KULTUR PROTOPLAS
Yushi Mardiana, SP, Msi Retno Dwi Andayani, SP, MP
Pendahuluan
• Protoplas adalah sel
yang telah
dihilangkan dinding selnya. Sehingga sangat rentan pada perubahan
Pendahuluan
• Protoplas adalah sel
yang telah
dihilangkan dinding selnya. Sehingga sangat rentan pada perubahan lingkungan • Studi tentang protoplas banyak digunakan sebagai model untuk mempelajari sifat tanaman dan
bakteri pada tingkat seluler
Isolasi Protoplas
• Protoplas dapat
diisolasi dari berbagai
bagian tanaman,
Isolasi Protoplas
• Protoplas dapat
diisolasi dari berbagai
bagian tanaman,
seperti:
Isolasi Protoplas
• Protoplas dapat
diisolasi dari berbagai
bagian tanaman,
seperti:
• Akar
• Daun
Isolasi Protoplas
• Protoplas dapat
diisolasi dari berbagai
bagian tanaman,
seperti:
• Akar
• Daun
Isolasi Protoplas
• Protoplas dapat
diisolasi dari berbagai
bagian tanaman,
seperti:
• Akar
• Daun
• Koleoptil
• Jaringan buah
Isolasi Protoplas
• Protoplas dapat
diisolasi dari berbagai
bagian tanaman,
seperti:
• Akar
• Daun
• Koleoptil
• Jaringan buah
• Kalus
Isolasi Protoplas secara Enzimatik
• Pada umumnya, proses isolasi protoplas
Isolasi Protoplas secara Enzimatik
• Pada umumnya, proses isolasi protoplas
dilakukan secara enzimatik.
• Yaitu memanfaatkan kerja enzim untuk
Isolasi Protoplas secara Enzimatik
• Pada umumnya, proses isolasi protoplas
dilakukan secara enzimatik.
• Yaitu memanfaatkan kerja enzim untuk
mendegradasi dinding sel.
• Dinding sel tanaman terbuat dari pektin,
Isolasi Protoplas secara Enzimatik
• Pada umumnya, proses isolasi protoplas
dilakukan secara enzimatik.
• Yaitu memanfaatkan kerja enzim untuk
mendegradasi dinding sel.
• Dinding sel tanaman terbuat dari pektin,
hemiselulosa, dan selulosa.
• Setidaknya ada 15 jenis enzim yang dapat
Enzim
• 15 Enzim yang digunakan untuk mendegradasi
dinding sel adalah:
Pectin glycosidase
pectinase
Cellulase R10
xylanase
Macerozyme
meicelase
Rohament P
cellulase onozuka RS
Driselase
cellulase
Pectolyase Y23
hemicellulase
Cellulosyn
Macerase
Enzim
Organisme
Produsen
Selulase
driselase Basidiomycetes Kyowa Hakko Kogyo Co. Japan onozuka RS Trichoderma viride Yakult Honsha Co. Japan
cellulysin T. viride Calbiochem, USA cellulase Aspergillus niger Sigma Chemical Co
meicelase CESB T. viride Meiji Seika Kaisha, Ltd. Japan
Hemicelulase
rhozyme HP-150 Aspergillus niger Rohm and Hass Co. USA hemicellulase A. niger Sigma Chemical Co.
Pectinase
macerozyne R-10 Rhizopus spp Yakult Honsha Co. Japan macerase Rhizopus spp Calbiochem, USA
pectolyase Y-23 Aspergillus japonicus Seishim Pharmaceutical Co. pectinol AC A. niger Corning glass, USA
pectinase A. niger Sigma Chemical Co. PATE (pectic acid acetil transfer) Hoescht, Germany
Isolasi Protoplas dari Daun
Isolasi Protoplas dari Daun
• Sterilisasi daun
• Penghilangan
Isolasi Protoplas dari Daun
• Sterilisasi daun
• Penghilangan
epidermis
• Perlakuan
enzimatik
Isolasi Protoplas dari Daun
• Sterilisasi daun
• Penghilangan
epidermis
• Perlakuan
enzimatik
• Isolasi dan
pemurnian
protoplas
Tahap Isolasi Protoplas pada Daun
• daun yang telah tumbuh sempurna pada fase
vegetatif direndam pada alkohol 70% selama
1 menit
Tahap Isolasi Protoplas pada Daun
• daun yang telah tumbuh sempurna pada fase
vegetatif direndam pada alkohol 70% selama
1 menit
• kemudian direndam sodium hypoclorite 2%
Tahap Isolasi Protoplas pada Daun
• daun yang telah tumbuh sempurna pada fase
vegetatif direndam pada alkohol 70% selama
1 menit
• kemudian direndam sodium hypoclorite 2%
selama 2-3 menit
• dibilas 3 kali dengan aquades steril.
Pembilasan dilakukan untuk menghasilkan
protoplas yang murni
Isolasi Protoplas secara
Enzimatik
Isolasi Protoplas secara
Enzimatik
Cara pertama, metode langsung:
• Cacahan daun direndam pada larutan enzim steril (0,5
macerozym +2% onozuka celulase dalam 13% sorbitol atau manitol pada pH 5,4)
Isolasi Protoplas secara
Enzimatik
Cara pertama, metode langsung:
• Cacahan daun direndam pada larutan enzim steril (0,5
macerozym +2% onozuka celulase dalam 13% sorbitol atau manitol pada pH 5,4)
Isolasi Protoplas secara
Enzimatik
Cara pertama, metode langsung:
• Cacahan daun direndam pada larutan enzim steril (0,5
macerozym +2% onozuka celulase dalam 13% sorbitol atau manitol pada pH 5,4)
• Kemudian diinkubasi selama 15-18 jam.
• Setelah diinkubasi, potongan daun digoyang-goyangkan
Isolasi Protoplas secara
Enzimatik
Cara pertama, metode langsung:
• Cacahan daun direndam pada larutan enzim steril (0,5
macerozym +2% onozuka celulase dalam 13% sorbitol atau manitol pada pH 5,4)
• Kemudian diinkubasi selama 15-18 jam.
• Setelah diinkubasi, potongan daun digoyang-goyangkan
untuk melepaskan protoplasma
Isolasi Protoplas secara
Enzimatik
Cara pertama, metode langsung:
• Cacahan daun direndam pada larutan enzim steril (0,5
macerozym +2% onozuka celulase dalam 13% sorbitol atau manitol pada pH 5,4)
• Kemudian diinkubasi selama 15-18 jam.
• Setelah diinkubasi, potongan daun digoyang-goyangkan
untuk melepaskan protoplasma
• Kemudian disaring untuk membuang debris
Isolasi Protoplas secara
Enzimatik
Cara pertama, metode langsung:
• Cacahan daun direndam pada larutan enzim steril (0,5
macerozym +2% onozuka celulase dalam 13% sorbitol atau manitol pada pH 5,4)
• Kemudian diinkubasi selama 15-18 jam.
• Setelah diinkubasi, potongan daun digoyang-goyangkan
untuk melepaskan protoplasma
• Kemudian disaring untuk membuang debris
• Tambahkan 100 g supernatan, diambkan selama 1 menit • Murnikan dengan pencucian menggunakan 13% sorbitol,
Isolasi Protoplas secara
Enzimatik
Cara pertama, metode langsung:
• Cacahan daun direndam pada larutan enzim steril (0,5
macerozym +2% onozuka celulase dalam 13% sorbitol atau manitol pada pH 5,4)
• Kemudian diinkubasi selama 15-18 jam.
• Setelah diinkubasi, potongan daun digoyang-goyangkan
untuk melepaskan protoplasma
• Kemudian disaring untuk membuang debris
• Tambahkan 100 g supernatan, diambkan selama 1 menit • Murnikan dengan pencucian menggunakan 13% sorbitol,
yang diulang sebanyak 3 kali