NASKAH APA KABAR JOGJA
Judul :Kunjungan Menpan Ke Balai Kota Lokasi : Balai Kota Yogyakarta
Reporter & Camerawan : Rina dan Dono Tanggal Liputan : 21 September 2005
ACC Redaktur Narator Editor
1 Saat ini masih ada 1.850 peraturan yang tumpang tindih / dan 4300 Peraturan daerah yang sangat konyol / dan semua itu akan mempermudah terjadinya korupsi pribadi /dan juga korupsi berjamaah // dan dengan pengunaan sistem tatap muka dalam pemberian pelayanan publik / secara bertahap akan diakhiri karena dengan sistem ini banyak memberikan peluang terjadinya praktk KKN / antara yang melayani dengan masyarakat yang dilayani //
Hal tersebut disampaikan Drs Taufiq Effendi , MBA ( menteri Pendayagunaan Aparatur Negara ) / siang tadi di kantor balai kota yogyakarta / dalam acara meninjau unit pelayanan informaso dan keluhan ( UPIK ) / yang dikelola oleh Pemkot Yogyakarta // hadir dalam kesempatan tersebut H. Syukri Fadholi (Wakil
walikota Yogyakarta ) / serta para pejabat dari instansi yang ada di lingkungan pemerintah kota yogyakarta // Dijelaskan adanya Single Identification Number atau Nomor Induk Kependudukan / akan
mempermudah dan memperlancar proses pelayanan sehingga mampu mengurangi peluang penyalahgunaan kartu identitas oleh setiap anggota masyarakat // Selain itu banyaknya kasus korupsi / pungutan liar / dan penyogokan yang tidak tuntas penyelesaian karena rumitnya Criminal Justice system / dalam penanganan kasus korupsi // Sebagai alternativ / orang lebih suka menyelesaikan di luar lembaga peradilan dengan biaya sosial yang lebih rendah //
==statement Drs Taufiq Effendi , MBA ( menteri Pendayagunaan Aparatur Negara )== ( korupsi termasuk korupsi berjamaah ...bertemu dengan niat / kesempatan )
Dalam kesempatan tersebut Menpan berkesempatan untuk meninjau penggunaan layanan Unit Pelayanan Informasi dan keluhan yang diterapkan di kota yogyakarta untuk menampung keluhan warga masyarakat / demi terciptanya Kota Yogyakarta yang diharapkan oleh masyarakat //