• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KEUANGAN (3300)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KEUANGAN (3300)"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

Jl.Baru Kotaraja No.103 Jayapura - Papua

PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA

LAPORAN KEUANGAN (3300)

Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni Tahun 2014 UAPPA-W PAPUA BARAT (3300)

Jalan Baru Kotaraja Nomor 103 Jayapura - Papua 99225

Telp. (0967) 583210 / Fax. (0967) 588924

e-mail : [email protected]

(2)

LAPORAN KEUANGAN

UNIT AKUNTASI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN WILAYAH PAPUA BARAT

PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA

Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2014

BAGIAN ANGGARAN 005.01 BADAN URUSAN ADMINISTRASI MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

Jalan Baru Kotaraja Nomor 103 Telp. (0967) 583210 / Fax. (0967) 588924

Jayapura - Papua 99225 e-mail : [email protected]

(3)

KATA PENGANTAR

(4)

KATA

PENGANTAR LAPORAN KEUAN

Kata Pengantar

Sebagaimana diamanatkan Undan Undang-Undang Nomor 23 Tahu Anggaran 2014, Menteri/Pimpina antara lain menyusun dan meny dipimpinnya.

Pengadilan Tinggi Agama Jayapur Republik Indonesia yang b pertanggungjawaban atas pel menyusun Laporan Keuangan b Keuangan.

Penyusunan Laporan Keuangan Pe Keuangan Nomor 171/PMK.05/20 Nomor 233/PMK.05/2011 tentan serta Peraturan Direktur Jende Penyusunan Laporan Keuangan dalamnya telah disusun sesuai ket

Laporan Keuangan ini diharapkan laporan khususnya sebagai sara transparansi pengelolaan keuan Disamping itu, laporan keuanga manajemen dalam pengambila pemerintahan yang baik (good gov

UANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAP

| Kata P

engantar

ndang-undang RI Nomor 17 tahun 2003 tentang Keu ahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Be pinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang

enyampaikan Laporan Keuangan Kementerian Neg

apura adalah salah satu Entitas Akuntansi di bawah berkewajiban menyelenggarakan akuntans pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belan an berupa Realisasi Anggaran, Neraca, dan Cata

n Pengadilan Tinggi Agama Jayapura mengacu pada 5/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan

ntang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan nderal Perbendaharaan Nomor PER-57/PB/2013 an Kementerian Negara/Lembaga, serta informas i ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

kan dapat memberikan informasi yang berguna kep sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/pertang euangan negara pada Kantor Pengadilan Tinggi

angan ini juga dimaksudkan untuk memberikan bilan keputusan dalam usaha untuk mewuju d governance).

Jayapura, 15 Kepala UAPPA-W Panitera/Se

RUSLI, S.H NIP. 19641231

YAPURA TAHUN 2014

ta Pengantar i Keuangan Negara, dan

elanja Negara Tahun rang mempunyai tugas Negara/Lembaga yang

wah Mahkamah Agung tansi dan laporan lanja Negara dengan Catatan atas Laporan

ada Peraturan Menteri uran Menteri Keuangan gan Pemerintah Pusat 13 tentang Pedoman masi yang disajikan di

kepada para pemakai tanggungjawaban dan ggi Agama Jayapura.

kan informasi kepada ujudkan tata kelola

, 15 Juli 2014 W Papua Barat, /Sekretaris,

H., M.H.

199403 1 048

(5)

DAFTAR ISI

(6)

DAFTAR ISI LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

| Daftar Isi ii

Daftar Isi

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

Daftar Tabel dan Lampiran ... iii

Ringkasan ... 1

PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB ... 5

I. Laporan Realisasi Anggaran ... 7

II. Neraca ... 9

III. Catatan atas Laporan Keuangan ... 12

A. Penjelasan Umum ... 12

A.1. Dasar Hukum ... 12

A.2. Profil dan Kebijakan Teknis Pengadilan Tinggi Agama Jayapura ... 13

A.3. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan ... 14

A.4. Kebijakan Akuntansi ... 15

B. Penjelasan atas Pos-pos Realisasi Anggaran ... 23

B.1. Pendapatan Negara dan Hibah ... 23

B.2. Belanja Negara ... 25

(7)

DAFTAR TABEL

(8)

DAFTAR TABEL LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

| Daftar Tabel dan Lampiran iii

Daftar Tabel dan Lampiran

Tabel 1 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2014 dan 2013 ... 1

Tabel 2Ringkasan Neraca per 30 Juni TA 2014 dan 2013 ... 2

Tabel 3 Rekapitulasi Jumlah Satker UAKPA ... 15

Tabel 4 Penggolongan Kualitas Piutang ... 20

Tabel 5 Tabel Masa Manfaat... 22

Tabel 6 Rincian Estimasi dan Realisasi PNBP per 30 Juni TA 2014 ... 23

Tabel 7 Perbandingan Realisasi PNBP per 30 Juni TA 2014 dan 2013 ... 25

Tabel 8 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja per 30 Juni TA 2014 ... 25

Tabel 9 Komposisi Anggaran dan Realisasi Belanja per 30 Juni TA 2014 ... 26

Tabel 10 Perbandingan Realisasi Belanja per 30 Juni TA 2014 TA 2013 ... 26

Tabel 11 Perbandingan Belanja Pegawai per 30 Juni TA 2014 dan TA 2013 ... 27

Tabel 12 Perbandingan Belanja Barang per 30 Juni TA 2014 dan TA 2013 ... 28

Tabel 13 Perbandingan Belanja Modal per 30 Juni TA 2014 dan TA 2013 ... 29

(9)

RINGKASAN

(10)

Ringkasan

LAPORAN KEUANGAN UAPPA-W PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

Laporan Keuangan | Ringkasan 1

Ringkasan

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat, Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang menyusun dan menyampaikan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal, dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).

Laporan Keuangan UAPPA-W Pengadilan Tinggi Agama Jayapura Tahun 2014 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) TA 2014 dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur pendapatan, belanja, selama periode 1 Januari 2014 s.d. 30 Juni 2014 .

Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2014 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp.192.589.680.

Realisasi Belanja Negara pada TA 2014 adalah sebesar Rp.12.145.004.830 atau mencapai 37,76 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp.32.165.776.000.

Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran per 30 Juni TA 2014 dan per 30 Juni TA 2013 dapat disajikan sebagai berikut.

Tabel 1 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2014 dan 2013 (dalam satuan Rupiah)

Uraian TA 2014 TA 2013

Anggaran Realisasi % real. Thd anggaran Realisasi

Pendapatan Negara 0 192.589.680 0,00 7.468.657

Belanja Negara 32.165.776.000 12.145.004.830 37,76 14.874.611.520

(11)

Ringkasan

LAPORAN KEUANGAN UAPPA-W PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

Laporan Keuangan | Ringkasan 2 2. NERACA

Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana per 30 Juni 2014 dan per 31 Desember 2013 .

Neraca yang disajikan adalah hasil dari proses Sistem Akuntansi Instansi, sebagaimana yang diwajibkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.

Nilai Aset per 30 Juni 2014 dicatat dan disajikan sebesar Rp.54.433.456.015, yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp.202.696.736; Aset Tetap (bersih) sebesar Rp.54.147.944.279; dan Aset Lainnya sebesar Rp.82.815.000.

Nilai Kewajiban seluruhnya tersaji sebesar Rp.182.008.400 yang terdiri dari Kewajiban Jangka Pendek sebesar Rp.180.000.000 dan Utang kepada Pihak Ketiga sebesar Rp.2.008.400.

Nilai Ekuitas Dana disajikan sebesar Rp.54.251.447.615, yang terdiri dari Ekuitas Dana Lancar sebesar Rp.20.688.336 dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp.54.230.759.279.

Ringkasan Neraca per 30 Juni 2014 dan per 31 Desember 2013 dapat disajikan sebagai berikut :

Tabel 2 Ringkasan Neraca per 30 Juni TA 2014 dan 2013 (dalam satuan Rupiah)

Uraian Periode Neraca Kenaikan/Penurunan

30 Juni 2014 31 Desember 2013 Rp. %

Aset

Aset Lancar 202.696.736 29.779.053 172.917.683 580,67

Aset Tetap 54.147.944.279 53.691.432.215 456.512.064 0,85

Aset Lainnya 82.815.000 82.815.000 0 0,00

Jumlah Aset 54.433.456.015 53.804.026.268 629.429.747 1,17

Kewajiban

Kewajiban Jangka Pendek 182.008.400 95.413.958 86.594.442 90,76

Jumlah Kewajiban 182.008.400 95.413.958 86.594.442 90,76

Ekuitas Dana

Ekuitas Dana Lancar 20.688.336 (65.634.905) 86.323.241 (131,52)

Ekuitas Dana Investasi 54.230.759.279 53.774.247.215 456.512.064 0,85

Jumlah Ekuitas Dana 54.251.447.615 53.708.612.310 542.835.305 1,01

Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Dana 54.433.456.015 53.804.026.268 629.429.747 1,17

(12)

Ringkasan

LAPORAN KEUANGAN UAPPA-W PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

Laporan Keuangan | Ringkasan 3 3. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal 30 Juni 2014, Pendapatan Negara dan Hibah dan Belanja Negara diakui berdasarkan basis kas, yaitu diakui pada saat kas diterima atau dikeluarkan dari rekening kas negara.

Dalam penyajian Neraca untuk periode per 30 Juni 2014, nilai Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana diakui berdasarkan basis akrual, yaitu diakui pada saat diperolehnya hak atas dan timbulnya kewajiban tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan dari rekening kas negara.

(13)

PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB

(14)

| Pernyataan Tanggungjawab 5

PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA

Jalan Baru Kotaraja Nomor 103 Jayapura Papua 99225

Telp. (0967) 583210 / Fax. (0967) 588924 / e-mail : [email protected] ___________________________________________________________________________

PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB

Penggabungan Laporan Keuangan Badan Urusan Administrasi tingkat Pengadilan Tinggi Agama Jayapura selaku Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah Papua Barat, yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2014 sebagaimana terlampir, adalah tanggung jawab kami, sedangkan substansi laporan keuangan dari masing-masing satuan kerja merupakan tanggung jawab masing-masing UAKPA.

Laporan keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Jayapura, Juli 2014

Kepala Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah Papua Barat,

Panitera/Sekretaris,

RUSLI, S.H., M.H.

NIP. 19641231 199403 1 048

(15)

I. LRA PERBANDINGAN

(16)

Laporan Realisasi Anggaran

LAPORAN KEUANGAN UAPPA-W PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

I. Laporan Realisasi Anggaran 7

I. Laporan Realisasi Anggaran

PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2014 DAN 30 JUNI 2013

( dalam satuan Rupiah)

Uraian Catatan

30 JUNI TA 2014 30 JUNI TA 2013

Anggaran Realisasi % Realisasi

A. Pendapatan Negara dan Hibah

B.1

1. Penerimaan Negara Bukan Pajak

B.1.1 0 192.589.680 0,00 7.468.657

Jumlah Pendapatan Negara dan Hibah

0 192.589.680 0,00 7.468.657

B. Belanja Negara B.2

1. Belanja Pegawai B.2.1. 21.752.124.000 9.158.765.511 42,11 9.926.396.346

2. Belanja Barang B.2.2. 3.363.652.000 1.690.401.119 50,25 1.767.541.274

3. Belanja Modal B.2.3. 7.050.000.000 1.295.838.200 18,38 3.180.673.900

Jumlah Belanja Negara 32.165.776.000 12.145.004.830 37,76 14.874.611.520

*Silahkan lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Bagian III yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan ini.

(17)

II. NERACA PERBANDINGAN

(18)

NERACA

LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

| II. Neraca 9

II. Neraca

PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA

NERACA

PER 30 JUNI 2014 DAN PER 31 DESEMBER 2013

(dalam satuan Rupiah)

URAIAN Catatan 30 Juni 2014 31 Desember 2013 ASET

Aset Lancar C.1

Kas dan Bank

Kas di Bendahara Pengeluaran C.1. 1. 180.000.000 0

Kas di Bendahara Penerimaan C.1. 2. 0 6.100.000

Kas Lainnya dan Setara Kas C.1. 3. 0 1.179.000

Belanja Dibayar Dimuka (prepaid) C.1. 4. 306.540 4.478.870

Persediaan C.1. 5. 22.390.196 18.021.183

Jumlah Aset Lancar 202.696.736 29.779.053

Aset Tetap C.2

Tanah C.2. 1. 26.449.930.000 26.449.930.000

Peralatan dan Mesin C.2. 2. 9.753.198.250 9.116.878.250

Gedung dan Bangunan C.2. 3. 30.860.895.300 30.860.895.300

Jalan, Irigasi, dan Jaringan C.2. 4. 945.077.365 945.077.365

Aset Tetap Lainnya C.2. 5. 76.990.548 76.990.548

Konstruksi dalam Pengerjaan C.2. 6. 2.923.025.700 2.199.100.000

Akumulasi Penyusutan Aset Tetap C.2. 7. (16.861.172.884) (15.957.439.248)

Jumlah Aset Tetap 54.147.944.279 53.691.432.215

Aset Lainnya C.4

Aset tak Berwujud C.4. 1. 82.815.000 82.815.000

Aset Lain-Lain C.4. 2. 310.080.132 310.080.132

Akumulasi Penyusutan/Amortisasi Aset Lainnya

C.4. 3. (310.080.132) (310.080.132)

Jumlah Aset Lainnya 82.815.000 82.815.000

Jumlah Aset 54.433.456.015 53.804.026.268

(19)

NERACA

LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

| II. Neraca 10

KEWAJIBAN

Kewajiban Jangka Pendek C.5

Utang kepada Pihak Ketiga C.5. 1. 2.008.400 88.134.958

Uang Muka dari KPPN C.5. 2. 180.000.000 0

Pendapatan yang Ditangguhkan C.5. 3. 0 7.279.000

Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 182.008.400 95.413.958

Jumlah Kewajiban 182.008.400 95.413.958

EKUITAS

Ekuitas Dana Lancar C.6

Cadangan Piutang C.6. 1. 306.540 4.478.870

Cadangan Persediaan C.6. 2. 22.390.196 18.021.183

Dana Yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek

C.6. 3. (2.008.400) (88.134.958)

Jumlah Ekuitas Dana Lancar 20.688.336 (65.634.905)

Ekuitas Dana Investasi C.7

Diinvestasikan dalam Aset Tetap C.7. 1. 54.147.944.279 53.691.432.215

Diinvestasikan dalam Aset Lainnya C.7. 2. 82.815.000 82.815.000

Jumlah Ekuitas Dana Investasi 54.230.759.279 53.774.247.215

Jumlah Ekuitas Dana 54.251.447.615 53.708.612.310

Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Dana 54.433.456.015 53.804.026.268

*Silahkan lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Bagian III yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan ini.

(20)

| II. Neraca 11

III. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

(21)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 12

III. Catatan atas Laporan Keuangan

A. Penjelasan Umum A.1. Dasar Hukum

a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

c. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

d. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008;

e. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-62/PB/2009 tentang Tata cara Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual pada Laporan Keuangan;

f. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Perubahan Kedua dan PP Nomor 45 Tahun 2013 mengenai Perubahan Ketiga atas Keputusan Presiden Nomor 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

g. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;

h. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat;

i. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-80/PB/2011 tentang Penambahan dan Perubahan Akun Pendapatan, Belanja, dan Transfer pada Bagan

(22)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 13 Akun Standar;

j. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-42/PB/2012 tentang Penambahan dan Perubahan Akun Non Anggaran dan Neraca pada Bagan Akun Standar;

k. Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung No. 003/SEK/12/2012 mengenai Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya.

l. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 01/PMK.06/2013 tentang Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat;

m. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-57/PB/2013 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga;

A.2. Profil dan Kebijakan Teknis Pengadilan Tinggi Agama Jayapura

Tahun 2014 merupakan bagian dari rencana strategis Mahkamah Agung 2010 – 2014 dimana pelaksanaan dan perencanaan sudah berbasis kinerja. Program dan kegiatan Pengadilan Tinggi Agama Jayapura pada tahun 2010 sampai dengan 2014 mengacu pada program-program yang dicanangkan oleh Mahkamah Agung dan dituangkan dalam visi dan misi Pengadilan Tinggi Agama Jayapura.

Visi Mahkamah Agung adalah “TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN INDONESIA YANG AGUNG”, yang bertujuan agar Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya menjadi lembaga yang dihormati, dimana di dalamnya dikelola oleh hakim dan pegawai yang memiliki kemuliaan dan kebesaran serta keluhuran sikap dan jiwa dalam melaksanakan tugas pokoknya, yaitu memutus perkara.

Misi Mahkamah Agung :

1. Menjaga kemandirian badan peradilan.

2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan.

3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan.

4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan.

(23)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 14 Kemudian Visi dan Misi Mahkamah Agung tersebut dijadikan acuan bagi Pengadilan Tinggi Agama Jayapura sebagai Visi dan Misinya.

Visi Pengadilan Tinggi Agama Jayapura adalah “Terwujudnya Pengadilan Tinggi Agama Jayapura yang Mandiri, Bermartabat dalam Penegakkan Hukum dan Keadilan Menuju Peradilan yang Agung”.

Misi Pengadilan Tinggi Agama Jayapura adalah

1. Peningkatan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan;

2. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur Peradilan Agama dan pengawasan terhadap jalannya peradilan;

3. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat;

4. Peningkatan kredibilitas dan transparansi badan peradilan melalui program quick wins Mahkamah Agung;

5. Peningkatan pelayanan publik dan meja informasi.

Untuk mewujudkan Visi dan Misi tersebut Pengadilan Tinggi Agama Jayapura melakukan beberapa langkah-langkah strategis sebagai berikut :

1. Meningkatkan penyelesaian perkara yang tepat waktu;

2. Meningkatnya tertib administrasi perkara sesuai POLA BINDALMIN;

3. Meningkatnya kualitas SDM;

4. Meningkatnya kualitas pembinaan dan pengawasan yang proporsional, efektif dan efisien;

5. Meningkatnya aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice).

A.3. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Tahun 2014 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Pengadilan Tinggi Agama Jayapura. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.

(24)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 15 Laporan Keuangan Badan Urusan Administrasi Tahun 2014 ini merupakan laporan konsolidasi dari seluruh satuan kerja yang bertanggung jawab atas anggaran yang diberikan, yang secara struktural berada di bawah Pengadilan Tinggi Agama Jayapura.

Jumlah satuan kerja di lingkup Pengadilan Tinggi Agama Jayapura wilayah Papua Barat adalah berjumlah 6 (enam) satker. Dari jumlah tersebut, yang menyampaikan laporan keuangan dan dikonsolidasikan sejumlah 6 (enam) satker (100%). Rincian satuan kerja tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3 Rekapitulasi Jumlah Satker UAKPA

No Kode

Eselon Uraian Satker

Jumlah Jenis Kewenangan

Jumlah Satker

KP KD DK TP

M TM M BM M BM M BM

1 01 Pengadilan Negeri Manokwari V 1

2 01 Pengadilan Negeri Sorong V 1

3 01 Pengadilan Negeri Fak Fak V 1

4 01 Pengadilan Agama Sorong V 1

5 01 Pengadilan Agama Fak Fak V 1

6 01 Pengadilan Agama Manokwari V 1

Jumlah 6 6

Keterangan:

M = Menyampaikan LK BM = Belum menyampaikan LK

SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya.

A.4. Kebijakan Akuntansi

Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2014 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Disamping itu, dalam penyusunannya telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.

Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Kantor Pengadilan Tinggi Agama Jayapura adalah sebagai berikut :

(25)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 16 (1.) Kebijakan Akuntansi atas Pendapatan

• Pendapatan adalah semua penerimaan yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat.

• Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum Negara (KUN).

• Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

• Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.

(2.) Kebijakan Akuntansi atas Belanja

• Belanja adalah semua pengeluaran yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat.

• Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN.

• Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

• Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja.

(3.) Kebijakan Akuntansi atas Aset

• Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan, kekayaan di dasar laut, dan kandungan pertambangan. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah.

• Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Investasi, Aset Tetap, Piutang Jangka Panjang dan Aset Lainnya.

(26)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 17 a. Aset Lancar

• Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.

• Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.

• Piutang dinyatakan dalam neraca menurut nilai yang timbul berdasarkan hak yang telah dikeluarkan surat keputusan penagihan atau yang dipersamakan, yang diharapkan diterima pengembaliannya dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan dan disajikan sebagai Bagian Lancar Piutang.

• Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai Bagian Lancar TPA/TGR.

• Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

• Persediaan dicatat di neraca berdasarkan hasil perhitungan fisik pada tanggal neraca dikalikan dengan:

 harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian;

 harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;

 harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya.

b. Aset Tetap

• Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

• Aset tetap dilaporkan pada neraca berdasarkan harga perolehan atau harga wajar.

(27)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 18

• Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut:

 Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300.000 (tiga ratus ribu rupiah);

 Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah);

 Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.

c. Piutang Jangka Panjang

• Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan.

Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun.

• TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran.

• TP adalah tagihan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah.

• TGR adalah suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya.

(28)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 19 d. Aset Lainnya

• Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset tetap, dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Aset Tak Berwujud, dan Aset Lain-lain.

• Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual.

• Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan operasional pemerintah.

(4.) Kebijakan Akuntansi atas Kewajiban

• Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.

• Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.

o Kewajiban Jangka Pendek

Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Belanja yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka, Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, dan Utang Jangka Pendek Lainnya.

o Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

• Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.

(29)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 20 (5.) Kebijakan Akuntansi atas Ekuitas Dana

• Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah, yaitu selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.

• Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi.

• Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek.

• Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang.

(6.) Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Utang Tidak Tertagih

• Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari piutang berdasarkan penggolongan kualitas piutang. Penilaian kualitas piutang dilakukan dengan mempertimbangkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah.

Kualitas piutang didasarkan pada kondisi masing-masing piutang pada tanggal pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor:

201/PMK.06/2010 tentang Kualitas Piutang Kementerian Negara/Lembaga dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih .

Tabel 4 Penggolongan Kualitas Piutang

Kualitas Piutang Uraian Penyisihan

Lancar Belum dilakukan pelunasan s.d. tanggal jatuh tempo

0.5%

Kurang Lancar Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan

10%

Diragukan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan

50%

Macet 1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan 2. Piutang telah diserahkan kepada Panitia

Urusan Piutang Negara/DJKN

100%

(30)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 21 (7.) Kebijakan Akuntansi atas Penyusutan Aset Tetap

• Penerapan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada seluruh entitas Pemerintah Pusat dilaksanakan mulai tahun 2013, sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 53/KMK.06/2012 tentang Penerapan Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat.

• Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap. Kebijakan penyusutan aset tetap didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan No.01/PMK.06/2013 tentang Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat.

• Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap:

o Tanah

o Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP)

o Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber sah atau dalam kondisi rusak berat dan/atau usang yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan

• Nilai yang disusutkan pertama kali adalah nilai yang tercatat dalam pembukuan per 31 Desember 2012 untuk aset tetap yang diperoleh sampai dengan 31 Desember 2012. Sedangkan Untuk Aset Tetap yang diperoleh setelah 31 Desember 2012, nilai yang disusutkan adalah berdasarkan nilai perolehan.

• Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.

• Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset Tetap secara merata setiap semester selama Masa Manfaat.

• Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 59/KMK.06/2013 tentang Tabel Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara umum tabel masa manfaat tersebut tersaji pada Tabel 5.

(31)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 22

Tabel 5 Tabel Masa Manfaat

Kelompok Aset Tetap Masa Manfaat

Peralatan dan Mesin 2 s.d. 20 tahun

Gedung dan Bangunan 10 s.d. 50 tahun

Jalan, Irigasi dan Jaringan 5 s.d. 40 tahun Aset Tetap Lainnya (Alat musik modern) 4 tahun

(32)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 23

B. Penjelasan atas Pos-pos Realisasi Anggaran

B.1. Pendapatan Negara dan Hibah

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah : Rp.

192.589.680

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2014 adalah sebesar Rp.192.589.680. Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibah yang diterima oleh lingkup Pengadilan Tinggi Agama Jayapura wilayah Papua Barat adalah merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.

Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasinya tersaji pada Tabel di bawah :

Tabel 6 Rincian Estimasi dan Realisasi PNBP per 30 Juni TA 2014 (dalam satuan Rupiah)

No. Uraian Estimasi

Pendapatan Realisasi %

1. Pendapatan dari Penjualan Tanah, Gedung, dan Bangunan 0 6.100.000 0,00

2. Penerimaan Kembali Belanja Lainnya TAYL 0 161.374.550 0,00

3. Pendapatan Sewa Tanah, Gedung, dan Bangunan 0 4.878.972 0,00

4. Penerimaan Kembali Belanja Pegawai Pusat TAYL 0 10.917.048 0,00

5. Penerimaan Kembali Persekot/Uang Muka Gaji 0 6.513.930 0,00

6. Pendapatan Anggaran Lain-lain 0 505.180 0,00

7. Pendapatan Pelunasan Ganti Rugi atas Kerugian yang Diderita Oleh Negara (Masuk TP/TGR) Bendahara

0 2.300.000 0,00

Total Pendapatan 192.589.680 0,00

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah per 30 Juni TA 2014 mengalami kenaikan sebesar Rp.185.121.023 atau 2.478,63 persen dibandingkan per 30 Juni TA 2013.

Hal ini disebabkan karena :

1. Terdapat setoran pendapatan dari lelang penjualan bongkahan bangunan gedung kantor lama Pengadilan Agama Fakfak sebesar Rp. 6.100.000;

2. Terdapat pendapatan dari Penerimaan Kembali Belanja Lainnya Tahun Anggaran Yang Lalu berupa :

a. Setoran pengembalian pembayaran rekening air pada Pengadilan Negeri Fakfak sebesar Rp. 4.945.218,-

b. Pengembalian pembayaran uang tiket perjalanan dinas pada Pengadilan Negeri Fakfak sebesar Rp. 280.000,-

(33)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 24 c. Terdapat pengembalian honorarium tenaga honorer selama satu tahun

yang telah dibayarkan pada Pengadilan Negeri Sorong sebesar Rp.

66.000.000,-

d. Setoran kelebihan pembayaran pembangunan gedung kantor Pengadilan Agama Fakfak sebesar Rp.78.150.458,-

e. Terdapat setoran pengembalian belanja modal TA 2013 pada Pengadilan Agama Sorong sebesar Rp.7.250.000,-

f. Terdapat setoran pengembalian belanja langganan daya dan jasa pada Pengadilan Agama Sorong sebesar Rp.4.748.874.

3. Bertambahnya jumlah pegawai yang menggunakan sarana Rumah Dinas Negara;

4. Diterimanya setoran kembali belanja pegawai pusat tahun anggaran yang lalu berupa :

a. Berupa setoran pengembalian kelebihan pembayaran gaji sebesar Rp.9.000.000,- dan setoran pengembalian kelebihan pembayaran Tunjangan Uang Makan dari bulan Januari sampai dengan Desember 2013 sebesar Rp. 1.916.850,- pada Pengadilan Agama Sorong.

b. Pada Pengadilan Negeri Fakfak sebesar Rp. 198,-

5. Bertambahnya jumlah pegawai yang mengajukan persekot/uang muka gaji pada semester I TA 2014;

6. Terdapat Pendapatan Anggaran Lain-lain pada Pengadilan Agama Manokwari sebesar Rp. 505.180,- seharusnya dicatat pada akun Penerimaan Kembali Persekot/Uang Muka Gaji;

7. Terdapat setoran kerugian Negara (TGR Bendahara) atas kehilangan motor dinas pada Pengadilan Agama Sorong sebesar Rp. 1.500.000,- dan Rp. 800.000,-

(34)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 25 Perbandingan realisasi PNBP TA 2014 dan 2013 disajikan dalam tabel dibawah ini :

Tabel 7 Perbandingan Realisasi PNBP per 30 Juni TA 2014 dan 2013 (dalam satuan Rupiah)

No. Uraian TA 2014 TA 2013

Perubahan

Rp. %

1. Pendapatan dari Penjualan Tanah, Gedung, dan Bangunan

6.100.000 0 6.100.000 0,00

2. Penerimaan Kembali Belanja Lainnya TAYL 161.374.550 0 161.374.550 0,00 3. Pendapatan Sewa Tanah, Gedung, dan Bangunan 4.878.972 3.602.462 1.276.510 35,43 4. Penerimaan Kembali Belanja Pegawai Pusat TAYL 10.917.048 370.715 10.546.333 2.844,86 5. Penerimaan Kembali Persekot/Uang Muka Gaji 6.513.930 3.495.480 3.018.450 86,35

6. Pendapatan Anggaran Lain-lain 505.180 0 505.180 0,00

7. Pendapatan Pelunasan Ganti Rugi atas Kerugian yang Diderita Oleh Negara (Masuk TP/TGR) Bendahara

2.300.000 0 2.300.000 0,00

Total Pendapatan 192.589.680 7.468.657 185.121.023 2478,63

B.2. Belanja Negara

Realisasi Belanja Negara : Rp.

12.145.004.830

Realisasi Belanja Negara pada lingkup Pengadilan Tinggi Agama Jayapura per 30 Juni TA 2014 adalah sebesar Rp.12.145.004.830 setelah dikurangi pengembalian belanja, atau sebesar 37,76 persen dari anggaran senilai Rp.32.165.776.000. Rincian anggaran dan realisasi belanja pada TA 2014 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 8 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja per 30 Juni TA 2014 (dalam satuan Rupiah)

Uraian

30 Juni TA 2014

Pagu Realisasi %

Belanja Pegawai 21.752.124.000 9.158.765.511 42,11 Belanja Barang 3.363.652.000 1.690.401.119 50,25 Belanja Modal 7.050.000.000 1.295.838.200 18,38 Total Belanja Bruto 32.165.776.000 12.145.808.096 37,76

Pengembalian Belanja 0 (803.266) 0

Total Belanja Netto 32.165.776.000 12.145.004.830 37,76

(35)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KE

III. Catatan atas Komposisi anggaran

Tabel

Sumber: Lapo

Realisasi Belanja sebesar (18,35) p tersebut diseba Tunjangan Fung berdasarkan PP 2014, dan telah lingkup Pengadila

Perbandingan rea

Tabel 10

Urai

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Total Belanja

5.000 10.000 15.000.

20.000.

25.000.0

Rupiah

Realisasi Anggaran

N KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JA

atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisa ran dan realisasi belanja dapat dilihat pada tabel be

el 9 Komposisi Anggaran dan Realisasi Belanja per 30 Juni TA (dalam satuan Rupiah)

Laporan Keuangan Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAK

lanja Negara mengalami penurunan sebesar Rp.(2 5) persen dari realisasi tahun lalu pada periode yan sebabkan karena telah diselesaikannya pemba Fungsional Hakim dan Tunjangan Kemahalan PP Nomor 94 Tahun 2012, menurunnya PAGU Belan

elah diselesaikannya sebagian Belanja Modal satk adilan Tinggi Agama Jayapura wilayah Papua Barat.

n realisasi belanja TA 2014 dan 2013 dapat dilihat p

10 Perbandingan Realisasi Belanja per 30 Juni TA 2014 dan (dalam satuan Rupiah)

Uraian TA 2014 TA 2013

Na

Rp.

ai 9.158.765.511 9.926.396.346 (767.630

1.690.401.119 1.767.541.274 (77.140 1.295.838.200 3.180.673.900 (1.884.835 12.145.004.830 14.874.611.520 (2.729.606

0,00 .000.000.000,00 .000.000.000,00 000.000.000,00 000.000.000,00 00.000.000,00

Belanja Pegawai

Belanja Barang

Belanja M

Belanja Pegawai Belanja Barang

9.158.765.511,00 1.690.401.119,00

21.752.124.000,00 3.363.652.000,00

A JAYAPURA TAHUN 2014

lisasi Anggaran 26 l berikut ini :

i TA 2014

(SAKPA) 2014 & 2013

p.(2.729.606.690) atau yang sama. Penurunan bayaran kekurangan an Hakim yang naik elanja Barang pada TA satker pada TA 2013 at.

at pada tabel berikut :

an TA 2013

Naik (Turun)

Rp. %

.630.835) (7,73) .140.155) (4,36) .835.700) (59,26) .606.690) (18,35)

ja Modal

Belanja Modal 1.295.838.200,00 7.050.000.000,00

(36)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 27 B.2.1. Belanja Pegawai

Realisasi Belanja Pegawai : Rp.

9.158.765.511

Realisasi Belanja Pegawai pada lingkup Pengadilan Tinggi Agama Jayapura per 30 Juni TA 2014 dan per 30 Juni TA 2013 adalah sebesar Rp.9.158.765.511 dan Rp.9.926.396.346.

Rincian Belanja Pegawai dapat dilihat pada tabel di bawah :

Tabel 11 Perbandingan Belanja Pegawai per 30 Juni TA 2014 dan TA 2013 (dalam satuan Rupiah)

Uraian TA 2014 TA 2013 Naik(Turun) %

Belanja Gaji Pokok PNS 2.629.535.580 2.563.761.360 65.774.220 2,57

Belanja Pembulatan Gaji PNS 50.805 57.535 (6.730) (11,70)

Belanja Tunj. Suami/Istri PNS 196.713.818 183.331.740 13.382.078 7,30

Belanja Tunj. Anak PNS 65.466.683 64.200.790 1.265.893 1,97

Belanja Tunj. Struktural PNS 55.430.000 56.130.000 (700.000) (1,25) Belanja Tunj. Fungsional PNS 3.023.170.000 3.710.675.000 (687.505.000) (18,53)

Belanja Tunj. PPh PNS 540.500.041 623.875.678 (83.375.637) (13,36)

Belanja Tunj. Beras PNS 205.621.850 183.217.500 22.404.350 12,23

Belanja Uang Makan PNS 373.139.000 428.582.000 (55.443.000) (12,94) Belanja Tunjangan Khusus Papua PNS 577.380.000 601.885.000 (24.505.000) (4,07)

Belanja Tunjangan Umum PNS 33.355.000 26.485.000 6.870.000 25,94

Belanja Tunjangan Kemahalan Hakim 594.275.000 573.600.000 20.675.000 3,60 Belanja Tunjangan Hakim Ad Hoc 853.000.000 844.500.000 8.500.000 1,01

Belanja Uang Lembur 11.931.000 57.258.000 (45.327.000) (79,16)

Belanja Tunj. Lain-lain termasuk uang duka PNS Dalam dan Luar Negeri

0 11.759.400 (11.759.400) (100,00)

Total Belanja Brutto 9.159.568.777 9.929.319.003 (769.750.226) (7,75)

Pengembalian Belanja (803.266) (2.922.657) 2.119.391 (72,52)

Total Belanja Netto 9.158.765.511 9.926.396.346 (767.630.835) (7,73)

Realisasi Belanja Pegawai TA 2014 mengalami penurunan sebesar (7,73) persen hal ini disebabkan telah diselesaikannya pembayaran kekurangan Tunjangan Fungsional Hakim, Tunjangan Kemahalan Hakim dan Tunjangan PPh PNS pada Semester I TA 2013 berdasarkan PP Nomor 94 Tahun 2012.

(37)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 28 B.2.2. Belanja Barang

Realisasi Belanja Barang : Rp.

1.690.401.119

Realisasi Belanja Barang pada lingkup Pengadilan Tinggi Agama Jayapura per 30 Juni TA 2014 dan per 30 Juni TA 2013 adalah sebesar Rp.1.690.401.119 dan Rp.1.767.541.274.

Realisasi Belanja Barang TA 2014 mengalami penurunan sebesar (4,36) persen dibandingkan Realisasi Belanja Barang TA 2013. Hal ini disebabkan satker lingkup Pengadilan Tinggi Agama Jayapura wilayah Papua Barat telah melakukan efisiensi dan efektifitas Belanja Perjalanan Dinas pada TA 2014.

Rincian Belanja Barang dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 12 Perbandingan Belanja Barang per 30 Juni TA 2014 dan TA 2013 (dalam satuan Rupiah)

Uraian

TA 2014 TA 2013 Perubahan

Realisasi Realisasi Rp. %

Belanja Barang Operasional 663.675.388 583.351.429 80.323.959 13,77 Belanja Barang Non Operasional 27.273.000 11.070.000 16.203.000 146,37

Belanja Jasa 155.593.244 101.235.256 54.357.988 53,69

Belanja Pemeliharaan 305.270.979 234.276.963 70.994.016 30,30 Belanja Perjalanan Dinas 538.588.508 837.607.626 (299.019.118) (35,70) Total Belanja Brutto 1.690.401.119 1.767.541.274 (77.140.155) (4,36)

Pengembalian Belanja 0 0 0 0

Total Belanja Netto 1.690.401.119 1.767.541.274 (77.140.155) (4,36)

B.2.3. Belanja Modal

Realisasi Belanja Modal :Rp.

1.295.838.200

Realisasi Belanja Modal pada lingkup Pengadilan Tinggi Agama Jayapura per 30 Juni TA 2014 dan per 30 Juni TA 2013 adalah sebesar Rp.1.295.838.200 dan Rp.3.180.673.900.

Realisasi Belanja Modal TA 2014 mengalami penurunan sebesar (59,26) persen dibandingkan Realisasi Belanja Modal TA 2013. Hal ini disebabkan sampai dengan 30 Juni 2014 baru sebagian direalisasikannya Belanja Modal pembangunan gedung kantor pada Pengadilan Negeri Fakfak sebesar Rp.134.175.000,- dan pada

(38)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN UAPPAW PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Realisasi Anggaran 29 Pengadilan Agama Sorong sebesar Rp.682.263.200,-

Rincian Belanja Modal dapat dilihat pada tabel di bawah :

Tabel 13 Perbandingan Belanja Modal per 30 Juni TA 2014 dan TA 2013 (dalam satuan Rupiah)

Uraian TA 2014 TA 2013

Perubahan

Rp. %

Belanja Modal Peralatan & Mesin 479.400.000 279.000.000 200.400.000 71,83 Belanja Modal Gedung & Bangunan 816.438.200 2.901.673.900 (2.085.235.700) (71,86) Total Belanja Brutto 1.295.838.200 3.180.673.900 (1.884.835.700) (59,26)

Pengembalian Belanja 0 0 0 0

Total Belanja Netto 1.295.838.200 3.180.673.900 (1.884.835.700) (59,26)

(39)

Catatan atas

Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN MAHKAMAH AGUNG RI TAHUN 2014

III. Catatan atas Laporan Keuangan | Penjelasan Pos-pos Neraca 30

C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca

Aset Lancar : Rp.

202.969.736

C.1. Aset Lancar

Nilai Aset Lancar per 30 Juni 2014 dan per 31 Desember 2013 adalah masing-masing sebesar Rp.202.969.736 dan Rp.29.779.053.

Aset lancar merupakan aset yang diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.

Rincian Aset Lancar pada lingkup Pengadilan Tinggi Agama Jayapura per 30 Juni 2014 dan per 31 Desember 2013 disajikan pada tabel di bawah :

Tabel 1 Rincian Aset Lancar per 30 Juni 2014 dan 2013 (dalam satuan Rupiah)

Uraian 30 Juni TA 2014 31 Desember TA 2013

Kas di Bendahara Pengeluaran 180.000.000 0

Kas di Bendahara Penerimaan 0 6.100.000

Kas Lainnya dan Setara Kas 0 1.179.000

Belanja Dibayar di Muka 306.540 4.478.870

Persediaan 22.390.196 18.021.183

Total Aset Lancar 202.696.736 29.779.053

C.1.1. Kas di Bendahara Pengeluaran

Kas di Bendahara Pengeluaran:

Rp.

180.000.000

Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 30 Juni 2014 dan per 31 Desember 2013 masing-masing adalah sebesar Rp.180.000.000 dan Rp. 0 yang merupakan kas yang dikuasai, dikelola dan dibawah tanggungjawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari Uang Persediaan yang belum dipertanggungjawabkan atau disetorkan kembali ke kas negara per tanggal neraca.

Gambar

Tabel 1 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2014 dan 2013   (dalam satuan Rupiah)
Tabel 2 Ringkasan Neraca per 30 Juni  TA 2014 dan 2013   (dalam satuan Rupiah)
Tabel 3 Rekapitulasi Jumlah Satker UAKPA
Tabel 4 Penggolongan Kualitas Piutang
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah diubah

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007, menteri/pimpinan

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 sebagaimana telah