• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

P U T U S A N

Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Takalar yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

1. Nama lengkap : SATTU DG. NURU BIN MUSTARI DG. GADING; 2. Tempat lahir : Dengilau ;

3. Umur/tanggal lahir : 30 Tahun/ 14 September 1985 ; 4. Jenis kelamin : Laki-laki ;

5. Kebangsaan : Indonesia ;

6. Tempat tinggal : Dusun Sawakong Towa Desa Sawakong Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar 7. Agama : Islam ;

8. Pekerjaan : Petani ;

Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:

1. Penyidik Kepolisian Resort Takalar Sektor Galesong Selatan, sejak tanggal 27 Agustus 2015 s/d tanggal 15 September 2015;

2. Perpanjangan Penahanan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Takalar, sejak tanggal 15 September 2015 s/d tanggal 24 Oktober 2015;

3. Penuntut Umum, sejak tanggal 22 Oktober 2015 s/d tanggal 10 November 2015 ;

4. Hakim Pengadilan Negeri Takalar, sejak tanggal 05 November 2015 s/d tanggal 04 Desember 2015;

5. Perpanjangan oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Takalar, sejak tanggal 05 Desember 2015 s/d tanggal 02 Februari 2016;

Terdakwa menolak untuk didampingi oleh Penasihat Hukum meskipun kepadanya telah disampaikan hak untuk didampingi Penasehat Hukum selama pemeriksaan di persidangan ;

Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca:

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Takalar Nomor 172/Pen.Pid/2015/ PN Tka. tanggal 5 November 2015 tentang Penunjukan Majelis Hakim;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Takalar Nomor 193/Pen.Pid/2015/ PN Tka. tanggal 7 Desember 2015 tentang Pergantian Majelis Hakim;

- Penetapan Majelis Hakim Nomor 108/Pen.Pid/2015/ PN Tka. tanggal 5 November 2015 tentang penetapan hari sidang;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi dan Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa SATTU Dg. NURU’ Bin MUSTARI Dg. GADING telah terbukti melakukan pembunuhan sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP dalam surat dakwaan primair;

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa SATTU Dg. NURU’ Bin MUSTARI

Dg. GADING dengan pidana penjara selama 12 (dua belas) tahun,

dikurangi masa penahanan Terdakwa selama dalam tahanan 3. Menyatakan barang bukti berupa

- Sebilah Badik Model Makassar bila diukur dari pangkal keujung panjang kurang lebih 35 Cm dan Lebar kurang lebih 4,5 Cm ;

- Satu buah gagang badik yang terbuat dari kayu ;

- Sebilah Pisau dapur bila diukur dari pangkal keujung panjang kurang lebih 20 Cm dan Lebar kurang lebih 4,5 Cm ;

- Satu lembar sarung mandar Merk Wadimor motif kotak bergaris dengan warna hitam, abu-abu,merah dan hijau ;

Dirampas untuk dimusnakan ;

- Sepasang sendal kulit warna coklat merk Oaklay ; Dikembalikan kepada Terdakwa ;

4. Menetapkan supaya Terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah).

Setelah mendengar permohonan Terdakwa hanya memohon keringanan hukuman dan tanggapan Penuntut Umum yang pada pokoknya menyatakan tetap pada tuntutannya ;

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:

Primair :

Bahwa terdakwa SATTU Dg. NURU Bin MUSTARI Dg. GADING pada hari Kamis tanggal 03 April 2014, sekitar jam 23.30 Wita, atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2014, bertempat di Jalan Poros Galesong Dusun Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

Barua Desa Bentang Kec. Galesong Selatan Kab. Takalar tepatnya didepan warung, atau setidak-tidaknya pada tempat lain dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Takalar, dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain

yaitu korban Syarifuddin Dg. Lewa yang dilakukan oleh Terdakwa dengan

cara dan perbuatan antara lain sebagai berikut :

 Berawal pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas ketika Terdakwa bersama dengan Bella (belum tertangkap) sedang makan di warung milik saksi Abd. Wahid datang korban Syarifuddin bersama dengan saksi Cuddian ke warung tersebut langsung memesan ayam goreng dengan cara melemparkan ayam tersebut kedalam penggorengan sehingga Terdakwa menegur korban namun korban tidak menyahut teguran dari Terdakwa, lalu duduk didekat dengan Terdakwa. Tidak lama berselang kemudian saksi Cuddian datang untuk menjemput korban namun pada saat itu korban tetap duduk dan tidak mau pulang, sehingga Terdakwa menyuruh untuk pulang dengan merangkul korban sampai diluar warung;

 Selanjutnya pada saat korban berada diatas motor, korban langsung menendang Terdakwa sehingga Terdakwa mencabut badik yang diselipkan pada bagian pinggangnya. Melihat Terdakwa mencabut badiknya, korban pergi meninggalkan Terdakwa bersama dengan saksi Cuddian. Tidak lama kemudian korban kembali kedalam warung untuk menemui Terdakwa sambil membawa sebilah pisau dan langsung menikam dada Terdakwa, sehingga Terdakwa juga mencabut badik yang diselipkan pada bagian pinggangnya. Korban yang melihat badik Terdakwa pergi meninggalkan Terdakwa namun Terdakwa tetap mengikuti korban. Pada saat korban berbalik ke arah Terdakwa, terjadilah perkelahian antara Terdakwa dengan korban, yang mengakibatkan Terdakwa jatuh ke tumpukan pasir. Dalam posisi terjatuh Terdakwa langsung menikam korban dengan menggunakan badik yang mengenai dada kiri korban, selanjutya Terdakwa mengambil pasir dan melemparkan ke arah korban mengenai mata korban yang mengakibatkan korban terjatuh, selanjutnya teman Terdakwa yaitu Bella (belum tertangkap /DPO) mengambil kayu langsung memukul korban sebanyak 2 (dua) kali. Melihat korban tidak berdaya, Terdakwa bersama dengan Bella ( belum tertangkap/ DPO) langsung melarikan diri dan meninggalkan korban;

 Perbuatan Terdakwa tersebut mengakibatkan korban Syarifuddin Dg. Lewa meninggal dunia sesuai Visum Et Revertum nomor : 09/445/RSUD-Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

VER/II/2015 tanggal 16 Februari 2015 pada RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle Kab. Takalar, yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Nurjannah;  Akhirnya perbuatan Terdakwa yang telah menghilangkan nyawa orang lain

di tanggal 27 Oktober 2015 untuk kemudian dibawa ke Polsek Galesong Selatan untuk diproses lebih lanjut;

Perbuatan Terdakwa SATTU Dg. NURU Bin MUSTARI Dg. GADING sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP;

Subsidair :

Bahwa terdakwa SATTU Dg. NURU Bin MUSTARI Dg. GADING pada hari Kamis tanggal 03 April 2014, sekitar jam 23.30 Wita, atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2014, bertempat di Jalan Poros Galesong Dusun Barua Desa Bentang Kec. Galesong Selatan Kab. Takalar tepatnya didepan warung, atau setidak-tidaknya pada tempat lain dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Takalar, dengan sengaja melakukan penganiayaan biasa

yang menyebabkan matinya terhadap korban Syarifuddin Dg. Lewa yang

dilakukan oleh Terdakwa dengan cara dan perbuatan antara lain sebagai berikut:

 Berawal pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas ketika Terdakwa bersama dengan Bella (belum tertangkap) sedang makan di warung milik saksi Abd. Wahid datang korban Syarifuddin bersama dengan saksi Cuddian ke warung tersebut langsung memesan ayam goreng dengan cara melemparkan ayam tersebut kedalam penggorengan sehingga Terdakwa menegur korban namun korban tidak menyahut teguran dari Terdakwa, lalu duduk didekat dengan Terdakwa. Tidak lama berselang kemudian saksi Cuddian datang untuk menjemput korban namun pada saat itu korban tetap duduk dan tidak mau pulang, sehingga Terdakwa menyuruh untuk pulang dengan merangkul korban sampai diluar warung;

 Selanjutnya pada saat korban berada diatas motor, korban langsung menendang Terdakwa sehingga Terdakwa mencabut badik yang diselipkan pada bagian pinggangnya. Melihat Terdakwa mencabut badiknya, korban pergi meninggalkan Terdakwa bersama dengan saksi Cuddian. Tidak lama kemudian korban kembali kedalam warung untuk menemui Terdakwa sambil membawa sebilah pisau dan langsung menikam dada Terdakwa, sehingga Terdakwa juga mencabut badik yang diselipkan pada bagian pinggangnya. Korban yang melihat badik Terdakwa pergi meninggalkan Terdakwa namun Terdakwa tetap mengikuti korban. Pada saat korban Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

berbalik ke arah Terdakwa, terjadilah perkelahian antara Terdakwa dengan korban, yang mengakibatkan Terdakwa jatuh ke tumpukan pasir. Dalam posisi terjatuh Terdakwa langsung menikam korban dengan menggunakan badik yang mengenai dada kiri korban, selanjutya Terdakwa mengambil pasir dan melemparkan ke arah korban mengenai mata korban yang mengakibatkan korban terjatuh, selanjutnya teman Terdakwa yaitu Bella (belum tertangkap /DPO) mengambil kayu langsung memukul korban sebanyak 2 (dua) kali. Melihat korban tidak berdaya, Terdakwa bersama dengan Bella ( belum tertangkap/ DPO) langsung melarikan diri dan meninggalkan korban;

 Perbuatan Terdakwa tersebut mengakibatkan korban Syarifuddin Dg. Lewa meninggal dunia sesuai Visum Et Revertum nomor : 09/445/RSUD-VER/II/2015 tanggal 16 Februari 2015 pada RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle Kab. Takalar, yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Nurjannah;  Akhirnya perbuatan Terdakwa yang telah menghilangkan nyawa orang lain

di tanggal 27 Oktober 2015 untuk kemudian dibawa ke Polsek Galesong Selatan untuk diproses lebih lanjut;

Perbuatan Terdakwa SATTU Dg. NURU Bin MUSTARI Dg. GADING sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (3) KUHP;

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa tidak mengajukan keberatan ;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:

1. Saksi Abd. Wahid Hasim Bin H. Paturozi, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- bahwa saksi adalah pemilik sebuah warung makan yang berlokasi di Dusun Barua Desa Bentang Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, dimana saksi mengetahui pada hari Kamis tanggal 03 April 2014 sekitar pukul 23.30 Wita telah terjadi peristiwa perkelahian antara Terdakwa dengan korban di jalan depan warung saksi ;

- bahwa saksi tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab perkelahian antara korban dengan Terdakwa ;

- Bahwa Terdakwa datang lebih dahulu ke warung saksi dan memesan makanan, lalu beberapa saat kemudian datang korban diantar kawannya yang juga bermaksud memesan makanan, dimana korban langsung Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

mengambil sepotong daging ayam dan melempar masuk ke dalam wajan penggorengan sehingga mengakibatkan istri saksi yang sedang memasak, hampir terkena percikan minyak panas ;

- Bahwa saat itu, saksi langsung menegur korban atas perilakunya itu, namun korban hanya diam saja dan langsung duduk di sebelah Terdakwa ;

- Bahwa pada saat itu antara korban dan Terdakwa terlibat percakapan, namun saksi tidak mengerti apa yang dibicarakan antara keduanya ; - Bahwa setelah pesanannya siap, teman korban datang menjemput

dengan menggunakan sepeda motor dan memanggil korban untuk pulang namun pada saat itu korban tidak mau pulang dan selanjutnya terdakwa yang sedang makan ikut menyuruh korban untuk pulang sambil memeluk korban sambil berdiri dan diajak supaya pulang bersama temannya yang datang menjemput ;

- Bahwa beberapa saat kemudian Terdakwa kembali masuk untuk membayar makanannya, namun tidak lama kemudian korban datang menyusul lagi ke dalam warung, dan selanjutnya Terdakwa langsung mengejar korban ke luar warung hingga terjadi perkelahian di antara mereka sekitar 20 (dua puluh) meter dari warung saksi, yang saksi tahu dari adanya suara teriak dan ribut, namun saksi tidak melihat secara langsung ;

- Bahwa saksi yang ketakutan dengan perkelahian itu kemudian menutup warungnya hingga keesokan harinya saksi baru mengetahui jika akibat dari perkelahian tersebut, korban meninggal dunia ;

- Bahwa saksi tidak mengetahui apa yang menyebabkan korban meninnggal dunia ;

- Bahwa saksi tidak mengenal barang bukti yang diajukan di persidangan ; Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat pada pokoknya membenarkan dan tidak keberatan ;

2. Saksi Sudarwati Binti Marji, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- bahwa saksi adalah istri dari saksi 1 sekaligus juga sebagai pemilik sebuah warung makan yang berlokasi di Dusun Barua Desa Bentang Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, dimana saksi mengetahui pada hari Kamis tanggal 03 April 2014 sekitar pukul 23.30 Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

Wita telah terjadi peristiwa perkelahian antara Terdakwa dengan korban di jalan depan warung saksi ;

- bahwa saksi tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab perkelahian antara korban dengan Terdakwa ;

- Bahwa Terdakwa datang lebih dahulu ke warung saksi dan memesan makanan, lalu beberapa saat kemudian datang korban diantar kawannya yang juga bermaksud memesan makanan, dimana korban langsung mengambil sepotong daging ayam dan melempar masuk ke dalam wajan penggorengan sehingga mengakibatkan saksi yang sedang memasak, hampir terkena percikan minyak panas ;

- Bahwa saat itu, suami saksi langsung menegur korban atas perilakunya itu, namun korban hanya diam saja dan langsung duduk di sebelah Terdakwa ;

- Bahwa pada saat itu antara korban dan Terdakwa terlibat percakapan, namun saksi tidak mengerti apa yang dibicarakan antara keduanya ; - Bahwa setelah pesanannya siap, teman korban datang menjemput

dengan menggunakan sepeda motor dan memanggil korban untuk pulang namun pada saat itu korban tidak mau pulang dan selanjutnya terdakwa yang sedang makan ikut menyuruh korban untuk pulang sambil memeluk korban sambil berdiri dan diajak supaya pulang bersama temannya yang datang menjemput ;

- Bahwa beberapa saat kemudian Terdakwa kembali masuk untuk membayar makanannya, namun tidak lama kemudian korban datang menyusul lagi ke dalam warung, dan selanjutnya Terdakwa langsung mengejar korban ke luar warung hingga terjadi perkelahian di antara mereka sekitar 20 (dua puluh) meter dari warung saksi, yang saksi tahu dari adanya suara teriak dan rebut, namun saksi tidak melihat secara langsung ;

- Bahwa saksi yang ketakutan dengan perkelahian itu kemudian menutup warungnya hingga keesokan harinya saksi baru mengetahui jika akibat dari perkelahian tersebut, korban meninggal dunia ;

- Bahwa saksi tidak mengetahui apa yang menyebabkan korban meninnggal dunia ;

- Bahwa saksi tidak mengenal barang bukti yang diajukan di persidangan. Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat pada pokoknya membenarkan dan tidak keberatan ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

3. Saksi Latif Dg. Nyalla Bin Sayye Dg. Tuppu, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- bahwa saksi adalah orang tua dari korban Syarifuddin Dg. Lewa yang meninggal dunia setelah terlibat perkelahian di depan sebuah warung makan yang berlokasi di Dusun Barua Desa Bentang Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, pada hari Kamis tanggal 03 April 2014 sekitar pukul 23.30 Wita ;

- Bahwa saksi mengetahui kejadian tersebut setelah pada hari Kamis tanggal 03 April 2014 sekitar pukul 24.00 wita, Cudiang Dg. Timung datang ke rumah saya dan memberitahukan jika anak saksi Syarifuddin Dg. Lewa berkelahi di Barua Desa Bentang Kec. Galesong Selatan Kab. Takalar. Setelah itu sekitar 15 menit kemudian, Cudiang Dg. Timung datang lagi ke rumah memberitahukan kalau anak saksi telah dibawa oleh Polisi ;

- Bahwa saksi kemudian menyuruh istrinya untuk pergi bersama Cudiang Dg. Timung guna memeriksa keadaan anak saksi ;

- Bahwa saksi kemudian mengetahui jika anak saksi tersebut telah meninggal dunia karena tikaman badik yang menurut informasi kepada saksi, dilakukan oleh Terdakwa saat mereka sedang berkelahi ;

- Bahwa saksi tidak mengetahui apa permasalahan antara Terdakwa dengan korban hingga terjadi perkelahian tersebut ;

- Bahwa saksi tidak kenal dengan barang bukti yang diajukan di persidangan ;

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat pada pokoknya membenarkan dan tidak keberatan ;

4. Saksi Hasnah Binti Lahajji, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- bahwa saksi adalah orang tua dari korban Syarifuddin Dg. Lewa yang meninggal dunia setelah terlibat perkelahian di depan sebuah warung makan yang berlokasi di Dusun Barua Desa Bentang Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, pada hari Kamis tanggal 03 April 2014 sekitar pukul 23.30 Wita ;

- Bahwa saksi mengetahui kejadian tersebut setelah pada hari Kamis tanggal 03 April 2014 sekitar pukul 24.00 wita, Cudiang Dg. Timung datang ke rumah saya dan memberitahukan jika anak saksi Syarifuddin Dg. Lewa berkelahi di Barua Desa Bentang Kec. Galesong Selatan Kab. Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

Takalar. Setelah itu sekitar 15 menit kemudian, Cudiang Dg. Timung datang lagi ke rumah memberitahukan kalau anak saksi telah dibawa oleh Polisi ;

- Bahwa saksi kemudian disuruh oleh suaminya pergi bersama Cudiang Dg. Timung guna memeriksa keadaan anak saksi ;

- Bahwa saksi kemudian mengetahui jika anak saksi tersebut telah meninggal dunia karena tikaman badik dan menurut informasi yang sampai kepada saksi, dilakukan oleh Terdakwa saat mereka sedang berkelahi ;

- Bahwa saksi tidak mengetahui apa permasalahan antara Terdakwa dengan korban hingga terjadi perkelahian tersebut ;

- Bahwa saksi tidak kenal dengan barang bukti yang diajukan di persidangan ;

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat pada pokoknya membenarkan dan tidak keberatan ;

Menimbang, bahwa di persidangan juga telah dibacakan keterangan saksi CODEANG DG. TIMUNG BIN MANGGA DG. NGALLE yang sebelumnya telah diambil sumpah di hadapan penyidik, keterangan tersebut pada pokoknya adalah sebagai berikut :

- Bahwa saksi pernah diperiksa /diambil keterangannya sehubungan dengan telah terjadinya perkelahian di depan warung sari laut di Jalan Poros Galesong Dusun Barua Desa Bentang Kec. Galesong Selatan Kab. Takalar antara korban Lk. Syarifuddin Dg. Lewa Bin Latif Dg. Nya’la dengan Terdakwa yang terjadi pada hari Kamis tanggal 03 April 2014 sekitar pukul 23.30 Wita di Dusun Barua Desa Bentang Kec. Galesong Selatan Kabupaten Takalar;

- Bahwa akibat kejadian perkelahian mengakibatkan korban meninggal dunia setelah mengalami luka karena ditikam badik ;

- Bahwa pada malam itu korban minta tolong untuk dibonceng ke Bentang membeli makanan dan setiba di warung, korban masuk sedangkan saksi langsung pergi membeli rokok yang jaraknya dari warung sari laut tersebut kurang lebih 50 (lima puluh) meter ;

- Bahwa setelah itu kembali untuk menjemput Lk. Syarifuddin Dg. Lewa Bin Latif Dg. Nya’la, dimana kemudian saksi melihat Lk. Syarifuddin Dg. Lewa Bin Latif Dg. Nya’la duduk dan berbicara dengan Terdakwa. Saksi memanggil korban untu pulang namun korban tidak mau hingga kemudian Terdakwa Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

berdiri dan merangkul korban membawa keluar dari warung menuju saksi yang sementara duduk diatas sepeda motor ;

- Bahwa setelah korban duduk di atas boncengan sepeda motor, korban menendang Terdakwa sehingga Terdakwa marah lalu mencabut sebilah badik dari pinggangnya dengan menggunakan tangan kanan ;

- Bahwa saksi yang melihat kejadian tersebut langsung melarikan sepeda motornya menuju rumah korban dengan tujuan memberitahukan orang tua korban ;

- Bahwa saksi kemudian membonceng ibu korban yang bernama Hasnah menuju tempat kejadian namun di perjalanan saksi mendengar bahwa korban telah dibawa ke puskesmas Bontokassi karena luka dan saksi langsung menuju ke puskemas Bontokassi;

- Bahwa benar saksi tidak melihat dan mengetahui apakah ada orang yang melerai atau tidak pada saat kejadian tersebut;

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat pada pokoknya membenarkan dan tidak keberatan ;

Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa Terdakwa memang telah terlibat perkelahian dengan korban yang terjadi pada hari Kamis tanggal 03 April 2014 sekitar pukul 23.30 Wita di depan sebuah warung makan yang berlokasi di Dusun Barua Desa Bentang Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar ;

- Bahwa awal kejadian tersebut adalah saat Terdakwa sedang duduk menunggu makanan yang dipesannya, lalu korban datang dan langsung melempar sepotong ayam ke dalam wajan yang sedang dipergunakan menggoreng sehingga mengakibatkan percikan minyak mengenai pemilik warung ;

- Bahwa Terdakwa langsung menegur korban agar tidak melakukan perbuatan tersebut, namun korban kemudian mendatangi Terdakwa dan marah karena tidak terima dengan teguran Terdakwa ;

- Bahwa setelah itu, seseorang datang menjemput korban, namun korban masih belum mau pulang sehingga Terdakwa merangkul korban dan membawanya ke arah kawannya yang sudah menunggu di atas sepeda motor ;

- Bahwa saat korban sudah duduk di atas motor, korban langsung menendang Terdakwa sehingga Terdakwa langsung menangkap kaki korban dan Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

Terdakwa langsung mencabut badik yang disimpan Terdakwa di balik pakaiannya ;

- Bahwa korban langsung melarikan diri sedangkan kawan korban juga langsung mengendarai motornya meninggalkan Terdakwa ;

- Bahwa Terdakwa kemudian kembali ke dalam warung untuk membayar makanan, namun tiba-tiba korban masuk ke dalam warung dan langsung menusukkan sebuah pisau yang mengenai dada Terdakwa. Terdakwa yang emosi langsung berbalik mengejar korban yang melarikan diri ke luar warung, dan saat di depan warung korban terjatuh dan langsung Terdakwa menusuk tubuh korban menggunakan badik yang Terdakwa bawa sebanyak satu kali ; - Bahwa badik Terdakwa masih tertancap di tubuh korban saat korban

melarikan diri meninggalkan Terdakwa ;

- Bahwa korban kemudian masih bisa melarikan diri dan tidak dikejar oleh Terdakwa, hingga keesokan harinya Terdakwa mengetahui jika korban meninggal dunia akibat tikaman badik Terdakwa ;

- Bahwa Terdakwa mengenali barang bukti yang diajukan di persidangan ; - Bahwa Terdakwa membawa badik untuk menjaga diri ;

- Bahwa tidak ada perdamaian antara Terdakwa dengan keluarga korban ; - Bahwa Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan

mengulanginya lagi ;

Menimbang, bahwa Terdakwa tidak mengajukan Saksi yang meringankan (a de charge) ;

Menimbang, bahwa di persidangan juga telah dibacakan Visum et Repertum nomor : 09/445/RSUD-VER/II/2015 tanggal 16 Februari 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Nurjannah, dokter pada RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle Kab. Takalar, yang pada pokoknya menyebutkan pada diri korban ditemukan luka robek tembus pada dada bagian kiri, diakibatkan benda tajam;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:

- Sebilah badik model Makassar bila diukur dari pangkal keujung panjang kurang lebih 35 cm dan lebar kurang lebih 4,5 cm ;

- Satu buah gagang badik yang terbuat dari kayu ;

- Sebilah pisau dapur bila diukur dari pangkal keujung panjang kurang lebih 20 cm dan lebar kurang lebih 4,5 cm ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

- Satu lembar sarung mandar merek Wadimor motif kotak bergaris dengan warna hitam, abu-abu,merah dan hijau ;

- Sepasang sendal kulit warna coklat merk Oaklay ;

Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:

- Bahwa pada hari Kamis tanggal 03 April 2014 sekitar pukul 23.30 Wita di depan sebuah warung makan yang berlokasi di Dusun Barua Desa Bentang Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, terjadi perkelahian antara korban dengan Terdakwa yang diawali dari sikap korban yang tidak terima dengan Terdakwa yang menegurnya karena bersikap tidak sopan kepada pemilik warung ;

- Bahwa saat korban sudah duduk di atas motor kawannya dan akan pulang meninggalkan warung, korban langsung menendang Terdakwa sehingga Terdakwa langsung menangkap kaki korban dan Terdakwa langsung mencabut badik yang disimpan Terdakwa di balik pakaiannya ;

- Bahwa korban langsung melarikan diri sedangkan kawan korban juga langsung mengendarai motornya meninggalkan Terdakwa ;

- Bahwa saat Terdakwa kembali ke dalam warung untuk membayar makanan, korban kembali masuk dan langsung menusuk Terdakwa menggunakan sebuah pisau dan mengenai dada Terdakwa ;

- Bahwa Terdakwa yang menjadi emosi kemudian berbalik mengejar korban yang mencoba melarikan diri ke luar warung, namun saat di depan warung korban terjatuh dan Terdakwa langsung menikam tubuh korban menggunakan badik dibawanya sebanyak satu kali yang masih tertancap di tubuh korban saat korban akhirnya melarikan diri ;

- Bahwa korban akhirnya meninggal dunia dimana menurut Visum Et Repertum nomor : 09/445/RSUD-VER/II/2015 tanggal 16 Februari 2015 pada RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle Kab. Takalar, yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Nurjannah, dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan luka robek tembus pada dada bagian kiri yang diakibatkan benda tajam ;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan subsidairitas, maka Majelis Hakim terlebih dahulu mempertimbangkan dakwaan primair sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

1. Barangsiapa ;

2. Dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain ;

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut:

ad.1 Unsur “Barangsiapa” ;

Menimbang, bahwa menurut Buku Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Buku II Edisi Revisi Tahun 2004, halaman: 208 dari MARI serta dalam Putusan MARI Nomor: 1398 K/Pid/1994 tanggal 30 Juni 1995, yang dimaksud dengan Unsur “barangsiapa” atau “hij” secara terminologi adalah siapa saja yang harus dijadikan Terdakwa/Dader atau setiap orang sebagai subyek hukum (pendukung hak dan kewajiban) yang dapat dimintai pertanggungjawaban dalam segala tindakannya, oleh karena itu secara historis kronologis manusia sebagai subyek hukum telah dengan sendirinya memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab (toerekeningsvaanbaarheid) kecuali Undang-undang menentukan lain.

Menimbang, bahwa dalam perkara ini telah diajukan seseorang yang setelah diperiksa identitasnya, ternyata benar ia adalah Terdakwa

SATTU DG. NURU BIN MUSTARI DG. GADING sebagai pelaku tindak

pidana dan selama persidangan dalam keadaan sehat, tidak terganggu jiwanya serta dapat menjawab pertanyan yang diberikan baik oleh Majelis Hakim dan Penuntut Umum, sehingga dinilai mampu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannnya, dan dengan demikian unsur ini telah terbukti dan terpenuhi.

ad. 2 Unsur “dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain” ;

Menimbang, bahwa syarat seseorang dikatakan melakukan sesuatu perbuatan dengan sengaja adalah ia harus menghendaki perbuatannya itu, serta harus menginsyafi/mengerti akan akibat dari perbuatannya itu, atau dengan kata lain, kesengajaan/dengan sengaja dapat dirumuskan sebagai melaksanakan sesuatu perbuatan yang didorong oleh suatu keinginan untuk berbuat atau bertindak ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

Menimbang, bahwa fakta yang terungkap dalam persidangan adalah pada hari Kamis tanggal 03 April 2014 sekitar pukul 23.30 Wita di depan sebuah warung makan yang berlokasi di Dusun Barua Desa Bentang Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, terjadi perkelahian antara korban Syarifuddin Dg. Lewa dengan Terdakwa yang diawali dari sikap korban yang tidak terima dengan Terdakwa yang menegurnya karena bersikap tidak sopan kepada pemilik warung ;

Menimbang, bahwa korban sempat bermaksud untuk menendang Terdakwa namun Terdakwa langsung menangkap kaki korban dan selanjutnya Terdakwa langsung mencabut badik yang disimpan Terdakwa di balik pakaiannya, hal mana mengakibatkan korban langsung melarikan diri meninggalkan Terdakwa ;

Menimbang, bahwa ternyata beberapa saat kemudian korban kembali mendatangi dan langsung menusuk Terdakwa menggunakan sebuah pisau yang dibawanya sehingga mengenai dada Terdakwa, dan Terdakwa yang menjadi emosi kemudian berbalik mengejar korban yang mencoba melarikan diri ke luar warung ;

Menimbang, bahwa saat dikejar itu korban terjatuh dan Terdakwa langsung menikam tubuh korban menggunakan badik dibawanya sebanyak satu kali, dan selanjutnya korban melarikan diri dalam keadaan badik Terdakwa masih tertancap di tubuhnya ;

Menimbang, bahwa pada akhirnya korban meninggal dunia dan berdasarkan hasil Visum Et Repertum nomor : 09/445/RSUD-VER/II/2015 tanggal 16 Februari 2015 pada RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle Kab. Takalar, yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Nurjannah, ditemukan luka robek tembus pada dada bagian kiri korban Syarifuddin Dg. Lewa yang diakibatkan benda tajam;

Menimbang, bahwa dari uraian fakta tersebut, secara nyata dapat diketahui tindakan Terdakwa dalam melakukan penikaman kepada korban dilakukan dengan penuh kesadaran, sebagai bentuk pelampiasan emosi yang telah Terdakwa rasakan sejak korban mencoba menendangnya dan disusul dengan tindakan korban yang sengaja mendatangi Terdakwa lalu menusuk Terdakwa menggunakan pisau ;

Menimbang, bahwa Terdakwa secara sadar mengejar korban dan nyata pula setelah melihat korban telah terjatuh, Terdakwa tidak menghentikan perbuatannya namun tetap melampiaskan emosinya dengan menikam tubuh korban pada bagian dada kiri menggunakan badik Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

yang dipegangnya, sedangkan dada kiri adalah posisi dimana organ vital seperti jantung dan paru-paru berada, hal mana sudah dapat diterima sebagai fakta yang tak perlu lagi dibuktikan, yaitu kekerasan atas organ vital sangat memungkinkan terjadinya akibat yang fatal pada diri seseorang, bahkan meskipun kekerasan itu dilakukan dengan tidak berulang ;

Menimbang, bahwa akibat yang fatal dari penikaman pada dada korban juga terlihat di dalam bukti surat visum et repertum yang diajukan oleh Penuntut Umum, ditambah lagi fakta badik Terdakwa yang masih tertancap di tubuh korban jelas memberikan petunjuk jika benda tajam yang dimaksud di dalam visum et repertum tentulah badik Terdakwa tersebut yang kemudian mengakibatkan luka/ perdarahan hebat hingga berakhir pada kematian korban ;

Menimbang, bahwa rangkaian kejadian tersebut di atas menurut Majelis adalah cukup menunjukkan adanya bentuk nyata perwujudan niat dari Terdakwa untuk menghilangkan nyawa dari korban sehingga berdasarkan keseluruhan uraian pertimbangan dimaksud, Majelis berkeyakinan unsur kedua ini telah terpenuhi dan terbukti ;

Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur dari Pasal 338 KUHP telah terpenuhi, maka Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primair;

Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan primer telah terbukti maka dakwaan subsidair tidak perlu dipertimbangkan lagi;

Menimbang, bahwa tindakan Terdakwa tersebut memang jika dihubungkan dengan keterangan beberapa orang saksi, menunjukkan suatu sikap reaksi atas perilaku korban yang memang lebih dahulu bersikap provokatif, termasuk menendang Terdakwa, namun demikian Terdakwa tetap tidak bisa menjadikan emosi sebagai alasan dalam membenarkan perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain. Meskipun demikian, hal-hal yang mendasari munculnya emosi Terdakwa akibat provokasi korban tetap akan menjadi pertimbangan bagi Majelis Hakim dalam menjatuhkan pidana pada diri Terdakwa ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

Menimbang, bahwa dalam persidangan, Majelis Hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan atau alasan pemaaf, maka Terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa mampu bertanggung jawab, maka harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana;

Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap Terdakwa telah dikenakan penangkapan dan penahanan yang sah, maka masa penangkapan dan penahanan tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa ditahan dan penahanan terhadap Terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka perlu ditetapkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti yang diajukan di persidangan untuk selanjutnya dipertimbangkan sebagai berikut:

Menimbang, bahwa barang bukti berupa :

- Sebilah Badik Model Makassar bila diukur dari pangkal keujung panjang kurang lebih 35 Cm dan Lebar kurang lebih 4,5 Cm ;

- Satu buah gagang badik yang terbuat dari kayu ;

- Sebilah Pisau dapur bila diukur dari pangkal keujung panjang kurang lebih 20 Cm dan Lebar kurang lebih 4,5 Cm ;

- Satu lembar sarung mandar Merk Wadimor motif kotak bergaris dengan warna hitam, abu-abu,merah dan hijau ;

Merupakan barang yang telah dipergunakan untuk melakukan kejahatan dan dikhawatirkan akan dipergunakan untuk mengulangi kejahatan, maka perlu ditetapkan agar barang bukti tersebut dimusnahkan ;

- Sepasang sendal kulit warna coklat merk Oaklay yang telah disita dari Terdakwa, maka dikembalikan kepada Terdakwa SATTU DG. NURU BIN

MUSTARI DG. GADING ;

Menimbang, bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa,, maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

Keadaan yang memberatkan:

- Perbuatan Terdakwa menimbulkan keresahan dan merusak kestabilan maupun kerukunan hidup bermasyarakat khususnya di sekitar tempat tinggal Terdakwa ;

Keadaan yang meringankan:

- Terdakwa berterus terang dan bersikap sopan sehingga mempermudah persidangan ;

- Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali ;

- Terdakwa memiliki tanggungan keluarga ;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dijatuhi pidana maka haruslah dibebani pula untuk membayar biaya perkara;

Memperhatikan, Pasal 338 KUHP dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan ;

MENGADILI:

1. Menyatakan Terdakwa SATTU DG. NURU BIN MUSTARI DG. GADING tersebut diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana PEMBUNUHAN sebagaimana dalam dakwaan primair Penuntut Umum ;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 (Delapan) tahun ;

3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

4. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan ; 5. Menetapkan barang bukti berupa:

- Sebilah Badik Model Makassar bila diukur dari pangkal keujung panjang kurang lebih 35 Cm dan Lebar kurang lebih 4,5 Cm ;

- Satu buah gagang badik yang terbuat dari kayu ;

- Sebilah Pisau dapur bila diukur dari pangkal keujung panjang kurang lebih 20 Cm dan Lebar kurang lebih 4,5 Cm ;

- Satu lembar sarung mandar Merk Wadimor motif kotak bergaris dengan warna hitam, abu-abu,merah dan hijau ;

dimusnahkan ;

- Sepasang sendal kulit warna coklat merk Oaklay ; Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 18 Putusan Nomor 108/Pid.B/2015/PN Tka.

dikembalikan kepada Terdakwa SATTU DG. NURU BIN MUSTARI DG.

GADING ;

6. Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp2.000,00 (dua ribu rupiah) ;

Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Takalar, pada hari SENIN, tanggal 14 Desember 2015, oleh KHAIRULLUDIN, S.H., M..H., sebagai Hakim Ketua, HENDHY EKA CHANDRA, S.H. dan FIRMANSYAH, S.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari serta tanggal itu juga oleh Hakim Ketua dengan didampingi para Hakim Anggota tersebut, dibantu oleh SEPTIAWATI,S.H., Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Takalar, serta dihadiri oleh KASMAWATI, S.KM., S.H., Penuntut Umum dan Terdakwa.

Hakim-Hakim Anggota,

T.td

HENDHY EKA CHANDRA, S.H.

T.td

FIRMANSYAH, S.H.

Hakim Ketua Majelis,

T.td KHAIRULLUDIN, S.H., M.H. PANITERA PENGGANTI T.td SEPTIAWATI, S.H. Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu akan dilakukan penelitian nilai delay untuk mengetahui kinerja dari jaringan nirkabel 4G di Surabaya, agar didapatkan hasil performansi dari TCP/IP, sehingga

Secara hukum, perjanjian yang dibuat menimbulkan akibat hukum dan para pihak yang terkait berhak mengajukan pembatalan perjanjian atau menjadikannya sebagai alasan

Hasil penelitian terhadap nilai bau menunjukkan perbedaan jarak tungku tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap bau ikan asap, namun dengan semakin

Pada angket no 12 yang menjawab benar atau tahu berjumlah 63 orang atau 63%, kemudian yang menjawab salah/ tidak tahu berjumlah 37 orang atau 37% maka rata-rata

Hal itu sejalan dengan penelitian dari D (2017) nilai OR 11,7 sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian preeklamsia pada

Dalam tugas akhir ini penulis mengangkat sebuah judul tentang “Pembangunan Aplikasi Mobile Donor Darah Berbasis Geolocation Menggunakan Metode Reactive

Creamer merupakan produk emulsi lemak dalam air yang diproses dari nabati, biasanya banyak digunakan sebagai bahan tambahan untuk minuman kopi, susu, coklat,

Pemodelan hubungan antara angka korban kecelakaan dengan faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yang diambil adalah hasil pemodelan kumulatif pada Tahun 2015– 2017