www.pajak.go.
id
KEWAJIBAN PERPAJAKAN
INSTANSI
PEMERINTAH
PMK-231/PJ/2019
DASAR HUKUM 2
UU KUP
UU PPh
UU PPN
• Pasal 2 ayat (5) : Tata cara pendaftaran & penghapusan NPWP, pengukuhan & pencabutan PKP
• Pasal 3 ayat (3c) : Batas waktu & tata cara pelaporan
• Pasal 9 ayat (1) : Jatuh tempo pembayaran & penyetoran
Pemotongan PPh sehubungan pekerjaan, jasa, atau kegiatan
• Pasal 21 ayat (8) :
• Pasal 22 ayat (2) : Pemungutan PPh sehubungan pembayaran atas penyerahan barang
• Pasal 16A ayat (2) : Tata cara pemungutan, penyetoran, &
pelaporan PPN oleh pemungut PPN
www.pajak.go.
id
3
KETENTUAN FORMAL KETENTUAN MATERIAL
Syarat Formal NPWP & PKP Tata Cara &
Jangka Waktu Penyetoran
Kewajiban Potput PPh atas Belanja Pemerintah
Kewajiban Pemungutan PPN atas Belanja Pemerintah
Kewajiban Pemungutan PPN atas Pendapatan Pemerintah
regelling
UU KUP, UU PPh, UU PPN
• “Tata cara pendaftaran NPWP & pengukuhan PKP diatur dengan PMK”
• “Tata cara pemungutan, penyetoran, dan pelaporan pajak oleh pemotong/pemungut diatur dengan PMK”
PMK No. 231/PMK.03/2019
1 2
1
2
3
Tata Cara &
Jangka Waktu Pelaporan
3
POKOK PENGATURAN
4 Pasal 1 angka 9 PMK No. 231/PMK.03/2019
“Instansi Pemerintah adalahinstansi pemerintah pusat, instansi pemerintah daerah, dan instansi pemerintah desa, yang melaksanakan kegiatan pemerintahan serta memiliki
kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran.”
INSTANSI PEMERINTAH
INSTANSI
PEMERINTAH PUSAT INSTANSI
PEMERINTAH DAERAH INSTANSI
PEMERINTAH DESA
yang wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan sesuai standar akuntansi pemerintahan
DASAR HUKUM
www.pajak.go.
id
5
INSTANSI PEMERINTAH
Wajib mendaftarkan diri pada KPP atau KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan Instansi Pemerintah menurut keadaan yang sebenarnya.
Daerah
kepala desa atau perangkat desa yang melaksanakan pengelolaan keuangan desa berdasarkan keputusan kepala desa
Desa
dilakukan oleh:
kepala Instansi Pemerintah Pusat, KPA, atau pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan
kepala Instansi Pemerintah Daerah atau pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan
Diberikan NPWP di tempat kedudukan dan tidak terdapat NPWP cabang
NPWP digunakan oleh PA/KPA, PPSPM, Bendahara,
atau Kaur Keuangan
NPWP
Pusat
6
Instansi Pemerintah
Dapat berupa:
• BPN
• Bukti pemotongan atau pemungutan sesuai ketentuan perpajakan; atau
• Dokumen tertentu yang dipersamakan dengan bukti potong PPh.
Wajib memotong/memungut atas setiap
pembayaran yang merupakan objek potput Harus membuat bukti pemotongan/pemungutan PPh
Pasal 4(2)
Pasal 15
Pasal 21
Pasal 22
Pasal 23
Pasal 26
Kewajiban PPh
www.pajak.go.
id
Kewajiban PPh 7
PPh Pasal 4(2)
Pemotongan atas penghasilan yang dibayarkan kepada pihak lain atas:
1. Persewaan tanah dan/bangunan
2. Pengalihan hak atas tanah dan/bangunan 3. Usaha jasa konstruksi
4. Hadiah undian
5. Pembelian barang/jasa dari WP dengan peredaran bruto tertentu
PP23/2018
1
TIDAK DILAKUKAN PEMOTONGAN ATAS:
PP34/2017
a. OP dg penghasilan di bawah PTKP, dengan nilai pengalihan kurang dari Rp60.000.000,00.
b. OP/Badan dalam rangka BGS/BSG/pemanfaatan BMN c. OP/Badan yang bukan subjek pajak
2
Persewaan tanah dan/bangunan kepada penyedia jasa pelayanan penginapan beserta akomodasinya
PP34/2018
pengalihan tanah dan/bangunan oleh:
Kewajiban PPh 8
PPh Pasal 15
Pemotongan kepada WP tertentu atas imbalan:
1. Jasa pelayaran dalam negeri 2. Jasa penerbangan dalam negeri
3. Jasa pelayaran dan/atau penerbangan luar negeri
PPh Pasal 21
Pemotongan atas penghasilan sehubungan dg
pekerjaan, jasa, kegiatan kepada WP OP dalam negeri TIDAK DILAKUKAN PEMOTONGAN ATAS:
PP23/2018
• Pembayaran kepada WP yg memiliki dan menyerahkan fotokopi Surat Keterangan berdasarkan PP23
• Pembayaran kepada WP yg dapat menyerahkan fotokopi Surat Keterangan Bebas Potput
www.pajak.go.
id
Kewajiban PPh 9
PPh Pasal 22
Pemungutan sehubungan dengan pembayaran atas pembelian barang
Tidak Dilakukan Pemungutan Atas Pembayaran:
jumlahnya paling banyak
Rp2.000.000,00 tidak termasuk PPN dan bukan merupakan pembayaran yang dipecah
1
2
dengan Kartu Kredit Pemerintah Untuk pembelian BBM, BBG, pelumas, benda pos serta untuk pemakaian air & listrik3
Untuk pembelian barang dg dana BOS
4
Untuk pembelian gabah dan/atau beras
5
Untuk pembelian barang/jasa dari WP dengan peredaran bruto
tertentu
6
PP23/2018
Untuk pembelian barang dari WP dengan SKB Potput
7
Kewajiban PPh 10
PPh Pasal 23
1. Bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang
2. Royalti
3. Hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong PPh Pasal 21
4. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali yang telah dikenai PPh Pasal 4 ayat (2)
5. Imbalan sehubungan dg jasa yang pembayarannya dibebankan pada APBN,APBD atau APBDes selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21
pemotongan atas penghasilan yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya kepada Wajib Pajak dalam negeri atau Bentuk Usaha Tetap berupa:
TIDAK DILAKUKAN PEMOTONGAN ATAS:
1. Dibayarkan atau terutang kepada bank
2. sewa sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi
3. terutang kepada badan usaha atas sebagai penyalur
jasa keuangan yang berfungsi pinjaman dan/atau pembiayaan
4. jasa yang telah dikenai PPh yang bersifat final
5. Jasa pengangkutan/ekspedisi yang dikenai PPh Pasal 15
6. Jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21
7. pembelian jasa dari WP dengan SKB Potput
www.pajak.go.
id
Kewajiban PPh 11
pemotongan PPh atas penghasilan yang dibayarkan kepada Wajib Pajak luar negeri selain Bentuk Usaha Tetap berupa:
Bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang
Royalti, sewa, dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta
1
2
3
imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan4
Hadiah dan penghargaan PPh Pasal 2612
PKP Rekanan
Tagihan Faktur Pajak
Penyerahan BKP / JKP
Pembayaran
Instansi Pemerintah
Tidak Dilakukan Pemungutan atas :
jumlahnya paling banyak Rp2.000.000,00 tidak termasuk PPN dan bukan merupakan pembayaran yang dipecah Pembayaran dg Kartu Kredit Pemerintah utk pengadaan tanah
Utk penyerahan BBM & bahan bakar minyak oleh Pertamina
Penyerahan jasa telekomunikasi oleh perusahaan telekomunikasi
Atas jasa angkutan udara yang diserahkan oleh perusahaan penerbangan
Mendapat fasilitas PPN tidak dipungut/dibebaskan
FP dibuat pada saat menyampaikan tagihan berdasarkandokumen
penagihan
FP 07/08
Kewajiban PPN atas Belanja
www.pajak.go.
id
Penyetoran dan Pelaporan 13
Instansi Pemerintah Rp
Kas Negara
Kode Billing
KPP Pratama SPT Masa
PPh 21/26 Unifikasi SPT Masa Put
SPT Masa PPN 1111
Pelaporan
Setor
Penyetoran
Jangka waktu penyetoran PPh, PPN, & PPnBM: Jenis SPT:
1. SPT Masa PPh Pasal 21/26
2. SPT Masa unifikasi bagi Instansi Pemerintah Jangka waktu pelaporan:
1. SPT Masa PPh Pasal 21/26 dan SPT unifikasi paling lama tanggal 20 bulan berikutnya a. Max 7 hari setelah tanggal pembayaran dg
mekanisme Uang Persediaan.
b. Pada hari yang sama dg tanggal pembayaran dg mekanisme Langsung
1. Instansi Pemerintah Pusat & Daerah:
2. Instansi Pemerintah Desa
Max tanggal 10 bulan berikutnya setelah tanggal pembayaran
BENTUK DAN TATA CARA PEMBUATAN BUKTI
PEMOTONGAN DAN/ATAU PEMUNGUTAN PAJAK, SERTA BENTUK, ISI, TATA CARA PENGISIAN, DAN PENYAMPAIAN SPT MASA UNIFIKASI INSTANSI PEMERINTAH DAN SPT MASA PPH PASAL 21
DAN/ATAU PPH PASAL 26 INSTANSI PEMERINTAH
PER-17/ PJ/2021
www.pajak.go.
id
15
KEMUDAHAN KEPASTIAN HUKUM AKURASI & VALIDASI ONE-STOP APLICATION
Memberikan kepastian hukum terkait status dan keandalan Bukti Pemotongan/
Pemungutan
Meningkatkan akurasi dan
validasi
Menghitung PPh
Membuat Bukti Pemotongan dan Bukti Pemungutan
Membuat Billing
Membuat dan menyampaikan SPT Masa PPh
LATAR
BELAKANG
Memberikan kemudahan dan pelayanan bagi
Instansi Pemerintah untuk membuat dan melaporkan SPT Masa
16
September 2021
Agustus 2021
PER
17/PJ/2021
PMK-231/PJ/2019
E-BUPOT INSTANSI PEMERINTAH berlaku secara nasional
2019
Road
Map
Aplikasi
Aplikasi e-Bupot Instansi Pemerintah
o Berbasis Web (tidak membutuhkan installer)
o Data tersimpan aman di server DJP o Real time
www.pajak.go.id
17
Kewajiban Pemotong Pajak
Membuat Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26 dan menyerahkannya kepada penerima Penghasilan
Menyetorkan PPh yang telah dipotong
Melaporkan Bukti Pemotongan menggunakan SPT Masa PPh Pasal 21/26 dan Bukti Pemotongan/Pemungutan SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah melalui website djponline.pajak.go.id
4
Membuat Bukti Pemotongan/Pemungutan Pajak dan menyerahkan Bukti Pemotongan/
Pemungutan Pajak kepada pihak yang dipotong dan/atau dipungut;
18
www.pajak.go.
id
19
WPDN
Harus m emberikan informasi identitas kepada Pemotong/Pemungut Pajak.
o Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), atau
o Nomor Induk Kependudukan bagi Orang Pribadi yang tidak memiliki NPWP
o Tax Identification Number (TIN), dan/atau
o Tanda terima SKD WPLN bagi WP yang akan
menerapkan P3B WPLN
Pihak yang Dipotong/Dipungut
Bukti Pemotongan Pajak PPh Pasal 21
Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26 Instansi Pemerintah terdiri dari:
a. Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 bagi Pegawai Tetap atau Penerima Pensiun atau Tunjangan Hari Tua/Jaminan Hari Tua Berkala (Formulir 1721-A1);
b. Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 Bagi PNS atau Anggota TNI atau
Anggota POLRI atau Pejabat Negara atau Pensiunannya (Formulir 1721- c. Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 Final/Tidak Final (Formulir 1721-B1); dan A2);
d. Bukti Pemotongan PPh Pasal 26 (Formulir 1721-26).
Bukti Pemotongan dibuat dan dilaporkan melalui Aplikasi e-Bupot Instansi Pemerintah dan
ditandatangan secara elektronik
20
Bukti Pemotongan Formulir 1721-A1/ A2
Penerima Penghasilan Kode Objek Pajak, dan Masa Pajak/Lebih
(dalam tahun kalender yang bersangkutan)
untuk…
Bukti
Pemotongan
1 1
7
Formulir 1721-A1 atau 1721-A2 diterbitkan untuk setiap tahun dan diberikan kepada penerima penghasilan paling lama
1 (satu) bulan setelah tahun kalender berakhir
*) dalam hal Pegawai Tetap pindah Instansi Pemerintah lain/berhenti bekerja sebelum bulan Desember, pemberian Bukti Pemotongan Formulir 1721-A1 dan/atau Formulir 1721-A2 harus dilakukan paling lama 1 (satu) bulan setelah yang bersangkutan pindah/berhenti bekerja.
21
www.pajak.go.
id
Bukti Pemotongan Formulir 1721-B1/26
Penerima Penghasilan Kode Objek Pajak, dan Masa Pajak
untuk…
Bukti
Pemotongan
1 1
Formulir 1721-B1 atau 1721-26 diterbitkan untuk setiap transaksi atau untuk 1 (satu) Masa Pajak dan diberikan kepada penerima penghasilan untuk setiap kali pembuatan bukti pemotongan
22
Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26 harus tetap dibuat dalam hal :
1. tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21 karena jumlah penghasilan yang diterima tidak melebihi:
• PTKP ; atau
• batasan penghasilan harian atau kumulatif bulanan yang diatur dalam peraturan perpajakan yang berlaku.
2. jumlah PPh Pasal 26 yang dipotong nihil berdasarkan P3B yang ditunjukkan dengan adanya SKD WPLN;
3. PPh Pasal 21 yang dipotong ditanggung Pemerintah;
4. PPh Pasal 21 yang dipotong diberikan fasilitas PPh ; dan/atau 5. jumlah PPh Pasal 21 yang dipotong nihil karena:
• adanya Surat Keterangan Bebas;
• Dikenakan tarif 0%
Penerbitan Bukti Pemotongan PPh Pasal 21
www.pajak.go.
id
23
Pembetulan, Pembatalan, dan Penambahan Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26
Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26 yang telah dilaporkan dalam SPT Masa PPh 21/26 Instansi Pemerintah dapat dilakukan:
o Pembetulan, dalam hal terdapat kekeliruan dalam pengisian Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26 Instansi Pemerintah
o Pembatalan, dalam hal terdapat transaksi yang dibatalkan
o Penambahan, dalam hal terdapat objek pajak yang belum dilaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Instansi Pemerintah
Sepanjang Direktur Jenderal Pajak belum melakukan
pemeriksaan atau pemeriksaan bukti permulaan secara terbuka terhadap masa pajak yang bersangkutan
24
Penomoran Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26 Instansi Pemerintah
Kode Seri 00 s.d. 99
Nomor Seri 0000001 s.d. 9999999 dalam 1 (satu) tahun kalender
Ketentuan Penomoran:
o Kode Seri diberikan secara berurutan dari 00 sampai dengan 99.
Fungsi kode ini ialah untuk menandai nomor urut Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26 Instansi Pemerintah.
Apabila kode 00 sampai dengan 99 telah terpakai, kode berulang kembali ke 00.
o Nomor Seri diberikan secara berurutan dari 0000001 sampai dengan 9999999 dalam 1 (satu) tahun kalender (dari 1 Januari s.d. 31 Desember). Apabila tahun kalender telah berganti, nomor dimulai lagi dari nomor 0000001 dengan kode seri 00.
o Satu Nomor Bukti Pemotongan untuk Satu Wajib Pajak, Satu Kode Objek Pajak, dan Satu Masa Pajak
o Nomor Bukti Pemotongan 21/26 tidak berubah apabila terjadi perubahan (edit) atau Penghapusan (delete).
o Nomor, Masa Pajak, dan Identitas Wajib Pajak tidak berubah apabila terjadi pembetulan atau pembatalan o Nomor Bukti Pemotongan 21/26 yang dihapus (delete) tidak dapat digunakan kembali
Kode Dokumen Keterangan 1 Form 1721-B1 dan 1721-26 2 Form 1721-A1 dan 1721-A2
25
www.pajak.go.
id
Induk SPT (Formulir 1721)
SPT Masa PPh Pasal 21/26 Instansi Pemerintah
1 2
3 4
Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 bagi Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau Tunjangan Hari Tua/Jaminan Hari Tua Berkala serta bagi Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Polisi Republik Indonesia, Pejabat Negara dan Pensiunannya (Formulir 1721-A);
Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 Final, PPh Pasal 21 Tidak Final dan/atau PPh Pasal 26 (Formulir 1721-B); dan
Daftar SSP dan/atau sarana administrasi lain yang disamakan dengan SSP (Formulir 1721-SSP)
terdiri dari:
*) Khusus untuk masa Desember, selain formulir di atas juga wajib memuat Formulir 1721-A untuk satu tahun pajak
26
Induk SPT Masa PPh Pasal 21/26 Instansi Pemerintah
www.pajak.go.
id
27
Daftar Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 Bagi Pegawai Tetap Dan Penerima Pensiun Atau Tunjangan Hari Tua/Jaminan Hari Tua Berkala Serta Bagi Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Polisi Republik Indonesia, Pejabat Negara Dan Pensiunannya
(Formulir 1721-A)
28
Daftar Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 (Tidak Final Dan Final) Dan/Atau Pasal 26 (Formulir 1721-B)
www.pajak.go.
id
29
Daftar Surat Setoran Pajak (SSP) Dan/Atau Sarana Administrasi Lain Yang Disamakan Dengan
SSP Untuk Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan/Atau Pasal 26 (Formulir 1721-SSP)
30
www.pajak.go.
id
Bukti Pemotongan/Pemungutan Pajak Unifikasi 31
meliputi:
1. Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi :
a. Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, serta PPh Pasal 23; dan
b. Bukti Pemotongan PPh Pasal 26.
2. Bukti Pemungutan PPN/PPnBM :
a. Faktur pajak atau dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan faktur pajak; dan
b. SSP/BPN/Sarana administrasi lain yang dipersama kandengan SSP
Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi diterbitkan melalui Aplikasi e-Bupot Instansi Pemerintah dan ditandatanganI
secara elektronik
Bukti Pemotongan/Pemungutan Pajak Unifikasi 32
Wajib Pajak,
Kode Objek Pajak, dan Masa Pajak
untuk…
Dalam hal pada suatu Masa Pajak terdapat 2 (dua) atau lebih transaksi pemotongan/pemungutan pajak
atas pihak yang sama
dan dengankode objek pajak yang sama
Pemotong/Pemungut PPh
dapat
membuat1 (satu) Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi Berformat Standar
PEMOTONGAN/
PEMUNGUTAN
1 BUKTI 1
www.pajak.go.
id
Pembuatan Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi 33
Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi tidak perlu dibuat jika tidak terdapat pemotongan/pemungutan PPh, kecuali :
o Jumlah PPh yang dipotong/dipungut Nihil karena ada SKB
o Transaksi dengan WP yang memiliki Surat Keterangan PP No. 23 Tahun 2018 terkonfirmasi dengan syarat SSP harus tetap dibuat sesuai PP No. 23 Tahun 2018
o PPh Pasal 26 dipotong berdasarkan ketentuan P3B ditunjukkan dengan SKD WPLN o PPh terutang yang ditanggung Pemerintah (PPh DTP)
o PPh yang dipotong atau dipungut diberikan fasilitas PPh
34
Kode Dokumen Keterangan
1 Berbentuk dokumenelektronik Kode Seri
00 s.d. 99
Nomor Seri 0000001 s.d. 9999999 dalam 1 (satu) tahunkalender
KetentuanPenomoran:
o Nomor Seri diberikan secara berurutan walaupun jenis PPh berbeda
o Satu Nomor Seri untuk Satu Wajib Pajak, Satu Kode Objek Pajak, dan Satu Masa Pajak o Nomor Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi tidak berubah apabila terjadi
perubahan (edit) atau Pembetulan dan tidak dapat digunakan kembali apabila terjadi penghapusan (delete) atau Pembatalan
Penomoran Bukti Pemotongan/Pemungutan
www.pajak.go.
id
Pembetulan, Pembatalan, dan Penambahan 35
Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi
Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi yang telah dilaporkan dalam SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah dapat dilakukan:
o Pembetulan, dalam hal terdapat kekeliruan dalam pengisian Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi atau terdapat transaksi retur o Pembatalan, dalam hal terdapat transaksi yang dibatalkan
o Penambahan, dalam hal terdapat objek pajak yang belum dilaporkan dalam SPT Masa PPh Unifikasi
Sepanjang Direktur Jenderal Pajak belum melakukan pemeriksaan atau pemeriksaan bukti
permulaan secara terbuka terhadap SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah yang bersangkutan
Pembetulan dan Pembatalan Pemungutan 36
PPN/PPnBM
Bukti Pemungutan PPN/PPnBM yang telah dilaporkan dalam SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah dapat dilakukan:
• Penggantian, dalam hal terdapat kekeliruan dalam pengisian Bukti Pemungutan PPN/PPnBM atau terdapat transaksi retur
Dilakukan berdasarkan Faktur Pajak Pengganti dari PKKP Rekanan
• Pembatalan, dalam hal terdapat transaksi yang dibatalkan
Dilakukan berdasarkan Faktur Pajak yang dibatalkan dari PKP Rekanan
Sepanjang Direktur Jenderal Pajak belum melakukan pemeriksaan atau pemeriksaan
bukti permulaan secara terbuka terhadap SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah yang
bersangkutan
SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah
JENIS PAJAK
PPhPasal 4 Ayat (2)
PPhPasal 15
PPhPasal 22
PPhPasal 23
PPhPasal 26
PPN/PPnBM
www.pajak.go.
id
37
Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi untuk PPh Pasal 4 ayat (2),PPh Pasal 15, PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 23
• Paling sedikit memuat:
o Nomor Bukti Pot/Put Unifikasi Berformat Standar o Jenis Pemotongan/Pemungutan PPh
o Identitas pihak yang dipotong/dipungut (nama dan NPWP/Nomor Induk Kependudukan/Tax Identification Number)
o Masa Pajak dan Tahun Pajak o Kode Objek Pajak
o Dasar Pengenaan Pajak (DPP) o Tarif
o PPh yang dipotong/dipungut/ditanggung Pemerintah o Dokumen sebagai dasar potput PPh
o Identitas pemotong/pemungut (nama dan NPWP
Pemotong/Pemungut PPh serta nama penanda tangan o
38
Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi untuk PPh Pasal 26
• Paling sedikit memuat:
o Nomor Bukti Pot/Put Unifikasi Berformat Standar o Jenis Pemotongan/Pemungutan PPh
o Identitas pihak yang dipotong/dipungut (nama dan NPWP/Nomor Induk Kependudukan/Tax Identification Number)
o Masa Pajak dan Tahun Pajak o Kode Objek Pajak
o Dasar Pengenaan Pajak (DPP) o Tarif
o PPh yang dipotong/dipungut/ditanggung Pemerintah o Dokumen sebagai dasar potput PPh
o Identitas pemotong/pemungut (nama dan NPWP
Pemotong/Pemungut PPh serta nama penanda tangan o Tanggal bukti pemotongan/pemungutan ditandatangani o Kode verifikasi (QR)
39
Induk SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah
SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah
1 2 3 4
Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi
Daftar Bukti Pemungutan PPN/PPnBM
Daftar Surat Setoran Pajak, BPN, dan/atau Bukti Pemindahbukuan
SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah dibuat dan disampaikan melalui Aplikasi e-Bupot Instansi Pemerintah terdiri dari:
40
Induk SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah
o Masa Pajak dan Tahun Pajak;
o status SPT normal atau pembetulan;
o identitas Pemotong/Pemungut PPh;
o jenis PPh;
o jumlah dasar pengenaan pajak (ada di daftar rincian, di SPT Masa Induk tidak ada);
o jumlah nilai PPh yang dipotong, dipungut, ditanggung Pemerintah, dan/atau PPh yang disetor sendiri;
o jumlah total PPh atau jumlah total PPh yang disetor pada SPT yang dibetulkan;
o jumlah PPh yang kurang (lebih) disetor karena pembetulan;
o nama dan tanda tangan Pemotong/Pemungut PPh atau kuasa; dan
o tanggal SPT Masa PPh Unifikasi dibuat.
www.pajak.go.
id
41
Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi
o NPWP/NIK/TIN WP yang dipotong/pungut;
o status SPT normal atau pembetulan;
o NamaWP yangdipotong/pungut;
o Jenis PPh;
o Kode Objek Pajak;
o Nomor dan Tanggal Bukti Pemotongan/Pemungutan;
o Jumlah Penghasilan Bruto;
o Besar PPh yang dipotong/dipungut;
o ID SubUnit Organisasi;
o Keterangan; dan
o Jumlah Total Penghasilan Bruto yang dipotong/dipungut dan DTP.
42
Daftar Bukti Pemungutan PPN/PPnBM
o NamaRekanan
o NPWP Rekanan/TIN
o Kodedan Nomor Seri serta tanggal Faktur Pajak
o Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti o Dasar Pengenaan Pajak o Besar PPN
o Besar PPnBM
o ID SubUnit Organisasi
www.pajak.go.
id
43
Daftar SSP/BPN/Bukti PBK/SP2D
o Kode Akun Pajak (KAP) o Kode Jenis Setor (KJS) o NTPN/Nomor Bukti
PBK/Nomor SP2D (khusus bagi Instansi Pemerintah Pusat yang melakukan pembayaran dengan mekanisme LS)
o Jumlah Pajak Disetor o ID SubUnit Organisasi
44
www.pajak.go.
id
Keterlambatan Pelaporan dan Pembayaran 45
o SPT Masa PPh Pasal 21 dan SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah yang tidak disampaikan dalam jangka waktu yang ditentukan dikenakan sanksi
administrasi Pasal 7 UU KUP berupa denda sebesar :
• Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) yang dikenakan untuk seluruh jenis pajak PPh; dan
• Rp500.000,00 (Lima ratus ribu rupiah) untuk jenis pajak PPN dan/atau PPnBM
o Penyetoran jumlah pajak setelah tanggal jatuh tempo dikenai sanksi administrasi Pasal 9 ayat (2a) UU KUP berupa bunga.
o Penyetoran jumlah pajak yang kurang disetor akibat pembetulan SPT Masa PPh
Unifikasi setelah tanggal jatuh tempo dikenai sanksi administrasi Pasal 8 ayat
(2a) UU KUP berupa bunga.
• Pemotong/Pemungut harus:
o Memiliki EFIN untuk menggunakan akun DJP Online;
• dan
o Memiliki Sertifikat Elektronik atau Kode Otorisasi DJP untuk menyampaikan SPT Masa PPh 21/26 dan SPT Masa Unifikasi Instansi Pemerintah
Prasyarat Penggunaan
Aplikasi e-Bupot Instansi Pemerintah 46
www.pajak.go.
id