• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Mesin Perontok Padi Mini Berpenggerak Motor Bakar Sebagai Alat Bantu Panen Padi Di Dukuh Kalimati, Wonokerto, Wonogiri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pemanfaatan Mesin Perontok Padi Mini Berpenggerak Motor Bakar Sebagai Alat Bantu Panen Padi Di Dukuh Kalimati, Wonokerto, Wonogiri"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

E-ISSN : 2774-2849 P-ISSN : 2774-2881

Pemanfaatan Mesin Perontok Padi Mini Berpenggerak Motor Bakar Sebagai Alat Bantu Panen Padi Di Dukuh Kalimati, Wonokerto, Wonogiri

UTILIZATION OF MINI PADDY THRESHER WITH FUEL MOTOR AS A PADDY HARVESTING TOOL IN KALIMATI, WONOKERTO, WONOGIRI

Muhammad Vendy Hermawan1*, Ignatius Henry Adi Nagoro2,

1 Program Studi S1 Teknik Mesin, Sekolah Tinggi Teknologi warga Surakarta, Indonesia

2 Program Studi S1 Teknik Mesin, Sekolah Tinggi Teknologi warga Surakarta, Indonesia

*Emai: [email protected]

ABSTRAK

Wilayah Wonogiri memiliki lahan pertanian yang luas. Komoditi utama pertaniannya adalah singkong dan padi. Kabupaten Wonogiri memiliki keadaan geografis perbukitan dengan ketinggian permukaan tanah cenderung lebih tinggi dari kabupaten di sekitarnya. Keadaan greografis seperti itu kurang menguntungkan dalam kegiatan pertanian penduduk. Pemerintah Kabupaten Wonogiri senantiasa berupaya untuk meningkatkan swasembada pangan di daerahnya. Beras merupakan makanan pokok yang penting dan harus dijaga ketersediaannya. Oleh karena itu, banyak lahan pertanian di Wonogiri yang ditanami tanaman padi. Dusun Kalimati merupakan salah satu perkampungan di wilayah kecamatan Wonogiri yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Wilayah tersebut memiliki lahan pertanian yang bertingkat-tingkat, yang merupakan ciri khas wilayah perbukitan. Kondisi tanah berbukit dan akses menuju persawahan yang sempit berakibat lambatnya proses panen yang dilakukan, karena mesin perontok padi (treser) tidak bisa masuk ke area persawahan. Kegiatan pengabdian ini berupaya untuk menerapkan konsep teknologi dengan membuat alat perontok padi berukuran mini berpenggerak motor bakar. harapannya, ukuran alat yang kecil akan lebih memungkinkan untuk digunakan di lokasi panen yang tidak bisa diakses oleh mesin perontok padi biasa.

Kata kunci : mini, padi, pertanian, teknologi, treser.

ABSTRACT

The Wonogiri area has extensive agricultural land. The main agricultural commodities are cassava and paddy. Wonogiri Regency has a hilly geographical condition with the elevation of the land surface tends to be higher than the surrounding districts. Such geographical conditions are less favorable in the agricultural activities of the population. The Wonogiri Regency Government always strives to increase food self-sufficiency in the region. Paddy is an important staple food and its availability must be maintained. Therefore, a lot of agricultural land in Wonogiri was planted with paddy plants. Kalimati is one of the villages in the Wonogiri sub-district where most of the population work as farmers. The area has terraced agricultural land, which is a characteristic of hilly areas. The condition of the hilly soil and access to the narrow paddy fields results in a slow harvest process, because the paddy thresher machine (treser) cannot enter the rice fields. This paper seeks to apply the concept of technology by making a mini-sized paddy thresher with a combustion motor. It is hoped that the small size of the tool will be more likely to be used in harvesting locations that are not accessible by ordinary paddy thresher machines.

Keyword: agriculture, mini, paddy, technology, thresher.

Submit : 24 Maret 2021, Revision : 29 April 2021, Accepted: 3 Mei 2021, Published: 28 Mei 2021

Mei 2021 pp 58-65

Website: https://jurnal.sttw.ac.id/index.php/abma/about

(2)

1. PENDAHULUAN

Wilayah Wonogiri memiliki lahan pertanian yang luas. Komoditi utama pertaniannya adalah singkong dan padi. Tanaman singkong rata-rata disUplai ke pabrik untuk dijadikan tepung tapioka. Dapat dikatakan bahwa tanaman singkong menjadi tanaman industri.

Berbeda dengan padi, yang merupakan sumber bahan pangan asli di wilayah Wonogiri.

Kabupaten Wonogiri memiliki keadaan geografis perbukitan dengan ketinggian permukaan tanah cenderung lebih tinggi dari kabupaten di sekitarnya [1]. Keadaan greografis seperti itu kurang menguntungkan dalam kegiatan pertanian penduduk karena sulit diakses alat modern.

Pemerintah Kabupaten Wonogiri senantiasa berupaya untuk meningkatkan swasembada pangan di daerahnya. Beras merupakan makanan pokok yang penting dan harus dijaga ketersediaannya. Oleh karena itu, banyak lahan pertanian di Wonogiri yang ditanami tanaman padi [1]. Dusun Kalimati merupakan salah satu perkampungan di wilayah kecamatan Wonogiri yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani.

Wilayah tersebut memiliki lahan pertanian yang bertingkat-tingkat, yang merupakan ciri khas wilayah perbukitan. Kondisi tanah berbukit dan akses menuju persawahan yang sempit berakibat lambatnya proses panen yang dilakukan, karena mesin perontok padi (treser) tidak bisa masuk ke area persawahan. Selama ini, kegiatan merontokan padi dilakukan secara manual dengan menumbuk-numbukkan batang padi. Cara yang lebih maju, petani menggunakan alat perontok padi manual (erek) yang diputar menggunakan kaki. Mesin perontok padi biasa hanya bisa digunakan pada lokasi persawahan yang rata dan memiliki akses jalan yang cukup luas.

Petani di wilayah dusun Kalimati telah memiliki kelompok tani yang bernama

“Ngudi Rahayu”. Kelompok tani tersebut hingga saat ini masih eksis, terbukti dengan diadakannya kegiatan rutin pertemuan setiap bulan sekali. Adapun kegiatan nya adalah gotong royong bergantian dalam melakukan panen dan proses penanaman padi. Hal ini dilakukan oleh para anggotanya dengan tanpa meminta bayaran, karena pada dasarnya kegiatan ini akan bergiliran dari petani satu ke yang lain. Gambaran kegiatan kelompok tani

“Ngudi Rahayu” saat proses panen padi ditampilkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Kegiatan kelompok tani “Ngudi Rahayu” saat proses panen padi, a) dengan alat perontok manual (erek), b) Proses tumbuk manual

a) b)

(3)

2.1. Khalayak Sasaran

Khalayak sasaran pengabdian masyarakat ini adalah Kelompok Tani “Ngudi Rahayu” yang beralamat di Dusun Kalimati, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

2.2. Metode Kegiatan

Permasalahan yang dialami Kelompok Tani “Ngudi Rahayu” adalah hasil produksi yang kurang maksimal dikarenakan proses panen masih dilakukan secara tradisional.

Metode yang ditawarkan adalah menyumbangakan mesin Perontok Padi Mini Berpenggerak Motor Bakar serta pelatihan menggunakan mesin tersebut hingga anggota Kelompok Tani “Ngudi Rahayu” mampu untuk mengoperasikan dan melakukan perawatan mesin.

2.3. Langkah Kegiatan

Kegiatan pengabdian akan dilakukan dalam 3 tahapan. Tahap pertama atau tahap persiapan, yaitu pengabdi melakukan observasi ke kelompok tani “Ngudi Rahayu”.

Langkah ini diharapkan akan diperoleh masukan-masukan dari petani terkait permasalahan yang dialami saat melakukan panen padi. Tahap selanjutnya merupakan tahap pelaksanaan, yaitu pengabdi merancang mesin perontok padi mini berpenggerak motor bakar dalam bentuk gambar kerja dengan tujuan memudahkan pengabdi dalam memberikan informasi kepada Kelompok Tani “Ngudi Rahayu” mengenai gambaran proses mesin perontok padi tersebut. Selanjutnya pengabdi membuat mesin perontok padi sesuai gambar kerja. Tahap terakhir adalah tahap pelaksaan dan evaluasi. Pada tahapan ini pengabdi menghibahkan Mesin Perontok Padi Mini Berpenggerak Motor Bakar serta memberikan pelatihan pada Kelompok Tani “Ngudi Rahayu”. Pengabdi juga melakukan evaluasi mengenai kinerja Mesin Perontok Padi Mini Berpenggerak Motor Bakar serta melakukan evaluasi pada para petani yang menggunakan mesin tersebut.

2.4. Gambaran IPTEK

Desain awal Mesin Perontok Padi Mini Berpenggerak Motor Bakar, dapat dilihat pada Gambar 2. Mesin Perontok padi menggunakan kawat baja yang di susun pada sebuah poros sebagai pemisah padi dengan batang padi. Poros tersebut dipasang dengan puli dan dihubungkan dengan sabuk ke puli yang ada pada motor bakar. Prinsip kerjanya, batang perontok yang sudah terpasang kawat baja diputar oleh motor, batang padi yang baru dipotong dimasukan ke dalam mesin [2]. Padi akan rontok dan turun menuju saringan.

Fungsi saringan ini adalah untuk memisahkan padi dengan sisa batang atau daun padi yang ikut masuk ke dalam mesin [3].

Beberapa keunggulan yang dimiliki Mesin ini diantaranya mesin sudah berpenggerak motor bakar sehingga menghemat tenaga manusia, motor bakar yang digunakan berukuran kecil (1 HP) sehingga lebih hemat bahan bakar dan ringan [4]. Dimensi mesin ini cukup ramping sehingga lebih mudah untuk dibawa ke lokasi panen yang sulit dan bobot mesin keseluruhan sekitar 30 Kg, cukup ringan untuk dibawa dengan tenaga manusia [5].

(4)

Gambar 2. Desain mesin perontok padi mini

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Sebelum membuat desain mesin, tim menawarkan rancangan awal ke kelompok tani Ngudi Rahayu. Ada beberapa masukan dari kelompok tani, sehingga jika di aplikasikan ke desain menjadi seperti Gambar 3.

(5)

Pembuataan mesin perontok padi dilakukan oleh tim Dosen dan mahasiswa peserta program P2M serta tim karyawan di Bengkel Las “Surya Tirta Welding” yang beralamatkan di Dusun Timang, Desa Wonokerto, Kec. Wonogiri. Mesin perontok padi ini dilengkali dengan batang pencacah majemuk yang dipasang tegak lurus terhadap poros. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kerusakan bulir padi [6][7]. Adapun proses- proses nya dapat dilihat pada Gambar 4 dan 5. Mesin yang sudah jadi, ditampilkan pada Gambar 6.

Gambar 4. Rangka mesin perontok padi

Gambar 5. a)Proses pengelasan dudukan poros, b)Mesin setelah difinishing

a) b)

(6)

Gambar 6. Hasil akhir mesin perontok padi

Alat diserahkan kepada Ketua kelompok Tani “Ngudi Rahayu” Bapak Suyatman beserta anggota kelompok tani. Dokumentasi penyerahan alat disajikan pada Gambar 7 dan 8.

Gambar 7. Pemaparan singkat penggunaan mesin perontok padi oleh tim pengabdi

(7)

Obyek dari pengguna mesin perontok padi ini adalah masyarakat di dusun Kalimati, desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri. Kegiatan ini melibatkan peran serta anggota kelompok tani seperti memberikan masukan terkait desain dan dimensi mesin perontok padi.

Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa mesin perontok padi berpenggerak motor bakar yang berukuran lebih kecil dari mesin perontok padi pada umumnya. Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat adalah mempermudah dalam proses panen serta memberikan keuntungan dalam hal efisiensi dan efektifitas proses merontokan padi. Mesin sudah diuji selama 4 jam pemakaian non stop. Perhitungan kapasitas perontok padi menggunakan acuan hasil produksi rata-rata per jam, serta jumlah penggunaan tenaga manusia [8].Untuk membandingkan, dihadirkan pula data pembanding berupa hasil atau kapasitas merontok padi dengan menggunakan sistem tumbuk manual dan alat perontok manual [9]. Tabel 1 menunjukan perbandingan kapasitas hasil merontokan padi dengan menggunakan mesin perontok padi, alat perontok padi manual dan alat tumbuk manual.

Tabel 1. Perbandingan kapasitas merontok padi

No Metode Penggunaan

man power

Hasil selama 4 jam (Kg)

Hasil rata-rata per jam (Kg)

1 Penumbuk manual 4 Orang 1.450 362,5

2 Alat perontok padi manual 3 Orang 3.060 765

3 Mesin perontok padi mini 2 Orang 4.120 1.030

4. KESIMPULAN

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini menghasilkan luaran berupa mesin perontok padi mini berpenggerak motor bakar dengan daya 1 HP. Alat sudah dicoba dioperasikan dan berfungsi dengan baik. Alat akan mulai digunakan untuk membantu proses panen padi ketika musim panen tiba, yaitu di kisaran bulan Mei 2021. Perhitungan data kapasitas produksi merontokkan padi diperoleh bahwa kapasitas produksi mesin perontok padi mini adalah yang paling tinggi yaitu 1.030 Kg per jam nya dengan penggunaan tenaga manusia paling sedikit.

UCAPAN TERIMA KASIH

Pengabdi mengucapkan terima kasih kepada Ketua STT. Warga Surakarta, Ketua LPPM STT. Warga Surakarta, Kepala Prodi S1 Teknik Mesin STT. Warga Surakarta dan seluruh civitas akademika STT Warga Surakarta. Selain itu, ucapan terima kasih juga ditujukan kepada ketua kelompok tani “Ngudi Rahayu”, Ketua RT dusun Kalimati, Wonokerto, Wonogiri beserta warga yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

DAFTAR PUSTAKA

[1] noname, “Badan Pusat Statistik Kabupaten Wonogiri,” 2020. [Online].

Available: https://wonogirikab.bps.go.id/subject/53/tanaman-pangan.html.

[2] H. Herawati, “Mekanisme Dan Kinerja Pada Sistem perontokan Padi,” vol.

6, no. 2, pp. 195–203, 2008.

[3] B. Ibrahim and A. Fadli, “Perancangan ulang mesin perontok padi portable,”

J. Peranc. Manufaktur, vol. 2, no. 1, pp. 1–6, 2021.

[4] R. Novianto, “Perancangan mesin perontok padi yang portable dengan biaya

terjangkau,” J. Ris. Drh., vol. 33, no. 3, pp. 105–116, 2013.

(8)

ergonomis untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kebersihan padi,”

J. Ilm. Tek. Ind., vol. 14, no. 1, pp. 78–85, 2015.

[6] T. P. Oloan, “Analisa sudut kemiringan gigi perontok terhadap peningkatan kapasitas mesin perontok padi 7,” vol. 5, no. 1, pp. 82–87, 2017.

[7] Mislaini R, “RANCANG BANGUN DAN UJI TEKNIS ALAT PERONTOK PADI SEMI MEKANIS PORTABEL Mislaini R,” J. Teknol.

Pertan. Andalas, vol. 20, no. 2016, 2006.

[8] A. Setyono, “PERBAIKAN TEKNOLOGI PASCAPANEN,” J. Pengemb.

Inov. Pertan., vol. 3, no. 3, pp. 212–226, 2010.

[9] Iqbal, Suhardi, and S. A. Nirisnawati, “UJI UNJUK KERJA ALAT DAN

MESIN PERONTOK MULTIGUNA Multipurpose,” J. Ilm. Rekayasa dan

Biosist., vol. 6, no. 1, pp. 12–16, 2018.

Gambar

Gambar 1. Kegiatan kelompok tani  “Ngudi Rahayu” saat proses panen padi, a) dengan alat  perontok manual (erek), b) Proses tumbuk manual
Gambar 2. Desain mesin perontok padi mini
Gambar 5. a)Proses pengelasan dudukan poros, b)Mesin setelah difinishing
Gambar 7. Pemaparan singkat penggunaan mesin perontok padi oleh tim pengabdi

Referensi

Dokumen terkait

Metode dalam analisa data untuk mendapatkan hasil efisiensi konsumsi bahan bakar yang lebih efisien terhadap mesin penggiling padi dan penepung yaitu dengan melakukan pengujian

Namun mengingat hal tersebut maka penulis merancang mesin pengupas kulit padi portable dengan kapasitas 35 kg/jam menggunakan motor bensin yang diharapkan