& apa yang harus anda ketahui
untuk mencegah STROKE
Bacaan
ringkas &
terpercaya
LEAF
Salam sehat & sejahtera
Yudi Garnadi
Stroke merupakan serangan akut 'serebrovaskular' yang merupakan pembunuh ketiga setelah penyakit
'kardiovaskular' dan 'kanker'. Stroke umumnya menyerang pria / wanita diatas usia 60 tahun, namun dapat pula menyerang pada penderita dengan usia yang lebih muda.
Gejala klinik stroke bervariasi dari ringan hingga berat. Keluhan penderita stroke adalah bicara rero, lemah / lumpuh sebelah anggota gerak, mulut mencong dan wajah tampak tidak simetris dan berbagai 'kelainan sistem saraf pusat' lainnya.
Anda sekeluarga perlu mengenali gejala 'serangan stroke' agar penderita dapat segera dirujuk ke rumah sakit. Penanganan yang cepat dan tepat sangat berpengaruh terhadap morbiditas (kesakitan) dan mortalitas
(kematian).
Penderita paska serangan stroke dapat kehilangan produktifitas hidup. Pengobatan dan rehabilitasi perlu kesabaran dalam waktu yang cukup lama. Cacat badan dapat disertai perubahan psikologis penderitanya. Kehidupan paska stroke merupakan adaptasi baru untuk dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari seperti sebelum serangan stroke. Upaya penderita stroke bersama dengan keluarga, pelatih, dokter dan perawat untuk mencapai kehidupannya menjadi lebih baik.
pengantar
& apa yang harus anda ketahui
untuk mencegah STROKE
Oleh:
[FamiliaMedika]
Yudi Garnadi
Hak cipta milik Yudi Garnadi
Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak, memindahkan, mengutip
sebagian atau seluruh isi 'LeafBook' ini dalam bentuk apa pun secara elektronik
maupun mekanik, termasuk menyalin menggunakan mesin foto copy dan berbagai
teknik perekaman / penyalinan lainnya.
Diterbitkan pertama kali oleh:
Familia Medika
Perhatian!
Kontak penulis:
Bacaan ini bukan pedoman diagnosa / pengobatan. Konsultasikan kepada dokter
perihal keluhan / penyakit anda.
Istilah 'LeafBook' tidak ada di dalam kamus, 'LeafBook' adalah istilah nama produk yang diterbitkan
oleh Familia Medika.
Klik KeluargaStroke.com
Cara hidup sehat yang bijak adalah mencegah daripada mengobati yaitu dengan memahami berbagai 'faktor risiko' stroke.
Cegahlah stroke sejak dini dengan pola hidup yang sehat.
Salam sehat & sejahtera
Yudi Garnadi
Gagas Medika untuk Keluarga Anda Stroke merupakan serangan akut 'serebrovaskular' yang merupakan pembunuh ketiga setelah penyakit
'kardiovaskular' dan 'kanker'. Stroke umumnya menyerang pria / wanita diatas usia 60 tahun, namun dapat pula menyerang pada penderita dengan usia yang lebih muda.
Gejala klinik stroke bervariasi dari ringan hingga berat. Keluhan penderita stroke adalah bicara rero, lemah / lumpuh sebelah anggota gerak, mulut mencong dan wajah tampak tidak simetris dan berbagai 'kelainan sistem saraf pusat' lainnya.
Anda sekeluarga perlu mengenali gejala 'serangan stroke' agar penderita dapat segera dirujuk ke rumah sakit. Penanganan yang cepat dan tepat sangat berpengaruh terhadap morbiditas (kesakitan) dan mortalitas
(kematian).
Penderita paska serangan stroke dapat kehilangan produktifitas hidup. Pengobatan dan rehabilitasi perlu kesabaran dalam waktu yang cukup lama. Cacat badan dapat disertai perubahan psikologis penderitanya. Kehidupan paska stroke merupakan adaptasi baru untuk dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari seperti sebelum serangan stroke. Upaya penderita stroke bersama dengan keluarga, pelatih, dokter dan perawat untuk mencapai kehidupannya menjadi lebih baik.
pengantar
& apa yang harus anda ketahui
untuk mencegah STROKE
Oleh:
[FamiliaMedika]
Yudi Garnadi
Hak cipta milik Yudi Garnadi
Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak, memindahkan, mengutip
sebagian atau seluruh isi 'LeafBook' ini dalam bentuk apa pun secara elektronik
maupun mekanik, termasuk menyalin menggunakan mesin foto copy dan berbagai
teknik perekaman / penyalinan lainnya.
Diterbitkan pertama kali oleh:
Familia Medika
Perhatian!
Kontak penulis:
Bacaan ini bukan pedoman diagnosa / pengobatan. Konsultasikan kepada dokter
perihal keluhan / penyakit anda.
Istilah 'LeafBook' tidak ada di dalam kamus, 'LeafBook' adalah istilah nama produk yang diterbitkan
oleh Familia Medika.
Klik KeluargaStroke.com
Cara hidup sehat yang bijak adalah mencegah daripada mengobati yaitu dengan memahami berbagai 'faktor risiko' stroke.
Cegahlah stroke sejak dini dengan pola hidup yang sehat.
03
Apakah Stroke?
10
Upaya Merujuk
Penderita Serangan Stroke
12
Penanganan Medis
Serangan Stroke
16
Kehidupan Paska
Serangan Stroke
Kontrol
Penderita Stroke
20
Mengenal
Faktor Risiko
23
Menjenguk
Penderita Stroke
28
Materi
Apakah Stroke?
Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler akut, yaitu penyakit yang berhubungan dengan otak (serebro) dan pembuluh darah (vaskuler) yang datang tiba-tiba. Stroke adalah penyebab kecatatan tertinggi:
*4 dari 5 keluarga di Amerika ada yang terkena stroke
*Kejadian stroke di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun
*33% membutuhkan bantuan orang lain untuk aktivitas pribadi
*20% membutuhkan bantuan orang lain untuk dapat berjalan kaki
*75% kehilangan pekerjaan
*Penyebab dementia (kepikunan) no. 2
*Biaya perawatan yang sangat tinggi
*Memerlukan waktu perawatan dan rehabilitasi yang
Sesi-1
Definisi stroke
Definisi stroke secara medis
“ Stroke adalah gangguan aliran darah pada salah satu bagian otak yang menyebabkan terjadinya defisit neurologis. Secara klinis stroke ditandai oleh hilangnya fungsi otak secara lokal atau global yang terjadi mendadak dan disebabkan semata-mata oleh gangguan peredaran darah otak. Defisit neurologik terjadi selama 24 jam atau lebih, dapat mengalami perbaikan, menetap, memburuk atau penderita meninggal.”
Gejala klinik stroke
Tanda-tanda stroke yang dapat dikeluhkan diantaranya: Kelemahan atau perasaan berat pada salah satu sisi tubuh
Mati rasa, baal, kesemutan, atau sensasi tidak normal biasanya pada salah satu sisi tubuh Gangguan berbicara dan berbahasa dapat berupa bicara rero, bicara sengau, bicara tidak dimengerti atau tidak mengerti pembicaraan
Gangguan penglihatan berupa kebutaan sebelah lapang pandang, penglihatan gelap sesaat atau penglihatan ganda.
Perasaan pusing atau berputar yang menetap pada saat istrirahat
Kehilangan keseimbangan, sempoyongan, atau kehilangan koordinasi salah satu sisi tubuh Penurunan kesadaran
Gejala serangan stroke merupakan tanda bahaya.
* * * * * * *
03
Apakah Stroke?
10
Upaya Merujuk
Penderita Serangan Stroke
12
Penanganan Medis
Serangan Stroke
16
Kehidupan Paska
Serangan Stroke
Kontrol
Penderita Stroke
20
Mengenal
Faktor Risiko
23
Menjenguk
Penderita Stroke
28
Materi
Apakah Stroke?
Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler akut, yaitu penyakit yang berhubungan dengan otak (serebro) dan pembuluh darah (vaskuler) yang datang tiba-tiba. Stroke adalah penyebab kecatatan tertinggi:
*4 dari 5 keluarga di Amerika ada yang terkena stroke
*Kejadian stroke di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun
*33% membutuhkan bantuan orang lain untuk aktivitas pribadi
*20% membutuhkan bantuan orang lain untuk dapat berjalan kaki
*75% kehilangan pekerjaan
*Penyebab dementia (kepikunan) no. 2
*Biaya perawatan yang sangat tinggi
*Memerlukan waktu perawatan dan rehabilitasi yang
Sesi-1
03
FamiliaMedika.com
|
Definisi stroke
Definisi stroke secara medis
“ Stroke adalah gangguan aliran darah pada salah satu bagian otak yang menyebabkan terjadinya defisit neurologis. Secara klinis stroke ditandai oleh hilangnya fungsi otak secara lokal atau global yang terjadi mendadak dan disebabkan semata-mata oleh gangguan peredaran darah otak. Defisit neurologik terjadi selama 24 jam atau lebih, dapat mengalami perbaikan, menetap, memburuk atau penderita meninggal.”
Gejala klinik stroke
Tanda-tanda stroke yang dapat dikeluhkan diantaranya: Kelemahan atau perasaan berat pada salah satu sisi tubuh
Mati rasa, baal, kesemutan, atau sensasi tidak normal biasanya pada salah satu sisi tubuh Gangguan berbicara dan berbahasa dapat berupa bicara rero, bicara sengau, bicara tidak dimengerti atau tidak mengerti pembicaraan
Gangguan penglihatan berupa kebutaan sebelah lapang pandang, penglihatan gelap sesaat atau penglihatan ganda.
Perasaan pusing atau berputar yang menetap pada saat istrirahat
Kehilangan keseimbangan, sempoyongan, atau kehilangan koordinasi salah satu sisi tubuh Penurunan kesadaran
Gejala serangan stroke merupakan tanda bahaya.
* * * * * * *
Stroke perdarahan
Stroke perdarahan terjadi akibat pecahnya pembuluh darah otak, sehingga suplai darah jaringan ke otak terganggu.
Stroke pendarahan lebih fatal dari pada stroke iskemik, kira-kira 1/3 nya berakhir dengan kematian.
Stroke pendarahan berdasarkan lokasinya terdiri dari stroke; perdarahan 'intraserebral' dan perdarahan 'subarachnoid'.
Stroke perdarahan 'intra serebral'
Stroke perdarahan intra serebral erat hubungannya dengan hipertensi, biasanya disertai dengan keluhan:
Penurunan kesadaran
Nyeri kepala hebat datang tiba-tiba Mual dan muntah
Akibat pecahnya pembuluh darah terjadi perdarahan yang mengisi jaringan otak.
* * *
Stroke perdarahan 'subarachnoid'
Akibat pecahnya pembuluh darah terjadi perdarahan yang mengisi ruangan antara otak dengan rongga tengkorak. Perdarahan otak ruangan tersebut terisi oleh bocoran darah. Perdarahan menyebabkan peningkatan tekanan dalam rongga tengkorak yang sangat berbahaya. Tekanan tinggi dalam rongga tengkorak dapat menekan jaringan otak yang lain.
Gejala pendarahan subarachnoid yaitu: Kaku kuduk
Nyeri kepala hebat Mual muntah Nyeri kepala * * * * Kematian jaringan otak dinding pembuluh darah otak pecah
Stroke Infark
Stroke sumbatan,
Stroke 'iskemik',
Stroke 'infark'
Sebagian besar kejadian stroke adalah stroke infark, sekitar 80% dari semua kejadian stroke.
Stroke infark terjadi karena ada sumbatan aliran darah ke otak. Sumbatan pembuluh darah dapat berupa 'trombus' (bekuan darah) atau 'embolus'. Akibat sumbatan maka suplai darah terputus. Jaringan yang mengalami kekurangan oksigen disebut jaringan 'iskemik' dapat berlanjut mati menjadi jaringan 'infark' (mati).
Sumbatan akibat bekuan darah
Sumbatan akibat emboli pada pembuluh darah
Pada dinding pembuluh darah terbentuk atheroma atau formasi lemak yang menyebabkan arteri mengeras dan menebal. Namun atheroma tidak stabil, dapat mengalami perlukaan yang memicu terbentuknya bekuan darah. Bekuan darah ('trombus') yang terbentuk di sekitar atheroma dapat menutup aliran darah.
Trombus yang terbentuk dari pembuluh darah lain dapat terbawa aliran darah menjadi embolus. Sumber trombus dapat juga berasal dari 'atrial fibrillation' jantung yang kemudian hanyut menjadi 'embolus' yang menyumbat pembuluh darah otak.
sumbatan pembuluh darah Kematian jaringan otak
Stroke perdarahan
Stroke perdarahan terjadi akibat pecahnya pembuluh darah otak, sehingga suplai darah jaringan ke otak terganggu.
Stroke pendarahan lebih fatal dari pada stroke iskemik, kira-kira 1/3 nya berakhir dengan kematian.
Stroke pendarahan berdasarkan lokasinya terdiri dari stroke; perdarahan 'intraserebral' dan perdarahan 'subarachnoid'.
Stroke perdarahan 'intra serebral'
Stroke perdarahan intra serebral erat hubungannya dengan hipertensi, biasanya disertai dengan keluhan:
Penurunan kesadaran
Nyeri kepala hebat datang tiba-tiba Mual dan muntah
Akibat pecahnya pembuluh darah terjadi perdarahan yang mengisi jaringan otak.
* * *
Stroke perdarahan 'subarachnoid'
Akibat pecahnya pembuluh darah terjadi perdarahan yang mengisi ruangan antara otak dengan rongga tengkorak. Perdarahan otak ruangan tersebut terisi oleh bocoran darah. Perdarahan menyebabkan peningkatan tekanan dalam rongga tengkorak yang sangat berbahaya. Tekanan tinggi dalam rongga tengkorak dapat menekan jaringan otak yang lain.
Gejala pendarahan subarachnoid yaitu: Kaku kuduk
Nyeri kepala hebat Mual muntah Nyeri kepala * * * *
07
FamiliaMedika.com|
Kematian jaringan otak dinding pembuluh darah otak pecahStroke Infark
Stroke sumbatan,
Stroke 'iskemik',
Stroke 'infark'
Sebagian besar kejadian stroke adalah stroke infark, sekitar 80% dari semua kejadian stroke.
Stroke infark terjadi karena ada sumbatan aliran darah ke otak. Sumbatan pembuluh darah dapat berupa 'trombus' (bekuan darah) atau 'embolus'. Akibat sumbatan maka suplai darah terputus. Jaringan yang mengalami kekurangan oksigen disebut jaringan 'iskemik' dapat berlanjut mati menjadi jaringan 'infark' (mati).
Sumbatan akibat bekuan darah
Sumbatan akibat emboli pada pembuluh darah
Pada dinding pembuluh darah terbentuk atheroma atau formasi lemak yang menyebabkan arteri mengeras dan menebal. Namun atheroma tidak stabil, dapat mengalami perlukaan yang memicu terbentuknya bekuan darah. Bekuan darah ('trombus') yang terbentuk di sekitar atheroma dapat menutup aliran darah.
Trombus yang terbentuk dari pembuluh darah lain dapat terbawa aliran darah menjadi embolus. Sumber trombus dapat juga berasal dari 'atrial fibrillation' jantung yang kemudian hanyut menjadi 'embolus' yang menyumbat pembuluh darah otak.
sumbatan pembuluh darah Kematian jaringan otak
Upaya Merujuk
Penderita Serangan
Stroke
INGAT! Pada saat stroke, detik-detik ke menit yang berlalu, artinya kematian jaringan otak!!
FAST
FACE, ARM, SPEECH dan TEST
Tanda bahaya stroke yang dapat dikenal dengan cepat:
Bila menemukan gejala tersebut segera rujuk ke rumah sakit.
F: FACE
Bila penderita anda ajak tersenyum, tanpak wajah tidak simetris. Mulut
mencong, tidak simetris, salah satu sisi muka tertinggal
A: ARM
Lemah lengan, penderita bila diminta menutup mata dan menahan kedua lengannya lurus ke depan selama 10 detik, maka salah satu lengan akan bergerak turun.
S: SPEECH
Gangguan bicara / berbahasa: bicara rero,
menggunakan kata yang salah atau sama sekali tidak dapat berbicara.
T: TEST and TIME
Lakukan pemeriksaan tadi diatas.
Bila ada tanda-tanda diatas, waktu sangat penting, segera ke rumah sakit!
Tanda lainnya:
*Gangguan gerakan bola mata.
*Mati rasa / baal pada salah satu sisi tubuh.
*Gangguan koordinasi.
*Penurunan kesadaran hingga koma.
Sesi-2
Tindakan segera
Bila ada kerabat atau tetangga dalam serangan stroke, segera ambil tindakan berikut:
*Jangan membuang-buang waktu, persingkat terlalu banyak diskusi dengan keputusan cepat.
*Bertindak cepat namun tidak panik. Panik akan menghasilkan keputusan yang tidak tepat.
*Tunjuk segera penanggungjawab kendaraan, kendaraan harus SEGERA tiba.
*Lupakan saja dulu barang-barang pribadi penderita, seperti bajunya, perlengkapan mandinya, itu tidak perlu! Yang penting penderita harus segera tiba di IGD rumah sakit.
*Tunjuk satu orang penanggungjawab di rumah sakit, sebaiknya juga orang yang 'paling mengetahui' keadaan penderita sebelum dan saat serangan stroke.
*Tunjuk satu orang berada di rumah untuk mengatur segala apa yang akan diperlukan nanti (menyusul) ke rumah sakit. Misalnya:
Mempersiapkan kartu identitas Mempersiapkan kartu asuransinya
Mempersiapkan materil untuk biaya pengobatan
* * *
Kemana Merujuk
Kemana saya akan merujuk / membawa penderita dicuriga dalam serangan stroke?
Bila jarak / waktu anda memungkinkan, lebih baik segera membawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat dibandingkan anda
membawa penderita serangan stroke ke pelayanan kesehatan dengan standar fasilitas yang lebih rendah dari IGD.
Dokter umum, puskesmas dan klinik dokter jaga akan merujuk / mengirim penderita serangan stroke ke IGD setelah memberikan pertolongan pertama.
Salah merujuk / mengirim artinya telah membuang-buang waktu.
Apa yang dapat anda lakukan selama di perjalanan: Yakinkan bahwa penderita dapat bernafas dengan baik.
Jangan memberinya air minum, terutama bila penderita menurun kesadarannya. Hal ini berbahaya karena bisa menimbulkan aspirasi! (air masuk ke dalam paru-paru).
Siapkan plastik untuk menampung muntah. Bila muntah miringkan posisi penderita.
Selalu berdoa * * * * * * *
Paska serangan stroke merupakan adaptasi baru sehubungan adanya ketidakmampuan / kecatatan. Penanganan pasca serangan stroke meliputi:
Terapi lanjutan
Upaya rehabilitasi dan adaptasi.
* *
Stroke ulangan terjadi dalam 1 tahun pertama pada 20% penderita stroke sebelumnya!
Masalah paska stroke
Penderita paska serangan stroke dapat mengalami berbagai masalah akibat kecacatan / ketidakmampuan. Penderita stroke secara fisik dan psikis membutuhkan bantuan orang lain. Keadaan ini biasanya akan memakan waktu yang cukup lama.
Kelemahan anggota gerak stroke akibat kelainan sentral (otak) adalah keluhan terbanyak.
Kelemahan / kelumpuhan sebagian sisi anggota gerak tubuh dapat berlanjut menjadi kekakuan (spasticity) otot dan sendi.
Akibat kelumpuhan berdampak banyak pada kehidupan sehari-hari, misalnya:
*Memerlukan bantuan orang lain untuk menggunakan pakaian sendiri.
*Adaptasi menggunakan peralatan rumah tangga sehari-hari seperti alat makan.
Seorang fisioterapis akan dapat membantu mencegah
Kelemahan dan paralisis
Kehilangan kemampuan keseimbangan
Kesulitan tidur dan kelelahan
Kesulitan bicara
Disebabkan karena lumpuh sebelah juga rusaknya area keseimbangan otak.
Keadaan kelelahan (fatigue), dan kesulitan tidur yang dapat memperberat kelelahan.
Penderita paska stroke dapat mengalami kesulitan untuk bicara dan berkomunikasi.
Dyphasia - Aphasia
Kesulitan berkomunikasi / berbahasa baik secara verbal (bicara) maupun komunikasi tertulis:
*Tidak mengerti bacaan dan tidak mampu menulis.
*Tidak mengerti pembicaraan dan tidak dapat berbicara.
Dysphasia terdiri dari:
*Receptive dysphasia: penderita kesulitan mengerti,
*Expressive dysphasia: mengerti pembicaraan orang lain namun tidak dapat
mengungkapkan dengan benar apa yang ingin dikatakan
*Kedua-duanya dapat terjadi pada satu orang penderita
Untuk terapi kesulitan bicara / komunikasi dapat dilatih oleh seorang pelatih bicara.
17
FamiliaMedika.com
|
Gangguan penglihatan
Gangguan mental
Gangguan BAB dan BAK
Depresi
Gangguan penglihatan dapat terjadi karena: Gangguan menerima sinyal yang dilihat Gangguan memproses apa yang dilihat Gangguan 'mengartikan' apa objek yang dilihat Gangguan penglihatan:
Penglihatan ganda
Kehilangan sebagian lapang pandan
Gangguan interpretasi objek , contohnya mengetahui melihat sendok namun bingung apa yang akan dilakukan dengan sendok.
Gangguan mental dapat meliputi: Gangguan berfikir Gangguan konsentrasi Gangguan mengingat
Kesulitan membuat keputusan, alasan, rencana Penderita yang mengalami kesulitan mengingat jangka pendek akan kesulitan untuk berkonsentrasi.
Penderita sulit untuk mengontrol kemampuan buang air besar maupun buang air kecil.
Perubahan emosi dapat terjadi karena area emosi otak terganggu. Mood sangat labil dapat berubah naik atau turun, misalnya tiba-tiba tertawa lalu berhenti sejenak kemudian menangis atau sebaliknya. Penderita tampak sulit untuk mengontrol emosinya.
Ketidakberdayaan akibat stroke dapat membuat penderita depresi. Aktifitas penderita stroke menjadi terbatas, bahkan aktifitas pribadi saja perlu mendapat bantuan
* * * * * * * * *
"
Mencegah
lebih
baik
daripada mengobati,
mari
sejak dini ..."
cegah
stroke
http://
blog
.
FamiliaMedika.com/
stroke
Upaya konsultasi
Kesembuhan penderita stroke adalah 'kerjasama' antara penderita dengan dokter dan paramedis lainnya.
Oleh karena kelainan utama stroke adalah organ otak, maka dokter spesialis saraf memiliki kompetensi tinggi dalam menangani penderita stroke.
Dokter spesialis penyakit dalam mempunyai kompetensi dalam menangani berbagai penyakit yang menjadi penyerta atau faktor risiko stroke:
*Kelainan endokrin: diabetes mellitus / kencing manis
*Kelainan jantung
*Kelainan profil lemak , kolesterol tinggi
Dokter spesialis rehabilitasi medik sangat berperan dalam upaya 'rehabilitasi' yaitu memulihkan kembali penderita stroke.
untuk mengatasi depresi atau kelabilan mental paska stroke.
Ahli terapi bicara akan melatih penderita stroke untuk dapat berkomunikasi. Kerusakan area bicara otak menyebabkan penderita stroke mengalami gangguan bicara.
Membantu penderita dalam upaya rehabilitasi.
Peran perawat stroke di rumah cukup penting. Anggota keluarga awalnya dapat bingung bagaimana menangani penderita stroke. Perawat stroke lah yang akan membantu dan menjelaskannya di rumah.
Dokter spesialis saraf
Dokter spesialis penyakit dalam
Dokter spesialis rehabilitasi medik
Dokter spesialis kedokteran jiwa / psikiatri Ahli terapi bicara
Paramedis rehabilitasi Perawat stroke
Dalam waktu 5 tahun, terjadi stroke ulangan pada 1/3 penderita stroke sebelumnya
Tujuan kontrol
Kontrol bagi penderita stroke penting dengan tujuan:
*Mencegah stroke ulangan
*Menilai kemajuan klinis / penyembuhan
*Menilai kepatuhan berobat
*Menilai kepatuhan untuk merubah pola hidup
*Mencegah komplikasi
*Mencegah stroke ulangan
*Upaya rehabilitasi dan mencapai kualitas hidup yang lebih baik
Risiko stroke ulangan
Risiko mendapatkan stroke adalah ada riwayat serangan stroke / TIA sebelumnya. Stroke ulangan dapat terjadi terutama pada satu tahun pertama paska serangan stroke. Upaya-upaya kontrol seperti diatas dapat mengurangi risiko stroke ulangan.
21
FamiliaMedika.com
|
Upaya
Rehabilitasi
Penderita stroke dapat mengalami kesulitan untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari. Aktifitas pribadi memerlukan bantuan orang lain. Upaya rehabilitasi akan membantu mengatasi masalah tersebut.
Rehabilitasi penderita stroke bertujuan agar:
*Penderita stroke dapat MANDIRI dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.
*Memulihkan fungsi sosial, sehingga hubungan penderita dengan masyarakat dapat kembali pulih. Upaya rehabilitasi meliputi:
Upaya fisik
Upaya psikis: Psikologis penderita stroke perlu dibantu agar tidak timbul depresi, rasa rendah diri dan rasa bergantung pada orang lain.
Upaya rehabilitasi melibatkan: Penderita
Keluarga Lingkungan
Anggota keluarga, suami atau istri, anak-anak, atau saudara dekat yang lain, dapat memberikan dukungan bagi penderita stroke. Perlu kesabaran anggota keluarga dalam menghadapi ketidakmampuan fisik dan mental penderita stroke.
Kehidupan keluarga dari penderita stroke akan mengalami perubahan relatif terhadap tingkat ketergantungan penderita stroke.
Dukungan keluarga dapat meliputi dukungan kegiatan penderita dan mengamati kepatuhan berobatnya.
Kegiatan anggota keluarga akan menyesuaikan diri dengan hadirnya penderita stroke, untuk itu perlu berlapang hati dan penuh kearifan dari anggota keluarga.
Tujuan rehabilitasi * * * * *
Peranan anggota keluarga bagi penderita stroke
Mengenal
Faktor Risiko
Mengenal faktor risiko penting untuk mencegah stroke dan serangan kardiovaskular, yaitu:
*Faktor risiko yang dapat dikendalikan: hipertensi, diabetes mellitus, merokok, penyakit jantung, kegemukan, hiperkolesterol, hiperurikemia, kelainan arteri karotis, hiperkoagulasi, alkohol, dan penyalahgunaan obat.
*Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan: umur, jenis kelamin, ras / suku bangsa, kelainan bawaan dan riwayat stroke / TIA sebelumnya.
Dari dua faktor risiko diatas, maka anda dapat mengendalikan faktor risiko pertama.
Sesi-6
Faktor risiko yang tidak dapat
dikendalikan
Keturunan
Usia
Jenis kelamin
Bila ada anggota keluarga terdekat dengan riwayat stroke apalagi dalam usia muda, maka risikonya semakin tinggi.
Semakin bertambah usia, risiko terkena stroke semakin meningkat. 2/3 kejadian stroke, terjadi pada golongan usia diatas 65 tahun.
Pria mempunyai risiko mendapatkan stroke lebih tinggi daripada wanita.