Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
P U T U S A N
Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Pangkalpinang yang mengadili perkara pidana khusus dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:
1. Nama lengkap : Arjunaidi alias Junai bin M. Effendi; 2. Tempat lahir : Pangkalpinang;
3. Umur/tanggal lahir : 40 Tahun / 25 Juni 1980; 4. Jenis kelamin : Laki-laki;
5. Kebangsaan : Indonesia;
6. Tempat tinggal : Jalan Kerisi RT.04/02 Kelurahan Lontong Pancur Kecamatan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang/ rumah kontrakan Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang;
7. Agama : Islam;
8. Pekerjaan : Buruh Harian;
Terdakwa ditangkap pada tanggal 19 Januari 2021 berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP. Kap/04/I/2021/Narkoba;
Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:
1. Penyidik, sejak tanggal 20 Januari 2021 sampai dengan tanggal 08 Februari 2021;
2. Perpanjangan Penuntut Umum, sejak tanggal 09 Februari 2021 sampai dengan tanggal 20 Maret 2021;
3. Penyidik Perpanjangan Penahanan Pertama Oleh Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang, sejak tanggal 21 Maret 2021 sampai dengan tanggal 19 April 2021;
4. Penuntut Umum, sejak tanggal 08 April 2021 sampai dengan tanggal 27 April 2021;
5. Majelis Hakim Pegadilan Negeri Pangkalpinang, sejak tanggal 23 April 2021 sampai dengan tanggal 22 Mei 2021;
6. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang, sejak tanggal 23 Mei 2021 sampai dengan tanggal 21 Juli 2021;
Terdakwa dalam menghadapi persidangan pemeriksaan perkaranya didampingi oleh Tukijan Keling, S.H., Apri, S.H., Fenti, S.H., Beri Saputra, S.H., Ishar, S.H., Penasihat Hukum dari Kantor Perkumpulan Lembaga Bantuan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
Hukum Al-Hakim Bangka Belitung (LBH AL HAKIM Babel) yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Dalam Nomor 135 A RT.03 RW.02 Kelurahan Batin Tikal Kecamatan Taman Sari Kota Pangkalpinang berdasarkan Penetapan Penunjukan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp tanggal 27 April 2021;
Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp tanggal 23 April 2021 tentang penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp tanggal 23 April 2021 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi dan Terdakwa serta memperhatikan Barang Bukti yang diajukan di persidangan;
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut :
1. Menyatakan Terdakwa ARJUNAIDI Als JUNAI Bin M. EFFENDI, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "NARKOTIKA" menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam juai beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I" sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang R.I Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika pada dakwaan Kesatu kami;
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa ARJUNAIDI Als JUNAI Bin M. EFFENDI denganpidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dengan dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah membayar denda sebesar Rp1.000.000.000,00 (satu miiyar rupiah) subsidair selama 6 (enam) pidana penjara;
3. Menyatakan barang bukti berupa:
> 2 (dua) Bungkus plastik strip bening yang di dalamnya berisikan Kristal warna putih Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis sabu dengan berat netto seluruhnya 0,1536 gram setelah dilakukan pengujian sisa berat netto 0,1149 gram;
> 1 (satu) buah plastik strip bening kosong ukuran besar;
> 1 (satu) buah plastik strip bening kosong ukuran kecil;
> 1 (satu) buah plastik kresek warna putih;
> 1 (satu) buah sobekan lakban warna coklat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
> 1 (satu) buah Handphone merek Samsung warna biru; Dirampas untuk dimusnahkan;
4. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).
Setelah mendengar permohonan Terdakwa yang pada pokoknya menyatakan tidak akan mengajukan pembelaan tetapi mengajukan permohonan secara lisan yang pada pokoknya memohon keringanan hukuman dengan alasan Terdakwa mengaku bersalah, menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya;
Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap permohonan Terdakwa tersebut yang pada pokoknya menyatakan tetap pada tuntutannya;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut :
Kesatu:
Bahwa Terdakwa ARJUNAIDI Als JUNAI Bin M EFFENDI pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekitar pukul 12.00 WIB di rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang atau setidak-tidaknya bertempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pangkalpinang yang berwenang memeriksa dan mengadili, yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Perbuatan tersebut Terdakwa lakukan dengan cara sebagai berikut: - Berawal hari senin tanggal 11 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 WIB Terdakwa dengan menggunakan handpone selular menghubungi saksi Ruriyanto Als Aming (berkas terpisah) dan Terdakwa berkata,’’ada tidak sabu’’ lalu dijawab saksi Ruriyanto Als Aming,’’ada sabunya kamu tunggu dulu dirumah jangan kemana-mana tunggu kabar dari saya’’ dan setelah 30 menit berlalu saksi Ruriyanto Als Aming ada menghubungi Terdakwa dengan menggunakan handpone selular dan saksi Ruriyanto Als Aming berkata,’’ kamu tunggu didepan gang rumah, kita ketemuan disana’’ lalu dijawab Terdakwa,’’oke’’ kemudian Terdakwa pergi ke depan gang rumah Terdakwa dan kemudian saksi Ruriyanto Als Aming menghampiri Terdakwa dengan berkata,’’mana uangnya’’ lalu Terdakwa memberikan uang sebesar Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah) untuk 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada saksi Ruriyanto Als Aming kemudian saksi Ruriyanto Als Aming dengan menggunakan 1 (satu) unit sepeda motor SPM Yamaha Vixion warna
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
merah putih BN 5637 TE pergi meninggalkan Terdakwa yang masih berada didepan gang rumah Terdakwa dan kemudian dengan menggunakan handpone selular saksi Ruriyanto Als Aming ada menghubungi Terdakwa kembali dan berkata:’’Kamu angkat telpon saya dan jangan kamu matikan’’, dan saksi Ruriyanto Als Aming berkata lagi kepada Terdakwa dengan berkata: ‘’ikut saya dari belakang’’, kemudian Terdakwa mengikuti saksi Ruriyanto Als Aming dari arah belakang hingga didaerah lontong pancur pangkalpinang dan saksi Ruriyanto Als Aming berkata,’’itu kamu lihat disebelah kiri ada gardu listrik dan didepan sana ada tissue warna putih dan kamu ambil tissue tersebut yang didalamnya ada narkotika jenis sabu’’ dan kemudian saksi Ruriyanto Als Aming mematikan handpone seluler dan Terdakwa langsung menuju kearah tissue yang ada di gardu listrik dijalan lontong pancur pangkalpinang kemudian setelah tissue yang berisikan 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu ada pada diri Terdakwa langsung pulang ke rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang dan 1(satu) paket Narkotika jenis sabu oleh Terdakwa disimpan didalam sepatu didepan rumah kontrakan tersebut lalu sekitar pukul 23.00 WIB Terdakwa mengambil 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu yang Terdakwa simpan didalam sepatu dan kemudian Terdakwa pisahkan 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu menjadi 9 (sembilan) paket Narkotika jenis sabu dan Terdakwa simpan didalam tanaman dirumah kontrakan Terdakwa.
- Bahwa pada hari sabtu tanggal 16 Januari 2021 dengan pukul yang sudah tidak diingat lagi oleh Terdakwa ada menjual 3 (tiga) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. ARI (DPO) dengan harga Rp.300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) dirumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang dan pada hari minggu tanggal 17 Januari 2021 sekitar pukul yang sudah tidak diingat lagi oleh Terdakwa ada menjual 2 (dua) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. RUDI (DPO) dengan harga Rp.200.000,- (dua ratus ribu rupiah) dirumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang lalu pada hari senin tanggal 18 Januari 2021 pada pukul yang sudah tidak diingat lagi oleh Terdakwa ada menjual 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. DELTA (DPO) dengan harga Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) dijalan raya ketapang kota pangkalpinang dan pada hari selasa tanggal 19 Januari 2021 sekitar pukul 10.00 WIB
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
Terdakwa ada menjual 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. ENDEK (DPO) dengan harga Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) didepan gang rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang dan kemudian sekitar pukul 12.00 WIB Terdakwa sedang duduk didepan rumah kontrakan Terdakwa dengan 2(dua) paket Narkotika jenis sabu yang berada ditangan kiri Terdakwa tiba-tiba ada saksi Andityas Pramana dan saksi Tomi Indra Lesmana bersama dengan Anggota Sat Res Narkotika lainnya dari Polres Pangkalpinang menuju kearah rumah kontrakan Terdakwa dan kemudian Terdakwa melarikan diri tetapi Terdakwa berhasil ditangkap oleh saksi Andityas Pramana dan saksi Tomi Indra Lesmana bersama dengan Anggota Sat Res Narkotika lainnya dari Polres Pangkalpinang dan langsung dilakukan penggeledahan badan dan/ tempat tertutup lainnya pada Terdakwa dan juga disaksikan oleh saksi Abdullah selaku ketua RT setempat dan ditemukan 2 (dua) paket Narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,4 gram berada didalam genggaman tangan kiri Terdakwa dan kemudian Terdakwa bersama dengan barang bukti tersebut dibawa oleh Anggota Kepolisian Sat Res Narkotika Polres Kota Pangkalpinang untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.
- Bahwa Terdakwa tidak mempunyai ijin dari pihak berwenang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I.
- Bahwa berdasarkan Hasil Pemeriksaan Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia No.56 CB/II/2021/PUSAT LAB NARKOTIKA tanggal 05 Februari 2021 yang ditandatangani oleh 1. CAROLINA TONGGO M.T,S.Si dan 2. ANDRE HENDRAWAN, S.Farm yang diketahui oleh Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN Ir. Wahyu Widodo disimpulkan bahwa barang bukti berupa :
➢ 2 (dua) bungkus plastik bening berisikan Kristal warna putih milik Terdakwa ARJUNAIDI Als JUNAI Bin M EFFENDI dengan berat netto seluruhnya 0,1536 gram setelah dilakukan pengujian sisa berat netto 0,1149 gram pada table No.01 milik Terdakwa ARJUNAIDI Als JUNAI Bin M EFFENDI Positif mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
Atau Kedua:
Bahwa Terdakwa ARJUNAIDI Als JUNAI Bin M EFFENDI pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekitar pukul 12.00 WIB di rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang atau setidak-tidaknya bertempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pangkalpinang yang berwenang memeriksa dan mengadili, yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I. Perbuatan tersebut Terdakwa lakukan dengan cara sebagai berikut: - Berawal hari senin tanggal 11 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 WIB Terdakwa dengan menggunakan handpone selular menghubungi saksi Ruriyanto Als Aming (berkas terpisah) dan Terdakwa berkata,’’ada tidak sabu’’ lalu dijawab saksi Ruriyanto Als Aming: ’’Ada sabunya kamu tunggu dulu di rumah jangan kemana-mana tunggu kabar dari saya’’ ,dan setelah 30 menit berlalu saksi Ruriyanto Als Aming ada menghubungi Terdakwa dengan menggunakan handpone selular dan saksi Ruriyanto Als Aming berkata,’’ Kamu tunggu di depan gang rumah, kita ketemuan disana’’ lalu dijawab Terdakwa: ’’Oke’’ kemudian Terdakwa pergi ke depan gang rumah Terdakwa dan kemudian saksi Ruriyanto Als Aming menghampiri Terdakwa dengan berkata: ’’mana uangnya’’, lalu Terdakwa memberikan uang sebesar Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah) untuk 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada saksi Ruriyanto Als Aming kemudian saksi Ruriyanto Als Aming dengan menggunakan 1 (satu) unit sepeda motor SPM Yamaha Vixion warna merah putih BN 5637 TE pergi meninggalkan Terdakwa yang masih berada didepan gang rumah Terdakwa dan kemudian dengan menggunakan handpone selular saksi Ruriyanto Als Aming ada menghubungi Terdakwa kembali dan berkata,’’kamu angkat telpon saya dan jangan kamu matikan’’ dan saksi Ruriyanto Als Aming berkata lagi kepada Terdakwa dengan berkata‘’ikut saya dari belakang’’ kemudian Terdakwa mengikuti saksi Ruriyanto Als Aming dari arah belakang hingga didaerah lontong pancur pangkalpinang dan saksi Ruriyanto Als Aming berkata,’’itu kamu lihat disebelah kiri ada gardu listrik dan didepan sana ada tissue warna putih dan kamu ambil tissue tersebut yang didalamnya ada narkotika jenis sabu’’ dan kemudian saksi Ruriyanto Als Aming mematikan handpone seluler dan Terdakwa langsung menuju kearah tissue yang ada di gardu listrik dijalan lontong pancur pangkalpinang kemudian setelah tissue yang berisikan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
1(satu) paket Narkotika jenis sabu ada pada diri Terdakwa langsung pulang ke rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang dan 1(satu) paket Narkotika jenis sabu oleh Terdakwa disimpan didalam sepatu didepan rumah kontrakan tersebut lalu sekitar pukul 23.00 WIB Terdakwa mengambil 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu yang Terdakwa simpan didalam sepatu dan kemudian Terdakwa pisahkan 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu menjadi 9 (sembilan) paket Narkotika jenis sabu dan Terdakwa simpan didalam tanaman dirumah kontrakan Terdakwa. - Bahwa pada hari sabtu tanggal 16 Januari 2021 dengan pukul yang sudah
tidak diingat lagi oleh Terdakwa ada menjual 3 (tiga) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. ARI (DPO) dengan harga Rp.300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) dirumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang dan pada hari minggu tanggal 17 Januari 2021 sekitar pukul yang sudah tidak diingat lagi oleh Terdakwa ada menjual 2 (dua) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. RUDI (DPO) dengan harga Rp.200.000,- (dua ratus ribu rupiah) dirumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang lalu pada hari senin tanggal 18 Januari 2021 pada pukul yang sudah tidak diingat lagi oleh Terdakwa ada menjual 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. DELTA (DPO) dengan harga Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) dijalan raya ketapang kota pangkalpinang dan pada hari selasa tanggal 19 Januari 2021 sekitar pukul 10.00 WIB Terdakwa ada menjual 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. ENDEK (DPO) dengan harga Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) didepan gang rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang dan kemudian sekitar pukul 12.00 WIB Terdakwa sedang duduk didepan rumah kontrakan Terdakwa dengan 2(dua) paket Narkotika jenis sabu yang berada ditangan kiri Terdakwa tiba-tiba ada saksi Andityas Pramana dan saksi Tomi Indra Lesmana bersama dengan Anggota Sat Res Narkotika lainnya dari Polres Pangkalpinang menuju kearah rumah kontrakan Terdakwa dan kemudian Terdakwa melarikan diri tetapi Terdakwa berhasil ditangkap oleh saksi Andityas Pramana dan saksi Tomi Indra Lesmana bersama dengan Anggota Sat Res Narkotika lainnya dari Polres Pangkalpinang dan langsung dilakukan penggeledahan badan dan/ tempat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
tertutup lainnya pada Terdakwa dan juga disaksikan oleh saksi Abdullah selaku ketua RT setempat dan ditemukan 2 (dua) paket Narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,4 gram berada didalam genggaman tangan kiri Terdakwa dan kemudian Terdakwa bersama dengan barang bukti tersebut dibawa oleh Anggota Kepolisian Sat Res Narkotika Polres Kota Pangkalpinang untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.
- Bahwa Terdakwa tidak mempunyai ijin dari pihak berwenang memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I.
- Bahwa berdasarkan Hasil Pemeriksaan Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia No.56 CB/II/2021/PUSAT LAB NARKOTIKA tanggal 05 Februari 2021 yang ditandatangani oleh 1. CAROLINA TONGGO M.T,S.Si dan 2. ANDRE HENDRAWAN, S.Farm yang diketahui oleh Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN Ir. Wahyu Widodo disimpulkan bahwa barang bukti berupa:
- 2 (dua) bungkus plastik bening berisikan Kristal warna putih milik Terdakwa ARJUNAIDI Als JUNAI Bin M EFFENDI dengan berat netto seluruhnya 0,1536 gram setelah dilakukan pengujian sisa berat netto 0,1149 gram pada table No.01 milik Terdakwa Arjunaidi Als. Junai bin M. Effendi Positif mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa menyatakan mengerti dan tidak mengajukan keberatan (eksepsi);
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan saksi-saksi sebagai berikut :
1. Saksi Andityas Pramana Saputra bin Sarjuni, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi pernah diperiksa Penyidik dan Saksi membenarkan semua keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan tersebut;
- Bahwa Saksi melakukan penangkapan terhadap Terdakwa pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 12.00 WIB di rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi Rt 005 Rw 002 Kel. Selindung baru Kec. Gabek Kota Pangkalpinang. Kemudian Saksi lakukan pengembangan dan sekira pukul 17.00 WIB di Jalan Stadion
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
Depati Amir Rt 06 Rw 03 Kel Salemba Kec Gabek Kota Pangkalpinang, Saksi melakukan penangkapan terhadap Saksi Ruriyanto alias Amin; - Bahwa adapun kronologis penangkapan terhadap Terdakwa berawal pada
hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 11.00 WIB Saksi anggota Sat. Narkoba Polres Pangkalpinang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sebuah rumah kontrakan yang berada di daerah Jalan Rustam Efendi Rt.005 Rw.002 Kelurahan Selindung Baru, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang ada orang yang dicurigai sering melakukan transaksi Narkotika, kemudian Saksi bersama dengan Saksi Tomi Indra Lesmana serta rekan kerja Iainnya mendapat perintah dari kasat Narkoba untuk menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut. Kemudian sekitar pukul 11.30 WIB Saksi bersama rekan kerja lainnya menuju rumah kontrakan yang sudah dijelaskan oleh masyarakat tersebut, pada saat Saksi bersama dengan rekan kerja lainnya sampai di rumah kontrakan sekira pukul 12.00 WIB Saksi melakukan penggerebekan, Terdakwa sedang duduk di depan rumah kontrakannya, melihat Saksi datang Terdakwa melarikan diri ke arah samping rumah kontrakan Terdakwa tetapi Terdakwa berhasil Saksi amankan. Kemudian Saksi lakukan penggeledahan terhadap diri Terdakwa dan rumah kontrakan Terdakwa dan ditemukan 2 (dua) paket narkotika jenis sabu terbungkus dengan plastik kresek warna putih, yang ada pada genggaman tangan kiri Terdakwa;
- Bahwa dari penggeledahan terhadap badan Terdakwa dan rumah kontrakan Terdakwa ditemukan barang bukti yang seluruhnya diakui Terdakwa sebagai miliknya yaitu berupa:
• 2 (dua) paket/bungkus plastik bening yang didalamnya berisikan kristal warna putih narkotika golongan 1 dalam bentuk butan tanaman jenis sabu
• 1 (satu) bungkus plastik strip bening kosong ukuran besar • 1 (satu) bungkus plastik strip bening ukuran kecil
• 1 (satu) buah sobekan lakban warna coklat
• 1 buah plastik kresek warna putih, 1 buah handphone merek Samsung warna biru;
- Bahwa barang bukti berupa 2 (dua) paket/bungkus plastik bening berisikan kristal warna putih narkotika jenis sabu terbungkus dengan plastik kresek putih ada di genggaman tangan kiri Terdakwa, sedangkan 1 (satu) bungkus plastik strip bening kosong ukuran besar, 1 (satu) bungkus plastik
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
strip bening ukuran kecil, 1 (satu) buah sobekan lakban warna coklat, 1 buah plastik kresek warna putih, 1 buah handphone merek Samsung warna biru ditemukan di dalam rumah kontrakan Terdakwa;
- Bahwa pada saat diinterogasi Terdakwa mengakui bahwa Terdakwa mendapatkan 2 (dua) paket/bungkus plastik narkotika jenis sabu tersebut dari Saksi Ruriyanto alias Aming dengan cara membelinya;
- Bahwa pada saat memeriksa handphone Terdakwa tersebut Saksi menemukan adanya komunikasi Terdakwa dengan Saksi Ruriyanto alias Aming berkaitan dengan pemesanan narkotika jenis sabu, lalu sekira pukul 13.00 WIB Saksi melakukan pengembangan dengan cara meminta Terdakwa untuk menghubungi kembali Saksi Ruriyanto alias Aming untuk memesan narkotika jenis sabu seharga Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) dan Saksi Ruriyanto alias Aming bersedia, lalu Terdakwa dan Saksi Ruriyanto alias Aming janjian bertemu di Jalan Stadion Depati Amir Rt 06 Rw 03 Kel Salemba Kec Gabek Kota Pangkalpinang, sekira pukul 17.00 WIB Saksi Ruriyanto alias Aming datang, dan langsung Saksi amankan, selanjutnya Saksi langsung menanyakan kepada Saksi Ruriyanto alias Aming mana barangnya, dan Saksi Ruriyanto mengatakan bahwa ia tidak membawa narkotika jenis sabu pesanan Saksi karena uangnya belum diserahkan kepada Saksi Ruriyanto alias Aming;
- Bahwa pada saat Saksi melakukan penggeledahan terhadap badan dan pakaian Saksi Ruriyanto alias Aming tidak ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu, selanjutnya Saksi dan rekan Iainnya melakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan ke rumah Saksi Ruriyanto alias Aming yang beralamatkan di Jl. Belanak Rt 004 Rw 002 Kel Air Salemba Kec Gabek Kota Pangkalpinang, lalu menelpon RT setempat guna dimintai menyaksikan penggeledahan, setelah ketua Rt setempat sampai di tempat barulah dilakukan penggeledahan dan ditemukan 1 (satu) set alat hisap sabu (bong) dalam kamar mandi rumah Saksi Ruriyanto alias Aming, dan Saksi Ruriyanto alias Aming mengakui bahwa 1 (satu) set alat hisap sabu (bong) tersebut miliknya, selanjutnya disita juga 1 (satu) unit sepeda motor yang digunakan Saksi Ruriyanto alias Aming;
- Bahwa Terdakwa membeli 2 (dua) paket/bungkus plastik narkotika jenis sabu tersebut seharga Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) dari Saksi Ruriyanto alias Aming pada hari Senin tanggal 11 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 WIB;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
- Bahwa cara Terdakwa membeli 2 (dua) paket/bungkus plastik narkotika jenis sabu tersebut dari Saksi Ruriyanto alias Aming yaitu pada hari senin tanggal 11 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 WIB Terdakwa dengan menggunakan handphone selular menghubungi saksi Ruriyanto Als Aming untuk memesan narkotika jenis sabu seharga Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), kemudian Terdakwa dan Saksi Ruriyanto alias Aming bertemu di depan gang rumah Terdakwa dan Terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) kepada Saksi Ruriyanto alias Aming, kemudian melalui handphone saksi Ruriyanto Als Aming mengarahkan Terdakwa ke daerah Lontong Pancur Pangkalpinang untuk Terdakwa mengambil narkotika jenis sabu pesanan Terdakwa di dekat gardu listrik terbungkus tissue warna putih, kemudian setelah tissue yang berisikan 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu ada pada diri Terdakwa, Terdakwa langsung pulang ke rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang. Selanjutnya 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu yang Terdakwa beli dari Saksi Ruriyanto alias Aming tersebut oleh Terdakwa disimpan di dalam sepatu di depan rumah kontrakan Terdakwa, lalu sekitar pukul 23.00 WIB Terdakwa mengambil 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu yang Terdakwa simpan di dalam sepatu dan kemudian 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu tersebut dipisah-pisahkan Terdakwa menjadi 9 (sembilan) paket Narkotika jenis sabu dan Terdakwa simpan di dalam tanaman di rumah kontrakan Terdakwa;
- Bahwa maksud dan tujuan Terdakwa membeli narkotika jenis sabu dari Saksi Ruriyanto alias Aming dan memisah-misahkannya adalah untuk dijual kembali kepada orang lain dan sebagaian untuk Terdakwa gunakan sendiri;
- Bahwa narkotika jenis shabu yang Terdakwa beli dari Saksi Ruriyanto alias Aming, sudah ada yang Terdakwa jual kepada orang lain sebanyak 7 (tujuh) paket, dan tersisa 2 (dua) paket sebagaimana yang ditemukan sebagai barang bukti saat penangkapan dan penggeledahan diri Terdakwa;
- Bahwa Terdakwa menjual narkotika jenis sabu pada hari Sabtu tanggal 16 Januari 2021 Terdakwa menjual 3 (tiga) paket Narkotika jenis sabu kepada sdr. ARI dengan harga Rp300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) di rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
Pangkalpinang, kemudian pada hari Minggu tanggal 17 Januari 2021 Terdakwa menjual 2 (dua) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. Rudi dengan harga Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) di rumah kontrakan Terdakwa, lalu pada hari Senin tanggal 18 Januari 2021 Terdakwa menjual 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. Delta dengan harga Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) di Jalan Raya Ketapang Kota Pangkalpinang, pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekitar pukul 10.00 WIB Terdakwa menjual 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. Endek dengan harga Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) di depan gang rumah kontrakan Terdakwa;
- Bahwa Terdakwa menjual Sabu terakhir kalinya 2 (dua) jam sebelum Terdakwa ditangkap yaitu pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekitar pukul 10.00 WIB, Terdakwa menjual 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. Endek seharga Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) di depan gang rumah kontrakan Terdakwa;
- Bahwa Terdakwa menjual narkotika jenis sabu dengan cara yaitu: Terdakwa dan pembeli berkomunikasi melalui handphone, lalu janjian bertemu langsung dengan para pembeli untuk menyerahkan narkotika jenis sabu dan menerima uangnya;
- Bahwa Saksi Ruriyanto alias Aming mendapatkan narkotika jenis sabu yang diserahkannya kepada Terdakwa tersebut dari seseorang yang bernama “PAK”;
- Bahwa Narkotika jenis sabu yang ditemukan ada pada Terdakwa saat penangkapan dan penggeledahan Terdakwa hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 12.00 WIB adalah narkotika jenis sabu yang dibeli Terdakwa dari Saksi Ruriyanto, lalu Saksi Ruriyanto alias Aming mengambil narkotika jenis sabu dari sdr. Pak, uangnya Terdakwa berikan langsung kepada Saksi Ruriyanto, dan Saksi Ruriyanto mentransfer uangnya ke sdr. Pak, setelah dibayarkan baru sdr. Pak memberikan narkotika jenis sabu ke Saksi Ruriyanto, lalu Saksi Ruriyanto menyerahkannya kepada Terdakwa;
- Bahwa keuntungan yang didapatkan oleh Terdakwa dan Saksi Ruriyanto alias Aming dengan dari transaksi narkotika tersebut sejumlah uang dan narkotika jenis sabu untuk digunakan bagi diri sendiri;
- Bahwa 1 (satu) unit handphone merek Samsung warna biru disita dari Terdakwa karena sebagai alat komunikasi yang digunakan Terdakwa dalam melakukan transaksi narkotika jenis dengan Saksi Ruriyanto dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
pembeli narkotika jenis sabu lainnya, di dalam handphone tersebut ada bukti bukti chat transaksi antara Terdakwa dengan Saksi Ruriyanto alias Aming;
- Bahwa Terdakwa tidak memiliki izin dari Instansi yang berwenang untuk memiliki, menguasai, membeli, menjual ataupun menggunakan Narkotika jenis sabu;
Terhadap keterangan saksi tersebut, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;
2. Saksi Tomi Indra Lesmana bin Makmun, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi pernah diperiksa Penyidik dan Saksi membenarkan semua keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan tersebut;
- Bahwa Saksi melakukan penangkapan terhadap Terdakwa pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 12.00 WIB di rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi Rt 005 Rw 002 Kel. Selindung baru Kec. Gabek Kota Pangkalpinang. Kemudian Saksi lakukan pengembangan dan sekira pukul 17.00 WIB di Jalan Stadion Depati Amir Rt 06 Rw 03 Kel Salemba Kec Gabek Kota Pangkalpinang, Saksi melakukan penangkapan terhadap Saksi Ruriyanto alias Amin; - Bahwa adapun kronologis penangkapan terhadap Terdakwa berawal pada
hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 11.00 WIB Saksi anggota Sat. Narkoba Polres Pangkalpinang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sebuah rumah kontrakan yang berada di daerah Jalan Rustam Efendi Rt.005 Rw.002 Kelurahan Selindung Baru, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang ada orang yang dicurigai sering melakukan transaksi Narkotika, kemudian Saksi bersama dengan Saksi Tomi Indra Lesmana serta rekan kerja Iainnya mendapat perintah dari kasat Narkoba untuk menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut. Kemudian sekitar pukul 11.30 WIB Saksi bersama rekan kerja lainnya menuju rumah kontrakan yang sudah dijelaskan oleh masyarakat tersebut, pada saat Saksi bersama dengan rekan kerja lainnya sampai di rumah kontrakan sekira pukul 12.00 WIB Saksi melakukan penggerebekan, Terdakwa sedang duduk di depan rumah kontrakannya, melihat Saksi datang Terdakwa melarikan diri ke arah samping rumah kontrakan Terdakwa tetapi Terdakwa berhasil Saksi amankan. Kemudian Saksi lakukan penggeledahan terhadap diri Terdakwa dan rumah kontrakan Terdakwa dan ditemukan 2 (dua) paket narkotika jenis sabu terbungkus
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
dengan plastik kresek warna putih, yang ada pada genggaman tangan kiri Terdakwa;
- Bahwa dari penggeledahan terhadap badan Terdakwa dan rumah kontrakan Terdakwa ditemukan barang bukti yang seluruhnya diakui Terdakwa sebagai miliknya yaitu berupa:
• 2 (dua) paket/bungkus plastik bening yang didalamnya berisikan kristal warna putih narkotika golongan 1 dalam bentuk butan tanaman jenis sabu
• 1 (satu) bungkus plastik strip bening kosong ukuran besar • 1 (satu) bungkus plastik strip bening ukuran kecil
• 1 (satu) buah sobekan lakban warna coklat
• 1 buah plastik kresek warna putih, 1 buah handphone merek Samsung warna biru;
- Bahwa barang bukti berupa 2 (dua) paket/bungkus plastik bening berisikan kristal warna putih narkotika jenis sabu terbungkus dengan plastik kresek putih ada di genggaman tangan kiri Terdakwa, sedangkan 1 (satu) bungkus plastik strip bening kosong ukuran besar, 1 (satu) bungkus plastik strip bening ukuran kecil, 1 (satu) buah sobekan lakban warna coklat, 1 buah plastik kresek warna putih, 1 buah handphone merek Samsung warna biru ditemukan di dalam rumah kontrakan Terdakwa;
- Bahwa pada saat diinterogasi Terdakwa mengakui bahwa Terdakwa mendapatkan 2 (dua) paket/bungkus plastik narkotika jenis sabu tersebut dari Saksi Ruriyanto alias Aming dengan cara membelinya;
- Bahwa pada saat memeriksa handphone Terdakwa tersebut Saksi menemukan adanya komunikasi Terdakwa dengan Saksi Ruriyanto alias Aming berkaitan dengan pemesanan narkotika jenis sabu, lalu sekira pukul 13.00 WIB Saksi melakukan pengembangan dengan cara meminta Terdakwa untuk menghubungi kembali Saksi Ruriyanto alias Aming untuk memesan narkotika jenis sabu seharga Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) dan Saksi Ruriyanto alias Aming bersedia, lalu Terdakwa dan Saksi Ruriyanto alias Aming janjian bertemu di Jalan Stadion Depati Amir Rt 06 Rw 03 Kel Salemba Kec Gabek Kota Pangkalpinang, sekira pukul 17.00 WIB Saksi Ruriyanto alias Aming datang, dan langsung Saksi amankan, selanjutnya Saksi langsung menanyakan kepada Saksi Ruriyanto alias Aming mana barangnya, dan Saksi Ruriyanto mengatakan bahwa ia tidak membawa narkotika jenis sabu pesanan Saksi karena uangnya belum diserahkan kepada Saksi Ruriyanto alias Aming;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
- Bahwa pada saat Saksi melakukan penggeledahan terhadap badan dan pakaian Saksi Ruriyanto alias Aming tidak ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu, selanjutnya Saksi dan rekan Iainnya melakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan ke rumah Saksi Ruriyanto alias Aming yang beralamatkan di Jl. Belanak Rt 004 Rw 002 Kel Air Salemba Kec Gabek Kota Pangkalpinang, lalu menelpon RT setempat guna dimintai menyaksikan penggeledahan, setelah ketua Rt setempat sampai di tempat barulah dilakukan penggeledahan dan ditemukan 1 (satu) set alat hisap sabu (bong) dalam kamar mandi rumah Saksi Ruriyanto alias Aming, dan Saksi Ruriyanto alias Aming mengakui bahwa 1 (satu) set alat hisap sabu (bong) tersebut miliknya, selanjutnya disita juga 1 (satu) unit sepeda motor yang digunakan Saksi Ruriyanto alias Aming;
- Bahwa Terdakwa membeli 2 (dua) paket/bungkus plastik narkotika jenis sabu tersebut seharga Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) dari Saksi Ruriyanto alias Aming pada hari Senin tanggal 11 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 WIB;
- Bahwa cara Terdakwa membeli 2 (dua) paket/bungkus plastik narkotika jenis sabu tersebut dari Saksi Ruriyanto alias Aming yaitu pada hari senin tanggal 11 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 WIB Terdakwa dengan menggunakan handphone selular menghubungi saksi Ruriyanto Als Aming untuk memesan narkotika jenis sabu seharga Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), kemudian Terdakwa dan Saksi Ruriyanto alias Aming bertemu di depan gang rumah Terdakwa dan Terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) kepada Saksi Ruriyanto alias Aming, kemudian melalui handphone saksi Ruriyanto Als Aming mengarahkan Terdakwa ke daerah Lontong Pancur Pangkalpinang untuk Terdakwa mengambil narkotika jenis sabu pesanan Terdakwa di dekat gardu listrik terbungkus tissue warna putih, kemudian setelah tissue yang berisikan 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu ada pada diri Terdakwa, Terdakwa langsung pulang ke rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang. Selanjutnya 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu yang Terdakwa beli dari Saksi Ruriyanto alias Aming tersebut oleh Terdakwa disimpan di dalam sepatu di depan rumah kontrakan Terdakwa, lalu sekitar pukul 23.00 WIB Terdakwa mengambil 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu yang Terdakwa simpan di dalam sepatu
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
dan kemudian 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu tersebut dipisah-pisahkan Terdakwa menjadi 9 (sembilan) paket Narkotika jenis sabu dan Terdakwa simpan di dalam tanaman di rumah kontrakan Terdakwa;
- Bahwa maksud dan tujuan Terdakwa membeli narkotika jenis sabu dari Saksi Ruriyanto alias Aming dan memisah-misahkannya adalah untuk dijual kembali kepada orang lain dan sebagaian untuk Terdakwa gunakan sendiri;
- Bahwa narkotika jenis shabu yang Terdakwa beli dari Saksi Ruriyanto alias Aming, sudah ada yang Terdakwa jual kepada orang lain sebanyak 7 (tujuh) paket, dan tersisa 2 (dua) paket sebagaimana yang ditemukan sebagai barang bukti saat penangkapan dan penggeledahan diri Terdakwa;
- Bahwa Terdakwa menjual narkotika jenis sabu pada hari Sabtu tanggal 16 Januari 2021 Terdakwa menjual 3 (tiga) paket Narkotika jenis sabu kepada sdr. ARI dengan harga Rp300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) di rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi RT.005 RW.002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang, kemudian pada hari Minggu tanggal 17 Januari 2021 Terdakwa menjual 2 (dua) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. Rudi dengan harga Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) di rumah kontrakan Terdakwa, lalu pada hari Senin tanggal 18 Januari 2021 Terdakwa menjual 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. Delta dengan harga Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) di Jalan Raya Ketapang Kota Pangkalpinang, pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekitar pukul 10.00 WIB Terdakwa menjual 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. Endek dengan harga Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) di depan gang rumah kontrakan Terdakwa;
- Bahwa Terdakwa menjual Sabu terakhir kalinya 2 (dua) jam sebelum Terdakwa ditangkap yaitu pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekitar pukul 10.00 WIB, Terdakwa menjual 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. Endek seharga Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) di depan gang rumah kontrakan Terdakwa;
- Bahwa Terdakwa menjual narkotika jenis sabu dengan cara yaitu: Terdakwa dan pembeli berkomunikasi melalui handphone, lalu janjian bertemu langsung dengan para pembeli untuk menyerahkan narkotika jenis sabu dan menerima uangnya;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
- Bahwa Saksi Ruriyanto alias Aming mendapatkan narkotika jenis sabu yang diserahkannya kepada Terdakwa tersebut dari seseorang yang bernama “PAK”;
- Bahwa Narkotika jenis sabu yang ditemukan ada pada Terdakwa saat penangkapan dan penggeledahan Terdakwa adalah narkotika jenis sabu yang dibeli Terdakwa dari Saksi Ruriyanto;
- Bahwa Saksi Ruriyanto membeli sabu dari Pak dengan cara yaitu: setelah Terdakwa memberikan uang pembelian sabu yang dipesan oleh Terdakwa lalu Saksi Ruriyanto mentransfer uangnya kepada Pak, setelah dibayarkan barulah Pak memberikan narkotika jenis sabu kepada Saksi Ruriyanto, lalu Saksi Ruriyanto menyerahkannya kepada Terdakwa;
- Bahwa keuntungan yang didapatkan oleh Terdakwa dan Saksi Ruriyanto alias Aming dengan dari transaksi narkotika tersebut sejumlah uang dan narkotika jenis sabu untuk digunakan bagi diri sendiri;
- Bahwa 1 (satu) unit handphone merek Samsung warna biru disita dari Terdakwa karena sebagai alat komunikasi yang digunakan Terdakwa dalam melakukan transaksi narkotika jenis dengan Saksi Ruriyanto dan pembeli narkotika jenis sabu lainnya, di dalam handphone tersebut ada bukti bukti chat transaksi antara Terdakwa dengan Saksi Ruriyanto alias Aming;
- Bahwa Terdakwa tidak memiliki izin dari Instansi yang berwenang untuk memiliki, menguasai, membeli, menjual ataupun menggunakan Narkotika jenis sabu;
Terhadap keterangan saksi tersebut, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;
3. Saksi Ruriyanto alias Aming, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi pernah diperiksa Penyidik dan Saksi membenarkan semua keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan tersebut;
- Bahwa Terdakwa ditangkap petugas Kepolisian pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 12.00 WIB di rumah kontrakan Saksi yang beralamat di Jalan Rustam Effendi Rt 005 Rw 002 Kelurahan Selindung Baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang, sedangkan Saksi ditangkap pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 17.00 WIB di Jalan Stadion Depati Amir Rt 06 Rw 03 Kelurahan Salemba Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang; Bahwa Terdakwa ditangkap petugas kepolisian pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 12.00 WIB di rumah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
kontrakannya yang beralamat di Jalan Rustam Effendi Rt 005 Rw 002 Kel. Selindung baru Kec. Gabek Kota Pangkalpinang, sedangkan Saksi ditangkap pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 17.00 WIB di Jalan Stadion Depati Amir Rt 06 Rw 03 Kel Salemba Kec Gabek Kota Pangkalpinang;
- Bahwa Saksi pernah melakukan transaksi narkotika jenis sabu dengan Terdakwa dimana Terdakwa sebagai orang yang membeli narkotika jenis sabu sedangkan Saksi sebagai orang yang mengadakan narkotika jenis sabu (penjual);
- Bahwa Terdakwa membeli narkotika jenis sabu dari Saksi sudah 5 (lima) kali, terakhir kali Terdakwa membeli narkotika jenis sabu dari Saksi pada hari Senin tanggal 11 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 WIB seharga Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), kemudian Terdakwa ada lagi memesan narkotika jenis sabu ke Saksi pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 13.00 WIB, akan tetapi saat itu tidak sempat selesai transaksinya karena Saksi langsung ditangkap oleh pihak kepolisian yang ternyata Terdakwa sudah terlebih dahulu ditangkap; - Bahwa Terdakwa membeli narkotika jenis sabu dari Saksi dengan cara
yaitu pada hari Senin tanggal 11 Januari 2021 sekira pukul 13.00 WIB Terdakwa mengirim pesan kepada Saksi dengan mengatakan “ADA TIDAK (ADA SABU DAK)” dan selanjutnya tidak lama kemudian Saksi langsung menelepon Terdakwa dengan mengatakan ADA SABUNYA KAMU TUNGGU DULU DI RUMAH JANGAN KEMANA-MANA TUNGGU KABAR DARI SAKSI" kemudian Saksi mematikan teleponnya dan tidak lama kemudian sekira pukul 13.30 WIB Saksi ada menelpon Terdakwa lagi dengan mengatakan "KAMU TUNGGU DI DEPAN GANG RUMAH, KITA KETEMUAN DISANA" dan Saksi jawab "OKE”. kemudian Saksi datang menghampiri Terdakwa yang sudah berdiri di depan gang dekat rumah Terdakwa, Saksi mengatakan kepada Terdakwa "MANA UANGNYA” dan selanjutnya Terdakwa memberikan uang kepada Saksi dengan tangan kanan Terdakwa sebesar Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah), dan Saksi katakan ke Terdakwa " KAMU ANGKAT TELPON SAKSI DAN JANGAN KAMU MATIKAN" setelah itu Saksi menghidupkan sepeda motor Saksi dan Saksi mengatakan kepada Terdakwa "IKUT SAKSI DARI BELAKANG” dengan mengatakan melalui handphone, setelah Terdakwa mengikuti Saksi dari belakang lalu Saksi mengatakan melalui telepon kepada Terdakwa: “ITU KAMU LIHAT DI SEBELAH KIRI ADA GARDU LISTRIK
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
DAN Dl DEPAN SANA ADA TISU WARNA PUTIH, DAN KAMU AMBIL TISU TERSEBUT YANG DI DALAMNYA ADA NARKOTIKA JENIS SABU” setelah Saksi memerintahkan Terdakwa untuk mengambil tisu tersebut Saksi langsung pergi meninggalkan Terdakwa. Kemudian pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 13.00 WIB Terdakwa kembali mengirim pesan ke Saksi untuk memesan narkotika jenis sabu seharga Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), dan Saksi mengiyakannya, lalu Saksi janjian bertemu jam 17.00 WIB di Jalan Stadion Depati Amir Rt 06 Rw 03 Kel Salemba Kec Gabek Kota Pangkalpinang, saat Saksi tiba dilokasi Saksi langsung ditangkap dan digeledah yang ternyata adalah anggota polisi, namun saat itu Saksi tidak membawa narkotika jenis sabu karena Terdakwa belum memberikan uangnya;
- Bahwa setiap Terdakwa membeli narkotika jenis sabu dari Saksi, Saksi selalu mengambil uangnya dulu ke Terdakwa baru kemudian narkotika jenis sabunya Saksi serahkan ke Terdakwa dengan cara meletakkannya di suatu tempat;
- Bahwa Saksi mendapatkan narkotika jenis sabu yang Saksi serahkan ke Terdakwa pada hari Senin tanggal 11 Januari 2021 tersebut dari seseorang yang dipanggil “PAK” akan tetapi Saksi tidak pernah bertemu dengan PAK, Saksi hanya kenal dan berteman dengan adik PAK yang bernama DODI;
- Bahwa Saksi mengetahui bahwa “PAK” tersebut bisa mendapatkan/menyediakan narkotika jenis sabu dari adiknya yang bernama DODI;
- Bahwa Saksi mendapatkan narkotika jenis sabu dari PAK dengan cara yaitu: awalnya Saksi menghubungi sdr. DODI lalu PAK menelfon Saksi, nanti Saksi menunggu perintah dari sdr. PAK untuk mengambil dimana narkotika jenis sabunya. Narkotika jenis sabu yang Saksi dapatkan dari Pak lalu Saksi serahkan ke Terdakwa;
- Bahwa pada saat Terdakwa memesan narkotika jenis sabu ke Saksi dengan harga Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) tanggal 11 Januari 2021, Saksi juga memesan narkotika jenis sabu dari PAK untuk diserahkan ke Terdakwa seharga Rp500.000,00 (limaa ratus ribu rupiah), dengan harga berapa Terdakwa pesan ke Saksi, seharga itupula Saksi pesan ke PAK. Saksi mendapatkan keuntungan hanya untuk pakai, yaitu dengan Saksi mencongkel sedikit narkotika jenis sabu dari sdr. Pak, sisanya baru Saksi serahkan ke Terdakwa;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
- Bahwa pada saat dilakukan penggeledahan terhadap badan dan pakaian Saksi tidak ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu, namun Polisi menyita barang milik Saksi yaitu berupa: 1 (satu) unit handphone merek Samsung warna biru serta 1 (satu) unit sepeda motor merek Yamaha Vixion warna merah putih nomor polisi BN 5637 TE yang Saksi gunakan pada saat itu, selanjutnya anggota polisi melakukan penggeledahan ke rumah Saksi yang beralamatkan di Jln. Belanak Rt 004 Rw 002 Kel Air Salemba Kec Gabek Kota Pangkalpinang, ditemukan dan disita 1 (satu) set alat hisap sabu (bong) dalam kamar mandi rumah Saksi;
- Bahwa Saksi tidak pernah menggunakan 1 (satu) unit sepeda motor tersebut untuk melakukan pengangkutan narkotika jenis sabu, atau menyimpan narkotika jenis sabu di sepeda motor tersebut, pada saat menyerahkan narkotika jenis sabu ke Terdakwa pada tanggal 11 Januari 2021, narkotika jenis sabunya Saksi simpan di dalam kantong selana sebalh kiri Saksi lalu Saksi lempar di suatu tempat;
- Bahwa pekerjaan Saksi adalah pedagang di pasar yang menjual kecambah tahu, dengan penghasila seharinya antara Rp70.000,00-Rp100.000,00 per harinya, sedangkan Terdakwa setahu Saksi buruh harian lepas;
- Bahwa Saksi dan Terdakwa tidak memiliki izin dari Instansi yang berwenang untuk memiliki, menguasai, membeli, menjual atau menggunakan Narkotika jenis sabu;
Terhadap keterangan saksi tersebut, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;
Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa Terdakwa pernah diperiksa di hadapan Penyidik dan Terdakwa membenarkan keterangan yang Terdakwa berikan dalam Berita Acara Pemeriksaan tersebut;
- Bahwa Terdakwa ditangkap petugas kepolisian pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 12.00 WIB di rumah kontrakan Terdakwa yang beralamat di Jalan Rustam Effendi Rt 005 Rw 002 Kelurahan Selindung baru Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang;
- Bahwa pada saat ditangkap posisi Terdakwa sedang istirahat (duduk) di depan rumah kontrakan Terdakwa sehabis menjual 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu kepada Sdr. Endek dengan harga Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) di depan gang rumah kontrakan Terdakwa, ketika melihat Polisi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 21 dari 37 Putusan Nomor 145/Pid.Sus/2021/PN Pgp
datang Terdakwa langsung melarikan diri ke arah samping rumah kontrakan Terdakwa akan tetapi Terdakwa berhasil diamankan Polisi;
- Bahwa ada 2 (dua) paket/bungkus plastik narkotika jenis sabu yang ditemukan anggota polisi ada pada Terdakwa saat Terdakwa ditangkap; - Bahwa 2 (dua) paket/bungkus plastik narkotika jenis sabu ditemukan
anggota polisi ada pada genggaman tangan kiri Terdakwa terbungkus dengan plastik kresek warna putih;
- Bahwa 2 (dua) paket/bungkus plastik narkotika jenis sabu tersebut milik Terdakwa;
- Bahwa Terdakwa mendapatkan 2 (dua) paket/bungkus plastik narkotika jenis sabu tersebut dari Saksi Ruriyanto alias Aming dengan cara membelinya;
- Bahwa Terdakwa membeli narkotika jenis sabu dari Saksi Ruriyanto alias Aming pada hari senin tanggal 11 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 WIB seharga Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) dan saat itu Terdakwa menerima 1 (satu) paket yang tidak Terdakwa ketahui berapa gram beratnya;
- Bahwa kronologis Terdakwa membeli narkotika jenis sabu dari Saksi Ruriyanto alias Aming yaitu pada hari Senin tanggal 11 Januari 2021 sekira pukul 13.00 WIB Terdakwa mengirim pesan kepada Saksi Ruriyanto alias Aming dengan mengatakan: “ADA TIDAK (ADA SABU DAK)” dan selanjutnya tidak lama kemudian Saksi Ruriyanto alias Aming langsung menelepon Terdakwa dengan mengatakan: “ADA SABUNYA KAMU TUNGGU DULU DI RUMAH JANGAN KEMANA-MANA TUNGGU KABAR DARI TERDAKWA” dan Saksi Ruriyanto alias Aming mematikan teleponnya dan tidak lama kemudian sekira pukul 13.30 WIB Saksi Ruriyanto alias Aming ada menelpon Terdakwa lagi dengan mengatakan “KAMU TUNGGU DI DEPAN GANG RUMAH, KITA KETEMUAN DISANA” dan Terdakwa jawab “OKE”. Selanjutnya Terdakwa langsung pergi ke depan gang rumah Terdakwa menunggu Saksi Ruriyanto alias Aming, setelah Terdakwa sampai di depan gang rumah Terdakwa tidak lama kemudian Saksi Ruriyanto alias Aming datang menghampiri Terdakwa dengan mengatakan kepada Terdakwa “MANA UANGNYA” dan selanjutnya Terdakwa memberikan uang kepada Saksi Ruriyanto alias Aming dengan tangan kanan Terdakwa sebesar Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah) selanjutnya Saksi Ruriyanto alias Aming langsung menelpon Terdakwa lagi dengan mengatakan kepada Terdakwa “KAMU ANGKAT TELPON TERDAKWA
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :