Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
P U T U S A N
Nomor : 69/G/2017/PTUN-PLG
“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”
Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada tingkat pertama dengan acara biasa yang dilangsungkan di gedung Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang di Jalan A. Yani, Nomor 67, Palembang, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam sengketa antara : --- RIDA RUBIANI, S.H, Kewarganegaraan Indonesia, Tempat tinggal Jalan Sei Gerong., Nomor 21., RT.05., Kelurahan Plaju., Kota Palembang,, Pekerjaan Wiraswasta dan berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : 147/SKK.57/REVA/XI/2017., tanggal 3 November 2017 memberi kuasa kepada : --- 1.ERIK ESTRADA, S.H ; --- 2.DEDY HERYANSYAH, S.H ; --- Keduanya berkewarganegaraan Indonesia., Pekerjaan Advokat pada Kantor Hukum "REVA & Partner", Beralamat di Jalan Kopral Anwar Sastro., Komplek Perumahan Bakung Palace Blok A., Nomor 09., RT/RW. 11/05., Kelurahan Sako Baru., Kecamatan Sako., Kota Palembang ; --- Selanjutnya disebut sebagai ... PENGGUGAT ;
M E L A W A N
1.BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI (BAWASLU) SUMATERA SELATAN, Berkedudukan di Jalan OPI Raya, Jakabaring., Kelurahan 15 Ulu., Kecamatan Seberang Ulu I., Kota Palembang., Sumatera Selatan ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 20 Nopember 2017 memberi kuasa kepada : --- 1. SOFHUAN YUSFIANSYAH, S.H ; --- 2. HEPRI YADI, S.H ; --- 3. ALPANTO WIJAYA, S.H ; --- 4. KAREL KURNIAWAN, S.H ; --- 5. M.SOPIAN,S.H ; --- Kesemuanya berkewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Advokat pada Kantor SHS LAW FIRM, beralamat di Jalan Residen A. Rozak Komplek PHDM IV Nomor 18.A Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni Kota Palembang ; --- Selanjutnya disebut sebagai ... TERGUGAT ; 2.Dadang Apriyanto., Kewarganegaraan Indonesia., Pekerjaan Anggota Komisioner Panwaslu Kota Palembang., Beralamat di Jalan Mataram Ujung., Nomor 44., RT. 002., RW 001., Kelurahan Kemas Ridho., Kecamatan Kertapati., Kota Palembang ; --- Dalam hal ini memberi kuasa berdasar Surat Kuasa Khusus tertanggal 10 Desember 2017 kepada Muhammad Arya Aditya, S.H, Kewarganegaraan Indonesia., Pekerjaan Advocat / Pengacara yang berkantor pada Arya Aditya,S.H. Law Office & Legal Consultans., Beralamat di Jalan Seniman Amri Yahya, Taman Ogan Permai, Blok D., Nomor 11-12, Jakabaring., Palembang selaku Kuasa Hukum ; --- Selanjutnya disebut sebagai ... TERGUGAT II Intervensi ; Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang tersebut telah membaca : - -.Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
Nomor : 69/PEN/2017/PTUN-PLG, Tanggal 13 Nopember 2017, tentang Penunjukan Susunan Majelis Hakim ; --- -.Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara
Palembang Nomor: 69/PEN-PP/2017/PTUN-PLG, Tanggal 14 Nopember 2017, tentang Pemeriksaan Persiapan ; --- -.Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang Nomor: 69/PEN-HS/2017/PTUN-PLG, Tanggal 27 Nopember 2017, tentang Hari Sidang Pertama ; --- -.Putusan Sela Nomor : 69/G/2017/PTUN-Plg., Tanggal 10 Januari 2018 tentang Penetapan Intervensi dalam kedudukkannya selaku Tergugat II Intervensi ; --- -.Berkas Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-Plg., Tanggal 9 Nopember
2017 dan memeriksa surat-surat bukti serta mendengar keterangan Para Pihak di persidangan ; ---
TENTANG DUDUKNYA SENGKETA
Menimbang, bahwa Penggugat dalam Surat gugatannya tertanggal 09 Nopember 2017, yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang pada tanggal 9 Nopember 2017 terdaftar dibawah Register Perkara Nomor : 69/G/2017/PTUN-PLG, dan telah diterima secara formal pada tanggal 27 Nopember 2017 yang pada pokoknya mengemukakan alasan- alasan sebagai berikut : --- I. Objek Sengketa : ---
Surat Bawaslu Prov. Sumsel Nomor : 007/BAWASLU- PROV.SS/TU.00/VIII/2017, Perihal Pengumuman Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panitia Pengawas
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
Pemilihan Kabupaten / Kota Provinsi Sumatera Selatan tertanggal 25 Agustus 2017 ; --- II. Tenggang Waktu Gugatan : --- 1. Bahwa Surat Bawaslu Nomor : Nomor : 007/BAWASLU-
PROV.SS/TU.00/VIII/ 2017, Perihal Pengumuman Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten / Kota Provinsi Sumatera Selatan tertanggal 25 Agustus 2017; --- 2. Bahwa Gugatan a quo diajukan/didaftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang pada tanggal 07 November 2017 ; --- 3. Bahwa oleh karenanya, Gugatan a quo diajukan masih dalam tenggang waktu sesuai dengan ketentuan Pasal 55 UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebagaimana telah diubah dua kali, terakhir dengan UU No.
51 Tahun 2009, yang berbunyi “Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara” ; --- III. Kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara : --- 1. Bahwa keputusan a quo yang dikeluarkan oleh Tergugat, telah memenuhi ketentuan Pasal 1 angka (9) dan angka (12) UU No. 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, untuk menjadi objek sengketa TUN, yaitu : --- a) Keputusan a quo adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata ; --- - Bersifat konkret, karena yang disebutkan dalam Objek
Sengketa Perkara a quo tersebut tidak abstrak, tetapi berwujud dan nyata-nyata secara tegas menyebutkan yang pada pokoknya Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kab / Kota terpilih yakni Saudara Darsi Elyanto, M.M., S.E., M.Taufiq, S.E., Rida Rubiani, SH., (Penggugat) berubah menjadi Saudara Darsi Elyanto, M.M., S.E., M.Taufiq, S.E., Dadang Apriyanto, M.M ; -- - Bersifat individual, karena tidak ditujukan kepada umum, tetapi berwujud dan nyata-nyata secara tegas menyebutkan nama Penggugat ; --- - Bersifat final, karena tidak lagi memerlukan persetujuan dari instansi tertentu baik bersifat horizontal maupun vertical ; --- b) Tergugat adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara
yang mengeluarkan keputusan berdasarkan wewenang yang ada padanya atau yang dilimpahkan kepadanya yang digugat oleh orang atau badan hukum perdata ; --- 2. Bahwa oleh karena keputusan a quo yang dikeluarkan oleh
Tergugat, merupakan sebuah Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN), maka sesuai ketentuan Pasal 50 UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebagaimana
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
telah diubah dua kali, terakhir dengan UU No. 51 Tahun 2009, sehingga Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang berwenang untuk memeriksa, memutus, dan menyelesaikan Sengketa Tata Usaha Negara ini ; --- IV. Kepentingan Penggugat Yang Dirugikan : --- Bahwa Penggugat merasa dirugikan karena Surat Bawaslu Nomor : 007/BAWASLU-PROV.SS/TU.00/VIII/ 2017, Perihal Pengumuman Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten / Kota Provinsi Sumatera Selatan tertanggal 25 Agustus 2017 tersebut telah menghilangkan hak-hak Penggugat sebagai Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten / Kota Provinsi Sumatera Selatan terpilih, hal ini sesuai menurut Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yang berbunyi sebagai berikut : ---
“Orang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada pengadilan yang berwenang yang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau direhabilitasi” ; --- V. Posita/Alasan Gugatan : --- Adapun alasan-alasan gugatan Penggugat adalah sebagai berikut : ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
1. Bahwa UU PERATUN Pasal 1 angka 9 menentukan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, bersifat konkret, individual dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi seorang atau Badan Hukum Perdata ; --- 2. Bahwa UU PERATUN Pasal 1 angka 3 menerangkan bahwa penetapan tertulis terutama menunjukan kepada isi dan bukan kepada bentuk yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Keputusan itu memang diharuskan tertulis, namun yang diisyaratkan tertulis bukanlah bentuk formalnya seperti surat keputusan pengangkatan dan sebagainya. Persyaratan tertulis diharuskan untuk kemudahan pembuktian, oleh karena itu memo atau nota atau surat undangan yang ditetapkan oleh organ kekuasaan eksekutif/pemerintahan dapat memenuhi syarat tertulis tersebut serta akan merupakan suatu Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara menurut Undang-undang ini apabila : --- 2.1. Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara mana yang mengeluarkan ; --- 2.2. Maksud serta mengenai apa isi tertulis itu ; --- 2.3. Kepada Siapa tulisan itu ditujukan dan apa yang
ditetapkan di dalamnya ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
3. Bahwa Objek Gugatan perkara a quo merupakan Keputusan Tata Usaha Negara, karena memenuhi unsur-unsur sebagai berikut : --- 3.1. Bentuk tertulis, bahwa keputusan tata usaha negara yang digugat adalah berbentuk tertulis berupa Surat Pemberitahuan Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Provinsi Sumatera Selatan Surat Bawaslu Nomor : 007/BAWASLU-PROV.SS/TU.00/VIII/ 2017, Perihal Pengumuman Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten / Kota Provinsi Sumatera Selatan, karenanya dapat dipergunakan sebagai alat pembuktian dalam perkara in casu mengenai terjadinya tindakan tata usaha negara yang dilakukan oleh Tergugat a quo ; --- 3.2. Dikeluarkannya oleh Pejabat Tata Usaha Negara, bahwa subjek gugatan telah memenuhi ketentuan UU PERATUN Pasal 1 angka 8, yaitu Tergugat adalah Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Provinsi Sumatera Selatan, sebagai Penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki fungsi dan tugas pokok di bidang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Sebagaimana hal ini diatur dalam Undang- undang Nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
Pemilihan Umum (selanjutnya disebut sebagai Undang- undang Penyelenggara Pemilu) : --- Pasal 1 angka 5 : --- Penyelenggara Pemilu adalah Lembaga yang menyelenggarakan Pemilu yang terdiri atas Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu sebagai satu kesatuan fungsi penyelenggaraan Pemilu untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh Rakyat, serta untuk memilih Gubernur, Bupati dan Walikota secara demokratis ; --- Pasal 1 angka 16 : --- Badan Pengawas Pemilu, selanjutnya disingkat Bawaslu, adalah Lembaga Penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi Penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ; --- Pasal 1 angka 17: --- Badan Pengawas Pemilu Provinsi, selanjutnya disingkat Bawaslu Provinsi adalah badan yang dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah Provinsi ; --- Pasal 75 : --- (1) Tugas dan wewenang Bawaslu Provinsi adalah : --- a. Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah provinsi yang meliputi : ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
1. Pemutakhiran data pemilih berdasarkan data kependudukan dan penetapan daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap ; --- 2. Pencalonan yang berkaitan dengan
persyaratan dan tata cara pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Pencalonan Gubernur ; --- 3. Proses penetapan calon anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan calon Gubernur ; --- 4. Penetapan calon Gubernur ; --- 5. Pelaksanaan kampanye ; --- 6. Pengadaan logistik Pemilu dan pendistribusiannya ; --- 7. Pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara di wilayah kerjanya ; --- 8. Pengawasan seluruh proses penghitungan
suara di wilayah kerjanya ; --- 9. Proses rekapitulasi suara dari seluruh
kabupaten/kota yang dilakukan oleh KPU Provinsi ; --- 10. Proses penghitungan dan pemungutan suara
ulang, Pemilu lanjutan dan Pemilu susulan dan ; --- 11. Proses penetapan hasil Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Pemilihan Gubernur ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
b. Mengelola, memelihara dan merawat arsip / dokumen serta melaksanakan penyusunannya berdasarkan jadwal retensi arsip yang disusun oleh Bawaslu Provinsi dan lembaga kearsipan Provinsi berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Bawaslu dan ANRI ; --- c. Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap
pelaksanaan peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu ; --- d. Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU
Provinsi untuk ditindaklanjuti ; --- e. Meneruskan temuan dan laporan yang bukan
menjadi kewenangan kepada instansi yang berwenang ; --- f. Menyampaikan laporan kepada Bawaslu sebagai
dasar untuk mengeluarkan rekomendasi Bawaslu yang berkaitan dengan adanya dugaan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu oleh Penyelenggara Pemilu di tingkat Provinsi ; --- g. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi Bawaslu tentang pengenaan sanksi kepada anggota KPU Provinsi, sekretaris dan pegawai sekretariat KPU Provinsi yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
h. Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelengaraan Pemilu dan ; --- i. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh undang-undang ; --- 4. Bahwa berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 sebagaimana telah beberapa kali perubahan terakhir diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pembentukan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Badan Pengawas Pemilihan Umum Propinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, Pengawas Pemilihan Umum Lapangan, dan Pengawas Pemilihan Umum Luar Negeri, Pasal 9 Ayat (2) yang berbunyi : Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota ditetapkan dengan keputusan Bawaslu Provinsi ; --- 5. Bahwa berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 sebagaimana telah beberapa kali perubahan terakhir diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pembentukan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Badan Pengawas Pemilihan Umum Propinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten / Kota, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, Pengawas Pemilihan Umum Lapangan, dan Pengawas Pemilihan Umum
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
Luar Negeri, Pasal 12 ayat (1) yang berbunyi : “Bawaslu Provinsi membentuk Tim Seleksi yang berkedudukan di Bawaslu Provinsi untuk melakukan penjaringan dan penyaringan terhadap calon Anggota Panwaslu Kabupaten / Kota”, kemudian Pasal 12 ayat (2) berbunyi “ Tim Seleksi sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) melakukan Penjaringan dan Penyaringan Calon Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota di Satu kabupaten / Kota atau lebih” ; --- 6. Bahwa berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 Pasal 5 ayat (3) yang berbunyi “Komposisi keanggotaan Bawaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten / Kota dengan komposisi keanggotaan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen”, mengingat hal tersebut maka Penggugat sebagai perempuan memenuhi unsur komposisi keterwakilan perempuan sebagaimana dimaksud dalam amanat konstitusi diatas, sehingga Penggugat mengikuti Seleksi calon anggota Panwaslu Kabupaten/Kota Palembang ; --- 7. Bahwa Penggugat telah mengikuti Seleksi Calon Anggota
Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) Kota Palembang (Wilayah II Provinsi Sumatera Selatan) Pada tahun 2017 dengan proses tahapan yang dilalui sebagai berikut : --- 7.1. Pendaftaran, Penggugat terdaftar pada tanggal 22 Juni 2017 dengan Nomor : 113 sebagaimana Update nama-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
nama pendaftar yang diumumkan tim seleksi diakses dalam laman resmi BAWASLU SUMSEL ; --- 7.2. Penelitian Berkas Adminitrasi, Penggugat dinyatakan
lulus penelitian berkas adminitrasi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten / Kota Wilayah II Provinsi Sumatera Selatan Nomor: 03/Timsel/Panwas/VII/
2017 Tertanggal 6 Juli 2017, Tercatat dalam kolom Kota Palembang Nomor : 99 Nomor Pendaftaran 113-PLG-II- 2017 diakses melalui laman resmi BAWASLU SUMSEL, diikuti dengan ketentuan masyarakat dapat memberikan tanggapan terkait keterpenuhan syarat, integritas, dan kecakapan terhadap nama-nama yang telah diumumkan yang ditujukan kepada sekretariat Timsel dengan Form yang disediakan, Sesuai dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 sebagaimana telah beberapa kali perubahan terakhir diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pembentukan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Badan Pengawas Pemilihan Umum Propinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, Pengawas Pemilihan Umum Lapangan, dan Pengawas Pemilihan Umum Luar Negeri, Pasal 24 ayat (1) huruf h berbunyi “Pengumuman nama daftar calon anggota Bawaslu Propivinsi atau Panwaslu Kabupaten / Kota yang lulus seleksi tertulis, tes
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
kesehatan, dan tes Psikologi untuk mendapatkan masukan dan tanggapan masyarakat” ; --- 7.3. Tes Tertulis, Penggugat dinyatakan lulus tes tertulis oleh
Tim Seleksi sebagaimana Pengumuman Hasil Tes Tertulis Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kab/Kota Wilayah II Provinsi Sumatera selatan Nomor:
05/Timsel/Panwas/VII/2017 tertanggal 13 Juli 2017, diikuti dengan ketentuan Masyarakat dapat memberikan tanggapan terkait keterpenuhan syarat, integritas, dan kecakapan terhadap nama-nama yang telah diumumkan yang ditujukan kepada sekretariat Timsel dengan Form yang disediakan Sesuai dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 sebagaimana telah beberapa kali perubahan terakhir diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pembentukan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Badan Pengawas Pemilihan Umum Propinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, Pengawas Pemilihan Umum Lapangan, dan Pengawas Pemilihan Umum Luar Negeri, Pasal 24 ayat (1) huruf h berbunyi “Pengumuman nama daftar calon anggota Bawaslu Propivinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota yang lulus seleksi tertulis, tes kesehatan, dan tes Psikologi untuk mendapatkan masukan dan tanggapan masyarakat” ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
7.4. Tes Wawancara, Penggugat dinyatakan lulus tes Wawancara oleh Tim seleksi sebagaimana Pengumuman Hasil Tes Wawancara Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kab/Kota Wilayah II Provinsi Sumatera Selatan Nomor: 06/Timsel/Panwas/VII/2017 tertanggal 23 Juli 2017 tercatat dalam kolom Kota Palembang Nomor 05 Nomor Pendaftaran 113-PLG-II-2017 diakses melalui laman resmi BAWASLU Sumsel, diikuti dengan ketentuan Masyarakat dapat memberikan tanggapan terkait keterpenuhan syarat, integritas, dan kecakapan terhadap nama-nama yang telah diumumkan yang ditujukan kepada sekretariat Timsel dengan Form yang disediakan, sesuai dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 sebagaimana telah beberapa kali perubahan terakhir diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pembentukan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Badan Pengawas Pemilihan Umum Propinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, Pengawas Pemilihan Umum Lapangan, dan Pengawas Pemilihan Umum Luar Negeri, pasal 24 ayat (1) huruf j berbunyi “wawancara dengan materi penyelenggaraan pemilu dan klarifikasi atas tanggapan dan masukan masyarakat” ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
7.5. Uji Kelayakan dan Kepatutan, Penggugat dinyatakan lulus Uji Kelayakan dan Kepatutan oleh BAWASLU Provinsi Sumsel Nomor: 004/BAWASLU-PROV.SS/TU.oo /VIII/2017 tertanggal 01 Agustus 2017 tercatat dalam kolom Kota Palembang Nomor 03 Nomor Pendaftaran 113-PLG-II-2017 diakses melalui laman resmi BAWASLU Sumsel. Dalam Pengumuman ini, Kepada nama-nama yang lulus Uji Kelayakan dan Kepatutan diminta agar melengkapi berkas berupa Surat Persetujuan, Pengunduran diri dari Jabatan dan atau Ijin cuti bagi PNS, BUMN, dan BUMD paling lambat tanggal 16 Agustus 2017, tanpa ada ketentuan yang mengatur tentang pemberian hak kepada masyarakat untuk memberikan tanggapan dan Penggugat telah memenuhinya.
Sehingga untuk tanggapan masyarakat terakhir diklarifikasi Calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kab/Kota telah selesai sampai pada tahap Wawancara sesuai dengan point 1.5 tersebut diatas karena tidak diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 sebagaimana telah beberapa kali perubahan terakhir diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pembentukan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Badan Pengawas Pemilihan Umum Propinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Pemilihan Umum
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
Kecamatan, Pengawas Pemilihan Umum Lapangan, dan Pengawas Pemilihan Umum Luar Negeri, Sehingga Tergugat telah melanggar ketentuan yang telah diatur oleh Peraturan Perundang-Undangan ; --- 7.6. Bahwa selanjutnya kepada nama-nama yang telah
dinyatakan lulus Uji Kelayakan dan Kepatutan oleh BAWASLU Prov. Sumsel akan dilakukan Pelantikan berdasarkan ketentuan Perundang-undangan dan mekanisme yang ada ; --- 8. Bahwa pada tanggal 08 Agustus 2017 pukul 14.00 WIB Penggugat diundang untuk hadir ke Sekretariat BAWASLU Prov. Sumsel sehubungan dengan adanya Laporan Masyarakat tentang keterlibatan Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kota Palembang terpilih dalam Partai Politik NasDem wilayah Prov. Sumsel atas nama Rida Rubiani, S.H (Penggugat) diketahui laporan tersebut disampaikan melalui surat nomor : 006/BAWASLU- PROV.SS/TU.oo/VIII/2017 tertanggal 24 Agustus 2017 ; --- 9. Bahwa Surat Laporan tersebut pada point 2 di atas pada faktanya disampaikan setelah adanya Pengumuman Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kab/Kota Prov. Sumsel Nomor: 004/BAWASLU- PROV.SS/TU.oo/VIII/2017 tertanggal 1 Agustus 2017 dalam waktu yang sudah tidak ada ketentuan pemberian hak kepada masyarakat untuk memberikan tanggapan (lihat Pengumuman Nomor: 004/BAWASLU-PROV.SS/TU.oo/VIII/
2017 tertanggal 1 Agustus 2017) sehingga dalam hal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
dilakukan penindakan yang diikuti dengan keputusan oleh BAWASLU Prov. Sumsel tidaklah berdasar hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan tindakan yang dilakukan secara sewenang-wenang (penyalahgunaan wewenang) ; --- 10. Bahwa dalam proses klarifikasi pada tanggal 8 Agustus 2017
Penggugat hadir memenuhi undangan Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan dan menyangkal dengan tegas telah terlibat dalam Partai Politik NasDem Wilayah Prov. Sumsel sebagaimana yang dituduhkan, dan dibuktikan dengan adanya Surat Klarifikasi dan permintaan maaf dari DPW Partai NasDem Prov. Sumsel Nomor: 609/DPW- NasDem/SS/VIII/2017 tertanggal 9 Agustus 2017, yang pada pokoknya menerangkan bahwa Penggugat bukan anggota Partai NasDem dan pencantuman nama Penggugat tersebut tidak menggunakan mekanisme perekrutan dan tidak pernah dimintai kesediaan ; --- 11. Bahwa pada tanggal 25 Agustus 2017, BAWASLU Prov.
Sumsel menyampaikan surat kepada Penggugat Surat Bawaslu Nomor : 006/BAWASLU-PROV.SS/TU.00/VIII/2017 (objek sengketa perkara a quo) tertanggal 24 Agustus 2017 Prihal Pemberitahuan yang pada pokoknya menyampaikan adanya Laporan Masyarakat tentang Keterlibatan Calon Anggota panitia Pengawas pemilihan Kota Palembang terpilih dalam Partai Politik NasDem Wilayah Prov. Sumsel atas nama Rida Rubiani, S.H., (Penggugat) ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
12. Bahwa pada tanggal 25 Agustus 2017, BAWASLU Prov.
Sumsel mengeluarkan Pengumuman Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kab/Kota Prov. Sumsel Nomor : 007/BAWASLU-PROV.
SS/TU.00/VIII/2017 yang pada pokoknya mencabut pengumuan Nomor: 004/BAWSLU-PROV.SS/TU.00/VIII/2017 tentang Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kab/Kota Prov. Sumsel mengganti PANWAS Kota Palembang terpilih atas nama Penggugat menjadi DADANG APRIANTO, MM ; --- 13. Bahwa atas tindakan dan Keputusan Pencabutan yang tidak
berlandaskan pada hukum dan cenderung sewenang-wenang oleh BAWASLU PROV. Sumsel tersebut diatas, telah menyebabkan kerugian Materiil yakni Honorarium Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota Palembang terhitung pada saat Pelantikan Anggota Panwaslu Kabupaten / Kota Palembang sampai dengan gugatan ini diajukan dan hilangnya hak konstitusional Penggugat sebagai Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kota Palembang terpilih berdasarkan Pengumuman Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kab/Kota Prov. Sumsel Nomor: 004/BAWASLU-PROV.SS/TU.oo/VIII/2017 tertanggal 1 Agustus 2017 ; --- 14. Bahwa Keputusan Tergugat dalam objek sengketa perkara a quo, terhadap diri Penggugat merupakan tindakan sewenang- wenang dari Tergugat yang cenderung bertentangan dengan Peraturan Perundang-Undangan dan nyata-nyata menciderai
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 21 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
dan melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yakni : --- a) Asas Kepastian Hukum, yakni asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan ketentuan peraturan perundang-undangan, kepatutan, keajegan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan (Penjelasan Pasal 10 Ayat 1 huruf a) dan ....
b) Asas Kecermatan, yakni asas yang mengandung arti bahwa suatu Keputusan dan/atau Tindakan harus didasarkan pada informasi dan dokumen yang lengkap untuk mendukung legalitas penetapan dan / atau pelaksanaan Keputusan dan / atau Tindakan sehingga Keputusan dan/atau Tindakan yang bersangkutan dipersiapkan dengan cermat sebelum Keputusan dan/atau Tindakan tersebut ditetapkan dan/atau dilakukan (Penjelasan Pasal 10 Ayat 1 huruf d) ; --- c) Asas Ketidak Berpihakan, yakni asas yang mewajibkan
badan dan/atau pejabat pemerintahan dalam menetapkan dan/atau melakukan keputusan dan/atau tindakan dengan mempertimbangkan kepentingan para pihak secara keseluruhan dan tidak diskriminatif (Penjelasan Pasal 10 ayat (1) huruf c ) ; --- d) Asas Tidak Menyalahgunakan Kewenangan, Yakni
Asas yang mewajibkan setiap badan dan/atau pejabat pemerintahan tidak menggunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi atau kepentiongan yang lain dan tidak
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 22 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut, tidak melampaui, tidak menyalahgunakan, dan/atau tidak mencampuradukan kewenangan;(Penjelasan Pasal 10 ayat (1) huruf e) ; --- 15. Bahwa berdasarkan uraian fakta-fakta tersebut diatas, dimana Keputusan Tergugat dalam perkara a quo bertentangan dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 sebagaimana telah beberapa kali perubahan terakhir diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pembentukan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Badan Pengawas Pemilihan Umum Propinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten / Kota, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, Pengawas Pemilihan Umum Lapangan, dan Pengawas Pemilihan Umum Luar Negeri, serta melanggar asas kepastian hukum, asas kecermatan, dan asas ketidakberpihakan sesuai yang diatur dalam Undang- Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, maka hal mana telah memenuhi alasan-alasan diajukannya gugatan Penggugat sesuai ketentuan Pasal 53 ayat (2) huruf a dan huruf b Undang-undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yang berbunyi : ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 23 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
“alasan-alasan yang dapat digunakan dalam gugatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah : --- a. Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ; --- b. Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik.” ; --- 16. Bahwa oleh karena dikeluarkannya Objek Sengketa Perkara
a quo tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Perundang- undangan yang berlaku dan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik, sehingga Objek sengketa perkara a quo tersebut dapat dinyatakan BATAL dan TIDAK SAH ; --- 17. Bahwa oleh karena dikeluarkannya Objek Sengketa Perkara
a quo tersebut tidak sesuai dengan Ketentuan Perundang- undangan yang berlaku dan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik, maka mohon kiranya Yang Mulia Majelis Hakim mewajibkan kepada Tergugat untuk MENCABUT objek Sengketa Perkara a quo, dan MENGEMBALIKAN Hak-Hak Penggugat sebagai Calon Anggota Panitia Pengwas Pemilihan Kab/Kota Terpilih ; --- VI. Petitum/Tuntutan : ---
Berdasarkan alasan-alasan tersebut diatas, maka Penggugat mohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan memberikan Putusan sebagai berikut : --- Dalam Pokok Perkara : ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 24 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;--- 2. Menyatakan batal atau tidak sah Surat Bawaslu Nomor : 007/
BAWASLU-PROV.SS/TU.00/VIII/2017, Perihal Pengumuman Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten / Kota Provinsi Sumatera Selatan, tanggal 25 Agustus 2017; --- 3. Mewajibkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Bawaslu
Nomor : 007/BAWASLU-PROV.SS/TU.00/VIII/ 2017, Perihal Pengumuman Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten / Kota Provinsi Sumatera Selatan, tanggal 25 Agustus 2017 ; --- 4. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara ; ---
Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut, maka Tergugat pula telah menyampaikan Jawaban tertanggal 14 Desember 2017 yang diajukan pada persidangan yang terbuka untuk umum pada tanggal 14 Desember 2017 itu juga, pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut : ---
I. DALAM EKSEPSI : --- 1. Objek Sengketa bukan Keputusan Tata Usaha Negara. ---
Bahwa Objek Sengketa dalam perkara ini adalah Surat Bawaslu Nomor: 007/BAWASLU-PROV.SS/TU.00/ VIII/2017, tentang Pengumuman Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Kota Provinsi Sumatera Selatan, tertanggal 25 Agustus 2017, adalah surat yang berisi Pengumuman Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Panwas Pemilihan untuk Kota Palembang yang merupakan bagian dari pengumuman-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 25 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
pengumuman lainnya dalam rangkaian proses seleksi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan ; --- Pengumuman tersebut bukan merupakan akhir dari proses seleksi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan, karena yang menjadi akhir proses seleksi tersebut adalah Penetapan Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Selatan, dalam perkara ini ditetapkan melalui surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Selatan Nomor : 037/SK/
BAWASLU-PROV.SS/HK.01.01/VIII/2017 tentang Penetapan Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan ; --- Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 9 Undang- undang Nomor 51 tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yang berbunyi “Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku yang bersifat kongrit, individual, dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata.” ; --- Sementara objek sengketa adalah sebuah pengumuman yang bertujuan untuk diketahui oleh khalayak umum, terkait nama-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 26 dari Putusan Perkara Nomor 69/G/2017/PTUN-PLG
nama calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kota Palembang yang dinyatakan lulus uji kelayakan dan kepatutan.
Terbitnya objek sengketa belum menimbulkan akibat hukum seorang menjadi Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kota Palembang. Nama-nama yang dinyatakan lulus tersebut harus ditetapkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Selatan barulah dinyatakan calon tersebut manjadi Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kota Palembang.
Sebagai mana ketentuan Pasal 9 ayat (2) Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 10 tahun 2012 tentang Pembentukan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, Pengawas Pemilihan Umum Lapangan, dan Pengawas Pemilihan Umum Luar Negeri, yang berbunyi “Anggota Panwaslu Kabupaten / Kota ditetapkan dengan keputusan Bawaslu Provinsi” ; --- Berdasarkan uraian dan fakta-fakta hukum diatas, jelas secara hukum objek sengketa dalam perkara ini tidak memenuhi syarat-syarat sebagai Keputusan Tata Usaha Negara sehingga Gugatan Penggugat patut untuk dinyatakan Tidak Dapat Diterima ; --- 2. Pengadilan Tata Usaha Negara Tidak berwenang mengadili sengketa aquo ; --- Bahwa objek sengketa yang digugat oleh Penggugat bukan merupakan Keputusan Tata Usaha Negara (beshcikking),
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26