• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tetapi mendesain bukan hanya sebatas pada mendapatkan sebuah tema, melainkan bagaimana pengaplikasiannya ke bentuk nyata dan visual. Menurut beliau, d

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tetapi mendesain bukan hanya sebatas pada mendapatkan sebuah tema, melainkan bagaimana pengaplikasiannya ke bentuk nyata dan visual. Menurut beliau, d"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bapak Tonny Wirawan Suriajaja merupakan pemilik dari salah satu biro konsultan arsitektur dan interior di Jakarta. Biro konsultan tersebut bernama TWS & Partners. Beliau mendirikan konsultan desain ini sejak tahun 2003 yang lalu. Dengan latar belakang pendidikan arsitektur di Universitas Tarumanegara, beliau memiliki keunikan saat mendesain, yaitu dengan menggunakan pendekatan tema. Untuk memastikan bahwa tema hadir di dalam setiap proyek dan proses desain di TWS & Partners, saya mencoba mewawancarai Pak Tonny. Berdasarkan hasil wawancara terstruktur dengan Pak Tonny, beliau meyakini bahwa di dalam mendesain, desain harus mampu untuk bercerita. Dimana cerita tersebut pun beliau wakili dengan istilah tema. Demikian sebuah pernyataan beliau dari hasil wawancara saya berikut ini:

“Ya, saya menyebut tema itu sebagai sebuah desain ya. Biasa saya klo sebut tema itu yah seperti sebuah cerita dalam mendesain”

Menurut beliau, tema dapat menjadi panduan langkah demi langkah dalam mendesain dan dapat menentukan seperti apa aplikasi dari tema itu sendiri. Menurutnya, salah satu tantangan desainer adalah bagaimana membuat tema yang cocok dengan klien. Oleh karena itu, tema yang beliau gunakan dalam merancang sebuah arsitektur maupun interior didapatkan dari serangkaian proses desain. Dalam hal ini yang dimaksud dengan serangkaian proses desain yang dimaksud adalah ketika desainer berhubungan dengan klien dan objek yang akan dirancang.

(2)

Tetapi mendesain bukan hanya sebatas pada mendapatkan sebuah tema, melainkan bagaimana pengaplikasiannya ke bentuk nyata dan visual. Menurut beliau, dalam pengaplikasian sebuah tema, seorang desainer harus mampu memiliki sensitivitas dan kreativitas. Yang artinya, bahwa seorang desainer harus memiliki sensitivitas terhadap kebutuhan pengguna, dan kreativitas dalam aplikasinya. Sebab, beliau juga percaya bahwa desainer yang memiliki kreativitas tetapi tidak memiliki sensitivitas terhadap kebutuhan user adalah seorang pemimpi.

Oleh karena itu, dengan pengalaman penulis saat melakukan kerja praktek magang di TWS & Partners, penulis tertarik untuk membahas tentang cara pikir seorang desainer dalam memerankan tema sampai tema tersebut terwujud dalam proses dan hasil desain pada saat merancang interior. Penulis mengangkat topik Pengaruh Tema pada Proses dan Hasil Desain Hotel Intercontinental Jakarta (Meeting Area) Oleh TWS & Partners. Berikut dengan studi kasus TWS & Partners yaitu proyek renovasi meeting area di Hotel Intercontinental atau dikenal dengan Mid Plaza. Penulis juga mengharapkan bahwa topik yang diangkat ini, akan menjadi ulasan yang menarik untuk dibahas, serta penulis dapat melihat pemikiran tersebut dari beberapa proyek yang telah dikerjakan oleh beliau. Sebab mengingat terdapat banyak proyek yang telah direalisasikan dalam kurun waktu sejak kantor ini berdiri hingga sekarang, penulis berpikir bahwa TWS & Partners adalah tempat yang tepat untuk dijadikan tempat penelitian oleh penulis.

(3)

1.2 Rumusan Permasalahan

Dari latar belakang yang telah dijabarkan diatas, didapatkan dua buah rumusan masalah, yaitu :

1. Bagaimana tema didapatkan oleh desainer?

2. Bagaimana pengaruh tema terhadap proses dan hasil desain?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian dari ini adalah :

1. Untuk mengetahui proses mendapatkan tema yang sedang berlangsung di dalam merancang interior, sehingga dapat memberikan informasi kepada pelaku desain tentang batasan penerapan tema melalui studi kasus yang ada.

2. Untuk mengetahui pengaruh tema desain terhadap proses desain dan hasil desain.

1.4 Kontribusi Penelitian

Kontribusi penelitian Tugas Akhir ini adalah untuk :

1. Memudahkan dalam memberikan informasi terhadap mahasiswa/i mengenai adanya aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam merancang sebuah interior.

2. Menjadi buku panduan bagi mahasiswa/i mengenai cara berpikir dan perlakuan tema desain terhadap proses desain interior.

3. Memberikan informasi kepada pihak-pihak yang bergelut di dunia interior mengenai penerapan dan manfaat tema desain di dalam proses

(4)

desain di perusahaan arsitektur dan interior konsultan desain, sehingga dapat menjadi sarana pembelajaran untuk mencapai keberhasilan desain.

1.5 Tinjauan Pustaka

Architecture as Theme oleh Oswald Mathias Ungers, membahas tentang

tema yang ada di dalam dunia arsitektur. Dimana tema terbagi dalam beberapa kelompok, serta dijelaskan melalui contoh studi kasus yang ada. Buku ini dipilih oleh penulis sebagai acuan dalam meneliti tema yang ada di TWS & Partners.

How Designer Thinks oleh Bryan Lawson, menjelaskan tentang

bagaimana proses berpikir seseorang dalam mendesain dan kegiatan berkreativitas. Di dalam buku ini juga membahas tentang bagimana seorang desainer dalam menentukan sebuah pilihan. Oleh karena itu dari beberapa variable diatas, buku ini membantu penulis dalam meneliti dan melihat bagaimana tema dicari dalam proses desain dan kemudian dipilih oleh TWS & Partners.

Interior Design Handbook of Professional Practice oleh Cindy Coleman,

menjelaskan tentang keprofesian seorang desainer interior di dalam menjalankan kegiatan desain. Maka dari itu buku ini turut membantu penulis untuk mengetahui bagaimana sebuah proses desain di dalam profesi desain interior.

1.6 Ruang Lingkup Penelitian 1.6.1 Wawasan Penelitian

Proses penelitian dilakukan di kantor TWS & Partners, yang bergerak di bidang konsultan arsitektur interior. Kantor ini terletak di kota Jakarta. Beralamat di Jl. Kembang Permai Raya blok I-4 no. 3, Jakarta

(5)

Barat, Puri Indah. Dan penulis pun menggunakan studi kasus proyek interior, yaitu renovasi Hotel Intercontinental (untuk meeting area, lantai LG dan mezzanine.

1.6.2 Batasan Penelitian

Adapun beberapa batasan-batasan penelitian yang muncul agar topik pembahasan menjadi terarah dan terfokus, antara lain :

a) Penelitian terbatas pada ruang lingkup hadirnya penerapan tema desain oleh desainer.

b) Penelitian terfokus pada data-data proyek yang telah dikerjakan oleh penulis dan TWS & Partners yang dikerjakan dari bulan Mei 2011 sampai September 2011 , yaitu renovasi pada Hotel Intercontinental di Jakarta.

c) Penelitian terdapat pada pengaruh tema desain terhadap proses dan hasil desain. Dikarenakan fase awal pada saat tahap mencari tema dan perubahan aplikasinya berubah pada saat saya baru masuk kerja praktek magang, oleh karena itu data penelitian diperoleh adalah melalui hasil wawancara dengan Pak Tonny dan Jessica selaku mentor dan subjek yang terlibat dengan saya dalam proses development proyek renovasi tersebut. Kemudia data juga diperoleh dengan melihat dokumen-dokumen gambar kerja, coretan, dan image 3d’s max yang didapat dari studi kasus TWS & Partners dari jenjang waktu melaksanakan program magang, yaitu bulan Agustus 2011 hingga Mei 2012.

(6)

1.7 Metode dan Prosedur Penelitian 1.7.1 Metode Penelitian

Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang sebagian besar akan digunakan oleh Penulis. Dugaan-dugaan yang muncul tidak berdasarkan pada asumsi yang didapat sejak awal, namun didapatkan berdasarkan proses penelitian dan pengumpulan data dan fakta-fakta yang ada di lapangan.

Adapun beberapa cara pengumpulan data untuk mendukung metode penelitian kualitatif, antara lain adalah :

1. Wawancara

Penulis/Peneliti akan melakukan metode wawancara terhadap Pak Tonny mengenai tema yang beliau ambil, serta langkah-langkah apa saja yang beliau gunakan pada saat menjawab kebutuhan klien dan implementasi dari tema tersebut. Dengan metode wawancara merupakan metode yang pas untuk mengambil data yang akan diuji. Mengingat Penulis melakukan praktek kerja magang di TWS & Partners pada saat fase desain tersebut telah selesai. Selain melakukan wawancara dengan Pak Tonny, Penulis jg akan mewawancara Josephine Jessica selaku salah satu tim TWS & Partners dan person in charge yang mengerjakan proyek renovasi interior Hotel Intercontinental ini dari awal sampai tahap design development.

2. Observasi

(7)

ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian/peristiwa, dan waktu. Alasan Penulis melakukan metode pengumpulan data dengan observasi adalah untuk memberikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, dan untuk mengevaluasi. Yaitu dengan melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu, sehingga mendapatkan umpan balik dalam pengukuran tersebut. Penulis akan melakukan observasi dengan observasi partisipasi (participant observation), dimana metode pengumpulan data yang digunakan adalah untuk mencari dan mengumpulkan data penelitian melalui pengamatan melalui studi kasus yang dipilih. Dalam hal ini Peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian pelaku desain.

3. Dokumentasi

Penulis akan melihat kembali dokumentasi-dokumentasi berupa semua image, coretan, minute of meeting, dan gambar kerja yang berhubungan dengan proyek tersebut dengan tujuan menjadi data proyek.

4. Studi Literatur

Penulis juga akan melakukan studi literatur yang berhubungan dengan topik yang Penulis ambil. Dimana setelah mendapatkan beberapa literature, Penulis akan menyandingkan dan melihat kembali dengan data-data proyek yang Penulis dapatkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.

(8)

1.7.2 Metode Penulisan

Laporan penulisan tugas akhir ini ditulis dengan menggunakan metode penulisan deskriptif untuk mendeskripsikan suatu objek dengan melihat fenomena-fenomena yang terjadi pada saat Penulis melakukan program magang di tempat tersebut.

1.7.3 Metode Pemilihan Studi Kasus

Studi kasus merupakan salah satu jenis contoh penelitian dari metode deskriptif. Penulis menggunakan salah satu studi kasus, dimana penulis akan lebih cenderung melakukan survei dan hasil survey digunakan sebagai data dan bukti yang kemudian diuji dan dapat diartikan oleh peneliti. Dimana tujuan dari studi kasus yang dipilih oleh Penulis adalah untuk memberikan gambaran tentang latar belakang mengenai variabel yang sedang diuji. Variabel yang digunakan pada studi kasus jauh lebih banyak dibandingkan metode lainnya. Sebab jumlah sampel yang diuji hanyalah sedikit, sehingga variable yang diuji lebih banyak dan lebih bersifat menyeluruh/umum.

1.7.4 Sampel Penelitian

Berkaitan dengan topik pembahasan Penulis, yaitu Tema dalam Perancangan Interior, dengan studi kasus TWS & Partners sebagai bahasan untuk menganalisa dan menjabarkan sejauh mana tema dapat hadir dan berperan di dalam setiap proses desain dan berpengaruh terhadap proses dan hasil desain. Sampel penelitian yang digunakan adalah tim

(9)

desain dari TWS & Partners yang terlibat dari jenjang waktu kurang lebih 9 bulan, yaitu dari bulan Agustus 2011 hingga Mei 2012 sebagai sampel yang memiliki peranan yang bersifat presentatif sebagai pelaku yang berkaitan secara langsung terhadap hasil perencanaan interior TWS & Partners. Selain itu Penulis menggunakan sebuah studi kasus dengan jenis interior hotel untuk dijadikan sampel penelitian, yaitu renovasi Hotel Intercontinental (Meeting Area di lantai LG dan Mezzanine). Pemilihan studi kasus digunakan untuk melihat adanya proses, langkah dan keputusan pemilihan tema yang terjadi di dalam proses desain. Dimana pada saat tema itu muncul, terjadi beberapa kali proses perubahan aplikasi tema dari TWS & Partners. Peneliti akan melihat faktor-faktor yang terlibat dan masuk ke dalam perubahan tema yang terjadi. Darimana tema itu berasal dan bagaimana pengaruh dan perannya ke dalam sebuah perancangan interior.

(10)

1.7.5 Kerangka Pemikiran

Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran Sumber : Penelusuran Penulis

(11)

1.8 Rencana dan Jadwal Kerja

(12)

1.9 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan karya tulis tugas akhir ini adalah : BAB I. PENDAHULUAN

Merupakan penjabaran secara umum mengenai latar belakang pemilihan topik, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, kontribusi penelitian, tinjauan pustaka, ruang lingkup penelitian, berikut metode dan prosedur penulisan, alur penelitian, rencana dan jadwal kerja, juga sistematika penulisan.

BAB II. TINJAUAN TEORITIK

Merupakan uraian mengenai tinjauan teoritik yang menunjang topik penelitian, antara lain adalah landasan teori mengenai cara-cara dan paham dalam mendesain. Penjabaran teori ini akan menjadi jembatan dari stimulus dan menjadi alat ukur untuk menguji serta menganalisa hal-hal yang ditemukan Penulis dalam proses penelitian.

BAB III. TINJAUAN PERUSAHAN

Berisi tentang profil perusahaan mulai dari logo, visi dan misi, sejarah perusahaan sampai dengan struktur organisasi. Dalam bab ini juga berisi penjabaran tentang proyek apa saja yang dikerjakan oleh pemagang selama magang di perusahaan. Serta berisi tentang penjelasan proyek yang akan digunakan oleh penulis untuk dijadikan studi kasus demi mendukung proses penelitian berdasarkan topik Penulis.

(13)

BAB IV. STUDI DAN ANALISA DATA

Berisi tentang penjabaran tema dalam perancangan interior yang sesuai dengan topik penulis, dimana penulis terlibat langsung dalam studi kasus yang dipilih untuk mendukung proses penelitian yang dilakukan oleh penulis. Kemudian dilakukan analisa pengaruh tema dalam perancangan interior yang dilakukan oleh TWS & Partners, dalam hal bagaimana pendekatan yang dilakukan oleh TWS & Partners dalam mendapatkan sebuah tema yang kemudian diimplementasikan, serta tentang pengaruh tema tersebut pada hasil desain.

BAB V. KESIMPULAN

Berisi tentang kesimpulan akhir berdasarkan temuan Penulis, dimana kesimpulan yang didapat berasal dari proses penelitian Penulis, teori, dan fenomena yang Penulis lihat dan rasakan pada saat magang. Selain itu kesimpulan yang didapat merupakan jawaban untuk mencapai tujuan penulisan demi menjawab rumusan masalah.

Gambar

Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran  Sumber : Penelusuran Penulis
Tabel 1.1 Rencana dan Jadwal Kerja

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, menyampaikan Informasi tentang kegiatan CSR kepada masyarakat desa binaan Gunung Putri mengenai kejadian yang terjadi di

Terlepas dari keberagaman ini, kemampuan untuk bekerja secara terorganisir, manajemen diri, komunikasi, keahlian intrapersonal, kemampuan pemecahan masalah, dan dedikasi

Halaman hasil perhitungan adalah halaman untuk admin melihat nilai atau hasil perhitungan dengan menggunakan metode SMART. 1) Tahap Penentuan Kriteria dan Sub Kriteria

Hal ini dapat di pengaruhi oleh gaya belajar lain sehingga untuk kelulusan pada ujian akhir praktikum anatomi (tentamen) tidak berdasarkan dari gaya belajar apa

Dewasa kini kita mengalami berbagai perubahan. Bukan hanya dalam negara namun juga internasional. Perubahan- perubahan itu terjadi bukan hanya dalam satu bidang,

Pembayaran atas pajak terutang dilakukan pada Bendahara Penerima Dinas Pendapatan Kabupaten Nunukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD). SKPDKB dinyatakan LUNAS

Jika ukuran lebar pelipis lebih besar dari lebar rahang, berarti termasuk tipe bentuk wajah segi tiga, sebaliknya jika lebar rahang lebih besar dari lebar pelipis,