• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET

3.1 Sejarah Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Negara Non Departemen. BPS melakukan kegiatan yang ditugaskan oleh pemerintah antara bidang pertanian, agrarian, pertambangan, kependudukan, sosial, ketenagakerjaan, keuangan, pendapatan, dan keagamaan. Selain hal – hal diatas BPS juga bertugas untuk melaksanakan koordinasi di lapangan, kegiatan statistik dari segenap instansi baik dipusat maupun didaerah dengan tujuan mencegah dilakukannya pekerjaan yang serupa oleh dua atau lebih instansi, memajukan keseragaman dalam penggunaan defenisi, klasifikasi dan ukuran – ukuran lainnya.

Berikut ini adalah beberapa masa peralihan pada BPS, yaitu:

1. Masa pemerintahan Hindia Belanda

Pada bulan Februari 1920, kantor statistik pertama kali didirikan oleh direktur pertanian, kerajinan dan perdagangan (Directeur Van Landbouw Nijverheid en Hendle) dan berkedudukan di Bogor. Kantor ini diserahi tugas untuk mengolah dan memublikasi data statistik.

(2)

Pada tanggal 24 September 1924 maka lembaga tersebut diganti dengan nama

Centraal kantoor Voor de Statistik (CKS) atau Kantor Pusat Statistik dan dipindahkan

ke Jakarta. Bersamaan dengan itu beralih pula pekerjaan mekanisme statistik perdagangan yang semula dilakukan oleh Kantor Invoer en Accijinsen (IUA) yang sekarang disebut Kantor Bea Cukai.

2. Masa Pemerintahan Jepang

Pada bulan Juni 1942 pemerintahan Jepang baru mengaktifkan kembali kegiatan statistik yang utamanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang/militer. Pada masa ini CKS diganti namanya menjadi Shomubu Chasasitsu gunseikanbu.

3. Masa Kemerdekaan Republik Indonesia

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 kegiatan statistik diganti oleh lembaga baru sesuai dengan susunan kemerdekaan yaitu KAPPURI (Kantor Penyelidikan Perangkat Umum Republik Indonesia). Tahun 1946 Kantor KAPPURI dipindahkan ke Yogyakarta sebagai konsekuensi dari Perjanjian Linggarjati. Sementara itu pemerintahan Belanda (NICA) di Jakarta mengaktifkan kembali CKS.

Berdasarkan surat edaran Kementrian Kemakmuran tanggal 12 Juni 1950 No.219/S.C;KAPPURI dan CKS dilebur menjadi Kantor Pusat Statistik (KPS) dan berada di bawah Kementrian Kemakmuran.

(3)

Dengan surat Mentri perekonomian tanggal 1 Maret 1952 No.P/44, lembaga KPS berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Mentri Perekonomian, dan pada tanggal 24 Desember 1953 dengan surat Mentri Perekonomian No. 18.099/M, KPS dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian research yang disebut Afdeling A, dan bagian penyelenggaraan dan tatausaha yang disebut Afdeling B.

Dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 131 tahun 1957, Kementrian Perekonomian dipecah menjadi Kementrian perdagangan dan Kementrian Perindustrian. Untuk selanjutnya dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 172 tahun 1957 KPS diubah menjadi BPS, dan urusan statistik yang semula menjadi tanggung jawab dan wewenang Mentri Perekonomian dialihkan menjadi dibawah dan bertanggungjawab kepada Perdana Mentri. Berdasarkan KEPPRES ini pula secara formal nama BPS dipergunakan.

Memenuhi anjuran PBB agar setiap negara anggota menyelenggarakan sensus penduduk secara serentak, maka pada tanggal 24 September 1960 telah diundangkan UU No. 6 tahun 1960 tentang Sensus, sebagai pengganti Volk Stelling Ordonnantie 1930.

Dalam rangka memperhatikan kebutuhan data bagi perencanaan pembangunan semesta berencana dan mengingat materi statistiek ordonnantie 1934 dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan kemajuan – kemajuan yang cepat dicapai oleh Negara kita, maka tanggal 26 September 1960 telah diundangkan UU No. 7 tahun 1960 tentang Statistik.

(4)

Berdasarkan keputusan Presidium Kabinet RI No. Aa/C/9 tahun 1965, maka tiap-tiap daerah Tingkat I dan Tingkat 2 dibentuk kantor-kantor cabang BPS dengan nama Kantor Sensus Statistik Daerah (KKS) yang mempunyai tugas menjalankan kegiatan-kegiatan statistik di daerah-daerah. Disetiap daerah administrasi kecamatan, dapat diangkat seorang atau lebih pegawai yang merupakan pegawai KKS ditingkat 2 dan dibawah pengawasan Kepala Kecamatan.

4. Masa Orde Baru sampai sekarang

Pada masa pemerintahan orde baru, khusus untuk memenuhi kebutuhan dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan, maka untuk mendapatkan statistik yang handal, lengkap, tepat, akurat dan terpercaya mulai diadakan pembenahan organisasi BPS.

Dalam masa orde baru ini BPS telah mengalami empat kali perubahan struktur organisasi, yaitu:

a. Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1969 tentang organisasi Biro Pusat Statistik. b. Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 1980 tentang Organisasi Biro Pusat Statistik. c. Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statistik

dan keputusan Presiden No. 6 tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan, Reorganisasi dan tata kerja Biro Pusat Statistik.

d. Undang-Undang No. 16 tahun 1997 tentang Statistik.

(5)

f. Keputusan Kepala BPS No. 100 tahun 1998 tentang Organisasi dan Tata Kerja BPS.

g. PP No. tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik.

Tahun 1968, ditetapkan Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1968, yaitu yang mengatur organisasi dan tata kerja di pusat dan di daerah. Tahun 1980, Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 1980 tentang organisasi sebagai pengganti Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1968. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 1988 di tiap provinsi terdapat perwakilan BPS dengan nama Kantor Statistik Provinsi dan di Kabupaten/Kota terdapat cabang perwakilan BPS dengan nama Kantor Statistik Kabupaten/Kota. Pada tanggal 19 Mei 1997 menetapkan tentang statistik sebagai pengganti UU No. 6 dan 7 tentang sensus dan statistik. Pada tanggal 17 Juni 1998 dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 86 tahun 1998 ditetapkan BPS sekaligus mengatur tata kerja dan struktur BPS yang baru.

3.2 Tugas dan Fungsi Badan Pusat Statistik

Menurut Keputusan Kepala BPS Nomor 121 tahun 2001 tentang organisasi dan tata kerja perwakilan BPS di daerah.

a. Tugas

BPS memunyai tugas pemerintahan di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(6)

b. Fungsi

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, BPS menyelenggarakan fungsi: 1. Pengkajian, penyusunan, dan perumusan kebijakan di bidang statistik.

2. Pengkoordinasian kegiatan statistik nasional dan regional. 3. Penetapan dan penyelenggaraan statistik dasar.

4. Pembinaan dan fasilitasi terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kegiatan statistik; dan

5. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi, tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, kehumasan, hukum, perlengkapan, dan rumah tangga.

c. Kewenangan

Dalam menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud, BPS memunyai kewenangan: 1. Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya;

2. Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro. 3. Penetapan sistem informasi di bidangnya;

4. Penetapan dan penyelenggaraan statistik nasional;

5. Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu:

1. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang kegiatan statistik 2. Penyusunan pedoman penyelenggaraan survei statistik sektoral

(7)

3.3 Visi dan Misi

a. Visi

Pelopor data statistik terpercaya untuk semua.

b. Misi

1. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien.

2. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia.

3. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan definisi, pengukuran, dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan statistik.

4. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak.

5. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan efisien.

3.4 Struktur Organisasi BPS

Sehubungan dengan semakin meningkatnya beban tugas dan pentingnya peranan BPS dalam menunjang kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan maka

(8)

diperlukan struktur organisasi yang dapat menunjang kelancaran tugas dari masing-masing bagian.

Surat keputusan kepala BPS No. 104 tahun 1999 yang mengatur tentang uraian tugas, bagian bidang, subbagian dan seksi perwakilan BPS di daerah dipandang perlu untuk menetapkan perincian tugas setiap bidang, subbagian, dan seksi di lingkungan perwakilan dan cabang perwakilan BPS.

a. BPS Kabupaten/Kota

Gambar 3.1 Struktur Organisasi BPS Kabupaten

K E P A L A

Sub Bagian Tata Usaha

Seksi Integrasi Pengolahan & Diseminasi Statistik Seksi

Neraca Wilayah & Analisis Statistik Seksi Stat. Distribusi Seksi Stat. Produksi Seksi Stat. Sosial

Tenaga Fungsional Tenaga Fungsional/KSK

(9)

b. BPS Propinsi/Kota

Gambar 3.2 Struktur Organisasi BPS Provinsi

Organisasi merupakan suatu fungsi manajemen yang mempunyai peranaan dan kegiatan langsung dengan instansi sosial yang terjadi diantara individu – individu dalam rangka kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Struktur organisasi perusahaan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang ditetepkan. Dengan adanya struktur organisasi maka akan jelaslah pemisahan tugas dari para pegawai / staf tersebut.

K E P A L A

Bagian Tata Usaha

Bidang Integrasi Pengolahan & Diseminasi Statistik Bidang

Neraca Wilayah & Analisis Statistik Bidang Stat. Distribusi Bidang Stat. Produksi Bidang Stat. Sosial Seksi Statistik Kependudukan Seksi Statistik Ketahanan Sosial Seksi Statistik Kesejahteraan Rakyat Seksi Statistik Konstruksi,

Pertam-bangan & Energi Seksi Statistik

Industri Seksi Statistk

Pertanian

Seksi Statistk Niaga & Jasa Seksi Statistk Keuangan & Harga

Produsen Seksi Statistk Harga Konsumen &

Perdag. Besar Seksi Analisis Statistik Lintas Sektor Seksi Neraca Konsumsi Seksi Neraca Produksi Seksi Diseminasi dan Layanan Statistik Seksi Jaringan dan Rujukan Statistik Seksi Integrasi Pengolahan Data SubBag

Bina Program Urusan Dalam SubBag Kepegawaian SubBag dan Hukum

SubBag

Keuangan Perlengkapan SubBag

(10)

Struktur organisasi yang diterapkan di Kantor Badan Pusat Statistik adalah struktur organisasi lini dan staf. Struktur ini mengandung unsur – unsur spesialisasi kerja, standarisasi kegiatan, sentralisasi dan desentralisasi dalam pembuatan keputusan yang menunjukan lokasi kekuasaan, pembuatan keputusan dan ukuran satuan yang menunjukkan suatu kelompok kerja.

Adapun tujuan dari struktur organisasi lini dan staf di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Sumatera Utara adalah :

a. Pengkoordinasian yaitu yang memungkinkan komunikasi integrasi berbagai departemen dan kegiatan – kegiatan yang saling berhubungan satu sama lain. b. Pemberian saran yaitu memberikan saran atau membuat rekomendasi bagi

manajemen.

c. Pembuatan keputusan yaitu membuat keputusan – keputusan dan mengamati bagaimana pelaksanaan dari keputusan tersebut.

Sebagaimana dalam lampiran dalam organisasi Kantor Badan Pusat Statistik Propinsi Sumatera Utara dipimpin seorang Kepala Kantor. Kepala Kantor dibantu bagian tata usaha yang terdiri dari :

a. Sub Bagian Urusan Dalam b. Sub Bagian Perlengkapan c. Sub Bagian Keuangan d. Sub Bagian Kepegawaian e. Sub Bagian Bina Program

(11)

Sedangkan Bidang Penunjang Statistik Terdiri dari Lima (5) bidang yaitu :

1. Bidang Statistik Produksi

Bidang statistik Produksi mempunyai tugas untuk melaksanakan kegiatan Statistik Pertanian, Industri, Konstruksi pertambangan dan energi.

2. Bidang Statistik Distrubusi

Bidang Statistik ditribuisi mempunyai tugas untuk melaksanakan kegiatan statistik konsumen dan perdagangan besar, statistik keuangan dan harga produsen serta niaga dan jasa.

3. Bidang Statistik Sosial

Bidang Statistik kependudukan mempunyai tugas yaitu melaksanakan kegiatan demografi dan rumah tangga, ketenagakerjaan, serta statistik kesejahteraan.

4. Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statitik (IPDS)

Penyiapan data, penyusunan sistem, dan program serta operasional pengolahan data dengan komputer.

5 .Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Mempunyai tugas untuk penyusunan Neraca Produksi, Neraca konsumsi, dan Akumulasi penyajian analisis serta kegiatan penerapan statistik.

(12)

BAB 4

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Arti dan Kegunaan Analisis Data

Analisis data pada dasarnya dapat diartikan sebagai berikut:

1. Membandingkan dua hal atau lebih variabel untuk megetahui selisih atau rasionya kemudian diambil kesimpulannya.

2. Menguraikan atau memecahkan suatu keseluruhan menjadi bagian-bagian atau komponen-komponen yang lebih kecil agar dapat:

a. Mengetahui komponen yang menonjol

b. Membandingkan antara komponen yang satu dengan yang lainnya

c. Membandingkan salah satu atau beberapa komponen dengan keseluruhannya.

3. Memperkirakan atau memperbandingkan besarnya pengaruh secara kuantitatif dari suatu kejadian lainnya serta memperkirakan/meramalkan kejadian lainnya yang dapat dinyatakan dengan perubahan nilai suatu variabelnya.

(13)

4.2 Proyeksi Jumlah Penduduk Kabupaten Asahan Tahun 2014

Laju pertumbuhan penduduk adalah perubahan penduduk yang terjadi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan biasanya dinyatakan dalam persentase. Hampir semua Negara maju telah menyusun perkiraan jumlah seluruh penduduk setiap tahun. Dalam hal ini prosedur untuk menghitung angka pertumbuhan penduduk boleh dikatakan cukup sederhana, karena perhitungannya dilakukan dengan membagi pertambahan jumlah penduduk selama tahun yang bersangkutan dengan jumlah penduduk pada awal tahun.

Pada kenyataannya banyak Negara tidak mempunyai angka yang tepat mengenai kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk dan akhirnya jumlah penduduk yang paling tepat banyak diketahui dari hasil sensus. Dalam pengolahan data dapat dilakukan dengan menggunakan model Matematis yang sesuai. Model yang digunakan adalah “Model Eksponensial” dengan rumus sebagi berikut:

P

n

= P

0

e

rn

(14)

Tabel 4.1 Jumlah Penduduk Kabupaten Asahan Menurut Jenis Kelamin Tahun 2000-2009

TAHUN JENIS KELAMIN JUMLAH

LAKI-LAKI PEREMPUAN 2000 300.542 297.286 597.828 2001 300.373 302.477 602.850 2002 306.564 308.876 615.440 2003 316.126 313.020 629.146 2004 321.977 318.490 640.467 2005 326.801 322.853 649.654 2006 331.360 327.516 658.876 2007 336.788 339.817 676.605 2008 342.723 345.806 688.529 2009 349.046 351.560 700.606

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara

Gambar 4.1 Penduduk Kabupaten Asahan Menurut Jenis Kelamin Tahun 2000-2009

(15)

Tabel 4.2 Jumlah Perubahan Penduduk Kabupaten Asahan Menurut Jenis Kelamin Tahun 2000-2009

TAHUN JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH

PERUBAHAN/TAHUN

LAKI-LAKI WANITA LAKI-LAKI WANITA

2000 300.542 297.286 - - 2001 300.373 302477 -169 5.191 2002 306.564 308.876 6.191 6.399 2003 316.126 313.020 9.562 4.144 2004 321.977 318.490 5.851 5.47 2005 326.801 322.853 4.824 4.363 2006 331.360 327.516 4.559 4.663 2007 336.788 339.817 5.428 12.301 2008 342.723 345.806 5.935 5.989 2009 349.046 351.560 6.323 5.754

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara

4.3 Keadaan Jumlah Penduduk

Adapun perhitungan jumlah penduduk didahului dengan menghitung tingkat pertumbuhan penduduk, yang nantinya dengan tingkat pertumbuhan tersebut digunakan sebagai peramalan jumlah penduduk di masa yang akan datang.

Rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah penduduk sebagai berikut:

r =

Dengan t log e = 0,43429

Dan rumus menghitung jumlah penduduk yaitu:

P

n

= P

0

e

rn

(16)

4.3.1 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Laki-laki Per Tahun

r

2001

=

= -0,000562 = -0,06 %

r

2002

=

= 0,020402 = 2,04 %

r

2003

=

= 0,030715 = 3,07 %

r

2004

=

= 0,018339 = 1,83 %

r

2005

=

= 0,014871 = 1,49 %

r

2006

=

= 0,013854 = 1,39 %

r

2007

=

= 0,016248 = 1,62 %

r

2008

=

= 0,017469 = 1,75 %

r

2009

=

= 0,018281 = 1,83 %

(17)

Tabel 4.3 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Laki-laki Per Tahun Tahun Penduduk Laki-laki Bilangan Pokok Logaritma Perubahan Jumlah Penduduk Persentase Jumlah Perubahan penduduk (%) 2000 300.542 2,718282 - - 2001 300.373 2,718282 -0,000562 -0,06 2002 306.564 2,718282 0,020402 2,04 2003 316.126 2,718282 0,030714 3,07 2004 321.977 2,718282 0,018339 1,83 2005 326.801 2,718282 0,014871 1,49 2006 331.360 2,718282 0,013854 1,39 2007 336.788 2,718282 0,016248 1,62 2008 342.723 2,718282 0,017469 1,75 2009 349.046 2,718282 0,018281 1,83

4.3.2 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Perempuan Per Tahun

r

2001

=

= 0,017311 = 1,73 %

r

2002

=

= 0,020935 = 2,09 %

r

2003

=

= 0,013327 = 1,33 %

r

2004

=

= 0,017324 = 1,73 %

r

2005

=

= 0,013606 = 1,36 %

r

2006

=

= 0,014340 = 1,43 %

(18)

r

2007

=

= 0,036871 = 3,69 %

r

2008

=

= 0,017471 = 1,75 %

r

2009

=

= 0,016503 = 1,65 %

Tabel 4.4 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Perempuan Per Tahun

Tahun Penduduk Perempuan Bilangan Pokok Logaritma Perubahan Jumlah Penduduk Persentase Jumlah Perubahan penduduk (%) 2000 297.286 2,718282 - - 2001 302.477 2,718282 0,017311 1,73 2002 308.876 2,718282 0,020935 2,09 2003 313.020 2,718282 0,013327 1,33 2004 318.490 2,718282 0,017324 1,73 2005 322.853 2,718282 0,013606 1,36 2006 327.516 2,718282 0,014340 1,43 2007 339.817 2,718282 0,036870 3,69 2008 345.806 2,718282 0,017471 1,75 2009 351.560 2,718282 0,016502 1,65

(19)

4.3.3 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Per Tahun

r

2001

=

= 0,008365 = 0,84 %

r

2002

=

= 0,020669 = 2,07 %

r

2003

=

= 0,022026 = 2,20 %

r

2004

=

= 0,017834 = 1,78 %

r

2005

=

= 0,014242 = 1,42 %

r

2006

=

= 0,014096 = 1,41 %

r

2007

=

= 0,026553 = 2,66 %

r

2008

=

= 0,017467 = 1,75 %

r

2009

=

= 0,017388 = 1,74 %

(20)

Tabel 4.5 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Pertahun Tahun Penduduk Keseluruhan Bilangan Pokok Logaritma Perubahan Jumlah Penduduk Persentase Jumlah Perubahan penduduk (%) 2000 597.828 2,718282 - - 2001 602.850 2,718282 0,008365 0,84 2002 615.440 2,718282 0,020669 2,07 2003 629.146 2,718282 0,022026 2,20 2004 640.467 2,718282 0,017834 1,78 2005 649.654 2,718282 0,014242 1,42 2006 658.876 2,718282 0,014095 1,40 2007 676.605 2,718282 0,026552 2,66 2008 688.529 2,718282 0,017470 1,75 2009 700.606 2,718282 0,017388 1,74

Tabel 4.6 Persentase Perubahan Jumlah Penduduk Kabupaten Asahan Menurut Jenis Kelamin Tahun 2000-2009

Tahun Jumlah Laki-laki (%) Jumlah Perempuan (%) Jumlah Laki-laki dan Perempuan (%) 2000 - - - 2001 -0,06 1,73 0,84 2002 2,04 2,09 2,07 2003 3,07 1,33 2,20 2004 1,83 1,73 1,78 2005 1,49 1,36 1,42 2006 1,39 1,43 1,40 2007 1,62 3,69 2,66 2008 1,75 1,75 1,75 2009 1,83 1,65 1,74

(21)

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan secara keseluruhan menurun dan dari hasil survei, penurunan ini terjadi karena kesadaran masyarakat untuk melaksanakan program KB (Keluarga Berencana) yang digalakkan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan ada kemungkinan dikarenakan oleh imigrasi, mortalitas yang terjadi dikarenakan fasilitas kesehatan yang kurang memadai.

Dari perubahan angka-angka tersebut di atas dapat dilihat bahwa setiap tahunnya jumlah penduduk di Kabupaten Asahan selalu berubah, terkadang jumlahnya meningkat dan juga menurun. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan program Keluarga Berencana (KB) yang telah disarankan pemerintah, yaitu dengan kebijakan menekan angka kelahiran.

4.4 Proyeksi Jumlah Penduduk

a. Untuk Laki-laki

r

2009

=

=

= 0.016624 = 1.66 %

b. Untuk Perempuan

(22)

c. Untuk laki-laki dan perempuan

r

2009

=

=

= 0.017627 = 1.76 %

Dengan diperolehnya persentase jumlah penduduk Kabupaten Asahan maka ramalan atau taksiran jumlah penduduk dapat ditentukan dengan menggunakan harga perubahan jumlah penduduk Kabupaten Asahan dengan menggunakan rumus:

P

n

= P

0

e

rn

4.4.1 Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki Kabupaten Asahan Tahun 2010 -2014

a. Untuk Tahun 2010

P

2010

= P

2009

. e

r.n

=

349.046x 2,718282 0,016624 x 1 = 349.046 x 1,016763 = 354.897 b. Untuk Tahun 2011

P

2011

= P

2010

. e

r.n

=

354.897x 2,718282 0,016624 x 2 = 354.897 x 1,033807 = 366.895 c. Untuk Tahun 2012

(23)

P

2012

= P

2011

. e

r.n

=

366.895x 2,718282 0,016624 x 3 = 366.895 x 1,051137 = 385.657 d. Untuk Tahun 2013

P

2013

= P

2012

. e

r.n

=

385.657x 2,718282 0,016624 x 4 = 385.657 x 1,068757 = 412.174 e. Untuk Tahun 2014

P

2014

= P

2013

. e

r.n

=

412.174x 2,718282 0,016624 x 5 = 412.174 x 1,086672 = 447.898

Tabel 4.7 Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki Tahun 2010-2014

Tahun Penduduk Laki-laki e R

2010 354.897 2,718282 0,016624

2011 366.895 2,718282 0,016624

2012 385.657 2,718282 0,016624

2013 412.194 2,718282 0,016624

(24)

4.4.2 Proyeksi Jumlah Penduduk Perempuan Kabupaten Asahan Tahun 2010-2014 a. Untuk Tahun 2010

P

2010

= P

2009

. e

r.n

=

351.560x 2,718282 0,018632 x 1 = 351.560 x 1,018807 = 358.172 b. Untuk Tahun 2011

P

2011

= P

2010

. e

r.n

=

358.172x 2,718282 0,018632 x 2 = 358.172 x 1,037967 = 371.771 c. Untuk Tahun 2012

P

2012

= P

2011

. e

r.n

=

371.771x 2,718282 0,018632 x 3 = 371.771 x 1,057488 = 393.143

(25)

d. Untuk Tahun 2013

P

2013

= P

2012

. e

r.n

=

393.143x 2,718282 0,018632 x 4 = 393.143 x 1,077376 = 423.563 e. Untuk Tahun 2014

P

2014

= P

2013

. e

r.n

=

423.563x 2,718282 0,018632 x 5 = 423.563 x 1,097637 = 464.918

Tabel 4.8 Proyeksi Jumlah Penduduk PerempuanTahun 2010-2014

Tahun Penduduk Perempuan e R

2010 358.172 2,718282 0,018632

2011 371.771 2,718282 0,018632

2012 393.143 2,718282 0,018632

2013 423.563 2,718282 0,018632

(26)

4.4.3 Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Kabupaten Asahan Tahun 2010-2014 a. Untuk Tahun 2010

P

2010

= P

2009

. e

r.n

=

700.606x 2,718282 0,017627 x 1 = 700.606 x 1,017783 = 713.065 b. Untuk Tahun 2011

P

2011

= P

2010

. e

r.n

=

713.065x 2,718282 0,017627 x 2 = 713.065 x 1,035883 = 738.652 c. Untuk Tahun 2012

P

2012

= P

2011

. e

r.n

=

738.652x 2,718282 0,017627 x 3 = 738.652 x 1,054304 = 778.764

(27)

d. Untuk Tahun 2013

P

2013

= P

2012

. e

r.n

=

778.764x 2,718282 0,017627 x 4 = 778.764 x 1,073053 = 835.655 e. Untuk Tahun 2014

P

2014

= P

2013

. e

r.n

=

835.655x 2,718282 0,017627 x 5 = 835.655 x 1,092136 = 912.649

Tabel 4.9 Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Tahun 2010-2014

Tahun Penduduk Keseluruhan e R

2010 713.065 2,718282 0,017627

2011 738.652 2,718282 0,017627

2012 778.764 2,718282 0,017627

2013 835.655 2,718282 0,017627

(28)

Tabel 4.10 Hasil Proyeksi (Perkiraan) Jumlah Penduduk Kabupaten Asahan dari Tahun 2010-2014

Tahun Jumlah Penduduk Jumlah

Laki-laki Perempuan 2010 354.897 358.172 713.065 2011 366.895 371.771 738.652 2012 385.657 393.143 778.764 2013 412.194 423.563 835.655 2014 447.898 464.918 912.649

Gambar 4.2 Penduduk Kabupaten Asahan Menurut Jenis Kelamin Tahun 2010-2014

4.5 Keadaan Laju Pertumbuhan Penduduk

Adapun perhitungan laju pertumbuhan penduduk sebagai berikut:

P

n

= P

0

( 1+ r )

n

(29)

Laju pertumbuhan penduduk dapat dihitung dengan asumsi lima tahun sekali, yaitu tahun 2000-2005, 2001-2006, 2002-2007, 2003-2008, 2004-2009, 2005-2010, 2006-2011, 2007-2012, 2008-2013, 2009-2014. Maka akan kita peroleh:

1. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2000-2005 Pn = P0 ( 1 + r )n P2005 = P2000 ( 1 + r )5 649.654 = 597.828 ( 1 + r )5 ( 1 + r )5 = ( 1 + r )5 = 1,086690 5 log(1 + r) = log 1,086690 log(1 + r) = log(1 + r) = 0,007221 1 + r = antilog 0,007221 1 + r = 1,016766 r = 1,016766 – 1 r = 0,016766 r = 1,68 %

2. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2001-2006 Pn = P0 ( 1 + r )n

P2006 = P2001 ( 1 +r )5

658.876 = 602.850 (1 + r )5 ( 1 + r )5 =

(30)

( 1 + r )5 = 1,092935 5 log(1 + r) = log 1,092935 log(1 + r) = log(1 + r) = 0,007712 1 + r = antilog 0,007712 1 + r = 1,017916 r = 1,017916 – 1 r = 0,017916 r = 1,79 %

3. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2002-2007 Pn = P0 ( 1 + r )n P2007 = P2002 ( 1 + r )5 676.605 = 615.440 ( 1 + r )5 ( 1 + r )5 = ( 1 + r )5 = 1,099384 5 log(1 + r) = log 1,099384 log(1 + r) = log(1 + r) = 0,008230 1 + r = antilog 0,008230 1 + r = 1,019131 r = 1,019131– 1 r = 0,019131 r = 1,91 %

(31)

4. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2003-2008 Pn = P0 ( 1 + r )n P2008 = P2003 ( 1 + r )5 688.529 = 629.146 ( 1 + r )5 ( 1 + r )5 = ( 1 + r )5 = 1,094387 5 log(1 + r) = log 1,094387 log(1 + r) = log(1 + r) = 0,007834 1 + r = antilog 0,007834 1 + r = 1,018202 r = 1,018202 – 1 r = 0,018202 r = 1,82 %

5. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2004-2009 Pn = P0 ( 1 + r )n P2009 = P2004 ( 1 + r )5 700.606 = 640.467 ( 1 + r )5 ( 1 + r )5 = ( 1 + r )5 = 1,093899 5 log(1 + r) = log 1,093899 log(1 + r) = log(1 + r) = 0,007795

(32)

1 + r = antilog 0,007795 1 + r = 1,018111

r = 1,018111 – 1

r = ,018111

r = 1,81 %

6. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2005-20010 Pn = P0 ( 1 + r)n P2010 = P2005 ( 1 + r )5 713.065 = 649.654 ( 1 + r )5 ( 1 + r )5 = ( 1 + r )5 = 1,097607 5 log(1 + r) = log 1,097607 log(1 + r) = log(1 + r) = 0,008089 1 + r = antilog 0,008089 1 + r = 1,018800 r = 1,018800– 1 r = 0,018800 r = 1,88 %

(33)

7. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2006-2011 Pn = P0 ( 1 + r )n P2011 = P2006 ( 1 + r )5 738.652 = 658.876 ( 1 + r )5 ( 1 + r )5 = ( 1 + r )5 = 1,121079 5 log(1 + r) = log 1,121079 log(1 + r) = log(1 + r) = 0,009927 1 + r = antilog 0,009927 1 + r = 1,023121 r = 1,023121 – 1 r = 0,023121 r = 2,31 %

8. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2007-2012 Pn = P0 ( 1 + r )n P2012 = P2007 ( 1 + r )5 778.764 = 676.605 ( 1 + r )5 ( 1 + r )5 = ( 1 + r )5 = 1,150988 5 log(1 + r) = log 1,150988 log(1 + r) = log(1 + r) = 0,012214

(34)

1 + r = antilog 0,012214 1 + r = 1,028523

r = 1,028523 – 1

r = 0,028523

r = 2,85 %

9. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2008-2013 Pn = P0 ( 1 + r )n P2013 = P2008 ( 1 + r )5 835.655 = 688.529 ( 1 + r )5 ( 1 + r )5 = ( 1 + r )5 = 1,213682 5 log(1 + r) = log 1,213682 log(1 + r) = log(1 + r) = 0,016821 1 + r = antilog 0,016821 1 + r = 1,039492 r = 1,039492 – 1 r = 0,039492 r = 3,95 %

10. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2009-2014 Pn = P0 ( 1 + r )n

P2014 = P2009 ( 1 + r )5

(35)

( 1 + r )5 = ( 1 + r )5 = 1,302657 5 log(1 + r) = log 1,302657 log(1 + r) = log(1 + r) = 0,022966 1 + r = antilog 0,022966 1 + r = 1,054304 r = 1,054304 – 1 r = 0,054304 r = 5,43 %

Menghitung Rasio Jenis Kelamin Kita dapat menghitung Rasio Jenis Kelamin, yaitu sebagai berikut:

1. Untuk Rasio JenisKelamin 2010 SRi =

SRi =

SRi =

2. Untuk Rasio JenisKelamin 2011 SRi =

SRi =

(36)

3. Untuk Rasio JenisKelamin 2012 SRi =

SRi =

SRi =

4. Untuk Rasio JenisKelamin 2013 SRi =

SRi =

SRi =

5. Untuk Rasio JenisKelamin 2014 SRi =

SRi =

(37)

BAB 5

IMPLEMENTASI SISTEM

5.1 Tahap Implementasi

Tahap implementasi merupakan tahapan hasil desain tertulis ke dalam Programming

(coding). Pada tahap inilah seluruh hasil desain dituangkan kedalam bahasa

pemograman tertentu untuk menghasilkan sebuah system informasi yang sesuai dengan hasil desain tertulis. Tahapan implementasi harus dapat menentukan basis apa yang akan diterapkan dalam menuangkan hasil desain tertulis sehingga system yang dibentuk memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri.

5.2 Mengaktifkan Microsoft Excel

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan Windows dan pastikan Microsoft Excel berada dalam jaringan Microsoft Windows, kemudian klik tombol start pada taskbar, kemudian klik all programs, lalu pilih Microsoft Office, kemudian ada menu program Excel, maka pilih aplikasi Excel tersebut.

(38)

Gambar 5.1 Mengaktifkan Microsoft Excel

5.3 Membuka Lembar Kerja Baru

Setelah pengaktifan, akan tampil lembar kerja Excel yang sudah siap untuk dipergunakan. Lembar kerja adalah kumpulan kolom dan baris, dimana kolom berurutan dari atas ke bawah sedangkan baris berurutan dari kiri ke kanan yang terdiri dari 256 kolom dan 65.536 baris pada setiap lembar kerja.

Pada setiap kolom dan baris terdapat sel dan ini diidentifikasikan dengan alamat yang merupakan kombinasi antara abjad untuk kolom dan angka untuk baris, di samping itu lembar kerja Excel terdapat banyak elemen yang memiliki fungsi tersendiri.

(39)

Gambar 5.2 Tampilan Lembar Kerja Microsoft Excel

5.4 Pengisian Data

Pengisian data ke dalam lembar kerja Excel adalah sama dengan memasukkan atau mengetikkan data ke dalamnya. Ada dua pilihan cara pengisian data, yaitu menggunakan keyboard computer atau melalui submmenu yang terdapat pada menu Excel.

Dalam pengisian data ke dalam lembar kerja dengan keyboard, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Letakkan pointer pada sel yang ingin diisi data. 2. Ketik data yang diinginkan.

(40)

3. Tekan enter atau klik tombol kiri mouse pada sel lain untuk konfirmasi atau mengakhirinya.

Gambar 5.3 Tampilan Lembar Kerja Pengisian Data

Sedangkan pilihan kedua dalam mengisi data adalah menggunakan submenu pada menu editdi Excel. Dengan pilihan ini, maka memiliki lebih banyak pilihan,yaitu: Down, Up, Left, dan Series (Autofil).

5.5 Pembuatan Grafik

Grafik pada Excel dapat dibuat menjadi satu dengan data atau terpisah pada lembar kerja sendiri, namun masih berada pada file yang sama. Untuk membuat grafik pada Excell, biasa menggunakan icon chart Wizard yang terdapat pada toolbar.

(41)

Adapun langkah-langkah yang diperlukan adalah: 1. Sorot Sel atau range yang ingin dibuat grafik.

2. Klik Icon Insert, maka akan tampil kotak dialog Chart Type.

3. Klik Type grafik yang diinginkan dan kllik next, tampil kotak dialog Sourcedata. 4. Pada tampilan akan terlihat range data yang telah disorot dan klik radio. Botton rows atau coloums yang diinginkan, klik next. Maka akan tampil kotak dialog Chart Option.

5. Pada Chart Option, klik judul grafik. Setelah itu klik next. Tampil kotak dialog chart options.

6. Anda dapat memilih tempat untuk meletakkan grafik ini, kemudian klik finish.

(42)
(43)

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi dari perhitungan Jumlah Penduduk Kabupaten Asahan berdasarkan tahun 2000-2009, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Dengan menggunakan rumus pertumbuhan eksponensial dapat dicari persentase perubahan jumlah penduduk laki-laki, persentase perubahan jumlah penduduk perempuan, serta perubahan jumlah penduduk secara keseluruhan (laki-laki dan perempuan) sehingga dapat diramalkan jumlah penduduk di Kabupaten Asahan di masa yang akan datang.

2. Diperkirakan Jumlah Penduduk Kabupaten Asahan menurut jenis kelamin laki-laki pada tahun 2014 adalah 447.898 jiwa, jenis kelamin perempuan sebesar 464.918 jiwa, dan secara keseluruhan (jenis kelamin laki-laki dan perempuan) sebesar 912.649 jiwa.

3. Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Asahan pada tahun 2014 diperkirakan sebesar 5,43 %.

(44)

6.2 Saran

Berdasarkan data yang diamati, penulis memberi saran dari hasil analisis jumlah pertumbuhan penududuk di Kabupaten Asahan yaitu sebagai berikut:

1. Pertumbuhan penduduk yang tinggi dalam keadaan jumlah penduduk yang besar dapat menjadi beban yang berat bagi proses pembangunan. Sehingga hal ini akan dapat menyebabkan suatu masalah bagi pertumbuhan dan perbaikan ekonomi. Oleh karena itu penyebaran penduduk yang tidak merata perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, yang mana dapat memberikan pemecahan masalah kependudukan tersebut serta mengambil suatu kebijakan yang dapat mensukseskan pemabangunan kependudukan di Kabupaten Asahan. Salah satunya yaitu menerapkan Keluarga Berencana yang sangat mempengaruhi masalah kependudukan.

2. Pemerintah harus benar-benar memperhatikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan jumlah penduduk yang terjadi di Kabupaten Asahan setiap tahunnya.

3. Memeratakan penyebaran penduduk, misalnya dengan mengadakan transmigrasi dan pemerataan pembangunan yang berwawasan lingkungan demi terciptanya kesejahteraan rakyat.

Gambar

Gambar 3.1 Struktur Organisasi BPS Kabupaten
Gambar 3.2 Struktur Organisasi BPS Provinsi
Tabel 4.1 Jumlah Penduduk Kabupaten Asahan Menurut Jenis Kelamin  Tahun 2000-2009
Tabel 4.2 Jumlah Perubahan Penduduk Kabupaten Asahan   Menurut Jenis Kelamin Tahun 2000-2009
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada cara ini kita membagi/memotong rangka batang menjadi 2 bagian, lalu meninjau free-body dari satu bagian yang sudah terpisah. Jika kita ingin menghitung beberapa

Kassa, Jun. Ma későn mentem-ki az útszára, mert a’ tegnapi éjtszakázás után méljen el-aludtam; ’s azt annyival inkább sajnálom, mivel a’ héti-vásár, mikor

Berdasarkan novel yang telah anda kaji di tingkatan 2 dan tingkatan 3, jelaskan persamaan watak utama dan perwatakan yang terdapat dalam kedua-dua novel

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, pendidikan dan pelatihan vokasi berbasiskan industri Program

Jumlah populasi ternak (AU) tahun 2006 dan 2008 dari target yang telah ditetapkan realisasi melebihi target karena didukung kegiatan pembibitan ternak sapi, pengembangan

abdi selama kegiatan sebagai beri- kut. Waktu pelaksanaan kegiatan ku- rang optimal dikarenakan su- litnya menentukan waktu seng- gang para peternak sapi dan pe-

Kecenderungan Internet Addiction Disorder Mahasiswa Fakultas Dawah dan komunikasi ditinjau dari religiositas.. Jurnal Dakwah,

Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) peran kepala sekolah dalam mengembangkan kultur sekolah, yaitu sebagai kepemimpinan, sebagai inovator, sebagai