Jakarta, 1 January 2013
Indo Premier
Investment Management
Market Update
Perekonomian Global Masih Melemah, namun Tidak Berdampak Besar pada Ekonomi Indonesia
Sumber: IPIM, Bloomberg
Tren Purchasing Managers Index (PMI) beberapa wilayah dengan kontribusi besar terhadap output global masih menurun.
Nilai PMI Amerika Serikat (AS), Eurozone, Jepang dan Australia masih berada di bawah batas 50. Hal tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi terutama pada industri masih mengalami kontraksi atau pelemahan. PMI Jepang menurun menjadi 45 pada Des’12 dari 46.5 pada Nov’12, menunjukkan kontraksi masih berlangsung di Jepang. PMI China stabil di level 50.6 pada Des’12.
Suku bunga acuan di berbagai negara masih dalam tren penurunan, dan berada pada level yang rendah.
Pelemahan ekonomi global turut berdampak pada tingkat suku bunga acuan global yang terus rendah. Berbagai bank sentral berusaha mendukung ekonomi melalui ekspansi moneter. Bank of Japan (BoJ) pada pertengahan Des’12 meningkatkan dana program stimulus moneter sebesar JPY10 T menjadi JPY101 T.
Suku bunga yang rendah turut mendukung arus investasi di pasar modal Indonesia.
Suku bunga yang rendah telah turut mendukung investasi, termasuk investasi di pasar modal. Sepanjang tahun 2012, kapitalisasi pasar BEI telah meningkat 15.42%, dan jumlah outstanding SUN telah meningkat 13.36%. Dengan kecenderungan suku bunga global yang masih rendah, suku bunga domestik dapat terjaga untuk tetap rendah, sehingga investasi dapat terus meningkat.
Inflasi dan suku bunga domestik secara historis masih pada tren penurunan. Kurs Rupiah secara historis jangka panjang masih terlihat stabil.
BI Rate tetap pada 5.75% sampai akhir Des’12. Inflasi YoY melemah ke 4.30% pada Des’12, dibanding 4.32% pada Nov’12. Inflasi tahunan mencapai angka terendah dalam 3 tahun terakhir. Inflasi tahunan dideterminasi oleh makanan jadi (6.11% yoy), bahan makanan (5.68%) serta sandang (4.67%). Kurs Rupiah mencapai Rp9.793 per-USD pada akhir Des’12.
Sumber: IPIM, BPS, Bloomberg
• Defisit Neraca Perdagangan Indonesia per Nov’12 berkurang menjadi USD478 juta dari USD1.5 miliar pada Okt’12. Ini disebabkan adanya peningkatan ekspor (7.30% mom) dan penurunan impor (-1.67% mom).
• Namun Defisit Neraca Perdagangan belum perlu dijadikan sebagai sesuatu kekhawatiran, karena:
1. Impor bahan baku/penolong dan barang modal masih mendominasi struktur impor Indonesia. Impor bahan baku meningkat 7.87% yoy,
2. Sementara itu impor barang modal meningkat 19.74% yoy, 3. Sedangkan barang konsumsi menurun -0.38% yoy.
• Impor bahan baku dan modal mendorong penciptaan nilai tambah sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Kontribusi investasi dan konsumsi rumah tangga masih mendominasi struktur PDB Indonesia, masing-masing sebesar 33.18% dan 54.79% per 3Q12. Kontribusi selisih negatif ekspor dan impor barang dan jasa (-0.61%) berkurang dari triwulan sebelumnya (-2.3%).
Pasar Utang Negara Eropa Stabil sedangkan
Risiko Terkait Utang dan Fiscal Cliff AS Masih
Membayangi Pasar
Sumber: Bloomberg
• Yield 2-tahun negara-negara bermasalah PIIS (Portugal, Itali, Irlandia, Spanyol) di Eropa dalam tren turun sementara untuk negara safe havens GF (Jerman & Perancis) kembali ke teritori positif yang menandakan persepsi risiko investor terhadap Eurozone membaik di pergantian tahun 2012/2013 ini.
• Telah terjadi kesepakatan IMF, ECB dan Menteri Keuangan negara Eurozone untuk membantu Yunani.
• Spanyol akhirnya meminta bantuan melalui European Stabilization Mechanism (ESM).
• Pemerintah, Kongres dan Senator AS setuju untuk memotong pajak penduduk AS yang berpenghasilan US$400 ribu per tahun atau US$450 per tahun bagi penduduk yang berkeluarga..
• Kesepakatan mengenai pemotongan anggaran masih belum menemui solusi dan akan dilakukan perundingan sampai dua bulan ke depan.
• Selain kesepakatan pemotongan anggaran, para pembuat kebijakan AS akan menghadapi jumlah utang yang diperkirakan akan melewati debt ceiling (US$16,4 triliun). Menurut situs resmi US Treasury, per akhir tahun 2012, utang publik AS mencapai US$16,43 triliun.
• Dampak terhadap pasar modal Indonesia kemungkinan akan sama ketika perdebatan debt ceiling tahun 2011. Setelah peringkat AS diturunkan menjadi AA+ oleh S&P, dana asing di pasar modal keluar dan menyebabkan turunnya harga efek di Indonesia. Sementara yield pemerintah AS turun karena dianggap sebagai safe haven.
Pasar Utang Negara Eropa
•
Kepemilikan asing berakselerasi naik di kuartal terakhir ke level tertinggi sepanjang sejarah dan masuk merata ke seluruh tenor jatuh
tempo. Rasio kepemilikan asing mencapai yang tertinggi di tahun ini yakni 32,9%. Hal ini menandakan kepercayaan investor asing
terhadap masa depan ekonomi Indonesia masih tetap tinggi.
•
Return SUN Fixed Rate di tahun 2012 adalah 12,56% vs 12,94% peningkatan harga IHSG.
Kepercayaan Investor Asing Terhadap Indonesia Tetap Tinggi
Sumber: IPIM, Bloomberg, KSEI, DMO
Yield Curve Turun di Seluruh Tenor
Jatuh Tempo Sepanjang 2012
3
4
5
6
7
8
0 2 4 6 8 1012141618202224262830
YTM
(%)
Term to Maturity (years)
2011
5-Sep-12
30-Nov-12
Di akhir 2012 Risk Premium Indonesia
Valuasi IHSG: Murah!
Jika dilihat dari nilai PEG negara Indonesia dibandingkan dengan negara ASEAN-5, Indonesia masih menarik dikarenakan proyeksi pertumbuhan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN-5 lainnya.
Sumber: IPIM, Bloomberg • Pergerakan PE IHSG berbanding terbalik terhadap pergerakan yield SUN 10yr. • Yield SUN 10yr telah berada di bawah rata-rata beberapa tahun terakhir,
namun PE IHSG masih berada pada rata-rata.
• Grafik-grafik berikut menunjukkan kinerja IHSG, LQ45 & IDX30 pada bulan Oktober, November dan Desember 5-10 tahun terakhir. • Pada bulan Desember 2012, kinerja IHSG, LQ45 dan IDX30 adalah sebagai berikut:
• IHSG: 0.9% • LQ45: 1.1% • IDX30: 0.8%
Menuju Pemilihan Umum 2014
• Dua pemilihan umum terakhir (2004 dan 2009) terlihat mempengaruhi peningkatan dua komponen utama PDB Indonesia: pengeluaran pemerintah (± 8% dari PDB) dan konsumsi domestik (± 55% dari PDB) pada periode sebelumnya.
• Ekspektasi peningkatan dua komponen utama tersebut pada 2013 diharapkan dapat memberikan efek positif pada pasar saham Indonesia.
Sumber: Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia
Pengaruh Pemilu 2014 terhadap Komponen Utama PDB
• IHSG berpotensi mencetak rekor pada tahun 2013.
• Potensi tersebut didukung oleh kontribusi konsumsi, investasi dan pengeluaran pemerintah yang tinggi pada struktur PDB Indonesia sehingga lebih tahan terhadap krisis global.