BEHAVIORAL EVENT
INTERVIEW
Apa B.E.I ?
Behavioral Event Interview adalah teknik wawancara
dengan cara menggali informasi mengenai perilaku
seseorang yang pernah dilakukannya secara nyata.
BEI akan mendorong individu tersebut untuk bercerita
secara logis mengenai pengalaman yang berupa
perilaku-perilaku yang pernah dilakukan.
Tujuan BEI
Mengetahui apa sebenarnya yang dilakukan
orang dalam berbagai situasi kritis yang mereka
hadapi, bukan apa yang mereka akan mereka
lakukan
Mengidentifikasi gambaran situasi-situasi yang
paling kritis yang telah pernah alami dalam bekerja
seperti situasi atau jenis tugas apa yang dilakukan,
siapa yang terlibat, apa yang dilakukan waktu itu,
dan apa yang sedang dicapai sehingga dapat
diketahui karaterisitik dari orang tersebut yang
sesungguhnya
Kapan Harus Menggunakan B.E.I
Dapat digunakan oleh staf SDM dan manajer
Dapat digunakan secara efisien dalam merger,
restrukturisasi perusahaan atau outplacement.
Penggunaan teknik BEI dalam implementasinya
diintegrasikan dengan standar kompetensi yang
ingin diukur.
Prinsip B.E.I. Yang Efektif
Harus memenuhi 3 prinsip :
1.
Ketepatan (accuracy)
2.
Keberimbangan (equity)
Kelebihan B.E.I.
Merupakan cara yang paling efektif untuk mengidentifikasi
kompetensi yang diharapkan dibandingkan dengan metode lain (survei, sistem pakar, observation, panel).
Mempunyai tingkat kepresisian yang ditinggi tentang
bagaimana kompetensi diungkapkan.
Metode BEI dapat dengan tepat memperlihatkan
bagaimana seorang pekerja bertindak dalam mengahadapi asuatu masalah.
Bebas dari perbedaan rasial, jenis kelamin, kultur.
Dapat memberikan gambaran yang sangat spesifik tentang
tingtkah laku kerja yang efektif maupun yang tidak efektif
yang merupakan masukan yang sangat berharga bagi sistem seleksi dan pelatihan yang dikembangkan perusahaan.
Kelemahan B.E.I
Waktu dan Biaya. Metode BEI memerlukan waktu yang lama
dan biaya yang mahal.
Pewawancara ahli. Pewawancara mesti dilatih terlebih
dahulu agar bisa menghasilkan kualitas penelitian yang diharapkan.
Kehilangan beberapa aspek kerja. Karena metode BEI hanya
berfokus pada situasi-situasi kritis yang dijumpai pekerja maka BEI kemungkinan beberapa aspek pekerja yang kurang
penting tapi masih relevan dengan pekerjaan.
Tidak praktis untuk menganalisis untuk jenis pekerjaan yang
banyak, waktu yang lama, biaya yang lama dan persyaratan keahlian yang ketat akan membuat metode BEI tidak praktis untuk menganalisis jumlah perkerjaan yang banyak
Kompetensi Dalam B.E.I.
From Strategic Planning to HR Management Program
Strategic Planning Business Competency Organization Design
Visi & Misi Strategi & Sasaran Usaha Competency Profile Struktur Organisasi Job Description Position Description KPI Job Evaluation Performance Evaluation Career Planning Dll HR Management Program
From Business Competencies to Position Competencies
Business Competencies Unit/Division Competencies Position Competencies Strategic Management Organizational Function Position/Job FunctionA. Definisi Kompetensi
Adalah persyaratan yang dibutuhkan agar seseorang dapat mengerjakan tugas-tugas pekerjaannya dengan berhasil. Integrasi/gabungan dari:
- Pengetahuan dan keterampilan, - Perilaku,
- Sikap dan kepribadian.
Kompetensi
Pengetahuan & keterampilan (Kompetensi Teknis)
Perilaku
B. Kompetensi Teknis
•Menyusun Neraca
• Menyususn strategi pemasaran • Menyusun program IT
• Merakit mesin kendaraan
• Merumuskan paket gaji & tunjangan
Hasil pendidikan sekolah, kursus, pelatihan dan pengalaman di
pekerjaan Pengertian :
Pengetahuan & Keterampilan
Struktur Kompetensi Teknis
Nama
Kompetensi
Definisi
Area
Pengetahuan
Contoh Kompetensi Teknis
Nama Kompetensi : RISET PEMASARAN Definisi Kompetensi :
Menguasai proses pengumpulan, pencatatan dan
penganalisaan data mengenai pelanggan, pesaing, dan situasi pasar secara sistematik untuk kepentingan
peningkatan dan pengembangan pasar
Area Pengetahuan :
Merumuskan permasalahan riset Menyusun desain penelelitian
Mengumpulkan dan menganalisa data Merumuskan hasil temuan riset
Menterjemahkan hasil riset kepada strategi pemasaran
Bisa di outsourcing-kan
C. Kompetensi Perilaku
Perilaku/aksi
• Ketekunan • Komunikasi • Kepemimpinan
• Fokus terhadap pelanggan • Pengambilan keputusan
Hasil dari pembangunan karakter pribadi, pelatihan, pengalaman dalam pekerjaan
Contoh Kompetensi Perilaku
Nama Kompetensi : Fokus Pada Pelanggan Definisi Kompetensi :
Menjadikan pelanggan sebagai fokus perilaku pelayanan dengan cara berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhannya;
mengembangkan dan menjaga hubungan yang produktif dengan pelanggan
Perilaku Inti :
Berusaha untuk memahami pelanggan Mendidik pelanggan
Membangun hubungan kemitraan
Berupaya untuk memenuhi kebutuhan serta menyelesaikan masalah
pelanggan
D. Sikap & Kepribadian
Motivasi, bakat,
tipe kepribadian
• Motivasi/minat terhadap pekerjaan • Bakat/kemampuan alami berkaitan dengan pekerjaan •Tipe kepribadian yang sesuaidengan pekerjaan
Hasil dari faktor ektrinsik (luar diri) dan faktor intrinsik (dalam
Wawancara berbasis kompetensi akan membantu
pewawancara dalam :
Memberi pedoman dalam pengumpulan data
(wawancara)
Menganalisa kekuatan dan kelemahan kandidat
Memastikan pengambilan keputusan yang
Manfaat Pendekatan Kompetensi
Proses wawancara lebih terfokus
Memastikan informasi yang dibutuhkan
terkumpul dan di evaluasi secara konsisten
dan adil
Menghindari pewawancara dari
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
tidak berhubungan dengan pekerjaan
Menjamin kandidat mampu melaksanakan
Langkah-Langkah
Pelaksanaan B.E.I.
A. Ruang Lingkup B.E.I.
Pra - Wawancara Wawancara Paska
-Wawancara Menyiapkan pedoman wawancara Mencatat jawaban kandidat dan mengobservasi bahasa tubuh kandidat Melaksanakan evaluasi & integrasi
data
Mengambil keputusan diterima/ditolak
B. Tahap Pra Wawancara
Menyusun profil kompetensi dari posisi yang akan diisi
Job Analysis
Job Requirement/Competency Profiling
Menyusun Pedoman Wawancara
Daftar persiapan (Preparation Check List) Garis besar untuk membuka wawancara
Tinjauan latar belakang (Background Review) Daftar pertanyaan yang diajukan
Penutup wawancara
Instruksi Paska-Wawancara Tabel cakupan dimensi
C. Tahap Wawancara
Melaksanakan wawancara berdasar pedoman
wawancara
Membuka wawancara
Proses wawancara :
-
Menguraikan tujuan dan rencana wawancara
-
Mengajukan pertanyaan terencana
-
Mengajukan pertanyaan lanjutan
Mencatat jawaban kandidat dan mengobservasi
bahasa tubuh kandidat
Merekam proses wawancara (audio visual)
Jenis Informasi yang Dibutuhkan
Ada 3 jenis informasi yang harus digali pewawancara
dari kandidat, yakni :
Pekerjaan/riwayat
pendidikan/sertifikasi/keterampilan
Pengalaman spesifik (
penting
)
D. Tahap Paska Wawancara
1. Menyusun catatan hasil wawancara secara sistematik
- Menyempurnakan/memperbaiki catatan hasil wawancara 2. Melaksanakan evaluasi dan evaluasi terhadap hasil
wawancara serta memberikan penilaian
Melakukan analisa dan evaluasi terhadap hasil
wawancara serta memberikan penilaian
Melaksanakan diskusi bersama pewawancara lain untuk
mendapatkan kesepakatan mengenai penilaian hasil wawancara atas kandidat
3. Mengambil keputusan diterima/ditolak
- Menetapkan keputusan bersama mengenai diterima atau ditolaknya kandidat
Teknik wawancara
Berbasis Kompetensi
A. Proses Wawancara
Pembukaan Isi Wawancara Penutupan
Menyapa Kandidat
Menjelaskan tujuan wawancara : • Agar pewawancara & kandidat
saling kenal
• Untuk mengetahui latar belakang & pengalaman kandidat
Menyalakan alat perekam & pedoman wawancara
Memeriksa catatan hasil wawancara
Memberi informasi mengenai tahap seleksi selanjutnya
Mengakhiri wawancara
Menguraikan rencana wawancara : - Meninjau seluruh
pekerjaan/pengalaman kandidat - Mengajukan pertanyaan untuk
mendapat informasi spesifik mengenai kandidat
Menanyakan latar belakang kandidat
Mengajukan pertanyaan perilaku terencana
Mencatat jawaban kandidat & mengobservasi bahasa tubuh
C. Konsep STAR
STAR (
S
ituation/
T
ask,
A
ction, dan
R
esult)
Situation (situasi) atau Task (tugas)
S/T merupakan latar belakang atau alasan mengapa kandidat
melakukan suatu tindakan
Action (tindakan)
Action adalah apa yang telah dilakukan atau diucapkan kandidat
sebagai tanggapan atas suatu S/T dan bagaimana ia melakukan
atau mengucapkannya
Result (hasil)
Result merupakan dampak dari Action yang dilakukan kandidat.
Result menggambarkan perubahan yang diakibatkan oleh action
dari orang itu dan apakah action itu efektif dan sesuai.
D. Jenis-Jenis STAR
1. STAR Lengkap
adalah STAR yang ditampilkan oleh kandidat yang lengkap menyebutkan situasi atau tugas yang dikerjakan, bagaimana kandidat mengerjakannya, serta bagaimana hasilnya. STAR yang lengkap mengindikasikan secara jelas seberapa kompeten atau seberapa tinggi kompetensi yang dimiliki kandidat.
2. STAR Palsu
adalah pernyataan yang terlihat hebat namun tidak ada isinya. Jawabannya kabur,meyatakan pendapat, bersifat teoritis atau
berwawasan masa depan. Disebut palsu karena sepertinya memberi Anda informasi perilaku yang Anda butuhkan, namun sesungguhnya tidak.
Ada 3 jenis STAR palsu, yakni : a. Pernyataan kabur
b. Pendapat/opini
Contoh-contoh pernyataan STAR Palsu
Pernyataan Kabur
(masih bisa ditindaklanjuti dengan pertanyaan lanjutan)•
Saya selalu meluangkan waktu agar mengetahui apa yang
diinginkan pelanggan, dan saya telah berhasil membuat banyak
pelanggan gembira dengan cara itu.
Pendapat/Opini
•
Menurut saya, saya adalah seorang pekerja keras
Pernyataan Teoritis/berwawasan masa depan
•
Saya akan mengerahkan seluruh staf saya untuk menyelesaikan
pekerjaan tersebut tepat pada waktunya
3. STAR Parsial
Ketika kandidat memberikan informasi STAR, seringkali mereka
memberikannya dengan tidak lengkap, misalnya ada S/T dan
Action namun tidak disertai dengan Result. Atau, ada S/T dan Result
namun Actionnya kabur. Setiap kali kandidat gagal menguraikan
bagian dari STAR atau menguraikannya namun kabur sehingga
Anda tidak memahami sepenuhnya, berarti Anda telah memperoleh
STAR parsial dan harus menindaklanjuti untuk mengisi informasi
yang hilang.
E. Sikap Pewawancara
1. Building Report
Contoh perilaku :
Mengurangi dampak informasi negatif yang akan dicari
Mengurangi dampak informasi negatif atau informasi sensitif
yang telah diberikan kandidat
2. Menggunakan pertanyaan perilaku terencana
Menghindari pertanyaan yang bersifat teoritis
Menghindari penggunaan pertanyaan yang
menjurus/mengarahkan
3. Mengajukan pertanyaan tindak lanjut
Menanyakan/meminta Situasi/Tugas (S/T)
Menanyakan/meminta Tindakan (A)
Proses Rekrutmen & Seleksi Karyawan Prinsip B.E.I. Teknik Wawancara Wawancara Kompetensi Evaluasi & Integrasi Data