah kembali limbah agar aman bagi lingkungan dan mengurangi emosi sebagai hasil operasional. Terakhir People, pilar ini mementingkan praktik perusahaan yang mengedepankan kepentingan tenaga kerja dan masyarakat sekitar operasi perusahaan tersebut berjalan. Pada akhirnya menurut konsep Triple Bottom Line ini, keberhasilan sebuah usaha yang dapat dikatakan berkelanjutan apabila perusahaan dapat berada pada seluruh irisan pilar tersebut (Neviana, 2010).

Konsep CSR telah berkembang seiring waktu, hal ini hadir dari awalnya hanya sebatas batasan yang menyebabkan perusahaan untuk mengalokasikan sejumlah dana bantuan tanpa harus memikirkan aktivitas operasional untuk mengelola bantuan tersebut. Tetapi perlahan paradigma ini perlahan berubah sejalan dengan menguatnya konsep dari pembuatan nilai dalam lingkungan perusahaan (Elkington, 1998). CSR merupakan sebuah fokus utama perusahaan mengenai aktivitas dari lingkungan eksternal dan semua pihak yang terkait di dalamnya. Menyangkut konsep Triple

Bottom Line dan CSR, ketiga pilar Profit, Planet dan People telah menjadi atensi utama dalam

(22)

15

No. CSR concept Measurement Indicator

1. Profit (Advantage)

Profit becomes a bussiness goal

Profit as a driver to work more efficiently Profit is achieved with a standard measure of comparison with other businesses

Profit as a tax object

2. People (Society)

Care for the welfare of the community

The Company is aware of living in the mindset of society

The Company must be close to the community The Community is the source of company life

3. Planet (Maintaining Nature Conservation)

The Company cares about the Environment

The Company cares about biodiversity conservation The Company awarness of natural resource needs The Company awares tht it will not damage nature

Tabel 5.1 – Prinsip Triple Bottom Line (Acep, Jaja, Djadja, & Muhamad, 2019)

5.2 Analisis Triple Bottom Line dalam Mencapai UN Global Compact

Adaro Foundation sebagai wujud tanggung jawab oleh perusahaan Adaro Energy dari awalnya beroperasi sudah memiliki tujuan untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera, mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan, membangun pendidikan yang inklusif serta, dengan mengamalkan nilai sosial budaya. Dalam mencapai tujuan ini Adaro Foundation memiliki pilar pengabdian CSR yang berisikan 5 sektor yang tergabung dalam satu tujuan besar yaitu Adaro Nyalakan Perubahan.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Gambar 5.1 – Pembagian Pilar dalam Adaro Nyalakan Perubahan

Kelima sektor yang hadir dalam Adaro Nyalakan Perubahan merupakan; Adaro Nyalakan Ilmu sebagai pilar pendukung pengembangan pendidikan seperti beasiswa guru, beasiswa

(23)

16 mahasiswa, pelatihan PAUD dan SMK serta banyak program lainnya. Adaro Nyalakan Raga merupakan pilar yang berfokus pada sektor kesehatan dengan menjalankan program seperti operasi Katarak Mata, donor darah, pembuatan instalasi air bersih serta program lainnya.Adaro Nyalakan Sejahtera merupakan pilar yang memiliki fokus pada ekonomi masyarakat setempat, dimana program dalam pilar ini berisikan program seperti budidaya perikanan dan perkebunan terpadu, seminar wirausaha, pembuatan koperasi, dan beragam program lainnya.

Adaro Nyalakan Budaya berfokus kepada program pelestarian budaya khususnya budaya Dayak sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dengan menyelenggarakan festival budaya, menggaet tokoh seni, dan berbagai kegiatan lainnya, Terakhir Adaro Nyalakan Lestari merupakan komitmen lingkungan Adaro dalam membangun kembali serta melestarikan lingkungan yang ada dengan pelestarian flora maupun fauna endemik di wilayah operasional Adaro. Keseluruhan program ini diciptakan secara sinergis dan didasarkan pada riset sebelumnya mengenai kebutuhan dari persoalan yang hadir di tiap-tiap sektor pada wilayah operasional Adaro.

Dalam menjalankan programnya Adaro melakukan kontrol yang ketat dimulai dari pembuatan rencana program CSR, dilanjutkan dengan aplikasi program di wilayah tujuan, serta monitoring dan evaluasi untuk meninjau kembali sejauh mana manfaat dan efisiensi program tersebut saat dijalankan. Adaro juga melakukan sinergi dengan berbagai pihak yang ada termasuk pemerintah wilayah setempat, Dinas terkait, Universitas mitra, Kementerian, dan pihak eksternal yang dapat membantu mewujudkan program yang dapat bermanfaat secara langsung bagi masyarakat. Hal ini pula membuat Adaro Foundation mampu mengangkat identitas Adaro Energy sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan dekat masyarakat berkat keberhasilan program-program CSR yang mereka miliki.

Berlanjut terhadap analisis program Adaro yang dilihat menggunakan konsep Triple Bottom Line, konsep 3P yang diusung konsep ini dapat dilihat secara langsung oleh program-program yang dijalankan oleh Adaro Foundation. Setiap pilar Adaro Nyalakan Perubahan mampu mengisi irisan yang hadir dalam pilar 3P dalam konsep Triple Bottom Line sebagai berikut. Profit, yang merupakan sebuah pilar didasarkan pada usaha untuk mengelola keuangan berdasarkan nilai etik telah dipenuhi oleh Adaro Nyalakan Sejahtera dengan tujuan mengelola keuntungan perusahaan dalam memberikan kembali kepada masyarakat dalam menciptakan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

KONSEP TRIPLE BOTTOM LINE

Profit People Planet

PILAR ADARO NYALAKAN PERUBAHAN

Adaro Nyalakan Sejahtera

Adaro Nyalakan Sejahtera Adaro Nyalakan Ilmu Adaro Nyalakan Budaya

Adaro Nyalakan Raga

Adaro Nyalakan Raga Adaro Nyalakan

Lestari

(24)

17 People yang berfokus pada usaha meningkatkan masyarakat di wilayah operasional perusahaan dipenuhi oleh pilar Adaro Nyalakan Sejahtera, Adaro Nyalakan Ilmu, Adaro Nyalakan Budaya, dan Adaro Nyalakan Raga. Dimana pilar Adaro Nyalakan Perubahan pada Profit ini meningkatkan tidak hanya kesejahteraan namun juga pendidikan, budaya, dan kesehatan. Terakhir, Planet yang berorientasi sebagai usaha melestarikan alam dan ekosistem dipenuhi oleh Adaro Nyalakan Raga dam Adaro Nyalakan Raga yang berfokus pada perbaikan sanitasi kesehatan manusia sebagai bagian dari alam dan juga program konservasi flora maupun fauna endemik.

UN Global Compact sebagai panduan internasional juga telah dicapai oleh Adaro Energy selama menjalankan program operasional usahanya. Tujuan UN Global Compact untuk menciptakan praktik korporasi yang berkenaan dengan Hak Asasi Manusia, Tenaga Kerja, Lingkungan dan Anti-Korupsi. Tercapainya prestasi ini jika dianalisis merupakan sebuah sinergi korporasi yang optimal dan efisien serta didukung oleh adanya Adaro Foundation dalam menjalankan konsep dalam UN Global Compact yang perusahaan sulit realisasikan, apabila dimasukkan ke dalam tabel maka hasilnya akan terlihat sebagai berikut.

Adaro Energy UN Global Compact

Human Right Labor Environment Anti-Corruption

CSR by Adaro

Foundation

Company

Management

Tabel 5.3 – Sinergi Adaro Energy dalam menebuhi aspek di dalam UN Global Compact Dari Tabel diatas dapat diilihat bahwa Adaro Energy melalui sinergi antara manajemen perusahaan dan implementasi CSR Adaro Foundation telah berhasil memenuhi segala aspek yang dibutuhkan untuk menjalankan secar penuh konsep dari UN Global Compact itu sendiri. Menarik untuk diperhatikan bahwa tercapainya aspek tersebut tidak bisa terjadi bila hanya program CSR yang berjalan atau hanya manajemen perusahaan yang berjalan. Dimana seluruh komponen turut andil dalam mewujudkan komitmen Adaro sehingga mendapatkan penghargaan ‘Excellent Business

Member of the Year 2018. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan yang baik dan

efektifitas dalam menjalankan program CSR dapat membantu perusahaan mencapai pengakuan dunia Internasional.

(25)

18

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Adaro Energy sebagai perusahaan terkemuka energi di Indonesia berhasil mendapat pengakuan dunia internasional melalui meraih ‘Excellent Business Member of the Year 2018’ oleh

UN Global Compact merupakan bukti bahwa pengaruh dalam kajian internasional sangat

mempengaruhi tindakan strategis sebuah perusahaan bahkan pada tingkat operasional domestik. Diraihnya penghargaan UN Global Compact oleh Adaro sendiri merupakan hasil dari sinergis yang padu antara manajemen perusahaan dan kegiatan CSR oleh anak perusahaan Adaro Foundation yang didirikan sebagai wujud tanggung jawab perusahaan yang berdasarkan pada konsep Triple Bottom Line yang melihat kesuksesan sebuah perusahaan dari segi keuntungan saja.

Dari segi pengalaman yang penulis rasakan, kegiatan Kerja Praktek yang penulis lakukan dibawah Adaro Student Program (ASP) telah membantu penulis dalam mengembangkan karakter penulis untuk dapat memasuki dunia kerja dari segi collaborative working, menyampaikan pesan secara sederhana dari sumber yang cukup kompleks, pemahaman yang lebih luas dalam memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri dalam bekerja, membentuk sudut pandang Helicopter View (sudut pandang secara luas dan menyeluruh), serta bagaimana mengelola manajemen perusahaan.

6.2 Saran

Sebagai ujung tombak Adaro Energy dalam pengabdian masyarakat dan mengemban tanggung jawab menunjukkan citra positif perusahaan maka Adaro Foundation harus meningkatkan usaha branding dan publikasi atas capaian dan prestasi mereka selama ini. Hal ini dilakukan dikarenakan Adaro Foundation bekerja cukup ‘dibelakang layar’ dimana harusnya capaian yang diraih oleh Adaro Energy harus menjadi pemicu agar perusahaan lain mengikuti hal yang sama, dan dengan dibukanya bagaimana CSR Adaro dilakukan tentunya akan muncul saran, masukan serta kritik yang hadir dari akademisi. Selain itu Adaro juga melalui SAP dapat bekerja pada hal yang lebih besar dengan membiarkan mahasiswa yang mengikuti cukup kompeten untuk berkontribusi lebih besar.

(26)

19

DAFTAR PUSTAKA

Acep, S., Jaja, R. S., Djadja, S., & Muhamad, R. (2019). Analysis of the Benefit of Corporate Social Responsibility through the Triple Bottom Line Approach at PT. Tirta Investama Indonesia. RJOAS.

Adaro Energy. (2018). Adaro Sustainability Report 2018. Jakarta.

Ardianto, E. (2011). Efek Kedermawanan Pebisnis dan CSR. Jakarta: Elex Media Komputindo. Carrol, A. B. (1996). Bussines dan Social: Ethics dand Steakholders Management. Ohio: South

Western College Publishing.

Elkington, J. (1998). Partnerships from Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business. Environmental Quality Management.

Febrianto, R. (2014). Analisa Penerapan Corporate Social Responsibility pada PT Pertamina bagi Pengembangan Masyarakat.

Neviana. (2010, October 19). SWA. Retrieved from https://swa.co.id/swa/my-article/triple-bottom-line-lebih-dari-sekadar-profit

Ruditio, B. (2003). Corporate Social Responsibility: Jawaban bagi Modal Pembangunan bangsa Masa Kini. Jakarta: ICSD.

Sherman, W. R. (2012). The triple bottom line: The reporting of “Doing Well” & “Doing. Journal of Applied Business Research.

Sopyan, Y. (2014). Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai Implementasi Fikih Sosial untuk Pemberdayaan Masyarakat. AHKAM: Jurnal Syariah, 17.

(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)

Gambar

Gambar 1.1 – Penghargaan Adaro dalam skala Internasional (dokumen pribadi)
Tabel 5.1 – Prinsip Triple Bottom Line (Acep, Jaja, Djadja, & Muhamad, 2019)

Referensi

Dokumen terkait