PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI BERBASIS SAK-ETAP, KUALITAS PELATIHAN, DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN KOPERASI (Studi Empiris Pada Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan
Karangasem)
1
I Made Sujana Adiputra,
1
Ni Kadek Sinarwati,
2I Gusti Ayu Purnamawati
Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikang Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail: {[email protected], [email protected], [email protected]}@undiksha.ac.id
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP, kualitas pelatihan, dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan koperasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dalam pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Karangasem. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitain ini adalah pegawai bagian keuangan pada 21 KSP dengan jumlah responden sebanyak 42 orang. Teknik analisis data yang menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS 20.0 for Windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan koperasi, (2) kualitas pelatihan ber[engaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan koperasi, (3) sistem pengendalian internal berpengaruh secara positif terhadap kualitas laporan keuangan koperasi, dan (4) pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP, kualitas pelatihan, dan sistem pengendalian internal secara simultan berpengaruh secara positif terhadap kualitas laporan keuangan koperasi.
Kata kunci: pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP, kualitas pelatihan, sistem pengendalian internal, dan kualtas laporan keungan koperasi
Abstract
This study aims to determine the effect of accounting understanding based on SAK- ETAP, quality of training, and internal control system on the quality of financial statements of cooperatives. This study uses a quantitative approach in collecting research data using questionnaire instruments. This research was conducted at Cooperative Savings and Loans in Karangasem District. Sampling technique in this research is purposive sampling.
The sample used in this research is financial officer at 21 KSP with 42 respondents. Data analysis technique using multiple linear regression analysis using SPSS 20.0 for Windows program.
The result of the research shows that (1) the understanding of accounting based on SAK-ETAP has positive and significant influence on the quality of cooperative financial report, (2) the quality of training has positive and significant effect to the quality of cooperative financial report, (3) internal control system positive (4) understanding of SAK- ETAP-based accounting, training quality, and internal control system simultaneously positively affect the quality of financial statements of cooperatives.
Keywords: understanding of accounting based on SAK-ETAP, quality of training, internal control system, and quality of cooperative financial report
PENDAHULUAN
Kondisi perekonomian Indonesia secara umum berada di fase yang fluktuatif.
Angka pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 hanya berada diangka 4,8 persen dan naik tipis menjadi 5,02 persen di tahun 2016. Perekonomian di Indonesia sedikit banyak ikut terpengaruh, terlihat dari menurunnya kepercayaan para pebisnis, dan hilangnya selera untuk ekspansi bisnis.
Perekonomian Indonesia sendiri selama ini telah ditopang dengan adanya eksistensi koperasi. Koperasi merupakan lembaga yang eksistensinya tetap stabil selama puluhan tahun dan diharapkan menjadi penyeimbang terhadap pilar ekonomi lainnya. Koperasi lahir karena tekanan ekonomi, lalu berhasil bangkit dan berkembang (Soetjipto, 2015:3).
Koperasi merupakan salah satu bentuk usaha berbadan hukum yang berdiri di Indonesia. Undang-undang no. 25 tahun 1992 pasal 1 ayat 1 tentang perkoperasian menyatakan koperasi Indonesia adalah badan usaha yang beranggotakan orang- orang, seseorang, atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asa kekeluargaan.
Koperasi sebagai perwujudan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 harus dikelola secara profesional sesuai dengan tujuan koperasi yaitu memajukan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta membagi tata perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pemerintah berkewajiban memberikan bimbingan dan perlindungan pada koperasi sesuai dengan pasal 10 ayat 2 Undang-undang No.25 tahun 1992 tentang perkoperasian, supaya koperasi dapat tumbuh dan berkembang seperti badan usaha yang lain sehingga tujuan utama koperasi untuk kesejahteraan semua masyarakat dapat tercapai.
Koperasi yang terdaftar di Indonesia hingga saat ini berjumlah 212.135 unit.
Jumlah koperasi di Indonesia secara kuantitas sangatlah banyak, namun secara kualitas tidak semua koperasi yang
terdaftar dapat dikatakan baik. Menteri Koperasi dan UKM dalam peringatan HUT koperasi 2016 menyatakan perlu adanya reformasi koperasi, yang artinya selain secara kuantitas jumlah koperasi meningkat, perlu juga dilakukan pembinaan sehingga kualitas koperasi ikut meningkat (depkop.go.id 2016). Kualitas koperasi yang baik tentu dapat dilihat dari kualitas laporan keuangannya sendiri.
Perkembangan jumlah koperasi secara nasional yang meningkat juga ikut disumbangkan oleh Kabupaten Karangasem, sesuai dengan data yang diperoleh dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karangasem terdapat 307 unit koperasi terdaftar aktif jumlah tersebut menigkat dari jumlah sebelumnya yaitu 261 unit. Sesuai dengan jumlah total koperasi yang terdaftar, hampir sepertiga dari jumlah keseluruhan merupakan koperasi simpan pinjam yaitu sebanyak 90 unit.
KSP merupakan lembaga keuangan yang bergerak dalam penyaluran dana ke masyarakat, kemudahan yang ditawarkan dalam memperoleh suntikan dana lewat koperasi merupakan daya tarik tersendiri sehingga koperasi diminati di masyarakat.
Jumlah KSP yang begitu banyak menunjukkan bahwa KSP diterima dengan baik di Karangasem. Data menunjukkan sejumlah 21 unit koperasi yang terdaftar aktif berlokasi di Kecamatan Karangasem, jumlah tersebut merupakan yang paling banyak diantara kecamatan lainnya.
Akuntabilitas merupakan bentuk kewajiban mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya, melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik (Stanbury dalam Mardiasmo, 2006).
Koperasi dalam mencapai tujuannya, harus memerhatikan pengelolaan sistem akuntansi yang berkaitan dengan segala macam kegiatannya. “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna
memudahkan pengelolaan perusahaan”
(Mulyadi, 2010:3).
Informasi keuangan koperasi disusun berdasarkan suatu proses akuntansi yang disebut dengan siklus akuntansi dan dilaporkan dalam laporan keuangan koperasi. Laporan keuangan menunjukkan posisi sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan selama satu periode. Laporan keuangan juga menunjukkan kinerja keuangan koperasi yang ditunjukkan dengan kemampuan koperasi dalam menghasilkan pendapatan dengan sumber daya yang dimiliki.
Laporan keuangan yang baik digunakan sebagai bahan evaluasi kinerja koperasi sekaligus sebagai laporan pertanggungjawaban pengurus koperasi terhadap pemilik/anggota koperasi dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sesuai dengan data tahun 2016 dari 307 koperasi yang terdaftar, sebanyak 78 koperasi belum melakukan RAT. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Karangasem I Nengah Mindra menyatakan banyaknya koperasi yang belum melaksanakan RAT dikarenakan kesibukan pengurus maupun anggota, serta belum punya laporan yang lengkap. Beliau optimis koperasi tersebut akan melaksanakan RAT di tahun 2017.
Laporan keungan yang disampaikan dalam RAT tentunya merupakan laporan keuangan yang telah memenuhi kriteria dan memiliki kualitas, dalam pembuatan laporan keuangan yang berkualitas tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pemahaman pegawai keuangan terhadap akuntansi berbasis SAK-ETAP.
Laporan keuangan koperasi yang disusun berdasarkan SAK-ETAP, akan membuat informasi yang disajikan menjadi lebih mudah dipahami, mempunyai relevansi, keandalan, dan mempunyai daya banding yang tinggi. Laporan keuangan koperasi yang tidak disusun berdasarkan standar dan prinsip yang berlaku, sebaliknya dapat menyesatkan pengunanya.
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Kecamatan Karangasem dalam pembuatan laporan keuangan mengacu kepada panduan yang telah ditetapkan oleh Dinas Koperasi dan UKM. Walaupun telah diberikan pedoman oleh Dinas Koperasi dalam menyusun laporan keuangan
beberapa KSP tetap masih merasa kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan, sehingga tidak sedikit dari koperasi ini membuat laporan keuangan sederhana berdasarkan pemahaman dan kemampuan pegawai keuangan yang dimiliki atau meminta bantuan terhadap rekanan yang memiliki kemampuan akuntansi yang memadai.
Dinas Koperasi dalam hal ini telah melakukan berbagai usaha berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang akuntansi. Dinas Koperasi dan UKM senantiasa melakukan serangkaian kegiatan pelatihan dalam bidang akuntansi dan keuangan yang dilaksanakan satu kali tiap tahunnya.
Pelatihan tersebut bertujuan agar pengelola koperasi mampu menyusun sendiri laporan keuangan koperasinya dan menggunakan laporan keuangan tersebut dalam pengambilan keputusan bisnis koperasinya.
Walaupun hingga saat ini belum sepenuhnya koperasi mampu membuat laporan keuangan seperti yang diharapkan dikarenakan keterbatasan sumber daya manusianya menunjukkan perlunya ditingkatkan kualitas pelatihan yang dilaksanakan.
Penerapan sitem pengendalian internal yang baik merupakan hal yang perlu dilakukan agar hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan usaha koperasi dapat tercapai dengan maksimal.
Pengendalian internal koperasi yang lemah dapat menyebabkan tindakan penyelewengan yang kerap biasa dilakukan oleh pegawai koperasi. Struktur pengendalian internal yang memadai mengurangi kekeliruan sehingga kualitas informasi laporan keuangan yang dihasilkan lebih dapat diandalkan (Yadnyana, 2007)
Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP, kualitas pelatihan, dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan Kusuma dan Budianto (2013), membuktikan bahwa pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan semakin tinggi
tingkat pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP maka semakin tinggi kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.
Penelitan Muzahid (2013), menyimpulkan adanya pengaruh positif kualitas pelatihan terhadap kualitas laporan keuangan. Semakin tinggi tingkat kualitas pelatihan maka semakin tinggi kualitas laporan keuangan.
Soimah (2014), menunjukan sistem pengendalian internal berpengarus positif terhadap kualitas laporan keuangan. Zuliarti (2012), menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan.
Artinya semakin baik sistem pengendalian internal maka semakin baik kualitas laporan keuangan yang disasilkan.
Penelitian oleh Ponamon (2014), menunjukkan adanya pengaruh secara simultan antara pemahaman standar akuntansi keuangan dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan.
Pengaruh pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP terhadap kualitas laporan keuangan koperasi
Standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabiltas publik merupakan standar akuntansi yang diperuntukkan bagi UMKM. Kehadiran SAK-ETAP diharapkan mampu mempermudah UMKM dalam menyusun laporan keuangan. Pemahaman mengenai standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik sangat diperlukan untuk penyusunan laporan keuangan.
Penelitian yang dilakukan oleh Kusuma dan Budianto (2013) pengaruh pemahaman akuntansi koperasi berbasis SAK-ETAP terhadap kualitas penyusunan laporan keuangan koperasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemahaman akuntansi koperasi berbasis SAK-ETAP berpengaruh terhadap penyajian laporan keuangan koperasi yang berkualitas.
Sesuai dengan uraian diatas, maka hipotesis dapat dirumuskan:
H1: Pemahaman akuntansi berbasis SAK- ETAP berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan koperasi.
Pengaruh kualitas pelatihan terhadap kualitas laporan keuangan koperasi
Pelatihan berasal dari bahasa Inggris yaitu “training”. Menurut Hermawan (2003:443), pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek bagi para karyawan operasional untuk memperoleh keterampilan teknis perasional, teknis secara sistematis. Menurut Philip B. Crosby (Gustina, 2015) kualitas merupakan tingkat kesesuaian dengan apa yang disyaratkan atau distandarkan. Kualitas pelatihan merupakan tingkat kesesuaian pelatihan dengan apa yang disyaratkan atau distandarkan
Hasil penelitian Muzahid (2013), menunjukkan bahwa secara parsial kualitas pelatihan berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan hipotesis
sebagai berikut:
H2: Kualitas pelatiha berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuanga koperasi.
Pengaruh sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan koperasi
Menurut Hartadi (1999) pengendalian internal akuntansi meliputi rencana organisasi dan prosedur-prosedur serta catatan-catatan yang berhubungan dengan pengamanan aktiva dan dapat dipercayainya catatan keuangan.
Pengendalian internal akuntansi dirancang untuk meyakinkan transaksi-transaksi dilaksanakan sesuai dengan persetujuan/wewenangnya, transaksi dicatat agar memudahkan menyiapkan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi atau kriteria lainnya yang sesuai dengan laporan tersebut.
Penelitian dari Soimah (2014), menyimpulkan bahwa pengendalian internal akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap keterandalan pelaporan keungan pemerintah daerah. Berdasarkan uraian tersebut dapar dirumuskan hipotesis:
H3: Sistem pengendalian internal berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan koperasi.
Dalam penelitian ini juga akan melihat pengaruh secara simultan antara pemahaman akuntansi berbasis SAK- ETAP, kualitas pelatihan, dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan koperasi. Sehingga hipotesis yang digunakan sebagai berikut:
H4: Pemahaman akuntansi berbasis SAK- ETAP, Kualitas Pelatihan, dan Pengendalian Internal Secara Simulta Berpengaruh Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Koperasi.
METODE
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan akan dianalisis menggunakan bantuan program SPSS.
Berdasarkan sumbernya, penelitian ini menggunakan data primer. Data tersebut di peroleh secara langsung dari koperasi simpan pinjam dengan menggunakan daftar pertanyaan dalam bentuk kuesioner guna mengumpulkan informasi dari objek penelitian tersebut. Menurut Sekaran (2006:61), data primer mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan variabel minat untuk tujuan spesifik studi.
Populasi dalam penelitian ini adalah KSP di Kecamatan Karangasem.
Sementara responden penelitian adalah pegawai bagian keuangan/ pembukuan.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling Jumlah populasi yang memenuhi kriteria adalah sebanyak 21 KSP dengan responden sebanyak 42 orang.
Data didapat dari hasil pengisian kuisioner dianalisis secara statistik. Skala yang digunakan dalam penyusunan kuesioner penelitian ini adalah skala likert.
Setiap pertanyaan pada kuisioner akan disediakan lima alternatif jawaban yaitu (5) sangat setuju, (4) setuju, (3) netral, (2) tidak setuju dan (1) sangat tidak setuju.
Data yang telah terkumpul terlebih dahulu di uji kualitas data yang dalam penelitian ini meliputi pengujian validitas dan pengujian reliabilitas. Sebelum data dianalisis lebih lanjut dengan analisis linear berganda, terlebih dahulu data akan diuji
asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas,dan uji heteroskedastisitas.
Uji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda yang digunakan untuk melihat pengaruh beberapa variabel independen terhadap variabel dependen.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Responden penelitian ini adalah pegawai bagian keuangan pada KSP di Kecamatan Karangasem. Jumlah kuesioner yang disebar dalam penelitian ini adalah sebanyak 42 buah yang merupakan sampel pada penelitian ini, sedangkan kuesioner yang kembali dan memenuhi syarat untuk diolah adalah sebanyak 40 buah. Syarat minimum suatu kuesioner dikatan valid adalah jika korelasi antara butir dengan skor totalnya positif dan lebih besar dari Rtabel (Rhitung >0,3120). Hasil dari uji instrumen validitas diperoleh bahwa nilai Pearson Correlation untuk setiap butir pernyataan lebih besar dari 0,3120 sehingga dapat dinyatakan valid.
Hasil dari uji instrumen realibilitas yang diperoleh untuk variabel pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP adalah 0,929 untuk kualitas pelatihan 0,834 untuk variabel sistem pengendalian internal 0,859 serta 0,905 untuk variabel kualitas laporan keuangan koperasi. Karena seluruh variabel mempunyai nilai Cronbach’s Alpha
> 0,70 maka data dinyatakan reliabel.
Hasil pengujian normalitas data menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig 0,364 lebih besar dari tingkat alpha atau tingkat kesalahan yang telah ditetapkan yaitu 0,05 artinya data dalam penelitian ini telah berdistribusi normal.
Hasil uji multikolonearitas menunjukkan nilai tolerance dan VIF untuk variabel pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP adalah 0,369 dan 2,706, variabel kualitas pelatihan memiliki nilai tolerance dan VIF yaitu 0,453 dan 2,208, variabel sistem pengendalin internal memiliki nilai tolerance dan VIF masing- masing 0,435 dan 2,301 Semua variabel memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF kurang dari 10 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas.
Hasil uji heteroskedastisitas diperoleh nilai signifikansi untuk variabel pemahaman
akuntansi berbasis SAK-ETAP sebesar 0,875 variabel kualitas pelatihan 0,741, sedangkan untuk variabel sistem pengendalian internal memiliki nilai signifikansi 0,746 Nilai signifikansi untuk masing-masing variabel lebih besar dari alpha 5% (α > 0,05) sehingga dapat
dinyatakan model regresi terbebas dari masalah heterokedastisitas.
Pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda yang dihitung dengan menggunakan program SPSS versi 20.0, yang disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 1. Hasil Analisis Regresi Linear berganda Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std.
Error Beta Tolerance VIF
1
(Constant) 1,813 4,553 ,398 ,063
X1 ,232 ,113 ,278 2,045 ,048 ,369 2,706
X2 ,582 ,230 ,311 2,533 ,010 ,453 2,208
X3 ,516 ,516 ,382 3,048 ,004 ,435 2,301
a. Dependent Variable: Y Sumber: Data diolah (2017)
Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui seberapa besar pengaruh pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP, kualitas pelatihan, dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan koperasi. Adapun persamaan regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Y = 1,813 + 0,232X1 + 0,582X2 + 0,516X3 + ei
Dimana:
Y = Kualitas Laporan Keuangan Koperasi X1 = Pemahaman Akuntansi Berbasis SAK-
ETAP
X2 = Kualitas Pelatihan
X3 = Sistem Pengendalian Internal e = Standard error
1. Nilai konstan sebesar 1,813 menunjukkan bahwa apabila variabel independen pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP (X1), kualitas pelatihan(X2), sistem pengendalian internal (X3) sama dengan nol, maka variabel dependen kualitas laporan keuangan (Y) adalah sebesar 1,813 2. Nilai koefisien β1 = 0,232 menunjukkan
bahwa terdapat pengaruh positif antara variabel pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP (X1) terhadap kualitas laporan keuangan (Y) sebesar 0,232.
Hal ini berarti apabila variabel
independen pemahaman akuntansi berbasis SAK ETAP (X1) naik sebesar 1 satuan dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya konstan, maka variabel kualitas laporan keuangan (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,232 satuan.
3. Nilai koefisien β2 = 0,582 menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh positif antara variabel kualitas pelatihan (X
2) terhadap kualitas laporan keuangan (Y) sebesar 0,582. Hal ini berarti apabila variabel independen kualitas pelatihan (X
2) naik sebesar 1 satuan dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya konstan, maka variabel kualitas laporan keuangan (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,582 satuan.
4. Nilai koefisien β3 = 0,516 menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh positif antara
variabel sistem pengendalian internal
(X
3) terhadap kualitas laporan keuangan
(Y) sebesar 0,516. Hal ini berarti apabila
variabel sistem pengendalian internal
(X
3) naik sebesar 1 satuan dengan asumsi
bahwa variabel bebas lainnya konstan,
maka variabel kualitas laporan keuangan
(Y) akan mengalami kenaikan sebesar
0,516 satuan.
Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui nilai signifikansi masing-masing variabel.
Untuk mengetahui arah hubungan variabel independen terhadap variabel dependen, dapat diketahui melalui koefisien regresi dari masing-masing variabel independen.
Nilai signifikansi X1 (pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP) sebesar 0,048<0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,232 maka H0 ditolak dan H1
diterima. Ini berarti pemahaman akuntansi berbasis SAk-ETAP berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan koperasi. Nilai
signifikansi X2 (kualitas pelatihan) sebesar 0,010<0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,582 maka H0 ditolak dan H2
diterima. Ini berarti kualitas pelatihan secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan koperasi. Nilai signifikansi X3 (sistem pengendalian internal) sebesar 0,004<0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,516 maka H0
ditolak dan H3 diterima. Ini berarti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan koperasi.
Tabel 2. Hasil Uji Simultan (uji F) ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1
Regression 608,764 3 202,921 36,758 0,000b
Residual 198,736 36 5,520
Total 807,500 39
a. Dependent Variable: Y
b. Predictors: (Constant), X1, X2, X3
Sumber : Data Primer Diolah, 2017
Berdasarkan tabel 2, hasil menunjukkan bahwa nilai sig adalah 0,000<0,05 maka H0 ditolak dan H4 diterima.
Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman akunatansi berbasis SAk-ETAP, kualitas pelatihan, dan sistem pengendalian internal secara simultan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan koperasi.
Secara lebih tepat, nilai F
hitungdibandingkan dengan F
tabeldimana jika F
hitung> F
tabelmaka secara simultan variabel- variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Pada taraf α = 0,05 dengan derajat kebebasan pembilang/df1 = k - 1 = 4 - 1 = 3 dan derajat kebebasan penyebut/df2 = n - k = 40 - 4 = 36 dimana k adalah jumlah variabel (bebas+terikat) dan n adalah jumlah observasi/sampel pembentuk regresi, diperoleh nilai F
tabel2,87. Data tersebut menunjukkan nilai F
hitung36,758 lebih besar dari nilai F
tabel2,87 yang artinya H
0ditolak dan H
4diterima. Selain itu, tingkat signifikan F sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti terdapat pengaruh secara simultan antara pemahaman akuntansi berbasis SAK-
ETAP (X
1), kualitas pelatihan (X
2), dan sistem pengendalian internal (X
3) terhadap kualitas laporan keuangan Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Karangasem.
PEMBAHASAN
Pengaruh Pemahaman Akuntansi Berbasis SAK-ETAP Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Koperasi
Mengacu pada hasil analisis statistik ditemukan variabel pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP (X1) memiliki tingkat signifikasi sebesar 0,048 < 0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,232.
Selain itu, efektivitas pengendalian internal (X1) memiliki thitung lebih besar dari ttabel, yaitu sebesar 2,045 > 2.028 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti sesuai dengan H1
yang menyatakan bahwa variabel pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Nilai positif menunjukkan pengaruh yang searah artinya semakin tinggi pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP maka semakin tinggi kualitas laporan keuangan
yang dihasilkan pada Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Karangasem.
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dikemukakan Budianto dan Kusuma (2013) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP
(Permen KUKM nomor:
04/PER/M.KUKM/VII/2012) terhadap kualitas laporan keuangan. Wiguna (2016) menyatakan pemahaman akuntansi koperasi berbasis SAK-ETAP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan koperasi. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat pemahaman standar akuntansi keuangan maka semakin tinggi kualitas suatu laporan keuangan yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan seseorang yang dikatakan memiliki pemahaman terhadap standar akuntansi keuangan merupakan orang yang mengerti atau pandai bagaimana proses akuntansi dilakukan berdasarkan kepada pedoman dan prinsip yang tertulis dalam standar akuntansi keuangan.
Hasil penelitian sejalan juga dikemukakan oleh Artana (2016) menyatakan pemahaman standar akuntansi pemerintah berpengaruh positif terhadap kualitas keuangan. Ponamon (2014) menyatakan pemahaman sistem akuntansi keuangan berpengaruh posiif terhadap kualitas laporan keuangan.
SAK-ETAP memang sangat penting kaitannya terhadap penyusunan laporan keuangan koperasi. Sesuai dengan ruang lingkupnya, maka standar ini dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas tanpa akuntabilitas publik. SAK-ETAP merupakan penyederhanaan dari SAK umum oleh karenanya SAK-ETAP lebih mudah digunakan dan lebih sesuai dengan kondisi entitas tanpa akuntabilitas publik. Paham menurut Poerwadarminta (2006) mempunyai pengertian pandai dan mengerti benar, sedangkan pemahaman adalah proses, cara perbuatan memahami atau memahamkan. Seseorang yang memiliki pemahaman akuntantansi dapat dikatan merupakan orang yang pandai atau mengerti benar tentang proses akuntansi baik secara manual atau menggunakan teknologi komputer.
Mengacu terhadap pemaparan diatas maka pemahaman terhadap SAK-ETAP tentunya sangat diperlukan untuk dikuasai dalam kaitanya menyusun suatu laporan keuangan. Semakin tinggi tingkat pemahaman terhadap SAK-ETAP maka dapat dikatan semakin pandai atau semakin mengerti terhadap SAK-ETAP. Semakin pandai atau semakin mengerti terhadap SAK-ETAP maka semakin tinggi kualitas laporan keuangan yang akan dihasilkan.
Pengaruh Kualitas Pelatihan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Koperasi
Mengacu pada hasil analisis statistik ditemukan bahwa variabel kualitas pelatihan (X2) memiliki tingkat signifikasi sebesar 0,016 < 0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,582 maka H0 ditolak dan H2 diterima. Selain itu, ketaatan aturan akuntansi (X2) memiliki thitung lebih besar dari ttabel, yaitu sebesar 2,533 > 2.028. Hal ini berarti sesuai dengan H2 yang menyatakan bahwa variabel kualitas pelatihan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Nilai positif menunjukkan pengaruh yang searah artinya semakin tinggi kualitas pelatihan maka semakin tinggi kualitas laporan keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Karangasem.
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Muzahid (2013) yang menunjukkan bahwa secara parsial kualitas pelatihan berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Penelitian ini menunjukkan semakin tinggi kualitas pelatihan maka semakin tinggi kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.
Hasil penelitian serupa juga dilakukan Putra (2013), yang menyatakan pelatihan berpengaruh secara positif terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan Hartati (2016), Pontoh (2013) yang menyatakan kualitas pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.
Pelatihan pada dasarnya sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam melakukan pekerjaannya.
Sikula (2003) menjelaskan pelatihan merupakan proses pendidikan jangka
pendek yang menggunakan cara dan prosedur yang sistematis dan terorganisir.
Para peserta pelatihan akan mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang sifatnya praktis untuk tujuan tertentu.
Pelatihan dilakukan tentunya untuk mencapai suatu tujuan tertentu, antara lain peningkatan keterampilan maupun kemampuan karyawan dalam bidang tertentu, dalam hal ini tentunya keterampilan dalam penyusunan laporan keuangan. Pelatihan yang dilakukan dengan baik tentunya memiliki tolak ukur yang harus dijadikan titik pencapaian dalam suatu pelatihan. Pelatihan yang berkualitas tentunya diharapkan akan membantu karyawan atau peserta pelatihan dalam mencapai tujuan dari pelatihan tersebut.
Peningkatan kualitas dalam suatu pelatihan baik itu secara metode maupun penerapannya akan memberikan dampak yang positif terhadap hasil pelatihan itu sendiri.
Semakin tinggi kualitas pelatihan maka semakin tinggi kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Hal tersebut dikarenakan pelatihan yang berkualitas akan meningkankan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki oleh karyawan, semakin baik kemampuan dan keterampilan karyawan maka semakin baik pula kinerja yang dihasilkan, maka dari itu hasil kinerja karyawan bidang akuntansi akan menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas.
Pengaruh Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Koperasi.
Data hasil analisis statistik variabel sistem pengendalian internal (X3) memiliki tingkat signifikan sebesar 0,004 < 0,05 dan memiliki koefisien negatif sebesar 0,516 maka H0 ditolak dan H3 diterima. Selain itu, sistem pengendalian internal (X3) memiliki thitung lebih besar dari ttabel yaitu sebesar 3,048 > 2.028. Hal ini berarti sesuai dengan H3 yang menyatakan bahwa variabel sistem pengendalian internal berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Nilai positif menunjukkan pengaruh yang searah artinya sistem pengendalian internal yang tinggi
dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Karangasem.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Zuliarti (2012) menyatakan sistem pengendalian internal akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap keterandalan sebuah laporan keuangan. Selain itu, sesuai juga dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Soimah (2014) yang menemukan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh secara positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara. Hal tersebut berarti semakin baik suatu sistem pengendalian internal diterapkan maka semakin tinggi kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.
Hasil penelitian lain yang sejalan dikemukakan oleh Artana (2016), yang menyatakan sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Selain itu, hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan Nurillah (2014), Situmorang (2016), Faishol (2016) yang menyatakan sistem pengedalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan.
Menurut Dep.Kop dan UKM (2002:16) pengendalian internal dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris (pengawas koperasi),
manajemen (pengurus dan
manajer/direksi), personel organisasi (koperasi, perusahaan) yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan organisasi: (a) keandalan pelaporan keuangan, (b) efekivitas dan efisiensi operasi, dan (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Tujuan sistem pengendalian internal menurut Warren et all (2005) salah satunya adalah untuk mengecek ketelitian dan keandalan dari data akuntansi. Penerapan suatu sistem pengendalian internal akan membuat semua operasi, sumber daya, dan data akan terkendali, tujuan akan tercapai, resiko dapat diminimalisir. Dan informasi yang dihasilkan akan lebih berkualitas. Informasi yang berkualitas akan berujung pada dihasilkannya suatu laporan keuangan yang berkualitas pula.
Mengacu pada pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian internal merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan yang memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan yang terdiri dari keandalan laporan keuangan, efektivitas, dan efisien. Sistem pengendalian internal dibuat untuk mengatur dan memastikan kegiatan yang akan dilakukan perusahaan telah berada pada jalan yang tepat. Sistem pengendalian internal yang baik tenunya akan mengarahkan kegiatan perusahaan menuju ke arah yang lebih baik sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.
Semakin baik suatu sistem pengendalian internal diterapkan maka semakin tinggi kualitas laporan keuangangan yang dihasilkan. Hal tersebut dikarenakan sistem pengendalian internal yang baik tentunya akan menghasilkan informasi yang berkualitas, pengawasan yang baik merupakan sistem yang diciptakan untuk mengontrol semua operasi yang terjadi dalam perusahaan sehingga tercapainya tujuan menghasilkan informasi yang andal, efektif dan efisien yang merupakan kriteria dari kualitas suatu laporan keuangan.
Pengaruh Pemahaman Akuntansi Berbasis SAK-ETAP, Kualitas Pelatihan, dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuanagn Koperasi.
Mengacu pada hasil uji F dapat dilihat Fhitung > Ftabel yaitu menunjukkan nilai Fhitung
36,758 lebih besar dari nilai Ftabel 2,87 yang artinya H0 ditolak dan H4 diterima. Selain itu, tingkat signifikan F sebesar 0,000 <
0,05. Hal ini berarti terdapat pengaruh secara simultan antara pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP (X1), kualitas pelatihan (X2), dan sistem pengendalian internal (X3) terhadap kualitas laporan keuangan Koperasi Simpan Pinjam di Kecamatan Karangasem.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Ponamon (2014), menunjukkan adanya pengaruh secara simultan antara pemahaman standar akuntansi keuangan dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas
laporan keuangan. Hasil penelitian tersebut berarti antara pemahaman standar akuntansi keuangan dan sistem pengendalian internal secara bersama- sama akan memberikan pengaruh terhadap kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.
Semakin baik pemahaman standar akuntansi keuangan dan pengendalian internal maka semakin baik pula kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.
Hasil penelitian serupa dikemukakan Artana (2016) yang menyatakan pemahaman akuntansi dan sistem pengendalian internal secara simultan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.
Hasil penelitian ini juga didukung dengan hasil pengujian secara parsial pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP didukung oleh penelitian Budianto (2013), kualitas pelatihan didukung penelitian Muzahid (2013), dan sistem pengendalian internal didukung penelitian Zuliarti (2012) yang menyatakan bahwa secara parsial variabel tersebut berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.
Laporan keuangan yang berkualitas tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor dan variabel dalam penyusunannya. Seperti yang telah dibahas dalam penelitian ini yaitu 3 variabel yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan, antara lain:
pemahaman akuntansi berbasis SAK- ETAP, kualitas pelatihan, dan sistem pengendalian internal. Mengacu pada hasil penelelitian yang telah diungkap dalam pembahasan diatas ketiga variabel tersebut memberikan pengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Hal ini berarti, semakin tinggi pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP, semakin tinggi kualitas pelatihan, dan semakin tinggi sistem pengendalian internal maka akan semakin tinggi kualitas laporan keuangan koperasi yang dihasilkan.
Melalui peningkatan masing-masing variabel yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan antara lain pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP, peningkatan kualitas pelatihan, dan penerapan sistem pengendalian internal yang baik maka variabel-variabel tersebut secara simultan atau bersama-sama akan
memberikan pengaruh secara positif terhadap kualitas laporan keuangan
Pihak pengelola keuangan khususnya bagian akuntansi akan mampu melaksanakan tugas dan fungsi akuntansi dengan baik dengan adanya peningkatan dari masing-masing variabel yang berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan tersebut, yang akhirnya bermuara pada terciptanya kualitas laporan keuangan yang baik dan bermanfaat bagi para pemangku kepentingan perusahaan.
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
(1) Pemahaman akuntansi berbasis SAK- ETAP berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap ualitas laporan keuangan koperasi. (2) Kualitas pelatihan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan koperasi. (3) Sistem pengendalian internal berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan koperasi (4) Pemahaman akuntansi berbasis SAK-ETAP, kualitas pelatihan, dan sistem pengendalian internal secara simultan berpengaruh secara positif terhadap kualitas laporan keuangan.
Saran
Saran untuk penelitian selanjutnya adalah : (1) Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menguji variabel-variabel lain yang berhubungan terhadap kualitas laporan keuangan. Hal ini sesuai dengan hasil koefisien determinasi yang menunjukkan 26,7% adalah faktor-faktor lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini seperti komitmen organisasi dan sistem informasi akuntansi. (2) Memperbesar jumlah sampel dan melengkapi metode survei dengan wawancara karena saat melakukan penelitian ini peneliti sempat mewawancarai beberapa responden dan menemukan adanya beberapa perbedaan antara jawaban di kuesioner dan jawaban secara lisan untuk pertanyaan/pernyataan yang sama.
DAFTAR PUSTAKA
Budianto, Haris dan Kusuma, Mahendra.
2013. Pengaruh Pemahaman Akuntansi Berbasis SAK-ETAP Terhadap Kualitas Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi. E-Jurnal.
Cahaya Surya
Depkop. 2016. Sambutan Menteri Koperasi dan UKM dalam Peringatan Hari Koperasi ke-69 Tahun 2016. Diperoleh dari
http//:www.depkop.go.id/content/read/s ambutan-menteri-koperasi-dan-usaha- kecil-dan-menengah-dalam-
peringatan-hari-koperasi-ke-69-tahun- 2016/. Diakses pada 16 Januari 2017.
Gustina, Adin. 2015. Pengaruh Kualitas Pelatihan dan Kondisi Lingkungan Pelatihan Terhadap Efektivitas Pelatihan di Sentra Pendidikan BRI Yogyakarta. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta
Mardiasmo. (2006). Perwujudan Transparansi dan Akuntabilitas Publik Melalui Akuntansi Sektor Publik : Suatu Sarana Good Governance. Jurnal Akuntansi Pemerintahan, 2 : 1. (1-17).
Mulyadi. 2010. Sistem Akuntansi. Jakarta:
Salemba Empat.
Muzahid, Mukhlisul. 2013. Pengaruh Tingkat Pendidikan, Kualitas Pelatihan, dan Lama Pengalaman Kerja Pegawai Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Aceh Utara. E- Jurnal. Universitas Riau.
Ponamon, I Fransisca. 2014. Pengaruh apengawasan Internal, Pemahaman Sistem Akuntansi Keuangan, dan Kapasitas Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah pada SKPD Pemerintah Kota Manado. E-Jurnal (68-80). Universitas Sam Ratulangi Sekaran, Uma. 2006. Research Methods
for Business. Jakarta Selatan:
Salemba Empat.
Sikula, Andrew. E. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung:
Erlangga.
Soimah, Siti. 2014. Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan
Teknologi Informasi dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara. Skripsi. Universitas Bengkulu.
Soetjipto, H. 2015. Pengembangan Koperasi. Yogyakarta: Cahaya Atmaja Pustaka.
Yadnyana, I Ketut. 2007. Pengaruh Frekuensi Audit atas Laporan Keuangan Historis terhadap Keterandalan Struktur Sistem Pengendalian Intern pada Perusahaan di Kota Denpasar. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis 2:2
Zuliarti. 2012. Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan Pengendalian Intern Akuntansi Terhadap Nilai Informasi Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah: Studi Pada Pemerintah Kabupaten Kudus. Skripsi.
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus.