• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

30

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian

1. Sejarah singkat perusahaan

Pada awalnya PT Artha Mulia Maju Jaya berdiri pada tanggal 13 November 2008. Perusahaan ini awalnya merupakan perusahaan jasa yang bernama CV Artha Mulia Mandiri yang didirikan oleh Ramadhansyah, yang bergerak dalam bidang supplier alat kesehatan.

Namun untuk mengembangkan usahanya pada tahun 2012 perusahaan ini berubah nama menjadi PTArtha Mulia Maju Jaya tepatnya pada tanggal 12 November 2012 dan berkembang sebagai perusahaan supplier dan distributor alat kesehatan.

Dalam menjalankan usahanya, PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin telah mendapatkan izin usaha dari Kantor wilayah badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal pada tanggal 20 September 2012 dengan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil dengan nomor 503-747/SIUP.KBIX/BP2TPM/2012. Perusahaan ini beralamat diJalan Sultan Adam, Komplek Junjung Buih, No.29, Kelurahan Surgi Mufti, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

(2)

2. Struktur Organisasi

Bagan 1

Struktur Organisasi PT ArthaMulia Maju Jaya

Sumber : PT Artha Mulia Maju Jaya

Adapun tugas dan wewenang dari masing-masing bagian yang terdapat pada struktur organisasi tersebut akan dijelaskan sebagai berikut :

a. Pimpinan

Tugas dan wewenang pimpinan yaitu :

1) Bertanggung jawab terhadap kelancaran oreasional perusahaan 2) Mengkoordinasi tugas-tugas daripada divisi administrasi dan

umum, promosi, dan marketing b. Bagian Admininstrasi dan Umum

Bagian administrasi dan umum bertugas untuk 1) Membuat faktur penjualan

Pimpinan

Bagian Administrasi dan Umum

Penjualan Promosi

Bagian Gudang

(3)

2) Membuat surat jalan

3) Menangani transaksi keuangan

4) Bertanggung jawab dalam setiap transaksi penjualan 5) Membuat data transaksi keuangan

c. Promosi

Bagian promosi tugasnya adalah :

1) Mempromosikan produk-produk perusahaan 2) Membuat penawaran kerja sama

d. Marketing

Marketing bertugas untuk : 1) Mendistribusikan barang

2) Bertanggung jawab dalam setiap transaksi penjualan e. Bagian gudang

Tugas dan tangung jawab bagian gudang yaitu : 1) Mengantar barang ke counter

2) Merapihkan gudang

3) Mengechek stok barang tersedia 4) Mengeluarkan barang

3. Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja pada PT Artha Mulia Majujaya seluruhnya berjumlah 20 orang.Mereka semua merupakan tenaga tetap perusahaan. Berikut ini rincian karyawan yang dimiliki oleh PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin terdiri dari 1(satu) orang Pimpinan, 5

(4)

(lima) orang bagian penjualan, 4 (empat) orang bagian promosi, 5 (lima) orang bagian administrasi dan umum, 6 (enam) orang bagian gudang.

B. Hasil Penelitiian

Berdasarkan hasi laporan tahunan yang didapatkan maka diketahui sebagai berikut:

Tabel 1

PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin Laporan Keuangan Tahun 2012

ASET

Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas

kas kecil 12,450,600,500

Bank - BCA 7895408000 23,189,970,500

Piutang Usaha 12,117,995,000

Piutang lain-lain

Persediaan barang dagangan 21,805,250,000

Efek 154,900,450

Pajak Dibayar Dimuka

Pajak Dibayardimuka – PPN 183,567,150 Biaya dibayar dumuka

Biaya dibayar dimuka – sewa Uang Muka

Jumlah Aktiva Lancar 69,902,283,600

Aset Tetap

Peralatan Kantor 98,350,000

Nilai perolehan inventaris kantor 10,534,000 Akm. Penyusutan inventaris kantor

Kendaraan

Nilai perolehan kendraan 267,350,000

Akm. Peny. Kendaraan 95,656,000

Jumlah Aktiva Tetap 471,890,000

Aktiva lain-lain Jumlah Lain-lain

Jumlah Aktiva 70,374,173,600

(Sumber: PT Atha Mulia Maju Jaya Tahun 2014)

(5)

Tabel 2

Hasil Laporan Keuangan Tahun 2013 PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin

ASET

Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas Kas Kecil

10,450,600,500 Bank - BCA 7895408000

21,189,970,500 Piutang Usaha

14,117,995,000 Piutang lain-lain

Persediaan barang dagangan

19,602,460,000

Efek 144,900,450

Pajak Dibayar Dimuka

Pajak Dibayar dimuka – PPN 177,567,150

Biaya dibayar dumuka Biaya dibayar dimuka – sewa Uang Muka

Jumlah Aktiva Lancar

65,683,493,600 Aset Tetap

Peralatan Kantor 198,350,000

Nilai perolehan inventaris kantor 21,785,000

Akm. Penyusutan inventaris kantor Kendaraan

Nilai perolehan kendraan 267,350,000

Akm. Peny. Kendaraan 15,656,000

Jumlah Aktiva Tetap 503,141,000

Aktiva lain-lain Jumlah Lain-lain Jumlah Aktiva

66,186,634,600 (Sumber: PT Atha Mulia Maju Jaya Tahun 2014)

(6)

Tabel 3

Hasil Laporan Keuangan Tahun 2014 PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin

ASET

Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas Kas Kecil

13,150,600,500 Bank - BCA 7895408000

26,189,970,500 Piutang Usaha

16,117,995,000 Piutang lain-lain

Persediaan barang dagangan

26,905,250,700

Efek 123,450,700

Pajak Dibayar Dimuka

Pajak Dibayardimuka – PPN 23,567,150

Biaya dibayar dumuka Biaya dibayar dimuka – sewa Uang Muka

Jumlah Aktiva Lancar

82,510,834,550 Aset Tetap

Peralatan Kantor 87,450,325

Nilai perolehan inventaris kantor 13,534,000

Akm. Penyusutan inventaris kantor Kendaraan

Nilai perolehan kendraan 297,350,800

akm. Peny. Kendaraan 85,656,000

Jumlah Aktiva Tetap 483,991,125

Aktiva lain-lain Jumlah lain-lain

Jumlah Aktiva 82,994,825,675

(Sumber: PT Atha Mulia Maju Jaya Tahun 2014) 1. Analisis Likuiditas

Berdasarkan hasil laporan keuangan pada tahun 2013 hingga 2014 diketahui sebagai berikut:

(7)

a. Analisis Current Ratio

Current Rasio, rasio ini menunjukan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajibanlancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.

Rumus current ratio sebagai berikut:

Current Ratio

Maka berdasarkan dari rumus di atas dapat diketahui sebagai berikut:

Tabel4

PT Artha Mulia Maju Jaya

Hasil perhitungan Likuiditas Current Ratio Perusahaan Tahun 2012-2014

No Tahun Aktiva Lancar Utang Lancar Current Ratio

% 1. 2012 69,902,282,600 12,117,995,000 5.768 576.8%

2. 2013 65,683,493,600 14,117,995,000 4.652 465.2%

3. 2014 82,510,834,550 16,117,995,000 5.119 511.9%

Sumber: Diolah oleh Penulis

Maka diketahui current ratio tahun 2012 yaitu Rp5.768,00.

Pada tahun 2013 yaitu Rp4.652,00. Pada tahun tahun 2014 yaitu Rp5.119,00

Current ratio pada tahun 2012 sebesar 576,8% sedangkan tahun 2013 sebesar 465,2% ada penurunan sebesar 111,6% dan pada tahun 2014 sebesar 511,9%. Pada tahun 2014 ada peningkatan sebesar 46,7%.

(8)

Berdasarkan dari hasil tersebut maka diketahui bahwa tahun 2012 hingga tahun 2013 terjadi penurun dari Rasio lancar perusahan PT Artha Mulia Maju Jaya sebesar Rp1.116,00 kemudian dari tahun 2013 hingga 2014 adalah ada kenaikan Rp466.7,00

Hal ini berarti bahwa apabila aktiva lancar dengan hutang lancar tinggi maka semakin tinggi kemampuan perusahaan melaksanakan jalannya proses perusahaan tersebut kedepannya. Selain itu, tinggi rendahnya Current Ratio tersebut disebabkan karena masih ada pihak ketiga yang tidak membayar hasil kontrak kerja dengan pihak perusahaan.

Berdasarkan hasil analisis Current Ratiodiatas dapat melihat bahwa likuiditas perusahaan, apabila dilihat dari perkembangannya dari tahun 2012 – 2014 berfluktuasi , tetapi rata-rata nya berada diatas 100%,sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan dalam keadaan likuid atau perusahaan dapat menjamin semua hutang jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang ada, dengan kata lain perusahaan ini mampu melunasi kewajibn-kewajibannya yang segera jatuh tempo.

b. Analisis Quick Ratio

Quick Ratio atau rasio sangat lancar atau acid test ratio merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan

(9)

(inventory). Artinya nilai sediaan kita abaikan, dengan cara dikurangi dari nilai total aktiva lancar.

Rumus quick ratio sebagai berikut:

Maka dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa quick ratio perusahaan dari tahun 2012-2014 sebagai berikut:

Tabel 5

PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin Quick RatioTahun 2014

No Tahun Kas Bank Efek Piutang Utang Lancar QR

1 2012 12,450,600,500 23,189,970,500 154,900,450 1,876,890,525 12,117,995,000 3.108 2 2013 10,450,600,500 21,189,970,500 144,900,450 998,547,540 14,117,995,000 2.322 3 2014 13,150,600,500 26,189,970,500 123,450,700 3,272,376,977 16,117,995,000 2.651

Sumber: Diolah oleh Penulis

Hasil perhitungan Likuiditas dari tingkat Quick Ratioperusahaan pada tahun 2012 sebesar Rp3.108,00 pada tahun 2013 berjumlah Rp2.322,00. Pada tahun 2014 diketahui bahwa Rp2.651,00.Berdasarkan perhitunganquick ratiotersebut tahun 2013 mengalami penurunan dari tahun 2012 sekitar Rp0.766,00, kemudian ada kenaikan Quick Ratio pada tahun 2014 sebesar Rp0.329,00 dari tahun 2013.

Quick ratio pada tahun 2012 sebesar 69.9% sedangkan tahun 2013 hasil dari quick ratio adalah meningkat menjadi 326.4% ada kenaikan dari tahun 2012 hingga 2013. Kenaikan sebesar

(10)

256.5%.Pada tahun 2014 quick ratio sebesar 344.9%.kenaikan sebesar 88.4%.

Maka dari hasil kesimpulan bahwa pada tahun 2014 mengalami penurunan, hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar dapat terpenuhi.Maka dari itu, pada tahun 2014 mengalami defisit dari masalah keuangan perusahaan.

Dari hasil analisis dapat kita lihat tingkat likuiditas yang diukur dengan Quick ratio pada tahun 2012 sampai tahun 2014 berada diatas 100%, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan mampu menjamin semua hutang jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang lebih likuid pada saat jatuh tempo.

c. Analisis Cash Ratio

Rasio kas atau Cash ratio merupakan alatyang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Ketersediaan uang kas dapat ditunjukkan dari tersedianya dana kas atau yang setara dengan kas seperti rekening giro atau tabungan di bank (yang dapat ditarik setiap saat).

Rumus Cash ratio adalah :

(11)

Tabel 6

PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin Cash ratio tahun 2014

No Tahun Kas

(RP)

Bank (RP)

Utang Lancar (RP)

Cash Ratio (%) 1. 2012 12,450,600,500 23,189,970,500 12,117,995,000 294,11%%

2. 2013 10,450,600,500 21,189,970,500 14,117,995,000 224,11%

3. 2014 13,150,600,500 26,189,970,500 16,117,995,000 244,08%

Sumber: Diolah oleh Penulis

Berdasarkan dari hasil perhitungan dari Cash ratio diketahui pada tahun 2012 yaitu 294,11%. Sedangkan tahun 2013 sebesar 224,11%, atau menurun sebesar 59% dan pada tahun 2014 sebesar 244,08%.

Maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan mengalami penurunan dari tingkat pendapatan perusahaan itu sendiri dikarenakan utang yang belum dibayarkan oleh pihak lain kepada perusahaan sehingga secara tidak langsung perusahan mengalami kerugian.

Dari hasil analisis dapat di lihat tingkat likuiditas yang diukur dengan Cash ratio berfluktuasi.Dari hasil perhitungan terlihat rata-rata yang diukur berada dibawah 100%. Artinya bahwa dana yang tertanam dalam perusahaan yang dapat digunakan untuk membayar hutang lancar yang segera harus dipenuhi tidak terlalu tinggi. Dengan kata lain, bahwa sebagian aktiva lancar tertanam pada persediaan.

2. Analisis Solvabilitas

a. Total Debt to Total Asset Ratio

Rasio ini membandingkan total utang dengan modal pemilik (ekuitas). Rasio ini digunakan untuk mengetahui berapa bagian setiap

(12)

rupiah dari modal pemilik yang digunakan untuk menjamin utang.Semakin besar rasio ini semakin tidak menguntungkan bagi para kreditur, karena jaminan modal pemilik terhadap utang semakin kecil.Rasio likuindiatas 100% sangat berbahaya bagi kreditur karena jumlah utang lebih besar dari pada modal pemilik. Rumus untuk mencari debt to equity ratio dapat digunakan perbandingan antara total utang dengan total ekuitas.

Tabel 7

PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin Total Debt to Total Asset RatioTahun 2014

No Tahun Total Hutang (RP)

Total Aktiva (RP)

TDTAR (%) 1. 2012 2. 2013 3. 2014 19,4%

Sumber: Diolah oleh Penulis

Dari hasil tingkat Total Debt to Total Asset Ratio tahun 2012 yaitu 17,2% dan pada tahun 2013 berjumlah 21,3% ada kenikan kemudian pada tahun 2014 mengalami penurunan yaitu 19,4%. Maka dari itu dari hasil total hutang menurun sehingga asset paling tidak dapat dipertahankan sehingga perusahaan terhindar dari likuiditas perusahaankemampuan PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin.

b. Debt to Equity Ratio

Rasio ini membandingkan jumlah total utang dengan aktiva total yang dimiliki perusahaan. Dari rasio ini, kita dapat mengetahui beberapa bagian aktiva yang di gunakan untuk menjamin utang.

(13)

Biasanya, para kreditur lebih menyukai rasio utang yang rendah, sebab semakin rendah rasio utang perusahaan yang diberi kredit akan semakin besar tingkat keamanan yang didapat kreditur pada waktu likuidasi.

Debt to Equity Ratio sebagai berikut:

Tabel 8

PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin Debt to Equity RatioTahun 2014

No Tahun Total Hutang (RP)

Modal (RP)

DER (%) 1. 2012 2. 2013 3. 2014

Sumber: Diolah oleh Penulis

Berdasarkan dari laporan keuangan perusahaan maka dapat diketahui bahwa secara tidak langsung diketahui bahwa pada tahun 2012 Debt to Equity Ratio adalah 21,7%, kemudian pada tahun 2013 meningkat menjadi 42,5% dan pada tahun 2014 terjadi kenaikan menjadi 55,5%.

C. Pembahasan

Berdasarkan hasil laporan tahun 2012 hingga 2014 maka dapat dianalisis dari rasio likuiditas perusahaan sebagai berikut:

1. Analisis Likuiditas

Rasio likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin untuk membayar segala kewajiban- kewajiban yang harus segera dipenuhi (hutang jangka pendek) dengan

(14)

menggunakan aset jangka pendek yang dimilikinya. Rasio likuiditas dapat diukur dengan menggunakan 3 (tiga) rasio yakni Current Ratio, Quick Ratio dan Cash Ratio.

Rasio likuiditas menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya (hutang lancar) pada saat jatuh tempo. Rasio ini merupakan salah satu indikasi untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas perusahaan.Adapun rasio likuiditas suatu perusahaan sangat tergantung bagaimana perusahaan tersebut mengelolah aktiva yang dimilikinya.

a. Current Ratio

Current Ratio adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar yang dimiliki perusahaan dengan hutang jangka pendeknya. Hasil perhitungan menunjukkan nilai Current Ratio pada PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin menunjukkan hasil yang berfluktuasi dari tahun 2012 sampai 2014. Current Ratiopada tahun 2012 sebesar 576,8%,sedangkan tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 111,6% dari 465,2% dan pada tahun 2014 sebesar 511,9%

artinya ada peningkatan sebesar 46,7% dari tahun 2013.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan pada umumnya current ratioPT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin dapat dikatakan sangat likuid meskipun terdapat penurunan pada tahun 2013.

(15)

b. Quick Ratio

Quick ratio adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar sesudah dikurangi dengan persediaan dengan hutang lancar.

Hasil perhitungan menunjukkan nilai quick ratio pada PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin menunjukkan hasil yang berfluktuasi dari tahun 2013 sampai 2014.

Quick ratio pada tahun 2012 sebesar 69.9% sedangkan tahun 2013hasil dari quick ratio ada peningkatan sebesar 256,5% dari 326.4%.Pada tahun 2014 quick ratio sebesar 344.9% ada kenaikan sebesar 88.4% dari tahun 2013.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin dalam membayar hutang jangka pendeknya dengan asset lancar tanpa melibatkan persediaanyang dimilikinya sangat likuid meskipun current rasionya fluktuasi di tahun 2012 terjadi kenaikan yang cukup besar, tetapi di tahun 2013 terjadi penurunan, kemudian di tahun 2014 terjadi kenaikan lagi.

c. Cash Ratio

Cash ratio adalah rasio yang membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas dengan hutang lancar.

Hasil perhitungan menunjukkan nilai Cash ratio pada PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin hasil yang berfluktuasi dari tahun 2012 sampai 2014. Cash ratio pada tahun 2012 yaitu 294,11%. Sedangkan tahun

(16)

2013terjadi penuruan sebesar 70% dari 224,11%, dan pada tahun 2014 meningkat dari 2013 menjadi sebesar meningkat 19,97% dari 244,08%.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasindalam membayar hutang jangka pendeknya dengan kas dan setara kas yang dimilikinya mengalami fluktuasi dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014.

2. Analisis Solvabilitas

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin dalam membayar hutang jangka pendeknya dengan kas dan setara kas yang dimilikinya mengalami fluktuasi dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014.

Rasio solvabilitas merupakan rasio yang mengukur kemampuan PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin untuk membayar semua kewajibannya baik kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang. Ada 2 (dua) rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat solvabilitas yakni total debt to total assets ratio dan debt to equity ratio.

a. Total Debt to Total Assets Ratio

Total debt to total assets ratio adalah rasio yang membandingkan antara total hutang dengan total aktiva yang dimiliki oleh PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin. Hasil perhitungan menunjukkan nilai total debt to total assets ratiopada PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin menunjukkan hasil yang berfluktuasi dari tahun 2012 sampai 2014. Total debt to total assets ratio pada tahun 2012 yaitu

(17)

sedangkan tahun 2013 yaitu , atau meningkat sebesar 4,1% dan pada tahun 2014 yaitu . atau menurun 20,7% dari tahun 2013.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa rasio solvabilitas perusahaan terjadi penurunan kinerja perusahaan dari tahun 2012 sebesar 17,2% dan tahun 2014 sebesar 1,94%

b. Debt to Equity Ratio

Debt to equity ratio adalah rasio yang membandingkan antara total hutang dengan modal sendiri yang dimiliki oleh PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin. Hasil perhitungan menunjukkan nilaidebt to equity ratio pada PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasinn menunjukkan hasil yang berfluktuasi dari tahun 2012 sampai 2012.

Debt to equity ratio pada tahun 2012 yaitu sedangkan tahun 2013 yaitu , atau meningkat sebesar 21% dan pada tahun 2014 yaitu 55,4% atau meningkat 12% dari tahun 2014. Ini berarti setiap Rp1,00 hutang perusahaan dijamin dengan modal sendiri senilai Rp11,74 pada tahun 2012, Rp12,14 pada tahun 2013 dan Rp6,25 pada tahun 2014.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah modal PT Artha Mulia Maju Jaya Banjarmasin yang dibandingkan dengan hutang mengalami fluktuasi dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tabel 5, hasil uji beda proporsi kadar timbal (Pb) dalam darah dengan nilai Ilmu Pengetahuan Alam diketahui bahwa proporsi responden dengan nilai

Anak membutuhkan stimulus dalam meningkatkan kemampuan motorik halus seperti melakukan senam otak, yang bertujuan memfasilitasi bagian otak kanan dan otak kiri agar dapat

Teradu I s.d Teradu IV mengatakan bahwa tidak melakukan pembukaan kotak suara dan melakukan penghitungan surat suara ulang di Kantor KPU Kabupaten Manokwari karena berdasarkan

berarti gulma tebu keprasan di lahan sistem reynoso dan lahan tegalan tidak terdapat spesies gulma yang mendominasi spesies lainnya dan struktur komunitas dalam

Hasil perhitungan lebih besar daripada tabel, maka Ho ditolak yang berarti faktor belajar berpengaruh positif bagi konsumen dalam pengambilan putusan memilih bermain bilyar pada

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka pengangguran terbuka (angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan) yang proporsinya relatif rendah dan sudah semakin

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kinerja karyawan terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan pada perawatan rambut berkutu (headlice) di Nuraya

Ketika gelombang ledakan bom fisi digerakan melalui campuran inti deuterium dan tritium, mereka akan bergabung menjadi satu untuk menghasilkan energi yang jauh