• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH TENTANG"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 52 TAHUN 2020

TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 63 TAHUN 2019 TENTANG PEDOMAN ANALISIS STANDAR BELANJA

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR JAWA TENGAH,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan daya guna dan hasil guna atas beban kerja, efisiensi, efektivitas, optimalisasi kerja dan tertib administrasi atas beban kerja dan biaya di lingkungan Pemerintah Proinsi Jawa Tengah, telah ditetapkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 63 Tahun 2019 tentang Pedoman Analisis Standar Belanja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah;

b. bahwa dengan adanya perkembangan keadaan, khususnya menindaklanjuti rekomendasi koordinasi supervise dan pencegahan penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia dan guna penambahan analisis standar belanja lingkup pekerjaan umum, maka Peraturan Gubernur sebagaimana dimaksud pada huruf a sudah tidak sesuai, oleh karena itu perlu adanya perubahan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 63 Tahun 2019 tentang Pedoman Analisis Standar Belanja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Tengah (Himpunan Pertauran Negara Tahun 1950, Halaman 86-92);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

(2)

4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);

7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 28/PRT/M/2016 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1166);

8. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 110);

9. Peratauran Gubernur Jawa Tengah Nomor 63 Tahun 2019 tentang Pedoman Analisis Standar Belanja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Berita Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 Nomor 63);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 63 TAHUN 2019 TENTANG PEDOMAN ANALISIS STANDAR BELANJA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH.

Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 63 Tahun 2019 tentang Pedoman Analisis Standar Belanja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Berita Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 Nomor 63), diubah menjadi sebagai berikut:

(3)

1. Diantara angka 11 dan angka 12 Pasal 1 disisipkan 2 (dua) huruf baru yaitu huruf 11a ,11b dan ditambahkan 1 (satu) angka baru yaitu angka 22, sehingga keseluruhan Pasal 1 berbunyi sebagai berikut :

Pasal 1

Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Provinsi Jawa Tengah.

2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan Urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas- luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

3. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah Otonom.

4. Gubernur adalah Gubernur Jawa Tengah.

5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.

6. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu kepala daerah dan DPRD dalam penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.

7. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

8. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah.

9. Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat TAPD adalah tim yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah, PPKD dan pejabat Iainnya sesuai dengan kebutuhan.

10. Analisis Standar Belanja yang selanjutnya disingkat ASB adalah alat untuk menganalisis kewajaran beban kerja atau belanja setiap kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.Standar belanja adalah besaran belanja sebagai dasar untuk menghitung besaran anggaran belanja dalam sebuah kegiatan.

11. Batasan kewajaran kegiatan adalah jumlah peserta, jangka waktu pelaksanaan serta jumlah total anggaran maksimal dan anggaran per- orang/perhari yang disesuaikan dengan Standar Harga yang berlaku.

11a. Batasan kewajaran untuk Kegiatan lingkup Pekerjaan Umum adalah Standar Belanja yang dituangkan dalam Dokumen Harga Satuan Pokok Kegiatan pada Perangkat Daerah yang membidangi pekerjaan umum.

(4)

11b. Harga Satuan Pokok Kegiatan yang selanjutnya disingkat HSPK adalah cara perhitungan yang dijabarkan dalam perkalian kebutuhan bahan bangunan yang dijabarkan dalam perkalian kebutuhan bahan bangunan, upah kerja dan peralatan dengan harga bangunan, standar pengupahan pekerja dan harga sewa/beli peralatan untuk menyelesaikan per satuan pekerjaan fisik lingkup pekerjaan umum.

12. Bimbingan Teknis yang selanjutnya disebut Bimtek adalah kegiatan bimbingan/pelatihan yang bersifat teknis dalam rangka memberikan keahlian teknis di bidang tertentu dan dilaksanakan oleh Perangkat Daerah sesuai tugas pokok dan fungsinya.

13. Pendidikan dan Pelatihan Teknis yang selanjutnya disingkat Diklat Teknis adalah Pendidikan dan Pelatihan yang dilaksanakan di BPSDM untuk memberikan pengetahuan dan/atau peningkatan ketrampilan, sehingga peserta Pendidikan dan Pelatihan Teknis mampu melaksanakan kegiatan atau tugas serta tanggung jawabnya secara profesional.

14. Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan yang selanjutnya disingkat Diklat Kepimpinan adalah pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan di BPSDM untuk mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural.

15. Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional selanjutnya disebut Diklat Fungsional adalah Diklat yang dilaksanakan di BPSDM untuk memberikan pengetahuan dan/atau penguatan ketrampilan di bidang tugas yang terkait dengan jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional.

16. Sosialisasi adalah kegiatan untuk memperkenalkan program/

produk/peraturan kepada peserta melalui kegiatan tatap muka secara langsung, yang diselenggarakan oleh Organisasi Perangkat Daerah.

17. Workshop adalah kegiatan untuk memperkenalkan program/produk/

peraturan kepada pegawai atau non-pegawai melalui kegiatan tatap muka secara langsung yang diselenggarakan oleh Perangkat Daerah dan dilaksanakan di dalam daerah.

18. Diskusi Kelompok Terarah/Focus Group Discussion (FGD) adalah proses pengumpulan informasi suatu masalah tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok yang diselenggarakan oleh Organisasi Perangkat Daerah.

19. Seminar adalah suatu pertemuan sekelompok orang yang diselenggarakan untuk membahas suatu masalah dan mencari solusi ilmiah terhadap permasalahan tersebut yang diselenggaran oleh Organisasi Perangkat Daerah.

20. Rapat Koordinasi adalah proses atau kegiatan demi mencapai satu kesatuan antara berbagai macam pihak/OPD/Stakeholders dalam mencapai tujuan bersama yang diselenggarakan oleh Organisasi Perangkat Daerah.

21. Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.

(5)

22. Kegiatan lingkup pekerjaan umum adalah Kegiatan yang dilaksanakan dan tercantum dalam dokumen Harga Satuan Pokok Kegiatan oleh Perangkat Daerah yang membidangi Pekerjaan Umum.

2. Ketentuan Pasal 2 ditambahkan 1 (satu) huruf baru, yaitu huruf j, sehingga keseluruhan Pasal 2 berbunyi sebagai berikut :

Pasal 2

Ruang lingkup Peraturan Gubernur ini meliputi kegiatan di lingkungan Pemerintah daerah yang terdiri atas:

a. Bimbingan Teknis;

b. Pelatihan Teknis yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah yang menangani Pengembangan Sumber Daya Manusia ASN ;

c. Pelatihan Kepemimpinan yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah yang menangani Pengembangan Sumber Daya Manusia ASN;

d. Pelatihan Jabatan Fungsional yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah yang menangani Pengembangan Sumber Daya Manusia ASN;

e. Sosialisasi;

f. Workshop;

g. Diskusi Kelompok Terarah /Focus Group Discussion (FGD);

h. Seminar;

i. Rapat Koordinasi;

j. Kegiatan Lingkup Pekerjaan Umum.

3. Diantara Pasal 4 dan Pasal 5 disisipkan 1 (satu) Pasal baru, yaitu Pasal 4A dan berbunyi sebagai berikut :

Pasal 4A

(1) Khusus ASB kegiatan lingkup pekerjaan umum yang meliputi Perangkat Daerah yang membidangi :

a. bina marga dan cipta karya;

b. perumahan dan permukiman;dan c. sumber daya air dan tata ruang,

mempedomani HSPK sebagaimana tercantum dalam Lampiran, yang merupakan bagian tidak terpishkan dari Peraturan Gubernur ini.

(2) HSPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dicantumkan dalam masing-masing website Perangkat Daerah Lingkup PU.

4. Diantara Pasal dan Pasal 5 dan pasal 6 disisipkan 1 (satu) Pasal baru, yaitu Pasal 5A, yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 5A

(1) HSPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4A dapat dilakukan perubahan apabila:

a. terdapat penambahan jenis (item) suplemen yang belum tercantum dalam Peraturan Gubernur ini;dan

b. perubahan harga pasar.

(6)

(2) Perubahan HSPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah dilakukan pengkajian dan ditetapkan oleh masing-masing Kepala Perangkat Daerah yang membidangi Pekerjaan Umum.

(3) Perubahan HSPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada Gubernur.

Pasal II

Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan dan mulai dilaksanakan untuk Tahun Anggaran 2022.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Ditetapkan di Semarang pada tanggal 10 Desember 2020

GUBERNUR JAWA TENGAH, ttd

GANJAR PRANOWO

BERITA DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2020 NOMOR 52 Diundangkan di Semarang

pada tanggal 10 Desember 2020

Pj.SEKRETARIS DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH,

ttd

PRASETYO ARIBOWO

(7)

PENJELASAN

I. PENGANTAR

Untuk menentukan biaya kegiatan khususnya lingkup Pekerjaan Umum yang bertumpu pada prinsip peningkatan efisiensi dan efektititas, serta rasionalisasi dalam pembangunan maka dibutuhkan sarana dasar guna membuat perhitungan harga satuan yaitu Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) mendasarkan pada SNI.

Adapun substansi yang diatur adalah kegiatan lingkup pekerjaan umum bidang :

A. Bina Marga

I) Divisi Drainase;

2) Divisi Pekerjaan Tanah dan Geo Sintetik;

3) Divisi Perkerasan Berbutir;

4) Divisi Perkerasan Aspal;

5) Divisi Struktur;

6) Divisi Pekerjaan Harian dan Pekerjaan Lain - Lain;

7) Divisi Pekerjaan Pemeliharaan Kinerja,

Terdapat Harga Standar Pokok Kegiatan dari 35 (tiga puluh lima) Kabupaten Kota.

B. Cipta Karya

I) Harga Satuan Pekerjaan Persiapan;

2) Harga Satuan Pekerjaan Tanah;

3) Harga Satuan Pekerjaan Pondasi;

4) Harga Satuan Pekerjaan Beton;

5) Harga Satuan Pekerjaan Beton Pra Cetak;

6) Harga Satuan Pekerjaan Besi dan Allumunium;

7) Harga Satuan Pekerjaan Pasangan Dinding;

8) Harga Satuan Pekerjaan Plesteran;

9) Harga Satuan Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding;

10) Harga Satuan Pekerjaan Langit - Langit;

11) Harga Satuan Pekerjaan Penutup Atap;

(8)

12) Harga Satuan Pekerjaaan Kayu;

13) Harga Satuan Pekerjaan Kunci dan Kaea;

14) Harga Satuan Pekerjaan Pengecatan;

15) Harga Satuan Pekerjaan Sanitasi dalam Gedung;

16) Harga Satuan Pekerjaan Elektrikal,

Terdapat Harga Standar Pokok Kegiatan dari 35 ( tiga puluh lima) Kabupaten Kota.

C. Perumahan Dan Permukiman 1) Bahan Dasar;

2) Bahan Penutup Atap;

3) Bahan Penutup Kayu;

4) Bahan Penutup Dinding/Lantai;

5) Bahan Cetak;

6) Bahan Besi;

7)

Bahan Pipa;

8)

Bahan Langit - langit;

9) Bahan Finishing;

10) Bahan Kaea;

11

I

Alat - alat Pengunci atau Penggantung;

12) Bahan Sanitair;

13) Alat Pengikat Kayu;

14) Paving Block;dan 15) Lain -- lain.

D. Sumber Daya Air Dan Tata Ruang l) Harga Satuan Pekerjaan Tanah;

2) Harga Satuan Pekerjaan Pasangan;

3) Harga Satuan Pekerjaan Seton;

4) Harga Satuan Pekerjaan Pembesian Beton;

5) Harga Satuan Pekerjaan Bekisting;

6) Harga Satuan Pekerjaan Pemancangan,

Terdapat Harga Standar Pokok Kegiatan dari 35 ( tiga pu luh lima ) Kabupaten Kota.

(9)

11. MAKSUD DAN TUJUAN

1. Mengetahui pengaruh harga antar kabupaten, kota dalarn satu wilayah eks karsidenan atau kabupaten dan kota yang berbatasan;

2. Mengetahui Kabupaten dan Kota yang mana menjadi pusat penjualan bahan bangunan pabrikan, bahan bangunan lokal seperti batu bata, genteng dan atau bahan bangunan alarn;

3. Harga yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten dan atau Kota sudah mencakup apa saja dalarn memperkirakan besaran inflasi;dan

4. Membantu perencana, perancang atau pelaksana pembangunan untuk memperkirakan biaya bangunan.

III. MANFAAT

Menunjang standarisasi perhitungan dasar "Harga Satuan Pokok Kegiatan" Lingkup Pekerjaan Umum.

IV. PENGERTIAN

1. Harga Satuan Pekerjaan

adalah harga yang dibayarkan untuk menyelesaikan satu jenis pekerjaan konstruksi.

2. Harga Satuan Bahan

adalah harga yang dibayar untuk membeli per satuan jenis bahan

bangunan.

3. Satuan Pekerjaan

adalah satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang (), luas (), volume () dan unit/

buah.

4. lndeks

adalah faktor pengali / koefisein sebagai dasar perhitungan biaya bahan dan upah kerja.

(10)

5. Indeks Bahan

merupakan indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satuan jenis pekerjaan.

6. Indeks Tenaga Kerja

merupakan indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap jenis pekerjaan.

7. Harga Satuan Bahan Bangunan

pada dasarnya ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten/Kota melalui survey pasar, sehingga harga bahan bangunan yang berlaku setempat sebagai harga pasar yang sifatnya mumi merupakan harga distributor/ toko / pengecer / retail / depo tan.pa memasukkan komponen tarnbahan lainnya seperti pajak- pajak, restribusi, keuntungan maupun indeks inflasi.

8. Harga satuan Upah Tenaga Kerja Konstruksi

adalah sesuai dengan Upah minimum Kabupaten / Kota (UMK) sebagai standard pengupahan pekerja yang penetapannya oleh Pemerintah Kabupaten dan Kata dibagi 25 (dua puluh lima) hari, dan harga pasar.

GUBERNURJAWATENGAH ttd

GANJAR PRANOWO

Salinan sesuai dengan

a a

KEP A BIRO 'UKUM

Pembina Utama Muda NIP. 19711207 199503 1 003

(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian ini adalah terdapat dua bagian penting dalam masalah penjadwalan pada JRS, yaitu bagaimana menentukan urutan request dalam mengelokasikan

10 revenue (pendapatan) yang ditargetkan oleh perusahaan dalam waktu per triwulan dan 60% karyawan dapat mencapai target revenue (pendapatan) perusahaan. Account Manager

Kawasan Cisangkuy ini merupakan kawasan lama kota Bandung yang perlu untuk dipertahankan karakteristiknya karena memiliki ciri khas yang dapat diwariskan ke generasi

Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (UNNES) memberi tugas kepada yang namanya tersebut pada kolom 4 lampiran surat tugas ini, sebagai Penguji

 Kalimat diatas belum efektif, karena penggunaan kata yang berulang dalam satu kalimat (mubazir), dan apabila kata tersebut dihilangkan tidak merubah makna kalimat

Pada pukul 12.45 WIB, pesaing yang dihadapi Insert Siang adalah FTV Mencoba mengambil jadwal yang berbeda dari program infotainment pesaing lain, program Insert

Tesis yang berjudul “Analisis Pengaruh Risiko Bisnis, Pengaruh Risiko Finansial dan Pengaruh Risiko Pasar Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan

Fungsi manajemen akan terasa lebih urgen ketika kita berbicara tentang proses pendayagunaan zakat. Pada proses pendayagunaan inilah sesungguhnya zakat akan