KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
Jalan RS. Fatmawati No.1 Pondok Labu, Jakarta Selatan 12450 Telp.021-7656971, Fax.0217656904
Website: http://www.upnvj.ac.id, E-mail: [email protected]
KEPUTUSAN REKTOR UPN “VETERAN” JAKARTA
Nomor: KEP/ 073/ UN61/ 2016
TENTANG
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
DI LINGKUNGAN UPN “VETERAN” JAKARTA
REKTOR UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran layanan pelaksanaan pengadaan
barang/jasa di lingkungan UPN “Veteran” Jakarta, perlu
ditetapkan standar operasional prosedur pengadaan
barang/jasa pemerintah di lingkungan UPN “Veteran” Jakarta
agar dapat menjadi pedoman bagi pihak-pihak yang terlibat di dalam proses pengadaan barang/jasa tersebut;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam butir 1, perlu menetapkan Keputusan Rektor UPN
“Veteran” Jakarta tentang Standar Operasional Prosedur Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di lingkungan UPN
“Veteran” Jakarta;
Mengingat : 1. Peraturan Presiden RI nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden RI nomor 35 tahun 2011, Peraturan Presiden RI nomor 70 tahun 2012, Peraturan Presiden RI nomor 172 tahun 2014, dan terakhir dengan Peraturan Presiden RI nomor 4 tahun 2015 tentang Perubahan Keempat atas Perpres nomor 54 tahun 2010;
2. Peraturan Presiden RI nomor 120 tahun 2014 tanggal 6 Oktober
2014 tentang Pendirian UPN “Veteran” Jakarta;
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor:
220/MPK.A4/2014 tanggal 13 Oktober 2014 tentang
Pengangkatan Rektor UPN “Veteran” Jakarta.
4. Keputusan Rektor UPN “Veteran” Jakarta Nomor :
Kep/12.1/IX/2015 tanggal 7 September 2015 tentang
Pembentukan Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah di Lingkungan UPN “Veteran” Jakarta.
5. Surat Keputusan Rektor UPN “Veteran” Jakarta Nomor : SKEP/583/IX/2015 tanggal 29 September 2015 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Unit Layanan Pengadaan
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
“VETERAN” JAKARTA TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DI
LINGKUNGAN UPN “VETERAN” JAKARTA.
KESATU : Memberlakukan Standar Operasional Prosedur Pengadaan
Barang/Jasa di lingkungan UPN “Veteran” Jakarta skala Pokja sebagaimana tercantum dalam lampiran I Keputusan ini dan skala Pejabat Pengadaan sebagaimana tercantum dalam lampiran II keputusan ini.
KEDUA : Standar Operasional Prosedur Pengadaan Barang/Jasa
sebagaimana dimaksud butir 1 dapat dirinci lebih lanjut dalam Manual Prosedur atau Instruksi Kerja yang ditetapkan dengan Keputusan Rektor tersendiri.
KETIGA : Keputusan Rektor ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan ini disampaikan kepada:
1. Para Warek
2. Para Ka Satker
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 26 Februari 2016 Rektor
ttd
Eddy S. Siradj
NIP 195603081983031002 Paraf :
1. Ka. ULP : vide draft 2. Setun : ...
LAMPIRAN I
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS
PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA NOMOR : KEP/ 073 /UN61/2016
TANGGAL: 26 FEBRUARI 2016 TENTANG
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DI
LINGKUNGAN UPN “VETERAN” JAKARTA
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADAAN BARANG/JASA
PEMERINTAH DI LINGKUNGAN UPN “VETERAN” JAKARTA
SKALA POKJA
1) User (Pengguna) membuatdan menyampaikan memo/surat permintaan
pengadaan Barang/Jasa kepada PPK untuk Paket Pengadaan yang sudah direncanakan sebelumnya, ditembuskan ke KPA, dilengkapi dengan: kode akun kegiatan, nilai pagu, usulan nama Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dan usulan nama tim teknis/pendukung (bila diperlukan).
2) PPK menyampaikan memo/surat permintaan pengadaan Barang/Jasa
kepada Kepala ULP (yang memuat kode akun kegiatan, nilai pagu), ditembuskan ke KPA, dilengkapi dengan disposisi KPA (bila ada), Spesifikasi Teknis, KAK, HPS, serta menyiapkan nama panitia penerima hasil pekerjaan dan nama tim teknis/pendukung (bila diperlukan). Bila ada perubahan paket pengadaan maka terlebih dahulu PPK melakukan kaji ulang RUP dibantu Admin RUP. Tim teknis/pendukung tersebut dapat bertugas membantu PPK, Pokja Pengadaan Barang/Jasa (Pokja PBJ), maupun PPHP, antara lain dalam
pembuatan HPS, Spesifikasi Teknis, dalam pemberian penjelasan (Aanwijzing)
dan dalam evaluasi dokumen.
3) Kepala ULP mengusulkan kepada KPA nama Ketua dan para Anggota Pokja
PBJ, serta nama tim teknis/ahli/pendukung (bila diperlukan) untuk setiap Paket Pengadaan, untuk diterbitkan Keputusan/Surat Tugas Panitia PBJ.
4) Berdasarkan nama-nama yang disiapkan oleh PPK dan diusulkan oleh Kepala
ULP tersebut, KPA menerbitkan Keputusan/Surat Tugas Panitia PBJ untuk setiap paket pekerjaan, yang memuat nama PPK, nama Ketua dan para Anggota Pokja PBJ, nama Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), serta nama tim teknis/ahli/pendukung (bila diperlukan).
5) Berdasarkan Keputusan/Surat Tugas Panitia PBJ tersebut, Sub Admin Agency
SPSE membuatkan Akun bagi Ketua dan para Anggota Pokja PBJ dan PPK terkait, serta menyerahkan Akun dimaksud kepada yang bersangkutan.
6) Pokja PBJ menyusun jadwal pemilihan/pengadaan untuk Paket Pengadaan
tersebut untuk diumumkan bersama dengan dokumen pemilihan yang diperlukan (antara lain Spesifikasi Teknis, KAK, HPS).
7) Pokja PBJ selanjutnya melakukan tahapan proses pemilihan penyedia
Teknis, KAK, HPS). Sampai dengan penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). (Pada proses pemilihan penyedia ini para Penyedia
8) barang/jasa menyiapkan dokumen penawaran dan mengikuti kegiatan
pemilihan sesuai jadwal tahapan pemilihan/pengadaan).
9) Pokja PBJ menyampaikan hasil proses tahapan pemilihan penyedia kepada
PPK (dilengkapi dokumen pengadaan, dokumen penawaran, dan Berita Acara Hasil Pemilihan/Lelang atau Surat Pemberitahuan Gagal Lelang dalam hal terjadi kegagalan lelang.
10) PPK menerbitkan Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
11) Pembuatan dan penandatanganan Kontrak oleh PPK dan Penyedia
Barang/Jasa yang ditetapkan sebagai Penyedia barang/jasa tersebut.
12) Penyedia barang/jasa mulai melaksanakan pekerjaan.
13) Bila dalam pelaksanaan pekerjaan dijumpai permasalahan yang memerlukan
kesepakatan tambahan, makadapat dilakukan pembuatan dan penanda-tanganan Addendum Kontrak oleh PPK dan Penyedia barang/jasa.
14) Bila terjadi gagal lelang, maka proses kembali kebutir 7 (tujuh) (melakukan
proses pemilihan ulang).
Rektor
ttd
Eddy S. Siradj
NIP 195603081983031002 Paraf :
1. Ka. ULP : ... 2. Setun : ...
LAMPIRAN II
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS
PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA NOMOR : KEP/ /UN61/2016
TANGGAL: FEBRUARI 2016 TENTANG
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DI
LINGKUNGAN UPN “VETERAN” JAKARTA
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADAAN BARANG/JASA
PEMERINTAH DI LINGKUNGAN UPN “VETERAN” JAKARTA
SKALA PEJABAT PENGADAAN
1) User (Pengguna) membuat dan menyampaikan memo/surat permintaan
pengadaan Barang/Jasa kepada PPK untuk Paket Pengadaan yang sudah direncanakan sebelumnya, ditembuskan ke KPA, dilengkapi dengan: kode akun kegiatan, nilai pagu, usulan nama Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PjPHP) dan usulan nama tim teknis/pendukung (bila diperlukan).
2) PPK menyampaikan memo/surat permintaan pengadaan Barang/Jasa
kepada Kepala ULP (yang memuat kode akun kegiatan, nilaipagu), ditembuskan ke KPA, dilengkapi dengan disposisi KPA (bila ada), Spesifikasi Teknis, KAK, HPS, serta menyiapkan nama Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan dan nama tim teknis/pendukung (bila diperlukan). Bila ada perubahan paket pengadaan maka terlebih dahulu PPK melakukan kajiulang RUP dibantu Admin RUP. Tim teknis/pendukung tersebut dapat bertugas membantu PPK, Pejabat Pengadaan Barang/Jasa (PPBJ), maupun PjPHP, antara lain dalam
pembuatan HPS, Spesifikasi Teknis, dalam pemberian penjelasan (Aanwijzing)
dan dalam evaluasi dokumen.
3) Kepala ULP mengusulkan kepada KPA nama Pejabat Pengadaan Barang/Jasa
(PPBJ), serta nama tim teknis/ahli/pendukung (bila diperlukan) untuk setiap Paket Pengadaan, untuk diterbitkan Keputusan/Surat Tugas PPBJ.
4) Berdasarkan nama-nama yang disiapkan oleh PPK dan diusulkan oleh Kepala
ULP tersebut, KPA menerbitkan Keputusan/Surat Tugas PPBJ untuk setiap paket pekerjaan, yang memuatnama PPK, nama PPBJ, nama Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PjPHP), serta nama tim teknis/ahli/pendukung (bila diperlukan).
5) Berdasarkan Kepusan/Surat Tugas PPBJ tersebut, Sub Admin Agency SPSE
membuatkan Akun bagi PPBJ dan PPK terkait, serta menyerahkan Akun dimaksud kepada yang bersangkutan.
6) PPBJ merencanakan tahapan pemilihan/pengadaan untuk Paket Pengadaan
tersebut untuk dilaksanakan.
7) PPBJ selanjutnya melaksanakan tahapan pemilihan/pengadaan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur. (Pada tahap ini para Penyedia barang/jasa mengikuti kegiatan pemilihan/pengadaan sesuai dengan tahapan pemilihan/pengadaan).
8) PPBJ menyampaikan hasil pemilihan/pengadaan kepada PPK(dilengkapi
9) PPK menerbitkan Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
10) PPK menerbitkan Surat Penunjukan Langsung, atau Pembuatan dan
Penandatanganan Kontrak oleh PPK dan Penyedia Barang/Jasa yang ditetap kansebagai Penyedia barang/jasa tersebut.
11) Penyedia barang/jasa mulai melaksanakan pekerjaan.
12) Bila dalam pelaksanaan pekerjaan dijumpai permasalahan yang memerlukan
kesepakatan tambahan, maka dapat dilakukan pembuatan dan
penandatanganan Addendum Kontrak oleh PPK dan Penyedia barang/jasa.
13) Bila terjadi kegagalan pemilihan/pengadaan, maka proses kembali kebutir 7
(tujuh) (melakukan proses pemilihan/pengadaan ulang).
Rektor
Eddy S. Siradj
NIP 195603081983031002 Paraf :
1. Ka. ULP : ... 2. Setun : ...