• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Pemerintahan Daerah Pasal 1 ayat (2) adalah sebagai berikut : “Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintahan daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi yang seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”. Dalam menyelenggarakan pemerintahan, Pemerintah menggunakan asas desentralisasi, tugas pembantuan, dan dekosentrasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Pasal 20 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Hal tersebut juga dipertegas dengan UU nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan bahwa Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dilaksanakan berdasarkan asas Desentralisasi, Dekonsentrasi, dan Tugas Pembantuan.

Menurut Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Tugas Pembantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintah kabupaten kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan, dan pelayanan umum. Tujuan pemberian Tugas Pembantuan adalah memperlancar pelaksanaan tugas dan penyelesaian permasalahan, serta membantu penyelenggaraan pemerintahan, dan pengembangan pembangunan bagi daerah dan desa.

Penyelenggaraan dekosentrasi harus memiliki sifat dekat dengan kepentingan masyarakat yang bermakna sebagai upaya mempertahankan dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan wilayah NKRI dan meningkatkan pemberdayaan, menumbuhkan prakarsa dan kreatifitas masyarakat serta kesadaran nasional.

Adapun tugas pembantuan merupakan cermin dari system prosedur penugasan

Pemerintahan kepada Daerah dan Desa, penugasan dari provinsi atau Kabupaten Kota

Kepada Desa serta penugasan dari Kabupaten Kota kepada desa, untuk

menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pembangunan yang disertai dengan

(2)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2016

V - 2 pembiayaan, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia agar dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pemrintahan, pengelolan pembangunan bagi daerah dan desa.

Menurut Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Desa, mencakup pembagian keuangan antara pemerintah dan pemrintah daerah secara proporsional, demokratis, adil dan transparan dengan memperhatikan potensi, kondisi dan kebutuhan daerah. Pemrerintah pada hakekatnya mengemban tiga fungsi utama, yakni fungsi distribusi, stabilitas dan alokasi.

Fungsi distribusi dan stabilitas dilaksanakan oleh pemerintah, sedangkan fungsi alokasi oleh pemerintah daerah. Dalam rangka penyelenggaraan ekonomi daerah, penyerahan, pelimpahan dan penugasan urusan pemerintahan kepada daerah secara nyata dan bertanggung jawab harus diikuti dengan pengaturan, pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional secara adil, termasuk perimbangan keuangan antara Pemrintah dan Pemerintah Daerah. Sebagai daerah otonom, penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan tersebut dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, partisipasi dan akuntabilitas.

Penyelenggaraan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dibiayai oleh APBD, sedangkan penyelenggaraan kewenangan pemerintah yang menjadi tanggung jawab Pemerintah dibiayai APBN, baik kewenangan pusat yang didesentralisasikan kepada Gubernur atau ditugaskan kepada Pemerintah Daerah dan/atau Desa atau sebutan lainnya dalam rangka tugas pembantuan. Pengaturan dana dekosentrasi bertujuan untuk menjamin tersedianya dana bagi pelaksanaan kewenangan pemerintah yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. Dana Tugas pembantuan untuk menjamin tersedianya dana bagi pelaksanaan kewenangan Pemerintah yang ditugaskan kepada daerah. Pengadministrasian dana Dekonstrasi dan Tugas Pembantuan dilakukan melalui mekanisme APBN.

A. TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA

Sesuai amanat Pasal 22 ayat 5 Undang-Undang nomor 23 Tahun 2014

tentang Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa laporan pelaksanaan anggaran

Tugas Pembantuan disampaikan oleh kepala daerah penerima Tugas Pembantuan

kepada DPRD bersamaan dengan penyampaian laporan keuangan Pemerintah

Daerah dalam dokumen yang terpisah. Selain melaporkan penyelenggaraan tugas

(3)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2016

V - 3 pembantuan dalam LKPJ juga melaporkan Dana Urusan Bersama yaitu dana yang berasal dari APBN untuk penanggulangan kemiskinan. Dasar dari pelaksanaan kegiatan ini adalah Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 168/PMK.07/2009 tentang Pedoman Pendanaan Urusan Bersama Pusat dan daerah untuk Penanggulangan Kemiskinan. Urusan Bersama Pusat dan Daerah merupakan urusan pemeritahan diluar urusan pemeritahan yang menjadi kewenangan sepenuhnya pemerintah yang diselenggarakan bersama oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Daerah sendiri diwajibkan mendampingi Dana ini dengan sumber dari APBD yang disebut dana Daerah untuk Urusan Bersama (DDUB).

1. Dasar Hukum

a. Undang-Undang No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

b. Undang-Undang No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

c. Undang-Undang Nomor 19 tahun 2012 tentang APBN Tahun Anggaran 2013;

d. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;

e. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah;

f. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248/PMK.07/2010 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 156/PMK.07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;

g. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

h. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;

i. Permenkeu Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan APBN;

j. Permenkeu Nomor 57/PMK.05/2007 tentang Pengelolaan Rekening Milik

Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/ Satuan Kerja;

(4)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2016

V - 4 k. Permenkeu Nomor 58/PMK.05/2007 tentang Pembentukan Rekening

Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga;

l. Permenkeu Nomor 91/PMK.05/2007 tentang Bagan Akun Standar;

m. Permenkeu Nomor 156/PMK.07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;

n. Permenkeu Nomor 73/PMK.05/2008 tentang Tatacara Penatausahaan dan Penyusunan LPJ Bendahara Kementerian Negara/Lembaga/ Kantor/Satuan Kerja;

o. Permenkeu Nomor 170/PMK.05/2010 tentang penyelesaian tagihan atas beban APBN pada satuan kerja.

p. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban APBN;

q. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-47/PB/2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penatausahaan dan Penyusunan LPJ Bendahara Kementerian Negara/Lembaga/ Kantor/Satuan Kerja;

r. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER- 11/PB/2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER- 66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara;

s. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : 018.04.4.039048/2015;

t. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : 032-03.4.030539/2015;

u. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : 032-07.4.030538/2015;

v. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : 024.03.4.039463/2015;

w. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : 010.08.4.030537/2015.

2. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan Tahun 2016

a. Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa;

b. Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Cipta Karya;

c. Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura;

d. Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jendral Perikanan Tangkap

KKP.

(5)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2016

V - 5 e. Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jendral Kelautan Pesisir

dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) KKP.

f. Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik;

g. Dirjen Administrasi Kependudukan Republik Indonesia.

3. Pelaksana Tugas Pembantuan tahun 2016 adalah:

a. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan;

b. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM c. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil;

d. Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan.

4. Program Dan Kegiatan Yang Diterima

a. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan

Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian, dengan kegiatan :

1) Pengelolaan Air Irigasi untuk Pertanian;

 Jaringan irigasi untuk pertanian

 Bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklimdi Kab Pekalongan

2) Dukungan manajemen dan teknis lainnya Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian

 Layanan perkantoran

 Fasilitas pupuk dan pestisida

 Pengembangan kawasan tanaman florikultura

 Pengawasan peredaran dan pupuk dan pestisida

b. Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan

Program Pengelolaan Sumber daya Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau

Kecil, dengan Kegiatan Pendayagunaan Pesisir dan Lautan.

(6)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2016

V - 6 c. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Program Penataan Administrasi Kependudukan, dengan Kegiatan Pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK) Terpadu.

d. Dinperindagkop dan UMKM

Program Peningkatan penghidupan berkelanjutan berbasis usaha mikro, dengan Kegiatan Revitalisasi Pasar Desa Kandangserang.

5. Sumber, Jumlah Anggaran Dan Pelaksanaannya

Dana Tugas Pembantuan (TP) yang diterima Kabupaten Pekalongan bersumber dari Anggaran APBN Tahun 2016 sebesar Rp8.603.868.000,00. Dana TP ini berasal dari 4 (empat) Kementerian, yaitu Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K), Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dan Dirjen Administrasi Kependudukan Republik Indonesia.

Perkembangan TP dan DUB yang diterima Kabupaten Pekalongan pada tahun 2015 dan 2016 seperti disajikan dalam tabel berikut :

Realisasi keuangan pelaksanaan Tugas Pembantuan pada tahun 2016

yang dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan dapat terserap 91,95% dan realisasi

fisik sebesar 95,76%. Secara lengkap realisasi beserta keluaran yang dihasilkan

dari Dana Tugas Pembantuan dan DUB disajikan dalam tabel berikut ini :

(7)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2016

V - 7 Tabel 5.1

Realisasi Pelaksanaan Tugas Pembantuan Tahun 2016

NO. NAMA PROGRAM / KEGIATAN

ANGGARAN (Rp.) PENYERAPAN (%)

INDIKATOR KINERJA

KELUARAN (OUTPUTS) INSTANSI PENANGGUNG

JAWAB

LOKASI

RUPIAH TOTAL S *) R *) OUTCOME PROGRAM

TUGAS PEMBANTUAN 8.603.868.000 8.603.868.000 100,00 91,95

1 DIPA - 018.08.4.039049/2016

Program Penyediaan dan

Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian

4437180000

4437180000

100,00

91,77

Dinas Pertanian,

Perkebunan &

Kehutanan

Kabupaten Pekalongan

Pengelolaan Air Irigasi untuk Pertanian 3.200.000.000 3.200.000.000 100,00 94,75 -

PERTANIAN, KEHUTANAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN

1.472.532 1.472.532 100,00 92,73

Peningkatan Produksi dan Produktivitas Produk Florikultura Ramah Lingkungan

322.620 322.620 100,00 91,63 - Pengembangan Kawasan Tanaman Florikultura

Desa Depok Kec.

Siwalan

- Sekolah Lapang GAP Desa Depok Kec.

Siwalan

- Sekolah Lapang GHP Ds Blacanan Kec.

Siwalan - Sarana Prasarana Budidaya Desa Pecakaran

Kec. Wonokerto - Sarana Prasarana Pasca

Panen

(Desa Boyoteluk,

Blacanan, Depok Kec. Siwalan) dan (Desa Pecakaran, Api-Api,

Wonokertokulon, Semut Kec.

Wonokerto)

(8)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2016

V - 8

NO. NAMA PROGRAM / KEGIATAN

ANGGARAN (Rp.) PENYERAPAN (%)

INDIKATOR KINERJA

KELUARAN (OUTPUTS) INSTANSI PENANGGUNG

JAWAB

LOKASI

RUPIAH TOTAL S *) R *) OUTCOME PROGRAM

Peningkatan Produksi dan Produktivitas Produk Sayuran dan Tanaman Obat Ramah Lingkungan

1.087.912 1.087.912 100,00 93,47 - Sekolah Lapang (GAP) Desa Pucung Kec.

Tirto

- Sarana prasarana budidaya Desa Karanganyar

Kec. Tirto

- Sarana prasarana pasca

panen sayuran dan tanaman obat

DesaTalun Kec

Talun

- Pengembangan kawasan

tanaman sayuran (kentang)

DesaSimego Kec.

Petungkriyono

- Pengembangan kawasan

tanaman sayuran (cabe)

(Desa Sidoreja,

Silirejo, Tanjung, Dadirejo, Karanganyar, Pandanarum, Ngalian, Pucung, Wuled Kec. Tirto), (Desa Bulaksari, Kalijambe Kec.

Sragi), (Desa Ponolawen, Krandon,

Pantirejo, Sidosari, Kaibahan,

Sukorejo,

Brondong, Kwasen Kec. Kesesi), (Desa

Babalankidul Kec.

Bojong), (Desa Paninggara,

(9)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2016

V - 9

NO. NAMA PROGRAM / KEGIATAN

ANGGARAN (Rp.) PENYERAPAN (%)

INDIKATOR KINERJA

KELUARAN (OUTPUTS) INSTANSI PENANGGUNG

JAWAB

LOKASI

RUPIAH TOTAL S *) R *) OUTCOME PROGRAM

Tanggeran, Tenogo, Werdi Kec. Paninggara, (Desa Talun Kec.

Talun) dan (Desa Kaligawe Kec.

Karangdadap) Pengembangan Sistem Perlindungan

Tanaman Hortikultura Ramah Lingkungan

62.000 62.000 100,00 85,48 - Pengelolaan dan Pengendalian OPT Hortikultura (006)

Desa Dadirejo

Kec. Tirto, Desa Legokkalong Kec.

Karanganyar, Desa Kwasen Kec.

Kesesi Program Pengembangan dan

Pengelolaan Perikanan Tangkap

2.000.000 2.000.000 100,00 99,21 - Meningkatnya produksi oerikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan berbasis kelestarian SDI

Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan

TPI Wonokerto, Kecamatan wonokerto, Kab.

Pekalongan Kegiatan Pengembangan Pembangunan dan

Pengelolaan Pelabuhan Perikanan

2.000.000 2.000.000 100,00 99,21

2 SP DIPA - 032.07.4.030538/2015

Program Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir dn Pulau-Pulau Kecil

743.922 743.922 100,00 94,50 - Meningkatnya penataan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil secara berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat

Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan

Desa Mulyorejo Kec. Tirto, Desa Api-Api dan Desa Pecakaran Kec.

Wonokerto Kab.

Pekalongan

Kegiatan Pendayagunaan Pesisir dan Lautan

743.922 743.922 100,00 94,50

3 SP DIPA - 010.08.4.030537/2015

(10)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2016

V - 10

NO. NAMA PROGRAM / KEGIATAN

ANGGARAN (Rp.) PENYERAPAN (%)

INDIKATOR KINERJA

KELUARAN (OUTPUTS) INSTANSI PENANGGUNG

JAWAB

LOKASI

RUPIAH TOTAL S *) R *) OUTCOME PROGRAM

Program Penataan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

1.889.674 1.889.674 100,00 90,03 - Tertatanya dan terdokumentasikannya Administrasi

Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Dinas

Kependudukan dan Catatan Sipil

Kabupaten Pekalongan

Kegiatan Pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK) Terpadu

1.889.674 1.889.674 100,00 90,03

4 SP DIPA - 024.03.4.039463/2015

Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak

3.078.195 3.078.195 100,00 98,75 - Meningkatnya Ketersediaan dan

Keterjangkauan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu Bagi Seluruh Masyarakat

Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan

Bantuan Operasional Kesehatan 3.078.195 3.078.195 100,00 98,75

J U M L A H 9.276.291 9.276.291 100,00 95,69

Sumber : Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan, 2017 (Data diolah) Keterangan : *) S : Sasaran

**) R : Realisasi

(11)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2016

V - 11 6. Permasalahan Dan Solusi

a. Permasalahan

1) Adanya keterlambatan atas penerbitan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Petunjuk Teknis (Juknis) Kegiatan, Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Kegiatan mengakibatkan waktu untuk pelaksanaan kegiatan menjadi tidak optimal;

2) Proses pengadaan barang dan jasa sulit dilakukan karena terhambat pemahaman suplier tentang lelang dan ketidakmauan suplier mengikuti mekanisme lelang.

3) Prosedur pengelolaan aset PKKPM-PIE yang merupakan milik kolektif antar desa tidak tertuang dalam aturan tertulis;

4) Administrasi keuangan belum sepenuhnya dikuasai dan keterbatasan SDM.

b. Solusi

a. Koordinasi yang intensif dengan pihak pusat terkait dengan tahapan pelaksanaan kegiatan;

b. Proposal / pengajuan usulan kegiatan dari masyarakat rumah tangga miskin berupa kegiatan yang disesuaikan dengan waktu yang tersedia;

c. Dilakukan sosialisasi tentang mekanisme lelang sederhana di desa dengan mengacu pada Perka LKPP dan acuan teknis pengadaan barang dan jasa oleh masyarakat PKKPM. Jika tidak ada peminat lelang maka lelang tetap dilakukan dengan mengundang suplier. Bila tidak terjadi kesepakatan Tim Pelaksana Kegiatan dengan dengan hasil musyawarah, masyarakat akan menunjuk langsung suplier dengan tidak mengurangi azas penghematan, kualitas dan kuantitas barang;

d. Dibentuk Tim Perumus yang terdiri dari unsur kelembagaan BKAD, Desa, Badan Pengawas, Tim verifikasi untuk merumuskan mekanisme pengelolaan aset PKKPM-PIE;

e. Mempercepat penerbitan DIPA agar waktu pelaksanaan kegiatan dapat

dioptimalkan;

(12)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2016

V - 12 f. Perlu adanya dukungan APBN yang dilakukan secara simultan dan

seyogyanya pada tahun yang akan datang agar daerah ikut dalam merencanakan Kegiatan APBN;

g. Bintek administrasi keuangan kepada SKPD yang mendapat bantuan APBN.

B. TUGAS PEMBANTUAN YANG DIBERIKAN

Pada tahun 2016 tidak ada Tugas Pembantuan yang diberikan oleh Pemerintah

Kabupaten Pekalongan

Referensi

Dokumen terkait

Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset

Scanned by CamScanner... Scanned

Dalam hal ini strategi pemasaran sangat membantu suatu perusahaan dalam mencapi tujuannya dengan lebih efektif, yang didasarkan atas kajian- kajian dan

Untuk kelancaran proses audit mutu internal maka disusun Instrumen Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2013-2017 berdasarkan Standar Mutu Internal juga telah dengan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air di Sungai Plumbon dengan menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan menganalisis pengaruh kondisi tata

garis B), profil B’ (hilangnya lung sliding dengan garis B), profil C (konsolidasi paru yang ekuivalen dengan gambaran garis pleura yang tebal dan

penyederhanaan dengan pendekatan tematik-integratif dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan yang masih dijumpai pada Kurikulum 2006 (KTSP), antara lain: (1)

Kebudayaan. Buku Peserta didik Kelas III Tema 7 Perkembangan Teknologi Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Penilaian