NASKAH APA KABAR JOGJA
Judul :Rumah tradisional cinaLokasi : ketandan
Reporter & Camerawan : Rina & Intro Tanggal Liputan : 27 Januari 2006
ACC Redaktur Narator Editor
1 Pekan budaya tionghwa 2006 /dibuka sore ini // Salah satu yang menarik dari perayaan ini adalah
adanya dua rumah tradisional dengan interior dan eksterior khas cina// Rumah tradisional yang terletak di gang said kawasan ketandan ini/merupakan rumah tradisional yang bangunannya masih asli/namun rumah itu sudah tidak lagi berpenghuni//
Dikawasan ini /lampion dan hiasan khas cina berwarna merah seakan siap menyambut datangnya tahun baru imlek//Di daerah ini /rumah-rumahnya kebanyakan bergaya shophouse( rumah toko)/lengkap dengan pintu lipatnya yang berjejer//
Hal tersebut disampaikan Dr Laretna TAdhisakti (Direktur Jogja Heritage Society)/siang tadi ketika ditemui tim apa kabar jogja disela-sela persiapan open house rumah tradisional//Orang cina lebih
mementingkan commercial space dibanding privat space/jadi mereka selalu menerima tamunya di tempat usahanya /dan rumah orang cina biasanya berlantai dua /lantai dasar sebagai tempat usaha dan lantai kedua sebagai rumah//
Ketika memasuki ruang utama/tim apa kabar jogja melihat seperangkat tempat duduk dengan meja tinggi berukir terbuat dari kayu suan ci//Sejajar di depannay berdiri megah altar sembayangan lengkap dengan dupa /lilin dan berbagai sesaji makanan dan buah-buahan //
====statement Dr Laretna TAdhisakti (Direktur Jogja Heritage Society)===== (“tionghwa ada altar...menerima tamu)
Direktur Jogja Heritage Society/juga menjelaskan tentang penggunaan lampion/yang digunakan setiap tanggal ke 15 setelah imlek/yang biasa dipergunakan orang-orang cina dan daratan//
====statement Dr Laretna TAdhisakti (Direktur Jogja Heritage Society)===== (“tanggal ke 15....orang-orang cina dan daratan)
Yang membedakan rumah orang cina dengan rumah penduduk biasanya terletak pada atapnya
menggunakan pelana/dan pada bagian atap tersebut diberi ngangsar//Selain itu juga ada taman yang berfungsi sebagai penghawaan//Di dinding rumah tersebut terpasang ornamen kayu berukir naga tarung/dan naga dengan burung phoenix yang disebut lung fu yang bermakna saling menghormati//