• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen, Kepemimpinan dan Pemberdayaan Karyawan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Manajemen, Kepemimpinan dan Pemberdayaan Karyawan"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke:

Fakultas

Program Studi

Manajemen, Kepemimpinan dan

Pemberdayaan Karyawan

Widi Wahyudi,S.Kom, SE, MM.

Desain & Seni Kreatif Desain Produk

(2)

Fungsi Manajemen

Manajemen adalah proses yang digunakan untuk mencapai tujuan

organisasional melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian orang dan sumber-sumber daya organisasional lainnya. Terdapat 4 fungsi manajemen yaitu :

1. Perencanaan

2. Pengorganisasian 3. Kepemimpinan

4. Pengendalian orang

Perencanaan meliputi antipasi terhadap tren dan penentuan strategi dan

taktik terbaik untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasional. Salah satu dari sasaran itu adalah untuk menyenangkan para pelanggan.

Pengorganisasian meliputi perancangan struktur organisasi dan penciptaan

kondisi dan sistem dimana setiap orang dan setiap hal bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

(3)

Kepemimpinan berarti menciptakan visi untuk organisasi dan

mengkomunikasi, membimbing, melatih, dan memotivasi orang

lain untuk bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan dan

sasaran organisasi.

Pengendalian melibatkan penetapan standar yang jelas untuk

menentukan apakah sebuah organisasi mengalami kemajuan

terhadap tujuan sasaranya, memberi ganjaran kepada

orang-orang untuk melakukan pekerjaan yang baik, dan mengambil

tindakan korektif jika tidak.

(4)

Perencanaan : Menciptakan Visi Berdasarkan pada Nilai

Perencanaan, fungsi manajemen yang pertama melibatkan penetapan visi,tujuan dan sasaran organisasional. Visi lebih dari sekedar tujuan, visi merupakan penjelasan yang luas atas mengapa organisasi tersebut eksis dan kemana arah yang dituju organisasi tersebut. Pernyataan misi yang merupakan uraian mengenai tujuan mendasar dari sebuah organisasi. Sebuah pernyataan misi yang berarti harus menyinggung :

1. Konsep diri dari oganisasi.

2. Filosofi dan tujuan perusahaan. 3. Daya tahan jangka panjang. 4. Kebutuhan pelanggan.

5. Tanggung jawab sosial.

6. Sifat dari produk atau jasa perusahaan.

Tujuan adalah pencapaian luar jangka panjang yang ingin dicapai sebuah organisasi. Tujuan harus disetujui secara mutual oleh pekerja dan manajemen.

(5)

Sasaran adalah pernyataan spesifik jangka pendek yang

memerinci bagaimana cara mencapai tujuan organisasi.

Perencanaan strategis menentukan tujuan utama organisasi.

Perencanaan ini memberikan fondasi untuk kebijakan, prosedur,

dan strategi untuk mendapatkan dan menggunakan sumber daya

untuk mencapai tujuan itu.

(6)

Bentuk-bentuk Perencanaan :

a. Perencanaan strategis ( Strategic Planning )

Menentukan tujuan utama organisasi. Perencanaan ini memberikan fondasi untuk kebijakan, prosedur, dan strategi untuk mendapatkan dan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan itu.

b. Perencanaan taktis ( Tactical Planning )

Proses pengembangan jangka pendek mengenai apa yang harus dilakukan, siapa yang melakukannya, dan bagaimana cara melakukannya.

c. Perencanaan operasional. ( Operational Planning )

Proses untuk menetapkan standar dan jadwal kerja yang diperlukan untuk menerapkan sasaran taktis perusahaan.

d. Perencanaan kontigensi ( Contigency Planning )

Proses untuk menyiapkan rencana tindakan alternatif yang dapat digunakan jika rencana utama tidak mencapai sasaran organisasi.

(7)

Pengambilan Keputusan : Menemukan Alternatif Terbaik

Pengambilan keputusan adalah memilih diantara dua alternatif

atau lebih. Ada langkah-langkah ini dapat diingat sebagai tujuh M

dari pengambilan keputusan :

1. Mendefinisikan situasi.

2. Mendeskripsikan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan.

3. Mengembangkan alternatif.

4. Mengembangkan persetujuan diantara yang terlibat.

5. Memutuskan alternatif mana yang terbaik.

6. Melakukan apa yang diindikasikan (memulai implementasi).

7. Menentukan apakah keputusan tersebut adalah keputusan yang

baik dan melanjutkannya.

(8)

Pengorganisasian : Menciptakan sebuah Sistem yang padu

Setelah manajer merencanakan tindakan, mereka harus mengorganisasi perusahaan untuk mencapai tujuan mereka. Bagan organisasi adalah alat vital yang memperhatikan hubungan antarorang dan membagi pekerjaan organisasi; bagan organisasi memperlihatkan siapa yang bertanggung jawab untuk penyelesaian pekerjaan tertentu dan siapa yang melapor kepada siapa.

Manajemen puncak terdiri atas president dan eksekutif perusahaan penting lainnya yang mengembangkan rencana strategis.

Manajemen menengah meliputi general manager, manajer divisi, dan manajer cabang dan pabrik yang bertanggung jawab untuk perencanaan taktis dan pengendalian.

Manajemen penyelia meliputi mereka yang secara langsung bertanggung jawab untuk mengawasi pekerja dan mengevaluasi kinerja harian mereka; mereka acap kali dikenal sebagai manajer lini pertama (atau penyelia) karena mereka adalah tingkat pertama diatas pekerja.

(9)

Tugas & Keterampilan pd Tingkat Manajemen yg berbeda

Semakin jauh seseorang menaiki tangga manajerial, keterampilan pekerjaan sebenarnya dari orang tersebut menjadi semakin tidak penting. Pada puncak tangga, kebutuhannya adalah untuk orang yang merupakan visioner, perencana, organisator, koordinator, komunikator, pembangun modal, dan motivator. Dan manajer harus mempunyai 3 keterampilan. Berikut ini adalah 3 keterampilan tersebut :

1. Keterampilan teknis ( Technical skills ) melibatkan kemampuan untuk melakukan tugas dalam disiplin tertentu atau departemen tertentu.

2. Keterampilan hubungan manusia ( Human relations skills ) melibatkan komunikasi dan motivasi, keterampilan ini memungkinkan manajer untuk bekerja melalui dan bersama orang-orang.

3. Keterampilan konseptual ( Conceptual skills) melibatkan kemampuan untuk menggambarkan organisasi sebagai satu keseluruhan dan hubungan antara berbagai bagiannya.

(10)

Organisasi Berorientasi Pemangku Kepentingan

Sebuah pertanyaan yang mendominisi selama 20 tahun terakhir atau lebih adalah bagaimana cara yang paling baik untuk mengorganisasi perusahaan untuk merespons kebutuhan pelanggan dan para pemangku kepentingan yang lainnya.

Maksudnya adalah bahwa perusahaan tidak lagi di organisasi untuk membuatnya lebih mudah lagi bagi manajer untuk mengendalikannya.

Dimasa lalu, fungsi dan tujuan organisasi dalam perusahaan adalah untuk menentukan dengan jelas siapa melakukan apa dalam perusahaan. Sekarang, tugas organisasi jauh lebih kompleks karena perusahaan-perusahaan membentuk rekanan, vetura bersama dan perjanjian-perjanjian lainnya.

(11)

Pengisian Staff : Mendapatkan & Mempertahankan orang yg tepat

Pengisian yang tepat meliputi merekrut, memperkerjakan, memotivasi dan mempertahankan orang-orang terbaik yang ada untuk mencapai sasaran organisasi.

Merekrut karyawan yang baik telah selalu menjadi bagian penting dari keberhasilan organisasional. Akan tetapi, sekarang adalah kritis, khususnya dalam area internet dan teknologi tinggi. Setelah mereka memperkerjakan, orang-orang yang baik harus dipertahankan. Banyak orang tidak bersedia bekerja diperusahaan kecuali mereka diperlakukan dengan baik dan mendapatkan bayaran yang pantas.

(12)

Kepemimpinan: Menyediakan Visi & Nilai secara terus menerus

Dalam ringkasannya pemimimpin itu harus :

Mengomunikasikan sebuah visi dan membuat orang lain

mengikuti visi tersebut.

Menetapkan nilai-nilai korporat.

Mempromosikan etika korporat.

Merangkul perubahan.

(13)

Gaya Kepemimpinan

Berikut ini gaya-gaya kepemimpinan :

1. Kepemimpinan otokratis (autocratic leadership) melibatkan pengambilan keputusan manajerial tanpa berkonsultasi dengan orang lain. Gaya seperti ini efektif dalam keadaan darurat dan ketika dibutuhkan kepengikutan yang mutlak.

2. Kepemimpinan partisipatif demokratis (participative democratic leadership) terdiri dari manajer dan karyawan yang bekerja sama untuk

mengambil keputusan.

3. Kepemimpinan free-rain (free-rein leadership) melibatkan manajer yang menetapkan sasaran-sasaran dan karyawan relatif mempunyai kebebasan untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut.

(14)

Memberdayakan Karyawan

Pemampuan (enabling) adalah istilah yang digunakan untuk

mendeskripsikan

pemberian

pendidikan

dan

alat-alat

yang

dibutuhkan pekerja untuk mengambil keputusan. Pemampuan

adalah kunci keberhasilan dari pemberdayaan. Tanpa pendidikan,

pelatihan, bimbingan, dan alat-alat yang tepat, pekerja tidak dpat

memikul tanggung jawab dan peran pengambilan keputusan yang

membuat pemberdayaan berhasil.

Mengelola Pengetahuan

Manajemen pengetahuan (knowledge management) menemukan

informasi yang tepat, menyimpan informasi ditempat yang siap

untuk diakses dan membuat informasi tersebut diketahui setiap

orang dalam perusahaan.

(15)

Pengendalian : Memastikan Keberhasilan

Fungsi pengendalian mengakibatkan pengukuran kinerja secara relatif terhadap

sasaran dan standar yang direncanakan, memberi ganjaran kepada orang-orang untuk memperkerjakan yang dilaksanakan dengan baik, dan kemudian mengambil tindakan korektif jika diperlukan.

Pengendalian terdiri atas lima langkah, sebagai berikut : 1. Menetapkan standar kinerja yang jelas.

2. Memantau dan merekam kinerja aktual (hasil).

3. Membandingkan hasil terhadap rencana dan standar.

4. Mengkomunikasikan hasil dan penyimpangan kepada karyawan yang terlibat. 5. Mengambil tindakan korektif ketika dibutuhkan dan memberikan umpan balik

positif untuk dilaksanakan dengan baik. •

(16)

Sebuah Kriteria Pengukuran Baru : Kepuasan Pelanggan

Kriteria untuk mengukur keberhasilan dalam perusahaan yang berorientasi pada pelanggan adalah kepuasan pelanggan. Ini meliputi, baik keputusan dari internal maupun eksternal.

Pelanggan internal (internal customer) adalah individu dan unit dalam perusahaan yang menerima layanan dari individu lain atau unit lain. Meliputi diler yang membeli produk untuk dijual kepada orang lain dan pelanggan akhir juga dikenal sebagai pengguna akhir seperti anda, saya yang membeli produk untuk digunakan secara pribadi.

Sedangkan, pelanggan eksternal (external customer) adalah individu dan unit dalam perusahaan yang menerima layanan dan individu atau unit lain. Meliputi diler yang membeli produk untuk dijual kepada orang lain dan pelanggan akhir seperti anda dan saya, yang membeli produk untuk digunakan secara pribadi.

(17)

Terima Kasih

Widi Wahyudi,S.Kom, SE, MM.

Referensi

Dokumen terkait

Karakteristik nonmagnetik yang dilakukan dengan metode granulometri didapatkan bahwa di Daerah Tonggolobibi pada sampel 03 B, 06 C dan 09 B ditemukan endapan

Pengembangan program bimbingan dan konseling komunitas pada komunitas school zone merupakan pemanfaatan keterlibatan remaja dalam komunitas , sehingga menjadi dukungan

Dari hasil survey tahap I dan Tahap II maka didapatkan kecepatan ratarata kendaraan pada jalan arteri sekunder dengan perhitungan sebagai berikut : Kecepatan rata-rata = Survey Tahap

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.... Saat ini media massa lebih menyentuh persoalan-persoalan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Kelengkapan laporan keuangan usaha kecil dan menengah berdasarkan SAK EMKM mampu dijelaskan oleh variabel tingkat

Sehubungan dengan sasaran tersebut di atas, KKP Kelas I Medan menitikberatkan pada peningkatan jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar

produksi sebagai dasar penentuan harga jual tapioka; (3) nilai tambah pada proses pembuatan tapioka untuk mengetahui balasan terhadap faktor produksi yang dihasilkan serta kesempatan

Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan penerapan Iptek ini adalah: (1) Masyarakat sebagai sasaran mitra memperoleh transfer teknologi dan pengetahuan khususnya